Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : PESHUM

Representasi Diri di Sosial Media: Antara Identitas Nyata dan Identitas Virtual Ananda Ade Salsabila; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9244

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara individu membentuk dan merepresentasikan identitas diri, terutama melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika representasi diri di media sosial, khususnya dalam membedakan antara identitas nyata dan identitas virtual. Menggunakan pendekatan Metasynthesis Qualitative Research, penelitian ini menganalisis 30 artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena strategis pembentukan identitas diri yang dinamis dan performatif. Individu sering kali menampilkan versi diri yang telah dikurasi untuk memenuhi ekspektasi sosial dan mendapatkan validasi eksternal, yang berpotensi menyebabkan ketegangan psikologis seperti kecemasan dan krisis identitas. Selain itu, algoritma platform turut membentuk cara individu merepresentasikan diri di dunia maya. Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis dalam menggunakan media sosial agar dapat mengelola identitas secara sehat dan autentik. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk memahami hubungan kompleks antara identitas, media sosial, dan kesejahteraan psikologis di era digital.
Resiliensi Remaja dari Keluarga Broken Home: Kajian Literatur tentang Faktor, Mekanisme, dan Implikasi Psikologis Annisa, Siti Wardah; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9253

Abstract

Resiliensi menjadi faktor penting dalam perkembangan psikologis remaja yang berasal dari keluarga broken home. Studi ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang membentuk resiliensi, mekanisme coping yang digunakan, serta implikasi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif-kualitatif dengan menganalisis 31 artikel ilmiah yang relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, regulasi emosi, efikasi diri, harga diri, dan religiusitas menjadi faktor internal utama pembentuk resiliensi. Sementara itu, dukungan sosial dari teman, keluarga, dan guru, serta lingkungan sekolah yang suportif, menjadi faktor eksternal yang memperkuat ketahanan psikologis remaja. Mekanisme coping aktif, refleksi diri, dan pemaknaan hidup ditemukan sebagai strategi penting dalam mengembangkan resiliensi. Studi ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, eksternal, serta pengembangan keterampilan coping adaptif perlu menjadi fokus dalam intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan remaja broken home. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan program pencegahan dan intervensi berbasis resiliensi bagi remaja yang menghadapi disrupsi keluarga.
Pola Asuh Demokratis dalam Membentuk Perilaku Sosial Generasi Z di Keluarga dengan Dinamika Ketidakharmonisan Mahmud, Aulia; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh demokratis dalam membentuk perilaku sosial Generasi Z yang tumbuh dalam keluarga dengan dinamika ketidakharmonisan. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, analisis tematik terhadap 30 artikel jurnal nasional dan internasional, penelitian ini menemukan bahwa pola asuh demokratis memiliki karakteristik khas, seperti konsistensi namun fleksibilitas dalam struktur, komunikasi terbuka, dan pendampingan regulasi emosi. Karakteristik ini terbukti membantu mengurangi dampak negatif ketidakharmonisan keluarga, yang sering kali menyebabkan penarikan sosial digital, ambivalensi dalam hubungan dekat, dan hipersensitivitas terhadap konflik. Generasi Z, yang sangat terhubung dengan teknologi, menunjukkan kecenderungan untuk mencari validasi sosial, namun juga menghadapi kesulitan dalam interaksi tatap muka. Pola asuh demokratis berperan sebagai mediator dan moderator yang efektif dalam membentuk perilaku sosial adaptif dengan membangun "kecerdasan kontekstual sosial" yang penting untuk beradaptasi dalam dunia online dan offline.
Peran dan Dampak Komunikasi Keluarga Terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Sari, Nur Nilam; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9317

Abstract

Studi ini mengeksplorasi peran dan dampak komunikasi dalam keluarga terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan emosional, fisik, dan sosial, di mana komunikasi keluarga memainkan peran penting dalam membentuk hasil kesehatan mental. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, studi ini menganalisis temuan dari 30 artikel jurnal yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, hangat, dan suportif dapat meningkatkan kepercayaan diri, regulasi emosi, dan hubungan sosial remaja, sehingga mendorong kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, pola komunikasi yang buruk, seperti pengabaian, tekanan, atau kurangnya respons dari orang tua, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap depresi, kecemasan, dan perilaku menyimpang. Studi ini menekankan pentingnya kualitas komunikasi dalam keluarga dan memberikan rekomendasi bagi keluarga serta pembuat kebijakan untuk memperkuat interaksi keluarga sebagai faktor pelindung bagi kesehatan mental remaja.
Resiliensi Ibu Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus St. Aisyah Humairah Solihin; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9407

Abstract

Memiliki anak berkebutuhan khusus menghadirkan tantangan besar yang berdampak pada kesejahteraan emosional, fisik, sosial, dan ekonomi keluarga, khususnya ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur terkait resiliensi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi, bentuk dukungan sosial, serta strategi coping yang digunakan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap 30 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2010–2025, dengan pendekatan analisis kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa resiliensi ibu dipengaruhi oleh faktor internal seperti optimisme, religiusitas, dan kemampuan mengelola emosi, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan institusi pendidikan. Hubungan positif ditemukan antara tingkat resiliensi dan kesejahteraan psikologis, sedangkan hubungan negatif tercatat antara resiliensi dan tingkat stres pengasuhan. Faktor budaya juga berperan penting dalam membentuk makna dan strategi adaptasi ibu. Penelitian ini menegaskan pentingnya program intervensi berbasis komunitas, edukasi, serta dukungan keluarga untuk membangun dan memperkuat resiliensi ibu. Implikasi praktis mengarahkan perlunya intervensi berkelanjutan yang mengintegrasikan pendekatan budaya, religius, dan dukungan sosial dalam mendampingi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Mengapa Orang Tua Harus Terbuka Pada Anaknya: Studi Literatur Nabila, Nur Indah; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9419

Abstract

Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam pembentukankarakter dan perkembangan psikososial anak. Namun, banyak orang tua yang menghadapi kesulitan dalammembangun komunikasi yang efektif, yang dapatmenyebabkan anak merasa tidak didengar dan kurangpercaya diri. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi manfaat keterbukaan orang tua, tantangan yang dihadapi, serta strategi untukmeningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka denganmenganalisis literatur relevan dari 30 jurnal ilmiahdalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa komunikasi terbuka berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, empati, dan ketahananemosional anak. Keterbukaan juga membantumencegah perilaku menyimpang dan mendukungperkembangan moral serta akademik anak. Temuan inimenegaskan pentingnya orang tua untuk meningkatkanketerampilan komunikasi mereka agar dapatmembangun hubungan yang lebih sehat dan suportif. Secara keseluruhan, keterbukaan orang tua bukanhanya aspek kasih sayang, tetapi juga strategi pengasuhan yang esensial dalam menciptakan generasiyang sehat secara emosional dan sosial.
Resiliensi Pada Remaja Korban Perundungan Nur Shofiyah Jafni; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9485

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada remaja korban perundungan, mengingat meningkatnya kasus perundungan yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam menghadapi perundungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis 30 artikel dari berbagai sumber terpercaya, yang mencakup penelitian tentang resiliensi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, kemampuan mengelola emosi, harga diri, dan lingkungan sekolah merupakan faktor kunci dalam membangun resiliensi. Intervensi psikologis seperti konseling individual dan pembelajaran etika terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan dukungan sosial dan intervensi psikologis untuk membantu remaja menghadapi perundungan dan meningkatkan resiliensi mereka. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi remaja.
Resiliensi Pada Anak Korban Perang Nur, Yusril Abdan; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep resiliensi pada anak-anak korban konflik bersenjata melalui telaah terhadap 30 artikel ilmiah dari berbagai pendekatan metodologis dan konteks geografis. Hasil studi menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar perang menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan psikologis seperti PTSD, kecemasan, dan depresi. Namun, banyak dari mereka juga menunjukkan ketahanan yang luar biasa, yang diperkuat oleh keterikatan emosional yang aman, dukungan sosial, spiritualitas, serta partisipasi dalam pendidikan dan aktivitas bermakna. Resiliensi ditemukan sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan keluarga, komunitas, dan kebijakan publik. Intervensi yang paling efektif adalah yang berbasis komunitas, berorientasi pada budaya lokal, dan bersifat trauma-informed. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan penguatan resiliensi anak korban perang memerlukan pendekatan multilevel yang berkelanjutan dan kolaboratif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan intervensi dan kebijakan yang lebih inklusif dan sensitif terhadap konteks anak-anak di zona konflik.
Studi Literatur: Dinamika Sibling rivalry dan Perkembangan pada Remaja Mayangsari, Putri; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9504

Abstract

Persaingan saudara merupakan fenomena yang umum terjadi dalam keluarga dengan lebih dari satu anak. Meskipun dianggap sebagai bagian normal dari perkembangan anak, persaingan antar saudara yang tidak terjalin dengan baik dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial anak. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika sibling rivalry, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya. Data diperoleh dari 30 artikel jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh orang tua, urutan kelahiran, perbedaan usia, jenis kelamin, serta lingkungan sosial keluarga mempengaruhi intensitas persaingan antar saudara. Pola asuh otoriter, permisif, dan adanya favoritisme meningkatkan konflik antar saudara, sedangkan pola asuh demokratis dan penerapan pembinaan emosi terbukti efektif dalam meredam rivalitas. Selain berdampak negatif, sibling rivalry yang diarahkan secara positif juga dapat meningkatkan kemandirian, keterampilan sosial, dan ketahanan anak. Oleh karena itu, peran aktif orang tua sangat penting dalam membentuk hubungan saudara yang sehat dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Scroll dan Suasana Hati: Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Regulasi Emosi Remaja Arini, Nurul Yustika; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9578

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja telah menjadi perhatian utama dalam kajian psikologi perkembangan, khususnya terkait kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap regulasi emosi remaja melalui telaah literatur dari 30 jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan emosi, seperti kecemasan, stres, perasaan kesepian, serta perilaku negatif seperti cyberbullying. Di sisi lain, media sosial juga dapat berfungsi sebagai sarana dukungan sosial dan ekspresi diri yang membantu proses regulasi emosi jika digunakan secara bijak. Teori Gross tentang regulasi emosi, serta teori perkembangan psikososial Erikson, digunakan untuk menjelaskan bagaimana media sosial memengaruhi proses emosional pada masa remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pendampingan, edukasi literasi digital, serta pengembangan keterampilan regulasi emosi dalam upaya menjaga kesejahteraan psikologis remaja di era digital.
Co-Authors Abd. Rahim Hatala Abiyyu Arib Mahyiyuddin Afifah, Mawaddah Nur Alwi, M Ahkam Alwi, Muhammmad Ahkam Ananda Ade Salsabila Andi Farrasakti Mirdin Andi Nadia Qarirah Rafifah Alisyahbana Andi Nur Isnayanti Andi Sri Wahyuni Anggraeni, Poppy Dian Annisa, Siti Wardah Ansar, Wilda Anwar, Elshafa Salsabil Anwar, Nabila Putri AR, Hasniar Arini, Nurul Yustika Asniar Khumas Astika Putri Kamal Astuti, Andi Esti Emalia Aswar, Nurhaliza Ainun Audy Adelia Putri Agusalim Azizah, Nur Fuanni Daud, Muh. Eka Damayanti Erfianah, Irfa Faradhilla Shabriyah, Fadhiyah Faradillah Fina Nadzifah Rahman Gusma, Novaria Hadisaputra, Hadisaputra Halim, Nurul Khafifah Haspi, Nurlaila Hendra Suwardi Ihram, Nurul Al Ilham La Jamri, Irdianti Jafar, Eka Sufartianinsih Jaya, Muh. Ilham Karnedy, Astari Khafifah Indah Ramadhani Kurniati Zainuddin Kurniati Zainuddin, Kurniati Lindah, Nur Eva M. Ahkam Alwi Mahmud, Aulia Mastanning, Mastanning Mayangsari, Putri Muhammad Daud Murdiana, Sitti Nabila, Nur Indah Nadia Khulaida Rezky Najiba, Najiba Nasywa Nur Fitrah Nisza, Nur Maghfira Novita Maulidya Jalal Nur Ainul Nur Akmal Nur Shofiyah Jafni Nur, Yusril Abdan Nurfitriany Fakhri Nurmila Sari Nurul Azmi Widya Rahayu Nurussakinah Daulay Daulay Pasenrigading, Andi Riola Pawiloi, Andi Baeduri Poppy Dian Anggraeni Rahmah, Tri Rahmawati Ramadhani, Anita Rohmah Rifani RUSTAN EFENDY, RUSTAN Sari, Nur Nilam Saryuti, Saryuti Saudi, Rizky Rahmawati Sayidah Aulia Ul Haque Sir, Ahmad Amirul Sirajuddin, Witasari Solihin, St Aisyah Humairah Solihin, St. Aisyah Humairah St. Aisyah Humairah Solihin Syamsul Bachri Thalib, Syamsul Bachri Syamzan Syukur Tenribali, Dewani Thohirah, Mursyidah Dianti Tri sulastri, Tri Trijanutami, Andi Anggita WIDYASTUTI Widyastuti Widyastuti Wijaya, Citra Adelia Wiwin Hendriani