Claim Missing Document
Check
Articles

Students' interest in school Al-Kautsar Al Akbar Medan supported food security in Northern Sumatera, Indonesia Ameilia Zuliyanti Siregar; Zulkifli Nasution; Meutia Nauly; Tulus Tulus; Netti Herlina Siregar; Fitri Indira Nauli; Irli Masitah Marpaung; Ichwana Ramli; Mahidin Mahidin; Nasrul Nasrul; Indera Sakti Nasution; Melinda; Muhibuddin
Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v5i1.2392

Abstract

Agriculture is a vital sector for the economy and food security, especially for Islamic boarding schools (Pesantren) that have limited resources, such as access to water and electricity. Many Islamic boarding schools in remote areas face challenges in achieving economic independence, while available land is not optimally utilized. Therefore, technology-based innovation is needed to optimize existing resources and increase agricultural productivity. The Indonesian Collaborative Community Service (PMKI) USU 2025 aims to select 32 students and teachers during July–October 2025 who demonstrate interest, potential, and a sense of belonging in gardening activities to introduce and implement a smart farming-based agroecosystem in Al Kautsar Al Akbar Islamic Boarding School. Agripreneur activities train participants in suitable cultivation techniques, organic fertilizer production, seed selection, and marketing of organic fertilizer products to the community. Smart farming systems enable more precise and strategic decision-making through the use of sensors and Internet of Things (IoT)-based collected data.
Konflik Kerja-Keluarga dan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja: Tinjauan Literatur Konteks Budaya Asia Suci Asysyura; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 18 No. 1 (2026): ANALITIKA JUNE
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v18i1.17862

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konflik kerja-keluarga (work-family conflict) dan stres pengasuhan (parenting stress) pada ibu bekerja dalam konteks budaya Asia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur semi-sistematis terhadap berbagai penelitian empiris yang relevan, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga berkaitan dengan peningkatan stres pengasuhan pada ibu bekerja. Temuan utama kajian ini mengindikasikan adanya hubungan timbal balik (bidirectional), di mana konflik kerja-keluarga meningkatkan stres pengasuhan, sementara stres pengasuhan juga dapat memperkuat konflik kerja-keluarga. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh faktor kontekstual, termasuk dukungan sosial, kondisi kerja, dan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat Asia. Kajian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara konflik kerja-keluarga dan stres pengasuhan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik melalui dukungan keluarga, kebijakan kerja yang fleksibel, serta penguatan dukungan sosial dan kesehatan mental untuk membantu ibu bekerja mengelola kedua tuntutan tersebut.
MODEL LAYANAN DAN KEBIJAKAN INKLUSIF BAGI DISABILITAS DALAM SISTEM SATGAS PPK PERGURUAN TINGGI: STUDI KASUS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Hairani Siregar; Narosu Siregar; Meutia Nauly; Suri Mutia Siregar; Muhammad Farhan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model layanan dan kebijakan inklusif dalam sistem Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) di Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dalam tiga tahap dengan melibatkan unsur multidisiplin, organisasi disabilitas, serta mitra nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat model layanan terintegrasi yang mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas secara komprehensif. Hambatan utama meliputi keterbatasan aksesibilitas sistem pelaporan, kurangnya SDM terlatih, serta belum tersedianya SOP khusus layanan disabilitas. Penelitian ini menghasilkan model kebijakan berbasis prinsip non-diskriminasi, aksesibilitas universal, dan pendekatan berbasis korban. Model tersebut mencakup sistem pelaporan inklusif, mekanisme pendampingan terintegrasi, penguatan peran peer support, serta pembentukan unit layanan disabilitas dalam struktur Satgas PPK. Studi ini berkontribusi dalam pengembangan tata kelola kampus inklusif serta menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam membangun sistem layanan yang adil dan responsif terhadap kelompok rentan.
Mental Inlander dan Krisis Place Identity: Analisis Fenomenologis terhadap Praktik Ragebait Figur Publik Digital di Medan M Zulfikar Triadi Sucipto; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40002

Abstract

Penelitian kualitatif ini mengkaji fenomena stigmatisasi Kota Medan yang direproduksi secara persisten oleh kreator konten lokal melalui taktik rage-baiting (umpan amarah). Fokus utama kajian ini adalah membongkar dampak destruktif dari paparan narasi toksik tersebut terhadap identitas tempat (place identity), yang secara langsung mematikan modal sosial dan menyuburkan patologi "gengsi memuji" di tengah masyarakat. Melalui pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data digali dari pengalaman subjektif tiga partisipan yang terdiri dari warga sipil dan penggerak komunitas lokal. Hasil analisis memunculkan tiga tema esensial: (1) Eksploitasi Masalah Urban sebagai Umpan Amarah (Ragebait), (2) Persekusi Minoritas Rasional dan Adiksi Ruang Gema, serta (3) Peluruhan Kebanggaan Ruang dan Suburnya Apatisme Kolektif. Temuan menegaskan bahwa membingkai problem struktural (seperti kriminalitas dan pungli) sebagai aib eksklusif kultural bukanlah bentuk kritik sosial, melainkan manifestasi mental inlander (inferioritas regional) yang dimanipulasi demi algoritma. Praktik perundungan digital (dogpiling) yang diorkestrasikan oleh kreator ini secara sistematis menghancurkan kebanggaan komunal, menciptakan iklim kewarasan yang pesimis, dan membunuh apresiasi organik masyarakat.
Burnout, Dukungan Organisasi, dan Quiet Quitting Pada Generasi Muda: Tinjauan Literatur Sistematis Petra P. Sianturi; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 01: AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i01.9786

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai peran burnout dan perceived organizational support (POS) dalam fenomena quiet quitting melalui systematic literature review (SLR). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang mengintegrasikan hubungan antara burnout, POS, dan quiet quitting dalam satu sintesis, sementara penelitian terdahulu umumnya masih menguji hubungan antarvariabel secara terpisah. Selain itu, penelitian dalam konteks Indonesia masih relatif sedikit dan belum memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai fenomena tersebut. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan Conservation of Resources Theory dan Organizational Support Theory (Eisenberger et al., 1986). Data dikumpulkan melalui pencarian pada lima basis data elektronik dan dianalisis secara naratif-tematik menggunakan protokol PRISMA. Dari 347 artikel yang teridentifikasi, 28 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah penilaian kualitas menggunakan Newcastle Ottawa Scale dan CASP checklist. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan hubungan positif antara burnout dan quiet quitting, sedangkan POS cenderung berhubungan negatif dengan quiet quitting, baik secara langsung maupun melalui mediator seperti work engagement. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa dukungan organisasi berpotensi mengurangi dampak burnout terhadap kecenderungan quiet quitting. Meskipun demikian, seluruh bukti yang direview masih didominasi oleh studi cross-sectional, sehingga hubungan kausal belum dapat dipastikan, dan penelitian pada konteks Indonesia masih terbatas. Kajian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan burnout, POS, dan quiet quitting serta menjadi dasar bagi pengembangan penelitian dan strategi pengelolaan sumber daya manusia pada perusahaan swasta di Indonesia.
Mapping the Potentials and Challenges of Emerging Tourism Villages: Reflections from the ASTACITA Forum as a Strategic Planning Foundation Samerdanta Sinulingga; Meutia Nauly; Jonathan Liviera Marpaung
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.22038

Abstract

This article presents an early-stage analysis of the potentials and challenges faced by emerging tourism villages, using the ASTACITA Summit 2025 as a case study. Held in Kuta Gugung Village, North Sumatra, ASTACITA (Strategic Alliance for Collaborative, Inclusive, and Integrated Village Governance) served as a pioneering forum for multi-stakeholder engagement in rural development. The forum brought together actors from government, academia, business, community, and media within a structured dialogue aimed at empowering rural communities through participatory tourism planning. Utilizing a qualitative descriptive method, data were collected through participant observation, informal interviews, and documentation of collaborative sessions during the summit. The study mapped key village potentials including cultural uniqueness, natural attractions, and local entrepreneurial initiatives as well as pressing challenges such as infrastructural limitations, governance gaps, and lack of digital capacity. Through structured discussion tables and networking exchanges, the forum enabled a bottom-up identification of strategic priorities, including training needs, partnership opportunities, and local regulation frameworks. Findings suggest that the ASTACITA format not only facilitated knowledge transfer but also generated community-driven insights that can inform long-term development planning. The mapping process served as a reflective and inclusive diagnostic tool that centered local voices while aligning with national rural tourism goals. This study contributes to the discourse on participatory governance and sustainable tourism by showcasing how structured forums like ASTACITA can be harnessed for strategic, data-informed, and collaborative planning in rural contexts.
Integrating Education, Technology, and Suistanable Practices for Community Empowerment in Siponjot Village Zahedi; Dian Marisha Putri; Katrin Jenny Sirait; T. Irmansyah; Dolly Sojuangan Siregar; Miswar Budi Mulya; Benny Hidayat; Muhammadin Hamid; M. Sabri; Badai Charamsar Nusantara; Meutia Nauly
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.23698

Abstract

This study explores the implementation of a holistic community service program in Siponjot Village, North Sumatra, aimed at enhancing non-formal education, economic sustainability, and environmental resilience. Through the "Marsiajar Manang Didia Pe" initiative, the program promotes a flexible learning system aligned with local cultural values, addressing gaps in formal education. Key components include training in agricultural practices focusing on coffee and mahogany cultivation alongside the introduction of data-driven decision making tools such as economic mathematical models and QR codes for improved information management. Results indicate improved community engagement, increased agricultural productivity, and enhanced digital literacy. The findings highlight the critical interplay between education, technology adoption, and sustainable practices in fostering community empowerment and resilience against environmental challenges.
Analisis Persepsi dan Nilai Ekonomi Implementasi Eco Enzyme dan Smart Farming di Pondok Pesantren Eumpe Awee Ichwana Ramli; Ameilia Zuliyanti Siregar; Indera Sakti Nasution; Mahidin Mahidin; Muhibbuddin Muhibbuddin; Nasrul Arahman; sulastri sulastri; melinda melinda; Zulkifli Nasution; meutia Nauly; Netti Herlina Siregar; Tulus Tulus
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06420

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, minat, dan potensi ekonomi dari penerapan teknologi Eco Enzyme dan Smart Farming di Pondok Pesantren Eumpe Awee. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan 26 santri sebagai responden utama dan pelaku praktik pertanian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar santri memiliki tingkat pengetahuan dan minat yang tinggi terhadap teknologi ini, didukung oleh tersedianya sarana seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan perlengkapan tanam lainnya yang diperoleh melalui program PMKI Universitas Syiah Kuala. Budidaya kangkung dan bayam yang dilakukan menghasilkan total penerimaan Rp 330.000 dengan biaya produksi Rp 237.000, menghasilkan R/C ratio sebesar 1,39 yang menunjukkan kelayakan finansial. Selain itu, teknologi Eco Enzyme yang dibuat dari limbah organik dan sistem irigasi otomatis berkontribusi terhadap efisiensi sumber daya dan pengurangan penggunaan bahan kimia, memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dengan pendekatan adaptif, pesantren dapat menjadi pusat edukasi sekaligus praktik pertanian berkelanjutan yang memberdayakan santri secara nyata dan aplikatif
Facing Academic Stress: The Role of Hardiness and the Moderating Effect of Social Support in Psychology Students Agita Nova Purba; Meutia Nauly; Lita Hadiati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.16062

Abstract

Master's degree students in professional psychology are vulnerable to experiencing constraints and obstacles during their educational journey, which can lead to the emergence of academic stress. This study aims to investigate the role of social support in moderating the relationship between hardiness and academic stress among master's degree students in professional psychology. Accidental sampling, which is a nonprobability sampling technique, is used in the sampling method. The participants consisted of 225 master's degree students in professional psychology in Indonesia who were currently enrolled in the Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) and/or Thesis. The research instruments utilized three scales: the academic stress scale, the hardiness scale, and the social support scale. The data were analyzed using moderation regression analysis. The findings of the study indicate that (1) there is an influence of hardiness on academic stress among master's degree students in Professional Psychology, (2) there is an influence of social support on academic stress among master’s degree students in Professional Psychology, and (3) Social support weakens the influence of the relationship between hardiness and academic stress on students of Master Psychology Professions. Mahasiswa Magister Psikologi Profesi rentan mengalami kendala dan hambatan selama proses menempuh pendidikan yang dapat mengakibatkan munculnya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran dukungan sosial dalam memoderasi hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi. Accidental sampling, yang merupakan teknik nonprobability sampling, digunakan dalam metode pengambilan sampel. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 225 mahasiswa Magister Psikologi Profesi di Indonesia yang sedang mengikuti mata kuliah Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) dan/atau Tesis. Alat ukur penelitian menggunakan tiga skala yaitu skala stres akademik, skala hardiness dan skala dukungan sosial. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, (2) Terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, dan (3) Dukungan sosial memperlemah pengaruh antara hubungan hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi.
The Role of Entrepreneurship Literacy in Community Empowerment to Improve Local Economic Potential in Denai Sarang Burung Village Ritha F Dalimunthe; Meutia Nauly; Nor Hafizah; Fadli; Ramadani
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 3 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i3.343

Abstract

This study aims to examine the role of entrepreneurial literacy in community empowerment to enhance local economic potential in Denai Sarang Burung Village. The methods used include digitalization training, strengthening market access, and collaboration with international partners. The results show that improving entrepreneurial literacy significantly increases the capacity and competitiveness of women MSME actors. The establishment of institutions such as the Merah Putih Cooperative strengthens coordination and collective marketing, supporting business sustainability. The challenges of women's dual roles as housewives and entrepreneurs have begun to be identified and are the focus of sustainable solutions. This study provides an important foundation for the development of an inclusive and sustainable community-based local economy.
Co-Authors . Melinda Adelia, Nurul Afisah Warda Lubis Agita Nova Purba Ahmad Baiquni Rangkuti Alfian Mubaraq Ameilia Zuliyanti Siregar Ameilia Zuliyanti Siregar Andi Aznan Aznawi Arif Qaedi Hutagalung Arliza Juairini Azizatuz Zahro Badai Charamsar Nusantara Bambang Trisakti Bejo Slamet Bejo Slamet Benny Hidayat Dadeh, Tarmidi Dalimunthe, Ritha F. Deni Elfiati Deni Elfiati Destanul Aulia Destanul Aulia, Destanul Destanul Aulia, SKM., MBA., M.Ec., Ph.D Dinda Permatasari Harahap Erni Jumilawaty Erni Jumilawaty etti sartina siregar Etti Sartina Siregar Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Fadli Fadli Fadli Fauzan nur ahmadi Filia Dina Anggaraeni Filia Dina Anggaraeni Filia Dina Anggraeni Filia Dina Anggraeni Filia Dina Anggraeni Fillia Dina Anggaraeni Fillia Dina Anggraeni Fillia Dina Anggraeni Fitri Indira Nauli Gloria Stephani Barus Hafizah, Nor Hairani Siregar Hairani Siregar Hotnida Sinaga Ichwana Ramli Ichwana Ramli Ichwana Ramli Ike Gustia Ariska Indera Sakti Nasution Indera Sakti Nasution Inneke Qamariah Irli Masitah Marpaung Irli Masitah Marpaung Irmawati Irmawati Irmawati Irvan Iwan RISNASARI Jonathan Liviera Marpaung Katrin Jenny Sirait Lita Hadiati Lumbantobing, Roida M Zulfikar Triadi Sucipto M. Sabri Mahidin Mahidin Mahidin Mahidin Malida Fatimah Miswar Budi Mulya Mohammad Basyuni Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy Monika Elkana Lumban Tobing Mufidatul Husna Nasution Muhammad Bangun Siregar Muhammad Farhan Muhammadin Hamid Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibuddin Muhibuddin Muhibuddin Narosu Siregar Narosu Siregar Nasrul Arahman Nasrul Nasrul Nasrul Nasrul Nasution, Zaid Perdana Nazrina zahara Netti Herlina Siregar Netti Herlina Siregar Noor Faizah Anak Abu Hassan Nor Hafizah Novita Anggraini Nurhalijah Munthe Nurzainah Ginting Omar Khalifa Burhan Panjaitan, Ade Putera Arif Patricia Srisere Ikaria Situmorang Petra P. Sianturi Pujiati Pujiati Purba, Ridhoi Putri Balqis Putri Sartika Siregar PUTRI, DIAN MARISHA Qamariah, Inneke Rahma Fauziah Sinulingga, Rahma Fauziah Rajagukguk, Pasu Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani, Ramadani Rangkuti, Ahmad Baiquni Ratna Saragih Ridhoi Meilona Purba Rippun Sihombing Rippun Sihombing Ritha Dalimunthe Ritha F Dalimunthe Ritha F. Dalimunthe Rizky Putra Rizky Putra, Rizky Saidatulakmal Binti Mohd Salmiah Salmiah Saradina Saradina Selamat, Nor Hafizah Sicha Cahya Fitri Sidabutar, Rivaldi Sinaga, Hotnida Sinulingga, Rahma F. Sinulingga, Samerdanta Sinulingga, Samerdanta Siregar, Dolly Sojuangan Siregar, Hairani Siregar, M. Bangun Siti Hafsah Hafsah Zulkarnain Siti Meutia Sri Fajar Ayu Sri Fajar Ayu Suci Asysyura Sulastri Sulastri Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Suri Mutia Siregar Suri Mutia Siregar, Suri Mutia Suryani Hardjo Syafiruddin Syafiruddin Syarifah Syarifah Syifa Salsabila T. Irmansyah Telaumbanua, Eben Haezarni Tindaon, Wensdy Tulus Tulus Tulus Tulus Tulus Tulus Tulus Vivi Fransisca Vivi Fransisca, Vivi Yunasfi Yunasfi, Yunasfi Zahedi Zahedi Zaid Zega, Zulfiah Sumirna Zulkifli Nasution Zulkifli Nasution