Articles
PENERAPAN MODEL BRAIN BASED LEARNING BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN CABRI 3D PADA MATERI GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMAN 2 KEJURUAN MUDA
Rizki Amalia;
Fazrina Saumi
Jurnal Dimensi Matematika Vol 1 No 01 (2018): JURNAL DIMENSI MATEMATIKA
Publisher : Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan komunikasi merupakan salah satu aspek penting untuk dikembangkan. Namun kenyataan di lapangan kemampuan komunikasi masih rendah. Untuk itu, perlu adanya suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa terutama pada materi geometri. Salah satu pembelajaran yang efektif digunakan adalah pembelajarandengan model Brain-Based Learning (BBL) berbasis pendekatan saintifik dengan Cabri 3D. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pembelajaran dengan model Brain-Based Learning (BBL) berbasis pendekatan saintifik dengan Cabri 3D terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Negeri 2 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes Kemampuan Komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Brain-Based Learning (BBL) berbasis pendekatan saintifik dengan Cabri 3D lebih baik untuk meningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan siswa yang belajar melalui pembelajaran Saintifik. Dengan demikian, pembelajaran dengan model Brain-Based Learning (BBL) berbasis pendekatan saintifik dengan Cabri 3D lebih baik untuk meningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan siswa yang belajar melalui pembelajaran Saintifik.
VIRTUAL MANIPULATIVES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Rizki Amalia;
Sofiyan Sofiyan
Jurnal Dimensi Matematika Vol 1 No 02 (2018): JURNAL DIMENSI MATEMATIKA
Publisher : Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemanfaatan teknologi komputer dan internet dalam sekolah atau kelas membawa perubahan pula pada pendekatan mengajar dan belajar matematika. Dengan memanfaatkan hasil inovasi tersebut, pembelajaran dapat dibuat menjadi jauh lebih menarik, efektif dan efisien jika dirancang dengan baik. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah virtual manipulatives. Adapun perolehan data dalam karya tulis ilmiah ini dilakukan dengan cara studi pustaka dari berbagai literatur dan data-data dari internet maupun observasi lapangan. Data-data dan fakta-fakta disusun dan diolah sehingga informasi yang didapat tidak diragukan lagi kebenarannya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif. Virtual manipulatives efektif digunakan pada pembelajaran matematika dengan menyelaraskan pada materi yang diajarkan, analisis kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran. Dengan manipulasi virtual siswa diharapkan mampu membangun pengetahuannya dengan cara melihat visualisasi konsep-konsep matematika, mengutak-atik media manipulasi virtual untuk menemukan konsep bersama teman sekelompoknya, menyelidiki data-data tampilan media manipulasi virtual, dan menemukan sebuah formula baru untuk konsep matematika tertentu.
EDUKASI MENGENAI DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA REMAJA
Farahdina Bachtiar;
Nayla Kamilia Fithri;
Rizki Amalia;
Chahya Kharin Herbawani;
Suci Wahyu Ismiyasa;
Purnamadyawati Purnamadyawati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31942/abd.v5i1.3332
Pada era digital seperti saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Smartphone atau telepon pintar menjadi media komunikasi yang wajib bagi seluruh kalangan, terutama bagi kalangan remaja. Smartphone bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup para generasi muda karena segala aktifitas komunikasi dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui satu genggaman. Meskipun memiliki banyak sekali manfaat, penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif, termasuk timbulnya masalah kesehatan yang berkaitan dengan Musculosekelat Disorders (MSDs). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada remaja mengenai dampak penggunaan smartphone dalam waktu yang lama. Adapun metode kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan edukasi dalam bentuk seminar dan diskusi. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta PKM mengenai materi yang diberikan. Kata kunci: edukasi, penyuluhan, smartphone, muskuloskeletal
Pemanfaatan Minyak Kemangi (Ocimum sanctum L) Sebagai Repellent Elektrik Lalat Rumah (Musca domestica)
Regita Ika Yasmin;
Sardjito Eko Windarso;
Rizki Amalia
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.627 KB)
One effort of vector control for reducing house flies (Musca domestica) density is by using basil oil as an electric repellent. The purposes of this research were to find out the effect of basil oil at 12 %, 15 %, and 18 % concentration on house fly density, and to identify the most effective con-centration. The study was a quasi experiment with pre-test and post-test with control group design, at four food stalls in 15 replications. The fly density was measured by using blockgrill with standard measurement procedure. The results showed that 12 % concentration of basil oil is able to reduce house fly density in average of 22,7 %, meanwhile the 15 % and 18 % concen-tration were able to reduce 54,3 %, and 89,5 %, respectively. Data analysis with Kruskal Wallis test at level of significance 95 % obtained a p-value <0,001; which can be concluded that the dif-ferences are statistically significant, or it can be interpreted that the different concentrations of basil oil as an electrical repellent affect the density of house flies. The most effective concentra-tion is 18%.
Pemetaan Keefektifan Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah 3R dalam Mengatasi Masalah Persampahan Di Kabupaten Sleman
Rizki Dwi Gusmawanti;
Iswanto Iswanto;
Rizki Amalia
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.759 KB)
Based on Indonesia Act No. 18 in 2008, waste processing sites with 3R were established to ma-nage household waste. Their existence is needed to be evaluated, one of which is by mapping to understand the local potentiality of waste reduction at each sites. The purpose of this study was to determine the location distribution map, the effectiveness of the 3R sites based on the number of customers, waste reduction, and the service distance range. The method used was spatial analysis that carried out using ArcGis 10.2 application. The study results indicate that there are 20 3R units in Sleman Regency, 50 % has good effectiveness, 40 % has medium effectiveness, and 10 % has less effectiveness. The better the effectiveness of the 3R sites, the greater the number of customers are served. The better the effectiveness of the 3R sites, the higher the ab-sorptive waste capacity of the 3R sites can manage. The limited building of 3R sites in the north and south parts of Sleman Regency needs to be added.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII
Muhammad Rifqi Cahyadi;
Agni Danaryanti;
Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 1 No 1 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.276 KB)
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i1.724
Hasil belajar merupakan hal yang penting untuk menghadapi era yang semakin berat. Tetapi kenyataannya hasil belajar di Indonesia masih rendah seperti pada bidang studi matematika. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keaktifan siswa pada saat proses belajar mengajar karena guru hanya menggunakan model yang itu-itu saja pada setiap proses pembelajaran, maka perlu adanya pemecahan masalah untuk membuat siswa aktif mengikuti pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 3 Banjarmasin. Metode yang dipilih adalah Quasi Eksperimen dengan desain The Nonequivalent Posttest-only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling serta dilakukan uji pendahuluan dan uji beda seluruh siswa kelas VII SMPN 3 Banjarmasin yang merupakan populasi pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMPN 3 Banjarmasin.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION DI KELAS VIII SMP
Wiyati Widya Sari;
Karim Karim;
Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 1 No 1 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.627 KB)
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i1.731
Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktik Pengajaran di Sekolah yang dilasanakan di SMP Negeri 1 Banjarmasin, siswa sudah terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, namun ketika soal tersebut dikonstruksi kedalam soal tidak rutin, siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan. Diperlukan upaya-upaya perbaikan untuk menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran yang bermakna, diantaranya yaitu dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan keadaan dalam proses pembelajaraan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah adalah model Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran AIR di kelas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan metode deskriptif sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kemampuan pemecahan masalh matematis siswa secara keseluruhan di kclas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah sebesar 75,42 berada dalam kategori baik.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Siti Aisyah;
R. Ati Sukmawati;
Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 1 No 2 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.446 KB)
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i2.795
Model PBL ialah model pembelajaran yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dalam penelitian ini (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model PBL di kelas eksperimen, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran langsung di kelas kontrol, (3) mendeskripsikan ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menerapakan model pembelajaran PBL dengan model pembelajaran langsung. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan non equavalent group posttest only desaign dan teknis analisis data Inferensial. Populasi penelitian ini ialah siswa kelas VII SMPN 17 Banjarmasin. Sampel diambil secara random sampling dilanjutkan dengan purposive sampling. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan pengambilan kelas yang memenuhi persyaratan bahwa kedua kelas tersebut memiliki kemampuan relatif sama. Hasil penelitian memberitahukan bahwa (1) Dalam penerapan model pembelajaran PBL terlihat bahwa aspek kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kualifikasi kurang. Terdapat tiga indikator yang mempunyai kategori cukup, yaitu, interpretasi, menghubungkan informasi yang relevan, menganalisis masalah, sedangkan memecahkan masalah berada pada kategori kurang (2) Pada penerapan model pembelajaran langsung, dilihat dari semua indikator pada pembalajaran langsung masuk dalam kategori sangat rendah. Indikator satu, dua, dan tiga berada pada kategori kurang, sedangkan untuk indikator keempat berada pada kategori sangat kurang, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa antara siswa pada penerapan model pembelajaran PBL dengan siswa dengan model pembelajaran langsung.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION)
Wiyati Widya Sari;
Karim Karim;
Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 1 No 2 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.358 KB)
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i2.798
Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktik Pengajaran di Sekolah, siswa sudah terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, namun ketika soal tersebut dikonstruksi ke dalam soal tidak rutin, siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan. Diperlukan upaya-upaya perbaikan untuk menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran yang bermakna, diantaranya yaitu dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan keadaan dalam proses pembelajaraan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah adalah model AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran AIR. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan metode deskriptif sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kemampuan pemecahan masalh matematis siswa secara keseluruhan di kclas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah sebesar 75,42 berada dalam kategori baik.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 24 BANJARMASIN
Nur Indah Martiyani;
Siti Mawaddah;
Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol 1 No 3 (2021): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.074 KB)
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v1i3.973
Proses pembelajaran adalah salah satu unsur penentu bagaimana lulusan yang akan dihasilkan oleh sistem pendidikan apakah baik atau tidak. Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap kelas VIII di SMPN 24 Banjarmasin, hasil belajar siswa masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh kurang efektifnya proses pembelajaran, terlihat dari tidak tepatnya model pembelajaran yang digunakan. Sehingga, perlu solusi inovatif guna memperbaiki permasalahan tersebut yaitu model Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan paparan tersebut dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung, (2) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL, (3) keefektivitasan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Group Posttest Only Design. Populasinya yakni seluruh siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin. Sampel diambil dengan cara purposive sampling serta dilakukan uji pendahuluan dan uji beda sehingga diperoleh kelas VIII F juga kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes evaluasi akhir. Statistika deskriptif dan statistika inferensial digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung berada pada kualifikasi gagal, (2) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL berada pada kualifikasi baik, (3) model pembelajaran PBL efektif diterapkan di SMPN 24 Banjarmasin.