Claim Missing Document
Check
Articles

Insentif Uang Tunai dan Peningkatan Kinerja Kader Posyandu Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Kesmas Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2000 pos pelayanan terpadu (posyandu) telah berkembang baik, tetapi kekurangan dana dan pelatihan mengalami penurunan kinerja akibat krisis ekonomi. Hal tersebut terlihat pada penurunan kunjungan dan drop out kader yang menghadapi banyak tugas, besar cakupan, dan kurang mampu merespon tuntutan masyarakat. Pedoman World Health Organization (WHO) terakhir menyatakan bahwa untuk menjamin keberlanjutan program jangka panjang, kader perlu dibayar. Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan insentif kader terbesar di Indonesia. Studi inimengkaji peningkatan kinerja kader posyandu di Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2010 akibat pemberian insentif uang tunai. Penelitian kualitatif yang menggunakan rancangan fenomenologi ini menghimpun data 18 orang meliputi 15 orang dari instansi pemerintah dan 3 orang kader. Studi dengan metode analisis isi ini menemukan bahwa pemerintah memberikan uang sebagai insentif bagi kader menyebabkan kader bersemangat dalam bekerja dan berkompetisi. Pemerintah terlihat sangat berperan meningkatkan kinerja kader, tetapi masyarakat masih kurangberperan. Studi ini menyimpulkan bahwa insentif uang tunai dapat meningkatkan kinerja kader posyandu. Since 2000 Posyandu has grown well, but its performance was declining as indicated by the decreasing of visitors as well as the cadres because economic crisis. The problems within the cadres include excess workload and area to be covered and lack of capability to respond to the community demand.The latest guidelines of World Health Organization (WHO) identified that cadres incentive is needed for the long term sustainability. Penajam Paser Utara which gave the highest incentive in Indonesia for its cadres. This study was aimed to explore in depth the Penajam Paser Utara cadres performance improvement in 2010 in relation to financial incentives. This isa qualitative study using phenomenologic design. Informants were 18 persons origined from the government office and 3 cadres. Data were obtained through indepth interview and analysis using content analysis. The result showed that the government provided financial incentive for cadres recognition and posyandu revitalization. Financial incentive was found motivated the cadres to work and enhance their competence. Although the government had played role in improving cadres performance, yet the community still had limited participation. It could be concluded that financial incentive could improve performance of posyandu cadres.
Analisis Intervensi Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap Balita Underweight Usia 12 - 48 Bulan di Puskesmas Harapan Baru Pasiakan, Meli; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2729

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan serius di Kota Samarinda, dengan prevalensi underweight, stunting, dan wasting yang melebihi angka nasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita dengan gangguan gizi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Intervensi dilaksanakan di dua kelurahan wilayah kerja Puskesmas Harapan Baru selama 56 hari, dengan sasaran 75 balita underweight usia 12–48 bulan berdasarkan indikator BB/U. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari identifikasi sasaran, penyusunan menu siklus 10 hari, pengolahan dan distribusi makanan, hingga edukasi gizi kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% balita mengalami kenaikan berat badan dan 16% berpindah ke kategori gizi baik. Analisis N-Gain Score memperkuat temuan ini, dengan peningkatan proporsi gizi baik dari 0% menjadi 16% (N-Gain = 0,16) serta perbaikan rata-rata z-score BB/U dari -2,4 menjadi -1,9 (N-Gain = 0,21), meskipun keduanya masih dalam kategori rendah. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan berat badan sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa PMT lokal yang dilaksanakan secara terstruktur, dengan dukungan partisipasi lintas sektor dan pendekatan berbasis masyarakat, mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan status gizi balita.
Hubungan Tingkat Stres Dan Dukungan Sosial Pada Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Samarinda Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; Afiah, Nurul; A’isyah, Siti; Noviasty, Reny; Agustini, Rina Tri
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.24-33

Abstract

Background The COVID-19 pandemic is causing stress in all aspects of life, including nursing mothers. This situation may affect exclusive breastfeeding coverage, which was only 66% in 2020. Factors contributing to low breastfeeding rates include maternal stress and social support. The aim of this study was to determine the association between maternal stress levels and social support for exclusive breastfeeding during the COVID-19 pandemic in Wonorejo Health Center, East Kalimantan. Methods The study design was cross-sectional with a sample of 165 mothers with children aged 6-24 months. Data collection was conducted online via a questionnaire on a Google Form link provided to subjects through their WhatsApp contacts. Data were analyzed using the chi-square test and the Kolmogorov-Smirnov test. Results 55.8% of mothers had high levels of social support supporting exclusive breastfeeding, and 81.2% of mothers experienced moderate stress. Data analysis using the chi-square test and Kolmogorov-Smirnov test showed no relationship between social support (p=0.056) and stress level (p=0.969) during exclusive breastfeeding. Conclusions There was no significant association between stress levels and social support among mothers of exclusively breastfed children aged 6 to 24 months during the COVID-19 pandemic at the Wonorejo Health Center in Samarinda, East Kalimantan. Wonorejo Health Center is encouraged to continuously improve its breastfeeding promotion programs for mothers and families.
Effect of Relaxation Technique in Breathing on the Pain Level of Dysmenorhea’s Pain in Teenage Girl Pamowa, Agustina Simanangi; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4763

Abstract

The technique of deep breathing relaxation can reduce the intensity of pain and improve pulmonary ventilation and increase blood oxygenation so the young man can adapt to pain during dysmenorrhea. This study aimed to examine the association between deep breathing relaxation techniques and the level of dysmenorrhea pain in adolescent girls at SMPN 6 Samarinda City. Quasi experimental with one group pre-test and post-test model. The non-probability sampling was applied with 40 respondents. Wilcoxon test was used to analyse data in this study. there was a significant association between deep breathing relaxation techniques and the level of dysmenorrhea pain in adolescent girls at SMPN 6 Samarinda City (p=0,0001). The deep breathing relaxation technique has an effect on the level of pain and can be used as one of the pain adaption techniques.
Hubungan Konsumsi Kopi dan Garam Terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda Annisa, Yulvia Septi; Afiah, Nurul; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.11100

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit meningkatnya tekanan darah yang menjadi problematika dunia dan berdampak pada peningkatan angka kesakitan serta kematian. Hipertensi memiliki faktor pemicu yang dapat diubah dan tidak dapat diubah, faktor pemicu yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, riwayat keturunan, sedangkan pada faktor pemicu yang dapat diubah diantaranya adalah konsumsi kopi dan garam.World Health Organization secara global mengatakan bahwa dengan presentase sebesar 22% dari total penduduk dunia menderita hipertensi (WHO, 2021). Riset Kesehatan Dasar Riskesdas (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa usia 55-75 tahun keatas menjadi peringkat I pertama dengan prevalensi hipertensi dengan catatan diagnosis oleh dokter.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan garam terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bengkuring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control, penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan SQ-FFQ secara langsung dengan jumlah sampel sebanyak 52 sampel yang  terdiri dari 26 kontrol dan 26 kasus. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan uji statistik ditemukan hasil dengan nilai P Value  konsumsi garam dengan hipertensi (P Value = 0,017 dan OR = 6.353 ) dan P Value konsumsi kopi dengan hipertensi (P Value = 0,082). Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan konsumsi garam dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian ini disarankan bagi penderita hipertensi maupun bukan penderita hipertensi untuk selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan membatasi konsumsi kopi serta mengurangi konsumsi garam sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya komplikasi dan timbulnya penyakit lainnya.
Unwanted Pregnancy and Maternal Mental Health Based on the WHO SRQ-20: A Meta-Analysis Saefurrohim, Muhamad Zakki; Azmiardi, Akhmad; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; Al-Ayubi, Moch Thoriq Assegaf; Basrowi, Ray Wagiu; Yuliana, Roma
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.03.04

Abstract

Background: The WHO (2019) reported that approximately 10% of pregnant women and 13% of postpartum women globally experience maternal mental health disorders. Several studies have identified unintended pregnancy as a contributing factor to these disorders. This systematic review and meta-analysis aimed to analyze and estimate the association between unintended pregnancy and maternal mental health disorders (MHD), using studies that applied the WHO Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20).Subjects and Method: A systematic review and meta-analysis followed PRISMA guidelines and was registered in PROSPERO (CRD42025634410). Article searches were conducted up to January 15, 2025, in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Scopus using the keywords: “SRQ” AND (“mental health” OR “psychological well-being” OR “mental disorder”) AND (“unwanted pregnancy” OR “unintended pregnancy” OR “unplanned pregnancy”) AND (“mother” OR “maternal”). Inclusion criteria focused on observational studies using the WHO SRQ-20 to assess maternal mental health among women with unintended and intended pregnancies. Meta-analysis was performed using R Studio, with effect sizes reported as risk ratios (RR) or adjusted odds ratios (aOR) and 95% confidence intervals. Heterogeneity was assessed using the I² statistic, and funnel plots were generated to examine publication bias.Results: A total of 12 studies from Ethiopia, Indonesia, India, Vietnam, Brazil, and Malawi, comprising 85,862 participants, were included in this meta-analysis. A total of 12 studies with a total of 85,862 participants were analyzed in this meta-analysis. The results showed that unintended pregnancy significantly increased the risk of maternal MHD. This finding was consistent in both cohort and cross-sectional studies, with effect sizes of (RR = 1.49; CI95%= 1.03 to 2.15; p= 0.030) and (aOR= 1.83; CI95%= 1.35 to 2.47; p < 0.001), respectively.Conclusion: These findings highlight the strong association between unintended pregnancy and MHD. Limitations include high heterogeneity among studies, potential publication bias, and the predominance of observational designs, which preclude causal inferences. Despite these limitations, the results underscore the need for interventions that prioritize the overall health of pregnant women.
Peran Edukasi Gizi Dalam Menurunkan Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Karyawan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Atting, Yenny; K., Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss3pp694-699

Abstract

Hypertension and Diabetes Mellitus (DM) are non-communicable diseases (NCDs) with a high prevalence in Indonesia, one of the prevention efforts is through the NCD institution/workplace Posbindu which aims to detect early NCD risk factors. Nutrition education plays an important role in the management and prevention of complications from both diseases. The purpose of this community service is to increase the knowledge of employees of the East Kalimantan Provincial Health Education and Training Center about healthy eating through counseling. The activity, which was attended by 38 employees, management staff, cleaning services and security guards, showed positive results, where the level of understanding of participants regarding the diet for non-communicable diseases increased by 26%. In conclusion, this nutrition education program is effective and implemented continuously with various methods and media that are more varied as part of promotive and preventive efforts.
Peningkatan Pengetahuan Mengenai Anemia melalui Penyuluhan Pencegahan Anemia pada Siswa SMPN 22 Samarinda Ilmawari, Izmi; Sinaga, Ribka Adelina; Putri, Regina Anindya; Nurfadilla, Nurfadilla; Muyassarah, Zalfa Rania; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1722

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di kalangan remaja putri, khususnya di Kota Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai anemia melalui edukasi yang dilaksanakan di SMPN 22 Samarinda, yang tercatat memiliki tingkat prevalensi anemia tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Segiri.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan interaktif yang didukung dengan media poster, diikuti dengan pengukuran pengetahuan siswa melalui pre-test dan post-test. Indikator pengukuran pengetahuan pada pre-test dan post-test tersebut meliputi konsep dasar anemia, tanda anemia, waktu remaja dalam mengonsumsi tablet tambah darah, jenis makanan yang mengandung zat besi tinggi, manfaat gizi seimbang, vitamin yang berperan meningkatkan penyerapan zat besi, dampak anemia terhadap kognitif dan akademik, dan peran makanan kaya zat besi dalam pencegahan anemia. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa mengenai anemia sebesar 1,79% (79,64% menjadi 81,43%). Kegiatan ini melibatkan 28 siswa kelas 9D dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Pengabdian masyarakat mengenai penyuluhan anemia pada siswa SMPN 22 Samarinda dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang anemia, yang terlihat pada kenaikan nilai rata-rata pada beberapa indikator post-test. Namun, perlu dilakukan secara rutin dan adanya program pencegahan lainnya, seperti adanya konselor rekan sebaya, yang diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku hidup sehat dan pencegahan anemia di kalangan remaja. Oleh karena itu, program edukasi kesehatan secara rutin dapat dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif anemia di sekolah-sekolah lainnya.
Edukasi dan Evaluasi Kondisi Gizi Remaja di Tingkat SMA Negeri 11 Samarinda Hasanah, Ayesha Uswatun; Yuardani, Yunda; Risqillah, Abdul Ridho Dhafa; Sihombing, Eggi Monica; Pasqua, Venuta Della; Almi, Ihza Abi Said; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1750

Abstract

Masalah kurang gizi tetap menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja yang mudah defisiensi atau asupan nutrisi berlebih. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Samarinda dengan maksud untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai pola makan bergizi seimbang serta keterampilan mengevaluasi status gizi pribadi melalui pendekatan edukatif berbasis panduan “Panduan Porsi Makan Sehat”. Kegiatan ini diikuti oleh 32 siswa dari kelas X.G dan edukasi gizi, penilaian antropometri berupa penimbangan berat serta pengukuran tinggi badan, dan analisis Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa 68% siswa memiliki status gizi yang tidak ideal, sementara evaluasi sebelum dan sesudah pengukuran menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 81,25 menjadi 85. Meskipun kenaikan tersebut tidak memiliki signifikasni statistik (nilai p = 0,397), kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan di sekolah dapat meningkatkan pemahaman tentang gizi di kalangan remaja. Diperlukan intervensi tambahan yang lebih berkelanjutan dan kerja sama agar perubahan pengetahuan dapat diikuti oleh perubahan perilaku yang nyata.
Remaja Sadar Diabetes: Penyuluhan Interaktif untuk Cegah Diabetes di Kelas XI Pemasaran SMKN 1 Samarinda: Remaja Sadar Diabetes Wahidah, Puja Nur; Indriani, Alya; Putri, Salwa Az Zahra; Putri, ⁠Tiara Ananda Delisa; Mashud, Andine Demetria Padmanegara; Asysyifa, Thisna Nugra; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1766

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di kalangan remaja. Edukasi kesehatan menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran preventif sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa kelas XI Pemasaran SMKN 1 Samarinda terkait DM melalui penyuluhan interaktif yang dilaksanakan pada 6 Mei 2025 dengan 27 peserta. Metode kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan diskusi, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 65 menjadi 98, setara dengan peningkatan pemahaman sebesar 50,8%. Materi mencakup jenis DM, faktor risiko, gejala awal, dan pencegahan berbasis gaya hidup sehat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi kesehatan kepada teman sebaya dan keluarga.
Co-Authors Abdania, Hazizah Tausia Abigael, Marchya Adellia, Yerita Adrianto , Ratno Adrianto, Ratno Agustini, Rina Tri Akhmad Azmiardi Al-Ayubi, Moch Thoriq Assegaf Almi, Ihza Abi Said Amaliah, Nur Wahdah Rizqi amaruddin, Iriyani Amir, Maryam Annisa, Yulvia Septi Anwar, Alyssa Putri Ariani, Preati Ayu Asysyifa, Thisna Nugra Atting, Yenny Aurelya, Yasmine Naura Azizah, Nabila A’isyah, Siti Basrowi, Ray Wagiu Cahyantari, Umi Cantika, Rury Aulia Delezephs, Audinos H Fernando Fadlillah, Muhammad Ridho Fahmi, Achmad Sabrani Fatimatuzahra, Tien Fatimatuzzahra, Tien Febrianti, Nur Aini Gifari, Muhammad Tijar Harahap, Karlina Sofyana Hariyani, Noor Harun, Siti Fadilah Hasanah, Ayesha Uswatun Herawan, Dea Aurela Herliani, Resda Himawan, Sania Miutia Irmabilla Husna Husna Husna, Miftahul Husnul Khotimah Ike Anggraeni Ilmawari, Izmi Indriani, Alya Irfansyah Baharuddin Pakki Iriyani K Iriyani Kamaruddin, Iriyani K., Iriyani Kamarudin, Iriyani Kurniawati, Eva R Layuk, Meity Moga Lestari, Ida Ayu Indira Dwika Maliran, Shafa Minda Mardika, I Wayan Marini, Rina Mashud, Andine Demetria Padmanegara Muhammad Faisal Muhammad Noor Mutawakkiliin, Syifa’ul Alif Muyassarah, Zalfa Rania Nastitie Cinintya Nurzihan Noviasty, Reny Nozomi, Alwan Zakki Nugraha, Purwa Nur Rohmah Nurfadilla, Nurfadilla Nurlianti Nurlianti, Nurlianti Nursafa, Andi Nurul Afiah Pakki, Irfansyah Baharudin Pamowa, Agustina Simanangi Papu, Theresa Rebecca Parengkuan, Sandra Pasiakan, Meli Pasinggi, Miako Pasqua, Venuta Della Prabawansyah, Nirgandhi Naib Putri, Regina Anindya Putri, Salwa Az Zahra PUTRI, TIARA Putri, ⁠Tiara Ananda Delisa Rahmayanti, Desy Anugerah Ramadhantya, Fazira Shinaia Rangga Aditya Pratama Risqillah, Abdul Ridho Dhafa Riyanto, Rudy Agus Rizki, Agung Tribawa Roma Yuliana Sadaria, Sadaria Saefurrohim, Muhamad Zakki Saputri, Anisatia Saputri, Deby Indah Sari, Aldyta Permata Sari, Rika Yunita Septiana, Lisa Sigit, Ratih Fianni Sihombing, Eggi Monica Silitonga, Hesty Erika Simatupang, Dhea Pebri A. C. Simpajo, Nurul Rizkiana Tistania Sinaga, Ribka Adelina Siti Maysarah Sophie, Emilia Susanto, Riezfian Raditya Tri Agustini, Rina Triffani, Jeane Ubung, Brigitta Utami, Dian Margi Wahidah, Puja Nur Wardani, Nunuk Kusuma Wulandari, Putri Fauziah Xaveria, Azlia Yuardani, Yunda Yuniasih, Arista Dian