p-Index From 2021 - 2026
6.106
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Al-Ulum Irfani Jurnal Diskursus Islam Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Abjadia, International Journal of Education Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Omni-Akuatika Journal Of Vocational Health Studies International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) BASIS (BAHASA DAN SASTRA INGGRIS) JURNAL PENGABDI B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Aquacultura Indonesiana JURNAL EKONOMI SYARIAH International Journal of English Education and Linguistics (IJoEEL) Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Nasional Jurnal Ekonomi Indonesia MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan PERANAN AbdiTechno (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ensiklopedia: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Saburai Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Indonesian Journal of English Teaching Asian Journal of Community Services (AJCS) EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Qonun Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Journal of Islamic Economics Lariba TELL - US JOURNAL Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Konseling Pendidikan Islam Lontar Physics Today Parjhuga : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Daerah Compromise Journal : Community Proffesional Journal of Indonesian Tourism and Policy Studies Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Diskursus Islam

POLA PENGASUHAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DALAM MENGANTISIPASI RADIKALISME : Studi Pada Pesantren Ummul Mukminin dam Pondok Madinah Rakhmawati, Rakhmawati
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i1.6581

Abstract

Pesantren pada awal berdirinya merupakan lembaga pendidikan yang telah berjasa bagi pengembangan agama, bangsa, dan negara. Namun, karena dinamika pesantren mengalami siklus naik turun seiring dengan perubahan lokal, nasional, dan global, pesantren pun kini diperhadapkan pada tuduhan-tuduhan miring disebabkan oleh perilaku-perilaku kekerasan oknum atau kelompok tertentu dalam memperjuangkan ideologinya. Pola pengasuhan Pondok Pesantren Ummul Mukminin dan Pesantren Pondok Madinah menerapkan pola pengasuhan yang bersifat demokratis dari aspek pengajaran, otoriter dari aspek pengganjaran dan persuasif dari aspek pembujukan. Gejala radikalisme di pondok pesantren Ummul Mukminin belum ditemukan, karena masih efektifnya pola pengasuhan yang diterapkan masih efektif dan berjalan dengan baik, sehingga keduanya masih steril dari segala radikalisme agama. langkah pengasuhan yang paling efektif bagi kedua pesantren dalam mengantisipasi radikalisme agama dilakukan dengan mengajari tauhid dan akhlak disertai pengawasan yang ketat kepada para santri. Di samping itu menyibukkan santri dengan berbagai macam kegiatan baik kegiatan intra maupun ekstra kurikuler.ABSTRACTIn the early establishment, pesantren is an educational institution which has played a pivotal role in the development of religion, nation, and country. However, due to up and down dynamics of pesantren and in line with local, national, and global change, pesantren is now dealing with skewed accusations because of violent acts by certain groups in struggling their ideology. The pattern of nurture of Ummul Mukminin and Pesantren Pondok Madinah is applying the democratic way in teaching, the authoritarian in punishment system, and the persuasive method in persuasion. The research findings show us that the phenomenon of radicalism in Ummul Mukminin has not been found, since the form of nurture implemented is still effective and running properly. Therefore, both Islamic boarding schools are still sterile from religious radicalism. The most effective efforts of education for both Islamic boarding schools in the anticipation of the religious radicalism are to teach monotheism (tauhid) and morality (akhlak) with tight control for students and also to provide the various activities both intra and extra curriculum.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Afida Safriani Agung Kurniawan Agustama, Yoka Akbar, Hafiz Maruf Akmal, Faiz Maulana Alhafizoh, Fatimah Ali Taqwim Angesti, Fadhilah Anjar Sofiana Annisa Fitri Arief Firmansyah Arintin, Hilda Khilya Ario Imandiri, Ario Asmaurika Pramuwidya Atmaja, Fajar Fandi Baehaqi, Sirojul Bokau, Rietje J.M Bokau, Rietje JM Bokau, RJM Da-Oh, Maskah Dian Farida Asfan Dian Febriani Dianna, Dianna Dini Fitri Damayanti Emy Yulianti, Emy Enung Siti Nurhidayah Epro Barades Eulis Marlina Fahmi, Lukman Fahmy Imaniar Fatin, Haya Aisyah Fatoni, Khoerul Fiddareini, Fachrina Firmansyah, Raden Arief Fitri Damayanti, Dini Hadi, Anas Hamzah Fansuri Haratua Tiur Maria Silitonga Hasibuan, M. Habib Marsan Henny Fitriani, Henny Hilda Izzati Madjid Ike Rostikawati Husen imas, imas rofi'ah Jati, Sigit Pramono Kamila, Bintana Cahya kamilatul fauziah, wahyu Khoirul Hidayat Khoirun Nisa Kobandaha, Firmansah Kuncahyo, Nanda Lintang Utari Kurnia Faturrohman Kurniawan, Aris Aji Kurniawan, Randi Kurniawati, Bachrijah Laila, Ana Nurul leo sutrisno Lilik Mahmudah, Lilik Linuwih Aluh Prastiti Lisanul Uswah Sadieda Lisdayana, Nurmalisa Lutfiani, Cindi Marlina, E Maulidya, Diva Nada Melidawati, Melidawati Muchtar, Nurkhalis Muh. Rusli Muhammad Mujahid Muhtarom Munjiatun Munjiatun, Munjiatun Mu’tamar, M Fuad Fauzul Nasikin, Moh. Natalia, Henni Nur Hanifa, Wanda Nur Indariyanti Nurbaiti, Lilis Nursandi, Juli Prihastuti, Christiana Cahyani Probowati, Banun Diyah Purwoko Purwoko Putri, Dyah Ayu Rhomandhoni Putri, Mega Silvia Ramidi, Ramidi Rio Yusufi Subhan Riski Amalia Hidayah Rizka Safriyani Rizky, Ayu Winda S. Sugiharto Safriani, Afrida Salisa, Ziyada Saputra, Andre Satrio, Rinawati Setyaningrum, Titis Siti Wahyuni Sobandi, Liebe Sumarkan Sutiani, Harni Syaifudin, Mokhamad Tammi Putri, Ryana Theresia Putri, Nadisa Tulas Aprilia Umar, Aisya Fadila Firdaus Ventura, Ragusfi Bhuena Wakhidi, Muflikh Wibowo, Fahri Hanif Rais Widjajati, Budi Widyaningsih, Pratiwi Nur Yahriyah, Siti Yoni Fuadah Syukriani Yuniawan, Ryan Zariul Antosa