Claim Missing Document
Check
Articles

PIDANA PEMISKINAN KORUPTOR PADA TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI Sugiarto, Agus
Yustitia Vol. 6 No. 1 (2020): Yustitia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/yustitia.v6i1.102

Abstract

Corruption is a large and interesting problem as a legal matter concerning complicated crime types. It contains multiple aspects of economic relations, politics, social, and culture. Various efforts to eradicate corruption have been done. However, in terms of quantity and quality of the perpetrators the corruption is still increasing. It is necessary to prevent and reduce the occurrence of corruption cases. One of the discourses to tackle corruption in Indonesia is the impoverishment of corruptors. The research objective is to analyze the problems that have been formulated. The research method used is normative juridical with qualitative analysis. The results of the research and discussion of the thesis states that 1) the regulation of impoverishment of criminals against corruptors as one of the alternative sentences in corruption in Indonesia has not been explicitly regulated in legislation to eradicate corruption; 2) the obstacles faced in the application of criminal impoverishment or payment of compensation money for state financial losses of corruptors is difficult. It is difficult to find wealth owned by corruptors, either because it is hidden by means of naming other names, or indeed the convicted of corruption does not have any wealth.
ANALISA PENGGUNAAN ZEOLITE SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Devialdy, Gilang; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.2782

Abstract

Zeolite merupakan salah satu mineral yang banyak dapat ditemukan di Indonesia. Selain dipergunakan untuk kepentingan komersil dan perawatan seperti untuk hewan peliharaan maupun akuarium, zeolite bisa diberdayakan untuk keperluan konstruksi. Tujuan skripsi ini adalah untuk membuat perbandingan maupun alternatif dari pembuatan beton dengan memanfaatkan limbah zeolite dengan variasi substitusi 0%; 7,5%; dan 12,5%. Data yang dibutuhkan adalah berupa hasil uji sifat fisik material dan juga kuat tekan beton. Perhitungan data untuk pengujian sifat fisik dan kuat tekan menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil dari penelitian ini adalah berupa perbandingan antara kuat tekan beton normal yang pasirnya disubstitusikan dengan beton normal yang Sebagian agregat halusnya diganti. Lalu berdasarkan data yang ada, kuat tekan beton untuk setiap variasi mengalami kenaikan untuk setiap harinya. Data yang didapat untuk masing-masing variasi pada umur 28 hari juga terjadi kenaikan antar variasi, untuk variasi 0% adalah 15,53 MPa, lalu kuat tekan naik pada variasi 7,5% menjadi 17,29 Mpa, dan mengalami kenaikan lagi pada variasi 12,5% menjadi 18,80 MPa. Dengan demikian kuat tekan yang paling tinggi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah dengan variasi 12,5%.Biaya bahan yang diperlukan dalam penelitian ini didapat untuk variasi 0% adalah Rp 62.188,55. Untuk variasi 7,5% Rp 66.539,43. Untuk variasi 12,5% Rp 68.895,94. Berarti dapat disimpulkan semakin banyak zeolite yang dipakai, maka semakin mahal pula kebutuhan bahan yang diperlukan.
OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PEKERJAAN TIMBUNAN MAINDAM BENDUNGAN X PAKET I Sari, Intan Puspita; Riskijah, Sitti Safiatus; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3331

Abstract

Timbunan maindam pada Bendungan X di Kabupaten X merupakan bagian utama dari pekerjaan tanah pada proyek ini. Sebagai pelaksana konstruksi, kontraktor dituntut untuk dapat menentukan jumlah dan kombinasi alat berat yang optimum agar dibutuhkan biaya yang minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah dan kombinasi alat berat dengan biaya yang paling optimum dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, spesifikasi yang disyaratkan, serta waktu yang ditargetkan. Data yang digunakan adalah gambar rencana, spesifikasi pekerjaan, jadwal pekerjaan timbunan maindam, dan HSPK Kabupaten X. Analisa Harga Satuan Pekerjaan berdasarkan PerMen PUPR No 28 Tahun 2016 dan optimasi menggunakan program LINDO 6.1. Hasil optimasi yaitu pada zona 1 dipilih kombinasi 2 yaitu 1 unit excavator, 2 unit dumptruck, 1 unit bulldozer, 1 unit vibrator roller, dan 1 unit watertank truck dengan biaya optimum Rp. 4.307.578; pada zona 2 dipilih kombinasi 2 yaitu 1 unit excavator, 1 unit dumptruck, 1 unit bulldozer, 1 unit vibrator roller, dan 1 unit watertank truk dengan biaya optimum Rp. 3.620.870; pada zona 3 dipilih kombinasi 2 yaitu 1 unit excavator, 1 unit dumptruck, 1 unit bulldozer, dan 1 unit vibrator roller dengan biaya optimum Rp. 2.953.201; pada zona 4 dipilih kombinasi 2 yaitu 5 unit excavator, 11 unit dumptruck, 2 unit bulldozer, 2 unit vibrator roller, dan 4 unit watertank truck dengan biaya optimum Rp. 17.201.484; pada zona 5 dipilih kombinasi 1 yaitun 1 unit excavator, dan 2 unit dumptruck dengan biaya optimum Rp. 2.188.094; pada zona 6 dipilih kombinasi 2 yaitu 1 unit excavator, 1 unit dumptruck, 1 unit bulldozer, dan 1 unit vibrator roller dengan biaya optimum Rp. 2.953.201.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JEMBATAN KRETEK 2 KABUPATEN BANTUL Wirawan, Artesta; Suhariyanto, Suhariyanto; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3492

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Kretek 2 dengan bentang 600 m terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaaten Bantul, Yogyakarta. Alternatif project planning dibuat untuk membuat proyek tersebut tepat waktu, biaya, dan mutu. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk memberikan alternatif – alternatif pada (1) struktur organisasi (2) site layout dan traffic management (3) strategi dan metode pelaksanaan, (4) rencana mutu, (5) rencana keselamatan konstruksi (RKK), (6) rencana durai proyek, (7) rencana anggaran pelaksanaan (RAP). Data yang dibutuhkan adalah Detail Engineering Desain, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) PUPR 2022, daftar harga satuan upah, alat, dan bahan Kabupaten Bantul 2021. Microsoft Project 2019 digunakan untuk penjadwalan, dan Microsoft Excel 2019 digunakan untuk rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan pembuatan Kurva-S. Berikut ini adalah alternatif project planning: (1) struktur organisasi murni dengan dipimpin oleh Project Manager; (2) site layout berdasarkan perhitungan safety index dan travelling distance dan traffic management memiliki 2 akses keluar masuk dari arah timur dan barat; (3) metode zoning 2 zona; (4) mutu berdasarkan quality plan dan setiap item pekerjaan mengacu spesifikasi teknis dan quality target, (5) rencana keselamatan konstruksi (RKK) disusun terdiri dari tujuan dan kebijakan keselamatan konstruksi, perlengkapan penunjang K3, rambu – rambu K3, prosedur tanggap darurat, tabel identifikasi bahaya, penilaian risiko, penentuan pengendalian risiko, dan peluang (IBPRP), sasaran dan program K3, jadwal pelaksanaan program K3, (6) waktu pelaksanaan selama 427 hari kerja; (7) total rencana anggaran pelaksanaan (RAP) sebesar Rp 215.455.437.604.
BETON RESIN BERPENGUAT LIMBAH KACA DAN FLY ASH Bachti, Ricky Kusuma; Rochman, Taufiq; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3638

Abstract

Beton merupakan campuranl berbahan utama semen yang dikenal memiliki kekuatan terhadap tekan yang tinggi. Namun dalam jangka waktu panjang, penggunaan semen dapat berdampak negatif bagi lingkungan karena dapat menghilangkan air dan menimbulkan emisi karbon pada saat produksinya, Selain semen terdapat juga limbah kaca yang memiliki waktu urai yang sangat lama. Salah satu upaya dalam mengurangi masalah ini ialah beralih pada material resin polimer sebagai pengganti semen dan juga menggunakan limbah kaca sebagai pengisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan perilaku dari beton resin seperti workability, kuat tekan, tarik, lentur dan berat jenis. Didapatkan dari penelitian ini bahwa beton resin berpenguat limbah kaca dan fly-ash memiliki kekuatan mekanis yang setara atau lebih baik dari beton semen mutu tinggi dengan berat jenis yang jauh lebih ringan. Selain itu keunggulan lainnya ialah waktu setting yang jauh lebih cepat sehingga beton resin berpenguat limbah kaca dan fly-ash baik untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural seperti profil baja maupun rangka hollow berbentuk pipa.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA DESAIN SAMBUNGAN BALOK-KOLOM STRUKTUR BAJA wahiddin, wahiddin; Sugiarto, Agus; Naibaho, Armin; Purwitasari, Kartika
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.4534

Abstract

Building Information Modelling (BIM) mencerminkan revolusi industri dan digitalisasi dalam mendukung teknologi konstruksi 4.0. Pelaksanaan integrasi BIM dengan tingkat maturitas tinggi memerlukan biaya apalagi belum ada aplikasi yang mendukung implementasi BIM mulai dari tahap awal / pra desain sampai dengan penggunaan dan perawatan. Sangat penting membuat workflow yang efektif agar tujuan implementasi BIM tercapai. Hasil penenlitian menunjukkan Analisis dan desain sambungan dapat dilakukan dengan mentransfer file analisis ke aplikasi analisis dan desain sambungan menggunakan koenktor antar aplikasi. Output aplikasi BIM modeler memiliki Level of Development (LOD) mencapai 500 yang menunjukkan bahwa outputnya dapat digunakan mulai dari proses perancangan hingga pada produksi gambar As Built Drawing. Sedangkan aplikasi analisis dan desain struktur serta analisis dan desain sambungan memiliki LOD 350. Alur kerja implemntasi BIM lebih mudah dimulai dari aplikasi Analisis dan Desain Struktur. Setelah semua elemen didesain dan memiliki kekutan yang direncanakan, file analisis ini dapat di ekspor ke aplikasi BIM Modeler untuk membuat gambar detail. Hasil analisis dan desain struktur juga di ekspor ke aplikasi analisis dan desain sambungan balok-kolom untuk dilakukan pengecekan kekuatan. Hasilnya kemudian menjadi dasar untuk membuat detailing pada Aplikasi BIM Modeler.
The Impact of PhET-Assisted Problem-Solving Model on Enhancing Students' Physics Problem-Solving Skills in Indonesian High Schools Harudu, La; Nursalam, La Ode; Kasmiati, Sitti; Hasan, Sakka; Sugiarto, Agus; Karim, Ahmad Tarmizi Abdul; Syarifuddin, S.; Sejati, Andri Estining
Multi Discere Journal Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mj.v3i2.2312

Abstract

This study investigates the impact of a PhET-assisted problem-solving model on high school students' physics problem-solving skills, especially in resource-limited educational settings in Indonesia. Conducted as a quasi-experimental study with a non-equivalent control group pretest-posttest design, the research involved 50 students from SMAN 10 Kendari, divided into an experimental group receiving instruction through the PhET-assisted model and a control group following traditional teaching methods. The intervention consisted of structured learning sessions incorporating PhET simulations, designed to engage students actively with physics concepts through virtual experiments. Data were collected using a 10-item problem-solving test and analyzed using a one-way ANOVA to determine the statistical significance of differences in performance between groups. Results revealed a significant improvement in the experimental group, with a mean increase of 47.91 points from pretest to posttest (M = 83.54, SD = 15.22) compared to the control group’s improvement of 39.11 points (M = 74.48, SD = 12.78). The ANOVA results (F = 23.526, p < 0.001) confirm that the PhET-assisted model significantly enhanced students' problem-solving skills. These findings suggest that PhET simulations can be an effective tool for improving physics learning outcomes in schools with limited access to laboratory resources. Integrating PhET simulations into the physics curriculum could provide students with accessible, interactive learning experiences that bridge the gap in traditional laboratory access, fostering a deeper understanding and application of physics concepts.
Development of Pop-up Book Learning Media Geography Tectonism Material Model Book Essentials of Geology Rachmadani, Fransisca Novia Lisa Ayu; Sumarmi, Sumarmi; Mutia, Tuti; Hartono, Rudi; Sugiarto, Agus; Mkumbachi, Ramadhani Lausi
Humanities Horizon Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Pena Produktif Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63373/3047-8014/7

Abstract

Curriculum changes that occur give teachers skills in developing learning media that meet the needs of the curriculum and can provide an enjoyable learning experience for students. The product developed in this research is a pop-up book geography tectonism material with the Essentials of Geology book model. This research aims to develop pop-up book geography learning media that is practical, effective, valid, and useful in motivating students to learn tectonism material. The product was developed using the ADDIE model, which includes a) analysis, b) design, c) development, d) implementation, and e) evaluation. Based on the needs and material analysis results, the pop-up learning media book geography tectonism material essentials of the geology book model needs to be developed. The material and media expert validation results state that the media is very valid for the learning process, with a total average score of 91.75 and 90 percent. The total average validation obtained through the teacher response questionnaire to the media is 92.5 percent. With these results, it can be concluded that the validity of this media is in the valid category and can be utilized and applied without revision. After the trial was carried out, the results of the media practicality test were 85.5 percent, and the results of the media effectiveness test were 86.25 percent. With these results, it can be concluded that the media is in the practical and effective category. Effective means motivating student learning in studying geospheric phenomena, lithospheric dynamics material, especially tectonism sub-material, and the media can be used without requiring revisions.
The Livability Level of Settlements in Kelurahan Dalam Bugis: An Analysis of Waste Management Aspects and Fire Protection Systems Purnama, Inda; Sugiarto, Agus; Sulistyarini, Sulistyarini
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 4 No. 1 (2024): Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy June Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/sdgs.v4i1.2614

Abstract

The dynamic development of an area significantly impacts people's living patterns, particularly regarding settlement issues. One major issue in settlement development is the livability of the settlement. This research aims to identify the distribution of settlement livability levels based on waste management conditions and fire protection systems. The study was conducted in Kelurahan Dalam Bugis, East Pontianak District, Pontianak City. A mixed methods approach was used in this research. Spatial quantitative data were analyzed and presented using Geographic Information Systems, while qualitative data were presented through data reduction, documentation, observation, and field interviews. The results showed that 16.4% of settlements are categorized as light slums (livable), 0.7% as moderate slums (quite livable), and 82.9% as severe slums (not livable). Livable settlements cover an area of 32.54 hectares (1,706 housing units). Moderately livable settlements cover an area of 1.33 hectares (97 housing units). Uninhabitable settlements cover an area of 159.13 hectares (2,290 housing units). Mitigation of critical health and safety aspects, such as fire hazards, requires increasing public awareness of waste management and providing adequate waste processing and fire-fighting facilities to prevent unwanted events.
PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN KASUS PENCURIAN: ANTARA HARAPAN DAN REALITA Sugiarto, Agus
Jurnal De Jure Muhammadiyah Cirebon Vol 9 No 1 (2025): De Jure Muhammadiyah Cirebon (DJMC)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/djmc.v9i1.7169

Abstract

Theft in Indonesia is one of the most frequently occurring criminal offenses, with varying degrees of loss, ranging from minor to significant. However, not all theft cases must be resolved through formal judicial proceedings. Certain criminal acts, including theft, can be settled through restorative justice mechanisms—a humanistic approach to achieving justice. Nevertheless, in practice, the application of restorative justice in theft cases still faces various obstacles that hinder its ideal implementation. This study employs a qualitative method with a literature review to analyze the application of restorative justice in resolving theft offenses. The research aims to examine the effectiveness of restorative justice in theft cases and formulate recommendations to strengthen its implementation. Findings indicate that although restorative justice has been recognized in several legal policies, its application remains suboptimal. Clearer and more comprehensive regulations, training for law enforcement officials, and increased public awareness of the benefits of this approach are necessary. Keywords: Restorative Justice, Theft, Humanistic Criminal Law
Co-Authors Ahmad Syukron Prasaja Alfyananda Kurnia Putra Andri Estining Sejati Anggraini, Tanti Anisah Nur Fajarwati Anugrah, Annisa Putri Anungrah, Annisa Putri Armin Naibaho Asep Hermawan Astuti, Lusia Cipto Aulia Rahman Bachti, Ricky Kusuma Bin Ibrahim, Mohd Hairy Budianto, Ahyat Destiyani, Gati Devialdy, Gilang Dewantara, Jagad Aditya Diky Al Khalidy Dila Putri dwi wahyono Dwikurnaningsih, Yuri Dwikurnianingsih, Yari Dyah Mutiarin, Dyah Eks Enus, Oriyanto Eni Heldayani F. Farawowan, Fauziah Fadillah, Dila Putri Fahrudi Ahwan Ikhsan Fajar P.D Fauzi, Muhammad Sukron Harianto, Dodi Hartono, Rudi Hasan, Sakka Hendra Gunawan Herwantono Huda, Imam Arifa’illah Syaiful Irnal Fiscallutfi Karim, Ahmad Tarmizi Abdul Kartika Purwitasari La Harudu La Ode Nursalam, La Ode Lelahester Rina Mar Atun Saadah Maria Ulfah Mawardani, Lidya Krisma Mirza Yuniar Isnaeni Mkumbachi, Ramadhani Lausi Muhtar Muhtar Mustajab, Muhammad Mustofa Mustofa Nasser Atorf Nur Khosiah Nurul Farida Pamungkas, Yohanes Tegar Permatasari, Fanny Prakosa, Bernardus Novan Jaya Sukma Purnama, Inda Puspitasari, Duwiana Rachmadani, Fransisca Novia Lisa Ayu Ramadhani, Nova Varazettira Ratri Wahyuningtyas Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rivendra Muhammad S. Syarifuddin Salsabila sari, intan puspita sholeh, moch Sidupa, Efo Vista Sigalingging, Berlian Novalita Sitti Kasmiati Sitti Safiatus Riskijah Sugeng Utaya Suhariyanto Suhariyanto Sulaeman Sulaeman Sulistyarini, Sulistyarini Suryadi, Akhmad Syaiful Huda, Imam Arifa'illah Taufiq Rochman Teguh Wahyono Tigau, Felania Injilia Tiwow, Kristin Tuti Mutia Vandela, Fransiska Wahiddin, Wahiddin Wattimena, Janty Widiastuti, Tipuk winarti, eko Wirawan, Artesta Wiwik Cahyaningrum Wuryanta, AG Wenats Yari Dwikurnaningsih Yulina Fadilah