p-Index From 2021 - 2026
9.335
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFORMASI Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Pekommas KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam POLITIK Jurnal Ijtimaiyya Intizar Jurnal Orasi Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Ilmu Dakwah IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Communicare : Journal of Communication Studies Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Kalijaga Journal of Communication Journal of Social Development Studies Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Jurnal Studi Jurnalistik Jurnal Pewarta Indonesia JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Jurnal Dakwah dan Komunikasi Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ekonomi dan Bisnis Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Kommunity Online Journal of Scientific Communication (JSC) Caraka : Indonesia Journal of Communication Jurnal Komunikasi Islam Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam The Journal of Islamic Communication and Broadcasting (Jisab) At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Journal of Social Empowerment Ad-DA’WAH: Dakwah dan Komunikasi Islam Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Masyarakat: Jurnal Sosiologi ROBBAYANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam BAYYIN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Journal of Islamic Community Development Jurnal Ilmiah Syi'ar
Claim Missing Document
Check
Articles

Bid’ah Hasanah dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif di Industri Fashion Bandung Hermansah, Tantan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-02

Abstract

This article try to provide an understanding about bid’ah in the creativity industry. Bid’ah is permissible and can be a means of strengthening Islamic bases. This research use qualitative method and Weber's social actions approach. The analysis concludes that creativity in the Muslim fashion industry falls within the category of religiously acceptable heresy. This study also concludes that in the Muslim fashion industry, the motives intended are not only economic motives, but also religious motives. This religious motive is used by producers as a means of developing Muslim societies through the provision of attributes required in consumers' efforts to behave obediently. Producers act as agents with religious motives to provide establishment in Muslim hijab communities. In addition, the producers are increase creativity and innovation, it is the basis of the adaptation and sustainability of a community entity. If creativity can be an abstract idea, innovation embodies it in a product that can be used by many people. In the industrial world, creativity and innovation become lives to survive and develop. If the industry is engaged in products related to Islam, then it must adjust to the rules in Islam. Creativity in Islam is often equated with the term bid'ah. Bid'ah in Islamic literature is still in question. Some people consider it as something permissible on condition that it must be following the Islamic law.Tulisan ini mencoba untuk memberikan pemahaman tentang bid’ah dalam industri kreatif. Bid’ah boleh dilakukan dan dapat menjadi sarana untuk memperkuat basis-basis ke-Islaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tindakan sosial Weber. Hasil analisis menyimpulkan kreativitas dalam industri fashion muslim masuk kategori bid’ah hasanah yang diperbolehkan oleh agama. Kajian ini juga menyimpulkan bahwa industri fashion muslim, motif yang dituju tidak hanya motif ekonomi. Namun motif agama juga menjadi tujuan. Motif agama ini digunakan oleh produsen sebagai sarana pengembangan masyarakat muslim melalui penyediaan atribut yang dibutuhkan dalam usaha konsumen untuk berperilaku taat. Produsen bertindak sebagai agen dengan motif religius untuk memberikan kemapanan dalam komunitas muslim berhijab. Pada kondisi ini produsen perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi yang merupakan dasar adaptasi dan keberlanjutan suatu entitas masyarakat. Jika kreativitas merupakan ide yang abstrak, inovasi mewujudkannya dalam suatu produk yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dalam dunia industri, kreativitas dan inovasi menjadi nyawa untuk bertahan dan berkembang. Jika industri bergerak pada produk-produk yang berkaitan dengan Islam maka ia harus menyesuaikan dengan aturan-aturan dalam Islam. Kreativitas dalam Islam sering disamakan dengan term bid’ah. Bid’ah dalam literatur Islam masih dipersoalkan. Beberapa kalangan menganggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.
The Families Resilience Issue dealing with the Village Empowerment Program: Implication for Social Development Hermansah, Tantan; Kusmana, Kusmana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2020.042-10

Abstract

The article explores concerning evaluation program that the government has implemented in people's villages. This study conducted a reformulation policy to increase better family resilience in the rural areas. The study uses a qualitative method and collecting data with interviews, documentation, and observation. The research finds that community development in the village showed a new social sustainability pattern with three main goals: structure, culture, and process. It is a new program considering establishing a reformulation of social policy as an objective program that promotes sustainable development. While the program's implementation faced an obstacle driven by the local elite, it gained collaborative action with the regency government. Thus, the village development's family resilience failed not to internalize to deeply life confidence, but they do not feel they have awareness. Also, they still consider that family resilience is not a part of community development program, so it is not implemented very well. In summary, the planning village development has been the case to the local elite who are still focal figures to be “a small kingship” in the village.
Biografi dan Pemikiran Tokoh Pemimpin Dakwah Islam Mama Ajengan Jenggot (KH. Mushlih Bin Abdurrozi) Afifah, Zahra Nur; Oktaviani, Sandra; Hermansah, Tantan
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v2i1.36

Abstract

Mama Ajengan Jenggot Mushlih, seorang ulama yang lahir di Loji, Karawang pada tahun 1905, mewarisi keturunan dari Bani Hasyim dan Wali Allah. Kiprahnya sebagai pemimpin spiritual tergambar melalui pembentukan Pondok Pesantren Al Mushlih, yang menjadi wakafnya. Keyakinan utamanya terfokus pada pentingnya pendidikan dalam Islam, di mana beliau percaya bahwa pengetahuan adalah kunci bagi pengembangan individu dan kemajuan masyarakat. Konsep moralitas dan karakter menjadi landasan kuat dalam ajaran beliau, menekankan pentingnya mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh dari guru-gurunya, termasuk pejuang kemerdekaan seperti KH. Zainal Mustafa, turut membentuk pemikiran Mushlih. Keterlibatannya dalam Masyumi dan NU, serta pengaruhnya terhadap keponakan dan teman seperjuangannya, mencerminkan peran politik dan militer yang dipegangnya dalam masyarakat Karawang. Kontribusi besar beliau bagi masyarakat Indonesia tercermin melalui dukungannya terhadap pendidikan Islam dan pembangunan pesantren. Pemikirannya menegaskan pentingnya toleransi antar agama dan budaya, dengan mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan perdamaian. Secara keseluruhan, KH Mushlih bin H. Abdurrozi memainkan peran krusial dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam yang terfokus pada pendidikan, moralitas, dan keragaman, sementara tetap berpegang teguh pada prinsip Ahlusunnah wal Jama'ah.
Hierarki Pengaruh Terhadap Kebijakan Redaksi: Studi Kasus di TV one dan Metro TV dalam Pemberitaan Pilpres 2024 Maria Ulfah; Zaeni Rokhi; Gun Gun Heryanto; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 4 No. 4 (2024): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v4i4.2438

Abstract

The relationship between television media tvOne and Metro TV and politics is a dilemmatic one, this can give rise to the attitude of each media in reporting the 2024 presidential election. A reality in a political moment is never completely neutral from political interpretation or capital patronage. In this case, the media is expected to be a watchdog in an ideal democratic system, but this cannot be realized according to its expectations. The aim of this research is to find out what the hierarchy of influence is in the editorial policies of tvOne and Metro TV in reporting on the 2024 presidential election. And what the hierarchical comparison looks like influence in editorial policy on reporting on the 2024 presidential election on tvone and metro tv. The research method used is qualitative, with a case study approach. In this research, the paradigm used is the critical paradigm. Data sources come from in-depth observations, interviews with tvOne News Anchor, Metro TV Senior Journalist and Senior Producer, and documentation regarding the 2024 presidential election on the tvOne and Metro TV YouTube channels. Of the five levels, namely Individual Level, Routine Level, Organizational Level, Extra Media Level and Ideology Level. The significant influence of these five levels is the Ideology Level, at this level the values ​​that are firmly held by tvOne and Metro TV in their reporting, including reporting on the 2024 Presidential Election.
PENCAPAIAN TUJUAN PROGRAM PENDAMPINGAN HIDROPONIK DI KOMUNITAS AGRADIPA DESA SODONG, KECAMATAN TIGARAKSA, KABUPATEN TANGERANG Rabbani, Hanifur; Hermansah, Tantan
Jurnal Kommunity Online Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jko.v4i2.35215

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman selain menggunakan tanah, yaitu dengan memanfaatkan air yang sudah dilarutkan nutrisi. Hidroponik bisa menjadi alternatif bagi petani yang memiliki lahan pertanian terbatas karena bisa dilakukan pada lahan yang tingkat kesuburan tanahnya rendah atau di wilayah yang padat penduduk. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pendampingan Komunitas Agradipa terhadap masyarakat Desa Sodong, serta untuk mengetahui pencapaian dari adanya pendampingan tersebut. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sebagai alatnya. Informan dalam penelitian ini yaitu pengurus Komunitas Agradipa, masyarakat Desa Sodong, dan peserta pendampingan hidroponik yang di adakan di komunitas tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan pendampingan yang dilalui oleh masyarakat melalui beberapa proses yaitu: 1) tahapan Animasi, 2) Tahapan Fasilitasi, dan 3) Tahapan Penghapusan Diri. Adapun pencapaian dari pemberdayaan kegiatan pendampingan ini yaitu membantu masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan keselarasan serta kebahagiaan secara non ekonomi yang meliputi relasi, keterlibatan masyarakat, penemuan makna hidup, optimisme yang realistis, dan resiliensi yang dimiliki oleh masing-masing individu masyarakat.
Pendekatan Partisipatif dalam Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Kebun Gizi Sari, Wanda Izzah Novita; Ningsih, Yusria; Hermansah , Tantan
Journal of Islamic Community Development Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2025.5.2.31-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan kader Posyandu melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kebun gizi dengan metode Asset Based Community Development (ABCD). Latar belakang penelitian adalah pentingnya penguatan kapasitas kader dalam memanfaatkan potensi lokal untuk pemenuhan gizi keluarga dan ketahanan pangan. Penelitian ini dilakukan di Dusun Kaliboto, dengan sasaran kader Posyandu yang terlibat dalam pengelolaan kebun gizi. Pendekatan ABCD dilaksanakan melalui enam tahap: inkulturasi, discovery, dream, design, define, dan destiny. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ABCD berhasil menggali aset komunitas, meningkatkan keterlibatan kader dalam seluruh proses, serta menghasilkan kebun gizi yang dikelola secara kolektif dan berkelanjutan. Kebun gizi ini berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga sekaligus memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen perubahan. Rekomendasi penelitian adalah perlunya dukungan kebijakan desa dan penguatan jejaring kemitraan agar model pemberdayaan berbasis aset ini dapat direplikasi di wilayah lain.
Dompet Dhuafa Development Communication in the DD Clinic Program, South Tangerang as a Form of Realizing SDGs Efforts Ahmad Rifqi Arief Maulana; Iza Ma’rifah; Edi Amin; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1749

Abstract

Dompet Dhuafa is a philanthropic institution whose funding comes from zakat, infaq, and shodaqoh. The donations are made by donors voluntarily. Equitable distribution of health care in efforts to improve SDGs is urgently needed, especially for the poor and isolated areas. The DD Clinic Ciputat Program, South Tangerang is a comprehensive, multidisciplinary service with an approach to improving the quality of life of patients and families facing health problems. This paper states that. As an analysis, this paper uses As an analysis Dompet Dhuafa is a philanthropic institution whose funding comes from zakat, infaq, and shodaqoh as well as the distribution of sacrificial animals. Distribution to areas in need (poor, underdeveloped, remote, disaster-prone, and conflict-prone areas) is divided into three theoretical dichotomies. First, the theory on Development Communication explains that Communication is an important partner in initiatives involving voluntary behavior change. The Islamic concept offered is Amal pious (عمل صالح) which explains sincere actions in carrying out worship or fulfilling religious obligations. Second, the Millennium Development Goals (MDGs), which emphasize the goals and responsibilities of all countries participating in the Millennium Summit, the Islamic concept offered is Ash-shodaqoh (الصَّدَقٰتِ) which is from the word sidq (sidiq) which means "truth". Third, the strategic communication of “Seven Threads” discusses the important aspects of development initiatives in the fields of health, nutrition, agriculture, family planning, education and community economy, while the Islamic concept is Basyiir (بَشِيْر) which means Bringer of good news. The findings are that Dompet Dhuafa is one of the philanthropic institutions. Its funding uses zakat, Infaq, and shodaqoh as well as the distribution of sacrificial animals. Dompet Dhuafa has a DD Clinic Program in Ciputat, South Tangerang, improving health for mustahiq. Distribution to areas in need, isolated areas are underdeveloped areas, remote areas, disaster-prone and conflict-prone.
Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Poster Film ‘Sore: Istri Dari Masa Depan’ Sirajuddin, Muhammad; Aniq Nahdia Lulu Annawawie; Tantan Hermansah
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 6 No. 2 (2025): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v6i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tanda yang terkandung dalam poster film Sore: Istri dari Masa Depan melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Poster film sebagai media promosi visual memiliki fungsi tidak hanya menyampaikan informasi dasar seperti judul, pemeran, dan tanggal rilis, tetapi juga menyampaikan pesan simbolik yang mengarah pada interpretasi makna yang lebih dalam. Menggunakan kerangka konsep signifier (penanda) dan signified (petanda) dalam semiotika Saussure, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen visual seperti spiral tangga, posisi tokoh, ekspresi wajah, serta tata warna bekerja membentuk sistem tanda yang menggambarkan tema perjalanan waktu dan relasi emosional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis visual terhadap unsur-unsur utama dalam poster. Hasil analisis menunjukkan bahwa poster film Sore tidak hanya merepresentasikan unsur futuristik dan romantisme, tetapi juga menciptakan makna ganda melalui pengulangan visual dan simbol ruang waktu. Dengan demikian, poster ini bukan sekadar alat promosi, tetapi menjadi teks visual yang mampu membangun imajinasi naratif penonton sebelum menonton film.
Podcast Mom’s Corner: Ruang Publik Digital untuk Pemberdayaan Perempuan sebagai Ibu Ideal Ramadhani, Farrany Alifia; Sanjaya, Makroen; Hermansah, Tantan
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.446

Abstract

YouTube as a digital platform, has great potential to deliver educational content. However, in reality, the majority of creators still produce mainstream entertainment content, so its educational function has not been optimized. In this context, the momscorner podcast has emerged with themes of motherhood and parenting, which have the potential to become an alternative digital public space for women to discuss the concept of the ideal mother in line with the times. This study aims to verify whether the momscorner podcast truly fulfills this role. The theoretical framework of this study refers to the public sphere theory (Habermas) and YouTube as a participatory culture (Jenkins). The research approach used is qualitative with a virtual ethnography method, with data collection through observation of podcast content and in-depth interviews with the creative team managing momscorner. This study found that the momscorner podcast is not only a medium of communication but also a discursive space that allows women to share experiences, expand their knowledge, and gain emotional support. Through content that discusses issues of parenting, child education, and mental health, this podcast helps women open up new insights into the meaning of “ideal mother.” Thus, momscorner acts as a digital public space that encourages women’s empowerment. Keywords:  Digital Public Space; Participatory Culture; Podcast; Women’s Empowerment; Ideal Mother.YouTube sebagai salah satu platform digital memiliki potensi besar dalam menghadirkan konten edukatif, namun realitasnya mayoritas kreator masih memproduksi konten hiburan yang bersifat mainstream sehingga fungsi edukatif belum optimal. Dalam konteks ini, podcast momscorner hadir dengan mengangkat tema motherhood dan parenting yang berpotensi menjadi ruang publik digital alternatif bagi perempuan untuk berdiskusi mengenai konsep ibu ideal sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah podcast momscorner benar-benar beroperasi memenuhi peran tersebut. Kerangka teoretis penelitian ini merujuk pada teori public sphere (Habermas) dan Youtube sebagai Budaya Partisipasi (Jenkins). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi virtual, dengan pengumpulan data melalui observasi konten podcast, serta wawancara mendalam dengan tim kreatif pengelola momscorner. Studi ini menemukan bahwa podcast momscorner tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga ruang diskursif yang memungkinkan perempuan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas pengetahuan, serta mendapatkan dukungan emosional. Melalui konten yang membahas isu pengasuhan, pendidikan anak, hingga kesehatan mental, podcast ini membantu perempuan membuka wawasan baru mengenai makna “ibu ideal”. Dengan demikian, momscorner berperan sebagai ruang publik digital yang mendorong pemberdayaan perempuan.Kata kunci: Ruang Publik Digital; Budaya Partisipatif; Podcast; Pemberdayaan Perempuan; Ibu Ideal. 
ANALYSIS OF THE READINESS OF MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS EMPLOYEES ON THE ISSUE OF IKN NUSANTARA RELOCATION IN THREE PTKIN Muhammad Fanshoby; Tantan Hermansah; Nofia Natasari
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v9i2.446

Abstract

The urgency of relocating the national capital to IKN Nusantara is rooted in its symbolic representation of the nation's identity. The capital's significance is sensitive, serving as a cornerstone of national symbols and unity. The Ministry of Religious Affairs (Kemenag) is at the forefront of promoting national unity through its campaign on religious moderation, essential for IKN Nusantara's development. State Islamic Religious Universities (PTKIN), under Kemenag, lead in studying religious moderation. PTKIN's pivotal role in strengthening national unity aligns with IKN Nusantara's objectives. This study aims to assess the readiness of PTKIN employees towards IKN Nusantara within the Ministry of Religious Affairs. Using a quantitative survey approach, data from 95 PTKIN employees in UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, and UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten were analyzed. Results indicate UIN Jakarta, followed by UIN Banten and UIN Bandung, as most prepared for the move. Readiness also varies with age, service duration, and gender, with male employees showing higher readiness to relocate to IKN.
Co-Authors Abd. Mujib Adnan Affan Rizqillah Aulia Afifah, Zahra Nur Agung Setyo Budi AGUNG SETYO BUDI Ahmad Rifqi Arief Maulana Amallah, Nurlaillah Sari Andi Faisal Bakti & Venny Eka Meidasari Andi Fakhrullah Aniq Nahdia Lulu Annawawie Anugrah , Gilang Tresna Putra Aprianto, Denny Arief Tri Setiawan Athik Hidayatul Ummah Aura Syifa’unnisa Bakti, Andi M. Faisal Dede Mercy Rolando Dela Amaliya Khoiro Denny Aprianto Dessy, Dessy Kushardiyanti Dewi Rahmayuni Dimas Firli Maulana Dwi Arini Yuliarti Edi Amin Eko Yudi Prasetyo Fadhila, Nurul Fanshoby, M. Fanshoby, Muhammad Fansoby, Muhammad Farida, Ade Rina Fita Fathurokhmah fuad, anisul Gazi Gazi Gazi, Gazi Gun Gun Heryanto Gun Gun Heryanto Hasbullah, Muhammad Najmudin Hayat, Heni Ishmatun Nisa Iza Ma’rifah Jumroni Jumroni, Jumroni Khairatul Jannah Kiky Rizky Kiky Rizky KIKY, Rizky Amalia Kusmana Kusmana Kusmana Kusmana Laras Lestari, Dewi Lestari, Dewi Laras LIA AMALIA M. Iqbal Nur Aulia Fazri Ma'rifah, Iza Maisaroh Maisaroh MARIA ULFAH Ma’rifah, Iza Monarshi, Evri Rizqi Monarshi, Evri Rizqi Muhammad Iqbal Muhammad Ismail Muhammad Najmudin Hasbullah Muhammad Sirajuddin Muhammad Yudhi Lutfi Muhsan, Aryani Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi, Muhtadi Nabilah Nabilah Nabilah Nabilah, Osha Naschihah Nasichah Nasichah Nasichah Nasichah, Nasichah Ningsih, Yusria Nisa, Ishmatun Nofia Natasari Novi Andayani Praptiningsih Novianty, Fifi Novita Misika Putri Nur Afifah, Zahra Nur Rahman, Wildian Fajrin Nurul Fadhila Oktaviani, Sandra Praptiningsih, Novi Andayani Rabbani, Hanifur Rahmah Ningsih, Rahmah Rahmah, Atiqah Rahman, Mila Amalia Rahmayuni, Dewi Rakib, Kanjul Ramadhani, Farrany Alifia Ries Dyah Fitriyah Rini Laili Prihatini Risdawati Risdawati Risdawati, Risdawati Risna Siti Rahmah Rizky, Kiky Sabrina, Yuslimatu Sanjaya, Makroen Sanjaya, Makroen Sanjaya Saraka, Muh. Yahya Sari, Wanda Izzah Novita Setiawan, Arief Tri Sofyan Sjaf Sokhi Huda Sondi Silalahi Sri Arnita Sri Rahayu susanti, mimah Syifa’unnisa, Aura Tresna Putra Anugrah, Gilang WG Pramita Ratnasari yazid hady, yazid Yudi Ariski Zaeni Rokhi