p-Index From 2021 - 2026
8.208
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Jurnal Manajemen Teknologi Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Journal of Degraded and Mining Lands Management Journal of Governance and Public Policy Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmu Kesehatan JURNAL SWARNABHUMI Jurnal Basicedu JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma Jurnal Yustitia Indonesian Journal of Halal Research JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia) GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Perdikan: Journal of Community Engagement Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara JURNAL DE JURE MUHAMMADIYAH CIREBON BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Social Service and Research Jurnal Teknologi dan Manajemen Jurnal Ekonomi Journal of Social Research Journal Of World Science Journal Of Human And Education (JAHE) Education and Counseling Journal Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia TOFEDU: The Future of Education Journal Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Humanities Horizon Journal Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Multi Discere Journal Jurnal Justice Aswaja (JJA)
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) Panggayuh, Gesang; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4406

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapanya diperuntukan bagi lalu lintas yang berada diatas tanah. Susunan jalan terdiri dari beberapa termasuk beton aspal adalah salah satu bagian yang terdiri dari lapisan jalan, pada lapisan aspal beton terdiri dari beberapa material yaitu agregat kasar, halus, dan filler bitumen sebagai pengikat. Penelitian menggunakan bahan material flyash type c didapatkan di Probolinggo, Jawa Timur. Pasir lumajang dengan ayakan No. 12,5; 9,50; 4,75 (agregat kasar), ayakan No. 2,36; 1,00; 0,075. Pengujian menggunakan 45 benda uji ini bertujuan agar mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall campuran lapis aspal beton. Pada pengujian ini menggunakan variasi flyash 0%, 1%, 1,8%, dan 2%. Kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% sebagai acuan untuk penambahan variasi flyash. Fungsi flyash dsini yaitu sebagai filler atau tambahan yang akan di mix dengan semen pada saringan No.0,075. Dengan nilai berikut adalah rata - rata VMA=51,41; 51,76; 58,44(KAO 6,5%) VIM=39,79; 46,35; 50,41(KAO 6,5%) VFA=23,02; 9,67; 13,91 Stabilitas(kg) = 3670,52; 3835,46; 3897,86(KAO 6,5%) Flow(mm)= 2,23; 2,34; 1,99 Marshall Quotient(kg/mm) = 2037,66; 2001,15; 2336,65. Dalam penelitian ini menggunakan Revisi SNI 03-1737-1989 dan Kementrian Pekerjaan Umum. Direktorat Jendral Bina Marga, Spesifikasi Umum 2018 sebagai acuan maka penggunaan abu terbang batu bara dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran laston lapis aus.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA DESAIN SAMBUNGAN BALOK-KOLOM STRUKTUR BAJA wahiddin, wahiddin; Sugiarto, Agus; Naibaho, Armin; Purwitasari, Kartika
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.4534

Abstract

Building Information Modelling (BIM) mencerminkan revolusi industri dan digitalisasi dalam mendukung teknologi konstruksi 4.0. Pelaksanaan integrasi BIM dengan tingkat maturitas tinggi memerlukan biaya apalagi belum ada aplikasi yang mendukung implementasi BIM mulai dari tahap awal / pra desain sampai dengan penggunaan dan perawatan. Sangat penting membuat workflow yang efektif agar tujuan implementasi BIM tercapai. Hasil penenlitian menunjukkan Analisis dan desain sambungan dapat dilakukan dengan mentransfer file analisis ke aplikasi analisis dan desain sambungan menggunakan koenktor antar aplikasi. Output aplikasi BIM modeler memiliki Level of Development (LOD) mencapai 500 yang menunjukkan bahwa outputnya dapat digunakan mulai dari proses perancangan hingga pada produksi gambar As Built Drawing. Sedangkan aplikasi analisis dan desain struktur serta analisis dan desain sambungan memiliki LOD 350. Alur kerja implemntasi BIM lebih mudah dimulai dari aplikasi Analisis dan Desain Struktur. Setelah semua elemen didesain dan memiliki kekutan yang direncanakan, file analisis ini dapat di ekspor ke aplikasi BIM Modeler untuk membuat gambar detail. Hasil analisis dan desain struktur juga di ekspor ke aplikasi analisis dan desain sambungan balok-kolom untuk dilakukan pengecekan kekuatan. Hasilnya kemudian menjadi dasar untuk membuat detailing pada Aplikasi BIM Modeler.
PENGARUH EKSTRAKSI SERBUK BENTONITE PADA SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON Rahma, Salsabila Naura; Sugiarto, Agus; Lestari, Agustin Dita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4692

Abstract

Di Indonesia perkembangan teknologi konstruksi bangunan saat ini semakin pesat, sehingga kebutuhan semen untuk konstruksi sangat tinggi penggunaan nya. Untukmengurangi penggunaan semen, maka dibutuhkan bahan pengganti pozzoland yang dapat meningkatkan kekuatan. Untuk pozzolan yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia adalah bentonite. Penelitian ini membahas tentang kekuatan beton dengan bentonite sebagai pozzoland pengganti semen. Persentase bentonite sebagai pozzolan alami pengganti semen adalah 0%, 25%, dan50%, dengan umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil dari penelitian adalah kuat tekan minimal diperoleh pada kandungan bentonite 50% pada umur 7 hari dengan kuat tekan rata – rata 2,13 MPa. Hasil kuat tekan maksimum diperoleh pada beton normal pada umur 28 hari dengan kuat tekan rata – rata 58, 27 MPa. Pada beton variasi bentonite, beton mengalami penurunan nilai kuat tekan. Hasil perhitungan anggaran biaya, pada penelitian, pengaruh ekstraksi serbuk bentonit pada subtitusi semen terhadap kuat tekan mutu beton didapatkan biaya dengan jumlah total keseluruhan Rp. 814, 717, 11.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG 2 ITB INNOVATION PARK KOTA BANDUNG Rofiq, Febriansyah Ainur; Suhariyanto, Suhariyanto; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5668

Abstract

Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung adalah gedung perkuliahan yang berlokasi di Kota Bandung yang rencananya akan dibangun setinggi 12 lantai keatas dan 2 lantai basement pada area seluas 4.599 m². Pada perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan bekisting sistem dengan material baja dan perancah multiprop sebagai alternatif selain bekisting semi sistem dengan material multiplek dan perancah PCH yang dapat digunakan pada Proyek Pembangunan Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung. Perencanaan bekisting dan perancah dilakukan dengan cara menganalisa desain bekisting dengan menghitung jarak setiap item penyusun bekisting dan perancah, analisa waktu siklus bekisting dengan mempertimbangkan sistem zonasi, dan rencana anggaran biaya yang didapatkan dari perhitungan volume dan biaya bekisting untuk pekerjaan kolom, balok, dan plat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah gambar detail drawing, dan standarisasi harga satuan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Kota Bandung sebagai data sekunder. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan pekerjaan bekisting kolom adalah seluas 4.765,03 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, dan double hollow 50x50x1,6 mm. Pekerjaan bekisting balok adalah seluas 6.759,09 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 480 MP. Pekerjaan bekisting pelat adalah seluas 9.375,64 m² menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 625 MP. Durasi pelaksanaan pekerjaan bekisting sistem selama 153 hari dengan total biaya sebesar Rp12.421.499.100,00.
PENGARUH PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN (AC - WC) Rahmatullah, Ahmad; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5814

Abstract

Bottom ash merupakan abu hasil dari pembakaran batu bara yang mengendap pada tungku api pembakaran batu bara, bottom ash dapat digunakan untuk mengelola limbah dan mengurangi dampak negatifnya terhadap masyarakat. Inovasi ini menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat halus dalam campuran aspal (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik agregat kasar, agregat halus, dan aspal, menentukan KAO dari kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa substitusi bottom ash, menganalisis pengaruh bottom ash menggunakan variasi 0%, 2%, 4%, dan 6% sebagai substitusi agregat halus dalam campuran laston AC-WC, dan menganalisis rencana anggaran biaya untuk membuat laston AC-WC dengan subtitusi bottom ash. Metode yang digunakan melibatkan pembuatan 2 sampel benda uji untuk setiap variasi 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa subtitusi bottom ash dan 3 sampel benda uji untuk setiap variasi dengan menambahkan bottom ash sebanyak 0%, 2%, 4%, dan 6% pada campuran agregat halus diikuti dengan pengujian sifat fisik dan Marshall. Hasil menunjukkan bahwa material memenuhi spesifikasi laston AC-WC dengan kadar aspal optimum 5,6%. Karakteristik Marshall untuk KAO menunjukkan VMA: 16,03%, VFA: 99,18%, VIM: 1,49%, Stabilitas: 1861,28 kg, Flow: 3,37 mm, dan MQ: 600,88 kg/mm. Dengan substitusi bottom ash, hasil karakteristik Marshall bervariasi, dengan stabilitas dan MQ tertinggi pada substitusi 6% dengan estimasi biaya termurah Rp. 1384.433,67.
PENGUJIAN TARIK, TEKAN DAN LENTUR BAHAN BUSA KOMPOSIT SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI BARU Alam, Juan Surya; Rochman, Taufiq; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pengencer resin terhadap sifat mekanis busa keras komposit untuk eksperimen material baru struktur. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan inovasi material yang memiliki kekuatan lentur tinggi dan ketahanan terhadap korosi, yang merupakan tantangan utama dalam industri konstruksi. Metode penelitian yang digunakan melibatkan penambahan pengencer resin dalam berbagai konsentrasi pada busa keras komposit. Pengujian sifat mekanis dilakukan meliputi uji kuat tekan, uji kuat tarik, dan uji kuat lentur sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002 dan ASTM D3039 serta ASTM D7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer resin secara signifikan meningkatkan kekuatan lentur dan ketahanan mekanis busa keras komposit. Komposisi optimal ditemukan pada konsentrasi 6.71 % pengencer resin yang menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25.2 MPa dan kekuatan lentur yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan pengencer resin pada busa keras komposit dapat menghasilkan inovasi material yang lebih kuat dan tahan lama, memberikan kontribusi positif dalam pengembangan material konstruksi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan formulasi material yang lebih efektif dan efisien untuk eksperimen material baru struktur di masa depan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN KALIMATARAM BENTANG 70 METER MENGGUNAKAN GELAGAR BOKS BAJA DI JALAN TOL YOGYAKARTA-BAWEN Mahardika, Brenand Putra; Sugiarto, Agus; Riyanto, Sugeng
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5875

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan penting untuk melewati suatu rintangan seperti jalan, sungai, rawa atau jurang. Jembatan dapat menggunakan berbagai jenis seperti gelagar boks baja. Gelagar boks baja merupakan salah satu variasi superstruktur dengan menggunakan mutu baja yang tinggi. Jembatan Kalimataram merupakan jembatan yang dibangun di ruas jalan tol Yogyakarta-bawen di STA 68+792 dimana sebelumnya didirikan menggunakan gelagar PCI dengan bentang 30 dan 40 meter tidak memenuhi syarat jembatan bentang panjang. Tujuan penelitian adalah merencanakan struktur atas Jembatan Kalimataram agar mampu menahan beban lebih dengan menggunakan gelagar boks baja dengan bentang 70 meter. Perhitungan menggunakan SNI 03-2005 tentang jembatan baja dan SNI 1926-2016 tentang pembebanan pada jembatan. Perencanaan menggunakan aplikasi Robot Structural Analist Proffesional (RSAP). Berdasarkan penggunaan aplikasi didapatkan nilai Mu = 44981,03 kN, Vu = 4469,69 kN. Struktur atas gelagar boks baja yang digunakan berdimensi 2800 x 1000 mm dengan ketebalan sayap 50 mm dan badan 45 mm, penambahan camber untuk melawan lendutan sehingga L/800 dapat terpenuhi. Gelagar boks baja menggunakan sambungan sayap dengan jumlah 360 baut dan sambungan badan sebanyak 300 baut, serta menggunakan angkur sebanyak 210 buah. Gelagar boks baja terdapat pengaku dengan ukuran 300 x 30 mm dan 350 x 40 mm sebagai penahan tekuk. Perencanaan struktur atas Jembatan Kalimataram juga memperhitungkan pelat lantai kendaraan didapatkan desain penulangannya dengan ketebalan 250 mm menggunakan tulangan D19-100 untuk memanjang dan melintang, sedangkan pelat injak dengan ketebalan pelat 250 mm menggunakan D16-150 untuk arah memanjang dan arah melintang D16-150. Sandaran perlu direncanakan dengan menggunakan tulangan 12D16. Perhitungan RAB yang didapatkan senilai Rp 53.492.966.000.
PERENCANAAN BEKISTING SEMI SISTEM KOMBINASI TABLE FORM PROYEK GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Fatchurrohman, Maulidan; Riskiyah, Indah Ria; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5940

Abstract

Bekisting merupakan cetakan bersifat sementara yang dibentuk sesuai dengan bentuk yang dibutuhkan dan berfungsi untuk menahan beban beton sampai beton tersebut mampu menahan beratnya sendiri. Pada kondisi eksisting pekerjaan bekisting menggunakan jenis bekisting sistem yang dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya cukup besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan baru dengan menggunakan jenis bekisting semi sistem. Rumusan masalah dari perencanaan ini meliputi desain bekisting, pehitungan struktur, strategi dan metode pelaksanaan, waktu, serta biaya. Tujuan dari perencanaan bekisting meliputi desain bekisting, perhitungan kekuatan struktur, strategi dan metode pelaksanaan, waktu, serta perhitungan biaya. Dalam pembuatan desain bekisting dan pemodelan menggunakan software Autodesk Autocad dan Sketchup, dalam analisis kekuatan struktur bekisting menggunakan Microsoft Excel dan Robot Structural Analysis Professional (RSAP), penyusunan penjadwalan menggunakan Microsoft Project, dan perhitungan biaya menggunakan Microsoft Excel. Data yang dibutuhkan yaitu spesifikasi teknis, gambar kerja, harga satuan pokok kegiatan (HSPK) Kota Malang Tahun 2022, dan analisa harga satuan pekerjaan PUPR Tahun 2022. Metode yang digunakan dalam strategi pelaksanaan merupakan metode zonasi. Hasil dari perencanaan ini didapat material yang digunakan adalah phenolic dan hollow. Perhitungan kekuatan bekisting diperoleh desain yang aman terhadap nilai yang diijinkan. Besar biaya yang diperlukan sebesar Rp. 14.438.740.681,52 dan waktu yang dibutuhkan selama 201 hari.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN MONUMEN DAN MUSEUM REOG PONOROGO Purvita, Tharisha Zaskia; Suhariyanto, Suhariyanto; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5985

Abstract

Bekisting dan perancah merupakan alat utama sementara beton yang dibentuk sesuai dengan ukuran, posisi, dan bentuk serta memiliki fungsi menahan beton sampai mampu menahan bebannya sendiri. Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Reog Ponorogo, merupakan pembangunan infrastruktur yang memiliki lantai tipikal. Diperlukan  perencanaan serta pemilihan material bekisting dan perancah yang tepat. Bekisting aluminium dalam penggunaannya khusus pada lantai tipikal, dapat mempengaruhi metode pelaksanaan, waktu, dan biaya yang dibutuhkan pada perencanaan bekisting dan perancah. Perencanaan ini bertujuan sebagai alternatif menggunakan bekisting sistem aluminium pada pekerjaan gedung 14 lantai tipikal. Tahapan dalam melakukan perencanaan ini yaitu: pemilihan strategi pelaksanaan yang tepat, perhitungan analisis kekuatan material, perencanaan jadwal pelaksanaan, perencanaan anggaran biaya, dan meninjau aspek k3 pada pekerjaan bekisting dan perancah. Hasil perencanaan strategi pelaksanaan penggunaan bekisting 12 kali pakai pada pekerjaan bekisting kolom dan 7 kali berulang pada pekerjaan bekisting balok dan plat. Perhitungan analisis kekuatan bekisting sistem aluminium diperoleh hasil desain yang aman terhadap nilai yang diijinkan. Dari segi waktu pelaksanaan dengan bekisting sistem aluminium didapatkan 130 hari. Besar biaya yang diperlukan pada perencanaan ini sebesar Rp 7.088.579.319 atau 10% penggunaan dana dari anggaran biaya proyek pekerjaan struktur.
The Impact of PhET-Assisted Problem-Solving Model on Enhancing Students' Physics Problem-Solving Skills in Indonesian High Schools Harudu, La; Nursalam, La Ode; Kasmiati, Sitti; Hasan, Sakka; Sugiarto, Agus; Karim, Ahmad Tarmizi Abdul; Syarifuddin, S.; Sejati, Andri Estining
Multi Discere Journal Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mj.v3i2.2312

Abstract

This study investigates the impact of a PhET-assisted problem-solving model on high school students' physics problem-solving skills, especially in resource-limited educational settings in Indonesia. Conducted as a quasi-experimental study with a non-equivalent control group pretest-posttest design, the research involved 50 students from SMAN 10 Kendari, divided into an experimental group receiving instruction through the PhET-assisted model and a control group following traditional teaching methods. The intervention consisted of structured learning sessions incorporating PhET simulations, designed to engage students actively with physics concepts through virtual experiments. Data were collected using a 10-item problem-solving test and analyzed using a one-way ANOVA to determine the statistical significance of differences in performance between groups. Results revealed a significant improvement in the experimental group, with a mean increase of 47.91 points from pretest to posttest (M = 83.54, SD = 15.22) compared to the control group’s improvement of 39.11 points (M = 74.48, SD = 12.78). The ANOVA results (F = 23.526, p < 0.001) confirm that the PhET-assisted model significantly enhanced students' problem-solving skills. These findings suggest that PhET simulations can be an effective tool for improving physics learning outcomes in schools with limited access to laboratory resources. Integrating PhET simulations into the physics curriculum could provide students with accessible, interactive learning experiences that bridge the gap in traditional laboratory access, fostering a deeper understanding and application of physics concepts.
Co-Authors Agustin Dita Lestari, Agustin Dita Ahmad Syukron Prasaja Alam, Juan Surya Alfyananda Kurnia Putra Andri Estining Sejati Anggraini, Tanti Anisah Nur Fajarwati Anugrah, Annisa Putri Anungrah, Annisa Putri Armin Naibaho Asep Hermawan Astuti, Lusia Cipto Aulia Rahman Bachti, Ricky Kusuma Bin Ibrahim, Mohd Hairy Budianto, Ahyat Cahyodiningrat, Raden Mas Dimas Satriyo Destiyani, Gati Devialdy, Gilang Dewantara, Jagad Aditya Diky Al Khalidy Dila Putri dwi wahyono Dwikurnaningsih, Yuri Dwikurnianingsih, Yari Dyah Mutiarin, Dyah Eks Enus, Oriyanto Euis Susanti, Neneng F. Farawowan, Fauziah Fadillah, Dila Putri Fahrudi Ahwan Ikhsan Fajar P.D Fatchurrohman, Maulidan Fauzi, Muhammad Sukron Febianto, Yudha Adi Hardar, Chandrayudha Kharisma Harianto, Dodi Hartono, Rudi Hasan, Sakka Heldayani, Eni Hendra Gunawan Herwantono Huda, Imam Arifa’illah Syaiful Indah Ria Riskiyah, Indah Ria Irnal Fiscallutfi Karim, Ahmad Tarmizi Abdul Kartika Purwitasari La Harudu La Ode Nursalam, La Ode Lelahester Rina Madjid, Rahmawati Maharani, Dana Ayu Mahardika, Brenand Putra Mar Atun Saadah Maria Ulfah Masri Ridwan, Masri Mawardani, Lidya Krisma Mirza Yuniar Isnaeni Mkumbachi, Ramadhani Lausi Moch. Khamim Moch. Sholeh, Moch. Muhtar Muhtar Mustajab, Muhammad Mustofa Mustofa Nasser Atorf Novilia, Anita Nur Khosiah Nurul Farida Pamungkas, Yohanes Tegar Panggayuh, Gesang Permatasari, Fanny Prakosa, Bernardus Novan Jaya Sukma Purnama, Inda Purvita, Tharisha Zaskia Puspitasari, Duwiana Putra, Arfilian Permana Rachmadani, Fransisca Novia Lisa Ayu Rahma, Salsabila Naura Rahmatullah, Ahmad Ramadhani, Nova Varazettira Ratri Wahyuningtyas Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rivendra Muhammad Rochman, Suhadi Nur Rofiq, Febriansyah Ainur S. Syarifuddin Salsabila sari, intan puspita Sarira, Matius Tinna sholeh, moch Sianipar, Christina Indriani Sidupa, Efo Vista Sigalingging, Berlian Novalita Sitti Kasmiati Sitti Safiatus Riskijah Sugeng Riyanto Sugeng Utaya Suhariyanto Suhariyanto Sulaeman Sulaeman Sulistyarini, Sulistyarini Suryadi, Akhmad Syaiful Huda, Imam Arifa'illah Takasi, La Ode Muhammad Ruspan Taufiq Rochman Teguh Wahyono Thesa, Suma Tigau, Felania Injilia Tiwow, Kristin Tuti Mutia Vandela, Fransiska Wahiddin, Wahiddin Wattimena, Janty Widiastuti, Tipuk winarti, eko Winiardy, Anisa Rizki Wirawan, Artesta Wiwik Cahyaningrum Wuryanta, AG Wenats Yari Dwikurnaningsih Yulina Fadilah