Articles
Gaya Kepemimpinan Pengelola Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Said Jamaluddin Syaputra;
Sujianto Sujianto;
Dadang Mashur
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 3 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 12
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jbpd.v5i3.26973
This research is motivated by the leadership style applied at the Pekanbaru City Public Service Mall, where the leadership style exercised by the Head of the Pekanbaru City One-Stop Integrated Service Investment Service The Public Service Mall has managed to get an award that can be maintained for three consecutive years. The purpose of this study was to determine the leadership style adopted by the Head of the Pekanbaru One Stop Service Investment Service and to see the supporting factors for the success of this leadership style. This study uses Robbins' theory (2015) which explains that there are 4 leadership styles namely, directive leadership style, supportive leadership style, participatory leadership style, and achievement-oriented leadership style. This study used qualitative research using interview, observation, and documentation techniques at the Pekanbaru City Public Service Mall. The results of the study show that the leadership style used in managing the Pekanbaru City Public Service Mall has been successful in its implementation due to the results obtained in managing the public service mall which has received awards for three consecutive years. Supporting factors in the application of leadership style at the Pekanbaru City Public Service Mall are the existence of standard rules in work, qualified human resources and adequate service innovation. With these supporting factors, the Pekanbaru City public service mall won the award for three consecutive years.
Inovasi Program Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato di Nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya
Nawrah Dwi Latifah;
Dadang Mashur
MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 1, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/motekar.v1i2.1165
Dinas Sosial P3APPKB Kabupaten Dharmasraya menciptakan sebuah inovasi program pelayanan pemberdayaan masyarakat lansia guna meningkatkan taraf hidup masyarakat lansia di Nagari Taratak., nama inovasi program tersebut ialah Gerakan Lanisa Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti (GL-PRO SASABESA). Program GL-PRO SASABESA merupakan kegiatan pemberdayaan lansia yang kurang produktif agar menjadikan lansia produktif dan sejahtera. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi Program Gerakan Lansia (GL-PRO SASABESA di Nagari Taratak Tinggi Kabupaten Dharmasraya serta mengetahui faktor pendukung Inovasi Program Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti (GL-PRO SASABESA) di Nagari Taratak Tinggi Kabupaten Dharmasraya. Peneltian ini menggunakan teori dari Rogers dalam Hutagalung dan Hermawan menggunakan 4 indikator, yaitu Karakteristik Inovasi, Saluran Komunikasi, Upaya perubahan dari agen, dan Sistem sosial Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi yang bersifat deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Dari hasil analisa berdasarkan masing-masing indikator komponen kemampuan inovasi program tersebut maka hasil yang diperoleh yaitu inovasi program GL-PRO SASABESA sudah bisa dikatakan mampu menjalankan program hingga dapat meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan lansia dan semua indikator pada kemampuan inovasi program sudah tercapai, karena inovasi program ini outputnya adalah penghargaan dan kesejahteraan lansia maka peneliti juga melihat faktor pendukung yaitu faktor dukungan pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan masyarakat Nagari Taratak Tinggi dalam mewujudkan lansia produktif dan sejahtera melalui inovasi program Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti, sumber daya manusia yang terlibat yang turut membantu, serta antusias lansia dalam menerima inovasi dengan baik.
Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Kota Pekanbaru
Suhai Latul Ulya;
Dadang Mashur
MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 1, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/motekar.v1i2.1124
Warga negara asing yang berada di tanah Indonesia dengan visa kerja disebut sebagai Tenaga Kerja Asing. Oleh karena itu, penggunaan tenaga kerja asing harus diawasi secara ketat untuk mengurangi penggunaan tenaga kerja asing yang tidak berdokumen di Pekanbaru. Bagian Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau serta Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru bertanggung jawab mengawasi Tenaga Kerja Asing di Pekanbaru. Selain itu, kajian yang ada dilaksanakan dengan menggunakan teori Pengawasan (Reza Syahputra, 2019) 1) Pengawasan Fungsional 2) Pengawasan Teknis 3) Pengawasan Administratif. Peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data untuk mencapai tujuan ini. Metode analitik digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan dari temuan penelitian kemudian dideskripsikan secara kualitatif. Temuan dalam Kajian ini berupa pengawasan Fungsional dalam pengawasan TKA ialah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau serta Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru yang dimana dalam kedua pengawas tersebut telah melaksanakan pengawasan administrastif dengan baik secara online serta telah melakukan pengawasan secara berkala pada pengawasan teknis dengan focus pengawasan sesuai pada tanggung jawab serta fungsinya masing-masing.
Public Service Management in Corporate Social Responsibility PT. Pertamina International Refinery Unit II Sungai Pakning
Dadang Mashur;
Zaili Rusli;
Zulkarnaini Zulkarnaini;
Abdul Sadad;
Geovani Meiwanda
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jmpp.v8i1.51025
Environmental matter frequently emerges in every area; this is a concern for all parties, especially as environmental problems are the impact of company activities. As a company responsible for the impact of activities carried out, the company provides public services in the form of a corporate social responsibility program. Good public service management in corporate social responsibility programs certainly has a positive social impact on society and the environment. This has been conducted by PT. Pertamina International Refinery Unit II Sungai Pakning received five best performance awards from the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia in a row from 2017. The purpose of this research is to analyze public service management in corporate social responsibility. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The research results found that there are four stages in public service management in corporate social responsibility, namely planning, implementation, reporting, and accountability. This stage is the basis for implementing corporate social responsibility programs that focus on the fields of education, public health, environment, and infrastructure. It was found that there was an additional general function in the company's CSR public service management, namely accountability.
Analisis Prospektif Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Pada BAPPEDALITBANG
Zakiyah Ulfa Aryani;
Harapan Tua Ricky Fredy Simanjuntak;
Dadang Mashur
PUBLIKA : Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 10 No. 1 (2024): Publika : Jurnal Ilmu Administrasi Publik
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/jiap.2024.14153
The 4.0 industrial revolution is changing global work patterns, resulting in industrial displacement, and encouraging the development of digital literacy and HR competencies. Bappedalitbang has a critical role in regional development planning, and is closely aligned in addressing the digital skills gap. This research aims to analyze prospective HR development strategies in the era of the industrial revolution 4.0 at Bappedalitbang Riau Province. Respondents in this study amounted to 12 people who were used as key informants with purposive sampling method. This research analysis uses the prospective analysis method. The software used is Microsoft Excel which is modified with a prospective analysis calculation. After conducting a combined perspective analysis of theory and stakeholders, the results obtained 3 determining factors among 2 of the theoretical dimensions, namely managing technology integration in the workplace and building an agile and personalized learning culture and 1 stakeholder dimension, which is modern e-learning. These three factors must be applied so that human resource development in the era of the industrial revolution 4.0 at Bappedalitbang Riau Province can be sustainable.
Implementasi Pembangunan Infrastruktur dalam Peningkatan Sosial Ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti
Rika Pertiwi;
Sujianto Sujianto;
Dadang Mashur
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 4 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Mei 202
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i4.852
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kemiskinan sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan. Oleh sebab itu, keseimbangan antara pertumbuhan dengan pemerataan dan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat selalu dipertanyakan bila ingin mengetahui keberhasilan pembangunan. Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu kabupaten yang tingkat penduduk miskin yang paling tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Provinsi Riau, karena itu harus terus diintervensi melalui berbagai program dari pemerintah derah. Keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari beberapa pulau menyebabkan inflasi yang cukup tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, dan keterisoliran daerah sehingga kebutuhan pokok menjadi mahal. Oleh sebab itu, dibutuhkan penanganan dari pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis implementasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Meranti dan untuk mengidentifikasi apa dampak yang mempengaruhi implemnetassi dalam kebijakan peurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis data yang utama adalah observasi (sumber data primer), teknik penunjang studi wawancara dan dokumentasi (sumber data sekunder). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah isi kebijakan content of policy yang mempengaruhi proses implementasi.
Implementasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi
Iwen Wensetiawen;
Nur Laila Meilani;
Dadang Mashur
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/mesir.v1i2.2229
Permasalahan stunting saat ini sedang menjadi isu nasioanal maupun internasional yang sedang dihadapi termasuk di Indonesia, yang mana saat ini sedang menghadapi masalah gizi yang cukup berat ditandai dengan banyaknya status balita pendek (stunting). Pemerintah menetapkan untuk prevalensi stunting pada Tahun 2024 harus di bawah 14%. Salah satunya di Kabupaten Kuantan Singingi prevalensi stunting masih berada di atas angka 14% tepatnya di Kecamatan Cerenti yang merupakan Kecamatan dengan angka prevalensi tertinggi di Kabupaten Kuantan Singingi pada Tahun 2022 dengan prevalensi stunting 18,53%. Bagaimana implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksaannya dengan menggunakan teori George Edward III yang di lihat pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil Penelitian ini menunjukkan belum tercapainya komunikasi antar badan pelaksana yang sudah berjalan baik namun komunikasi dengan masyarakat terkait belum optimal. Keterbatasan dan kekurangan pada sumber daya manusia dengan jumlah keahlian terkait sub bidang khusus, sumber daya dana atau anggaran yang masih terbatas atau masih kurang dan sarana prasarana yang belum cukup memadai untuk melayani masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Sikap pegawai yang sudah baik dan disiplin namun tidak adanya insentif yang memberi semangat kerja pada pegawai dan struktur birokrasi dengan peran pemerintah daerah yang dapat mempercepat dan memperlancar proses pencapaian tujuan dan sasaran kebijakan. Adanya faktor penghambat dalam hal kurangnya pelatihan dan pengembangan untuk petugas pelaksana, pengetahuan orangtua dan masyarakat terhadap gizi dan stunting dan kurang jelasnya informasi yang diterima masyarakat.
Partisipasi Masyarakat Dalam Ketertiban dan Kebersihan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang Kota Pekanbaru
Sarah Azkha Syafanah;
Dadang Mashur
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3401
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang merupakan salah satu kawasan hijau yang ada di pusat Kota Pekanbaru. Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Pekanbaru untuk dikunjungi. Dengan dibangunnya Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang menjadikan Kota Pekanbaru terlihat lebih cantik serta memberikan kesan natural di tengah kepadatan kawasan perkotaan. Tentunya di setiap tempat wisata umum menjaga ketertiban dan kebersihan disana sangatlah penting agar pengunjung lain dapat menikamti keindahan taman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam ketertiban dan kebersihan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menurut konsep teori partisipasi masyarakat. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Masyarakat dalam Ketertiban dan Kebersihan di RTH Putri Kaca Mayang masih belum maksimal. Dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang kurang tertib saat berada di kawasan taman dan banyaknya sampah yang berserakan di setiap sudut taman tersebut. Adapun faktor-faktor penghambat dalam ketertiban dan kebersihan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang yaitu kurangnya kesadaran masyarakat (pengunjung) akan menjaga ketertiban dan kebersihan di tempat umum dan sifat individu (malas, bodo amat, tidak mau perubahan) terhadap ketertiban dan kebersihan di lingkungan umum. Hal ini disebabkan karena masih kurang tegasnya pemerintah daerah dan kesadaran dari masyarakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang Kota Pekanbaru sehingga ketertiban dan kebersihan di taman belum maksimal.
Strategi Percepatan Penanggulangan Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru
Nurjannah Anjalita;
Dadang Mashur
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3267
Kota Pekanbaru telah berkembang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Riau terutama dalam pembangunan infrastruktur, industri, dan jasa. Pembangunan yang bertambah menjadi simbol bahwa pertambahan penduduk membawa dampak yang cukup signifikan. Dengan berkembangnya jumlah pembangunan tersebut membuat Pemerintah Provinsi Riau harus meningkatkan mutu kualitas pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang pelayanan kebakaran. Pemerintah Kota Pekanbaru berpedoman pada Peraturan Menteri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Percepatan serta mengidentifikasi factor yang menghambat Strategi yang dilaksanakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebakaran di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori Geoff Mulgan dalam Achmad Khanza (2022) yang menggunakan indikator: Tujuan (Purposes), Lingkungan (Environtment), Pengarahan (Direction). Tindakan (Action), Pembelajaran (Learning). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwasannya Strategi Percepatan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru masih belum optimal, hal ini dikarenakan strategi relawan kebakaran yang dilakukan masih belum dikembangkan karena terkendala dengan sarana prasarana dan minimnya alokasi anggaran yang ada, selanjutnya sosialisasi yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran juga masih minim, hal tersebut mengakibatkan proses penanganan kebakaran di Kota Pekanbaru masih belum optimal.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru
Muhammad Hafizh;
Dadang Mashur
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3287
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, serta faktor- faktor apa saja yang menjadi menghambat pelaksanaannya. Program kebijakan tersebut diantaranya adalah bantuan langsung tunai (BLT). bantuan operasional sekolah (BOS) bantuan langsung sementara (BLSM) inpres data tertinggal (IDT) dan pembinaan kesejahteraaan keluarga (PKK). Adapun pihak-pihak yang terlibat adalah Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bantan, Kepala Desa, dan Masyarkat penerima KPM PKH di Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru dan Kendala- Kendalanya. Teori yang digunakan ialah George C. Edward III (2011) Dalam Buku Subarsono (2022) yaitu ada 4 indikator Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, Struktur Birokrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif bersifat Deskriptif. Dengan Teknik Pengumpulan Data Wawancara, Observasi, serta Dokumentasi. Hasil Penelitian menemukan Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru. Faktor yang menjadi Penghambat dalam Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru yaitu : 1.) Keterlambatan pada saat pencairan dana PKH, yang seharusnya Bulan Februari pengeluaran pencairan dana, tetapi pengeluaran pencairan dana nya baru masuk Bulan Maret Akhir mengenai Bansos PKH nya Di Desa Bantan Tua. 2.) masyarakat Desa Selat baru ini ada beberapa Kelompok 3 4 Kelompok, Jadi hambatan nya adalah ketika ada masyarakat lambat datang di rumah masyarakat ( Pertemuan ) ibu- ibu ini tidak menghadiri rapat pertemuan antara Pendamping PKH di desa masing- masing. Saran dari Peneliti mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Bantan Tua dan Desa Selat baru diharapakan mengoptimalkan kinerjanya dalam menangani program PKH ini dan untuk pihak dari Kecamatan Bantan ataupun Dinas terkait agar dapat memberikan kebijakan dalam melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Bantan Tua dan Desa Selat Baru.