p-Index From 2021 - 2026
13.494
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Analgesik Ekstrak Daun Timun Tikus (Coccinia Grandis (L). Voight) Terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus) Rani Afriani, D. Elysa Putri Mambang, Gabena Indrayani Dalimunthe, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analgesik merupakan zat yang meredakan atau menghilangkan rasa sakit tanpa kehilangan kesadaran. Tidak semua tanaman aman dikonsumsi, namun obat tradisional biasanya mempunyai efek samping lebih sedikit dibanding obat sintetik. Daun timun tikus mengandung flavonoid yang bekerja sebagai analgetik, dimana akan menghambat kerja enzim siklooksigenase sehingga akan mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, aktivitas analgesik, dan membandingkan aktivitas analgesik ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dengan kontrol positif metampiron 1%. Ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dibuat secara maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak. Uji aktivitas analgesik menggunakan mencit jantan yang diinduksikan asam asetat, selanjutnya diberi perlakuan ekstrak daun timun tikus dosis 200mg/kgBB, 300mg/kgBB, dan 400mg/kgBB, kontrol negatif CMC 0,5%, dan metampiron 1% sebagai kontrol positif yang dilihat jumlah geliat tiap 5 menit selama 1 jam. Kemudian dihitung persentase daya analgesik dan persentase efektivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) memiliki aktivitas analgesik, dan ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dosis 400mg/kgBB paling mendekati aktivitas analgesiknya dengan kontrol positif metampiron 1%.
Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Raihan, Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Telang bukan hanya sekedar tanaman hias tapi banyak di manfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol bunga telang dan daya sitotoksisitas ekstrak etanol bunga telang dengan melihat nilai LC50 yang diujikan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini meliputi skrining fitokimia ekstrak bunga telang dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk melihat jumlah kematian larva Artemia salina leach (LC50). Hasil pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa bunga telang positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid. Hasil dari karakterisasi serbuk simplisia bunga telang diperoleh kadar air 6,66%, kadar sari larut dalam air 47,7%, kadar sari larut dalam etanol 38%, kadar abu total 6,03%, dan kadar abu tidak larut asam 0,60%. Hasil uji sitotoksisitas dengan analisis probit menunjukkan nilai LC50 yaitu 264,7890 µg/mL sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Patch Transdermal Yang Mengandung Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita L.) Sebagai Antidiare Ahmad Lelo Hasibuan, Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mint mengandung menthol yang dapat berfungsi mempercepat sirkulasi, meringankan kembung, mual dan kram. Daun mint mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tanin dan flavonoid yang berpotensi memperlancar sistem pencernaan. Menurut Winarno dan sundari (1996) tanin dapat menciutkat (menyusutkan) permukaan usus dan dapat melindungi mukosa usus. Dan flavonoid mempunyai kemampuan dalam menghambat motilitas usus,dan sekresi air dan elektrolit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan variabel bebas yaitu simplisia daun mint (Mentha piperita L), serbuk simplisia, ekstrak daun mint, sedangkan variabel terikat meliputi karakterisasi simplisia dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun mint adapun uji yang dilakukan meliputi uji patch transdermal terhadap mencit (Mus musculus). Hasil dari ke empat formula sediaan patch transdermal ekstrak daun mint yaitu F0 memiliki bentuk sediaan cair, tidak berbau,warna coklat. F1 sediaan sedikit kental, berbau spesifik, berwarna coklat. F2 sediaan kental, ada bau spesifik, warna coklat.F3 sediaan kental, ada bau spesifik, warna coklat. pH pada formula 0 yaitu 6, formula 1 yaitu 6, formula 2 yaitu 6,dan formula 3 yaitu 6. Uji efektifitas antidiare yang paling efektif adalah dengan konsentrasi daun mint sebesar 40%.
Formulasi Sediaan Hidrogel Dari Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum Amygdalinum Del.) Sebagai Plester Penurun Panas Aisyah Putri Lubis, Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh diatas normal, yaitu diatas 37,6°C. Pada prinsipnya demam dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan. Pada tingkat tertentu demam merupakan bagian dari pertahanan tubuh yang bermanfaat karena timbul dan menetap sebagai respon terhadap suatu penyakit, namun suhu tubuh yang terlalu tinggi juga akan berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Tumbuhan afrika (Gymnanthemum amygdalinumDel.) sebagai obat demam. Metode penelitian ini Ekstrak dibuat dalam tiga formulasi, komposisi setiap 30 g sediaan mengandung ekstrak daun afrika F1 untuk 3 g, F2 untuk 5 g, dan F3 untuk 10 g. Dari ketiga formula ini diananlisa sifat fisik hidrogel untuk melihat karakterisasi dari hidrogel yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji penurunan suhu pada hewan uji mencit. Dari hasil penelitian data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil dari ketiga formula hidrogel ekstrak daun afrika yaitu F1, F2, dan F3 memiliki karakterisasi yang sama yaitu bentuk semi padat, bau khas dan warna hijau kehitaman, Ph hidrogel yaitu 4,6-5,3 viskositas 3000-24.000 cP dan homogen. Pada uji penurunan suhu tubuh hewan uji mencit paling efektif pada F3 yaitu plester hidrogel dengan komposisi 10 g ekstrak dalam 30 g sediaan dapat menurunkan suhu tubuh mencit dalam waktu 60 menit.
A FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN BALSEM STICK DARI LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd) DAN LADA HITAM (Piper nigrum L.) Sri Mulia Ningsih Siregar; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Buana Farma Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v2i4.580

Abstract

Secara umum balsem digunakan dengan cara mengoleskan menggunakan tangan hingga dapat menyebabkan rasa panas, lengket dan sulit di cuci. Salah satu solusinya adalah pembuatan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) dan lada hitam (Piper nigrum L.) dapat diformulasikan dalam sediaan balsem stick. Penelitian ini bersifat eksperimental, tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan pembuatan sediaan balsem stick dengan 4 formula dengan menggunakan beberapa uji mutu fisik sediaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa seluruh sediaan yang dihasilkan memenuhi persyaratan uji mutu fisik sediaan meliputi homogenitas, stabil selama penyimpanan 28 hari, pH 6,6-6,8, titik lebur 68ºC-69ºC, dan tidak mengiritasi kulit. Formula balsem stick yang paling baik menurut uji kesukaan (Hedonic) adalah formula III dengan konsentrasi lengkuas 7,5% dan lada hitam 7,5% . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak lengkuas dan lada hitam dapat di formulasikan dalam sediaan balsem stick, semua formula memenuhi syarat uji mutu fisik sediaan. Formula balsem stick yang paling baik menurut uji kesukaan berdasarkan parameter aroma, warna dan sensasi hangat dikulit. adalah formula III dengan konsentrasi lengkuas 7,5% dan lada hitam 7,5%
FORMULASI FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C.) SEBAGAI PENGHILANG BAU KAKI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Rima Marwarni; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.767 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1103

Abstract

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang lebih banyak memproduksi keringat, hal ini disebabkan karena bagian tersebut sering ditutupi dengan penggunaan kaos kaki dan sepatu. Keadaan kaki yang sering tertutup dapat menyebabkan kaki berkeringat dan lembab sehingga menimbulkan bau. Bau kaki dapat timbul akibat kelenjar keringat yang berlebihan bercampur dengan bakteri. Salah satu bakteri penyebab bau kaki adalah Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan foot spray dari ekstrak daun jeruk purut serta mengetahui aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampel yang digunakan yaitu daun jeruk purut yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung bahan aktif seperti flavonoid. Daun jeruk purut diekstraksi dengan cara maserasi dan selanjutnya diformulasikan dalam bentuk sediaan foot spray dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi sediaan foot spray memenuhi parameter uji stabilitas, meliputi pengamatan organoleptis dan pH, sedangkan untuk hedonic test yang paling disukai panelis yaitu formula I dengan konsentrasi 20% dan untuk uji iritasi menunjukkan tidak ada formula yang mengiritasi kulit. Pengujian aktivitas antibakteri pada semua formula menunjukkan aktvitas antibakteri dalam kategori kuat dengan diameter zona hambat berturut-turut formula 1 dengan konsentrasi 20% sebesar 12,45 mm, formula 2 dengan konsentrasi 25% sebesar 13,65 mm, dan formula 3 dengan konsentrasi 30% sebesar 14,30 mm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun jeruk dapat diformulasikan dalam sediaan foot spray dan semua sediaan foot spray memiliki stabilitas yang baik serta memiliki aktivitas antibakteri Staphylococccus epidermidis
PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa ) TERHADAP FORMULASI DAN EVALUASI JELLY DRINK DENGAN KOMBINASI MADU DAN GULA Latifah Sahara Pulungan; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.693 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1105

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari family Rosaceae, yang memiliki kandungan fitokimia yang tinggi. Jelly drink merupakan minuman yang memiliki tekstur kenyal yang terbuat dari bahan dasar buah-buahan dan dikonsumsi dengan cara dihisap dengan sedotan. Kriteria jelly drink yang baik adalah tekstur gel yang lunak sehingga saat dihisap menggunakan bantuan sedotan gel mudah hancur, namun bentuk gelnya masih terasa di mulut. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan minuman sehat dan bergizi dari buah stroberi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan sampel buah stroberi dengan pengambilan sampel secara Purposif. Jelly Drink dari buah stroberi dibuat dengan 4 (empat) formula, f1 (50), f2 (100), f3 (150), f4 (0) blanko. Pengujian mutu jelly drink stroberi dilakukan uji viskositas, uji homogenitas, uji pH, uji organoleptik dan uji hedonik (kesukaan). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil jelly drink terbaik pada Formula 1 (satu) dengan viskositas 480.8 Cp, homogenitas dikatakan homogen, pH 3,66. Secara organoleptik jelly drink buah stroberi memberikan warna merah, rasa manis sedikit asam, tekstur lunak, dan bau khas stroberi dan madu. Hasil uji hedonik (kesukaan) menunjukkan jelly drink paling disukai panelis. Stroberi sangat berpengaruh pada jelly drink pada uji viskositas karna bersifat hidrokoloid yang dapat mengikat air dan dapat meningkatkan pH, konsentrasi stroberi terbaik terdapat pada formula 1 yang dilihat dari uji organoleptik dan uji hedonik
FORMULASI FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENGHILANG BAU KAKI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Risnayanti; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.346 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1106

Abstract

Bau kaki adalah masalah yang sangat mengganggu penampilan. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi kurang percaya diri saat menggunakan sepatu, terutama sepatu tertutup. Bau kaki disebabkan oleh adanya bakteri pada permukaan kulit dan sepatu. Kemangi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai antibakteri, hal ini ditunjukkan dengan adanya kandungan flavonoid, fenolik, saponin, tannin dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan foot spray dari ekstrak daun kemangi serta mengetahui aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun kemangi dibuat dengan metode maserasi, kemudian ekstrak tersebut di formulasikan menjadi foot spray dengan beberapa variasi konsentrasi, yaitu 15%, 20%, 25%. Sediaan foot spray kemudian di uji evaluasi sediaan dan di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam sediaan foot spray tanpa merubah standar dari sediaan foot spray baik pH maupun organoleptis dan tidak menimbulkan efek iritasi serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan diameter daya hambat berturut-turut sebesar 12,6 mm (F1=15%), 13,6 mm (F2=20%) dan 14 mm (F3=25%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai sediaan foot spray dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR Nuraisyah; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.147 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1108

Abstract

Jagung mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, pada umumnya memiliki aroma dan rasa manis, yang dapat membuat tablet hancur perlahan dalam mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi tablet hisap jagung (Zea mays L.) dengan varian gom arab dan putih telur dengan konsentrasi yang berbeda sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan uji evaluasi granul dan tablet hisap. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia sari jagung yang menggunakan metode granulasi basah. Hasil dari skrining fitokimia sari jagung diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin dan triterpenoid. Hasil pemeriksaan evaluasi granul pada uji waktu alir keempat formulasi memenuhi syarat yaitu <10 detik. Uji sudut diam keempat formulasi memenuhi syarat yang baik 25°- 45°. Uji kompresibilitas keempat formulasi memenuhi syarat <20 %. Uji kadar air keempat formulasi memenuhi syarat <5 %. Hasil pemeriksaan evaluasi sediaan tablet hisap pada uji penampilan keempat formulasi ini yaitu berbentuk bulat, rasa agak manis, tidak berbau, dan warna putih. Uji keseragaman bobot F2 dan F4 memenuhi syarat yaitu tidak lebih dari dua tablet yang menyimpang lebih besar 5% dan tidak ada satupun tablet yang menyimpang lebih besar dari 10% sedangkan F1 dan F3 tidak memenuhi syarat. Uji keseragaman ukuran keempat formulasi masih memenuhi syarat diameter 13 mm dan ketebalan 3 mm. Uji kekerasan F1, F2 memenuhi syarat, sedangkan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu 4-8 kg. Uji kerapuhan F1, F2 memenuhi syarat dan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu <1%. Uji waktu hancur keempat formulasi memenuhi syarat < 30 menit.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BATANG AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) TERHADAP TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Lisa Amalia; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.656 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1109

Abstract

Akar bajakah (Spathollobus Littotalis Hassk) merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili fabaceae yang berdasarkan penelitian ekstraknya dapat menurunkan reaksi peradangan. Ekstrak akar bajakah mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, steroid/triterpenoid, dan alkaloid. Flavonoid yang terkandung dalam akar bajakah dapat menangkap radikal bebas yang berfungsi untuk menghambat kerusakan sel dan sebagai antiinflamasi. Ekstrak etanol akar bajakah (EEKB) dibuat dengan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dilakukan skrining fitokimia simplisia, uji kontrol positif (Natrium Diklofenak 25 mg), dan suspensi EEKB dosis 100, 200, dan 300 mg/KgBB. Tikus diinduksi dengan karagenan kemudian diukur volume radang setiap 1 jam dan dihitung persentase radang dan persentase inhibisi radang. Dosis EEKB 300 mg/KgBB memiliki efek antiinflamasi dengan nilai persentase radang 13,66%, persentase inhibisi radang 82,05%, dan nilai natrium diklofenak 25 mg/KgBB dengan nilai persentase radang 11,6% dengan nilai persentase inhibisi radang 96,90%. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa EEKB dapat mengurangi peradangan pada kaki tikus setelah dilakukan penginduksian karagenan.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Dona Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Robiatun Rambe Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Syarifah Mauliza Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani