p-Index From 2021 - 2026
9.335
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFORMASI Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Pekommas KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam POLITIK Jurnal Ijtimaiyya Intizar Jurnal Orasi Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Ilmu Dakwah IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Communicare : Journal of Communication Studies Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Kalijaga Journal of Communication Journal of Social Development Studies Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Jurnal Studi Jurnalistik Jurnal Pewarta Indonesia JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Jurnal Dakwah dan Komunikasi Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ekonomi dan Bisnis Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Kommunity Online Journal of Scientific Communication (JSC) Caraka : Indonesia Journal of Communication Jurnal Komunikasi Islam Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam The Journal of Islamic Communication and Broadcasting (Jisab) At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Journal of Social Empowerment Ad-DA’WAH: Dakwah dan Komunikasi Islam Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Masyarakat: Jurnal Sosiologi ROBBAYANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam BAYYIN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Journal of Islamic Community Development Jurnal Ilmiah Syi'ar
Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI FEMINIS MELALUI RUANG PUBLIK NONTRADISIONAL KOMUNITAS VIRTUAL “TAKLIM SANTAI” Feminist Communication in Nontraditional Public Spaces: A Case Study of the "Taklim Santai" Virtual Community KIKY, Rizky Amalia; Sanjaya, Makroen Sanjaya; Tantan Hermansah, Tantan Hermansah; Dessy, Dessy Kushardiyanti; fuad, anisul
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i1.20049

Abstract

Ruang publik secara ideal berfungsi sebagai arena vital bagi komunikasi dan interaksi sosial. Namun realitasnya, akses dan partisipasi sering kali terbatas bagi kelompok tertentu, terutama perempuan yang masih menghadapi tantangan budaya patriarki di Indonesia. Meskipun media baru seperti WhatsApp, menawarkan potensi untuk menciptakan ruang publik nontradisional yang lebih inklusif dan memfasilitasi kesetaraan, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengeksplorasi bagaimana komunitas muslimah memanfaatkanya untuk pemberdayaan dan diksusi isu-isu perempuan. Penelitian sebelumnya tentang feminisme dan ruang publik cenderung membahas aspek-aspek seperti kontestasi citra perempuan dalam hijab atau peran ganda perempuan dalam keluarga, serta peran perempuan dalam berdakwah, tetapi belum secara mendalam mengkaji pemanfaatan aplikasi percakapan spesifik seperti WhatsApp Group (WAG) sebagai ruang pemberdayaan bagi muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi feminis diwujudkan dalam ruang publik nontradisional pada komunitas @taklimsantai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual dalam paradigma kritis emansipatoris, penelitian ini berupaya mengungkapkan proses transisi dari ketidaktahuan menjadi kesadaran di kalangan perempuan muslimah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara daring, serta dokumentasi artefak digital. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang publik nontradisional pada komunitas @taklimsantai berfungsi secara efektif sebagai sarana pemberdayaan perempuan melalui kegiatan virtual, komunitas ini menyalurkan ilmu agama seperti fikih, kajian pra-pernikahan, dan membahas pergerakan budaya patriarki dalam rumah tangga. Upaya komunikasi dalam WAG berlangsung layaknya tatap muka, menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi muslimah untuk bersosialisasi dan berekspresi. Kehadiran komunitas @taklimsantai telah mendorong perempuan untuk menyuarakan dan menegakkan hak-hak mereka, serta memantik kesadaran akan ketimpangan gender dan problematika yang dihadapi, seperti hak-hak, kodrat, dan isu-isu inti dalam lingkungan perempuan. Melalui kegiatan terstruktur seperti bedah buku, dan pengembangan produk/bisnis, komunitas ini mendorong anggota untuk mencari ilmu dan mengembangkan diri secara spiritual maupun praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru yang lebih mendalam terkait komunikasi feminis dalam ruang publik nontradisional pada komunitas virtual.
Reformulation of Da’wah Communication Paradigm in the Post-Pandemic Era Ries Dyah Fitriyah; Sokhi Huda; Abd. Mujib Adnan; Tantan Hermansah; Athik Hidayatul Ummah
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2022.12.2.190-219

Abstract

This study focuses on examining the challenges and needs for the reformulation of the da'wah and communication paradigm in the post-pandemic era. Through a qualitative approach, the results of this study show that in the post-pandemic era, da'wah requires a redefinition and reformulation of paradigms, known as the happy da'wah paradigm, namely placing happiness in the experience of the da'wah process and the practice of religious teachings, not on the purpose of da'wah. The performance of the activity system is directed to "offer" the da'wah message, not to "impose" the message. The appearance and performance of this system is packaged in an attractive, creative, innovative, supportive and affirmative communication pattern by utilizing information technology as an efficient communication medium.
Application of the Qira'ah Mubah Method in Content on the Mubadalah.Id Website (In April 2023) Iza Ma’rifah; Tantan Hermansah
al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/bunyan.v2i1.11

Abstract

This research examines the relevance of Qira'ah Mubadalah's values and Kartini's thoughts in the content presented by Mubadalah.id during April 2023. The focus of the research is to understand the extent to which understanding and appreciation of Kartini's struggle is reflected in the content, as well as the influence and relevance of kartinian values in discussions and articles published on the platform. This relevance can be related to the values and perspective of Qira'ah Mub is one that has 3 indicators, namely a perspective (minzhar) that humanizes humans. Second, how to read (qira'ah) reference texts by placing men and women as subjects and complete humans. Third, the way of grouping or in Arabic terms (qa'idah) experiences, distractions, or cooperation between men and women is reflected in the word cloud and word frequency tables. This research is a type of qualitative research using text data in the media, samples and techniques for sampling news/documents (text) in the form of content on the Mubadalah.id website totaling 20 articles in the April 2023 time period. Data Sources and Data Collection Methods used are primary data collected from the website. Data is retrieved by downloading articles and saving them using pdf. And in data processing, data is processed using Nvivo software by utilizing the word cloud feature. The research results show that the content of Mubadalah.id predominantly discusses the issues of women, Kartini, figures, migrant workers, and the like. The word "woman" appeared 216 times, indicating the significance of the issue of women in the content.  Therefore, this research provides insight into the potential of preaching gender equality through social media and confirms the relevance of Kartini's values in a contemporary context.
Communication of Religious Extension Organizations in Developing Religious Moderation in Neglasari District, Tangerang City Sondi Silalahi; Edi Amin; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.1618

Abstract

This study aims to analyze the organizational communication patterns of religious counselors in the Neglasari community in developing religious moderation in Tangerang City and to examine the factors that hinder their communication efforts. The research is grounded in the constructivist paradigm, which holds that observed social realities cannot be generalized. The research adopts a descriptive qualitative approach, utilizing in-depth interviews with religious leaders, the chairman of the Forum for Religious Harmony (FKUB), religious counselors, and community leaders. The findings reveal two main points: first, the organizational communication of religious counselors in the Neglasari community to promote religious moderation is shaped by efforts to maintain interfaith harmony. However, these efforts are often limited to interactions among religious leaders and religious organizations. Second, the barriers to organizational communication among religious counselors in developing religious moderation include a lack of intensive outreach, insufficient government guidance on religious moderation within the community, and, in some cases, community apathy toward government-sponsored activities, which reflects a lack of openness to social engagement.
Visual Da‘wah in the Mediatized Era: A Virtual Ethnographic Analysis of Illustrative Content on the Instagram Account @sholahayub Sirajuddin, Muhammad; Aniq Nahdia Lulu Annawawie; Hermansah, Tantan; Fanshoby, Muhammad
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.229

Abstract

This study examines digital Islamic preaching content on the Instagram account @sholahayub using the media space theory (Nasrullah, 2017) to revisit communication theory within the context of contemporary da’wah. The study assumes posits that visual content and user interactions on social media not only convey religious messages but also collectively shape religious identity and solidarity, particularly in humanitarian issues such as Palestine. The method employed is qualitative analysis based on cyber media analysis across four levels: media space, media document, media object, and user experience, with data consisting of illustrative posts, reflective narratives, and user responses. The findings reveal that semi-realistic illustrations and contemplative captions create a communicative and affective preaching space, where user interactions demonstrate deep emotional and spiritual engagement. These results expand communication theory by showing that social media functions as a dynamic, inclusive, and socially relevant space for the production of religious meaning. In conclusion, digital da’wah through Instagram serves as an effective medium of communication for fostering spiritual awareness, humanitarian solidarity, and strengthened devotion to Allah through transformative visual and emotional experiences.
Ekspresi Keberagamaan Komunitas Terang Jakarta dalam Perspektif Popular Culture Fadhila, Nurul; Hermansah, Tantan; Rizky, Kiky
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v1i2.23900

Abstract

The term "hijrah" is currently one of the models of religious expression that is trending in some urban youth. Hijrah is seen as a process of someone making a spiritual and religious leap. The "Terang Jakarta" (TJ) Community is one of the "hijrah" communities of the younger generation in Indonesia. TJ facilitates its community in a variety of Islamic study activities that are packaged in a structured, interesting, and up-to-date manner. So that in the TJ community, studying religion becomes fun or popular. This study wants to see how the religious expression of the TJ community is from the perspective of popular culture. The method used in this study is a qualitative method with an interpretive and naturalistic approach. The theory used is Emile Durkheim's religious expression and the theory of popular culture by Dominic Strineti. The results of this study indicate that the "hijrah" with all its supporting attributes which has been a trend is one of the religious expressions shown by the TJ community who adopted popular culture. The popular culture which is identical to something trendy, phenomenal, boisterous, hits, present, seems to lead to the expressions that exist in the management, members, and worshipers as well as various activities of the TJ community. Found many characteristics of popular culture adopted by this TJ community, so that the phenomenon of "hijrah" in this community can be said as part of popular culture.
Perilaku Baik itu Mudah atau Sukar? Representasi dalam Youtube Tontonan Anak Nussa dan Rara Fanshoby, Muhammad; Hasbullah, Muhammad Najmudin; Hermansah, Tantan
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.25544

Abstract

Tontonan bagi anak di media sosial Youtube masih minim edukasi. Padahal saat ini, anak-anak memanfaatkan media sosial sebagai tontonan mereka. Beberapa studi menyebutkan bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh apa yang mereka tonton. Dengan begitu, youtube menjadi salah satu platform media sosial yang memengaruhi perilaku anak. Penelitian ini akan menganalisis Nilai Akhlak dalam Media Sosial Youtube Nussa dan Rara, Episode Baik itu Mudah dengan menggunakan Pendekatan Representasi Stuart Hall. Tujuan penelitian ini untuk menjawab research questions bagaimana representasi akhlak anak pada video Nussa dan Rarra dari aspek budaya, bahasa, dan makna. Hasilnya menunjukkan bahwa video animasi Nussa dan Rarra merepresentasikan akhlak anak berdasarkan unsur budaya, bahasa dan makna yang sesuai dengan ajaran Islam. Itu didapat dari temuan pada 3 shot dalam video episode “Baik itu Mudah”. Video ini di upload Nussa Official pada 23 Mei 2019 yang berdurasi 06.53 menit dengan jumlah tayang 66.954.922  dan likes 451 ribu
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH MODERAT DI ERA NEW MEDIA (Studi Kasus Alumni International Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan-Pekalongan) Setyo Budi, Agung; Hermansah, Tantan; Fanshoby, Muhammad
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i1.32839

Abstract

Dakwah di era globalisasi yang terus berubah memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berdakwah secara efektif dan inovatif, termasuk generasi muda lulusan pesantren yang menjadi poros dakwah milenial di media baru.Penelitian ini menujukan hasil strategi, metode serta tolok ukur dari proses dakwah di era globalisasi. Komunikasi dakwah yang dibangun secara sistem cenderung positif tapi relasi antar sesama pendakwah dengan mad’u cenderung terjadi lemah secara intensitas hal ini disebabkan kultur dari mad’u yang jauh dari pantauan dan memiliki lingkungan yang bebas. Sumber daya potensial yang dimobilisasi adalah dakwah melalui organisasi, dakwah melalui pengajian dan daurah, sebagai tempat dakwah dan kaderisasi, dakwah melalui media internet, dakwah melalui penyiaran. Semuanya dibingkai dalam gagasan Islam moderat atau berkemajuan untuk menjalankan ajaran Islam sesuai dengan apa yang dibawa Rasulullah SAW. yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Islam berkemajuan.Komunikasi dakwah memiliki peran vital sebagai penentu akan kebutuhan penyampaian pesan agama yang efektif dan efsien di era new media. Beberapa strategi komunikasi di atas, adalah sebagian sumbangsih cara yang dilakukan oleh pendakwah untuk menyajikan pesan dakwah yang komprehensif. Maka dari berbagai pola yang telah dirumuskan di atas sehingga dapat diambil berbagai masukan dan kontribusi wawasan ilmu kepada para pendakwah yang sedang dalam memberikan materi dakwah kepada umat Muslim juga sebagai amal ibadah kedepan sehingga ilmu dakwah tersebut tidaklah kaku dan buntu yang pada akhinya dapat merugikan ke generasi ke depan. metode dakwah pun harus selalu bersifat dinamis, konstruktif dan efekti sehingga dakwah semakin meluas dan berkembang secara pesat.
Foto Perjuangan Muslimah Bercadar Karya Hesti Rika Di Cnnindonesia.Com Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes Aprianto, Denny; Hermansah, Tantan
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v2i2.18919

Abstract

Adanya pemberitaan tentang terorisme dengan ilustrasi bergambar wanita bercadar pada berbagai media di Indonesia telah menghasilkan stereotif pengguna cadar itu sendiri. Pengguna cadar kerap kali diasosiasikan kepada kelompok intoleran, berpaham radikal, hingga istri seorang teroris. Hesti Rika, fotografer cnnindonesia.com mencoba memberi perspektif lain tentang pengguna cadar melalui karya fotonya. Melalui foto-foto yang diambil dari berbagai momen, Hesti seperti menyampaikan pesan agar kita lebih obyektif melihat subyek pengguna cadar ini. Fotografi sudah lama menjadi medium yang cukup efisien untuk menyampaikan pesan. Melalui tiga tahap pemaknaan ala Barthes, pesan pada foto-foto Hesti yang ditampilkan pada halaman website cnnindonesia.com bisa ditafsirkan dengan melihat tanda atau simbol yang ditemukan dalam foto tersebut. Dari hasil analisis semiotika Bhartes, bisa diambil kesimpulan bahwa dalam karya fotografi Hesti Rika, terdapat beragam makna, yaitu makna aktivitas pengguna cadar yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Akan tetapi pada foto tersebut juga terkandung makna perjuangan para pengguna cadar menghapus stigma negatif itu dengan cara mengintegrasikan diri pada lingkungan sosialnya. 
Dakwah Moderasi Beragama KH. Noer Alie Ma'rifah, Iza; Iqbal, Muhammad; Hermansah, Tantan
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v2i1.31

Abstract

Dalam konteks pesantren, Kyai merupakan elemen sentral yang memegang peranan krusial. Kyai tidak hanya sering menjadi pendiri pesantren, tetapi juga menjadi pilar utama dalam pertumbuhan dan kesuksesan pesantren. Hal ini juga terlihat pada Pesantren Attaqwa yang didirikan oleh KH. Noer Ali di Bekasi. Kepemimpinan dan pengaruh KH. Noer Ali membentuk daya tarik dan kharisma Pesantren Attaqwa. Penelitian ini akan membahas biografi KH. Noer Ali dan pandangannya terkait moderasi beragama. Melalui pendekatan teori "Great Man" atau "Heroic Man," penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana kehidupan KH. Noer Ali memengaruhi sejarah dan masyarakat. Biografi KH. Noer Ali mencerminkan perannya sebagai ulama, pejuang, dan cendekiawan yang berkontribusi pada pendidikan, politik, dan agama. Dalam konteks moderasi beragama, pandangan KH. Noer Ali dapat memberikan wawasan tentang bagaimana membangun toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan keyakinan. Melalui riset ini, kita akan memahami lebih dalam tentang sosok KH. Noer Ali dan kontribusinya dalam membentuk wajah pesantren Indonesia serta pandangan moderasi beragama. Kehidupan dan pemikiran KH. Noer Ali menjadi inspirasi dan contoh bagi generasi selanjutnya dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana seorang tokoh bisa membentuk dan memengaruhi perjalanan sejarah serta memberikan pandangan berharga tentang moderasi dalam beragama.
Co-Authors Abd. Mujib Adnan Affan Rizqillah Aulia Afifah, Zahra Nur Agung Setyo Budi AGUNG SETYO BUDI Ahmad Rifqi Arief Maulana Amallah, Nurlaillah Sari Andi Faisal Bakti & Venny Eka Meidasari Andi Fakhrullah Aniq Nahdia Lulu Annawawie Anugrah , Gilang Tresna Putra Aprianto, Denny Arief Tri Setiawan Athik Hidayatul Ummah Aura Syifa’unnisa Bakti, Andi M. Faisal Dede Mercy Rolando Dela Amaliya Khoiro Denny Aprianto Dessy, Dessy Kushardiyanti Dewi Rahmayuni Dimas Firli Maulana Dwi Arini Yuliarti Edi Amin Eko Yudi Prasetyo Fadhila, Nurul Fanshoby, M. Fanshoby, Muhammad Fansoby, Muhammad Farida, Ade Rina Fita Fathurokhmah fuad, anisul Gazi Gazi Gazi, Gazi Gun Gun Heryanto Gun Gun Heryanto Hasbullah, Muhammad Najmudin Hayat, Heni Ishmatun Nisa Iza Ma’rifah Jumroni Jumroni, Jumroni Khairatul Jannah Kiky Rizky Kiky Rizky KIKY, Rizky Amalia Kusmana Kusmana Kusmana Kusmana Laras Lestari, Dewi Lestari, Dewi Laras LIA AMALIA M. Iqbal Nur Aulia Fazri Ma'rifah, Iza Maisaroh Maisaroh MARIA ULFAH Ma’rifah, Iza Monarshi, Evri Rizqi Monarshi, Evri Rizqi Muhammad Iqbal Muhammad Ismail Muhammad Najmudin Hasbullah Muhammad Sirajuddin Muhammad Yudhi Lutfi Muhsan, Aryani Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi, Muhtadi Nabilah Nabilah Nabilah Nabilah, Osha Naschihah Nasichah Nasichah Nasichah Nasichah, Nasichah Ningsih, Yusria Nisa, Ishmatun Nofia Natasari Novi Andayani Praptiningsih Novianty, Fifi Novita Misika Putri Nur Afifah, Zahra Nur Rahman, Wildian Fajrin Nurul Fadhila Oktaviani, Sandra Praptiningsih, Novi Andayani Rabbani, Hanifur Rahmah Ningsih, Rahmah Rahmah, Atiqah Rahman, Mila Amalia Rahmayuni, Dewi Rakib, Kanjul Ramadhani, Farrany Alifia Ries Dyah Fitriyah Rini Laili Prihatini Risdawati Risdawati Risdawati, Risdawati Risna Siti Rahmah Rizky, Kiky Sabrina, Yuslimatu Sanjaya, Makroen Sanjaya, Makroen Sanjaya Saraka, Muh. Yahya Sari, Wanda Izzah Novita Setiawan, Arief Tri Sofyan Sjaf Sokhi Huda Sondi Silalahi Sri Arnita Sri Rahayu susanti, mimah Syifa’unnisa, Aura Tresna Putra Anugrah, Gilang WG Pramita Ratnasari yazid hady, yazid Yudi Ariski Zaeni Rokhi