Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS GAYA BAHASA, PENOKOHAN DAN DIDAKTIS DALAM NOVEL "SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI" KARYA BRIAN KHRISNA Runa, Gadis Ayang; Saragih, Vita Riahni; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Sirait, Jumaria; Siregar, Junifer
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif gaya bahasa, penokohan, dan nilai didaktis yang terdapat dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna. Novel fiksi populer ini dipilih sebagai objek kajian karena popularitasnya yang tinggi dan dianggap merefleksikan dinamika batin remaja, namun analisis struktural mendalam, terutama terkait aspek estetika bahasa dan muatan moral, masih terbatas. Urgensi studi ini terletak pada upaya mengisi kesenjangan tersebut, sekaligus meninjau efektivitas novel sebagai media pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis kutipan teks yang mengandung unsur-unsur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam novel sangat beragam; majas hiperbola dominan, mencerminkan kedalaman emosi tokoh. Penokohan utama (Ale) memperlihatkan perkembangan karakter melalui konflik batin. Sementara itu, nilai didaktis seperti kegigihan, empati, dan hikmah hidup terkandung kuat, menjadikannya sarana penting untuk pendidikan moral. Dengan demikian, novel ini tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang perjuangan dan penerimaan diri.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL PADA NOVEL "AKU JUGA INGIN DIANGGAP" KARYA WULAN DWI BIRAENG Sitorus, Maria Dornauli; Sirait, Jumaria; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa (stilistika) dan nilai moral dalam novel Aku Juga Ingin Dianggap karya Wulan Dwi Biraeng, sebuah karya yang urgen dikaji karena mengangkat isu kompleks seperti pengabaian emosional dan pencarian pengakuan diri dalam dinamika keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan struktural dan stilistika. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya bahasa puitis dan reflektif, didukung oleh majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan repetisi yang efektif menonjolkan gejolak batin tokoh. Pesan moral yang terkandung meliputi moral etika, individual, dan hukum. Moral etika menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai pelindung, bukan sumber penderitaan. Moral individual tecermin dalam penyesalan Arlan terhadap Reyana, menekankan pentingnya menghargai orang lain selagi ada. Sementara itu, moral hukum digambarkan melalui keputusan Arlan untuk menyerahkan diri, menunjukkan kesadaran atas tanggung jawab dan konsekuensi perbuatan. Secara keseluruhan, novel ini menyampaikan pesan kuat tentang nilai kasih sayang, kesadaran diri atas kesalahan, serta tanggung jawab hukum dan moral.
ANALISIS MIMESIS NOVEL “DUNIA SUNYI” KARYA ACHI TM Pakpahan, Reny Rianti; Siregar, Junifer; Tambunan, Marlina Agkris; Sirait, Jumaria; Saragih, Vita Riahni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Dunia Sunyi karya Achi TM melalui pendekatan mimesis serta mengidentifikasi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang tercermin di dalamnya. Pendekatan mimesis digunakan untuk menelaah sejauh mana karya sastra ini merefleksikan realitas kehidupan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, dalam konteks sosial masyarakat Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan sumber utama berupa teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dunia Sunyi secara realistis menggambarkan perjalanan penyandang disabilitas dari penolakan menuju penerimaan, serta perjuangan keluarga dalam menghadapi stigma sosial. Melalui tokoh-tokohnya, novel ini menampilkan berbagai nilai sosial dan kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, solidaritas, perjuangan, dan rekonsiliasi. Sosok Bu Sulis dan Wulan menjadi simbol kekuatan, keteguhan, serta cinta tanpa syarat dalam menghadapi keterbatasan. Selain itu, novel ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan, dan lingkungan inklusif dalam membangun keadilan sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, Dunia Sunyi tidak hanya meniru realitas sosial, tetapi juga menyuarakan kesadaran moral tentang pentingnya empati dan penghargaan terhadap keberagaman manusia.
REPRESENTASI ISU SOSIAL DALAM NOVEL REMAJA "LAUT BERCERITA" KARYA LEILA S. CHUDORI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SISWA Simanjuntak, Sri Maya; Siregar, Junifer; Tambunan, Marlina Agkris; Sirait, Jumaria; Saragih, Vita Riahni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1063

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi isu-isu sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori untuk merespons minimnya literasi sejarah dan degradasi empati sosial di kalangan generasi muda terhadap tragedi pelanggaran HAM masa lalu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan analisis isi serta survei dan wawancara terhadap siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Masalah utama yang mendasari studi ini adalah kecenderungan pembelajaran formal yang kaku, sehingga gagal menumbuhkan kesadaran kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan isu sosial melalui faktor kebudayaan, psikologis, dan ekonomi yang mencerminkan realitas kelam Orde Baru. Urgensi penelitian ini membuktikan bahwa karya sastra bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen edukatif krusial untuk mengisi kekosongan memori kolektif bangsa. Dampaknya, penggunaan novel ini mampu mentransformasi identitas siswa menjadi pribadi yang lebih reflektif, memiliki empati mendalam terhadap penderitaan sesama, serta menanamkan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, literasi sastra berbasis isu kemanusiaan menjadi solusi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berorientasi pada nilai keadilan dan perubahan sosial.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF DIRECTED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS XI SMA TAMANSISWA PEMATANGSIANTAR Eliezer Naibaho, Jhon; Sirait, Jumaria; Tambunan, Marlina; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47720

Abstract

This Study Objective: This study aims to determine how active students are in writing poetry after using an independent learning model among eleventh-grade students. This research is a quantitative experimental study with a group pre-test-post-test design. Quantitative research is a systematic investigation of a phenomenon and the collection of measurable data using statistical, mathematical, or computational techniques. The population in this study was 276 students, and a sample of 35 students was drawn using a cluster sampling technique. Data were collected through poetry writing tests before and after the treatment. The results showed that the average pre-test score was 75.97 and increased to 82.91 in the post-test. The t-test results showed that the calculated t-value was higher than the t-table, indicating a significant effect. Thus, the independent learning model is effective in improving students' poetry writing skills.
Co-Authors Adi Syahputra Manurung Adi Syahputra Manurung Agusman Agusman Agusman Agusman Anton Luvi Siahaan Artia Nirmala Sari Hutagaol Asep Purwo Yudi Utomo Asister Fernando Siagian Bernard Simanjuntak Br Barus, Putri Ayu Butar-Butar, Putri Herawati Butarbuta, Devi Olivia Cristine Fitta Homasan Sinaga Dabukke, Tri Arti Esianna Damanik, Chindy Damay Gresia Butar-Butar Dedi Zulkarnain Pulungan Desi Juli Sari Nainggolan Desvita Nindya Hardiyani Putri Dian Arisetya, Dian Dika Rosyiiddien Suryana Divia K. Siahaan Dwi Priyanti Eliezer Naibaho, Jhon Elsa Ria Saragih Elvina Fransiska Hutabarat Emi Gracella Sinaga Farah Ilma Jauhara Firman Pangaribuan Fransiska Risnawati Aritonang Fransiska Risnawati Aritonang, Novellyn Debora Sitorus Friokto Winra Purba Gayus Simarmata Gayus Simarmata, Gayus Gita Suryani Golda Novatrasio Sauduran Gultom, Shanta Yesika Gultom, Sopanro Hasibuan, Ronald Hasugian, Olvyanti Ulina Hutagaol, Febriana Hutajulu, Elisa Ellen Hotmarina Imam Baehaqie Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Insenalia Sampe Roly Hutagalung Jamaris Jamaris Juliana Helmalia Sinambela Jumaria Sirait Krisyanto Krisyanto Limbong, San Laura Lubis, Rut Inrani Ruspita Lubis, Rut Inriani Ruspita Lumbangaol, Sudirman T. P Lumbantobing, Michael Marthin Manurung, Rafency Maria Sri Dewi Sianturi Marlina A. Tambunan Marlina Agkris Tambunan Marlina Agkris Tambunan Marlina Angkris Tambunan Martua Reynhat Sitanggang Gusar Maslan Sihombing Mei Pitriani Manurung Melda Veby Ristella Munthe Meliati Tambunan Melsi Tiolina Sinaga Meyrevanie Sicilia Sinaga Monalisa Frince S Monika Martinova Simanjuntak Nabila Khairunnisa’ Alyamanda Nadeak, Yosepin Imawati Nanda Saputra Nasution, Wina Natalina Purba Novellyn Debora Sitorus Novellyn Debora Sitorus , Rista Veronika Nainggolan Ovi Maria Simanjuntak Pakpahan, Reny Rianti Pandiangan, Ernawati Afrina Pane, Eva Pratiwi Panjaitan, Ruthanggam Sahanaya Pasaribu, Eva Pasaribu, Sunggul Permatasari, Lerista Purba, Ckrisna Ajai Purba, Hot Raja Sonang Purba, Johanes Riscy Purba, Mei Vionariska Purba, Nancy Angelia Purba, Nancy Angelina Purba, Yoel Octobe Putri Ayu Br Barus Rachel Yoan Katherin Putri Siahaan Rahayu, Widya Mistika Rieke Nadya Sitanggang Rio Parsaoran Napitupulu Risma Hartati, Risma Rista Veronika Nainggolan Riyadi Widhiyanto Riyani Merlina Sipayung Rizki Rizki Runa, Gadis Ayang Samosir, Tiara Saragi, Sufiani Saragih, Ester Angelita Saragih, Jovanka Happy Christine Saragih, Sonya Putri Four Saragih, Vita Riahni Siahaan, Angelica Magira Siahaan, Meilina Siahaan, Rina Devi Romauli Sianipar, Ribka Siburian, Sofiah Leorensa Sidabutar, Ropinus Silitonga, Immanuel B.D Silitonga, Immanuel D B. Silitonga, Immanuel D.B Silitonga, Immanuel D.B. Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo Simamora, Benjamin A Simanjuntak, Chuyn Evelina Simanjuntak, Ovi Maria Simanjuntak, Sri Maya Simanungkalit, Yeni Sinaga, Asima Rohana Sinaga, Deby Yuliana Sinaga, Emi Gracella Sinaga, Fininta Sasronida Sinaga, Melsi Tiolina Sinaga, Siska Oktafia Sinurat, Vinnyta Cechylia Sirait, Jumaria Siregar, Esra Novelina Siregar, Risro Sitio, Hetdy Sitohang, Roulina Sitorus, Maria Dornauli Sitorus, Veronika Dewi Suffi Nurus Safrin Suryani, Gita Tambunan, Marlina Tambunan, Marlina Agkris Tambunan, Marlina Angkris Tambunan, Meliati Tampubolon, Novita Sari Tampubolon, Novitasari Tampubolon, Tasya Tasya Tampubolon Tiarma Intan Marpaung Tobing, Minar Tommi Yuniawan Tri Arti Esianna Dabukke Vina Merina Br Sianipar Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vivi Imelda Simangunsong Zulmawati, Zulmawati