Claim Missing Document
Check
Articles

Gerak Relationship Pada Permainan Anak Sunda Sebagai Sumber Penciptaan Komposisi Tari Anak Ayo Sunaryo; Juju Masunah; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v4i2.499

Abstract

Gerak relationship terdapat dalam koreografi permainan tradisional anak Sunda, yaitu koreografi yang saling berhubungan atau bersentuhan antara satu pemain dengan pemain lainnya atau pemain dengan kelompok, gerakan ini hampir ada pada semua permainan radisional anak Sunda yang dikenal dengan nama kakawihan dan kaulinan. Tujuan penelitian ini menganalisis koreografi relationship pada permainan anak Sunda dan dijadikan sebagai sumber penciptaan komposisi tari anak. Artikel ini adalah hasil penelitian dengan menggunakan paradigma kualitatif deskriptif analisis dengan pendekatan analisis dasar elemen tari BSTER (Body, Space, Time, Energy, Relationship) melalui teknik pengumpulan data, observasi, pengamatan, dan wawancara yang telah di triangulasi dan diintepretasi. Hasil penelitian ini adalah adanya gerak relationship pada sebagian besar koreografi permaianan tradisional anak di Indonesia dan bisa dijadikan sumber dalam penciptaan komposisi tari anak. Gerak relationship pada permainan tradisional anak mengandung nilai silih asih, silih asah dan silih asuh yang merupakan ciri sosial pada masyarakat di Indonesia.
Internalisasi Nilai Tri-Silas melalui Pembelajaran Tari Anak Berbasis Budaya Lokal Dedi Rosala; Juju Masunah; Tati Narawati; Tri Karyono; Ayo Sunaryo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.1087

Abstract

Pembelajaran tari anak yang berbasis pada kearifan lokal di sekolah sangat penting untuk meningkatkan pendidikan karakter dengan mengiinternalisasi nilai- nilai Tri-Silas (silih asah, silih asih, silih asuh) pada diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pembelajaran dan nilai-nilai Tri-Silas yang terdapat pada Tari Anak yang dijadikan sebagai bahan ajar di sekolah. Data kualitatif diperoleh dengan cara mengobservasi dari 52 siswa serta melakukan wawancara yang mendalam pada 1 orang guru mengenai pembelajaran tari anak yang berbasis pada budaya lokal sebagai data kualitatif. Data kuantitatif untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dan dianalisis dengan menggunakan Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik non parametrik atas dasar Uji efektivitas menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah terinternalisasinya nilai-nilai Tri-Silas pada anak melalui pembelajaran tari anak dengan cara belajar secara kelompok, bergotong royong, bersemangat, jujur, ikhlas, saling membantu dan berempati. Mengenalkan tari anak pada siswa merupakan cara yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Tri-Silas.
Eksistensi Karya Seniman Minangkabau Syofyani Yusaf Kemala Dwina Putri; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19413

Abstract

This study intend to analyze the creations of Syofyani Yusaf dance. Study methods using the phenomenological method. Data collection techniques using questionnaires and interviews. The study subject is Syofyani Yusaf. Data analysis techniques using evaluative descriptive. Syofyani Yusaf is one of the prominent artist from West Sumatera. At present there are around 20 dances created. These dances have been studied through dance studio, formal school, and study programs in art colleges. The results of an analysis of Syofyani’s dance shows; (1)  the dances theme originaly come from the life of the Minang cultures; (2) Preservation of dance creations is carried out through culture exchange programs and culture knowledge. The results of the study can be concluded that dance creations by Sofyani Yusaf are sill performed and studied by the people not only from the Minang tribe but also another tribes. It is recommended that teachers in formal and non-formal schools become agents of culture exchange programs and culture knowledge.
Pembelajaran Tari Topeng Mochi Melalui Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Pemahaman Budaya Riana Rosa Prastika; Juju Masunah; Tati Narawati
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.135 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19414

Abstract

This study aims to improve the ability to understand culture through the Mochi Mask dance. The research method used experimental. The research sample of students of the Sagara dance studio, Sukabumi city. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis techniques using nonparametric statistics. Mochi mask is a type of dance that develops in the city of Sukabumi. This dance is inspired by the culinary culture of the city of Sukabumi, namely Mochi. Sanggar Sagara is one that provides material for Mochi Mask dance using the Mind Mapping method. This method is a treatment to improve the ability to understand culture. The results showed an increase in the ability to understand culture. This is indicated by the average pretest results of 66.00. and the post test results of 87.50. Based on the research results, it can be concluded that the mind mapping method can improve the ability to understand culture. It is suggested that other studios can use the mind mapping method to improve their ability to understand culture.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal: Pertunjukan Tari Dalam Upacara Adat Bakti Purnamasari di Sukabumi Rivaldi Indra Hapidzin; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.34996

Abstract

Upacara adat bakti purnamasari dalam konteks kehidupan masyarakat Sunda tidak lepas dari ungkapan rasa syukur, begitu pula pertunjukan tari yang masih menjadi bagian ungkapan kebahagiaan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hasil penelitian mengenai bentuk pertunjukan tari serta nilai-nilai kerifan lokal yang terdapat pada pertunjukan tari dalam upacara adat bakti purnamasari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis dengan paradigma kualitatif, partisipan penelitian yaitu tokoh budaya di Kota Sukabumi dengan  teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pertunjukan tari dalam upacara adat ini termasuk kedalam fungsi hiburan dan termasuk kedalam rumpun tari tayub. Nilai kearifan lokal yang terdapat didalamnya terbagi kedalam dua bentuk yaitu nilai kearifan lokal yang mengangkat falsafah manusia Sunda dalam bermasyarakat yaitu silih asih, asah dan asuh serta nilai kearifan lokal yang terdapat dari musik pengiringnya yang terdapat nilai keharmonisan, nilai keselarasan, nilai ketenangan, nilai kedamaian dan nilai belajar.
ARANTIKA RARANGGANIS DANCE mira Agianti; Tati Narawati; Tatang Taryana
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 2, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.914 KB)

Abstract

Narantika Rarangganis dance is a dance with a heroic theme and has its own characteristics, namely Narantika is performed by men, while Rarangganis is performed by women, has different movements but is performed in one song in the dance. The purpose of writing this article is to describe the background, choreographic structure, makeup and clothing of the Narantika Rarangganis Dance. This research uses a descriptive method.The participants in this research areheir,trainer and creator of Narantika Rarangganis Dance and Chairman of the Sunda Galih Pakuan Classical Dance Association, Bandung City. The technique used in data collection is the technique of observation, interviews, documentation. The results of this study are that there are Narantika dance movements which are the development of the Monggawa Dance in the Keurseus Dance family created by Raden Nugraha Soediredja as well as Rarangganis the development of the Kandagan Dance, which at that time Raden Nugraha Soediredja was assisted by Irawati Durban Ardjo and Indrawati Lukman.
Ki Madhari: Tokoh Rurukan Adat Nabawadatala Desa Citengah Ridwan Simon; Tati Narawati
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 3 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i3.1722

Abstract

The purpose of writing this article is to reveal the role of a figure in building and developing the Nabawadatala Rurukan Adat which is a forum for absorbing the aspirations of the community through various activities to improve the image, values, and cultural order as the implementation of the Sumedang Puseur Sundanese Culture (SPBS) program. The tri tangtu pattern which is used as a foothold in building and developing local culture is still relevant to be applied. By using an ethnographic approach and descriptive qualitative methods, various interesting phenomena related to the cultural and natural charm of Citengah Village are revealed, with the involvement of Ki Madhari as one of the community leaders trying to build the usefulness value of the richness of art and culture, as well as the geographical grace of beautiful nature. the results show that good governance with a humanist approach from a character is able to image values and cultural benefits into something of aesthetic and economic value.
TARI JAIPONG TOPENG JAYA PERBANGSA DI SANGGAR MISSMALA DANCE CREW Taram Abdul Roji; Tati Narawati
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.32158

Abstract

Cirebon salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki beragam budaya khususnya seni tari. Daerah yang terkenal dengan tari topengnya Seiring berjalannya waktu banyak banyak kesenian yang masuk ke Cirebon dan diadaptasi oleh seniman-seniman Cirebon untuk menghasilkan karya baru tanpa melupakan ciri khas dari daerah tersebut. Salah satu kesenian yang masuk dan diadaptasi oleh seniman Cirebon yaitu Tari Jaipong. Di sanggar Missmala Dance Crew terdapat tari jaipong yang memiliki keunikan yaitu Tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ide penciptaan, struktur koreografi, dan rias busana tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa karya Tina Rosnawati di Sanggar Missmala Dance Crew. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan entokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sumber data meliputi ide penciptaan, struktur koreografi, foto, audio, dan video tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa karya Tina Rosnawati. Berdasarkan hasil analisis tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa merupakan tari kreasi baru yang terinspirasi dari cerita di mahabharata tentang gugurnya Gatot Kaca dimedan perang. Penggambaran karakter Gatot Kaca dipertegas dengan menggunakan topeng, struktur koreografi tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa bersumber pada tiga genre yaitu Jaipong, Wayang dan Topeng yang menjadi alkuturasi budaya pada tari ini. Secara ikonografis topeng Jaya Perbangsa menggambarkan tokoh Gatot Kaca yang gagah dan pemberani. Rias yang digunakan adalah rias corretive. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari Jaipong Topeng Jaya Perbangsa adalah tari kreasi yang berpijak pada tiga genre sebagai alkutasi budaya.
PENCAK SILAT GAYA CIMANDE PADA PAGURON GELAR PUSAKA JATINANGOR oriza sathyfa pertama; Tati Narawati; Ace Iwan Suryawan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.48439

Abstract

Penelitian ini berjudul Pencak Silat Gaya Cimande Pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Kabupaten Sumedang. Ilmu bela diri telah banyak berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ini merujuk kepada banyaknya macam aliran bela diri yang eksis di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Pencak silat gaya Cimande, yang merupakan salah satu hasil kebudayaan Indonesia yang menyebar luas di seluruh Nusantara Indonesia juga negara lainnya. Pencak silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor ini tentunya mengalami pengembangan di dalamnya, sehingga membuat adanya ciri pembeda dengan gaya silat lainnya. Permasalahan yang di angkat dalam permasalahan ini adalah Koreografi Pencak Silat gaya Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Yang kedua adalah ciri khas Pencak Silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Kajian Etnokoreologi digunakan sebagai payung yang dipadankan dengan koreografi untuk analisis gerak. Etnokorplogi digunakan sebagai alat untuk mengkaji ilmu baru yang memadukan teks dan konteksnya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari jawaban dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Partisipan pada penelitian Pencak Silat gaya Cimande ini adalah pemimpin/ pelatih Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Koyum Nurul Koyum, S.Pd. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumetasi. Data penelitian ini terkumpul dari satu lokasi yaitu bertempat di Paguron Gelar Pusaka Jatinangor.
PENCIPTAAN TARI ATHMA DHANDA PATI DI PADEPOKAN SUNDA MEKAR SUMEDANG Rosi Rosmawati; tati narawati
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.49982

Abstract

Tari Athma Dhanda Pati karya Nugie Casya Agustin merupakan Tari kreasi yang menggabungkan unsur Tari Topeng, Tari wayang, dan Tari Kreasi dengan bentuk penyajian tari berpasangan yang berlatar belakang dari cerita rakyat Majalengka, Jawa Barat dengan mengambil tokoh utama Simbar Kencana. Tari Athma Dhanda Pati menceritakan tentang penghianatan seorang suami terhadap istrinya karena keserakahan harta dan tahta. Tujuan Penulisan Penelitian ini untuk mengetahui latar belakang terciptanya tarian, koreografi, serta tata rias dan busana yang digunakan pada Tari Athma Dhanda Pati.Dalam tarian ini terdapat 3 kategori gerak pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), dan locomotion (gerak berpindah). Metode yang digunakan mneggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analis yang di kaji melalui teori Etnokreologi yang di fokuskan pada teks dan konteks tariannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan Triangulasi atau observasi,  wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dengan pengumpulan data Triangulasi dapat dibuktikan bahwa Tari Athma Dhanda Pati merupakan karya dalam kebaruan dalam tari kreasi didasari oleh pengalaman dalam berkesenian serta peka terhadap segala perubahan zaman. Berdasarkan kajian Etnokoreologi, dapat disimpulkan bahwa tari Athma Dhanda Pati didominasi oleh gerak Puremovement. Dengan adanya penelitian ini direkomendasikan agar masyarakat lebih mengenal karya tari dan lebih bisa melestarikan budaya.
Co-Authors abdul ajis jatnika Ace Iwan Suryawan Ace Iwan Suryawan Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agus Ahmad Wakih Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Dian Agus Supriatna Ali, Qifthi Amalia ramadhani Annastasya Nur Intandiani Annisa Nurkhadijah Ayo Sunaryo Ayu Ridho Saraswati, Ayu Ridho Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben Cantika, Anindyajati Cepi Riyana, Cepi Dedi Rosala Devita Juniawan Dhea Elvionita Surya Dinda Damayanti Sudrajat Dinda Satya Upaja Budi Fallen, Aryuda Fakhleri Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Hapidzin, Rivaldi Indra Hardina, Meisi Hayani Wulandari Hayani Wulandari, Hayani heni julia adila Intandiani, Annastasya Nur Ismet Ruchimat Ismet Ruchimat, Ismet Juju Masunah Juju Musunah Kemala Dwina Putri Khori Nurfaida Agniawan Kokom Komalasari Lalan Erlani Lanang Riyadi Maryani, Dian Maulana, Marsel Ridky Metha Liantina Eka Putri mira Agianti mira agniati Mubiar Agustin Muqri, Al Musunah, Juju Mutiara Difa Fauziyah Noviyanti Maulani Nugraheni, Trianti Nurfalah, Asep Rizwan Nurjatisari, Trimulyani Nurulloh Ramdani oriza sathyfa pertama Peppy Irmaniar Rahman Puri, Tia Destiana Putri Lilis Dyani Putri Lilis Dyani Putri, Aisyah Rahma Putri, Febrianti Ersa Qifthi Ali R. M. Soedarsono R.M. Soedarsono - R.M. Soedarsono -, R.M. Soedarsono Rahayu, Sesi Febi Rahmawati, Uci Rakhmat, Cece Ramadhan, Alvin Pratama Ria Sabaria Riana Rosa Prastika Ridwan Simon Ridwan, Ridwan Rika Restela Rika Restela, Rika Rivaldi Indra Hapidzin Rizqi Maulana Rosi Rosmawati Saian Badaruddin Satya, Royys Bagja Rizky Sembiring, Piter Slamet, Deni Sofyan, Agung Muhamad Srilestari, Widia Sunaryo, Ayo Suwandi, Miranto Taram Abdul Roji Taryana, Tatang Timbul Haryono Timbul Haryono Tresnadi, Soni Tri Karyono Tri Reda Julianti Anugrah Trianti Nugraheni uus karwati Wakih, Agus Ahmad Widi Eka Yulita Widia Srilestari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zaenal Alimin