Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Bahaya dan Etika Merokok dalam Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on the Dangers and Ethics of Smoking in an Effort to Protect Public Health in Sakay Village in 2025 Almagqfira, Alysa; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.443

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular serta menurunkan kualitas lingkungan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan etika merokok turut memengaruhi perilaku merokok yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan etika merokok di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah kegiatan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada 62 responden. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden pada kategori baik sebesar 45,2%, cukup 50%, dan kurang 4,8%. Setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu 100% responden berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan etika merokok. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku merokok yang lebih bertanggung jawab serta mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat. Smoking remains a public health problem that contributes to an increased risk of non-communicable diseases and reduces environmental quality. The lack of public understanding of the dangers and ethics of smoking also influences irresponsible smoking behavior. This activity aims to increase public knowledge and awareness of the dangers and ethics of smoking in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a health education activity with a lecture and interactive discussion approach, as well as evaluation through pre-tests and post-tests of 62 respondents. The pre-test results showed that the respondents' knowledge level was 45.2% in the good category, 50% in the fair category, and 4.8% in the poor category. After the education, the post-test results showed a significant increase, with 100% of respondents in the good category. These results indicate that the education activity was effective in increasing public knowledge about the dangers and ethics of smoking. It is hoped that this activity can be a first step in shaping more responsible smoking behavior and supporting the creation of a healthier village environment.
Edukasi Rumah Bebas Jentik sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Larvae-Free Homes as a Dengue Fever Prevention Effort in Sakay Village in 2025 Tapa, Nurlia S.; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.444

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi di wilayah tropis, termasuk di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan rumah bebas jentik melalui gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif disertai evaluasi pre-test dan post-test terhadap 62 peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan DBD, cara penularan, dampak penyakit, serta penerapan 3M Plus dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan. Sebelum kegiatan, tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 43,5%, cukup 38,7%, dan kurang 17,7%. Setelah penyuluhan, kategori baik meningkat menjadi 88,7%, cukup menurun menjadi 11,3%, dan kategori kurang menjadi 0%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus dan diharapkan dapat berkelanjutan guna mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat di tingkat desa. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a public health issue that still frequently occurs in tropical regions, including Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness in creating mosquito-free homes thru the 3M Plus movement as a dengue prevention effort. The method used is participatory educational outreach accompanied by pre-test and post-test evaluations for 62 participants. The material provided includes an introduction to dengue fever (DBD), modes of transmission, the impact of the disease, and the application of the 3M Plus method in daily life. The results of the activity show an increase in public knowledge after the counseling. Before the activity, the level of knowledge in the good category was 43.5%, sufficient 38.7%, and poor 17.7%. After the counseling, the good category increased to 88.7%, the sufficient category decreased to 11,3%, and the poor category became 0%. This activity is effective in increasing the community's knowledge about DBD prevention thru the application of 3M Plus and is expected to be sustainable to support community-based DBD control at the village level.
Edukasi Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Pengetahuan Gizi Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Stunting Prevention through Improving Community Nutrition Knowledge in Sakay Village in 2025 Lansugi, Sri Yulianti M.; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.445

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan Untuk memberikan edukasi Kepada masyarakat tentang penyebab stunting, serta Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan metode penyuluhan partisipatif dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 62 responde. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan Stunting dari 79,84 % menjadi 94,03 % dan sikap positif mencapai 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku untuk mencegah terjadinya Stunting di kalangan ibu hamil, ibu balita, dan remaja. This community service activity aims to provide education to the community about the causes of stunting, as well as to evaluate the increase in community knowledge and attitudes in efforts to prevent stunting and its impact on child growth and development. The activity was carried out in Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency, with a participatory counseling method and evaluation through pre-test and post-test on 62 respondents. The results of the activity showed an increase in knowledge of stunting from 79.84% to 94.03% and a positive attitude reaching 100%. This activity is effective in increasing awareness and encouraging behavioral changes to prevent stunting among pregnant women, mothers of toddlers, and adolescents
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Community-Based Household Waste Management Education in Sakay Village in 2025 Alamsyah, Moh. Fajar; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.448

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat. Pengelolaan Sampah Tingkat Rumah Tangga dilaksanakan di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari aparat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok pengelola sampah. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat kategori baik dari 29,0% pada pre-test menjadi 91,9% pada post-test. Sikap positif masyarakat juga meningkat dari 98,4% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tingkat rumah tangga. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. The problem of household waste remains a challenge in efforts to improve community environmental health. Household Waste Management was implemented in Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency with the aim of improving community knowledge and attitudes through a participatory approach. This activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and waste management groups. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, through counseling, interactive discussions, and evaluation of knowledge and attitudes before and after the activity. The activity stages included preparation, implementation of counseling, interactive discussions, and evaluation. The results showed an increase in community knowledge in the good category from 29.0% in the pre-test to 91.9% in the post-test. The community's positive attitude also increased from 98.4% to 100%. These results indicate that community-based counseling is effective in increasing community literacy and awareness of household waste management. This program is expected to become a model for community empowerment in creating a clean, healthy, and sustainable environment.
Edukasi Pencegahan Malaria melalui Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Malaria Prevention through Increasing Community Knowledge in Sakay Village in 2025 Amalia, Risqa; Dwicahya, Bambang; Kanan, Maria
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.449

Abstract

Desa Sakay, Kecamatan Totikum, merupakan wilayah yang memiliki faktor risiko penularan malaria akibat kondisi lingkungan dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria melalui program penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan partisipatif yang disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 62 responden. Materi yang diberikan meliputi pengertian malaria, penyebab dan cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan seperti penggunaan kelambu berinsektisida, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari gigitan nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif setelah dilakukan penyuluhan. Pada pre-test, responden dengan kategori pengetahuan baik sebesar 40,3%, cukup 53,2%, dan kurang 6,5%. Setelah penyuluhan (post-test), kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 98,4%, cukup menurun menjadi 1,6%, dan tidak terdapat lagi responden dengan kategori kurang (0%), dan sikap positif terhadap perilaku pencegahan mencapai 100%. Kegiatan Program penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria. Sakay Village, Totikum District, is an area with risk factors for malaria transmission due to environmental conditions and low public understanding of disease prevention. This community service activity aims to increase public knowledge about malaria through a health education program. The method used is educational education with a participatory approach accompanied by evaluation using pre-tests and post-tests for 62 respondents. The material provided includes the definition of malaria, causes and modes of transmission, symptoms, and prevention efforts such as the use of insecticide-treated bed nets, maintaining environmental cleanliness, and avoiding mosquito bites. The results of the activity showed an increase in descriptive knowledge after the education. In the pre-test, respondents with good knowledge were 40.3%, sufficient 53.2%, and poor 6.5%. After the education (post-test), the good knowledge category increased to 98.4%, sufficient decreased to 1.6%, and there were no more respondents with poor (0%) category, and positive attitudes towards preventive behavior reached 100%. This outreach program activity has proven effective in increasing public knowledge regarding malaria prevention.
Edukasi Pengelolaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga untuk Meningkatkan Sanitasi Lingkungan di Desa Sakay Tahun 2025: Household Wastewater Management Education to Improve Environmental Sanitation in Sakay Village in 2025 Alamsyah, Moh. Fajar; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.450

Abstract

Fasilitas pembuangan air limbah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, terutama ketika air limbah domestik dibuang langsung ke halaman, selokan terbuka, atau badan air tanpa pengelolaan standar kesehatan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pengelolaan pembuangan air limbah rumah tangga di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari pejabat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan rumah tangga. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan deskriptif pada pengetahuan masyarakat. Responden dalam kategori pengetahuan baik meningkat dari 67,7% pada pretest menjadi 87,1% pada posttest. Kategori pengetahuan sedang menurun dari 24,2% menjadi 9,7%, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 8,1% menjadi 3,2%. Dari segi sikap, responden dengan sikap positif tetap sebesar 88,7% baik pada pra-uji maupun pasca-uji. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan pengelolaan air limbah rumah tangga meningkatkan pengetahuan masyarakat, meskipun tidak menunjukkan perubahan pada kategori sikap. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan bantuan teknis, pemantauan fasilitas air limbah rumah tangga, dan pengembangan hasil konkret seperti model fasilitas pembuangan air limbah untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan dapat diterjemahkan ke dalam praktik sanitasi berkelanjutan. Household wastewater disposal facilities remain a challenge in improving environmental sanitation, particularly when domestic wastewater is discharged directly into yards, open drains, or water bodies without proper health-standard management. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding household wastewater disposal management in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and household representatives. The intervention was conducted through health education, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis through frequency distribution and percentages. The results showed a descriptive increase in community knowledge. Respondents in the good knowledge category increased from 67.7% in the pre-test to 87.1% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 24.2% to 9.7%, while the poor knowledge category decreased from 8.1% to 3.2%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes remained at 88.7% in both the pre-test and post-test. These findings indicate that household wastewater management education improved community knowledge, although it did not show a change in attitude category. This activity should be followed up with technical assistance, monitoring of household wastewater facilities, and the development of concrete outputs such as a model wastewater disposal facility to ensure that improved knowledge can be translated into sustainable sanitation practices. 
Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat di Desa Sakay Tahun 2025: Healthy Living Community Movement (GERMAS) Education to Improve Healthy Living Behavior in Sakay Village in 2025 Halima, Siti; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.451

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan strategi promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tujuan, manfaat, dan penerapan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu kendala dalam membangun budaya hidup sehat di tingkat desa. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang GERMAS di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Kegiatan melibatkan 62 responden yang dipilih dengan teknik total sampling terhadap peserta yang hadir dan mengisi kuesioner secara lengkap. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan edukatif-partisipatif, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 9,7% menjadi 29,0%, kategori cukup meningkat dari 35,5% menjadi 56,1%, sedangkan kategori kurang menurun dari 54,4% menjadi 19,4%. Pada aspek sikap, responden dengan sikap positif meningkat dari 83,9% menjadi 98,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi GERMAS dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap perilaku hidup sehat. Namun, kegiatan lanjutan masih diperlukan agar peningkatan pengetahuan dan sikap dapat berkembang menjadi praktik nyata, seperti aktivitas fisik rutin, konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a promotive and preventive strategy aimed at encouraging communities to adopt healthy behaviors as an effort to prevent non-communicable diseases. Limited community understanding of the objectives, benefits, and implementation of GERMAS in daily life remains a challenge in developing a healthy living culture at the village level. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding GERMAS in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents selected through total sampling among participants who attended the activity and completed the questionnaires. The intervention was conducted through participatory health education, discussion, and question-and-answer sessions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires, and the data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 9.7% to 29.0%, those with moderate knowledge increased from 35.5% to 56.1%, while those with poor knowledge decreased from 54.4% to 19.4%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes increased from 83.9% to 98.4%. These findings indicate that GERMAS education can improve community understanding and acceptance of healthy living behaviors. However, follow-up activities are still needed to translate improved knowledge and attitudes into actual practices, such as regular physical activity, fruit and vegetable consumption, periodic health checks, and control of risk factors for non-communicable diseases.
Edukasi Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan di Desa Sakay Tahun 2025: Education on National Health Insurance (JKN) Participation to Improve Access to Health Services in Sakay Village in 2025 Maddasene, Cantika Putri; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.452

Abstract

Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan mengurangi risiko beban pembiayaan kesehatan rumah tangga. Meskipun cakupan JKN terus meningkat, masih terdapat masyarakat yang belum memahami manfaat, prosedur pendaftaran, status keaktifan, hak dan kewajiban peserta, serta mekanisme pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dan keaktifan JKN di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Kegiatan melibatkan 62 responden yang terdiri atas aparat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan warga setempat. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 37,1% pada pre-test menjadi 95,2% pada post-test. Kategori cukup menurun dari 53,2% menjadi 4,8%, sedangkan kategori kurang menurun dari 9,7% menjadi 0%. Pada aspek sikap, responden dengan sikap positif meningkat dari 98,4% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi JKN dapat meningkatkan pemahaman dan memperkuat sikap positif masyarakat terhadap kepesertaan JKN. Kegiatan lanjutan diperlukan melalui pendampingan pendaftaran, pengecekan status keaktifan peserta, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta fasilitas kesehatan agar peningkatan pengetahuan dapat berkembang menjadi kepesertaan JKN yang aktif dan berkelanjutan. National Health Insurance (JKN) membership is an important effort to improve community access to health services and reduce the risk of household health-related financial burdens. Although JKN coverage continues to increase, some community members still have limited understanding of its benefits, registration procedures, active membership status, participants’ rights and obligations, and mechanisms for accessing health services. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding the importance of JKN ownership and active membership in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, health cadres, and local residents. The intervention was conducted through socialization, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 37.1% in the pre-test to 95.2% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 53.2% to 4.8%, while the poor knowledge category decreased from 9.7% to 0%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes increased from 98.4% to 100%. These findings indicate that JKN education can improve community understanding and strengthen positive attitudes toward JKN membership. Follow-up activities are needed through registration assistance, active membership status checks, and collaboration with village government and health facilities to ensure that improved knowledge leads to active and sustainable JKN participation.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Agus Bintara Birawida Alamsyah, Moh. Fajar Alkaff, Firas F. Alkaff, Sylmina D. Almagqfira, Alysa Amalia Nurul Magfirah Amalia, Risqa Andi Muhammad Yusuf, Andi Muhammad Anne, Suci Anwar Mallongi Ardiata, Ketut Balebu, Dwi Wahyu Bauntal, Severianus Bilbina, Arzeti Bujana, I Kadek Sinta Bustanul Arifin Caca Sudarsa Cice Morintoh cindy suruata Deddy Alif Utama Dewi Presinta Dwi Wahyu Balebu Ekaputri, Risky Febriyani Febriyani firdaus wen wen paeh Firdawati Datua Adam Fitrianty Sutadi Lanyumba Fitriyanti Sutadi Gayatri, Sri hafiudin lasompo Halima, Siti Hamatia, Sriyusita Hamid, Firdaus Hasanuddin Ishak Herawati Herawati Herawati Herawati Ida Leida Maria Intari, Luky Dwi Irfandi Jeri Margito Julianti, Ni Komang Kaliki, Lidya Kiasan, Intan Permatasari Kundondung, Jeinlavenia Kurniawan, Muh D. LA DEE, MUSTAKIM Lalusu, Erni Yusnita Lansugi, Sri Yulianti M. Lanyumba, Fitrianty Sutadi Lisa Handayani Lisda Maddasene, Cantika Putri Makka, Asmaul Husna Maria Kanan Marselina Sattu Matiro, Siti Meliani, Harnum Monoarfa, Yustiyanty Muhammad Irzandi Arifai Muhammad Syahrir Nanggele, Yulianti Clarita Nursin, Widyah Purnama Nur’aini, Intan Otoluwa, Anang Samudera Padmawati, Retna S. Perwitasari, Dyah A. Postma, Maarten J. Priwibowo, Aditya R. Rokhman, Muhammad Ramadanti, Mifthy Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Rasuane Noor Reflin Mamitoho Rida Risky Ekaputri S. Otoluwa, Anang Saidah Rauf Sakati, Sandy Novryanto Salamah, Sovia Samadi, Salsabilah Sapae, Reynaldi Siti Hutami Dinianingsih H Siti Umi Kalsum Sofyan Huraerah Sombeng, Supardi Sudarsa, Caca Supardi Sombeng Susi Angriani Tapa, Nurlia S. Thirayo, Yunita Sari Tiak, Agnesria Ningsi Tofan, Moh Tongko, Mirawati Wowor, Jilian Stevani yulfarisna, Iin Yulia Salaan Yuliet Yuliet Yunita Sari Thirayo Yurike Kuewa Zulkarnain Zulkarnain