Claim Missing Document
Check
Articles

Ichthyofauna of Alas River, around Soraya Research Station, Leuser Ecosystem Area, Subulussalam, Aceh Furqan Maghfiriadi; Ilham Zulfahmi; Epa Paujiah; M. Ali Sarong
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19 No 3 (2019): October 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v19i3.502

Abstract

The ichthyofaunal study is needed to reveal the diversity of fish, investigate the existence of native and introduced fish, inventory some species that are potential as consumed and ornamental fishes, and to be a part of the effort to find new species. This study aimed to determine the composition of freshwater fish in the Alas River around Soraya Research Station, Leuser Ecosystem Area, Subulussalam, Aceh. Research was conducted from July to September 2018. Fish sampling was carried out at six research stations using selective gill nets, throwing net, hook, tray net, and scoop net. A total of 339 individual’s fish belonging to 20 species, eight families and three orders was collected from sampling location. Cyprinidae was the predominant family found in the Alas River. As many of 16 fish species has the potential as consumption fish. Two introduced fishes were collected, namely tilapia (Oreochromis niloticus) and Amazon sailfin catfish (Pterygoplichthys pardalis). One fish species is thought to have the potential as a new species, i.e. catfish (Hemibagrus sp.). The result of this study can be used as a basic data for policy decision making in order to develop management program of Leuser ecosystem in the future. Abstrak Kajian iktiofauna diperlukan dalam rangka mengungkap keanekaragaman ikan, investigasi keberadaan ikan asli dan ikan asing, inventarisasi jenis-jenis ikan yang berpotensi sebagai ikan konsumsi dan hias, serta menjadi bagian dari upaya menemukan ikan jenis baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi ikan air tawar di Sungai Alas sekitar Stasiun Penelitian Soraya, Kawasan Ekosistem Leuser, Subulussalam, Aceh. Penelitian ini dilakukan mulai Juli hingga September 2018. Pengambilan contoh ikan dilakukan di enam stasiun penelitian dengan menggunakan alat tangkap berupa jaring insang, jala, pancing, serok dan sudu. Sebanyak 339 individu ikan yang tergolong kedalam 20 jenis, delapan famili dan tiga ordo berhasil dikoleksi selama penelitian. Cyprinidae merupakan famili ikan yang paling banyak ditemukan. Enam belas jenis ikan yang dikoleksi berpotensi dijadikan sebagai ikan konsumsi. Ikan asing yang ditemukan berjumlah dua jenis yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan sapu-sapu (Pterygoplich-thys pardalis). Terdapat satu jenis ikan yang diduga berpotensi sebagai ikan jenis baru yaitu sing-sing (Hemibagrus sp.). Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai data dasar dalam rangka pengambilan kebijakan pengelo-laan Kawasan Ekosistem Leuser di masa mendatang.
PERUBAHAN STRUKTUR HISTOLOGIS INSANG DAN HATI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linnaeus 1758) YANG TERPAPAR MERKURI Ilham Zulfahmi; Ridwan Affandi; Djamar T.F. Lumban Batu
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan struktur histologis organ insang, hati dan ginjal ikan nila akibat dari paparan merkuri. Penelitian dilakukan dari bulan Februari hingga Juni 2013. Ikan nila berukuran panjang 11-13 cm dengan bobot rata-rata 20 gram dipaparkan pada konsentrasi sub kronik merkuri klorida (0,164 mgL-1) selama 56 hari. Pembuatan preparat histologis hati dan dilakukan dengan metode histoteknik menggunakan pewarnaan Haemotoxylin dan Eosin. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif pada hati dan ginjal ikan nila akibat dari paparan merkuri. Paparan merkuri pada organ insang menyebabkan terjadinya perubahan struktur histologis berupa perbesaran sel organ (hypertrophy), penambahan jumlah sel (hyperplasia) pembengkokan lamela sekunder (curling of secondary lamella), penghimpitan lamella sekunder (fusion in secondary lamella)  dan kematian sel  (neukrosis). Perubahan histologis pada organ hati berupa perbesaran sel organ (hypertrophy), penambahan jumlah sel (hyperplasia), penciutan inti  sel (shrinkage of hepatocytes), pendarahan (hemorage), dan kematian sel (neukrosis).Kata kunci: merkuri klorida, histologis, hypertrophy, hyperplasia, neukrosis.
PENGARUH SUHU TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN PERKEMBANGAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var. sangkuriang) Derli Aidil; Ilham Zulfahmi; Muliari Muliari
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.835 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh suhu terhadap derajat penetasan telur dan perkembangan larva ikan Lele Sangkuriang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan suhu (A: 25 oC; B : 28 oC; C: 30 oC; D: 32 oC) dan 3 pengulangan. Analisis dilakukan terhadap derajat penetasan telur, tingkat kelangsungan hidup danabnormalitas larva.  Analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  derajat penetasan telur tertinggi terdapat  pada perlakuan B (85,67 %)  dan cenderung menurun pada Perlakuan C (67,67 %) dan D (42,67 %). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan B(82,67%) dan terendah pada perlakuan D(40,00%). Pengaturan suhu pada perlakuan Bmemberikan pengaruh yang nyata terhadap derajat tetas telur, kelangsungan hidup dan abnormalitas larva ikan Lele Sangkuriang(p<0,05). Kata kunci: Derajat penetasan, Tingkat kelangsungan hidup, Abnormalitas larva.
SIFAT PULP BERBAHAN BAKU ALGA MERAH Gracilaria sp. DAN Eucheuma sp. (THE PROPERTIES OF PULP FROM Gracilaria sp. AND Eucheuma sp. RED ALGAE) Rachmawati Apriani; Ilham Zulfahmi
JURNAL SELULOSA Vol 7, No 01 (2017): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.695 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v7i01.141

Abstract

The study aimed to determine the properties of pulp prepared from Gracilaria sp. and Eucheuma sp. red algae. The experiments were conducted during the month of October 2016 at Bandung Institute of Technology and Science and the Center for Pulp and Paper. Soda pulping with 10% NaOH charge at 105 o C was carried out to produce pulp from Gracilaria sp. and Eucheuma sp. Pulp handsheets were prepared according to the standard procedures TAPPI T205 sp - 95. The present experiments were consisting of four treatments i.e. A (60% algae pulp: 40% NBKP), B (70% algae pulp : 30% NBKP), C (80% algae pulp : 20% NBKP) and D (100% NBKP). The Kappa numbers, tearing strength, tensile strength and brightness of pulp were determined. The results showed that the Kappa number of Eucheuma sp. pulp was lower than that of Gracilaria sp. pulp. The highest tearing and tensile strength of pulp were obtained from treatment A (60% Eucheuma sp. pulp : 40% NBKP), i.e. 933.5 ± 19.5 and 3.16 ± 0.07 mN kN/m, respectively. Meanwhile, the Gracilaria sp. pulp retained a higher brightness than Eucheuma sp. pulp. Pulp produced from treatment A (60% Gracilaria sp. pulp: 40% NBKP) resulted in the highest brightness of 67.18 ± 1.59%. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menentukan sifat pulp berbahan baku Gracilaria sp. dan Eucheuma sp. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2016 di Institut Teknologi dan Sains Bandung serta Balai Besar Pulp dan Kertas. Gracilaria sp. dan Eucheuma sp. diproses dengan mengekstraksi selulosa pada suhu maksimum 80o C selama 140 menit (20 menit untuk mencapai suhu maksimum dan 120 menit pada suhu maksimum). Bahan kimia yang digunakan, yaitu NaOH sebanyak10% dari berat kering alga. Lembaran uji dibuat mengikuti metode TAPPI (T205 sp - 95). Variasi perlakuan penelitian adalah A (60% pulp alga : 40 % NBKP), B (70% pulp alga : 30% NBKP), C (80% pulp alga : 20% NBKP), dan D (100% NBKP). Pengamatan parameter meliputi bilangan Kappa, ketahanan sobek, ketahanan tarik dan derajat cerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp Eucheuma sp. memiliki bilangan Kappa yang lebih rendah dari pulp Gracilaria sp. Ketahanan sobek dan ketahanan tarik tertinggi diperoleh dari perlakuan A (60% pulp Euchema sp. : 40 % NBKP), yaitu masing-masing sebesar 933,5 ± 19,5 mN dan 3,16 ± 0,07 kN/m. Sementara itu, lembaran uji dari pulp Gracilaria sp. memiliki derajat cerah lebih tinggi dari derajat cerah pulp Euchema sp. Derajat cerah tertinggi diperoleh dari perlakuan A (60% pulp Gracilaria sp. : 40 % NBKP) sebesar 67,18 ± 1,59 %.
Anchovies (Stolephorus sp.) By-product Material as a Fish-feed Ingredient of Seurukan Fish (Osteochilus vittatus): Effect on Growth Performance and Gut Morphology Ilham Zulfahmi; Anggi Audila; Ayu Nirmala Sari; Firman M Nur; Rudy Agung Nugroho; Iwan Hasri
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i2.33189

Abstract

Fish meal is an important part of raw material for fish feed. However, the use of fish meal is considered unsustainable, compete with human being and expensive. By product of Anchovy (Stolephorus sp.) which contains high protein is potential to be used to replace fish meal. Present study aimed to determine the utilization of anchovy by-products raw materials as feed ingredient for seurukan fish (Osteochilus vittatus) and evaluate its effect on the growth performance and intestinal morphology. In total 250 seurukan fish (initial weight 0.67 ± 0.01 g) was randomly divided into four triplicates groups: control group, and experimental diets which had different inclusion level of anchovy by-products meal: 50%, 35%, and 20%. Fish were fed with different diet at level of 8% of body weight three times a day for 28 days. Present results showed that the inclusion of anchovy by-product meal in the feed by 50% can produce a higher value of weight gain (0.47±0.02 g), length gain (0.69±0.09 cm), SGR (2.20±0.51%) and feed efficiency (77.89±3.71%) compared to control feed (p<0.05). There was no significant difference in the survival rate and gut length ratio among groups of seurukan fish. Meanwhile, the average villi length and villi width of the seurukan fish fed experimental groups increased significantly compared to the control group (p<0.05). In conclusion, the 50% anchovy by-products meal inclusion in the diet of seurukan fish is beneficial to enhance growth, feed efficiency and improved feed absorption as indicated by histological analysis.
Penerapan Teknologi Closed system Pada Pembudidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Kelompok “Laut Mina Budidaya” Bireuen, Aceh Yusrizal Akmal; Rindhira Humairani; Mandasari; Ilham Zulfahmi
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5398

Abstract

Lipah Rayeuk Village located on the Bireuen Regency which has potential marine and brackish fishery resources, especially vannamei shrimp ponds, but the problem in vannamei shrimp ponds was lack of understanding of water quality management, open system still used as water management system for the pond, technology and management of shrimp farming aren’t yet understood, causing the production of each harvest to decrease. This service aims to apply appropriate technology in form if closed system and probitic applications in water to meet quality standards in the pond water management system. The community service program is carried out in the Mina Budidaya Laut group in Lipah Rayeuk Village, Bireuen Regency. The method used in this activity is assisting the improvement of cultivation technology which applied is closed system and the application of probiotics to water. Increased understanding of partners about knowledge and practical closed system applications from 3.53% to 10.91%. Increasing the knowledge and ability of partners in water quality management and closed system applications in vannamei shrimp cultivation, partners can run biosecurity so that in the end there will be an increase in production and quality of the shrimp produced which can increase the selling value of vaname shrimp.
Peningkatan Nilai Ekonomi Pada Kelompok Pembudidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Laut Mina Budidaya Kabupaten Bireuen, Aceh Yusrizal Akmal; Rindhira Humairani; M. Muliari; Ilham Zulfahmi
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i2.6437

Abstract

Background: Vaname shrimp farmers in Bireuen Regency have experienced a decrease in production because many pond farmers do not have adequate technology. To improve vaname shrimp output, the Laut Mina Budidaya Group has deployed closed system technology and water sanitation in reservoir ponds. The purpose of this service is to determine the rise in economic value of the vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) Laut Mina Budidaya group in Bireuen Regency, Aceh. Methods: This service was carried out from August to November 2020. The service included direct assistance and practice in the areas of food management, water quality during shrimp rearing, shrimp health, and vaname shrimp harvesting, all of which were done using closed system technology. Results: Enlargement of vaname shrimp for 88 days with the number of fry of around 120,000 fish, the production results are 1,950 kg total weight. Meanwhile, the value of Feed Conversion Ratio (FCR) for partner ponds is 1.4 at harvest or if the average is 1.36. The FCR value is 1.4 which is considered good in the cultivation of vaname shrimp in partners so that the use of feed is classified as efficient. The profit earned is ± Rp. 23,834,000.00 and the value of the return on operational costs Revenue Cost Ratio (RCR> 1 category is feasible to work on). Conclusions: The maintenance of vaname shrimp by applying closed system technology can increase production and economic value in the maintenance of vaname shrimp in partner groups.
Karakteristik Morfometrik dan Skeleton Ikan Keureling (Tor tambroides Bleeker 1854) Yusrizal Akmal; Ilham Zulfahmi; Fatmawati Saifuddin
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.654 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfometrik dan skeleton ikan keureling, Tor tambroides (Bleeker, 1854). Tahapan pembuatan preparat skeleton, dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi tulang skeleton ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pengukuran karakter morfometrik ikan dilakukan berdasarkan persamaan Schindler & Schmid 2006. Pembuatan preparat skeleton dilakukan secara fisik dan kimiawi, sedangkan penamaan setiap bagian skeleton dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang belakang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi yang khas pada ikan keureling diataranya adalah letak mulut terminal dengan bentuk mulut dan bibir terdapat lipatan kulit yang terjumbai dan bisa disembulkan, bentuk moncong cembung serta memiliki dua pasang sungut pada rahang atas. Tulang rangka Ikan keureling terdiri dari skeleton axial dan skeleton appendicularis. Ossa cranium, ossa verterbrae, ossa costae, urostylus vertebralis termasuk dalam skeleton axial, sedangkan ossa appendicularis terdiri dari sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor.
EKSTRAK DAUN GANJA (Cannabis sativa Linn) SEBAGAI AGEN ANESTESI IKAN KOI (Cyprinus carpio Koi) ilham zulfahmi; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.648 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ganja (Cannabis sativaLinn) sebagai agen anestesi Ikan Koi (Cyprinus carpioKoi). Tahapan ekstraksi ganja dan pemaparan kepada ikan uji dilaksanakan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Almuslim, sedangkan analisis hematologi dilakukan pada Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Perlakuan A (1 mL.L-1 ekstrak daun ganja), perlakuan B (1,5 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan C (2 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan D (4 mL.L-1ekstrak daun ganja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu sedatif dan waktu sadar antar perlakuan. Waktu sedatif tercepat diperoleh pada perlakuan C sedangkan waktu sedatif terlama diperoleh pada perlakuan A yaitu masing masing sebesar 13,16 ± 2,28menit dan 20,08 ± 6,30 menit. Penggunaan dosis ekstrak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkat konsumsi oksigen dan perubahan profil hematologi
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN STUDI OSTEOLOGI IKAN KEURELING Yusrizal Akmal; Fatmawati Saifuddin; Ilham Zulfahmi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.557 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfometrik dan osteologi ikan keureling, Tor tambroides (Bleeker, 1854). Tahapan pembuatan preparat osteologi, dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi osteologi ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pengukuran karakter morfometrik ikan dilakukan berdasarkan persamaan Schindler dan Schmid (2006). Pembuatan preparat skeleton dilakukan secara fisik dan kimiawi, sedangkan penamaan setiap bagian skeleton dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi yang khas pada ikan keureling diataranya adalah letak mulut terminal dengan bentuk mulut dan bibir terdapat lipatan kulit yang terjumbai dan bisa disembulkan, bentuk moncong cembung serta memiliki dua pasang sungut pada rahang atas. Osteologi ikan keureling terdiri dari skeleton axial dan skeleton appendicularis. ossa cranium, ossa verterbrae, ossa costae, urostylus vertebralis termasuk dalam skeleton axial, sedangkan ossa appendicularis terdiri dari sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor.
Co-Authors Abass, Kasim Sakran Adian Aristia Anas Afdhaly, Luthvia Affan, Junaidi M Afranisa, Zahra Afriani, Sari Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agus Putra AS agustina, imelda Aidil, Derli Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Al Isna, Nadia Alfasyimi, Muhammad Ali Sarong Alvi Rahmah Alvi Rahmah Anggi Audila Apriani, Rachmawati Arif Sardi Audila, Anggi Ayana Rizki Ayu Nirmala Sari Badratun Nafis Batubara, Agung Setia Chairun Nisa Chaliluddin Chaliluddin Cut Mutia Sena Devi Cut Nuzlia Dawami, Muhammad Derli Aidil Dewi Nola Nasution Djamani Rianjuanda Djamani, Rianjuanda Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Djuanda, Rian Dolorosa, Maretty Twentyna Dwi Yuliandhani Edy Miswar Edy Miswar, Edy Epa Paujiah Epa Paujiah, Epa Ernita Ernita Fadhilah, Raudhatul Falah Nasution , Dhiyaul Fatmawati Saifuddin Fatmawati Saifuddin Fautama, Fitria Nelda Feizia Huslina Fina, Musda Firdus Firdus Firdus Firdus Firdus Firdus Firman M Nur Firman M Nur Firman Muhammad Nur Fitria Nelda Fautama Fuah, Ricky Winrison Furqan Maghfiriadi Furqan Maghfiriadi Furqan Maghfiriadi Gurki, Yeni Safitri Hajisamae, Sukree Halim, Raji Ufranal Hamama, Rosi Hanum Hanum Hanum Herpandi . Humairani, Rindhira Husain Latuconsina Husaini Husaini Huslina, Feizia Ichsan Setiawan Ichsan Setiawan Imelda Agustina Ira Mawaddah Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irwan Ivonda Vicana Pandang Iwan Hasri Jayawarsa, A.A. Ketut julismi, Al Junaidi M. Affan Junaidi M. Affan Kamaliah Kamaliah Kamaliah Kavinta Melanie Khairun Nisa M. Ali Sarong M. Ali Sarong M. F. Rahardjo M. Muliari Maghfiriadi, Furqan Mahyana Mahyana Makwiyah A. Chaliluddin Mandasari Mardhatillah, Inda Maulizar, Siti Meria, Resi Mizulni, Putri Julia Mochamad Syaifudin, Mochamad Muammar Yulian Muhammad Muhammad Muhammad Arif Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nasir Muhammad Reza Muhammad Syahimi Mujibul Rahman Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muslich Hidayat Muslim Nafis, Badratun Nafis, Badratus Nanda, Rizki Nazlia, Suraiya Neri Kautsari Nur, Firman M Nur, Firman M. Nurhayati Nuri Aslami Nuzlia, Cut Perdana, Adli Waliul Perdana, Adli Waliul Plumeriastuti , Hani Prajaputra, Vicky Purnama, Nanda Rizki R Nurlian R Nurlian Rahayu, Rosi Rahimi, Sayyid Afdhal El Rahmat Rizqi Ramadani, Nofa Ratna Mutia Aprilla Ratna Mutia Aprilla Razali Thaib Razali Thaib Razali Thaib Rena Marlinda Resti Faumi Rhindira Humairani Rian Djuanda Rianjuanda Rianjuanda Rianjuanda Djamani Rianjuanda, Rianjuanda RIDWAN AFFANDI Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Riswan, M Rizki Nanda Rizki, Ayana Rizqi, Rahmat Roesa Nellyana Roza, Zultira Harina Rudy Agung Nugroho Rumondang Rumondang Rusminda, Heni Said Ali Akbar Said Ali Akbar Said Ali Akbar Sari Afriani Sayyid Afdhal El Rahimi Sayyid Afdhal El Rahimi Siti Maulida Siti Rahmah Siti Sundari Suhardiansyah Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Syahputra, Hidayat Syamsul Arifin Syamsul Rizal Syamsul Rizal Syarifah Meurah Yuni Teuku Muhammad Ashari Thaib Rizwan Thaib Rizwan Thaib Rizwan, Thaib Vicky Prajaputra Waliul, Adli Widya Puspitasari Wulan Agustria Yeni Dhamayanti Yulizar Yunina Rahmi Yunus , Muchammad Yusrizal Akmal Zultira Harina Roza