Claim Missing Document
Check
Articles

KESIAPAN PENERAPAN REGISTER IMUNISASI ELEKTRONIK NASIONAL DI PROVINSI BANTEN DAN MALUKU UTARA Rahmadewi, Pama; Heryawan, Lukman; Lazuardi, Lutfan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 4 (2023): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i4.38781

Abstract

Immunization programs have proven to be effective and efficient in providing health services, but in practice, many challenges are still encountered, among them those related to achieving immunization targets and improving immunization services. The COVID-19 pandemic has transformed Indonesia's national health system by digitizing health data. In the immunization program, in 2022, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia launched the SehatIndonesiaKu (ASIK) application as a national Electronic Immunization Register (EIR). Readiness assessment needs to be carried out on the application of national RIE so that it is optimal. This study aims to explore readiness for implementing national EIR in Banten and North Maluku Provinces. This is a descriptive study using a qualitative design with the Rapid Assessment Procedures (RAP) method. Research informants are immunization program managers in Banten and North Maluku Provinces. The instruments used for data collection were screening questionnaires, FGD guidelines, interview questionnaires, and observation sheets. Information about the readiness to implement national RIE was obtained through focus group discussions (FGD) and interview discussions during site visits. The data was then analyzed qualitatively. The content analysis process used to determine codes, categories, and themes in this study uses OpenCode 4.02 software. The readiness to implement national EIR in terms of organizational culture can be seen from the acceptance of ASIK as a national EIR and the adoption strategies chosen in the two provinces. In the aspect of management and leadership, maintenance of the quality of immunization data has been carried out through monitoring, confirmation, validation, and evaluation. The readiness of the operational aspect can be seen from the implementation of ASIK, which began with national piloting for the implementation of BIAN 2022, followed by ASIK piloting for routine immunization in several selected provinces, one of which is in North Maluku Province. On the technical aspect, there are application innovations related to immunization in the regions, indicating that the regions are quite experienced with immunization information systems. The readiness for implementing national EIR is quite potential, but it needs more support from regional heads, regulations, SOPs, and workflow as a reference for implementing national EIR, improvements to national EIR applications, and other constraints outside the system, as well as increasing digital skills for immunization managers to overcome problems and maintain system continuity. A national RIE implementation strategy is recommended to support the program's success.
Protokol Scoping Review: Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi Imunisasi di Tingkat Global Rahmadewi, Pama; Prasetyawati, Dini; Lazuardi, Lutfan; Sanjaya, Guardian Yoki; Auliyah, Fitratun; Wulandari, Hanifah; Raharjo, Untoro Dwi; Purwanto, Edy
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.83784

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Imunisasi adalah basis data elektronik, bersifat rahasia, dan berbasis populasi yang dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data dan menentukan strategi imunisasi yang efektif. Pada Tahun 2022, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan riset mengenai Pengembangan dan Diseminasi Strategi SII/RIE nasional serta Perencanaan Operasional di Indonesia. Pada pengembangan SII/RIE nasional tersebut digunakan kerangka kerja dari National eHealth Strategy Toolkit yang dikembangkan oleh WHO bekerjasama dengan International Telecommunication Union (ITU) yang meliputi 7 komponen eHealth. Scoping review dilakukan bertujuan untuk mengambil pembelajaran dari pengalaman berbagai negara dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi terkait imunisasi. Metode: Protokol scoping review ini disusun mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses Protocol (PRISMA-P) 2015. Seleksi dan skrining dilakukan menggunakan perangkat lunak Rayyan.ai. Literatur diambil pada 2 September 2022, yang dipublikasikan pada 1 January 2012 – 2 September 2022. Data yang diambil terkait imunisasi pada ibu dan anak, pengembangan dan implementasi SII, pengembangan dan implementasi RIE, dan kesiapan.Hasil: Diperoleh 900 artikel dari pencarian database dengan rincian Sciencedirect (390), Scopus (217), Proquest (216), Sagepub (62), Pubmed (9), dan JMIR (6). Dari hasil skrining abstrak diperoleh 119 artikel yang memenuhi untuk dilakukan penilaian teks lengkap. Review diharapkan selesai dan dipublikasikan pada akhir tahun 2023.Pembahasan: Scoping Review ini akan menghasilkan informasi pembelajaran yang dapat diambil untuk pengembangan dan penerapan SII di Indonesia yang mencakup hambatan tantangan yang mungkin dihadapi, solusi dari berbagai negara, integrasi dan interoperabilitas berbagai sistem informasi terkait imunisasi, serta strategi pada 7 komponen eHealth dalam pengembangan dan implementasi SII.Kesimpulan: Temuan review akan menjadi informasi berharga bagi pembuat kebijakan tentang strategi pengembangan dan implementasi SII dan cara meningkatkan keberhasilan dari program imunisasi. 
Persepsi Pengguna terhadap Keberhasilan Implementasi SIMRS di Rawat Inap Rumah Sakit Santo Borromeus Susanti, Eni; Lazuardi, Lutfan; Satibi, Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.94140

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi di Rumah Sakit Santo Borromeus telah diterapkan sejak tahun 2019. Implementasi SIMRS ini sudah banyak dirasakan manfaatnya, namun masih ditemui permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran keberhasilan implementasi SIMRS di rawat inap RS Santo Borromeus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan survei melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai RS Santo Borromeus dengan kriteria inklusi adalah petugas rumah sakit yang memiliki hak akses terhadap penggunaan SIMRS dan secara langsung menggunakan SIMRS di rawat inap dalam menunjang pekerjaan sehari-hari. Kriteria eksklusi adalah petugas rumah sakit yang tidak bersedia dilibatkan dalam penelitian dan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun. Teknik pengumpulan data dengan proportionate stratified random sampling, sebanyak 204 responden terlibat dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara menjelaskan destribusi prosentase dan rata-rata (mean) atas jawaban yang telah diberikan oleh responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat keberhasilan implementasi SIMRS adalah tinggi dengan skor rata-rata kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur, lingkungan, dan manfaat berturut-turut adalah 3,0; 2,9; 2,9; 3,2; 2,7; 3,1; 3,2; dan 3,0. Masih diperlukan pengembangan baik pada aspek teknologi, manusia, dan organisasi guna meningkatkan kualitas layanan pasien di rawat inap RS Santo Borromeus.Kata kunci:  SIMRS; evaluasi sistem informasi; imlementasi SIMRS
Pengembangan Dashboard Kesehatan Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK): Analisis dan Visualisasi Data Rutin Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Sutaryana, Beni Mulyadi; Pratama, Rio Aditya; Sutriana, Vivi Ninda; Prasetyawati, Dini; Supriati, Titi; Sanjaya, Guardian Yoki; Lazuardi, Lutfan
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.80686

Abstract

Latar belakang: Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) merupakan open source yang dirancang sebagai data warehouse untuk mengelola data kesehatan sesuai kebutuhan daerah dan pusat. Adanya berbagai jenis data dan karakteristik yang bervariasi serta aplikasi berbeda dari data masing-masing Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kulon Progro menjadi tantangan dalam pengembangan dashboard ASDK. Pengembangan ini bertujuan  untuk melanjutkan proses integrasi data pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan pembuatan dashboard visualisasinya di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo ke dalam sistemASDKMetode: Metode dalam studi ini adalah deskriptif dengan pendekatan action research, diskusi rutin mingguan serta pendampingan rutin dilakukan terhadap pengembangan dashboard ASDK di Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.Hasil: Proses koordinasi, tata kelola serta advokasi ASDK melibatkan lintas program pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Tersedia sumber data baik TB, DBD maupun malaria, namun masih terdapat perbedaan data program DBD serta data TB. Pengembangan visualisasi dashboard IKU Kepala Dinas Kesehatan, dashboard P2, dashboard surveilans dan dashboard imunisasi.Kesimpulan: Pengembangan dashboard ASDK akan terus ditingkatkan sejalan dengan komitmen pimpinan serta seluruh jajaran Dinas kesehatan Kabupaten Kulon Progo dengan harapan dashboard ASDK dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi yang dibutuhkan baik untuk keperluan lintas program maupun lintas sektor.Kata kunci: ASDK, DHIS2, Dashboard, Integrasi
Analisis Total Proses Pengujian dan Sistem Informasi Laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Agustina, Luthfi; Lazuardi, Lutfan; Sanjaya, Guardian Yoki; Ratmasari, Dewi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.84591

Abstract

Latar belakang: Proses esensial pengujian laboratorium yang meliputi fase pra-analisis, analisis dan pasca-analisis rawan terjadinya kesalahan/ketidaksesuaian. Hubungan antara kombinasi Total Proses Pengujian dan Sistem Informasi Laboratorium (TPP-SIL) menggunakan model HOT-fit memberikan ilustrasi lebih baik dari proses pengujian laboratorium yang sistematis, terkoordinasi dan dioptimalkan melalui SIL untuk dapat memberikan akses dalam melakukan evaluasi terjadinya kesalahan secara ketat dan  komprehensif berdasarkan faktor manusia, teknologi dan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis total proses pengujian dan sistem informasi laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.Metode: Jenis dan rancangan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berdasarkan observasi terhadap proses pengujian laboratorium kimia klinik di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan (Balai Labkes PAK) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 2 Januari 2023 hingga 28 Feruari 2023 (2 bulan). Selanjutnya wawancara mendalam pada subjek penelitian sebanyak 20 responden. Panduan observasi menggunakan standar indikator mutu ISO 15189 dan IFCC yang selanjutnya dihitung dengan acuan six sigma. Sedangkan evaluasi sistem informasi laboratorium dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis kontenHasil: Berdasarkan hasil observasi 48 hari, tercatat sebanyak 10 indikator mutu yang perlu dievaluasi, yang terdiri atas 4 indikator mutu pra analisis, 1 indikator mutu proses analisis dan 5 indikator mutu tahap pasca-analisis. Indikator mutu dengan prioritas 1 yang teridentifikasi adanya ketidaksesuaian pada pra-analisis yaitu Pre-MisR (4,6σ dan 3,9σ), Pre-Iden (1,2σ), Pre-LabTDE (4,6σ), Post-OutTime (3,8σ), Post-IncRep (2,3σ) dan Post-RectRep (2,3σ) yang prosesnya berkaitan dengan implementasi sistem informasi laboratorium SiLabKesPAK dan ELIMS. Adanya gangguan sistem barcoding, keterbatasan akses dan fitur/menu untuk screening data/revalidasi sebelum bridging, instalasi jaringan ELIMS yang belum terkoneksi sempurna dengan perangkat alat laboratorium sehingga memungkinkan pekerjaan dilakukan secara manual dan berpotensi terjadinya kesalahan/ketidaksesuaian input data dan penerbitan laporan hasil pengujian laboratorium, data tidak akurat (double data dan spam data), risiko keterlambatan hasil melebihi TAT.Kesimpulan: Evaluasi dan pemantauan kinerja untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan dalam mencapai target zero defect, peningkatan kemampuan ELIMS (updating system) secara berkesinambungan sesuai kebutuhan. Rekomendasi integrasi SIL dan ELIMS dengan SATUSEHAT.Kata kunci: total proses pengujian, sistem informasi laboratorium, HOT-fit, six sigma
Modul Standar Pelayanan Minimal (SPM) Mempermudah Monitoring Pelayanan Kesehatan Orang dengan Hipertensi dan Diabetes Mellitus hidayati, Ani; Lazuardi, Lutfan
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.94114

Abstract

Latar belakang: Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi salah satu penilaian kinerja bidang kesehatan yang dipantau oleh berbagai pemangku kebijakan. Amanah perundangan bahwa pengumpulan data SPM diintegrasikan dalam Sistem Informasi Kesehatan Daerah .Tujuan: Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan modul SPM untuk mendukung kinerja Program Penyakit Tidak Menular.Metode: Penelitian ini  menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan action research dengan tahapan diagnosing, planning, action dan evaluation.Hasil: Hasil dari penelitian ini, pada tahap diagnosing menghasilkan kebutuhan pengguna berupa fitur dashboard SPM, Import sasaran SPM, monitoring sasaran SPM yang berkunjung, monitoring sasaran yang tidak berkunjung. Pada tahap planning menghasilkan bisnis proses modul SPM yang dikembangkan. Pada tahap action Modul SPM bisa digunakan oleh dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan. Fitur-fiturnya dapat memudahkan monitoring dan evaluasi pasien serta menampilkan capaian SPM hipertensi dan diabetes melitus. Pada tahap evaluation menilai usability modul SPM dengan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) dengan dengan skor 71,79 yang termasuk skor di atas rata-rata.Kesimpulan: Pengembangan modul SPM telah dapat diaplikasikan pada Sistem Informasi Perangkat Daerah (SIKDA) untuk  monitoring dan evaluasi SPM pelayanan kesehatan orang dengan hipertensi dan diabetes mellitus dan diterima dengan baik oleh pengguna. Kata Kunci: Pengembangan Modul, SPM, Penilaian Kinerja, Penyakit Tidak Menular
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASIWA POLTEKKES TASIKMALAYA: THE DESCRIPTION OF STUDENTS’ MENTAL HEALTH IN POLTEKKES TASIKMALAYA Andri Gustiadi; Lutfan Lazuardi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13 No.1 , Januari 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i1.685

Abstract

Pendahuluan. Permasalahan kesehatan mental menjadi isu penting di beberapa negara termasuk di Indonesia dan perlu mendapatkan perhatian yang serius terutama pada kalangan mahasiswa karena mahasiswa merupakan populasi yang rentan terhadap isu kesehatan mental. Beberapa penelitian menyampaikan kondisi kesehatan mental pada mahasiswa. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran hasil kesehatan mental pada mahasiswa Poltekkes Tasikmalaya Metode. Peneliti menggunakan metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21) yang terdapat pada aplikasi berbasis Android yaitu aplikasi Mental Care. Populasi yaitu mahasiswa aktif tingkat I reguler sebanyak 1041 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 666 orang. Hasil. Secara umum gambaran karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden memiliki karakteristik yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 582 orang (87,39%) dan berusia 19 tahun yaitu sebanyak 341 orang (51,20%). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa mayoritas responden memiliki tingkat depresi pada kategori sedang sebanyak 274 orang (41,14%), tingkat cemas pada kategori sedang sebanyak 230 orang (34,53%) dan tingkat stress pada kategori normal sebanyak 522 orang (78,38%). Hasil survei mental health issue tertinggi menunjukkan bahwa mahasiswa khawatir akan masa depan (lulus dan bekerja) dengan persentase sebesar (76,9%). Kesimpulan. Sebagian besar responden penelitian ini merupakan mahasiswa yang memiliki jenis kelamin perempuan dan berusia 19 tahun. Mereka umumnya mengalami depresi dan kecemasan pada tingkat sedang, dengan tingkat stres dalam kategori normal. Masalah kesehatan mental yang paling sering dialami mahasiswa adalah kekhawatiran tentang masa depan, khususnya terkait kelulusan dan pekerjaan. Kata kunci: DASS-21, kesehatan mental, mahasiswa, skrining
Development of web-based application of medicine management dashboard for pharmacists in primary health care using a user-centered design: evidence from Indonesia Faradiba, Faradiba; Satibi, Satibi; Lazuardi, Lutfan; Ivanawati, Anselma
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 22 No 1 (2024): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v22i1.1574

Abstract

Although the minimum standard of pharmaceutical services at the primary health centres (PHCs) has been determined, the quality of drug management at PHCs is not optimal. There is no information system in PHC to help pharmacists monitor drug management performance. This study aims to describe the systematic development of such an application. A descriptive study with a case study approach was conducted, consisting of three stages: user needs analysis, model and prototype development, and prototype evaluation. The first stage in the user-centred design method is through focus group discussion and observation. There were 13 institutions involved in the needs analysis and 9 institutions in the evaluation stage by purposive sampling. The institutions are health centres and offices in Yogyakarta from September 2021 to April 2022. Data were analysed using descriptive qualitative and quantitative methods. The research resulted in a prototype web application, PharmD, which functions as a drug management performance dashboard for pharmacists at PHCs.
Needs Analysis for Mental Health Screening Application Development Andri Gustiadi; Lazuardi, Lutfan
Media Informasi Vol. 21 No. 02 (2025): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v21i02.682

Abstract

Background: Mental health is an important issue among university students, with many cases of depression, anxiety, and stress often detected late. Constraints in early identification and reporting require innovative solutions, such as surveillance-based mobile applications to support early detection and treatment of mental health. Purpose: to identify the needs related to the development of mobile applications in supporting mental health surveillance using the Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21). Methods: The type of research is qualitative research with interview method. The research was at Health Polytechnic Tasikmalaya in January-April 2024. The number of samples in this study amounted to 3 people. Data collection using interview guidelines. Data analysis using qualitative analysis. Research ethics letter numbers No.EA/3048/KEPK Poltekkes_Sby/V/2024. Results: The results of the needs analysis show that the development of mobile applications in supporting mental health surveillance is needed to help the identification process, store data and accelerate action and have data related to the mental health picture of students. Application development in the form of a mobile health app that is easy to use and access with an android-based that can display results as self-evaluation material, future development can be done as needed. Conclusion: The development of mental health applications has been adjusted to the needs through the needs analysis process at Health Polytechnic of Ministry of Health Tasikmalaya.
Effectiveness of mHealth on self-care profile and blood pressure among patients with hypertension in Indonesia: A single-blind randomized controlled trial Widyastuti, Chatarina Setya; Dinarti, Lucia Kris; Aulawi, Khudazi; Lazuardi, Lutfan
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 3 (2025): May - June
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3760

Abstract

Background: Self-management is essential for controlling blood pressure and requires consistent effort. Mobile health (mHealth) applications can support patients in independently managing hypertension and maintaining better control over their blood pressure. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of MaRiTensi mobile application in improving knowledge, motivation, self-efficacy, and self-care among patients with hypertension, as well as in lowering blood pressure. Methods: A two-arm randomized controlled trial with a single-blind evaluator was conducted among 108 patients with hypertension, recruited from a private hospital and two health centers in Yogyakarta, Indonesia. The 12-week study was implemented from October 2023 to April 2024. Participants were randomly assigned to the intervention group, which used the MaRiTensi app, or the control group, which received usual care. Primary outcomes—knowledge, self-care, self-efficacy, and motivation—were measured using a validated questionnaire, while the secondary outcome—blood pressure—was assessed through clinical measurement. Ninety-nine participants completed the study and were included in the analysis. Repeated measures ANOVA was used to evaluate within-group changes over time. Intergroup comparisons were analyzed using the chi-square test, independent t-test, or Mann–Whitney U test. Results: No significant baseline differences were found between the two groups (p >0.05). Significant improvements were observed in knowledge, self-care, and systolic and diastolic blood pressure in both groups (p <0.01). Self-efficacy significantly improved only in the intervention group (p <0.01). No significant changes in motivation were observed over time in either group (p >0.05). Significant between-group differences were found at the first evaluation for self-care (p = 0.005; d = 0.58), self-efficacy (p = 0.011; d = 0.52), motivation (p = 0.026; d = 0.44), systolic pressure (p = 0.039; d = 0.42), and diastolic pressure (p = 0.009; d = 0.54), and at the second evaluation for self-care (p = 0.024; d = 0.46). Conclusions: MaRiTensi may effectively improve self-care, self-efficacy, and blood pressure control among patients with hypertension, although it showed limited impact on knowledge and motivation. The application shows promise as a nursing intervention, but further research is needed to assess its long-term effectiveness and sustainability. Trial Registry Number: NCT06049862 [ClinicalTrials.gov]
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Wahab Adi Wibowo Ageng Brahmadhi Agus Kharmayana Rubaya Agustina, Luthfi Ahmad Zacky Anwary Ahmed, Ashir Amalia, Ichlasul Anai, Akane Andaru Dahesihdewi Andri Gustiadi Anindya Wirasatriya Anis Fuad Apriyanto, R. Hendri ARIEF KURNIAWAN NUR PRASETYO Aris Setyawan Arjuna, Tony Astutiany, Denny Auliyah, Fitratun Bagian PKMK, Fakultas Kedokteran UGM Bagian Prodi Kesehatan Masyarakat, FKM UNISKA Bagian Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM Bekti Sukoco Buti Azfiani Azhali Chatarina Setya Widyastuti Chin, Wei Hong Citra Indriani Doko, Karmelia Intany Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Edy Purwanto Eni Susanti Faisal Mansur Faizah, Noor Faradiba Faradiba Filirida, Meidina Fitri Haryanti GRACE SHALMONT, GRACE Guardian Y. Sanjaya Guardian Yoki Sanjaya Hanifah, Nimah Happy Indah Kusumawati Hari Kusnanto Hari Kusnanto Harry, Sunandar Hartono Hartono Heri Priyatmoko Heryawan, Lukman Hidayah . Hidayati, Ani Hizriansyah I Ketut Agung Enriko Ignasius Luti Ikeda, Subaru Iswarno Iswarno Ivanawati, Anselma Katrina Feby Lestari Khudazi Aulawi Kikuchi, Kimiyo Kubota, Naoyuki Kurnianingsih Kurnianingsih, Kurnianingsih Kusnanto, Hari Kusnanto, Hari Lucia Kris Dinarti Maruf, Rafiqul Islam Mubasysyir Hasanbasri Muhammad Thesa Ghozali Muhammad Zaini Nakashima, Naoki Nastiti Anggraini Ni&#039;mah Ning Rintiswati Ning Rintiswati Nishikitani, Mariko Nugroho, Tri Adi Nurholis Majid, Nurholis Oktaviani, Zakiyah Pawa, Ira Deseilla PRADNYA SRI RAHAYU, PRADNYA SRI Prakosa, Hendri K. Prasetyawati, Dini Prastowo, Muhammad Yogie Pratama, Rio Aditya Purnama, Mia Raharjo, Untoro Dwi Rahmadewi, Pama Ratmasari, Dewi Resna, Riksa Wibawa Riris Andono Ahmad Rochady Setianto Rosady, Dony Septriana saeni, muhriati - Sari, Permata Satibi Satibi Satibi Satibi Sato, Yoko Satrisno, Hary Setiawan, Mohammad Yusuf Shinta Prawitasari Siswanto Sastrowijoto Sri Werdati, Sri Sudarta Yabesman Harefa Sugiyanto, Nida Alhusna Sumarni Sumarni Sumunar, Dimas Sunardi, Paul Supriati, Titi Susi Ari Kristina Sutaryana, Beni Mulyadi Sutriana, Vivi Ninda T. Satoto, Tri Baskoro T. Satoto, Tri Baskoro T. Satoto, Tri Baskoro Tita Bariah Siddiq Tjahjono Kuntjoro Tri Baskoro Tunggul Satoto Tyas, Reni Trianing Wasilah Rochmah Widyandana Widyandana Wiwin Lismidiati Wulandari, Hanifah Yodi Mahendradhata Yohanes Yohanes Yokota, Fumihiko Zhu, Ningxin