Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN TEMPAKUL (Periopthalmus barbarus) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Gazali, Salim; Firdaus, Muhammad; Heriyana, Heriyana
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.982 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v12i1.782

Abstract

Conservation Mangrove and Bekantan Bakantan Mangrove conservation territory in Tarakan East Borneo built as located bakantan conservation and mangrove Education. For more manage grown as tourism destination. Purpose of this research know it analysist relationship between length and weight, and than conditions index of tempakul fishes (Periopthalmus barbarus) at Conservation mangrove and bekantan in Tarakan City.  Researched as long as three months, on September to Desember 2018. This research used descriftif method from research founded tempakul tempakul fishes male and female. Negative allometric performel in factor of condition of tempakul fishes it’s about 0,01-0,49 it showed that bodies of the fishes wash very slim
KAMPANYE INTRODUKSI KEGIATAN INTERNASIONAL COASTAL CLEAN-UP BAGI KONSERVASI HABITAT BIOTA LAUT SECARA SUISTAINABLE KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN Gazali, Salim; Cahyadi, Jimmy; Fadllullah, Arif
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v12i2.851

Abstract

KKMB (kawasan konservasi mangrove bekantan) merupakan daerah yang unik karena terletak ditengah kota berada dekat pertokoan Mall Gusher, pasar tardisional dan kawasan industri perikanan sehingga kawasan ini berdampak terhadap kerusakan habitat biota perairan berada di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Akibat pola pikir masyarakat yang salah kaprah terhadap pengetahuan seperti sampah yang telah di buang ke laut maka sampah tersebut akan lenyap tertelan arus dan ombak sehingga sampah tersebut akan hilang, namun demikian hal ini tidak seusai dengan hasil pengamatan ilmu pengetahan dasar mengenai arus dan ombak yang menjelaskan bahwa apabila sampah plastik yang terbawa oleh arus laut yang tidak dapat terakumulasi ke dalam sedimen atau air maka sampah tersebut akan terbawa arus dan dalam beberapa tahun akan kembali lagi ke daerah tersebut.  Kurangnya pengetahuan, kesadaran dan kepedulian para wisatawan lokal dan masyarakat dalam menjaga lingkungan kelestarian wilayah pesisir dengan tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah utama hingga sekarang.Kegiatan kampanye coastal clean-up merupakan kegiatan masyarakat dunia internasional yang bertujuan untuk menggalakkan kebersihan wilayah ekosistem bagi keberlangsungan biota perairan laut dalam mempertahankan spesies agar tidak endemic atau punah dengan perlindungan secara suistainable, dan kegiatan coastal clean-up ini merupakan kegiatan dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya habitat ekosistem perairan laut.Kegiatan coastal clean-up di KKMB kota Tarakan didapatkan 3 jenis sampah yaitu sampah dari wisatawan sebesar 18 kg dengan persentase 5,5%, sampah alam sebesar 79 kg dengan persentase sebesar 24,2% dan sampah dari buangan masyarakat sebesar 229,4 kg dengan persentase sebesar 70,28%. Kegiatan coastal clean-up untuk memberikan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem biota laut dengan di ikuti oleh peserta terbanyak berasal dari Bapak/Pria dewasa sebesar 40%, di ikuti oleh peserta wanita remaja sebesar 24%, serta pria remaja sebesar 16%, Wanita / Ibu dewasa sebesar 11% dan peserta sedikit adalah anak-anak sekitar 9%.  
MODEL PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS DARI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix, Linnaeus, 1758) YANG DI DAPATKAN DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN Rona, Rona; Salim, Gazali; Haryono, M. Gandri; Mujiyanto, Mujiyanto
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v17i2.6225

Abstract

Kerang kapah (Meretrix meretrix) merupakan jenis kerang kapah yang di jadikan sebagai makanan favorit bagi masyarakat kota Tarakan sebagai salah satu destinasi lokal yang dijadikan sebagai salah satu pendapatan daerah dengan memiliki nilai ekonomis dari segi harga yaitu berkisar antara IDR. 50.000 – IDR 60.000. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel kerang kapah di lakukan dengan metode survei langsung di lapangan dan pengambilan sampel di pengepul kerang kapah. Pengambilan sampel kerang kapah dilakukan sebanyak 12x pengambilan sampel.  Hasil penelitian yang didapatkan di lapangan untuk jumlah sampel kerang kapah yang berdasarkan dari hasil tangkapan survei di lapangan sebanyak 70 sampel dan kerang kapah dari pengepul kerang kapah sebanyak 44 sampel. Berdasarkan analisis pertumbuhan kerang kapah yang didapatkan hasil tangkapan dan pengepul memiliki pertumbuhan allometri negatif dengan indeks kondisi memiliki bentuk tubuh kurus. Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada kerang kapah dari hasil tangkapan dan pengepul didapatkan pertumbuhan maksimal sebesar 8.814 cm dalam 28 hari dan 7.608 cm dalam 48 hari. Mortalitas total, mortalitas tangkapan, mortalitas alami dan laju eksploitasi kerang kapah yang berdasarkan hasil tangkapan di lapangan lebih tinggi di bandingkan dengan kerang kapah yang berasal dari pengepul kerang kapah. Diharapkan dapat dilakukan konservasi kerang kapah secara berkelanjutan dan di perlukan model konservasi domestikasi kerang kapah agar populasi kerang kapah lestari berkelanjutan.
KARAKTER MORFOLOGIS DAN KOMPOSISI UKURAN UDANG GALAH HASIL TANGKAPAN BUBU DI SUNGAI KAYAN, KABUPATEN BULUNGAN Firdaus, Muhammad; Salim, Gazali; Haryono, M. Gandri; Jabarsyah, Abdul; Taqwa, Amrullah; Abdiani, Ira Maya; Rasi, Moh.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.139-148

Abstract

Karakter morfologis merupakan informasi penting dalam pengkayaan data ilmiah spesies pada pengetahuan taksonomi dan pemahaman variasi ukuran yang terkait dengan aktivitas penangkapan dan lingkungannya. Sumberdaya udang galah di Sungai Kayan memiliki ragam ukuran dan karakteristik morfologis yang belum terlaporkan secara ilmiah, termasuk komposisi ukurannya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakter morfologis dan komposisi ukuran udang galah (Macrobrachium spp.) di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan dari Januari-Maret 2023 di Perairan Sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 12 kali, dengan jumlah sampel sebanyak 30 ekor per sampling (total 360 data). Data yang diambil meliputi: jenis kelamin, kondisi galah, warna, abdomen, karapas, rostum, uropoda, kaki jalan, kaki renang, dan alat kelamin. Hasil penelitian didapatkan karakteristik corak udang yaitu warna hijau kebiruan, hijau kecoklatan, hijau kekuningan, dan hijau putih. Udang galah jantan dan betina memiliki kesamaan berupa 5 ruas galah berwarna biru kehijauan dan ujung capitnya warna coklat yang bentuknya seperti lumpur dengan tekstur kasar, terdapat 5 kaki jalan dan 5 kaki renang, namun perbedaannya dari capit dan duri lebih besar udang galah jantan. Komposisi ukuran panjang total terbentuk 9 kelas dengan kisaran ukuran 8,4-26,2 cm, panjang karapas kisaran 2,9-9,9 cm, panjang abdomen 5,4-14,5 cm, dan komposisi berat 5,0-245 g.
El Von Bertalanffy and Mortality from Fish Kurau (Polynemustaenitatus) of The Catch Fisherman in Waters Bunyu Salim, Gazali; Kelen, Pius Bae
International Series on Interdisciplinary Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ins.v3i2.165

Abstract

The aim of the research are analyzing the growth model using Von Bertalanffy and mortality in Polynemus taeniatus.  Research methods a descriptive kuantitatif by using the case study. Determining the location of sampling are purposive sampling, by following fishing boats Drift Gill Net. Sampling funded every two weeks once upon a huge tide. Data collection techniques using survey. Data retrieval in the form of total length and total weight. The samples from 4 (times) for 3 months. Each sample taking having vulnerable time between 2-5 day in bunyu waters. Research results use the model von bertalanffy obtained maximum length fish kurau (p.taeniatus) is 156,794 cm in 349 days. Value K of 0.0364 cm.  Value To of -1,2819 cm. The results of data processing of fish catch kurau (P.taeniatus) obtained by mortalitas natural 0,435; mortalitas total of 1.121; mortalitas arrest of 0,6859; the exploitation of fish kurau 0,61.
Post-Rehabilitation Dynamics of Mangrove Vegetation in Tarakan, North Kalimantan Wiharyanto, Dhimas; Ilman, Muhamad; Salim, Gazali; Hidayat, Wahyu; Ransangan, Julian; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Zahidah, Zahidah; Rahman, Abdur; Mujiyanto, Mujiyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.345-358

Abstract

This research examined the post-rehabilitation dynamics of the mangrove ecosystem in the Mangrove and Crab Conservation Area, Tarakan, North Kalimantan, four years after the launch of a community-based restoration program in 2019. The objectives were to evaluate species composition, vegetation structure, and the survival of mangrove seedlings within rehabilitated plots. The sampling was done on purpose in areas that show the main ecological features of the site. This study found five types of mangrove trees: Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Sonneratia alba, and Xylocarpus granatum. It is fewer than the ten species that were there in the past. Among these, Avicennia alba consistently dominated both the mature and seedling stages, recording the highest relative density (72.56%), frequency (42.86%), and canopy cover (78.08%). Its naturally regenerating seedlings reached a survival rate of 52%, substantially higher than the 17% recorded for planted Rhizophora mucronata. The Avicennia alba is particularly well adapted to the prevailing site conditions, mainly owing to its tolerance of sediment disturbance and variable salinity. This outcome highlights the importance of Assisted Natural Regeneration (ANR) that employs locally adapted species, offering a more practical, cost-effective, and sustainable approach than conventional planting methods. Although there have been some improvements, the decrease in species numbers shows the ecosystem is still in the early stages of recovery. To make sure it stays healthy and strong for the future, it is important to keep the water flowing properly, reduce human impact, and keep up with regular checks and monitoring.
Growth and Mortality Models of Mozambique Tilapia (Oreochromis mossambicus; Peters, 1852) Wildly Enter Inside the Fish Farming Ponds in Tarakan City, North Kalimantan Salim, Gazali; Mujiyanto, Mujiyanto; Sugianti, Yayuk; Suryanti, Suryanti; Zahidah, Zahidah; Nawir, Daud; Hartinah, Sitti; Nurjanah, Nurjanah; Dewi, Rose; Iranda, Rama; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Putri, Masayu Rahmia Anwar; Rahman, Abdur; Indarjo, Agus; Ransangan, Julian; San Jose, Ariel E; Rozi, Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.55472

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research The results of this research showed that allometric growth in males and females had negative allometric growth characteristics. The growth condition index in male and female fish is dominated by thin and fat body shapes.The maximum length growth (L∞) and growth speed of males is higher than that of females. Total mortality and fishing mortality for males is higher than for females, but natural mortality for females is higher than for males. The exploitation rate of males and females is in the Under-exploitation category because the E value is <0.5. Abstract Exploring the length-weight relationship of fish and characterising growth parameters is essential in fisheries as they offer fundamental biology and population dynamics data to establish good management strategies for fisheries resources. This study examines the growth and mortality patterns of Oreochromis mossambicus. Data was collected between September and December 2022 using quantitative descriptive survey sampling. The study involved 20 repeats and deliberate random sampling of 30-50 fish per sample, emphasising total length, weight, and sex parameters. Based on 726 samples of O. mossambicus (352 fish identified as male and 374 fish identified as female). The growth model study revealed the typical negative allometric growth for both sexes (male and female). Male individuals attained a length of 33.449 cm after 37 days has a growth trend ± 0.3265 year-1, and females reached 21.150 cm in 34 days with a growth rate around 0.3135 year-1, as per the von Bertalanffy growth model. There were complex mortality patterns, with males contributing to most total deaths. This study emphasises the complex biology of tilapia and its untapped potential in the aquaculture pond system ecology in Tarakan.
Smart Automation of Salinity and Turbidity for Sustainable Aquaculture of Harpodon nehereus Prasetia, Abdul Muis; Gazali Salim; Linda Sartika; Mujiyanto Mujiyanto; Julian Ransangan; Ariel E San Jose; Sitti Hartinah; Retno Hartati; Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v18i1.78793

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research 1. Model of growth and mortality of otek fish (Netuma thalassina (Rüppell, 1837)) in Tarakan waters, North Kalimantan. 2. Growth, mortality, and reproductive model of Bombay duck (Harpodon nehereus, Hamilton 1822) in Juata Laut waters, North Kalimantan. 3. Growth pattern and the condition index of nomei fish Harpodon nehereus captured with mini trawl in Tarakan Waters. 4. Characteristics of Model Growth and Mortality of White Shrimp (Penaeus merguiensis de Man 1888) in The Estuaria of Bengara, Regency Bulungan. 5. Preliminary study on the domestication of giant freshwater prawn, Macrobrachium rosenbergii (De Man, 1879) from North Kalimantan, Indonesia.   Abstract Automated water quality monitoring systems are urgently needed to ensure fish health and maintain aquaculture product quality. This study develops an adaptive microcontroller-based control system that automatically regulates salinity and turbidity to support the sustainable aquaculture of Harpodon nehereus. This study developed and evaluated a microcontroller-based system for automated regulation of salinity and turbidity in H. nehereus aquaculture ponds. Methods involved environmental observation, sensor calibration, system design, and field validation of a digital sensor-based water quality controller, tested in a pilot estuarine pond to keep salinity (~17‰) and turbidity (20-30 NTU) within optimal ranges. Calibration results obtained through linear regression analysis showed strong correlation with standard instruments (R² = 0.94 for salinity and R² = 0.93 for turbidity). Field trials demonstrated effective maintenance of turbidity within 22-27 NTU for 24 hours, and stepwise tests confirmed the system’s ability to track real-time salinity shifts. These results indicate that the microcontroller-based system effectively stabilises key water parameters for H. nehereus aquaculture and performs more efficiently than open systems. As one of the first integrated systems designed for automated salinity and turbidity regulation in estuarine aquaculture, it offers a practical and scalable approach to improve sustainability and ensure the food security of coastal fisheries. Future work should extend control to pH, DO, and temperature, refine calibration with predictive algorithms and wireless connectivity so that it can be used more widely in precision aquaculture with fish stocks.      
Oil-Adjuvanted Polyvalent Formalin-killed Aeromonas hydrophila Vaccine Enhances Agglutinating Antibodies, Respiratory Burst, and Survival in Giant Gourami Rozi; Wiwiek Tyasningsih; Jola Rahmahani; Eduardus Bimo Aksono; Muchammad Yunus; Mohammad Anam Al-Arif; Suryo Kuncorojakti; Daruti Dinda Nindarwi; Putri Desi Wulan Sari; Nina Nurmalia Dewi; Woro Hastuti Satyantini; Muhammad Browijoyo Santanumurti; Dita Wisudyawati; Mohammad Noor Amal Azmai; Annas Salleh; Gazali Salim; Suwarno, Suwarno
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v18i1.82866

Abstract

Graphical Abstract  Highlight Research Adjuvanted polyvalent FKC elicited the strongest and most sustained multi-arm immune response in Osphronemus goramy compared with monovalent and non-adjuvanted vaccines. The lead formulation combined high agglutinating antibody titres with enhanced NBT respiratory burst, indicating synergistic humoral–innate activation against Aeromonas hydrophila. Polyvalent vaccines did not dilute immunogenicity; instead, strain combination plus adjuvant broadened and amplified immune responsiveness. Longitudinal profiling of il-1β and ifn-γ revealed a stable pro-inflammatory/Th1-like cytokine signature uniquely associated with the adjuvanted polyvalent FKC. The integrated immunological “fingerprint” supports the adjuvanted polyvalent FKC as a rational lead candidate for motile Aeromonas septicaemia control in warm-water gourami aquaculture.   Abstract Motile Aeromonas septicaemia (MAS), predominantly associated with Aeromonas hydrophila, remains a major constraint in giant gourami (Osphronemus goramy) aquaculture. This study evaluated formalin-inactivated A. hydrophila vaccines prepared from MAS-associated field isolates, comparing a monovalent formulation (P2), a non-adjuvanted polyvalent formulation (P3), and an oil-adjuvanted polyvalent formulation (P4) against PBS controls (P1). A total of 240 fish were used (60 per treatment) and assigned to two parallel cohorts (immunology and survival/challenge). Immune endpoints (agglutinating titres, NBT activity, and splenic il-1β and ifn-γ transcription) were assessed on days 7, 14, 21, 35, and 42 post-vaccination. The survival cohort was challenged intraperitoneally at day 21 with a homologous A. hydrophila strain and monitored for 14 days post-challenge. Vaccination was clinically well tolerated and improved survival relative to controls, with P4 showing the highest protection (RPS 81.8%). Agglutinating titres differed by treatment and time; at the peak sampling point (day 35), mean titres in P4 were ~200-fold higher than in P1, and model contrasts indicated significant differences versus controls (p<0.001). Splenic il-1β and ifn-γ transcript levels were higher in vaccinated groups than in controls at later time points. These findings support further evaluation of an oil-adjuvanted polyvalent inactivated A. hydrophila vaccine for gourami, including dose optimisation, extended safety assessment, heterologous challenge, and field validation.
Sosialisasi Manajemen Usaha Untuk Pengembangan Ekonomi Keluarga di Kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Amrullah Taqwa; Encik Weliyadi; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Syamsidar Gaffar; Muhammad Firdaus; M Gandri Haryono; Asbar Laga
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.274

Abstract

Kesejahteraan keluarga menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. Kesejahteraan keluarga akan berdampak besar bagi segala aspek kehidupan, seperti kebutuhan gizi keluarga, ekonomi, pendidikan, sosial, dan aspek lainnya. Untuk menjamin kesejahteraan keluarga diperlukan berbagai upaya yang sesuai dengan keahlian dari masing-masing individu yang berperan dalam suatu keluarga. Ibu pekerja secara otomatis akan sangat membantu peran kepala keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berbeda halnya dengan ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan rendah memiliki kendala dalam membantu kepala keluarga meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengembangan keahlian yang dimiliki untuk memotivasi ibu-ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bukan hanya keahlian yang harus ditingkatkan tetapi pengenalan jenis usaha, strategi pemasaran serta pengelolaan keuangan perlu juga dikuasai. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan Sosialisasi Manajemen Usaha Untuk Pengembangan Ekonomi Keluarga Di Kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan. Kegiatan yang akan dilakukan ini diharapkan dapat membuka wawasan ibu-ibu sehingga dapat membantu peningkatan ekonomi keluarga. Sasaran kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain koordinasi dengan ketua kelompok wanita tani Kelurahan Mamburungan, mengundang narasumber kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Target yang akan dicapai pada kegiatan PKM ini adalah Kelompok Wanita Tani dapat memahami dan mengubah mindset dari ibu-ibu untuk dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah kelompok ibu-ibu Wanita tani memiliki antusias terhadap kegiatan PKM hal ini digambarkan dari respon awal pelaksanaan kegiatan serta ibu-ibu dapat mengikuti kegiatan dengan sangat baik. Hasil evaluasi kegiatan baik, namun perlu dilakukan pendampingan khusus bagi ibu-ibu dalam jangka waktu tertentu.
Co-Authors ,, Ahmadi ,, Ferdinandus ,, Rosmianto ., Halidin ., Herliantos ., Manahan ., Rosmianto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abda Abda Abdul Jabarsyah Abdul Jabarsyah Abdul Jabarsyah, Abdul Abdul Latif, Adil Abdul Muis Prasetia, Abdul Muis Abdur Rahman Achyani, Ratno Adil Abdul Latif Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Winarna Agustianisa, Rahmah Ahmadi , Ahmadi . Aksono HP., Eduardus Bimo Al arif, Mohammad Anam Alfreste Kalalo Alfretse Kalalo Ambariyanto Ambariyanto Anang Zunianto Andi Izza Naafilah Andi Putra Luwu Annas Salleh Anwar, Syahferi Ardy Andreas Bernard Kase Ariel E San Jose Arif Fadllullah Asbar Laga Asbar Laga, Asbar Asriadi Asriadi Awaludin, Awaludin Ayu Tri Fatma Ayu Tri Fatma Ayu Tri Fatwa Balqis Nurmauli Damanik Balqis Nurmauli Damanik Balqis Nurmauli Damanik Brian Bonte, Stenly BUDI PRAMONO Budi Pramono cahyadi, jimmy Chandra, Tomy Christine Dyta Nugraeni Christine Dyta Nugraeni Darliah, Lilis Daruti Dinda Nindarwi Dena Pramita Dewi Dena Pramita Dewi Dhimas Wiharyanto Dian Islamia Muhtar Dita Wisudyawati Doddy Septian Dori Rachmawani Dori Rachmawanti Dwi Ulan Rahmawati Encik Weliyadi Ermawaty - Maradhy Erwin . Erwin . Fahrizal Amir Ferdinandus , Firman Firman Gabriel Choirul Alman GS , Achmad Daengs Guntur Eko Saputro Haetami, Haetami Halidin . Hariyadi Hariyadi Hartati Hartati Hartati Hartati Haryono, M Gandri Haryono, M. Gandri Heni Irawati Heni Irawati Heri Prasetio Heriyana Heriyana Herliantos . Hermawan Susanto Hermawan Susanto Ilman, Muhamad Indra Perdana Indra Perdana Ira Maya Abdiani Ira Maya Abdiani Iranda, Rama Jamiludin Jamiludin Julian Ransangan Julian Ransangan Julian Ransangan Juliana Juliana Kalalo, Alfreste Kalalo, Alfretse Kartina Kase, Ardy Andreas Bernard Kelen, Pius Bae Kristiani Rani Mathius Kun Retno Handayani Kuncorojakti, Suryo Laurha Annisa Linting Lilis Darliah Luwu, Andi Putra m gandri haryono M.Aslan, La Ode Manahan . Marhamah Marhamah Marhamah Marhamah Masayu Rahmia Anwar Putri, Masayu Rahmia Anwar Mathius, Kristiani Rani Mazlan Meiryani Miska Sanda Lembang Mochamad Candra Wirawan Arief Mochammad Imron Awalludin Mohammad Noor Amal Azmai Muchammad Yunus Mufrida Zein Mufrida Zein Muhamad Roem Muhammad Fajar Alvian Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Gandri Haryono Muhammad Roem Muhammad Roem Muhammad Yusfi Yusuf Muhammad Yusuf Awaluddin Muhtar, Dian Islamia Mujiyanto Mujiyanto Mulyadi Syam Mursidi Mursidi N. Nurjanah Nabila Nabila Nano Saputra Nasrul Nawir, Daud Ngungut Nina Nurmalia Dewi Noor Zuhry, Noor Nugraeni, Christine Dyta Nurwijayanti Pangestuti, Ratih Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Pius Bae Kelen Prakoso, Lukman Yudho Prasetio, Heri Prayogi Aprilianto Puji Rahmadi Puji Rahmadi Putri Desi Wulan Sari Rachmawanti, Dori Rahmadania, Sabrina Nourramzy Rahmadi, Puji Rahmadi, Puji Rahmahani, Jola Rahmawati, Dwi Ulan Ransangan, Julian Rasi, Moh. Ratih Pangestuti Ratih Rachma Kurnia Ratno Achyani Resti Amelia Saputri Retno Hartati Rezkyana Rezkyana Ridwan Shabir Riky Rizky Rita Rita Roem, Muhamad Romdoni, Taufiq Ahmad Rona, Rona Rose Dewi Rosmianto , Rosmianto . Rozi Rozi Rozi Rozi, Rozi Rukisah, Rukisah Rusli S, Suhelmi Sabrina Nourramzy Rahmadania Salim, Nasiatul Aisyah Sampe, Yakob San Jose, Ariel E Santanumurti, Muhammad Browijoyo Saputra, Nano Saputri, Resti Amelia Sartika, Linda Septian, Doddy Setiyawan, Muhammad Dicky Setyantini, Woro Hastuti Simanjuntak, Ricky Febrinaldy Sitti Hartinah DS Stenly Brian Bonte Stephanie Bija Stephanie Bija Suci Wulandari Suci Wulandari Suhelmi S Supriadi Supriadi Suriyanti Suriyanti Suriyanti Suryanti Susiyanti Susiyanti Susiyanti Susiyanti Sutrasna, Yudi Suwarno Suwarno Syahrun - Syam, Mulyadi Syamsidar Gaffar Tamrin Toha Taqwa, Amrullah Taufiq Ahmad Romdoni Taufiq Ahmad Romdoni Theresia Theresia Theresia Theresia Thonas Indra Maryanto Tommy Chandra Tommy Chandra Tomy Chandra Tri Paus Hasiholan Hutapea Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Wahyu Hidayat Weliyadi, Encik Wiwiek Tyasningsih Yakob Sampe Yayuk Sugianti Yen Thi Hong Pham Yen Thi Hong Pham Yulma Yulma Yulma, - Yulma, Yulma Yushra Yushra Yushra, Yushra Yusuf, Muhammad Yusfi Zahidah Zahidah, Zahidah Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zunianto, Anang