Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Prevalensi Stunting Pada Balita di Indonesia: Analisis Data Ski 2023 (Dalam Perspektif Tafsir Al-Misbah) Nur Indah Rahma Dilla; Rapotan Hasibuan; Irwansyah Irwansyah; Wahyudi Wahyudi; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Kesehatan Global Vol 9, No 3 (2026): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v9i3.7117

Abstract

Upaya penurunan target prevalensi stunting nasional memerlukan pemetaan yang akurat terhadap berbagai faktor risiko multidimensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prevalensi stunting pada balita di Indonesia melalui Analisis Data Sekunder (ADS) Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 0-59 bulan di Indonesia yang tercatat dalam data nasional SKI 2023 sebanyak 86.364 dengan sampel 78.860 Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner model prediksi. Hasil penelitian dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita, meliputi kelompok usia ibu (p = 0,015), tingkat pendidikan ibu (p = 0,000), status pekerjaan ibu (p = 0,000), status ekonomi ruta balita (p = 0,000), akses layanan kesehatan (p = 0,000), dan kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,000). Lebih lanjut, analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu, status ekonomi rumah tangga balita, akses pelayanan kesehatan, dan kepemilikan jaminan kseshatan secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan Kejadian stunting pada balita (p 0,05). Status ekonomi rumah tangga balita merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian stunting dengan Odds Ratio (Exp(B)) 1,545. Implementasi kebijakan ke depan perlu diprioritaskan pada penguatan intervensi multisektor, khusunya melalui optimalisasi edukasi usia reproduksi sehat, peningkatan literasi gizi keluarga, serta perluasan cakupan proteksi kesehatan anak secara merata.
Hubungan Diabetes Melitus dengan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara Jelita Suryani Siregar; Wahyudi Wahyudi; Putra Apriadi Siregar; Rapotan Hasibuan
Jurnal Kesehatan Global Vol 9, No 3 (2026): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v9i3.7096

Abstract

Diabetes Melitus (DM) meningkatkan risiko tuberkulosis (TB), dengan penderita DM memiliki risiko 2-4 kali lebih besar mengalami TB dibandingkan individu non-DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan diabetes melitus dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian case sontrol ini dilakukan pada pasien di Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Sebanyak 31 responden kelompok kasus ditentukan dengan teknik total sampling dan 31 kontrol ditentukan dengan teknik quota sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square dengan a=0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan 95% CI. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM (p=0,035; OR=3,657) (95% CI=1,220-10,962), jenis DM (p=0,046; OR= 5,932) (95% CI= 1,163-30,254) dan kadar glukosa darah puasa (p=0,024; OR= 6,905) (95% CI= 1,368-34,846) dengan kejadian TB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama menderita DM, jenis DM dan kadar glukosa darah puasa berhubungan signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Penegndalian glikemik optimal dan skrining TB terintegrasi pada penderita DM diperlukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Determinants of Depressive Symptoms Among University Students at the State Islamic University of North Sumatra, Medan, Tuntungan Campus IV Alya Fadilla; Putra Apriadi Siregar; Nabila Yasmin; Wahyudi Wahyudi; Salianto Salianto
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurmiki (Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia)
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v5i2.145

Abstract

Mental health disorders, particularly depression, pose a serious challenge for university students during the transition phase of emerging adulthood. This study aimed to analyze the determinants of depressive symptoms among students at the Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Tuntungan Campus IV. A quantitative cross-sectional design was used with a sample of 403 active students from the 2nd to the 8th semester, selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using Spearman rank correlation, the Mann-Whitney test, the Kruskal-Wallis test, and multiple linear regression. The results showed that the prevalence of “extremely severe” depressive symptoms reached 61.0%. Bivariately, depressive symptoms were significantly associated with socio-demographic characteristics (age, semester, gender, faculty, employment status), lifestyle factors (sleep duration, smoking habit), and psychosocial factors (psychological distress, academic stress, peer support, and family support). Simultaneously, the model explained 49.0% of the variance in depression scores (Adjusted R² = 0.49, p = 0.000). Multivariate analysis identified psychological distress (β = 0.603) as the dominant determinant, followed by family support as the main protective factor (β = -0.202), academic stress (β = 0.101), spirituality (β = 0.089), and daily sleep duration (β = -0.079). In conclusion, student depression is dominantly driven by the accumulation of psychological distress and academic pressure combined with insufficient sleep, while family support serves as the main protector and increased spirituality functions as a coping mechanism. Preventive measures should include accessible campus counseling services, strengthening family support, facilitating religious activities, and educating students on healthy sleep management.
Co-Authors Abdul Karim Batu Bara Ade Risma Adelia, Nelsih Adytio Setiawan Aguansyah Maulana Siregar Aisa Maharani Hasibuan Alya Alfianti Balqis Alya Fadilla Alya Najwa Amanda, Dea Amelia Putri Amanda Nasution Aminuyati Ana Firda A'Qila Andhani, Intan Angkat, Chairunissa T. D. E. Aryulika, Mawar Asghoriah, Azinatul Azizah, Najwa Azzahro, Rahmi Damayanti Azzura, Sabrina Febri Barus, Nency Utami Br Billa, Nurna Cantika, Shafira Putri Dalimunte, Syelsa Yustrina Damanik, Nazwa Ayudhia Ghani Dawamah, Nurazizah Dea Rosalina Ritonga Delfi Yunita Lubis Delisma Marsauli Simorangkir Dewi Safitri Ginting Dhea Rizky Fitri Saragi Dian Ika Perbina Meliala Dinda R. Aulia Dwi A. Putri Epidemiologi, Cut Mulyana Moely Fadilla, Alya FAHDI, FIRDAUS Fatima Fatima Fatima Fatima Fatimah Nayla Zaskia Siregar Feby A Putri Fiqih Inayah Fransisca, Cintya Hanum Prahasti Hasanatun Laili health, Amelia Herviani Sari Herviani Sari Husnan Tengku, Najwa Azizah Iqbal Fathur Rifqy Irwansyah Irwansyah Jelita Suryani Siregar Jihan Nabila Ritonga Karfita Adha Kemala Sari Damanaik Khaira, Nuri Khairul Fikri Khairunnisa Khairunnisa Khairunsyah Khairunsyah Kiki Arulia Siregar Laila Sari Mami Azzahra Lubis Manurung, Jahrani Manurung, Revina Aulia Mawandri, Dwi Medina Elly Vanda Mega Rahmadani Siregar Muhammad Abdullah Syarif Muhammad Amada Muhammad Jidan Al-Khoir Muhammad Rafly Muhammad Ridwan Muhammad Sahputra Nabila Fatila Nabila Yasmin Nadia Syahputri Sinaga Najla Rifda Syahfitri Nasution, Aldi Syahputra Nasution, Mutiara Natasya Putri Lika Na’imi, Nadrah Nelva Nelva Nur Ashilah S Rkt Nur Indah Rahma Dilla Nurmaulia Nurmaulia Nurul Fauziah NURUL HIDAYAH Ode, Anggun Nabila Panggabean, Hikmah Tin Panjaitan, Muhammad Faiz Pivit Rahayu Pohan, Dhea Afriza Pratiwi, Atikah Puti Miratil Hayati Efri Putra Apriadi Siregar Raisya Rhadella Br Ginting Rambe, Siska Rahmadani Rangkuti, Azkyatul Arifah Rapotan Hasibuan Regita Cahyani Rini Handayani Risca Muril Khairani Riski Andriani Ritonga, Sela Rizqa Auliyah Shifah Sagala Sahilla, Rizka Salianto Salianto Salsabilla, Anggina Zahra Sa’adah, Naila Sembiring, Andini Sembiring, Andini Br Septiani Rizka Seri Rosidah Hasibuan Shalsabila, Nadia Siahaan, Nur Latipah Simatupang , Ahmad Shiddiq Sinaga, Haryanti Sirait, Salshabila Azzahra Siti Nurhaliza Sitio, Sri Sudewi Pratiwi Situmorang, Irsyad Baihaqi Sri Dayati Sri Rezky Gantina Sri Wahdina Tanjung Syafran Arrazy Syaira Alfauza Syaukani Syaukani Syifana Nadia Raisya Tanjung, Hazira Yulistia Tanjung, Putri Keza Hidayah Tanjung, Sri Wahdina Tengku Armita Chairiyah Tia Munika Utami, Dilla Fitri Vera Estefania Kaban Vina Noura Wahyuni , Raduwi Windi Zahrani Yasmin, Wan Yara Yulia Khairina Ashar Zahra Kayla Mazril Zahra, Fairuz Zico Riswansyah