Claim Missing Document
Check
Articles

Status Gizi Ibu, Komposisi Asi, dan Implikasinya Terhadap Pertumbuhan Anak: Tinjauan Literatur Sistematis eeding: Its Implications for Maternal Health and Child Growth and Development - A Systematic Literature Review Rahmawati Rahmawati; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61551

Abstract

Menyusui merupakan praktik nutrisi esensial pada awal kehidupan, status gizi ibu berpengaruh terhadap komposisi dan mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu pada masa laktasi dan jangka Panjang seperti kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai menyusui dan implikasinya terhadap pertumbuhan anak serta kesehatan ibu. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review melalui basis data ScienceDirect, PubMed, dan DOAJ berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 495 artikel (terbit 2017- 2026) dan kemudian 31 artikel dianalisis secara sistematis. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif menggunakan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa menyusui berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Status gizi ibu memengaruhi berbagai komponen ASI. Overweight, obesitas, diabetes gestasional, dan kualitas pola makan yang kurang baik berhubungan dengan perubahan komponen bioaktif ASI. Perubahan tersebut berimplikasi terhadap pertumbuhan linear, komposisi tubuh, perkembangan imun dan neurologis, kolonisasi mikrobiota usus, serta kesehatan metabolik anak. Pada ibu, praktik menyusui berkontribusi terhadap pemulihan pascapersalinan dan kesehatan reproduksi. Menyusui merupakan tahapan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang anak. Status gizi ibu menjadi determinan penting komposisi ASI dan pertumbuhan anak melalui berbagai mekanisme biologis. Optimalisasi status gizi sejak prakonsepsi, kehamilan, hingga laktasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas ASI.
Faktor Penentu Genetik, Epigenetik, Gizi, dan Psikososial Pada Gangguan Mental Emosional di Kalangan Remaja: Tinjauan Sistematis Desy Susanty; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61838

Abstract

Gangguan mental emosional pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial sehingga diperlukan sintesis bukti ilmiah untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan intervensi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis determinan genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial yang berkontribusi terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Penelitian menggunakan desain systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran artikel pada PubMed, ScienceDirect, dan Taylor & Francis periode 2021–2026. Seleksi dilakukan oleh dua penelaah independen menggunakan Rayyan, dan 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental emosional pada remaja merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi interaksi faktor biologis dan lingkungan. Variasi gen FKBP5, ANKK1, DRD4, dan GRIN2B meningkatkan kerentanan biologis, sedangkan metilasi DNA memediasi perubahan ekspresi gen akibat paparan lingkungan sejak periode prenatal hingga remaja. Faktor gizi, meliputi metabolisme zat besi, fungsi hormon tiroid, dan sistem endokannabinoid, berhubungan dengan disregulasi neurotransmiter, inflamasi, dan respons stres. Pola asuh, kondisi sosial ekonomi, pengalaman adversitas, bullying, serta lingkungan keluarga dan sekolah turut meningkatkan risiko melalui interaksi dengan mekanisme biologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan biopsikososial yang mengintegrasikan biomarker biologis dan faktor lingkungan guna mendukung pencegahan, deteksi dini, serta intervensi yang lebih efektif pada remaja berisiko.
Kerentanan Genetik dan Masalah Gizi Remaja Serta Perempuan Pascabencana: Systematic Literature Review Sisca Oktarini Oktarini; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61925

Abstract

Bencana alam dapat mengganggu sistem pangan, pelayanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi sehingga meningkatkan risiko masalah gizi pada remaja dan perempuan. Kerentanan genetik dapat memengaruhi respons individu terhadap stres nutrisi pada kondisi pascabencana. Kajian ini bertujuan untuk mensintesis bukti mengenai peran kerentanan genetik terhadap masalah gizi pada remaja dan perempuan di komunitas pascabencana serta mengidentifikasi interaksi gen–lingkungan yang memengaruhi luaran gizi. Tinjauan literatur naratif dengan pedoman PRISMA 2020 dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2014–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 40 artikel dari keempat basis data memenuhi kriteria dan disintesis. Status gizi masyarakat pascabencana dipengaruhi oleh interaksi antara paparan lingkungan dan predisposisi genetik. Variasi gen HFE, TMPRSS6, MTHFR, VDR, FTO, dan MC4R berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap masalah gizi ketika akses pangan dan keragaman konsumsi terbatas. Remaja dan perempuan merupakan kelompok yang sangat rentan karena kebutuhan fisiologis zat gizinya lebih tinggi. Kerentanan genetik dapat memodifikasi respons gizi pada remaja dan perempuan setelah bencana. Integrasi perspektif genetik dengan intervensi gizi konvensional berpotensi mendukung strategi gizi kebencanaan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.
Co-Authors Abdiana Adang Bachtiar Afdhal, Fitrah Afriani, Nita Afriwardi Afriwardi Afrizal Afrizal Alfin Rahma Fadhilah Amara Azka Shafrina Amel Yanis Amir, Aprima Yona Andani Eka Putra Ariadi Ariadi Ariani, Peny Azrimaidaliza Defrin Defrin Desmawati Desmawati Desmawati Desmawati Dessy Arisany Desy Susanty Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dolly Irfandy Edwin Danie Olsa Eldi Sauma Eliza Anas Endrinaldi Erasta, Junira ERWINDA ERWINDA Eva Chundrayetti Eva Chundrayetti Evynatra Evynatra Evynatra, Evynatra Faisaelia, Rezka Nanda Fannya, Puteri Fasrini, Ulya U Finny Fitry Yani Firdawati Firdawati Fitrah Afdhal Fivi Melva Diana, Fivi Melva Friska Eka Fitria Hafni Bachtiar Hardisman Hasmiwati Hema Malini, Hema Heriawita Heriawita, Heriawita Hermawan, Nur Sefa Arief Hudila Rifa Karmia Huvaid, Sevilla Ukhtil Ida Rahmah Burhan Ida Rahmah Burhan Ika Nur Saputri Ikeu Tanziha Ilmiawati Indah Gemala Inke Malahayati Insani, Aldina Ayunda Iqbal Muhammad Helmi Ivo Da Costa Soares Izmi Fadhilah Nasution Jamsari Jamsari Joaninha Cavalho de Jesus Kelsy Qoridisa Linosefa Linosefa Lipoeto NI Masrul Djalal Mayetti Mayetti Mizawati, Afrina Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mudjiran Nasrul Zubir Neherta, Meri Nice Rachmawati Masnadi Novita Sari Nur Indrawaty Lipoeto Nur Mala Sari Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Nurul Ramadhini Nur’afifah, Fauziah Nuzulia Irawati Oktarina, Mika Putra, Abdi Setia Putri Aisyah Mirza Putri, Miftahul NS Rahmawati Rahmawati Rauza Sukma Rita Rizanda Machmud Rizanda Mahmud` Roni Gunawan Rosfita Rasyid Roslaili Rasyid Roza Mulyana Rozi Sastra Purna Salma Winda Aufa Sari, Vivi Sary, Annisa Novita Sesmeri Haryani silvia thamrin Sisca Oktarini Oktarini Sri Mulyanti Susi Susanti Susi Susanti Syukriadi Syukriadi Thamrin, Silvia Ulva, Fadillah Ulya Uti Fasrini Utama, Bobby Indra Waldatul Hamidah Waldatul Hamidah Yosha Putri Wahyuni Yulia Masna Yulistini, Yulistini Yuniar Lestari Yusmalia Hidayati Yusrawati Yusrawati Yusti Siana