p-Index From 2021 - 2026
10.369
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal on Mathematics Education (JME) Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Journal on Mathematics Education (JME) Jurnal Riset Pendidikan Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Elemen Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Edumatsains Journal of Research and Advances in Mathematics Education Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Medives KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Jurnal Analisa JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Jurnal SOLMA Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Beta: Jurnal Tadris Matematika SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Prima: Jurnal Pendidikan Matematika SIGMA Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education SAP (Susunan Artikel Pendidikan) MEJ (Mathematics Education Journal) Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia BIORMATIKA : JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Mandalika Mathematics and Educations Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Range : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Idealmathedu: Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Inovasi Kurikulum Unnes Journal of Mathematics Education Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika AFORE: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif Journal on Mathematics Education Research Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Progresif Journal on Mathematics Education SJME (Supremum Journal of Mathematics Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Adversity Quotient (AQ) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Al’atif, Afroh Mahfudoh; Priatna, Nanang; M., Bambang Avip Priatna
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.313 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1771

Abstract

Kecerdasan kesulitan (adversity quotient) dalam menghadapi tantangan menjadi salah satu hal penting dalam pembelajaran matematika. Karena dengan memiliki kecerdasan tersebut, seseorang memiliki daya juang dalam merespon kesulitan dalam pembelajaran matematika yang berasal dari dalam dirinya sendiri sehingga dapat mempengaruhi kemampuan matematisnya. Kemampuan matematis yang perlu dimiliki siswa salah satunya adalah kemampuan komunikasi matematis. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa dengan AQ tipe Climber, Camper, dan Quitter. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis dan angket adversity quotient (AQ). Teknik analisis data menggunakan uji non-parametrik yaitu dengan Uji Kruskal Wallis H. Berdasarkan hasil uji Kruskall Wallis diperoleh bahwa nilai sig. 0,843 > ? = 0,05, maka Ho diterima dan nilai Chi-Square hitung diperoleh 0,342 < ????2 tabel = 5,99, maka Ho diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memiliki tingkatan AQ (climber, camper, quitters). Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMA.
Students' Computational Thinking Ability in Calculating an Area Using The Limit of Riemann Sum Approach Enjun Junaeti; Tatang Herman; Nanang Priatna; Dadan Dasari; Dadang Juandi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2480

Abstract

Melatih kemampuan berpikir komputasional mahasiswa membuka peluang untuk lebih menguasi konsep, menganalisis permasalahan, dan membangun solusi dunia nyata. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemampuan berpikir komputational mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer berupa kemampuan abstraksi, dekomposisi, berpikir algoritmik, dan generalisasi. Metode penelitian yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pembelajaran dilakukan kepada 40 mahasiswa semester 1 (satu) secara kolaboratif dalam penyelesaian masalah luas daerah dengan pendekatan limit. Pada akhir pembelajaran mahasiswa diberikan soal tes kemampuan berpikir komputasional mahasiswa. Jawaban tes setiap mahasiswa dianalisis dari segi sisi fungsi mental yang muncul untuk mengetahui karakteristik akusisi kemampuan penyelesaian masalah. Pada penelitian yang telah dilakukan mahasiswa dikategorikan dalam kelompok novice, advanced beginner, competent, proficient, dan expert berdasarkan karakter penyelesaian masalahnya. Pada umumnya setiap mahasiswa telah memiliki kemampuan berpikir algoritmik. Sebagian besar mahasiswa (kecuali kategori novice) juga telah mampu mengabstraksi dan mendekomposisi permasalahan. Sedangkan kemampuan pengenalan pola baru terlihat pada mahasiswa dengan kategori competent, proficient, dan expert. Training students' computational thinking ability provides opportunities to comprehend concepts, analyse problems, and build solutions in real-life contexts. The purpose of the study was to analyse the computational thinking abilities of Computer Science Education students, i.e., abstraction, decomposition, algorithmic thinking, and generalization abilities. The research method used was a case study with a descriptive qualitative approach. The learning process was conducted by 40 students for semester 1 (one) semester collaboratively in solving area problems using the limit approach. At the end of the lesson, the students were tested through students' computational thinking abilities. Each student's answers were analyzed in terms of the mental functions that emerged to determine the characteristics of the acquisition of problem-solving ability. In this study, the students were categorized into groups of novices, advanced beginner, competent, professional, and expert based on the natures of their problem solving. In general, every student had the ability to think algorithmically. Most students (except the novice category) were able to abstract and unravel the problems. Meanwhile, the ability to recognize new patterns were demonstrated by the students in the competent, professional, and expert categories.
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Materi Matriks Berdasarkan Skema Fong Benny Wahyudi; Syifa Mardliyah; Nanang Priatna
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 04 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i04.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi matriks. Jenis penelitian iniadalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tertulis. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI AK-A dengan pengambilan subjek 16 siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jenis-jenis kesalahan yang muncl saat siswa menyelesaikan soal HOTS berdasarkan skema Fong adalah: (1) Tidak ada solusi (E1), (2) Menggunakan metode yang tidak relevan (E2), (3) Skema tidak lengkap tidak ada kesalahan, (4) Skema tidak lengkap dengan kesalahan, (5) Skema lengkap dengan kesalahan. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa adalah kurangnya kemampuan dalam memahami dan mencermati soal, tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal HOTS, tidak memahami konsep materi matriks dan soal penerapan materi matriks, tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal, tidak teliti dalam melakukan operasi perhitungan dan tidak mengecek kembali jawaban, tidak paham dengan perhitungan yang digunakan.
Analysis of STAD model on students with low abilities in learning geometry Samsul Pahmi; Nanang Priatna; Karina Yulianti; Fitria Nurulaeni; Akash Satish Kumar
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v11i1.13723

Abstract

This research is based on the mathematics learning outcomes of elementary school students which are still low in terms of student learning outcomes. The current study reveals that as many as 66.67% of students have not been able to achieve the minimum requirements, especially in the section of geometry; reflecting a need to improve mathematics learning outcomes. This gap in learning outcome is due to the fact that a majority of students tended to be passive during learning. The STAD learning model is a learning model that emphasizes student activities and interactions for learning mathematics in the classroom. The research design used in this study is a one group pretest posttest design. The sampling method used in the study was purposive sampling from a class of thirty elementary school students with issues related to mathematical abilities. Data collection techniques consist of primary sources in the form of tests, interviews, and observations, while secondary sources include documentation and literature studies. The data analysis technique used is the t-test (or using the Wilcoxon test if the data is not normally distributed), and the Gain Test. The results showed that there is a positive influence of STAD model on learning outcomes.
LEARNING OBSTACLE PADA MATERI INTEGRAL (ANTIDERIVATIVE) DALAM TEORI SITUASI DIDAKTIS Lina Nurhayati; Nanang Priatna; Tatang Herman; Dadan Dasari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.24 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6470

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui learning obstacle yang dialami mahasiswa Teknik dalam menyelesaikan masalah integral sebagai antiderivative. Penelitian ini didasarkan pada hasil observasi awal terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa Teknik Sipil. Tidak sedikit mahasiswa Teknik Sipil yang menganggap materi integral merupakan materi yang sulit. Materi integral menjadi materi yang penting karena merupakan prasyarat dalam mata kuliah lain pada program studi Teknik Sipil Learning obstacle bagian dalam teori situasi didaktis yang hasil penelitiannya sangat penting untuk dijadikan dasar dalam membuat desain didaktis pada DDR untuk meminimalisir learning obstacle tersebut.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.. Sampel penelitian dua kelompok mahasiswa Teknik Sipil di Universitas Sangga Buana di Kota Bandung. Data penelitian diperoleh melalui instrument TKR pemahaman konsep integral yang dilaksanakan secara daring untuk kelompok pertama (5 orang mahasiswa) dan luring untuk kelompok kedua (9 orang mahasiswa), dilanjutkan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik mengalami Ontogenical learning obstacle psikologis dan konseptual serta epistemological learning obstacle. Mahasiswa cenderung lemah pada konsep dasar materi prasyarat termasuk perhitungan bilangan dan operasi aljabar, cenderung dan kesulitan dalam menginterpretasikan rumus integral sehingga sulit untuk memecahkan masalah dengan menggunakan integral.AbstractThis study aims to determine the learning obstacles experienced by Engineering students in solving integral problems as antiderivatives. This research is based on the results of initial observations of the problems experienced by Civil Engineering students. Not a few Civil Engineering students consider integral material to be difficult material. Integral material becomes important material because it is a prerequisite in other subjects in the Civil Engineering study program. Learning obstacle is part of the theory of didactic situations whose research results are very important to be used as a basis for making didactic designs in DDR to minimize these learning obstacles.. The research method used is descriptive qualitative research.. The research sample is two groups of Civil Engineering students at Sangga Buana University in Bandung City. Research data were obtained through the TKR instrument for understanding integral concepts which were carried out online for the first group (5 students) and offline for the second group (9 students), followed by interviews. The results showed that engineering students experienced psychological and conceptual ontogenical learning obstacles and epistemological learning obstacles. Students tend to be weak in the basic concepts of prerequisite material including number calculations and algebraic operations, tend to and have difficulty interpreting integral formulas making it difficult to solve problems using integrals.
Analisis Kemampuan Literasi Statistis Siswa Madrasah Tsanawiyah dalam Materi Statistika Iyam Maryati; Nanang Priatna
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 2 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.662 KB)

Abstract

Rendahnya Kemampuan literasi statistis pada siswa menengah pertama merupakan fokus masalah dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi statistis siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Garut Tahun Ajaran 2016/2017 kelas VIII dalam materi statistika khususnya yang berkaitan dengan bahasan penyebaran data dan pemusatan data berdasarkan indikator-indikator kemampuan literasi statistis ditinjau dari membaca data statistika, memahami konsep statistika, mengkomunikasikan proses pengolahan data statistika, dan mempresentasikan hasil pengolahan data statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk studi kasus. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 35 orang siswa. Hasil analisis data menunjukkan kemampuan siswa dalam membaca data statistika yang diberikan dalam bentuk tabel, diagram dan grafik sebesar 35%, kemampuan siswa dalam memahami konsep sebesar 32%, kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan proses pengolahan data sebesar 30%, serta kemmapuan siswa dalam mempresentasikan hasil pengolahan data sebesar 28%. Adapun kesimpulan dari analisis tersebut dapat dikategorikan rendah karena masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimum. Kata kunci: literasi statistis ABSTRACT The low statistical literacy ability of junior high school students is the focus of the problem from this study. The purpose of this study is to analyze the ability of students statistical literacy on Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut 2016/2017 grade VIII in statistics topics especially related to the discussion of data dispersion and central tendency based on indicators of statistical literacy ability in terms of reading statistical data, understand the concept of statistics, communicating the process of statistical data processing, and presenting the results of data processing statistics. The research method used is a qualitative descriptive method with a case study. Subjects in this study amounted to 35 students. The data analysis showed that students ability in reading statistical data given in the form of tables, diagrams, and graphs is on 35%, students' ability in understanding the concept is on 32%, students' ability in communicating data processing process is on 30%, and students' ability in presenting then processing result data is on 28%. The conclusions of the analysis can be categorized as low because it is still below the criteria of mastery learning Keywords: statistical literacy
Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Translasi Representasi Matematis Mahasiswa Pada Materi Program Linear Khairunnisa Khairunnisa; Darhim Darhim; Nanang Priatna; Dadang Juandi
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.264 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i2.8051

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes kemampuan translasi representasi matematis mahasiswa pendidikan matematika pada materi program linear. Metode penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan instrumen menggunakan tujuh langkah dalam mengembangkan tes. Tahapan penelitian yang terdiri dari preliminer, evaluasi dan revisi, serta konfirmasi merupakan adaptasi dari tujuh langkah tersebut.  Tahap preliminer memuat empat langkah pertama, yaitu mendefinisikan konstruk yang diukur, mendefinisikan populasi target, mengkaji tes-tes yang berkaitan, dan mengembangkan prototipe. Tahap kedua memuat langkah ke lima dan ke enam; mengevaluasi prototipe, memperbaiki tes. Tahap konfirmasi memuat langkah ketujuh, mengumpulkan bukti yang mendukung reliabilitas dan validitas instrumen. Pada tahap evaluasi dan revisi terdapat validasi dari ahli yang data kuantitatifnya dianalisis dengan metode Gregory dan data uji coba lapangan diolah dengan aplikasi winstep. Pengolahan data dari uji lapangan menghasilkan satu indikator tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan translasi pada indikator dari representasi verbal ke representasi simbolis. Produk akhir berupa instrumen kemampuan translasi representasi matematis mahasiswa yang terdiri dari empat buah soal uraian. Materi program linear mencakup pemodelan program linear, penyelesaian program linear menggunakan metode grafik dan simpleks, primal dan dual, serta kasus khusus pada program linear dengan delapan indikator.Kata Kunci: Translasi Representasi, Instrumen Representasi, Program Linear, Pengembangan Tes 
The CORE Learning Model of Junior High School Students for Improving the Mathematical Reasoning Ability Khairini Atiyah; Nanang Priatna
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.603 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i2.7871

Abstract

Abstract. Mathematical reasoning is a skill that must be owned by students. The lack of students' reasoning ability is caused by the teacher's lack of ideas in applying the learning model. The CORE is one of the appropriate learning models to be applied in class This study aims to determine the effect of the CORE learning model on the mathematical reasoning ability of junior high school students, to describe the improvement in students' mathematical reasoning ability after the implementation of the CORE and to determine the advantages of the CORE from the analysis of several literatures library. The research approach used is qualitative literature study. The data collection method used is documentation, which is like tracing written sources that contain the same topics and themes as this study, namely the application of the CORE to improve the mathematical reasoning ability of junior high school students. The results showed that the student's responses to the CORE learning model were positive. The results of this study are that the CORE influence students' mathematical reasoning ability in mathematics learning and the CORE learning model can improve junior high school students' mathematical reasoning ability.Keywords: CORE Learning Model, Mathematics, Mathematical Reasoning.
KEMAMPUAN PROBABILISTIC THINKING PESERTA DIDIK SMP DALAM MATERI PELUANG Atika Defita Sari; Dadan Dasari; Nanang Priatna; Tatang Herman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6545

Abstract

Kemampuan probabilistic thinking merupakan kemampuan siswa berpikir dalam menanggapi berbagai masalah probabilistik. Masalah probabilistik merupakan masalah yang mengandung ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan probabilistic thinking siswa berdasarkan KMS dan ditinjau melalui tiga konstruksi. Subjek penelitian ini merupakan siswa SMP kelas IX yang telah mempelajari materi peluang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode studi kasus. Pada penelitian ini diperoleh bahwa siswa dengan KMS rendah memiliki tingkat probabilistic thingking pada level 1-3 yang cenderung masih menggunakan pemikiran subjektif dalam menjawab permasalahan probabilistik, berbeda dengan siswa yang memiliki KMS sedang dan tinggi sudah mulai menggunakan pendekatan kuantitatif. Sehingga, level probabilistic thinking siswa beragam tergantung KMS, pengalaman dan penggunaan bahasa.
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI SPLDV : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Aulia Adytia Putri; Nanang Priatna
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 8 No. 1 (2023): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/symmetry.v8i1.8094

Abstract

Mathematics education is crucial for survival, therefore it is expected that students have good mathematical ability and attitude, one of which is the ability to solve mathematical problems so that there are no more mistakes in solving problems on the SPLDV material. The ability to solve mathematical problems is one of the abilities that students must have in the 21st century. This research will examine literature using a systematic literature review related to how students make mistakes in solving mathematical problems on the SPLDV material. The literature criteria used in this study are journal articles indexed by Sinta or Google Scholar with a maximum publication year of the last 5 years (2019-2023). The purpose of this study is to identify, review, and draw conclusions from relevant literature on how students make mistakes in solving mathematical problems on the SPLDV material. By conducting this research, it can provide information related to how students make mistakes in solving mathematical problems on the SPLDV material as well as opportunities to conduct research on student mistakes in solving mathematical problems on other materials.
Co-Authors Aan Subhan P Aflich Yusnita Fitrianna Agna Ilma Taofik Agustyani, Anggit Reviana Dewi Aisyah Rahmayantri Akash Satish Kumar Alfi Syahraini Al’atif, Afroh Mahfudoh Anggareni, Peni Arif Muchyidin Atika Defita Sari Atiyah, Khairini Aulia Adytia Putri Avip Priatna, Bambang Avip, Bambang Balkist, Pujia Bambang Avip Bambang Avip Priatna Martadiputra cakrawala Benny Wahyudi Bustaren, Bill Chairy Rizki Dadan Dasari Dadang Juandi Dadang Juandi Darhim Darhim Dendy Maulana Gusmawan Dewi Ranti Diana Ayu Wulandari Didi Suryadi Dita Oktavihari EfridaMuchlis, Effie Enjun Junaeti Fadilla Hidayatulloh, Natasya Fajriyati, Shanti Nur Fatimah, Siti Fatmiyati, Novita Fauziyyah, Farah Fitria Nurulaeni Fitria, Wenny Gusmawan, Dendy Maulana Hanifa Dina Aulia Dewi Umbara Hastri Rosiyanti, Hastri Herizal Herizal Husni, Niakmatul Iffa Hanifah Rahman Iik Nurhikmayati, Iik Indriani, Ulfa Dwi IYAM MARYATI Iyam Maryati Jarnawi Afgani Dahlan Junaeti, Enjun Kadarisma, Gida Kadir, Kamaliyah Karina Yulianti Kartika Yulianti Kertayasa, I Ketut Khairini Atiyah Khairunnisa Khairunnisa Kintan Tyara Augie Kusnandi Kusnandi Kusnandi, Kusnandi Laia, Harun Onesimus Laila, Alya Nur Najmi Laili Rahmawati Lethulur, Nelma Dortje Lina Nurhayati Lorenzia, Silviana Ayu Lutfi, Jasmine Salsabila M Fikri Hamdani M., Bambang Avip Priatna Marpaung, Cichi Farhan Syahmar Minasyan, Sona Muchamad Subali Noto Muchlis, Effie Efrida Muchlis, Effie Efrida Muchyidin, Arif Muhaimin, Lukman Hakim Mulyati Mustika Sari, Rika Mursidah, Mursidah N. Nurjanah Nadya Syifa Utami Nasir, Norma Nurdiyah Kurniati Nurjanah Nurjanah, Nurjanah Nurmala Setianing Putri Nurwita, Faizah Oktavihari, Dita Pahmi, Samsul Pieter Zakarias Tupamahu Puteri, Alycia Rahmah Kamilah Putri Wahyuni Putri, Aulia Adytia Raisatunnisa Ratu Sarah Fauziah Iskandar Rika Mulyati Mustika Sari Rizky Rosjanuardi Rudi Susilana, Rudi Rusman Saleh Nugraha Haryadin Saputra, Andari Saputra, Andari Sholikhakh, Rizqi Amaliyakh Sholikhakh Siti Fatimah Sitti Nur Astuti S. Sufyani Prabawanto, Sufyani Sugama Maskar Sugiman Sugiman Suhendra Suhendra Suhendra, S Sukma, Yovika Sumanang Muhtar Gozali Sumaryanta Sumaryanta Susilawati, Intan Syafdi Maizora Syahbudin, Fauzan Syifa Mardliyah Taofik, Agna Ilma Tatang Herman, Tatang TATI NURHAYATI Turmudi Ulfa, Nadia Vipi Alvyanita Wenny Fitria Yaya S. Kusumah Yaya Sukjaya Kusumah Yovika Sukma Z, Yulia Rahmawati