Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUNGA MAWAR POTONG DI DESA KERTAWANGI, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT Armenia Ridhawardani; Pandi Pardian; Gema Wibawa Mukti
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.1.13-22

Abstract

Bunga mawar potong merupakan salah satu komoditas pertanian yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Bandung Barat. Fluktuasi harga yang diakibatkan perbedaan jaringan pemasaran menyebabkan perbedaan nilai yang diterima oleh masing-masing pelaku terutama petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efesiensi pemasaran bunga mawar potong di Desa Kertawangi kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik studi kasus. Penentuan responden petani menggunakan metode purposive dan untuk responden lembaga pemasaran menggunakan metode snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran dan yang paling efisien adalah saluran pemasaran III (Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen) dibandingkan saluran saluran pemasaran I dan II.
ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN PETANI BROKOLI SKALA KECIL DALAM MENGHADAPI PERMINTAAN PASAR TEKSTUR (STUDI KASUS DI GAPOKTAN LEMBANG AGRI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT) Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Pandi Pardian
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.751 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v5i1.33

Abstract

Broccoli is one of the prospective horticultural products to be developed, beside it has a good nutrition for health, broccoli also hasan interesting physical form. Broccoli is generally preferred by consumers of modern market, sold as fresh with adjust table size with consumer demand. On the other hand, broccoli has aperishable nature, with an unique morphological characteristics. Modern market demand requires a certainspec for broccoli, it cause farmers had tochange the way they do in their  business, so that their products are well received by the modern market. There fore, this study aims to determine the entrepreneurial orientation offarmersso it canmeet the demand ofbroccolito themodernmarket. Broccoli’s Farmer has a high entrepreneurial spirit, as seen from the orientation of farmers in view the future. Farmers see the modern market as an alternative market with a huge potential market in the future, so that the farmers do a variety of creative effort to make their business performance more efficiently so it can serve the  modern market better. The method usedinthisstudyis thecase studies method, theanalysis techniqueused isdescriptive qualitativeanalysis. Research shows that broccoli farmers as an entrepreneur has an unique characteristics and valuesin running their business. Broccoli farmes entrepreneurial orientation in Kecamatan Lembang emphasizes the creation of business innovation, always doing to do the improvement process of their supply chain product, namely with implementing strategies for business collaboration with other actors in the broccoli supply chain. They also always proactivein receivinga request from the modern market as an alternative market for their business, so their businesses can be more competitive and be able to runcontinuously.
PROSES PROGRAM DESA PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Sarinah Organik, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat) Lutfhi Juansah; Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Pandi Pardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.719 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i1.1560

Abstract

Pada tahun 2016, pemerintah Indonesia mengeluarkan program pengembangan 1.000 desa pertanian organik. Kelompok tani Sarinah Organik merupakan kelompok tani yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program desa pertanian organik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program desa pertanian organik yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sarinah Organik dan kendala apa saja yang muncul selama pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini digunakan model analisis data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tani Sarinah Organik telah melaksanakan semua tahapan program desa pertanian organik. Hal ini dilihat dari bertambah luasnya lahan sawah tersertifikasi sebesar 18,337 hektar dan jumlah petani organik sebanyak 44 orang. Sementara itu, kendala yang muncul selama pelaksanaan program adalah kurangnya pengetahuan petani tentang sistem pertanian organik, kendala dalam menentukan calon petani organik, kendala dalam menentukan wilayah pengembangan organik, dan tidak berjalannya kegiatan pembuatan pupuk dan pestisida organik yang berkelanjutan.
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KEDELAI DI KECAMATAN JATIWARAS, KABUPATEN TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT (Analysis of Income and Household Welfare of Soybean Farmers In Jatiwaras District, Tasikmalaya Regency, Jawa Barat Provinces) Nova Elfrida Manullang; Trisna Insan Noor; Pandi Pardian; Nur Syamsiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.852 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v3i3.812

Abstract

Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah pengembangan kedelai yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, dalam 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 42 orang petanikedelai. Parameter penelitian meliputi 11 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS dalam SUSENAS 2007, yaitu: pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota rumah tangga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, kehidupanberagama, rasa aman, dan kemudahan berolahraga. Berdasarkan 11 indikator BPS dalam SUSENAS 2007 nilai kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras adalah 30,85. Hal ini dikategorikan dalam kesejahteraantinggi yang artinya rumah tangga petani kedelai keadaan pendapatan, pengeluaran, kesehatan, tempat tinggal, dan fasilitas-fasilitas penunjang sudah memenuhi kebutuhan dengan layak.Kata kunci : kedelai, rumah tangga petani kedelai, tingkat kesejahteraan
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KEDELAI DI KECAMATAN JATIWARAS, KABUPATEN TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT Nova Elfrida Manullang; Trisna Insan Noor; Pandi Pardian; Nur Syamsiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.501 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1650

Abstract

Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah pengembangan kedelai yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, dalam 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 42 orang petani kedelai. Parameter penelitian meliputi 11 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS dalam SUSENAS 2007, yaitu: pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota rumah tangga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, kehidupan beragama, rasa aman, dan kemudahan berolahraga.Berdasarkan 11 indikator BPS dalam SUSENAS 2007 nilai kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras adalah 30,85. Hal ini dikategorikan dalam kesejahteraan tinggi yang artinya rumah tangga petani kedelai keadaan pendapatan, pengeluaran, kesehatan, tempat tinggal, dan fasilitas-fasilitas penunjang sudah memenuhi kebutuhan dengan layak.Kata kunci : kedelai, rumah tangga petani kedelai, tingkat kesejahteraan
Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kopi Suka Sangrai Di Kelurahan Suka Asih Kota Bandung Hasbi Salman Elli; Pandi Pardian; Nur Syamsiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i3.5619

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat populer dan mendunia. Seiring berjalannya waktu, kopi semakin banyak dikenal dan dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Konsumsi komoditas kopi diproyeksikan akan terus meningkat dari tahun 2016 hingga tahun 2020 mendatang. Hal ini dibuktikan dengan kemunculan kedai-kedai kopi yang tersebar di daerah perkotaan khususnya di kota Bandung. Kenaikan jumlah kedai kopi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis kopi, salah satunya yaitu perusahaan prosesor atau roastery. Perusahaan ini memiliki hubungan langsung dengan kedai-kedai kopi untuk menyuplai biji kopi. UMKM Suka Sangrai merupakan salah satu perusahaan pengolahan pasca panen bagian roastery namun saat ini UMKM Suka Sangrai mengalami penurunan output dan kehilangan penjualan. Munculnya usaha senjenis membuat UMKM Suka Sangrai harus dapat berkembang dan terus berinovasi sehingga dapat bertahan dan bersaing. Desain pada penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan teknik penelitiannya studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSP. Matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kondisi lingkungan internal sedang dan lingkungan eksternal sedang. Matriks IE menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi tahan dan pertahankan. Strategi alternatif yang dirumuskan dari hasil matriks SWOT dan QSP dengan prioritas pertama adalah melakukan diversifikasi produk dengan membuat produk kemasan-kemasan kecil siap seduh dilengkapi dengan tata cara menyajian untuk meningkatkan potensi penjualan dan menjangkau pasar yang lebih luas. 
EFEKTIVITAS PENYAMPAIAN PESAN TENTANG PENERAPAN SERTIFIKASI RAINFOREST ALLIANCE DI PERKEBUNAN TEH CIBUNI Dinah Triayu Asmirasari; Pandi Pardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.642 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i1.1638

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memproduksi berbagai macam komoditas perkebunan. Salah satunya adalah komoditas teh. Teh Indonesia tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga untuk diekspor ke berbagai negara salah satunya negara-negara Eropa. Salah satu perkebunan teh yang melakukan ekspor adalah perkebunan teh Cibuni, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Agar dapat memasuki pasar Eropa, diperlukan adanya sertifikat. Salah satu lembaga yang melakukan sertifikasi adalah Rainforest Alliance. Penyampaian penerapan Rainforest Alliance sudah dilakukan sejak tahun 2015 dan menggunakan tiga cara yaitu flyer, papan pengumuman, dan diskusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah efektivitas cara-cara yang digunakan dalam menyampaikan pesan sehingga mengetahui mana yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan analisis efektivitas S-R dan analisis tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh cara penyampaian ada pada kondisi cukup efektif dengan angka 63%. Cara yang paling efektif adalah diskusi. Kendala yang dialami adalah kurangnya kesadaran dari pekerja. 
Manajemen Risiko Produksi Sistem Hidroponik Studi Kasus Fruitable Farm Kabupaten Bogor Nikita Novalin Simaremare; Pandi Pardian; Lucyana Lucyana Trimo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.1

Abstract

Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan media bukan tanah dan sesuai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional di Indonesia sebagai solusi terhadap peningkatan konversi lahan. Fruitable Farm merupakan salah satu bisnis startup pertanian sistem hidroponik yang berkembang melalui Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016. Namun, Fruitable Farm menghadapi berbagai risiko dalam kegiatan produksinya yang mempengaruhi optimalisasi hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi setiap tahapan kegiatan produksi, mengidentifikasi risiko risiko pada setiap tahapan produksi, dan mengetahui langkah dan hasil dari manajemen risiko yang dilakukan pada kegiatan produksi sayuran hidroponik di Fruitable Farm. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Alat analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko ialah metode House of Risk (HOR) tahap 1 dan House of Risk (HOR) tahap 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 5 tahap kegiatan produksi sayuran hidroponik Fruitable Farm, diidentifikasi sebanyak 38 sumber risiko dan 39 kejadian risiko dari semua tahap kegiatan produksi, dihitung sebanyak 3 risiko prioritas yang harus ditanggulangi terlebih dahulu, dan dipilih 2 aksi mitigasi yang paling tepat untuk menanggulangi risiko risiko prioritas.
ANALISIS PERUBAHAN POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI KEL.BARU, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Achmad Dzaky Arrosyid; Pandi Pardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i2.7533

Abstract

Virus Corona (COVID-19) merupakan virus.yang pertama kali ditemukan di Kota.Wuhan, China pada akhir tahun 2019 dan  hingga 2021 masih tersebar di berbagai negara didunia. Berdasarkan data per 11 Juni 2021 Virus COVID-19 sudah menginfeksi sebanyak 175.576.659 orang. Dengan rincian sebanyak 12.668.506 kasus aktif, 159.120.855.kasus telah sembuh dan 3.787.298 orang meninggal dunia. Akan tetapi di Indonesia secara kumulatif per 12 Juni 2021 sudah mencapai 1.901.490 kasus dengan rincian 1.740.436 dinyatakan sembuh, 108.324 kasus aktif dan 52.730 orang meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei.  Kasus covid sendiri telah merubah pola konsumsi rumah tangga karena adanya berbagai pembatasan kegiatan dan guna meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian menarik dilakukan pada masyarakat Rumah Tangga (RT) tepatnya RT 001 dan RT 008 pada RW 001 di Kelurahan Baru, Kota Jakarta Timur sebagai salah satu zona merah pandemi COVID-19. Metode analisis yaitu metode tabulasi silang (Crosstab). Rata-rata konsumsi atau pengeluaran pangan pada rumah tangga dalam satu bulan ketika sebelum dan saat COVID-19 sebesar Rp2.371.528 dan saat COVID-19 sebesar Rp2.581.879. Sedangkan rata-rata konsumsi atau pengeluaran non pangan pada  rumah tangga dalam satu bulan sebelum dan saat COVID-19 yaitu sebesar Rp2.871.161 dan Rp2.554.078. Hasil.analisis Crosstab menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perubahan pola konsumsi dengan beberapa variabel karakteristik responden yaitu, pendapatan, pekerjaan, umur, pendidikan dan jumlah anggota keluarga.
MANAJEMEN RISIKO PEMBIBITAN KOPI ARABIKA LS 795 (Studi Kasus Kebun Dinas Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang) Kreshtanti Ericha Pramesti; Pandi Pardian
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.6984

Abstract

Sukajadi official garden is the only one of the government institutions in west java that produces LS 795 arabica coffee seeds and placed at Sumedang regency. In the process of coffee seed production, that various risks affect the optimization of production results. The seedling period is the most important part of coffee growth because good quality seeds will produce coffee cherries with good quantity and quality as well. This research aims to identify the risks that occur and identify risk management strategies in the LS 795 Arabica coffee nursery activity at the Sukajadi Official Garden. Data analysis in this research used a qualitative descriptive method with case study research techniques. The analytical tool used in this research is the House of Risk (HOR) stages 1 and 2. The results show that there are seven stages of LS 795 arabica coffee production, 26 risk events were identified and 25 risk sources, of which 10 risk sources were prioritized to be addressed first, and selected 7 of the 12 most appropriate mitigation actions to address priority risks.
Co-Authors Achdya Kusumah Achmad Dzaky Arrosyid Adhadian Akbar Adi Nugraha Adi Nugraha Adzkia, Yamandita Agriani Hermita Sadeli Agustiana, Dwinita Ahmad Choibar Tridakusumah Ahmad Thoriq Alharitsza, Elshafira Anang Muftiadi Anne Charina Annisa Agustina Armenia Ridhawardani Asri Nurrizka Hendarliana Aulia, Reza Melvina Belva Ilaika Rahmadini Girawan Bobby Rachmat Saefudin Cahyani, Elisa Happy Chabibah, Chabibah Devi Rahmawati Dhany Esperanza Dika Supyandi Dika Supyandi Dika Supyandi Dinah Triayu Asmirasari Dini Rochdiani Dwinita Agustiana Eddy Renaldi Eka Purna Yudha Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Erlangga, Muhamad Erna Rachmawati Ernah Ernah Ernah, Ernah Eti Suminartika Evita, Beatrice Fadhilah, Adistia Faujiah, Sifa Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gloria, Jeanete Gwendelin Hanifa Kuswatim, Salsabila harina, Anne Hasbi Salman Elli Hepi Hapsari Heru Ryanto Hesty Nurul Utami Hidayati, Syarif Ika Putri Rahmasari Istiqomah, Nabilla Iwan Setiawan Jayusman, Hera Kusmiati Jihan Marha Julia, Anna Karin Nafia Pramesti Kreshtanti Ericha Pramesti Kusno, Kuswarini Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Larasati, Farah Lestari, Goldie Shaumy Lucyana Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Lutfhi Juansah Madasanasa, Amienda Cahya Mahra Arari Heryanto Manthiq, Hanif Marshell, Christhoper Mia Meliani Muhammad Arief Budiman Muhammad Arief Budiman Muhammad Haikal Nikita Novalin Simaremare Nova Elfrida Manullang Nur Sari Nur Syamsiah Nur Syamsiah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurjannah, Hanifah Putri, Maura Zhafira Putri, Nadhifa Kartika Raden Maulidya Khairunnisa Rani Andriani Rani Andriani BK Rani Andriani Budi Kusumo Rani Andriani, Rani Reina Ayu Cecilia Risyad M. Ikhsan Ronnie Susman Natawidjaja Salimah, Alya Izzati Salsabiila, Defira Sari, Medi Atikah Sari, Nur Sauma Hanuuf Shilla Novira Pertiwi Sonia Az Zahra Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono SUPYANDI, DIKA Syarif Hidayat Teguh Santoso Trimo, Lucyana Trisna I. Noor Trisna Insan Noor Tuti Karyani Velanda Ahtayary Putri Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yohana Esfrensa Millenia Indah Simatupang Yosini Deliana Yubilanti, Laurensia Sri Zumi Saidah