Vocational Education for Children with Special Needs (CSN) in special schools continues to face challenges, including limited relevant skill development, a lack of adaptive vocational learning methods, and insufficient focus on fostering student independence. To address these issues, this community service program implemented decoupage training as an alternative vocational skill that is accessible and suitable for the learning characteristics of CSN at SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo as the program partner. The program employed a participatory and collaborative approach involving coordination with the partner school, development of step-by-step visual learning materials, technique demonstrations, hands-on practice, and intensive mentoring by the PKM team and supporting teachers. The training involved 15 junior and senior high school students. The results indicate direct improvements in participants’ fine motor skills, ability to follow procedural instructions, creativity, and self-confidence during the learning process. In addition, the program had an immediate institutional impact by strengthening teachers’ capacity to implement adaptive vocational instruction and by providing supporting resources for continued learning activities. Overall, the decoupage training contributed to the development of foundational vocational skills and supported the implementation of sustainable vocational education for CSN in the partner school.ABSTRAKPelaksanaan pendidikan vokasional bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan keterampilan yang relevan, minimnya metode pembelajaran vokasional yang adaptif, serta belum optimalnya kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian peserta didik. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melaksanakan pelatihan teknik decoupage sebagai alternatif keterampilan vokasional yang mudah dipelajari dan sesuai dengan karakteristik belajar ABK di SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo sebagai mitra kegiatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui koordinasi dengan mitra, penyusunan materi visual step-by-step, demonstrasi teknik, praktik langsung, serta pendampingan intensif oleh tim PKM dan guru pendamping. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 15 peserta didik tingkat SMP dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus, kemampuan mengikuti instruksi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta dalam menghasilkan karya decoupage sederhana. Dampak kegiatan ini terlihat pada penguatan dasar keterampilan vokasional peserta serta peningkatan kapasitas sekolah mitra dalam menyelenggarakan pembelajaran vokasional yang adaptif dan berkelanjutan. Luaran kegiatan secara umum berupa dokumentasi dan publikasi kegiatan.