p-Index From 2021 - 2026
11.722
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesenjangan Sosial di Daerah Pertambangan: Analisis Pemerataan Kesejahteraan berdasarkan Sila Keadilan Sosial Febriantsyah, Muhammad Sultan; Islami, Marsya Esa Nur; Aulia, Adella Senra; Suryaningsi, Suryaningsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36155

Abstract

Kegiatan pertambangan di Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan kesenjangan sosial yang tajam di wilayah sekitar tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakadilan yang timbul akibat aktivitas pertambangan, khususnya ketimpangan ekonomi, hilangnya sumber penghidupan tradisional, kerusakan lingkungan, serta lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan seperti pekerja perempuan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, analisis hukum, serta kajian yuridisempiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pertambangan sering kali memperbesar jurang sosial-ekonomi antara kelompok yang memperoleh keuntungan dan masyarakat lokal yang menanggung dampak negatif. Analisis berdasarkan nilai Pancasila menunjukkan bahwa: sila ketiga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan sosial untuk menjaga persatuan, sila keempat menuntut dialog sosial yang inklusif dalam pengambilan keputusan, dan sila kelima menegaskan pemerataan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, penyelesaian kesenjangan sosial di daerah pertambangan membutuhkan kebijakan yang menekankan pada partisipasi masyarakat, keadilan distributif dan prosedural, serta perlindungan terhadap seluruh warga demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang adil.
Problem-Based Learning as a Transformative Framework for Multicultural Education in Secondary Schools Miranda Wulandari; Jawatir Pardosi; Suryaningsi Suryaningsi
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1716

Abstract

This study examines how Problem-Based Learning (PBL) is designed, implemented, and its effectiveness in strengthening multicultural education through the Bhinneka Tunggal Ika topic at SMP Negeri 1 Samarinda. Using a descriptive qualitative case study, the participants comprised one Civic Education teacher and 32 ninth-grade students from class IX F, purposively selected for their religious and ethnic diversity. Data were gathered through participatory observation across five PBL sessions and in-depth interviews, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation. The findings show that PBL enhanced students’ multicultural competence, indicated by multicultural knowledge (91%), tolerance for differences (88%), cross-cultural collaboration (84%), and inclusive communication (81%). These gains emerged through five PBL stages: problem orientation, heterogeneous group organization, collaborative investigation, presentation of results, and reflection. The study demonstrates that PBL is an effective transformative approach for cultivating multicultural competence in secondary school civic education, and it offers practical guidance for inclusive, diversity-based teaching in heterogeneous classrooms in a widely diverse context.
Optimalisasi Politik Hukum Pengelolaan Lahan Pascatambang dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Pancasila: Integrasi Politik Hukum dan Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ekowisata di Lahan Pascatambang Suryaningsi Suryaningsi; Rosmini Rosmini; dermawan Waruwu
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i2.1924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum dalam pengelolaan lahan pascatambang yang diarahkan pada pengembangan ekowisata berbasis nilai-nilai Pancasila. Aktivitas pertambangan yang masif, khususnya di Kalimantan Timur, meninggalkan berbagai persoalan ekologis, sosial, dan ekonomi. Lahan bekas tambang yang tidak direhabilitasi secara optimal berpotensi menjadi sumber bencana lingkungan serta menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga normatif dan filosofis melalui politik hukum yang berlandaskan Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi literatur dan analisis data lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik hukum pengelolaan lahan pascatambang di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti disharmonisasi regulasi, lemahnya penegakan hukum, serta kurangnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam implementasi kebijakan. Pengembangan ekowisata menjadi solusi strategis karena mampu mengintegrasikan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan. Nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, gotong royong, dan kemanusiaan, menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lahan pascatambang yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta sinergi antar pemangku kepentingan sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan lahan pascatambang berbasis ekowisata yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Tantangan Pengelolaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Pelindungan Hak Asasi Manusia di Era Digital dalam Sistem Pemerintahan Indonesia Atiqah Nurmaulidyawati; Ema Zaskia Neza Bella; Suryaningsi Suryaningsi
Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/vjhtn.v5i1.782

Abstract

Artikel ini menganalisis efektivitas sistem pemerintahan parlementer dan presidensial di Indonesia dalam perspektif hukum tata negara dengan fokus pada pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta pelindungan hak asasi manusia (HAM). Artikel ini menggunakan metode penelitian socio-legal. Hasilnya, sistem presidensial pasca-amandemen UUD NRI Tahun 1945 lebih stabil dalam mendukung penguatan IPTEK dan mekanisme akuntabilitas, namun masih menghadapi tantangan berupa literasi digital rendah, kebocoran data, dan potensi pelanggaran HAM melalui pengawasan digital dan bias algoritmik. Sementara itu, contoh negara parlementer menunjukkan fleksibilitas politik yang lebih tinggi, namun rentan terhadap instabilitas eksekutif.
Living Law Versus Hukum Negara: Konflik Tanah Adat Dayak dan Izin Pertambangan Artika, Artika; Auliya, Nabila; Suryaningsi, Suryaningsi
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v6i2.50245

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbedaan antara hukum negara yang dikodifikasi dan hukum adat yang telah berkembang secara alami dalam masyarakat mengenai hak atas tanah pada masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hukum adat berfungsi dalam pengelolaan tanah ulayat dan bagaimana hal itu berhubungan dengan hukum positif. Metode yang digunakan adalah antropologi hukum dan socio-legal. Ini menggunakan data primer melalui wawancara mendalam dan data sekunder seperti dokumen, berita, peraturan perundang-undangan, dan literatur akademik. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, metode triangulasi digunakan untuk mengujinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan nilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat, hukum adat Dayak masih berfungsi sebagai hukum hidup yang mengatur pengelolaan tanah ulayat secara komunal. Namun, ketika kebijakan dari hukum positif memberikan izin pertambangan, HPH, HTI, dan perkebunan kelapa sawit, mereka telah mengurangi wewenang masyarakat adat atas tanah komunalnya. Hal ini menyebabkan konflik antara hukum positif dan hukum adat. Masyarakat adat adalah lapangan sosial yang memiliki sedikit autonomi karena situasi ini. Oleh karena itu, untuk menjamin perlindungan hak atas tanah adat yang lebih efektif, hukum positif dan hukum adat harus diharmonisasi.
Co-Authors Addriana Bulu Baan Aditiyawan, Haris Rizky Afriliani, Rhiska Ahmad, Fakhrul Mubarak Ainani, Ainani Al Faiq, Muhammad Fadhil Aldo Aditya Ramadhan Alfian Rokhmansyah Alfina, Alfina Alias, Alima Tsusyaddya Aloysius Hardoko Andi Muhammad Andriawan, Muhammad Ferry Anggraheni, Treisha Antonio, Christofher Dylan Anugrah Anugrah Aprily, Fanisa Ardiansyah, Hirwan Ardinawati, Ardinawati Ariyani, Alya Arsanda, Wiwid Artika, Artika Asmal Asnar Asnar Asnar Asnar, Asnar Astuti, Tina Sesarya Atiqah Nurmaulidyawati Aulia, Adella Senra Auliya, Nabila Azizah, Imroatul Azyuyun, Azyuyun Bahzar , Moh. Bahzar, Moh. Bahzar, Mohammad Bhazar, Moh Carmela, Herlinda Ragil Feby Citra Ayu Deswina Maharani Darmalaksana, Dedy Darman, Siska Shafrianti Pratiwi dermawan Waruwu Dernayun, Dernayun Dewi, Intan Fitria Dwi Vika Sari Edi Rahmad Eki, Lusia Elvira, Alma Ema Zaskia Neza Bella Endang Dwi Sulistyowati Erianto, Fidjri Erika H, Yulita Erika, Yulita Erwiantono Fadila, Nilda Fadillah, Ridha Khusnul Febriantsyah, Muhammad Sultan Ghafur, Abd. Hafida, Khoirunisa Hamdawang, Hamdawang Handayani, Nur Fitri Hanif, Tito Ali Hardoko , A. Hardoko , Aloysius Hardoko, A. Hatima, Siti Fahmatul Hautami Nadia Zahratul Afifah Henny Pagoray Herliah , Endang Herliah, Endang Herni Johan Ibrahim, Jihan Fhadillah Inarsia, Inarsia Indah Dwi Lestari Islami, Marsya Esa Nur Jaafar, Muhammad Sukar Jamil Jamil Jamil Jamil Jamil, M. Jawatir Pardosi Jody, Exca Sukas Juisa, Atika Aprilia jumadi, Muhammad K., Iriyani Kalsela, Wanda Frisilia Khatimah, Kusnul Kurnianingsih, Anggun Kurniawan, Rio Agung Latif, Angel Lestari, Indi Rahma Lusiana, Putri M Jamil, M M. Amir Masruhim Maharani, Diya Desrina Maharani, Nurani Mahasin, Muhammad Fayyadh Majid , Novita Majid, Novita Marbun, Andreas Hari Susanto Marina Marina Marwiah Johansyah, Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah, Marwiah Masaid, Femy Febriyanti Mauldya Nailya, Cut Miranda Wulandari Muhammad Akmal Muhammad Luthfi Muhammad Rean Wahyudi Musdalifah Azis Mustangin Mustangin Ni Luh Suparni Asih Nila, Nila Nopianto, Eko Nulwelen, Maria Nur Fauzia Nur Yanti, Nur Nurzanah, Nabila Ain Oktapia, Indri Oon Darmansyah Pajerih, Irwan Saputra Paran, Fransiskus Pardosi , Jawatir Pranaditya, Wahyu Dhira Pratama, Ali Gilang Pujianti, Titin Puspitasari, Ratiani Putri, Novita Amelia Putri, Rani Anggara Putri, Reiyna Kumala RAHAYU, ANA Rahmi, Adelia Hidayatul Ramadani, Fivin Ramadhan, Widzar Alghifary Ramadhani, Risky Ramadhania, Zamitah Ramadhanita, Shavira Ramayanti, Livia Rosmini Rosmini Rosmini Ruslan, Ridwan Da’I Malarangeng Sabila, Melly Sabila, Melly Sabila SAFITRI, SELVI Sainah, Saniah Saleh, Andi Muhammad Samdi, Abizar Kausar saniah saniah Saputri, Alma Elvira Saputri, Fadhila Dwi Saputri Saputri, Rizda Sandiva Sari, Dwi Vika Savitri, Pitaloka Alif Setiani, Intan Kumala Sharla, Difa Novika Siti Rabbani Karimuna Solly Aryza Songli, Ariani Sri Muliani, Sri Sri YM, Feranda Surahman, Adi Syafira, Auliya Defi Tabina, Farrah Naila Tammu, Herlindar Taoha, Aurel Amelia Putri Taufik, Aliyyah Nisrina Umi Rahayu, Umi Utami, Faradhita Utsa, M. Nur Darussalam Venna Puspita Sari Wahyuni, Putri Sri Wardani, Indri Reva Warman , Warman Warman Warman Wibowo, Najwa Putri Pratama Widyaningsih, Tika Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Nur Aida Fida Wingkolatin , Wingkolatin Wingkolatin, Wingkolatin Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih Wulandari, Melda Nur Yulia Rahmawati, Yulia Yulianingrum, Aullia Vivi