Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Game Sintaksis Bahasa Indonesia Berbasis Android Syahrin, Alvi; Khair, Ummul; Rismayanti, Rismayanti
Journal of Computer Science and Informatics Engineering Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosie.v2i2.630

Abstract

Implementasi game sintaksis bahasa Indonesia berbasis Android merupakan sebuah proyek pengembangan aplikasi permainan yang dirancang untuk membantu pengguna meningkatkan pemahaman dan penguasaan tata bahasa Indonesia secara interaktif melalui permainan. Aplikasi ini memanfaatkan platform Android sebagai media penyajian dan menyediakan berbagai level tantangan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Setiap level disusun dengan konten tata bahasa yang berbeda, sehingga pengguna dapat belajar secara bertahap dan terstruktur. Dalam implementasinya, aplikasi ini menggunakan metode pembelajaran aktif dan konstruktivisme, dengan menekankan pada pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif. Hasil pengujian aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi game sintaksis bahasa Indonesia berbasis Android ini efektif dalam meningkatkan pemahaman tata bahasa Indonesia pada pengguna, serta mendapatkan respon positif dari pengguna dalam hal antarmuka dan konten permainan.
KEABSAHAN HASIL ANALISIS AUDIO FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Ayunda, Adila Perma; Syahrin, Alvi; Yunara, Edi; Ekaputra, Ekaputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.2346

Abstract

Abstract: Forensic audio is used to analyze sounds to show ownership of the sound, which can shed light on the occurrence of a crime and will ultimately be used as evidentiary material. Proving a criminal act will always be related to the presence of evidence. The function of evidence itself is to prove whether or not someone committed a criminal act. By carrying out forensic audio analysis correctly, the results of forensic audio analysis of the sound can be used as evidence. The research method used in writing this thesis is a normative juridical legal research method which is descriptive analytical in nature by conducting library research to obtain the required secondary data, including primary, secondary and tertiary legal materials related to the problem. All data was collected using library research and field research data collection methods. Based on the results of the research, it shows that the results of forensic audio analysis as evidence in criminal acts of corruption have strength after sound analysis has been carried out using the following stages. Used in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP). Keywords: Forensic Audio, Evidence, Crime, Corruption Abstrak: Audio forensik digunakan untuk menganalisis suara untuk menunjukkan kepemilikan suara, yang dapat membuat terang tentang terjadinya suatu tindak pidana dan akhirnya akan digunakan sebagai bahan pembuktian. Pembuktian suatu tindak pidana akan selalu berkaitan dengan adanya alat bukti. Fungsi alat bukti itu sendiri adalah untuk membuktikan benar atau tidaknya seseorang melakukan tindak pidana. Dengan melakukan analisis audio forensik dengan benar maka hasil analisis audio forensik terhadap suara tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan melakukan penelitian kepustakaan guna memperoleh data-data sekunder yang dibutuhkan, meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier terkait dengan permasalahan. Keseluruhan data dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan (library research) dan studi lapangan (field research).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis audio forensik sebagai alat bukti dalam tindak pidana korupsi, memiliki kekuatan setelah dilakukan analisa suara dengan tahapan-tahapan yang digunakan sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP). Kata kunci: Audio Forensik, Alat Bukti, Tindak Pidana, Korupsi
Eksistensi Covernote dan Pertanggungjawaban Notaris dalam Penerbitannya: Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1673 PK/Pid.Sus/2024 Hasibuan, Andika; Syahrin, Alvi; Siahaan, Rudy Haposan
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 1 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i1.6454

Abstract

This study examines the practice of notary covernote issuance in banking transactions in Indonesia, focusing on the case in Supreme Court Decision Number 1673 PK/Pid.Sus/2024. Although not explicitly regulated in UUJN, covernote has developed as a living law in banking practice. The case of Notary E is in the spotlight because the issuance of a covernote that is not in accordance with the facts caused bad debt and state losses, with the verdict experiencing dynamics from the Medan District Court to the Judicial Review, which finally determined a sentence of 2 years and 8 months considering the defendant's role as an assistant and not gaining direct benefits.
CRIMINAL POLICY IN EFFORTS TO OVERCOME NARCOTICS CRIME DURING THE COVID 19 PANDEMIC (A STUDY AT THE BNN OF KABUPATEN TAPANULI SELATAN) Priangga Yoena Mustafa Kamal Hutabarat; Alvi Syahrin; Edi Yunara
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/jishup.v2i3.103

Abstract

Narcotics are not something foreign to us, in recent years, Indonesia has not only been a transit and destination for narcotics trafficking, but is a strategic area and has great potential in producing narcotics. Abuse of narcotics and dangerous drugs has reached a concerning state so that it has become a national problem in Indonesia, especially in South Tapanuli Regency. Narcotics abuse in South Tapanuli Regency has increased, especially during the Covid-19 pandemic which has caused unrest in society, Indonesian society is currently not only fighting the Covid-19 pandemic, but also fighting against narcotics crimes. The type of research used in this thesis research is empirical legal research. research in writing this thesis is descriptive analytical using 5 (five) approaches, namely the legislative approach, case approach, comparative approach, conceptual approach and historical approach. The data sources for this research come from secondary data obtained from library materials and primary data obtained from interviews. in collecting data, researchers do it with literature studies and field studies. data collection tools used in the form of document studies and interview guidelines. The collected data will then be processed using qualitative data analysis, namely by means of all data collected from primary legal materials and secondary materials. The Criminal Policy carried out by the National Narcotics Agency of South Tapanuli Regency in overcoming Drug Abuse during the Covid-19 pandemic is carried out through non-penal and Penal Efforts. In the implementation of Non-penal Efforts, the Soft Power Approach strategy is carried out as an Effort to Prevent Drug Abuse through Drug-Clean Village activities, Anti-Drug Family Resilience Activities and Drug Danger Counseling activities in the Community. The implementation of Penal Efforts is carried out using the Hard Power Approach through strict and measured Law Enforcement in handling drug syndicates, Implementation of Law Enforcement for Case Disclosure, Routine Patrols and Raids in collaboration with Legal Institutions.
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA MELALUI PENERAPAN ASAS PRIMUM REMEDIUM DALAM TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI HUKUM POSITIF Ramadani, Jaka; Syahrin, Alvi; Rizky, Fajar Khaify
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2796

Abstract

Abstract: The application of the primum remedium principle in criminal law policy means that criminal law is used as the main option in law enforcement. The application of the primum remedium principle in criminal law policy can be seen in Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. The results of the study show that the criminal law policy through the application of the primum remedium principle in environmental crimes based on positive law places criminal law as the main option in prosecuting environmental violations, with the aim of providing a deterrent effect on the perpetrators. This study analyzes the application of this principle in the context of environmental law enforcement in Indonesia. The results of the study show that although criminal law is important for providing a deterrent effect, the application of this principle has not been fully effective in dealing with environmental crimes seen from several conditions such as B3 waste which clearly pollutes the environment, but the application of this principle is not always appropriate because law enforcers often take administrative enforcement first. Keyword: Primum Remedium, Legal Policy, Environment Abstrak: Penerapan asas primum remedium dalam kebijakan hukum pidana berarti hukum pidana digunakan sebagai pilihan utama dalam penegakan hukum. Penerapan asas primum remedium dalam kebijakan hukum pidana dapat dilihat dalam Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengeloaan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menujukkan bahwa kebijakan hukum pidana melalui penerapan asas primum remedium dalam tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan hukum positif menempatkan hukum pidana sebagai pilihan utama dalam menindak pelanggaran lingkungan hidup, dengan tujuan memberikan efek jera terhadap pelaku. Penelitian ini menganalisis penerapan asas tersebut dalam konteks penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun hukum pidana penting untuk memberikan efek jera penerapan asas tersebut belum sepenuhnya efektif dalam menangani kejahatan lingkungan hidup dilihat dari beberapa kondisi seperti limbah B3 yang jelas mencemari lingkungan namun penerapan asas ini tidak selalu tepat karena penegak hukum sering kali menempuh penegakan administrasi terlebih dahulu. Kata kunci: Primum Remedium, Kebijakan Hukum, Lingkungan Hidup
FOOD ESTATE POLICY REVIEWED FROM ENVIRONMENTAL CRIMINAL LAW Nasution, Faradila Umaya; Syahrin, Alvi; Suhaidi, Suhaidi
NOMOI Law Review Vol 6, No 1 (2025): May Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v6i1.24226

Abstract

The conditions during the Covid-19 pandemic have made the issue of food security a hot topic of discussion because the government is worried about a food deficit in Indonesia. Not only because of the pandemic, the issue of food security has become a national and even international issue. In an effort to overcome and prevent the food crisis, the government issued a food estate policy as a solution to overcome the food crisis. However, in its implementation, the food estate program was carried out on land such as production forest areas and debt protection. Thus, land acquisition for the program creates new problems for the environment. This study uses a normative legal research method with a regulatory approach. The results of the study show that the food estate program often does not produce results according to expectations. Even in the context of environmental criminal law, the food estate program often violates the neglect of administrative obligations such as violations of permits. So that this program needs to be evaluated and planned carefully before the program is implemented.
CRIMINAL LAW ENFORCEMENT AGAINST ORANGUTAN TRAFFICKING AS PROTECTED ANIMALS Mahendra Butar-Butar, Muhammad Yusril; Syahrin, Alvi; Marlina, Marlina; Trisna, Wessy
NOMOI Law Review Vol 6, No 1 (2025): May Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v6i1.24127

Abstract

Illegal trade in protected wildlife is an environmental crime and the Conservation of Living Natural Resources and Ecosystems as specified in Law Number 5 of 1990 concerning the Conservation of Living Natural Resources and Ecosystems, illegal trade in protected wildlife is still rampant and it is very damaging to the environmental ecosystem. So that this research is to elaborate on the legal protection of endangered animals in sustainable management of biological natural resources, law enforcement against the trade in protected animals according to the Law on Conservation of Biological Natural Resources and Ecosystems, and the judge's consideration of decision 1360/Pid.B/Lh/2022/Pn.Lbp and decision 95/Pid.B.Lh/2022/Pn.Bj on protected animal trafficking syndicates. The method used in this thesis is the normative juridical research method carried out by means of library materials or secondary materials. So that the author uses the statutory approach method (statude approach) and case approach (case approach). The data analysis method used is qualitative. The trade of Orangutans as protected wildlife is a criminal offense as specified in Article 21 paragraph (2) in conjunction with Article 40 paragraphs (2) and (4) of Law No. 5 of 1990. In Decisions 1360/Pid.B/LH/2022/PN.Lbp and 95/Pid.B/LH/2022/PN.Bnj , the panel of judges whose cases handed down sentences against the defendants, but the criminals generally given by the panel of judges were limited to the substance of the defendants in Law No. 5 of 1990, even though what the defendants had done had harmed the environment and endemic animals that were on the verge of extinction, so the author requests the Supreme Court of the Republic of Indonesia to request a special court for handling the environment and protected animals.
Evaluasi Penghukuman Terdakwa Tenaga Kesehatan Pelaku Malpraktik Medik Salwa, Nabila Afifah; Syahrin, Alvi; Sulung, Syafruddin
Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues Vol. 1 No. 1 (2022): Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/nlrjolci.v1i1.16863

Abstract

Artikel ini membahas evaluasi dari penjatuhan pidana terhadap tindakan malpraktik yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan dalam menjalankan tugasnya. Tindakan tersebut berupa kesalahan dalam memasukkan obat pelumpuh otot, Atracunium, ke dalam tubuh pasien, menyebabkan kematian pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dan dianalisis dengan metode analisa data kualitatif. Temuan dari penelitian pada kasus Nomor 75/Pid.Sus/2019/PN.Mbo ini adalah adanya kelalaian dari tenaga kesehatan yang berujung pada malpraktik medik. Dakwaan yang disusun menggunakan Undang-undang Khusus. Penjatuhan pidana terhadap para terdakwa tenaga kesehatan berupa sanksi pidana penjara selama 2 (dua) tahun dengan pertimbangan pemberatan karena mengakibatkan korban meninggal dunia
Penegakan Hukum Pidana Kehutanan Terhadap Pelaku Pengangkutan Kayu Hasil Hutan Tanpa Memiliki Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) Manurung, Hot Dion; Syahrin, Alvi; Rizky, Fajar Khaify
MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum Vol 11 No 1 (2025): Morality: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52947/morality.v11i1.970

Abstract

Penegakan hukum terhadap pelaku pengangkutan kayu hasil hutan tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum pidana kehutanan, pertanggungjawaban pidana, dan pertimbangan hakim dalam beberapa putusan terkait pelaku pengangkutan kayu tanpa SKSHH. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan putusan, serta analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ketentuan hukum pidana kehutanan yang termuat dalam Pasal 12 huruf d dan e UU Nomor 18 Tahun 2013 juncto UU Nomor 6 Tahun 2023 memberikan kepastian hukum bagi penegakan hukum kehutanan; (2) Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku bervariasi, di mana dalam Putusan MA Nomor 6836 K/Pid.Sus-LH/2022 unsur pidana terpenuhi, namun dalam Putusan MA Nomor 6706 K/Pid.Sus-LH/2022 unsur pidana tidak terbukti sehingga terdakwa dibebaskan; (3) Pertimbangan hakim dalam beberapa putusan memperhatikan asas kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan serta pentingnya menjaga tata tertib masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan hutan. Dengan demikian, penegakan hukum pidana kehutanan memiliki peran penting dalam perlindungan sumber daya hutan dan penegakan hukum yang berkeadilan.
THE ROLE OF INVESTIGATORS OF THE CYBER DIRECTORATE OF THE REGIONAL POLICE NORTH SUMATERA IN HANDLING CRIMINAL ACTS IN THE FIELD OF BANKING THROUGH CYBER INTERMEDIARIES Pasaribu, Hendri Goklas; Syahrin, Alvi; Robert, Robert
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v4i6.2788

Abstract

In line with the development of the times and the increasing development that is also inseparable from all aspects related to human life. Related to developments in people's lives for all existing problems, which are increasingly easy to solve or vice versa, there are also a small number of people who experience difficulties related to facing and meeting their needs. This has resulted in the rapid development of technology that is developing in society. Development at this level of technology will also have an impact on the impacts that occur in almost all aspects of human life, and will also change people's behavior, and human civilization, on the other hand, related developments in the field of technology have resulted in life in the world becoming limitless. Against the increasingly rapid technological advances, of course, it will have an impact in terms of positive or negative aspects. However, in line with the development of the times, the use of information technology has changed both in terms of people's behavior and those related to human civilization in general. With the advancement of technology, banking also follows technological developments, by creating applications that aim to provide convenience to customers so that in carrying out transactions in the form of checking and payments can be done using mobile banking and internet banking only by using a smartphone without having to come to the bank or to an ATM machine.
Co-Authors Abdul Rahim Matondang Abdul Rahim Matondang Abdurrahman Harit's Ketaren Affila Agusmidah Agusmidah Ali Pratama, Putra Alwan Alwan Ana Maria Anggara Faisal Antonius, Hendri Aqil, Nabil Abduh Arija Ginting Arjuna Arjuna, Arjuna Ayunda, Adila Perma BASRIEF ARYANDA Binsar Imanuel BUDIMAN GINTING Chatarina Umbul Wahyuni Chrismanto HS Dahlia Kusuma Dewi Dahlia Kusuma Dewi Dahris Siregar Dendi sembiring Dewi Elizadiani Suza Din, Mohd. Edi Yunara Ediwarman Edy Ikhsan Ekaputra Ekaputra, Ekaputra Ekaputra, M. Ekaputra, Mohammad ELLY SYAFITRI HARAHAP Fakhreza Shah, Saifullah Febri Sri Utami Fiqih Hana Saputri, Fiqih Hana Fransiscus Girsang, Rio Garliani, Gita Hasballah Thaib, Hasballah Hasibuan, Andika Henny Handayani I Gusti Bagus Wiksuana Ilyas Ilyas Imanuel Carlos Indriana Indriana, Indriana Irfan Farid Thahir Irfan Santoso Jaka kelana Jaya, Herry Shan Jelly Leviza Jonathan Hasudungan Hasibuan Kumaedi Madiasa Ablisar Mahasari, Jamaluddin Mahendra Butar-Butar, Muhammad Yusril Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Manurung, Hot Dion Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marthin Fransisco Manihuruk Marudut Hutajulu Miranda Chairunnisa Mohammad Eka Muhammad Husin Naharuddin Naharuddin Nainggolan, Rani Oslina Nanda Nababan Nasution, Faradila Umaya Natalia Tampubolon Ningsih, Suria Novi Rahmawati Nur Asiah Nurmala wati Nurmala Waty Pardede, Rendra Yoki Pasaribu, Hendri Goklas Pendastaren Tarigan Perdana Sani, Tantra Priangga Yoena Mustafa Kamal Hutabarat Rafiqo Lubis Rafiqoh lubis Rahul Singh Ramadani, Jaka Rapiqoh Lubis Rapita, Rapita Ridho Mubarak Ridwanta Tarigan Rina Dian Rismayanti Rismayanti Rizky, Fajar Khaify Robert Robert RONI Alexandro Rosimen Manik Rosmalinda, Rosmalinda Rudy Haposan Siahaan Salwa, Nabila Afifah Samuel Yoshua Sibarani Santi Silaban, Susi Sihombing, Dedy Chandra Silalahi, Saut Maruli Tua Sisera, Perida Apriani Sitepu, Runtung Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Sulung, syafruddin Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiartono, Sutiartono Syafruddin Hasibuan syafruddin Sulung Syaifuddin, Imam Tan Kamello Tantra Perdana Thani, Shira Tommy Tarigan Triana, Wessy Trisna, Wessy Tullah, Rahmat Umaro Tarigan Ummul Khair Ventyrina, Ine Vonny Vonny Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wufron Wufron Wulan Irwanty Yunita Octavia Siagian