Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS CERITA PENDEK DENGAN MODEL QUANTUM DAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA SMP Rahman, Mahda Haidar; Zulaeha, Ida
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis dengan model quantum pada siswa kelas VII SMP, (2) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis dengan model Project Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP. (3) mengetahui perbedaan keefektifan antara pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis menggunakan model quantum dengan model project based learning. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan kelas PBL sebagai kelas kontrol dan kelas quantum sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis pada kelas VII efektif dilakukan dengan model quantum dan PBL. Pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis pada kelas VII menggunakan model quantum lebih efektif dibanding dengan menggunakan  model PBL.This research aims to: (1) understand the effectiveness of learning to arrange short stories text written with the quantum model of class VII SMP, (2) understand the effectiveness of learning to arrange short stories text written project-based learning model (PBL) of class VII SMP. (3) know the difference between learning effectiveness arrange a short story text written using quantum model and project based learning model. The research used a quasi-experimental design with PBL class as the control class and quantum class as the experiment classs. The results showed that learning arrange a short story text written in class VII effectively with quantum models and PBL. Learning to arrange short stories text written in class VII quantum model is more effective than using PBL model.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF TEKS BIOGRAFI DENGAN MODEL INKUIRI TERPIMPIN BERPASANGAN DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION PADA SISWA KELAS VII SMP Wulan, Dyah Nawang; Zulaeha, Ida; Haryadi, Haryadi
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan kemampuan membaca intensif teks biografi siswa dengan model inkuiri terpimpin berpasangan pada siswa kelas VII SMP; (2) mendeskripsikan kemampuan membaca intensif teks biografi siswa dengan model cooperative integrated reading and composition pada siswa kelas VII SMP; dan (3) mengetahui keefektifan pembelajaran membaca intensif teks biografi antara menggunakan model inkuiri terpimpin berpasangan dan cooperative integrated reading and composition  pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pada kelas eksperimen satu menggunakan model inkuiri terpimpin berpasangan dan pada kelas eksperimen dua menggunakan model cooperative integrated reading and composition. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran inkuiri terpimpin berpasangan lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition pada pembelajaran membaca intensif teks biografi.This study aims to: (1) deskription  skill intensive reading text biography student  with a pair of guided inquiry model in class VII student; (2) deskription skill intensive reading text biography student with a model of cooperative integrated reading and composition students of class VII SMP; and (3) determine the effectiveness of teaching intensive reading text biography of using guided inquiry model pairs and cooperative integrated reading and composition students of class VII SMP. This study was an experimental study. In one experiment class using pairwise guided inquiry model and the experimental class in half using a model cooperative integrated reading and composition. The results showed pairs guided inquiry learning model is more effective than learning model cooperative integrated reading and composition on a learning intensive reading text biography.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF KOMPETENSI MEMPRODUKSI TEKS PROSEDUR KOMPLEKSYANG BERMUATAN KESANTUNAN BAGI PESERTA DIDIK KELAS X SMA/MA Wijayanti, Wenny; Zulaeha, Ida; Rustono, Rustono
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.845 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks yang bermuatan kesantunan merupakan bahan ajar penting untuk pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks dapat memudahkan peserta didik dalam memahami teks prosedur kompleks sehingga peserta didik mampu memproduksi teks prosedur kompleks secara mandiri sesuai dengan struktur dan kaidah yang tepat. Adapun pengintegrasian nilai kesantunan dalam bahan ajar ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi teks prosedur kompleks melainkan mampu memahami dan mengaplikasikan nilai kesantunan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian research and development. Bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks yang bermuatan kesantunan bagi peserta didik kelas X SMA/MA dinyatakan efektif guna membimbing peserta didik dalam memproduksi teks prosedur kompleks yang terdapat nilai kesantunan di dalamnya.
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENULIS TEKS EKSPOSISIBERMUATAN NILAI-NILAI SOSIAL UNTUK SISWA SMP Purnomo, Pajar; Zulaeha, Ida; subyantoro, subyantoro
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.562 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku pengayaan menulis teks eksposisi bermuatan nilai-nilai social untuk siswa SMP. Bahan ajar yang disajikan dalam buku pengayaan berperan penting dalam pembelajaran terutama sebagai bahan bacaan bagisiswa. Dalam bahanajar keterampilan menulis yang berbentuk buku pengayaan perlu diintegrasikan muatan nilai-nilai sosial.Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain research and development (R&D) yang mengacupada teori Sugiyono. Hasil penelitian menerangkan kecenderungan kebutuhan yang diajukan guru dan siswa. Ide tersebut disusun dalam bentuk prinsip-prinsip pengembangan buku pengayaan keterampilan menulis teks eksposisiyang bermuatan nilai-nilai sosial. Hasil penilaian ahli, buku pengayaan memberikan penilaian baik dan layak sebagai bahan ajar. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan uji keefektifan, buku pengayaan keterampilan menulisteks eksposisi yang bermuatan nilai-nilai sosial yang dikembangkan layak digunakan sebagai sarana pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi dan menanamkan nilai-nilai sosial.
REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM TUTURAN SANTUN PARA PEJABAT NEGARA PADA TALK SHOW MATA NAJWA Widyawari, Caecilia Petra Gading May; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.621 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengeksplanasi wujud kesantunan, dimensi tuturan, praktik kesantunan bertutur, alasan pejabat negara bertutur, dan keterkaitan keempat hal tersebut dengan representasi ideologi para pejabat negara dalam talk show Mata Najwa. Para pejabat tersebut adalah Jokowi, Ahok, dan Ganjar. Metode analisis data berupa metode normatif dan analisis wacana kritis Fairclough dilengkapi aspek kognisi sosial van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan Jokowi, Ahok, dan Ganjar yang dominan berupa bidal ketimbangrasaan; dimensi tuturan berupa kosakata, gramatika, dan struktur tekstual; praktik kesantunan menunjukkan maksud yaitu kepedulian kepada rakyat, kejujuran, keadilan, penghormatan kepada rekan kerja dan pendukung, kinerja yang baik, dan kerendahatian. Adapula loyalitas terhadap partai ditemukan dalam tuturan Jokowi dan Ganjar. Alasan bertutur berkaitan dengan aspek situasional, institusional, dan sosial, serta ideologi yang direpresentasikan dalam tuturan ketiga pejabat berupa ideologi kerakyatan. Berdasarkan penelitian ini, ideologi pejabat negara dapat diamati melalui tuturan santun yang dituturkannya.The purposes of this research were to identify and explain politeness form, utterance dimensions, politeness practice, officer’s reasons to speak, and the relations of those four aspects with ideological representations of officers in Mata Najwa talk show. The officer’s are Jokowi, Ahok, and Ganjar. The data were analyzed by using normative and critical discourse analysis Fairclough method include aspects of social cognition van Dijk. The results showed that politeness forms of Jokowi, Ahok, and Ganjar were dominated by tact maxim; utterance dimensions that were vocabulary, grammar, and textual structure; politeness practice showed motives that is concern to the people, honesty, justice, respect for colleagues and supporters, good performance, and humility. There is also a loyalty to the party found in speech Jokowi and Ganjar. Reasons to speak related to situational, institutional, and social aspects, and the ideology represented by three officers in this research is the ideology of pro with the people. Based on this research, the ideology of officers could be observed from their polite utterances.
Pilihan Bahasa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Widianto, Eko; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.763 KB)

Abstract

Pembelajaran BIPA merepresentasikan masyarakat dwibahasa. Kondisi tersebut diasumsikan memunculkan pilihan bahasa dalam interaksi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud pilihan bahasa, pola pemilihan bahasa, dan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa dan alasan pengajar serta pembelajar menggunakan pilihan bahasa dalam interaksi pembelajaran BIPA. Data dikumpulkan dengan metode simak dilanjutkan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan menggunakan teknik pilah unsur penentu. Dalam interaksi pembelajaran BIPA terdapat pilihan bahasa berupa 1) variasi tunggal bahasa meliputi Bahasa Indonesia ragam formal dan nonformal, serta bahasa Inggris; 2) alih kode; dan 3) campur kode. Pola pemilihan bahasa dilihat berdasarkan tingkat pembelajaran dan proses terjadinya interaksi. Ditemukan pola peralihan situasional dan metaforik dalam wujud pilihan bahasa. Pilihan bahasa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa latar belakang bahasa penutur, sedangkan faktor eksternal berupa situasi, topik percakapan, dan maksud/tujuan tuturan. Adanya tiga wujud pilihan bahasa yakni variasi tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode selaras dengan tingkat/jenjang pembelajaran BIPA.Indonesian Language Learning for Foreign Speakers (BIPA) represents a bilingual society. Such condition was assumed to create language choice in the interaction of BIPA. This study was aimed to describe instances, patterns, and factors of languange choice that shape the language choice itself and the teachers and learners’ motives in using language choice during the interaction of BIPA. The data were collected via observation method and other advanced techniques such as uninvolved conversation observation technique, recording, and writing. Furthermore, the data were analyzed using comparative method and determinant-sorting technique. The instances of language choice which were found in the interaction of BIPA are 1) intra-language variation within Indonesian language i.e. formal and informal Indonesian, and English; 2) code switching; and 3) code mixing. The patterns of language choice were observed according to the levels of learning and the process of interaction. There were two patterns which were found such as situational and metaphorical switching. The factors that influenced the language choice are internal factor within the background of the learners’ language, and external factors within situation, topic of conversation, and purpose of speech. The kind of language choice was relevant with the levels of BIPA.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Teks Anekdot Tema Konflik Sosial di Kalangan Remaja dengan Pendekatan Clil dan Model Berbasis Projek Dewi, Kartika Candra; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.322 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan guru dan peserta didik, menghasilkan karakteristik, menghasilkan perangkat, mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot. Langkah penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek adalah reasearch and development (R & D) yang telah dimodifikasi dari yang dikemukakan Sugiono meliputi ; (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar uji validasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan  teknik  deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek dinyatakan efektif.Purpose of this research is to develop interactive teaching material competence of The theme of social conflict among adolescents is a theme that is suitable for middle school students (SMA / SMK). Hopefully, with the theme of social conflict among adolescents with model-based project, learners will be easier to produce anecdotal text using their own language. The method used is the reasearch and development (R & D) proposed by Sugiono, include; (1) Potential and Problems, (2) data collection, (3) Design Products, (4) Design Validation, (5) Revised Design, (6) Trial Products, (7) Revised Product. The data collection is done by observation, interviews, questionnaires requirements, test sheets validation, and documentation. The data obtained were collected and analyzed using qualitative and quantitative descriptive effective highschool.
Dimensi Ekonomi, Politik, dan Ideologi pada Artikel-Artikel di Media Massa Cetak Jawa Pos dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis Supriyadi, Supriyadi; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.028 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap dimensi ekonomi, politik, dan ideologi yang terdapat pada media massa cetak Jawa Pos dalam perspektif analisis wacana kritis. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif untuk mengunkapkapnya. Sumber datanya adalah artikel-artikel ekonomi, politik, dan ideologi dan data berpa segmen-segmen dari artikel-artikel ekonomi, politik, dan ideologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh informasi bahwa (a) ekonomi politik media dalam kajian media secara luas digunakan untuk mengkaji ekonomi, politik, dan ideologi dalam perspektif analisis wacana kritis, (b) sebagai sebuah konstruksi, media masa cetak dalam hal ini Jawa Pos sering merepresentasikan kepentingan ekonomi, politik, dan ideologi tertentu, (c) analisis wacana kritis menjadi salah satu model penting untuk melakukan kegiatan analisis keterkaitan antara realitas, ekonomi, politik, dan ideologi secara berturutan, dan kombinasi keilmuan secara interdisipliner antara teori kritis, teori linguistik kritis, dan (d) teori ekonomi politik dapat dimanfaatkan untuk menganalisis bagaimana kepentingan ekonomi, politik, dan ideologi memainkan peranan dalam penerbitan media, termasuk media massa catak dalam hal ini media masa cetak Jawa Pos.This study was conducted to reveal of the economic, politic, and ideology contained in Jawa Pos mass media in perspective of critical discourse analtsis. In order to achieve these objectives used qualitative method to reveal. Data source was the articles of economic, politic, and ideology and research data was segments got from the articles of economic, politic, and ideology. Data analysis technique was qualitative technique. Based on the results of the research saw that (a) the political economy of media in media studies were widely used to assess the economic, politic, and ideology perspective of critical discourse analysis, (b) as a construction, in this case of Jawa Pos mass media often represent the interests of economic, politic, and ideology particular, (c) critical discourse analysis be one of important models for conducting the analysis of the relationship between reality, economic, politic, and ideology, respectively, and (d) the combination of knowledge in an interdisciplinary manner between critical theory, the theory of critical linguistics, and the theory of political economy can be used to analyze how is economic interest, politic, and ideology play a role in the publishing of media, including Jawa Pos mass media in this case.
Pola Komunikasi Politik Ganjar Pranowo dalam Perspektif Sosiolinguistik di Media Sosial Instagram Eliya, Ixsir; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.461 KB)

Abstract

Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan dari kepala daerah kepada masyarakat. Komunikasi politik dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo dalam komunikasi politik di media sosial instagram. Data dikumpulkan dengan metode simak. Dalam melakukan metode simak, diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, Ganjar Pranowo menggunakan pilihan kode tutur sebagai kebutuhan komunikasi sesuai dengan fungsi tuturannya. Wujud pilihan kode tutur yang digunakan bervariasi. Pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik di media sosial instagram diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan hubungan antar partisipan dan situasi yang melingkupi. Ganjar Pranowo dalam melakukan pilihan kode tutur memiliki berbagai macam pola dengan pola yang dominan muncul berdasarkan hubungan partisipan adalah pola vertikal dan pola informal.Political communication is the process of delivering a message from regional head to the society. Political communications can be done by using of speech code choice in accordance with the purpose and function. The objectives of this study were to analyze the the pattern of speech code choice in political communication in social media instagram. The data obtained by using observation method in the term of free observation, recording, and writing technique. The data was analyzed by using coherent method, and contextual method. Based on the results of data analysis, Ganjar Pranowo head used speech code choice as the needs of communication that is suitable with its functions. The application of speech code usage is so various. The patterns of speech code selection of Ganjar Pranowo in political communication is classified into two parts, there are participants and the situation. In having speech code choice, the regional head had some pattern with dominant one based on the participant’s relationship are vertical patterns and informal patterns.
Tindak Tutur Ekspresif Humanis dalam Interaksi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang: Analisis Wacana Kelas Ariyanti, Lita Dwi; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.845 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif humanis, karakteristik tindak tutur ekspresif humanis dilihat dari tiga dimensi wacana Rymes, dan alasan penggunaan tindak tutur ekspresif humanis dalam interaksi pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kelas. Data dikumpulkan dengan metode simak, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat tan cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil penelitian, bentuk tuturan langsung bermodus imperatif cenderung lebih sering dituturkan pada aspek mengamati. Fungsi tindak tutur ekspresif humanis yang cenderung digunakan adalah mengkritik atau menyarankan. Tindak tutur ekspresif humanis memiliki karakteristik, berdasarkan teori Rymes, mempertimbangkan dan memperhatikan konteks sosial, konteks interaksional, dan individual agency.The purpose of this study was to describe the shape and function of expressive speech acts humanist, humanists expressive speech acts characteristic of a three-dimensional views rymes discourse, and reason for the use of expressive speech acts humanist in learning interactions. The study design used is a Class Discourse Analysis. Data collected by the method seen above, continued to refer to the techniques involved tan-free conversation, record, and record. Data were analyzed by using basic techniques pilah match with decisive element. The results of the study, the imperative form of speech directly bermodus tend more often spoken at observing aspects. Fungsitindak expressive speech humanist most widely used is to criticize or suggest. Humanist expressive speech acts have characteristics, based on the theory rymes, consider and pay attention to the social context, interactional context, and individual agency.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afandi, Muhammad Idris Afifah, Ning Imas Ati Zuhrotul Afifah Agus Cahyono Agus Nuryatin Agustina, Lusiana Ali Formen Amin Yusuf Antono, Arif Antono, Arif Arief Yulianto ARIF HIDAJAD Ariyanti, Lita Dwi Astuti, Nia Awalya Awalya, Awalya Ayuningsih, Herlina Budi Susilo Cahyo Hasanudin Charolina, Corisa Christian, Alfons Oscar Deby Luriawati Dewi, Kartika Candra Duhita, Arinanda Alma Dyah Nawang Wulan, Dyah Nawang Eko Handoyo Eko Widianto Esti Sudi Utami Ety Syarifah, Ety Farid Ahmadi Farinduani, Muhammad Dzakiy Fasy, Nur Fikri Nahari Fathur Rokhman Fitrianti, Aulia Nur Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhammad Husain Handayani, Rekno Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Haryati, Nas Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Heri yanto Herman J.Waluyo, Herman Herwani, Suci Hetilaniar, Hetilaniar Ika Prasetya Wijaya Imam Baehaqie Imroh, Lilik Al Ixsir Eliya Joko Sutarto Juwanda, Juwanda K, Andika Selasri Karnawati, Karnawati Kusnadi, Aan Kustiah, Hariani Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Limbong, Alibasa Lispridona Diner Mahda Haidar Rahman, Mahda Haidar Maidah, Binti Ngafifatul Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masykuroh, Zummala Rizqi Meida, Amelia Annis Moyo, Kgomotso Muhammad Mansyur, Muhammad Muliawan, Pondra Mulyono, Sungkowo Edi Nuni Widiarti Nur Aini, Indah Nur Sahid Nurfadilah, Kurnia Dewi Nurul Badriyah Nurul Hidayati Nurul Wakhidah Panca Dewi Purwati, Panca Pangestuti, Aulia Khaerunisa Prasetiyo, Moh. Henri Priska Filomena Iku Purnamasari, Fika Purnomo, Pajar Purwati, Ida Rahayu Pristiwati Rahmasari, Dian Rina Supriatnaningsih Rofingah, Rofingah Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono - Sa'adah, Neily Salindri, Leni Santi Pratiwi Tri Utami Saputri, Noora Chusna Septina Sulistyaningrum Setiani, Hasnah Setiawan, Tri Indo Setiyaningrum, Ayu Shobirin, Ma’as Shofiah, Shofiah Siti Alimah Siti Rosidah Siwoyo, Candra Hadi Sri Sumartiningsih Sri Susilogati Sumarti Sri Wulandari Subyantoro Subyantoro Sumirah Sumirah Supriyadi Supriyadi Supriyono, Areni Yulitawati Suratno Suratno Suratno Suseno Tommi Yuniawan Tri Suminar Udi Utomo Uki Hares Yulianti Wagiran Wagiran Widhiyanto, Riyadi Widyawari, Caecilia Petra Gading May Wijayanti, Wenny Wiwik Wijayanti Wulansari, Devinta Eka Yeny Rahma Yusro Edy Nugroho Yusro Edy Nugroho Zakiyyah, Hana Zuliyanti, Zuliyanti