Claim Missing Document
Check
Articles

Patofisiologi Beban Ganda Malnutrisi : Tinjauan Sistematis Peran Genetik, Epigenetik Dan Mikrobioma Usus Yulia Masna; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61278

Abstract

Fenomena beban ganda malnutrisi, yang ditandai oleh gizi kurang (stunting dan wasting) di awal kehidupan serta obesitas pada usia dewasa, telah menjadi krisis kesehatan masyarakat global. Secara patofisiologis, mekanisme kondisi ini jauh lebih kompleks daripada sekadar persoalan kekurangan atau kelebihan asupan energi. Tinjauan sistematis ini dilaksanakan untuk mengkaji secara menyeluruh kontribusi systems biology termasuk faktor genetika, alterasi epigenetik, dinamika mikrobioma usus, serta inflamasi yang dipicu oleh lingkungan dan infeksi parasit terhadap status malnutrisi. Dengan mengadopsi protokol PRISMA 2020, tinjauan ini melakukan sintesis kritis terhadap 10 jurnal studi utama terindeks Scopus Q1 dari rentang tahun 2014 hingga 2026 yang bersumber dari pangkalan data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil analisis mekanistik membuktikan bahwa stunting diinduksi oleh environmental enteric dysfunction (EED), infeksi parasit pada pencernaan, serta peradangan sistemik yang secara molekuler menginhibisi poros hormon pertumbuhan. Disbiosis mikrobioma serta defisiensi nutrisi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terbukti mengunci modifikasi epigenetik yang menetap (fetal programming). Ketika adaptasi metabolik berupa thrifty phenotype (fenotipe hemat) ini bersinggungan dengan variasi genetik poligenik dan perubahan pola makan di usia dewasa, risiko terjadinya obesitas akan meningkat secara drastis. Sebagai implikasi praktis, hasil penemuan ini menawarkan peta jalan baru bagi pembuat kebijakan gizi untuk mengalihkan orientasi strategi intervensi, dari yang semula fokus pada suplementasi kalori konvensional beralih ke program multisektoral yang terpadu berbasis precision nutrition dan penataan sanitasi lingkungan
Weight of Pregnant Women in Deli Serdang Regency: A Qualitative Study Nur Mala Sari; Nur Indrawaty Lipoeto; Adang Bachtiar; Ariadi Ariadi; Rizanda Machmud; Defrin Defrin; Mudjiran Mudjiran; Delmi Sulastri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3982

Abstract

Weight gain that is not according to recommendations during pregnancy has become an epidemic throughout the world today and is a clinical problem with high prevalence and can affect the health of mothers and babies. Objective: This study aims to find out more about the perspective of increase in weight of pregnant women in deli serdang regency. Method: This study was qualitative with a descriptive approach. The informants in this study were 3 pregnant women with weight gain above recommendations, 3 pregnant women with weight gain below recommendations, 1 ob-gyn, 1 midwife, and 1 nutrition who were recruited using purposive sampling. Data were collected using semi-structured interviews. Data were analyzed using the Content Analysis. Results: The study emerged 5 themes: (1) Knowledge, (2) Perspective, (3) Behaviour, (4) Family support, and (5) Physical activity. Conclusions: The findings show that several factors influence the increase in weight of pregnant women in Deli Serdang Regency, so the health care provider needs to pay attention to improve their knowledge about weight gain during pregnancy according to the needs of pregnant women.
Policy Analysis On Exclusive Breastfeeding for Informal Workers in Traditional Markets in North Sumatra Peny Ariani; Nur Indrawaty Lipoeto; Eva Chundrayetti; Hema Malini; Adang Bachtiar; Delmi Sulastri; Mayetti Mayetti; Meri Neherta
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4064

Abstract

Most informal female workers in traditional markets are in the reproductive age range. One of the causes of low exclusive breastfeeding in women informal workers is the low implementation of policies related to exclusive breastfeeding in the workplace, especially in the informal sector. Objective to analyze the policies carried out by the local government related to exclusive breastfeeding policies for informal workers in traditional markets. Method: the study was qualitative with a phenomenological approach. Participants consisted of 12 employees of related agencies with purposive sampling. Data collection was done through in-depth interviews using voice records. Data analysis used content analysis by the collaizi method. The principle of traceability was applied to ensure rigor in the research. The results of this study obtained two themes related to the analysis of exclusive breastfeeding policies in Informal Workers of Traditional Markets in North Sumatra, namely 1) perception of lactation corner facilities in the markets; and 2) barriers to the certainty of lactation corners in the traditional market. It is essential to analyze the exclusive breastfeeding policy for informal workers in convention markets to create better policies by providing adequate lactation corner facilities for informal workers.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI GRATIS DI SEKOLAH: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP MODEL IMPLEMENTASI DI NEGARA MAJU ERWINDA ERWINDA; Delmi Sulastri; Ikeu Tanziha; Rosfita Rasyid
Journal of Nutrition College Vol 15, No 3 (2026): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v15i3.51456

Abstract

ABSTRACT Background: Free school meal policies are widely implemented to improve child nutrition, reduce social inequality, and support learning outcomes. Evidence from developed countries is relevant for Indonesia because the Makan Bergizi Gratis programme requires strong governance, clear nutrition standards, robust food safety control, and sustainable financing. Objective: This review analyses implementation models and key effectiveness factors of free school meal programmes in developed countries and formulates policy implications for Indonesia. Methods: A structured literature review was conducted using the PRISMA approach. Articles were searched in PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar with the keywords free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, and child health. Eligible articles were peer‑reviewed, available in full‑text, published between 2017 and 2026, and reported health, education, participation, or implementation outcomes. Results: The reviewed studies indicate that successful school meal programmes share five core factors: clear targeting or universal coverage, adequate and stable funding, enforceable nutrition and food safety standards, reliable procurement and distribution systems, and continuous monitoring and evaluation. Universal models tend to increase participation and reduce stigma, while targeted models depend on accurate eligibility data and strong administrative capacity.Conclusion: Free school meal programmes can effectively support child nutrition and learning when they integrate health, education, and food system governance. Indonesia should strengthen phased implementation, local food procurement, menu standardisation, food safety supervision, and outcome evaluation in the Makan Bergizi Gratis programmeKeywords: Academic achievement; child health; nutrition; policy implementation; school meals ABSTRAKLatar belakang: Kebijakan makanan gratis di sekolah banyak digunakan untuk memperbaiki gizi anak, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendukung hasil belajar. Bukti dari negara maju relevan bagi Indonesia karena program Makan Bergizi Gratis memerlukan tata kelola yang kuat, standar gizi yang jelas, pengawasan keamanan pangan yang ketat, dan pembiayaan yang berkelanjutan.Tujuan: Tinjauan ini menganalisis model implementasi dan faktor efektivitas program makanan gratis di sekolah pada negara maju serta merumuskan implikasi kebijakannya bagi Indonesia.Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara terstruktur dengan pendekatan PRISMA. Artikel ditelusuri melalui PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, dan child health. Artikel yang dipilih merupakan artikel peer‑reviewed, tersedia dalam bentuk full‑text, terbit pada 2017–2026, dan melaporkan luaran kesehatan, pendidikan, partisipasi, atau implementasi.Hasil: Studi yang direview menunjukkan bahwa keberhasilan program ditopang oleh lima faktor utama, yaitu cakupan sasaran yang jelas atau universal, pendanaan yang memadai dan stabil, standar gizi serta keamanan pangan yang dapat ditegakkan, sistem pengadaan dan distribusi yang andal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Model universal cenderung meningkatkan partisipasi dan mengurangi stigma, sedangkan model bersasaran sangat bergantung pada akurasi data kelayakan dan kapasitas administrasi.Simpulan: Program makanan gratis di sekolah dapat mendukung perbaikan gizi dan pembelajaran anak jika mampu mengintegrasikan tata kelola kesehatan, pendidikan, dan sistem pangan. Indonesia perlu memperkuat implementasi bertahap, pengadaan pangan lokal, standardisasi menu, pengawasan keamanan pangan, dan evaluasi luaran dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.Kata kunci: Gizi; implementasi kebijakan; kesehatan anak; makanan sekolah; prestasi akademik
Calcium and Vitamin D Serum Level of Stunting and Severe Stunting Children Aged 12-23 Months in the Pauh Health Center, Padang City Nice Rachmawati Masnadi; Delmi Sulastri; Finny Fitry Yani; Firdawati Firdawati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.52498

Abstract

Stunting remains a significant public health challenge, particularly in developing countries. Vitamin D and calcium play crucial roles in linear growth and bone mineralization during early childhood. This study aimed to analyze the levels of serum vitamin D and calcium in stunted and severely stunted children aged 12–23 months in the working area of Pauh Health Center, Padang City, West Sumatra. This cross-sectional analytical study was conducted from February to May 2025, involving 43 children aged 12–23 months (33 stunted and 10 severely stunted). Data were analyzed using the chi-square test and independent-samples t-test. Most children exhibited hypovitaminosis D (62.7%), with 9.3% deficiency and 53.4% insufficiency. Serum calcium levels were predominantly normal (85.1%). No significant differences were found in vitamin D levels (p > 0.05) or calcium levels (p > 0.05) between stunted and severely stunted children. The mean vitamin D level was 12.14 ± 1.97 ng/mL in stunted children and 12.16 ± 1.63 ng/mL in severely stunted children. The mean serum calcium levels were 9.14 ± 1.97 mg/dL in stunted children and 9.16 ± 1.63 mg/dL in severely stunted children, respectively. Despite the high prevalence of vitamin D insufficiency, there were no significant differences in serum vitamin D and calcium levels between stunted and severely stunted children aged 12–23 months. The body's homeostatic mechanisms maintain normal serum calcium levels despite low vitamin D status, potentially at the expense of bone density. Further research is needed to identify other contributing factors to stunting severity.
Association Between Dietary Patterns and Stroke Risk: A Systematic Literature Review of Cohort Studies Syukriadi Syukriadi; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59102

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan global, dengan pola makan sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berperan krusial dalam patogenesisnya. Tinjauan ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara pola makan, komponen nutrisi spesifik, dan risiko kejadian stroke. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2019–2026. Studi kohort prospektif berbahasa Inggris dengan periode follow-up minimal tiga tahun diinklusikan. Kualitas studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS), dengan sintesis dilakukan secara naratif-tematik. Delapan belas studi kohort memenuhi kriteria inklusi, melibatkan lebih dari 2,5 juta partisipan dari berbagai negara dengan periode follow-up berkisar 3–21 tahun. Lima tema utama teridentifikasi: pola makan berbasis nabati bersifat protektif; flavonoid, vitamin B, dan vitamin E menurunkan risiko stroke; pola makan tidak sehat meningkatkan risiko; faktor gaya hidup memoderasi hubungan diet-stroke; serta stroke iskemik lebih konsisten dipengaruhi pola makan dibandingkan stroke hemoragik. Pola makan berkualitas tinggi berbasis nabati, kaya antioksidan, dan rendah makanan olahan secara bermakna menurunkan risiko stroke, khususnya stroke iskemik. Kebijakan kesehatan masyarakat perlu memprioritaskan edukasi gizi berbasis bukti dan peningkatan konsumsi pangan fungsional sebagai strategi pencegahan stroke yang komprehensif.
Adiksi Nikotin Rokok pada Remaja : Kajian Genetik, Dampak dan Implikasi Kebijakan Kesehatan (Hybrid Literature Review) Roni Gunawan; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59660

Abstract

Nicotine addiction in adolescents is a public health problem influenced by the interaction of genetic, neurobiological, and environmental factors, while tobacco control still focuses on behavioral aspects. This study aims to identify genetic variations associated with nicotine addiction, examine gene-environment interactions and their impacts, and analyze their implications for tobacco control policies in Indonesia. The study used a Systematic Narrative Review based on the PRISMA guidelines through a search of PubMed Central and ScienceDirect for the period 2021–2026. Of the 201 articles found, nine met the inclusion criteria and were analyzed thematically. Results showed that variations in the CHRNA5–CHRNA3–CHRNB4, CYP2A6, CYP2B6, UGT2B10, FMO3, SEMA6D, and CES1 genes affected nicotine metabolism, the brain's reward system, and synaptic plasticity. Nicotine exposure in adolescents triggers changes in gene expression, neuroinflammation, hippocampal disorders, memory, and learning thereby increasing the risk of long-term dependence. These risks are influenced by the interaction of genetic, social, environmental, and behavioral factors, so a proactive, sensitive, specific, and systemic tobacco control policy is needed.
Obesitas dan Status Vitamin D: Implikasi Terhadap Risiko Preeklampsia: Hybrid Literatur Reviu Tahun 2021-2025 Aldina Ayunda Insani; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61422

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan penyulit, penyebab utama kesakitan, dan kematian maternal (2-8%) dan perinatal. Patogenesisnya bersifat multifaktorial, ketidakseimbangan angiogenik merupakan mekanisme sentral. Obesitas dan vitamin D merupakan faktor risiko yang berkaitan dengan proses inflamasi, nutrisi metabolik, reaksi imunologi, dan disfungsi endotel yang berpotensi mengalami preeklampsia. Tujuan: mengidentifikasi dan menyintesis bukti ilmiah mengenai obesitas pada ibu hamil, vitamin D, dan risiko preeklampsia, tahun 2021–2025. Metode: hybrid literature review, pencarian dari PubMed dan ScienceDirect, dengan beberapa kata kunci. Sintesis secara naratif dan tematik. Hasil: Dari 2.532 artikel, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi (meta-analisis (n=8), studi observasional (kohort prospektif/retrospektif dan kasus-kontrol) (n=5)). Indeks massa tubuh (IMT) untuk pengkategorian obesitas. Peningkatan IMT berhubungan dengan peningkatan risiko preeklampsia; risiko meningkat hingga 3 kali lipat pada obesitas dibandingkan dengan berat badan normal. Defisiensi vitamin D (25(OH)D <20 ng/mL) berkaitan dengan peningkatan risiko preeklampsia melalui gangguan invasi trofoblas, disfungsi angiogenesis plasenta, disregulasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, serta respons inflamasi dan stres oksidatif. Obesitas menurunkan bioavailabilitas vitamin D melalui sekuestrasi pada jaringan adiposa, Ibu hamil dengan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D dan memperberat risiko preeklampsia. Kesimpulan: Obesitas dan defisiensi vitamin D merupakan faktor risiko preeklampsia yang saling berkaitan melalui jalur metabolik dan inflamasi. Skrining, studi kohort, dan uji klinis acak pada status vitamin D ibu hamil dengan obesitas menjadi strategi deteksi dini dan pencegahan preeklampsia Kata Kunci: obesitas, status Vitamin D, Preeklampsia, hybrid systematic review
Analisis Faktor Risiko Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri Yusmalia Hidayati; Delmi Sulastri; Defrin Defrin
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1817

Abstract

Pendahuluan: Anemia defisiensi besi diperkirakan memengaruhi lebih dari 30% penduduk dunia. Persentase remaja putri yang mengalami anemia defisiensi besi di Indonesia berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018 yaitu 32%. Data Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan bahwa Wilayah Kerja Puskesmas Andalas merupakan wilayah dengan risiko anemia defisiensi besi tertinggi yaitu 27,96%. Laporan Puskesmas Andalas Tahun 2021 menunjukkan SMP Negeri 31 Padang merupakan SMP dengan persentase risiko anemia defisiensi besi remaja putri tertinggi (31%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko anemia defisiensi besi pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang. Metode: Metode penelitian merupakan penelitian kombinasi (Mixed Method). Penelitian kuantitatif menggunakan desain case-control. Jumlah sampel penelitian 79 (33 kasus dan 46 kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis bivariat menggunakan chi square dan multivariat dengan Regresi Logistik Berganda. Penegakan diagnosa anemia defisiensi besi dilakukan dengan pemeriksaan Hemoglobin dan cadangan besi darah menggunakan ELISA Test (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Penelitian kualitatif menggunakan urutan pembuktian (Sequential Explanatory). Data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD), in-depth interview dan telaah dokumen. Analisis data kualitatif menggunakan teknik Thematic Analysis. Hasil Rata-rata hemoglobin kelompok kasus adalah 10,23±0,963 dan kelompok kontrol 13,20±0,687. Rata-rata kadar feritin serum kelompok kasus 11,91±6,932, sedangkan kelompok kontrol 72,22±55,108. Faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan ADB adalah asupan protein (p=0,001) dan asupan zat besi (p=0,006). Asupan protein menjadi faktor paling dominan. Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan (p=1,000), sikap (p=1,000), asupan vitamin C (p=0,498), dan pola menstruasi (p=0,203) dengan ADB. Data kualitatif menunjukkan tingginya konsumsi junk food dan kebiasaan melewatkan sarapan sebagai penyebab utama. Kesimpulan : Kurangnya asupan protein merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian ADB pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang. Intervensi berupa edukasi gizi dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya sarapan dan asupan protein yang cukup diperlukan untuk menurunkan prevalensi ADB di kalangan remaja putri.
Micronutrient Deficiency and Autophagy Dysregulation in Pulmonary Tuberculosis Pathogenesis: A Systematic Review Salma Winda Aufa; Delmi Sulastri
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 6 No 2: August 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v6i2.778

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a critical global health burden, with Indonesia ranking second in the world for the highest TB burden. Autophagy is an essential innate immune mechanism for eliminating intracellular Mycobacterium tuberculosis (Mtb) in macrophages, but it is susceptible to dysregulation by micronutrient deficiencies, which are highly prevalent in populations with active TB. This systematic review aims to synthesize scientific evidence on the effects of deficiencies in vitamin D, vitamin A, zinc, and selenium on the dysregulation of the autophagy pathway and its implications for the pathogenesis of pulmonary tuberculosis. Literature searches were performed in PubMed and ScienceDirect for studies published from 2006 to 2025, using a combination of MeSH terms and free-text keywords. A total of 11 studies were included in the final synthesis. The results of the synthesis indicate that vitamin D deficiency inhibits the transcription of autophagy genes (LC3, Beclin-1, ATG5) by disrupting VDR signaling. Combined zinc and vitamin D deficiency reduces autophagy capacity by up to 85% and correlates with worse clinical outcomes of TB. Specifically, zinc and vitamin D deficiencies act synergistically to inhibit autophagy, representing the most significant interaction. Micronutrient deficiencies were shown to dysregulate autophagy through distinct yet synergistic molecular pathways, facilitating Mtb persistence and exacerbating the pathogenesis of pulmonary TB. Micronutrient supplementation holds potential as an adjuvant host-directed therapy strategy in the management of pulmonary tuberculosis.
Co-Authors Abdiana Adang Bachtiar Afdhal, Fitrah Afriani, Nita Afriwardi Afriwardi Afrizal Afrizal Alfin Rahma Fadhilah Amara Azka Shafrina Amel Yanis Amir, Aprima Yona Andani Eka Putra Ariadi Ariadi Ariani, Peny Azrimaidaliza Defrin Defrin Desmawati Desmawati Desmawati Desmawati Dessy Arisany Desy Susanty Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dolly Irfandy Edwin Danie Olsa Eldi Sauma Eliza Anas Endrinaldi Erasta, Junira ERWINDA ERWINDA Eva Chundrayetti Eva Chundrayetti Evynatra Evynatra Evynatra, Evynatra Faisaelia, Rezka Nanda Fannya, Puteri Fasrini, Ulya U Finny Fitry Yani Firdawati Firdawati Fitrah Afdhal Fivi Melva Diana, Fivi Melva Friska Eka Fitria Hafni Bachtiar Hardisman Hasmiwati Hema Malini, Hema Heriawita Heriawita, Heriawita Hermawan, Nur Sefa Arief Hudila Rifa Karmia Huvaid, Sevilla Ukhtil Ida Rahmah Burhan Ida Rahmah Burhan Ika Nur Saputri Ikeu Tanziha Ilmiawati Indah Gemala Inke Malahayati Insani, Aldina Ayunda Iqbal Muhammad Helmi Ivo Da Costa Soares Izmi Fadhilah Nasution Jamsari Jamsari Joaninha Cavalho de Jesus Kelsy Qoridisa Linosefa Linosefa Lipoeto NI Masrul Djalal Mayetti Mayetti Mizawati, Afrina Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mudjiran Nasrul Zubir Neherta, Meri Nice Rachmawati Masnadi Novita Sari Nur Indrawaty Lipoeto Nur Mala Sari Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Nurul Ramadhini Nur’afifah, Fauziah Nuzulia Irawati Oktarina, Mika Putra, Abdi Setia Putri Aisyah Mirza Putri, Miftahul NS Rahmawati Rahmawati Rauza Sukma Rita Rizanda Machmud Rizanda Mahmud` Roni Gunawan Rosfita Rasyid Roslaili Rasyid Roza Mulyana Rozi Sastra Purna Salma Winda Aufa Sari, Vivi Sary, Annisa Novita Sesmeri Haryani silvia thamrin Sisca Oktarini Oktarini Sri Mulyanti Susi Susanti Susi Susanti Syukriadi Syukriadi Thamrin, Silvia Ulva, Fadillah Ulya Uti Fasrini Utama, Bobby Indra Waldatul Hamidah Waldatul Hamidah Yosha Putri Wahyuni Yulia Masna Yulistini, Yulistini Yuniar Lestari Yusmalia Hidayati Yusrawati Yusrawati Yusti Siana