Pemerintahan Inggris di Pulau Jawa pada masa Thomas Stamford Raffles (1811–1816) membawa perubahan signifikan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Penelitian ini membahas secara komprehensif dampak multidimensional dari kebijakan kolonial Inggris yang diterapkan selama periode tersebut. Dalam aspek ekonomi, penerapan landrent system menggantikan pola tanam paksa VOC dan mengubah struktur agraria Jawa, namun pelaksanaannya menghadapi hambatan administratif serta menimbulkan beban fiskal yang berat bagi petani. Di bidang sosial, perubahan sistem pajak perorangan dan penataan administrasi menciptakan ketegangan sosial di pedesaan, sementara kebijakan budaya dan infrastruktur turut memberikan pengaruh terhadap mobilitas dan pelestarian warisan budaya. Dalam aspek politik, Inggris melakukan reorganisasi kekuasaan melalui penguatan administrasi kolonial, pengurangan otoritas feodal, serta penaklukan wilayah strategis seperti Yogyakarta untuk menegaskan kontrol imperial. Meskipun masa kekuasaan Inggris relatif singkat, berbagai kebijakan yang diterapkan Raffles meninggalkan dampak jangka panjang dan menjadi fondasi bagi sistem pemerintahan kolonial Belanda pada periode berikutnya. Dengan demikian, periode ini menjadi salah satu fase penting dalam pembentukan struktur ekonomi-politik modern di Jawa.