Articles
MANAJEMEN ASET KENDARAAN DINAS PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Suryaningsih, Dewi;
Mashur, Dadang
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7: Edisi I Januari - Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Problems in asset management often arise in local governments, especially official vehicle assets in the Kuantan Singingi Regency government. Problems that occur are often caused by the recording of assets that have not gone well. This study aims to explain in detail the asset management of Kuantan Singingi Regency government vehicles, and to describe the factors that influence the management of Kuantan Singingi Regency government vehicle service assets. This research is a descriptive study with qualitative research methods. Data collection techniques are done by analyzing data in qualitative research. The results showed that the management of official vehicle assets in Kuantan Singingi Regency was still not as expected, this is because the recording of official vehicle data in Kuantan Singingi Regency had not been carried out as a whole, this was influenced by manual recording, lack of human resources, and then data old vehicles that have not been inventoried Keywords: Management, Assets, Asset Management, Official Vehicles.
KEBIJAKAN HUTAN INDONESIA ERA JOKO WIDODO SEBAGAI IMPLEMENTASI PARIS AGREEMENT
Afrizal, Afrizal;
Mashur, Dadang
Jurnal Kebijakan Publik Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/jkp.9.2.p.97-104
Kebijakan Hutan di Indonesia era Joko Widodo sebagai Implementasi ParisAgreement. Paris Agreement yang telah disepakati oleh Indonesia dan negara-negara lainnyatentu memberikan harapan baru bagi masa depan negara setelah meningkatnya isu perubahaniklim dunia. Maka dalam penulisan ini akan melihat bagaimana kebijakan hutan di Indonesiapada masa Joko Widodo sebagai implementasi Paris Agreement. Penelitian ini menggunakanmetodologi kualitatif dengan metode studi literatur. Kebijakan hutan di Indonesia era Jokowiadalah dengan mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 tentangpengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On ClimateChange (persetujuan Paris atas konvensi kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenaiperubahan iklim). Undang-undang ini disahkan di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2016 oleh Joko Widodo dan Yasonna H. Laoly.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DANA DESA MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN
Zulkarnaini, Zulkarnaini;
Mashur, Dadang
Jurnal Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/jkp.9.1.p.27-36
Community Empowerment in the Utilization of Village Funds through InstitutionalStrengthening. Until now there are still many problems in rural development in Indonesia that needto find a solution. One of the government's efforts to accelerate village development is by rolling outthe Village Fund Allocation Program (ADD) to realize the administration and implementation ofaspirative and participatory village development. In Siak District, the ADD program has been heldsince 2007, but until now its implementation has not been optimal yet. This study aims to determinehow the empowerment of community in the utilization of ADD through institutional strengtheningDistrict Apit Sungai Siak District and what factors affect the effort of empowerment. This researchis a descriptive qualitative research with sampling technique used is snowball sampling. The researchinformants were the officials involved in the ADD program and the community leaders who knewthe program. Data collection was done by interview and observation technique, after the datacollected and then analyzed by using qualitative descriptive analysis. The results show thatcommunity empowerment through ADD Program in Sungai Apit Subdistrict of Siak Regency hasnot been running well. Many of these programs are diverted to village infrastructure developmentprograms rather than community empowerment activities. The dominant factor influencing themismatch of community empowerment is the fear of failure resulting from the inability of thecommunity to join the ADD program that provides business capital assistance for the needy.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Pasaman
Dadang Mashur;
Fadel M. Azhari;
Putri Zahira
Jurnal Niara Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.932 KB)
|
DOI: 10.31849/niara.v13i1.3969
Permintaan ikan air tawar di Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman masih tergolong sangat tinggi sedangkan ketersedian ikan air tawar sangat kurang. Hal ini melatarbelakangi pemerintah Kabupaten Pasaman membuat program pemberdayakan masyarakat di bidang budidaya ikan air tawar dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi ikan air tawar yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang saat ini masih berada dibawah garis kemiskinan. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam budidaya ikan air tawar oleh pemerintah Kabupaten Pasaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitattif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, serta teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dibidang budidaya ikan air tawar yang dilakukan pemerintah Pasaman bersama masyarakat tergolong berhasil dengan semakin meningkatnya hasil produksi ikan air tawar yang dihasilkan dari 46.809 ton pada tahun 2013 menjadi 51.827 ton pada tahun 2018, sehingga menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya berpenghasilan kurang dari Rp 10 juta saat ini telah meningkat menjadi Rp 25 juta per tiga bulan, dan menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai salah satu daerah terbaik dalam budidaya ikan air tawar di Indonesia.
Analisis Atribut Inovasi Pelayanan Kesehatan Taman Obat Keluarga Di Desa Tanjung Kuras Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak
Dadang Mashur;
Fanny Pratiwi
Jurnal Niara Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.377 KB)
|
DOI: 10.31849/niara.v13i2.4860
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis atribut inovasi pelayanan kesehatan taman obat keluarga dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat analisis atribut inovasi pelayanan kesehatan taman obat keluarga. Jenis penelitian yang dipilih adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif, yaitu pemecahan masalah dengan meneliti menampilkan data yang diperoleh dengan pengamatan lapangan dan kepustakaan, kemudian di analisa dan di interpretasikan untuk ditarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi penelitian. Setelah data terkumpul dari informan penelitian, kemudian akan digunakan metode teknik tringulasi dengan check dan re-check terhadap hasil yang diberikan oleh informan penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa atribut inovasi pelayanan kesehatan taman obat keluarga sudah terlaksana baik karena hal ini sudah ada sejak turun temurun dan dimunculkan dengan hal baru. Keadaan masyarakat yang masih memegang tradisi gotong royong sehingga munculnya nilai kebersamaan membuat partisipasi dan motivasi bertambah. Meskipun belum mengenal teknologi dan jarak letak lokasi desa yang terpencil sehingga dalam pelaksanaan inovasi masih dilaksanakan secara tradisional.
BEST PRACTICE PROGRAM CSR (Corporate Social Responsibility) PT. ASTRA INTERNATIONAL DALAM MEWUJUDKAN KAMPUNG BERSERI ASTRA DI KOTA PEKANBARU
Buana, Panca Dewa;
Mashur, Dadang
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7: Edisi II Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Astra Berseri Village is an Astra Sustainable Social Contribution program that is applied to the community with the concept of sustainable development. PT Astra Internasional Tbk as a company in Indonesia created a CSR program called Kampung Berseri Astra (KBA). The CSR program provided by Astra covers 4 aspects, namely education, health, environment and entrepreneurship. This study aims to determine the best practice of Astra's CSR program with its achievement in SDGs and supporting factors of PT. Astra Internasional Tbk in the Astra Berseri Village (KBA) in Pekanbaru City. This study uses the concept of best practice quoting from Eko Prasojo (2004: 4), which explains that there are 3 indicators namely Impact, Partnership, and Sustainability. This type of research uses descriptive methods with a qualitative approach. The data collection method in this study used observation and interviews. As for data analysis using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the first research, showed that the Astra CSR program in Kampung Berseri Astra (KBA) Pekanbaru City was categorized best practice because the program had been well realized and had a positive impact on the people of the Astra Sereri Village in Pekanbaru City. Second, the supporting factors for Astra's CSR best practice program are Communication, Community Participation, facilities and infrastructure. Keywords: Corporate Social Responsibility (CSR) Sustainable Development (SDGs), Best Practices.
DAMPAK PEMBANGUNAN INSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH (IPAL) DI KOTA PEKANBARU
Pangaribuan, Novia Maria;
Mashur, Dadang
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8: Edisi II Juli - Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Ministry of Public Works and Public Housing, Directorate General of Human Settlements, Balai Prasarana Settlement Riau region, has the task of carrying out government tasks in the field of physical work/infrastructure development in Riau Province which is funded by the State Budget throughout Riau Province. This study discusses the Impact of the Construction of a Waste Water Management Installation (WWTP) in Pekanbaru City. Sustainable development has three pillars, namely environmental sustainability, economics, and social behavior. The purpose of this study was to determine how the impact of the construction of a Wastewater Management Installation (IPAL) in Pekanbaru City. The research method is a type of qualitative research with a case study approach, which is descriptive. Data collection techniques are through observation, interviews and documentation. The results showed that the Impact of the Construction of Waste Water Management Installation (WWTP) in Pekanbaru City had not run optimally because it lacked in socializing and providing understanding to the community about this WWTP project.Keywords: Sustainable Development, IPAL, Development Impact
ANALISIS PROSPEKTIF STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN PESISIR PANTAI
Mashur, Dadang;
Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Kebijakan Publik Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46730/jkp.13.1.p.39-44
Pandemi covid-19 telah mempengaruhi seluruh sektor-sektor kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Sektor pariwisata saat ini termasuk paling berdampak dengan adanya pandemi covid-19. Bahkan sudah banyak operator wisata dan tempat wisata yang tutup serta memberhentikan karyawannya, tak terkecuali objek wisata Pantai Selat Baru di Kabupaten Bengkalis. Meskipun beberapa objek wisata saat ini kembali buka, tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan secara signifikan. Hal ini tentu membuat ekonomi menjadi sulit, masyarakat miskin dan penggangguran akan meningkat. Apalagi di pantai selat baru ini juga mengalami degradasi lingkungan karena adanya abrasi pantai. Tujuan penelitian ini untuk mencari faktor penentu dalam merumuskan strategi pengembangan wisata dengan menggunakan metode analisis prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat faktor penentu dalam merumuskan strategi yang perlu dilakukan untuk mengembangkan ekowisata Pantai Selat Baru, yaitu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, promosi wisata yang menyasar target pasar spesifik dan mitigasi bencana abrasi melaui kegiatan penanaman mangrove, pembangunan pemecah ombak dan turap.
UPAYA DAN IMPLIKASI PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
Dadang Mashur;
Zaili Rusli
Jurnal Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46730/jkp.9.1.p.45-52
Efforts and Implications of Green Open Space (RTH). The current urban problem hasbecome a complicated problem to overcome. Urban development leads to negative con- sequenceson several aspects, including environmental aspects. In the early stages of urban development, most of the land is green open space. However, there is a need for space to accommodate the population and its activities, the green space is likely to undergo conversion of land use to a wakearea. Most of its surface, especially in the city center, is covered by roads, buildings and others with very complex characters and different from the green open space characters. These are exacerbated by weak law enforcement and public awareness of urban spatial planning, causing frequent floodingin urban areas, high air pollution and increased social vulnerability (crime and social crisis), decreased public productivity due to stress due to limited public space which are available for social interaction,and cause congestion problems due to high side barriers in certain road segments.
ADAPTATION AND MITIGATION OF CLIMATE CHANGE BASED ON COMMUNITY EMPOWERMENT
Dadang Mashur;
Geovani Meiwanda
Jurnal Kebijakan Publik Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46730/jkp.10.1.p.25-32
Kabupaten Bengkalis, salah satu daerah yang paling terkena dampak perubahan iklim. Kecamatan Bantan, abrasi Pantai Kabupaten Bengkalis yang semakin parah setiap tahun hampir 30 cm kehilangan luas lahan. Ini merupakan ancaman bagi ekosistem pantai, kondisi hutan bakau di sepanjang pantai telah rusak. Kerusakan mangrove disebabkan oleh eksploitasi dan eksplorasi oleh perusahaan dan masyarakat sekitar untuk kepentingan ekonomi. Menanggapi hal ini, pemerintah (pusat dan daerah) menciptakan Program Desa Iklim (ProKlim) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan semua pihak dalam melakukan tindakan lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi gas emisi rumah kaca (GRK). Kegiatan di ProKlim adalah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berasal dari masyarakat di Kecamatan Bantan dan institusi terkait. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa masyarakat di Kecamatan Bantan telah menyadari bahwa daerah tersebut mengalami abrasi parah akibat kerusakan ekosistem mangrove dan dampak gelombang laut dari Selat Malaka, di mana masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah memiliki adaptasi dan mitigasi dalam bentuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di pantai untuk melakukan konservasi bakau, pemanfaatan bakau non-kayu, dan membuat kawasan wisata.