p-Index From 2021 - 2026
4.837
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Industri Jurnal Kebidanan PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURNAL LITBANG JURNAL KESEHATAN FIKkeS Jurnal Teknik ITS SURYA SENI Perspektif : Review Penelitian Tanaman Industri Rekayasa Sipil Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P) Journal of Civil Engineering Fondasi: Jurnal Teknik Sipil PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH The Southeast Asia Law Journal Prosiding Seminar Nasional Pakar Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Jurnal Ilmiah Ecobuss JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan IJIES (International Journal of Innovation in Enterprise System) Menara Ilmu JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Journal of Vocational Education Studies (JOVES) Buletin Palma Perspektif, Review Penelitian Tanaman Industri Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) El-kahfi : Journal of Islamic economics Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat EKONOMIKA45 JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Sci-Tech Journal Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti JURNAL TEKNIK INDUSTRI Media Ekonomi Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Journal of Sustainable Development Issues Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Indonesian Journal of Science, Technology, and Humanities Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Prosiding Seminar Nasional Unimus Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI PESHUM Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Palma

Karakteristik dan Potensi Pengembangan Kelapa Dalam Bido [Characteristict and Potential for The Development of Bido Tall Coconut ] Meity Aneke Tulalo; Sukmawati Mawardi; Budi Santosa; Ismail Maskromo; Meldy Hosang; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.387 KB) | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.11-18

Abstract

Coconut is a commodity that has an important role in the economy and culture. The various types of coconuts is significant capital in order to support coconut breeding program to obtain coconut varieties according to the needs of farmers and the market in general. North Maluku is one of the coconut center provinces in Indonesia. The research conducted from 2015 to 2017 in Bido Village, North Morotai District, Morotai Island Regency, North Maluku Province. The purpose of this study was to determine the origin of Bido coconut, as well as characterize and evaluate the morphological character, production, fruit components and fatty acid content and the potential development of Bido coconut. Bido coconut research method is done through direct observation. Data collected included the origin of varieties, morphological characters, production, fruit components and fatty acid content. The results showed that coconut Bido has copra yield potential about 4,36 tons/ha/year with main features including fast fruiting, high fruit production, large fruit size and slow growing height with a distance between leaves is + 3 cm. Fatty acid content is 64,50%, with the highest fatty acid content was 48,39% lauric acid. As a source of seeds, 113 PIT of Bido coconut have been selected, with potential to produce 120 nut/tree/year, or around 10.848 seeds that can be used for the development or rejuvenation of coconut plants covering an area of 54,24 ha/year. Rejuvenation and development of Bido tall coconut main plantations have been carried out to increase the potential of seed production and future use in industry. Fast fruit bearing, high production and slow growing stems possessed by Bido coconut have the potential to be a source of pollen in assembling fast-bearing coconut, high production and slow to high.ABSTRAKKelapa merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian maupun budaya.  Tersedianya beragam jenis kelapa merupakan modal yang sangat  berarti dalam mendukung program pemuliaan kelapa untuk mendapatkan varietas  kelapa sesuai kebutuhan petani maupun pasar pada umumnya.  Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi sentra kelapa di Indonesia.  Penelitian dilakukan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul kelapa Bido, mengkarakterisasi dan mengevaluasi karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak serta potensi pengembangan kelapa Bido. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung. Data yang dikumpulkan meliputi asal usul varietas, karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelapa Bido memiliki potensi hasil kopra 4,36 ton/ha/tahun dengan ciri karakter utama cepat berbuah, produksi buah tinggi, ukuran buah besar dan lambat bertambah tinggi dengan jarak antar bekas daun + 3 cm. Kadar asam lemak rantai medium 64,50% dengan kadar asam lemak tertinggi adalah  asam laurat  48,39%.  Sebagai sumber benih, telah diseleksi sebanyak 113 PIT kelapa Bido  yang memiliki potensi produksi buah sebanyak 120 butir/pohon/tahun, atau sekitar 10.848 butir benih yang dapat digunakan untuk pengembangan atau peremajaan tanaman kelapa seluas 54,24 ha/tahun. Perbanyakan dan pembangunan kebun induk kelapa Dalam Bido telah dilakukan untuk meningkatkan potensi produksi benih maupun pemanfaatannya di bidang industri ke depan. Karakter cepat berbuah dan produksi tinggi serta karakter spesifik batang pendek/lambat tumbuh tinggi yang dimiliki kelapa Bido sangat potensial untuk dijadikan sumber polen dalam merakit kelapa cepat berbuah, produksi tinggi dan lambat menjadi tinggi.
PENAMPILAN BIBIT DAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN DELAPAN KOMBINASI PERSILANGAN SAWIT [THE APPEARANCE OF SEEDLINGS AND IMMATURE PLANTS EIGHT COMBINATIONS OF OIL PALM CROSSES] Budi Santosa; Yulianus R. Matana; Ismail Maskromo; Donata S. Pandin; Steivie Karouw
Buletin Palma Vol 22, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v22n2.2021.107-118

Abstract

Oil palms in the nursery phase and young oil palms in the Immature Plant (TBM) phaseare one of the important stages to consider so that the plants can grow well. The purpose of this study was to determine oil palm plantations in the nursery phase and oil palm young plants in the Immature Plant phase 8 combination accessions of oil palms. The research was conducted at the Sitiung Experimental Garden, Dharmasraya Regency, West Sumatra from 2017 - 2019 using the Single Block method and Complete Randomized Block Design (CRBD).  The characters observed included: plant height, number of leaves, length of petiole, length of rachis, length of leaves, speed of leaf breaking.The data obtained were analyzed using the SAS program and its genetic diversity. In the nursery phase until the age of 12 months, 8 combination accessions of oil palms were based on statistical analysis and there was no significant difference for the character of plant height and number of leaves. The plant height has moderate genetic diversity, and the plant height increases around 4.95 - 6.50 cm per month. Oil palm accession D2.3 x P 108 (88.80 cm) was the highest combination accession of crossed palms with the highest plant height increase of 6.5 cm per month. The number of leaves ranged from 10.30 - 13.00 leaves with low to moderate genetic diversity. Accession T23.3 x P109 had the highest number of leaves, namely 13.00 leaves with an increase in the number of leaves of 0.81 leaves per month. The eight combined accessions of crossed palms began to break leaves at about 7 months of age.In the Immature Plant (IP) phase, based on the results of statistical analysis for the observed characters, the results were no significant difference. Oil palm plants in the TBM 1 phase have the characters of plant height more than 222 cm, number of leaves more than 15 leaves, and petiol length of more than 33 cm with generally moderate genetic diversity, except for the length of the petiole for oil palm accession T 23.8 x P108, D2.3 x P108 and P108 T23.2 x has a fairly high genetic diversity. Oil palm accession T23.8 x P108 had the highest plant height (241.17 cm), while oil palm accession D91.8 x DL7 / 1 had the highest number of leaves, namely 18.44 leaves, and palm accession T23.2 x P108 has the longest case of 37.72 cm. Oil palm plants in the IP 2 phase have the characters of the number of leaflets, petiol lengths, rachis lengths, and leaf lengths between the combination of palm crossings which have low diversity. The spiny leaf midrib and the position of the leaflets alternate, the number of leaflets between the left and right sides is not the same.Accession D43.7 x P109 has a number of leaflets at most about 86 leaflets. Palm accession T23.3 x P109 has the longest characters for the length of the petiol, the length of the rachis, and the length of the leaves. The fastest combination accession of crossed palms produced the first flowers, namely T23.8 x P108, T23.3 x P109, and T23.3 x P108.Abstrak               Tanaman sawit pada fase pembibitan dan  tanaman muda sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)  merupakan salah satu tahap yang penting untuk diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanaman sawit pada fase pembibit dan tanaman muda sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan  8 aksesi kombinasi persilangan sawit. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat sejak tahun 2017 – 2019 dengan menggunakan metode Blok Tunggal dan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Karakter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang petiol, panjang rachis, panjang daun, kecepatan pecah daun. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan program SAS  dan keragaman genetiknya. Pada fase pembibitan sampai umur 12 bulan, 8 aksesi kombinasi persilangan sawit berdasarkan analisis statistik tidak ada beda nyata untuk karakter tinggi tanaman dan jumlah daun. Tinggi tanaman memiliki keragaman genetik termasuk sedang, dan pertambahan tinggi tanaman sekitar 4,95 – 6,50 cm per bulan. Aksesi sawit D2.3 x P 108 (88,80 cm)  merupakan aksesi kombinasi persilangan sawit paling tinggi dengan pertambahan tinggi tanaman paling tinggi 6,5 cm per bulan. Jumlah daun berkisar 10,30 – 13,00 daun dengan keragaman genetik rendah sampai sedang. Aksesi T23.3 x P109 memiliki jumlah daun paling banyak yaitu 13,00 daun dengan pertambahan jumlah daun 0,81 daun per bulan. Delapan aksesi kombinasi persilangan sawit mulai pecah daun pada umur  sekitar 7 bulan. Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), berdasarkan hasil analisis statistik untuk karakter yang diamati hasilnya tidak ada beda nyata.  Tanaman sawit pada fase TBM 1 memiliki karakter tinggi tanaman  lebih dari  222 cm, jumlah daun lebih dari 15 daun, dan panjang petiol lebih dari 33 cm dengan keragaman genetik pada umumnya termasuk sedang, kecuali karakter panjang petiol untuk aksesi sawit T 23.8 x P108, D2.3 x P108, dan T23.2 x P108 memiliki keragaman genetik cukup tinggi. Aksesi sawit T23.8 x P108 memiliki tinggi tanaman paling tinggi (241,17 cm), sedangkan aksesi sawit D91.8 x DL7/1 memiliki jumlah daun paling banyak yaitu 18,44 daun, dan aksesi sawit T23.2 x P108 memiliki  petiol paling panjang 37,72 cm. Tanaman sawit pada  fase TBM 2 mempunyai karakter jumlah anak daun, panjang petiol, panjang rachis, dan panjang daun antar kombinasi persilangan sawit memiliki keragaman rendah. Pelepah daun berduri dan posisi anak daun selang-seling, jumlah anak daun antara sebelah kiri dan kanan tidak sama. Aksesi D43.7 x P109 memiliki jumlah anak daun paling banyak sekitar 86 anak daun. Aksesi sawit T23.3 x P109 memiliki karakter paling panjang untuk  panjang petiol, panjang rachis, dan panjang daun. Aksesi kombinasi persilangan sawit paling cepat keluar bunga pertama yaitu T23.8 x P 108, T23.3 x P109, dan T23.3 x P 108.   
Penampilan Bibit Kelapa Dalam Bido dan Hibrida Kelapa Genjah x Dalam Bido [Appearance Seed Bido Tall coconut and Hybrids Dwarf x Bido Tall Coconut] Budi Santosa; Sukmawati Mawardi; Meity Aneke Tulalo; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.19-26

Abstract

Coconut seedlings are growing well with an important role in supporting the success of planting coconut in the field. The higher seed viability are growing well, the more the seed that grew into a coconut seedlings. This study aims to determine seed viability, growth and development of the Bido Tall coconut (DBO) seeds, Hybrid Dwarf x DBO and Khina-1. Coconut variety Bido Tall  is a coconut variety that was just released in 2017 originating from Bido village. This coconut has the advantage of large fruit, fast flowering, short stems,  and stalks slowly getting higher. The research was conducted at the Mapanget Experimental Garden, Indonesion  Palm Crops Research Institute from 2016 - 2018 using a single block method. The material used in this study is derived seed from coconut DBO, Hybrid Genjah x DBO, and Khina-1 coconut. The results showed that the viability seeds of Bido Tall coconut ranged from 73,15% - 88,10%, while the Hybrid Dwarf  x Bido Tall coconut 46,18% - 85,19%. Coconut seedlings do not all grow normally, there are some seeds were stunted (dwarf or a rosette), and the seeds are dead. Besides that, there are seeds that grow with two shoots (polyembriony) and dwarf. Characteristics of plant height, stem girth and leaves number of DB0 coconut are generally higher than Hybrid coconuts Dwarf x DBO and Khina-1. Hybrid Coconut GMW x DBO and GSK x DBO are the two best Hybrid coconut  that has characteristics of plant height, stem girth and leaves number close to or equal to the DBO coconut elders, which is more vigorous than other Hybrid coconuts included with the comparison Khina-1. Red Waingapu and Salak Dwarf coconuts are thought to be the best combining ability with DBO coconut.ABSTRAKBibit kelapa yang tumbuh baik mempunyai peranan penting dalam menunjang keberhasilan penanaman kelapa di lapangan. Semakin tinggi viabilitas benih yang tumbuh baik, semakin banyak benih yang tumbuh menjadi bibit kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa Dalam Bido (DBO), Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Varietas kelapa DBO adalah varietas kelapa yang baru dirilis tahun 2017 yang berasal dari Desa Bido. Kelapa ini memiliki keunggulan yaitu buahnya besar, cepat berbunga, batang pendek, batangnya lambat bertambah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma dari tahun 2016 – 2018 dengan menggunakan metode blok tunggal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih yang berasal dari kelapa DBO, Hibrida Genjah x DBO, dan Khina-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih kelapa DBO berkisar 73,15% – 88,10%, sedangkan kelapa Hibrida Genjah x DBO 46,18% – 85,19%. Bibit kelapa tidak semuanya  tumbuh normal, terdapat beberapa bibit yang terhambat pertumbuhannya (kerdil atau roset), dan  bibit yang mati. Selain hal tersebut,  terdapat  benih yang tumbuh  dengan dua tunas (poliembrioni) dan kerdil. Karakter tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun kelapa DBO pada umunya lebih tinggi dibandingkan kelapa Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Kelapa Hibrida Genjah merah Waingapu (GMW)  x DBO dan Genjah Salak (GSK) x DBO merupakan dua kelapa Hibrida terbaik yang memiliki karakater tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun mendekati atau sama dengan tetua kelapa DBO, dan lebih vigor dibandingkan kelapa Hibrida lainnya termasuk dengan pembanding Khina-1. Kelapa Genjah Merah Waingapu dan Genjah Salak diduga paling baik daya gabungnya dengan  kelapa DBO.
Co-Authors Abshar Ramadhanny Subhan Ade Lia D. Safitri ade rahmawati Afrinaldi Afrinaldi Agus Alex Yanuar Agustin Rahmawati Ahmad Fauzan Abdurrahman Ahmad Yazid Lubis Aisyah Aji Sukarno Alfi Rahmi Alfita Ayu Irmawati Ali Ridho Barakbah Andika Arbi Rayhansyah Andri Sukeksi Anita Anita Annisa Nurul Hikmah Antoni Antoni Ari Yanuar Ridwan Aris Budi Setyawan Azzati Nur Laili Bagus Nurcahyo Bambang Utoyo Cakti Indra Gunawan Dassaad, Dassaad Desi Ratna Sari Didik Sumanto Ditiya Himawati Donata S. Pandin Dwi Aries Himawanto Dwi Sulistyoningsih Dyah Palupi Eka Puji Hastuti Fadhilla Yusri Fasnia Septa Utama Fatwa Tentama Fitriani Nur Damayanti Hafiz Mukaromah Hani Harlan HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hengky Novarianto Henna Ria Sunoko Herlisa Anggraini Herminarto Sofyan Hidayani Syam I Nyoman Pujawan I Wayan Arsana Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Ismail Maskromo Iswantir M Joko Budi Santosa Joko Utomo Ketut Purwantoro Khairi, Alfin Miftahul Lasminiasih Linda Yarni M. Arif M.Amri Maria R Nindita Radyati Martino Wibowo Masnia Mahardi Yanuar MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Megandaru Widhi Kawuryan Mei Raharja Meisin Nabilah Meity Aneke Tulalo Meity Aneke Tulalo Meldy Hosang Meutia Srikandi Fitria Muh Ilham Muhammad Evy Prastiyanto Muji Rahayu Nidia Fertisia S Niken A Savitri Niken Anggraini Savitri Nur Cholidah Fitriana Nurdiansyah Rudi NURUL QOMARIYAH Nuryani Nuryani Nuzul Husnah Oksiana Jatiningsih Paranita Asnur Prasetyo Bonifasius Sitanggang Prihandoko Rachmi Ridho Ragil Saptaningtyas Rahmanu Wijaya Rahmi Andayani Ranny Wahyu Ningrat Ratih Juwita Rehulina Apriyanti Revy Anindyta Dwi Astuti Rina Sugiarti Rini Megawati Rino Andias Anugraha Rio Aurachman Risma Widia Ramadhanti Riyanti Riyanti Rizka Nindya Wulandari Rizka Rahmadani Rizki Muti Agustiani Sampara Lukman Sarmini Saskia Dyah Satria Mandala Sid Suntrayuth Sidi Asmadi SITI AISAH Soeharjoto Soeharjoto Sri Astuti Eka Putri Sri Darmawati Sri Nawangsari Stanty Aufia Rachmat Stanty Aufia Rahmat Stefanus Eko Wiratno Steivie Karouw Sudarsono, Bambang Sukarno, Aji Sukmawati Mawardi Sumiyarti Sumiyarti Supriyadi Supriyadi Suyanto Suyanto SUYONO Syawaluddin Syawaluddin Tahta Alfina Tertio Kunto Dewo Tiananda Widyarini Tri Mulyani Wahyuningsih Umar Affandi Veronika Widi Prabawasari Waenah . . Wahyu Prakosa Wahyu Sunan Hidayat Wardoyo Warsono Willy Arafah Wiyono Sutari Yanto Sidik Pratiknyo Yuli Sari Yeni Yulia Rosyada, Fani YULIANUS R. MATANA Zela Ubaidillah