Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Partisipatif: Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga (Diapers Bekas Urine) di Pasirkaliki Cimahi Utara Ruhmawati, Tati; Wahyudin, Uyu; Sardin, Sardin; Shantini, Yanti; Rusmiati Hasanah, Viena; Rosita, Neng Ayu; Tantia Nova, Rusyda Ihwani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20385

Abstract

Pendahuluan: Sampah berbahaya dan beracun rumah tangga merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan khusus. Pendekatan pendampingan partisipatif menjadi solusi potensial untuk memberdayakan keluarga dalam pengelolaan sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memilah dan mendaur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine). Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi edukasi, pelatihan dan pendampingan dalam melakukan pemilahan dan daur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) kepada 20 orang ibu balita yang diambil secara purposive di Wilayah Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest. Instrumen pengumpul data terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas sehingga valid dan reliabel. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan nilai rerata pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dilakukan pendampingan secara berurutan; 56, 48, dan 40, sedangkan skor setelah pendampingan menjadi 92, 80, dan 60. Kegiatan menekankan pada intervensi berkelanjutan berbasis pemberdayaan keluarga dan hasilnya terjadi peningkatan skor pengetahuan, sikap, serta keterampilan keluarga secara signifikan, serta memberikan solusi inovatif terhadap persoalan sampah B3 rumah tangga khususnya diapers bekas urine. Kesimpulan: Pendampingan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam memilah dan mendaurulang sampah B3 rumah tangga khususnya diaper bekas urine.
Implementasi rekam medis elektronik (RME) di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah Mentari, Witri Dewi; Muplihah, Delia Nurlaeli; Sulaeman, Dadang; Wahyudin, Uyu; Mentari, Melani Putri
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ma9ejq48

Abstract

Latar Belakang: Meskipun Rekam Medis Elektronik (RME) berpotensi besar dalam memfasilitasi akses informasi yang cepat dan mudah, implementasinya, termasuk di RSUD 'X', sering terhambat oleh kendala teknis yang memengaruhi kelancaran pelaksanaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi RME di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD 'X', unit yang vital, sebagai kebaruan untuk memahami pelaksanaan RME secara spesifik di lingkungan berisiko tinggi ini.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi.Hasil: Implementasi RME di RSUD 'X' telah berjalan bertahap, menawarkan manfaat seperti akses cepat dan efisiensi, namun masih terkendala oleh kepatuhan pengisian RME yang rendah, absennya SOP khusus, dan masalah teknis (jaringan tidak stabil dan sistem error). Kendala ini diatasi melalui rencana backup manual dan koordinasi teknis.Kesimpulan: Implementasi RME di RSUD 'X' telah dilakukan bertahap dan strategis (dimulai dari rawat jalan, IGD, hingga rawat inap) sebagai respons terhadap regulasi. Secara umum, RME terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dengan mempercepat akses informasi medis, mengurangi kesalahan pencatatan, dan mendorong efisiensi operasional.
SUSTAINABILITY-IN-ACTION: IMPLEMENTASI CHSE PADA RANTAI NILAI WISATA DESA OLEH PEMUDA KARANG TARUNA Sulistiono, Eko; Wahyudin, Uyu; Sukmana, Cucu; Mutamam, Mohamad Hadi Ali
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.29803

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) dioperasionalisasikan sepanjang rantai nilai (value chain) wisata desa melalui kepeloporan pemuda di Desa Pager Wangi. Menggunakan desain kualitatif—studi kasus deskriptif—data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, FGD, serta telaah dokumen program. Analisis dilakukan dengan thematic analysis (pengodean terbuka–aksial) dan pemetaan rantai nilai (hulu–hilir) untuk memeriksa titik sentuh CHSE pada proses kurasi produk, layanan, dan pengalaman pengunjung. Hasil menunjukkan lima temuan utama: (1) standardisasi kebersihan dan sanitasi yang terukur (SOP, checklist, rotasi tugas) meningkatkan konsistensi layanan; (2) health literacy aktor lokal menumbuhkan disiplin etik pelayanan dan komunikasi risiko; (3) sistem keamanan berbasis komunitas (identifikasi bahaya, wayfinding, P3K, incident log) menurunkan service failure; (4) tata kelola lingkungan menyeimbangkan nilai ekonomi–ekologi melalui penataan sampah, pembatasan daya dukung, dan substitusi material; (5) orkestrasi pemuda atas rantai nilai (dari pemasok hingga after-visit care) mempercepat pembelajaran organisasi, keterlibatan UMKM, dan spillover manfaat ekonomi. Diskusi menautkan praktik ini dengan kerangka CBT (Community-Based Tourism), triple bottom line, dan pedoman global pariwisata pascapandemi. Artikel menutup dengan implikasi kebijakan dan riset, termasuk metrik keberlanjutan operasional, visitor journey analytics, serta tata kelola kemitraan publik-komunitas
Project-Based Learning Model in Productive Digital Literacy Training Firdaus, Nunu Mahmud; Wahyudin, Uyu; Sudiapermana, Elih; Shantini, Yanti; Sava, Simona
Journal of Nonformal Education Vol. 12 No. 1 (2026): Community empowerment and Adult education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v12i1.36217

Abstract

Background - The low level of productive digital literacy skills among equality education learners in Community Learning Centers (CLC) has become a major challenge to community empowerment in the digital era. Digital literacy training in CLC is still conventional, lecture-centered, and lacks contextual relevance. Research Urgency -  Non-formal education institutions need innovative and participatory learning models to strengthen digital competence and creativity among learners. However, existing digital literacy programs remain limited to basic operational skills and have not yet developed productive digital capabilities. Research Objectives - This study aims to develop a productive digital literacy training model based on Project-Based Learning (PjBL) that is innovative, participatory, and contextually appropriate for equality education learners in CLC. Research Method - The research used a modified Borg and Gall Research and Development (R&D) model, consisting of nine stages: preliminary study, planning, initial product development, expert validation, limited trial, first product revision, large-scale trial, second product revision, and dissemination. The research subjects were equality education learners from three PKBM in West Bandung Regency. Research Findings - The findings show that learners’ productive digital literacy skills were initially low, particularly in content evaluation, knowledge construction, and digital content creation. The developed PjBL model was validated as highly feasible (average score of 82.7%). Model implementation demonstrated good adherence to the PjBL syntax (85.2%) and positive responses from both learners and tutors (85.3%). The large-scale trial showed a 25.4% improvement in digital literacy, with N-Gain values categorized as moderate to high. Research Conclusion - The PjBL-based training model effectively enhances the productive digital literacy skills of PKBM learners, promoting active learning and digital creativity in non-formal education settings. Research Novelty/Contribution - This study contributes theoretically by integrating the PjBL framework into digital literacy training within non-formal education, and practically by offering an applicable model for PKBM institutions, policymakers, and community educators to improve digital empowerment programs.
Integration of Technology and Art through Smartphone Photography Classes for Community Empowerment Samosir, Irniyati; Sudrajat, Jajat; Wahyudin, Uyu; Sardin, Sardin; Shantini, Yanti
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 2 (2026): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i2.1017

Abstract

Objective: This study aimed to investigate the integration of technology and art in community-based nonformal education through smartphone photography classes, with the objectives of (1) strengthening digital skills, (2) fostering creative expression, (3) enhancing visual literacy, and (4) opening economic opportunities for participants. This study specifically explores how photography training using mobile devices can function as a means of empowerment in community education. Method: A qualitative descriptive approach was employed, focusing on Kleas Moto Teh Ina, an online photography training community utilising mobile devices. Data were collected through document analysis, participant observation, and in-depth interviews, and thematic analysis was conducted to identify key trends, dynamics, and program impacts. Results: The results demonstrate that participants (1) significantly improved their technical photography skills, particularly in lighting, composition, and photo editing, (2) alongside advancements in digital literacy and self-confidence, and (3) many participants translated these skills into creative economic activities, including professional content creation and promotion of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Novelty: The novelty of this study lies in presenting smartphone-based photography education as a sustainable and inclusive empowerment model. It contributes to bridging digital literacy gaps while offering a pragmatic and innovative approach to community learning in the digital age.