p-Index From 2021 - 2026
3.914
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pendidikan Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan IPTEK Journal of Proceedings Series Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Harmonia: Journal of Research and Education Lentera, Jurnal Studi Perempuan Buletin Palawija Jurnal Psikologi El Tarbawi EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan Gadjah Mada Journal of Psychology Jurnal Dimensi SENTIA 2017 JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pembelajaran Sains Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Buletin Palawija Journal of Electrical Power Control and Automation (JEPCA) SKANIKA: Sistem Komputer dan Teknik Informatika Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kandang : Jurnal Peternakan Prosiding Seminar Nasional Sisfotek (Sistem Informasi dan Teknologi Informasi) Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Ilmiah Research and Development Student Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Studies JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam International Journal of Computer Technology and Science Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran)
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesiapan Penyelenggaraan Program SMK COE Pada Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat Mahfudi Sahly Subandi
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v4i2p97-108

Abstract

Abstrak: Program Sekolah Menengah kejuruan Center of Excellence ( SMK COE) bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMK sesuai dengan standar kebutuhan industri. Program SMK COE berfokus pada pengembangan sumber daya manusia SMK dengan paradigma baru yang terintegrasi untuk mengimbas ke sekolah lain. Namun, kenyataan dilapangan untuk rencana penyelenggaraan program COE masih banyak kendala yang dihadapi. Kendala utama sampai saat ini belum dilakukan eksplorasi kesiapan guru, ruang lingkung kerja sama dengan industri, dan peralatan praktikum. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi kesiapan penyelenggaraan program COE. Metode penelitian menggunakan studi kasus yang tergolong dalam pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMKN 6 Malang pada kompetensi keahlian Teknik Alat Berat. Kesiapan rencana penyelenggaraan program COE di SMKN 6 Malang dapat berjalan dengan baik apabila kesiapan guru, kesiapan ruang lingkup kerja sama dengan industri, dan kesiapan peralatan praktikum sesuai dengan standar.  Kata kunci:. SMK, COE, guru, kerja sama industri, peralatan praktik
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA BAHASA JEPANG MELALUI PENDEKATAN LESSON STUDY DENGAN MENGGUNAKAN MATERI AJAR APRESIATIF Subandi Subandi
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v1n1.p%p

Abstract

Keterlibatan dan keaktifan peserta didik dalam PBM menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan yang selalu muncul. Keterlibatan dan keaktifan peserta didik akan terbantu dengan penerapan pendekatan dan materi ajar yang tepat. Pendekatan  Lesson Study  yang didukung oleh materi ajar yang apresiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan khususnya keterampilan berbicara peserta didik.  Lesson Study  memberikan kesempatan dan peluang kepada peserta didik untuk terlibat langsung secara aktif yang akan membentuk atmosfir positif PBM serta meningkatkan motivasi belajar serta mengkonstruksi pemahaman melalui pengalaman langsung peserta didik. Materi ajar yang apresiatif menjadi perangsang awal untuk membantu peserta didik agar mampu mengawali mengungkapkan gagasan dan pikirannya secara lisan. Hasil akhir membuktikan 93% peserta didik dapat melakukan presentasi, wawancara, dan percakapan dengan memenuhi aspek-aspek yang tentukan dalam rubrik penilaian.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA METAFORA DALAM BUKU KIKE WADATSUMI NO KOE Subandi Subandi; Lies Tyan Diniswari
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n2.p%p

Abstract

Gaya bahasa metafora yang memiliki konsep makna dasar perbandingan  sebagai konskuensi dari pemilihan kata/diksi dapat menjadikan sebuah ungkapanlepas dari makna  unsur  pembentuknya.  Proses  perbandingan  mengakibatkan  terjadinya perpindahan  makna  satu  kata  ke  kata  yang  lain  yang  didasari  oleh  adanya kesamaan  baik  secara  konseptual  maupun  fisik.  Akibatnya  struktur  luar  gaya bahasa  metafora  dibangun  oleh  subyek  yang  sebenarnya  berfungsi  sebagai pembanding  dan  berada  di  luar  scopp  makna  yang  diwakilinya.  Sebaliknya subyek  yang  dibandingkan  yang  sebenarnya  berfungsi  sebagai  makna  inti ungkapan tidak muncul dalam struktur luarnya tetapi, membangun struktur makna dimana  struktur  makna  ini  ada  dalam  konsep  mental  setiap  penutur. Terbangunnya struktur makna pada gaya bahasa metafora dapat diakibatkan oleh terjalinnya  kesamaan  konsep  aspek  fungsi,  keadaan,  fisik,  karakter  dan  yang lainnya diantara subyek pembanding dan subyek yang dibandingkan. Penggunaan gaya bahasa metafora dalam komunikasi  tentu dilandasi oleh  suatu motivasi dan tujuan  tertentu  namun  demikian,  dengan  gaya  bahasa metafora  penutur mampu mengungkapkan  makna  yang  melebihi  dari  makna  yang  terkandung  dalam struktur  luarnya.  Lebih  dari  itu,  dengan  penggunaan  gaya  bahasa  akan menghasilkan  bentuk  komunikasi  dengan  varian  pilihan  kata  yang  bervariasi sehingga, mampu meningkatkan kualitas aktivitas berbahasa.
Pengaruh Pola Waktu Pemberian Pakan Pada Ayam Broiler Strain Lohman Umur 21 Hari sampai Masa Panen Terhadap Konsumsi dan Konversi Pakan Rosi Adi; Amran Jaenudin; Subandi Subandi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v4i1.194

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola waktu pemberian pakan pada ayam broiler strain Lohman dari umur 21 hari sampai masa panen terhadap pencapaian konsumsi pakan dan nilai konversi pakan. Selain itu juga untuk mengetahui pola waktu pemberian pakan pada ayam broiler yang memberikan hasil yang optimal terhadap pencapaian konsumsi dan nilai konversi pakanya. Selain itu juga untuk mengetahui pola waktu pemberian pakan pada ayam broiler yang memberikan hasil yang optimal terhadap pencapaian konsumsi dan nilai konversi pakannya. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 30 Maret sampai dengan 2 Mei 2008 di Peternakan Ayam Broiler milik Bapak Surta Des Tarikolot Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka. Dalam pelaksanaan percobaan sampel yang diamati sebanyak 125 ekor ayam broiler strain Lohman yang terbagi dalam lima kelompok percobaan dan masing-masing kelompok di ulang sebanyak lima kali, sehingga ayam terbagi dalam 25 sekat kandang dengan 5 ekor ayam per kandang. Perlakuannya adalah ayam diberikan waktu untuk mengkonsumsi pakan selama delapan jam kemudian ayam dpuasakan (tidak diberi pakan) selama empat jam, dimana waktu pemberian pakan terbagi dalam dua kondisi yaitu siang dan malam. Adapun perlakuan tersebut yaitu P1 pemberian pakan mulai pukul 06.00 – 14.00 dan dilanjutkan kembali 18.00 – 02.00 WIB, (P2) pemberian pakan mulai pukul 07.00 – 15.00 dan dilanjutkan kembali pukul 19.00 – 03.00 WIB, (P3) pemberian pakan mulai pukul 08.00 – 16.00 dan dilanjutkan kembali pukul 20.00 – 04.00 WIB, (P4)  Pemberian Pakan mulai pukul 09.00 – 17.00 dan dilanutkan kembali pukul 10.00 – 18.00 dan dilanjutkan kembali pukul 22.00 – 06.00 WIB. Penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pola waktu pemberian pakan pada ayam broiler umur 21 hari sampai masa panen tidak mempengaruhi (tidak berbeda nyata) terhadap konsumsi dan konversi  pakan. Hal ini terjadi karena dari semua pola perlakuan yang ada memungkinkan ketika kondisi panas siang hari ayam akan mengurangi konsumsinya dan ketika kondisi dingin malam hari ayam akan mengear kekurangan konsumsi disiang hari karena pakan diberikan secara tdak terbatas (adlibitum). Kesamaan tingkat pencapaian konsumsi pakan memberikan efek pada kesamaan pencapaian konversi pakan, karena kondisi lingkungan secara umum saat penelitian hampir sesuai dengan kebutuhan ayam. Data pencapaian konsumsi rata-rata untuk 34 masa pemeliharaan adalah 295,36 ± 14,89 gram/ekor, dengan nilai konversi pakan rata-rata 1,671 ± 0,023.Kata Kunci: Ayam Broiler, konsumsi pakan dan konversi pakan.
Penaksiran Repeatibilitas Produk Susu Sapi FH di Wilayah Kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Suharto Suharto; Amran Jaenudin; Subandi Subandi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v4i1.196

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan pada sapi perah Fries Holstein (FH) di wilayah kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten kuningan selama 10 hari, 4 – 13 September 2008. Repeatabilitas susu sapi perah FH menggunakan catatan produksi susu laktasi pertama, kedua, ketiga dan kedua, ketiga, keempat menggunakan metode survey. Setelah perhitungan Repeatabilitas dilanjutkan dengan menghitung kecermatan nilai taksiran tersebut. Penilitian menggunakan catatan 360 produksi susu dari 90 ekor sapi induk yang mempunyai catatan laktasi 1 – 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan catatan laktasi 1,2,3 dan catatan laktasi 2,3,4 memberikan hasil taksiran repeatabilitas dan kecermatan yang berbeda. Untuk penaksiran repeatabilitas dan kecermatannya sebaiknya menggunakan laktasi 1, 2, dan 3 karena nilai repeatabilitas dan kecermatan 0.42  0,065, sedangkan catatan laktasi 2, 3, 4 memberikan nilai repeatabilitas dan kecermatan 0,33  0,068.Kata Kunci : Sapi Perah FH, Repeatabilitas, Laktasi
HUBUNGAN ANTARA TINGGI PUNDAK PANJANG BADAN DAN LINGKAR DADA DENGAN BOBOT BADAN PADA DOMBA GARUT Agus Sonjaya; Umi Trisnaningsih; Subandi Subandi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v5i1.198

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untu mengetahui keeratan hubungan antara tinggi pundak, panjang bdan dan lingkar dada dengan bobot badan pada domba Garut, dan model hubungan regresi tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada dengan bobot badan pada domba Garut.Penelitian dilaksanakan di pasar hewan lokal Rajagaluh Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majaengka selama satu minggu, yaitu pada tanggal 5 -  10 September 2009. Penelitian dilakukan dengan metode survet dengan teknik pengamblan data secara acak yang diamati selama tujuh hari. Pengamatan domba dilakukan terhadap 50 ekor domba jantan dan 50 ekor domba betina. Pengamatan utama meliputi bobot badan, tinggi punfak, lingkar dada dan panjang badan. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan analisa korelasi dan regresi. Regresi dilakukan dengan variabel bebas (X) yang meliputi lingkar dada (X1), panjang badan (X2) dan tinggi pundak (X3), dan variabel bebas (Y) adalah bobot badan domba. Hasil penelitian menunjukan lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak memiliki hubungan yang erat dengan berat badan domba Garut berumur 1,0-1,5 tahun, yaitu pada domba Garut Betina memiliki keeratan 84,9% ( r = 0,849 ) dan pada domba Garut jantan memiliki keeratan 97,8% ( r = 0,978).  Lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak dapat digunakan sebagai penduga berat badan domba Garut, yaitu dengan persamaan regresi Y = -14,799 + 0,476 X1 + 0,036 X2 + 0,095 X3 untuk domba Garut Betina dan Y = -55,061 + 0,555 X1 + 0,470 X2 + 0,189 X3 untuk domba Garut Jantan. Lingkar dada memiliki korelasi yang tertinggi terhadap berat badan pada domba Garut umur 1,0 - 1,5 tahun dibandingkan dengan panjang badan dan tinggi pundak, yaitu dengan r = 0,841 pada domba Garut Betina dan r = 0,961 pada domba Garut Jantan. Kata Kunci : Domba, Lingkar dada dan Tinggi pundak
HUBUNGAN ANTARA BOBOT KARKAS DENGAN BOBOT BADAN PADA DOMBA EKOR TIPIS Yayan Arief Sutendo; Subandi Subandi; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v5i1.199

Abstract

ABSTRAK          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bpbpt karkas dengan bobot badan pada domba ekor tipis dalam bentuk persamaan regresi. Selain itu juga untuk mengetahui koefisien korelasi hubungan bobor karkas dengan bobot badan domba ekor tipis. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 10 -17 Desember 2009 di Rumah Potong Hewan Ciledug, Desa Leuweunggajah, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Ternak yang diamati untuk dianalisis sebanyak 50 ekor, domba ekor tipis jantan dan 50 ekor domba ekor tipis  betina yang berumur 1 – 1,5 tahun. Penelitian dilakukan dengan observai dan pengamatan dilapangan terhadapt domba ekor tipis yang memenuhi kriteria penelitian yang dilakukan. Data utama yang diamati adalah bobot badan ekor tipis hidup dan bobor karkas domba ekor tipis setelah dipotong. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi dan korelasi antara bobot karkas sebagai variabel tak bebas (Y) dan bobot bagan sebagai variabel bebas (X).     Hasil penelitian menunjukan bwahwa bobot karkas memiliki hubungan yang erat dengan bobot badan domba ekor tipis. Domba ekor tipis jantan memiliki persamaan regresi Y = 0,356 X + 2,012 dengan koefisien korelasi yang lebih baik daripada domba ekor tipis betina. Domba ekor tipis betina memiliki persamaan regresi Y = 0,519 X – 1,858 dengan koefisien korelasi 0,947.  Pada domba ekor tipis jantan bobor karkas beratnya 44,29% dari bobor hidupnya, sedangkan pada domba ekor tipis betina bobor karkasnya adalah 42,20% bbot hidupnya. Persamaan regresi hubungan bobot karkas dengan bobot hidup pada domba ini dapat dijadikan sebagai penduga bobot karkas pada saat pembelin domba ekor tipis.Kata Kunci : Bobot Karkas, bobot badan dan Domba ekor tipis
PENGARUH KOMPOSISI BEKATUL DAN AMPAS TAHU TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS Nova Abda Nugraha; Umi Trisnaningsih; Subandi Subandi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v5i1.200

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujauan untuk mendapatkan komposisi ampas tahu dan bekatul yang terbaik sebagai pakan konsentrat untuk penggemukan domba ekor tipis. Penelitian dilaksanakan di KTTD Karya Kinasih Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang kabupaten Cirebon selama 14 hari, yaitu 27 januari-9 febuari 2009.Penelitian dilakaukan dengan mengguanakan 24 ekor domba yang memiliki berat anatara 24,0-30,0 kg yang diberi pakan dengan komposisi 10 % rumput alam dan 1 % konsentrat dari berat badan domba. Penelitian  menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 Kali ulangan. Apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan.Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:Perlakuan A: 90 %  ampas tahu 10 % bekatul, protein harian pakan 0,125 kg, Perlakuan B : 80 % ampas tahu  80 % bekatul, protein harian pakan 0,133 kg, Perlakuan C : 70 % ampas tahu  30 %  bekatul, protein harian pakan 0,139 kg, Perlakuan D : 60 % ampas tahu  40 %  bekatul, protein harian pakan 0,145 kg, Perlakuan E : 50 % ampas tahu  50 %  bekatul, protein harian pakan 0,152kg, Perlakuan F : 40 % ampas tahu  60 %  bekatul, protein harian pakan 0,159 kg.Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa komposisi konsentrat denganberbahan 60% ampas tahu 40% bekatul memberikan pertambahan berat badan harian terbaik pada domba ekor tipis, yaitu 0,1850 kg perhari dengan pertambahan berat badan domba dalam dua minggu ( akhir penelitian) 2,5850 kg.Kata Kunci : Domba, Bobot badan dan pakan bekatul
Performans Itik Petelur Lokal Siap Bertelur Dengan Pemberian Tepung Daun Katuk Dalam Ransumnya Warkini Warkini; Subandi Subandi; Rusita Rusita
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i2.219

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap performans itik petelur lokal siap bertelur. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Tani Mukti Desa Bogor Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu selama 14 hari, yaitu tanggal 18 Desember – 1 Januari 2013. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 48 ekor itik lokal siap bertelur dengan bobot badan 1.147 – 1.564 gram. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, empat ulang dan masing-masing ulangan terdiri tiga ekor itik. Apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: R0 = ransum kontrol (tidak mengandung tepung daun katuk), R1 = ransum mengandung 2,5% tepung daun katuk, R2 = ransum mengandung 5% tepung daun katuk, R3 = ransum mengandung 7,5% tepung daun katuk. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa pemberian tepung daun katuk dapat diberikan dalam ransum maksimal 2,5% pada itk petelur lokal siap bertelur tanpa mempengaruhi performansKata Kunci : Performans, tepung daun katuk, itik pertelur lokal
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi Pegawai Bidang Teknologi Informasi Terhadap Kepuasan Pelanggan Subandi Subandi
Prosiding SISFOTEK Vol 1 No 1 (2017): SISFOTEK 2017
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.162 KB)

Abstract

tinggi pengaruhnya dengan faktor diluar model. Apabila varibael X1, X2 dan Y, ketiga variabel tersebut harus berjalan dengan baik maka akan terciptanya tata kelola yang baik. Hasil penelitian dan analisis data berupa deskripsi variabel, uji realibilitas, validitas, tranfromasi data ordinal ke data interval, pengujian secara statistik dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 guna menentukan pengaruh gaya kepemimpinan, dan kompetensi pegawai bidang teknologi informasi terhadap kepuasan pelanggan secara parsial maupun simultan
Co-Authors - Haryanto Abdul Haris Achmad Aditya Ashadul Ushud Afrina E.S. Br. Sagala AGUS SETIAWAN Agus Sonjaya Ahmad Ahmad Fauzan Ahmat Nurion Makki Aldila Candra Kusumaningrum Ali Muhtarom Alifa Syamantha Putri Aman Santoso Amran Jaenudin Anas Cahyo Nugroho Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Anik Widarti Anita Diana Anita Diana Anjamputra A. Embisa Annisa Nur Fathiyah Antonius Handoko, Antonius Ardian Trio Wicaksono Aryasanti, Agnes Assyifa Wahidatul Sholeha Aulia Akhrian Syahidi Barly Vallendito Billynda Fatwa Puspita Sari Binti Arifah Nurhasanah Budi Santoso Radjit Chandra Wijayanti Ciptono Ciptono Citra Kurniawan Danang Darunanto Dani Irawan Darsono Sigit Deni Ainur Rokhim Deslida Saidah Dhea Tamara Diah Zuyyina Rahma Dian Anubhakti Dian Arianto Dian Irdasari Djalal Rosyidi Edy Susanto Endang Budiasih Erliana Ginting Fathimah Az-Zahroo Fauziatul Fajaroh Ferry Budi Prasetya Finny Ligery Gandhi Sutjahjo Gartika Nurani Erawan Gaudensiana Seko Taboy Ginda Rahmita Sari, Ginda Rahmita Gindara Dwi Hendrawati Grace Gata, Grace Guntur Cahaya Kesuma Habiddin Hari Wujoso Hayuni Retno Widarti Herni Widiyah Nasrul Hilya Ulinnaja I Putu Ardika Yana Ira Ristinawati ita novita Joko Warsito Jumrotul Laili Mukaromah Lies Tyan Diniswari Lilik Eka Radiati Linda Ayu Lestari M Suyanto Mafidatun Ni’mah Michael Seno Rahardanto Moya A.D. Martiningtyas Mufti Mufti MUFTI MUFTI, MUFTI Muhamad Agus Mushodiq, Muhamad Agus Muhana Sofiati Utami Muntholib Munzil Nabilah Afifah Nadia Ihsana Ferhat Nadia Rizky Putri Hapsari Nanda Fitriana Lukya Nandha Rahayu Nasir Saleh Neila Ramdhani Nelia Afriyeni Nida Ui Hasanat Nike Aulia Septianis Niken Kitaka Sari Nova Abda Nugraha Novia Prihastyanti OS Hartanto Osi Kusuma Sari Parlan . Partono Patricia Meta Puspitasari Paundra Raditya Khoidori Prasetyono Eko P Pristy Nandya Putri Putri Arum Nilawati R Budi Sarwono Ragil Sugeng Dewantoro Rehani Fitrina Ririn Andini Riska Agusti Dermawan Rizky Fajar Rosalina Anindita Ayuningtyas Rosi Adi Rr. Endang W Rudi Permadi rusita rusita Salsabila Lailatul Asyrifa Sandi Limbanadi Sarita Matulu Septiana Ningrum Siti Marfuah, Siti Siti Roudhotul Jannah Sri Langgeng Ratnasari Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suharto Suharto Surjani Wonorahardjo Sustriana Saragih Syafriudin Syafriudin Syarif Suhartadi Syifa Aulia Assabilla T. Munzir Tina Afiatin Umi Trisnaningsih Very Julianto Warkini Warkini Widyo Winarso Wiharto, Yudi Yayan Arief Sutendo Yehezkiel Mulia Hutahayan YOSEP ASPAT ALAMSYAH Yova Tri Yolanda Yudhi Utomo Yuski Sudana Yusuf Abdullah Zakiyah Zakiyah