p-Index From 2021 - 2026
6.864
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ta´dib Al Ilmi Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Bio Ilmi: Jurnal Pendidikan JURNAL IQRA´ Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal SainHealth Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosiologi Agama Jambura Journal of Educational Management Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Jurnal Visionary : Penelitian Dan Pengembangan Di Bidang Administrasi Pendidikan Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Law, Administration, and Social Science Indo-MathEdu Intellectuals Journal Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Bharasumba Jurnal Multidispliner Ghaitsa: Islamic Education Journal Journal of Innovative and Creativity Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research PESHUM SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Edumaspul: Jurnal Pendidikan Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Profetika: Jurnal Studi Islam Khazanah Sosial TSAQAFAH : Jurnal Peradaban Islam Sustainable
Claim Missing Document
Check
Articles

Bawang Putih Bawang Merah: Psikoanalisis dan Moralitas dalam Cerita Rakyat Melayu Choirun Niswah; Yumi Permata Sari; Arya Yoga Saputra; Husnul Khotimah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita rakyat Bawang Putih Bawang Merah merupakan salah satu dongeng Melayu yang paling populer di Indonesia dan memiliki fungsi penting dalam pembentukan nilai moral masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur psikoanalitik dan moralitas dalam cerita Bawang Putih Bawang Merah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan terhadap beberapa versi teks cerita rakyat tersebut, baik dalam bentuk cetak maupun versi digital, dengan berlandaskan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan Carl Jung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara tokoh Bawang Putih dan Bawang Merah mencerminkan dinamika keluarga yang kompleks, termasuk kecemburuan, proyeksi, dan ketimpangan kasih sayang dalam hubungan ibu tiri dan anak tiri. Figur Bawang Putih merepresentasikan arketipe anak suci‖ yang sabar dan jujur, sedangkan Bawang Merah dan ibu tirinya menggambarkan bayangan (shadow) yang mewakili sifat- sifat negatif manusia seperti iri dan tamak. Dari aspek moralitas, cerita ini menegaskan pentingnya nilai kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan keadilan sebagai landasan kehidupan sosial. Selain itu, penelitian menemukan bahwa adaptasi modern dari cerita ini di era digital mengalami pergeseran makna, di mana karakter dan pesan moralnya dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan nilai-nilai masyarakat kontemporer. Kesimpulannya, Bawang Putih Bawang Merah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cermin psikologis dan alat pendidikan moral yang tetap relevan di berbagai zaman.
Strategi Promosi Digital dan Penguatan Citra Kelembagaan Perguruan Tinggi  Menuju Kampus Unggul  Berdaya Saing Global Satria, Chandra; Choirunniswah, Choirunniswah; Yuli, Yuli; Zaki, Zaki
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zq487737

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas promosi digital dan lemahnya citra kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah VII Sumatera Selatan, berdampak menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi isu strategis yang memerlukan solusi inovatif melalui penguatan strategi komunikasi, digital branding, dan kolaborasi kelembagaan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pimpinan PTKIS dalam merancang dan mengimplementasikan strategi promosi digital yang efektif, membangun citra kelembagaan yang profesional dan bernuansa Islami, serta memperkuat jejaring kerja sama antarpengelola perguruan tinggi sebagai fondasi peningkatan daya saing jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif dan pendampingan strategis yang diselenggarakan di Ballroom UIN Raden Fatah Palembang pada 8 Oktober 2025, dengan pendekatan participatory action learning. Data dikumpulkan melalui   wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan PTKIS dan Koordinator Perguruan Tinggi Keagmaan Islam Wilayah (Kopertais) VII Sumatera Selatan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik triangulasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pimpinan PTKIS sebesar 32%, khususnya pada pemahaman strategi digital branding, pengelolaan media sosial institusi, dan keinginan untuk pemanfaatan platform digital untuk promosi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, 85% peserta menyatakan kesiapan institusinya untuk mengimplementasikan strategi promosi digital terintegrasi, dan 78% peserta berkomitmen menyusun langkah strategis promosi digital kelembagaan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, program ini diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan visibilitas PTKIS di tingkat regional dan nasional, serta berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah pendaftar mahasiswa baru melalui penguatan reputasi dan eksistensi digital masing masing perguruan tinggi. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi promosi digital berbasis nilai-nilai Islam, didukung kolaborasi kelembagaan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing, reputasi, dan keberlanjutan PTKIS menuju kampus unggul yang berdaya saing global. Digital Promotion Strategy and Strengthening University Image Towards a Competitive Global Campus Abstract This community service activity is motivated by the limited digital promotion capacity and weak institutional image of Private Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIS), particularly in Region VII of South Sumatra, which has resulted in declining interest from prospective students. This condition has become a strategic issue that requires innovative solutions through strengthening communication strategies, digital branding, and institutional collaboration. The objective of this activity is to improve the competence of PTKIS leaders in designing and implementing effective digital promotion strategies, building a professional and Islamic-nuanced institutional image, and strengthening collaborative networks among higher education administrators as a foundation for increasing long-term competitiveness. The activity was carried out in the form of an interactive workshop and strategic mentoring held at the Ballroom of UIN Raden Fatah Palembang on October 8, 2025, using a participatory action learning approach. Data were collected through semi-structured interviews with PTKIS leaders and the Coordinator of Islamic Religious Higher Education Institutions (Kopertais) VII in South Sumatra. These were then analyzed qualitatively and descriptively using triangulation techniques. The evaluation results showed a 32% increase in digital literacy among PTKIS leaders, particularly in their understanding of digital branding strategies, institutional social media management, and their desire to utilize digital platforms for new student admissions promotions. Furthermore, 85% of participants stated their institutions' readiness to implement an integrated digital promotion strategy, and 78% committed to developing strategic steps for sustainable institutional digital promotion. In the long term, this program is projected to contribute to increasing the visibility of PTKIS at the regional and national levels, and has the potential to drive growth in the number of new student applicants by strengthening the reputation and digital presence of each university. The implications of this activity emphasize that digital promotion transformation based on Islamic values, supported by ongoing institutional collaboration, is a crucial strategy for enhancing the competitiveness, reputation, and sustainability of PTKIS towards becoming superior, globally competitive campuses
Integrasi Nilai Pendidikan Islam dalam Kearifan Lokal Sedulang Setudung: Tinjauan Literatur Terhadap Warisan Dakwah KH. Sulaiman di Banyuasin III : literatur review Izzatuzzahroh; Saipul Annur Saipul Annur; Choirun Niswah Choirun Niswah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9660

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana nilai-nilai Pendidikan Islam terintegrasi dalam kearifan lokal Sedulang Setudung sebagai identitas budaya masyarakat Banyuasin dan bagaimana dakwah KH. Sulaiman berkontribusi pada pewarisan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menyediakan berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, manuskrip lokal, sejarah dakwah, dan dokumen adat, yang berkaitan dengan praktik Sedulang Setudung dan pengaruh dakwah KH. Sulaiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedulang Setudung mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti ukhuwah, kerjasama, tanggung jawab sosial, dan menghormati satu sama lain. Prinsip-prinsip ini sesuai dengan prinsip pendidikan Islam, yang mendorong terbentuknya akhlak mulia dan harmonisasi sosial. Peran KH. Sulaiman terlihat dalam internalisasi nilai dakwah yang menghubungkan ajaran Islam dengan budaya lokal, sehingga tradisi Sedulang Setudung berfungsi bukan hanya sekedar warisan budaya tetapi juga sebagai alat untuk mengajarkan Islam secara kontekstual. Menurut penelitian ini, memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam kearifan lokal dapat memperkuat karakter sosial masyarakat. Studi ini juga menunjukkan bahwa dakwah kultural adalah metode pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.
PENDIDIKAN ISLAM MELAYU DAN MODERASI BERAGAMA Lailatul Mukjizat; Saipul Annur; Choirun Niswah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9735

Abstract

This study examines the strategic role of Malay Islamic education in shaping the moderate character of Muslims in a pluralistic and multicultural society. Malay Islamic education is a system that integrates Islamic teachings with Malay cultural values such as tawasuth (balance), tawazun (harmony), i'tidal (justice), tasamuh (tolerance), musawah (equality), and shura (deliberation). Through a holistic approach encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects, these values of moderation are instilled in educational environments such as madrasahs (Islamic schools), Islamic boarding schools (pesantren), and families. This study uses a descriptive qualitative method with a literature review approach to examine the contribution of Malay Islamic education in internalizing the values of religious moderation. The results indicate that Malay Islamic education serves not only as a means of transmitting knowledge but also as a bulwark against radicalism and intolerance, as well as a key pillar in building a harmonious, just, and civilized society.
Cultural Reproduction of the Jawi Book in the Recitation Tradition in Palembang Bety Bety; Ris'an Rusli; Choirunniswah Choirunniswah; Mohammad Syawaluddin; Maryam Maryam
Khazanah Sosial Vol. 5 No. 4 (2023): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v5i4.22677

Abstract

The Jawi Books, an essential component of Islamic teachings in Southeast Asia, plays a vital role in cultural and religious education. Its study in Palembang, Indonesia, provides insights into the processes of cultural reproduction and adaptation within a contemporary context. This qualitative research explores the teaching methods, motivations, and cultural implications associated with studying the Jawi Books in Palembang. The methodology includes interviews with local scholars, observations of teaching sessions, and an analysis of the content and usage of the Jawi Book in various religious assemblies. The research discovered that the primary motivation for studying the Jawi Books is to aid local congregations in understanding Arabic texts. Despite its historical roots, the Jawi Books remains a significant source of religious knowledge, supported by a strong network of scholars across regions such as Kalimantan, Aceh, Malaysia, and Thailand. The teaching methods are varied, combining traditional approaches like the talaqqi method with modern digital platforms, including YouTube. The study uncovers a symbolic power struggle in the interpretation between Hadromaut and local Palembang clerics, suggesting widespread cultural assimilation. The study of the Jawi Books in Palembang is a prime example of cultural reproduction, adapting traditional Islamic teachings to contemporary needs and contexts, which is crucial for maintaining the relevance and transmission of religious knowledge across generations. These findings underscore the importance of local interpretations and teaching methods in preserving cultural and religious identities in an increasingly globalized world.
The Arabs in Early Palembang Darussalam Sultanate: The History and Implication Ahmad Rofiq; Choirun Niswah; Bety Bety; Maryam Maryam; Rahmat Abdullah
TSAQAFAH Vol. 21 No. 1 (2025): Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v21i1.89

Abstract

This study examines the significant contributions of the Arab community, specifically from Hadramaut, Yemen, to the socio-religious and cultural development of Palembang, Indonesia. The Arab community, primarily Sunni Muslims, arrived during the era of the Palembang Darussalam Sultanate in the 17th century and played a pivotal role in the Islamization of the region and the enrichment of local identity through cultural and social values. This research addresses the reception of Arab-Islamic practices by the local population, which resulted in notable acculturation, evident in religious traditions such as Maulid Nabi and zikr practices, as well as the incorporation of Islamic principles in governance and daily life. The study employs a qualitative methodology with a descriptive approach, relying on in-depth interviews with prominent figures and descendants of the Arab community, as well as an analysis of historical documents, including manuscripts and reports from archaeological sites. It focuses on historical areas like Kampung Arab Al-Munawwar and Ulu-Ilir, which are central to the Arab community’s legacy in Palembang. The findings highlight the establishment of Islamic educational institutions, such as madrasahs and pesantrens, by prominent figures like Habib Alwi Bahsin. These institutions played key roles in disseminating religious and general knowledge, fostering intellectual and social empowerment. Additionally, evidence of the reception of Islamic values into local culture can be found in acculturated traditions, culinary practices, and community activities that go beyond well-known practices like Maulid and zikr. In conclusion, the Arab community’s contributions extend beyond religious propagation, encompassing education, social development, and cultural reception, ultimately shaping Palembang’s identity as a vital center of Islamic civilization in the Nusantara.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Membekali Keterampilan Siap Kerja Pada Siswa SMK Negeri 1 Benakat Kabupaten Muara Enim Rina Juliana; Choirun Niswah; Wira Alvio
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9242

Abstract

Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan vokasi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan nonteknis (soft skill) yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam merancang dan melaksanakan berbagai program untuk membekali siswa dengan keterampilan siap kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi kepala sekolah dalam membekali keterampilan siap kerja pada siswa SMK Negeri 1 Benakat Kabupaten Muara Enim serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui analisis kebutuhan dunia kerja, penguatan pembelajaran berbasis praktik, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin), peningkatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, pembinaan hard skill dan soft skill siswa, serta peningkatan kompetensi guru. Kepala sekolah menerapkan strategi melalui pengarahan, koordinasi, evaluasi, dan pengawasan terhadap program pembelajaran vokasi. Faktor pendukung strategi kepala sekolah meliputi kepemimpinan yang visioner, kerja sama dengan dunia industri, kompetensi guru, serta dukungan fasilitas sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas praktik, keterbatasan anggaran, perbedaan kurikulum dengan kebutuhan industri, serta rendahnya motivasi sebagian siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui pengembangan hard skill dan soft skill secara terpadu sehingga lulusan memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi dunia kerja secara profesional.
Pelaksanaan Layanan Publik Di Kantor Kelurahan Lebuay Bandung Kabupaten Lahat Ima Jumrotus Soleha; Choirun Niswah; Lia Efriliyanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9261

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kualitas pelayanan publik menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas kinerja aparatur pemerintah, khususnya pada tingkat kelurahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi kualitas pelayanan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya manusia, serta penerapan standar pelayanan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lebuay Bandung Kabupaten Lahat serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala lurah, sekretaris lurah, pegawai kelurahan, dan masyarakat sebagai penerima layanan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lebuay Bandung telah berjalan cukup baik. Hal tersebut terlihat dari adanya prosedur pelayanan yang jelas, waktu penyelesaian yang terukur, sikap aparatur yang ramah, serta tersedianya beberapa fasilitas pendukung pelayanan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya jumlah aparatur, serta kemampuan teknologi aparatur yang belum maksimal. Faktor pendukung pelayanan publik meliputi kesadaran aparatur, aturan pelayanan yang jelas, struktur organisasi yang tertata, serta kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan publik perlu dilakukan melalui penguatan kompetensi aparatur, peningkatan fasilitas pelayanan, serta optimalisasi penerapan standar pelayanan publik agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mempertahankan Daya Saing di SMA Muhammadiyah 1 Palembang Milda Arianti; Choirun Niswah; Hidayat Hidayat
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.527

Abstract

Penelitian ini membahas strategi kepala sekolah dalam mempertahankan daya saing di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin ketatnya persaingan antara sekolah negeri dan swasta yang berdampak pada menurunnya minat masyarakat terhadap beberapa sekolah swasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan kepala sekolah serta faktor pendukung dan penghambat dalam mempertahankan daya saing sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama adalah kepala sekolah, sedangkan informan pendukung meliputi kepala tata usaha dan guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui empat tahap yaitu analisis lingkungan, pengembangan strategi, pelaksanaan strategi, serta evaluasi dan pengawasan. Strategi tersebut meliputi penetapan harga yang kompetitif, penguatan keunikan sekolah berbasis nilai religius dan ekstrakurikuler, peningkatan kualitas lulusan, serta pengelolaan manajemen yang profesional. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, budaya kerja yang disiplin, dan kerja sama antar warga sekolah. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan teknologi guru, minimnya kerja sama eksternal, serta keterbatasan dana.
Integration Of Curriculum And Yellow Books (Turats) In The Malay Scientific Tradition Mardiah; Popy Indar Sari; Choirun Niswah; Maryamah
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2026): eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v20i1.14781

Abstract

Student housing is no longer merely a residence, but a developmental space that shapes habits, character, and a learning environment affecting students’ intellectual, spiritual, and social maturity. In this context, Islamic boarding houses (kost islami) hold potential to develop as learning-living laboratories that integrate a culture of knowledge, worship practices, and communal engagement within one educational ecosystem. This study aims to analyze how Islamic student housing functions as a holistic learning space that supports the formation of adab, academic productivity, and meaningful social relationships. This research employed a qualitative case study approach through observations, in-depth interviews, and documentation of daily activities. The findings indicate that intellectual interactions, worship routines, and social bonding emerge naturally among residents, although they are not yet supported by structured management or formal community programs. The integration of these three pillars contributes to character building and fosters balance between academic demands and spiritual well-being. The study concludes that Islamic student housing has strong potential to serve as a learning-living laboratory, yet requires strengthened management systems, structured mentorship, and programmed activities to ensure continuity and maximize its role within the framework of modern Islamic education.
Co-Authors Adi Prasetyo Adinda Nurhasanah Adnan Mahmud Afriansyah, Dini Ahmad Rofiq Ahmad Rofiq Ainun Mar’atus Soleha Aisyah Khairunnisa Amir Hamzah Ana Mafiroh Anin Fikriyah Anitah Anitah Ariesi Apriyanti Arya Yoga Saputra Asep Rohman Astri Astri Astuti, Resti Tri Atika, Nyimas Bety Bety Bety Bety Bety Bety Bety Bety, Bety Choiriyah Choiriyah Choiriyah Dania Zalyanti Darmayanti, Kusumasari Kartika Hima Darosan, Muslih Desma Susanti Diah Adinda Diah Islamiyah Dian Agustina Dina Bahriani Putri Dodi Irawan Ela Marsya Ventia Ellen Okta Divy Entin Suwartin Fajri Ismail Febriayanna, Titik Fikri, Muhammad Sirajudin Fitri Oviyanti Fitria Sany Fitriyana, Nur Ghea Audysa Sherly Hartatiana Hidayat Hidayat Husnul Khotimah Ibrahim Ibrahim Baim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ima Jumrotus Soleha Indah Wigati Intan Rahmadania Ismed Y Tanzil Izzatuzzahroh Juni Juni Kasinyo Harto Kholifah Kholifah Kiki Agustian Kusumasari Kartika Hima Darmayanti Lailatul Mukjizat Laura Septa Nurhidayah Lefil Egito Lia Efriliyanti Lia Efriliyanti Lisa Hepriyanti Mahmud, Adnan Maida Rahma Wati Mardiah Marshanda Marshanda Maryam Maryam Maryam Maryam Maryam Maryam Maryamah Maryamah Maryamah Maya Panorama Meilanda, Loly Milda Arianti Mohammad Syawaluddin Muhammad Reyvalza Bayhaqi Muhammad Riza Fajrul Azhar Nandika Putra Pratama Nawawi, Muhammad Latif Nur Asliha Nur Fitriyana Popy Indar Sari Prima Sena Ardinata Putri, Yecha Febrieanitha Rabial Kanada, Rabial Rahma Rahma Rahmat Abdullah Rahmat Abdullah Rani Dentika Rani Rani Resti Utami Reza Andesta Reza Aprianti Rika Apriana Rina Ardona Rina Juliana Rini Meyta Sari Riri N Sunarti Riswanda, Jhon Ris’an Rusli Riza Agustiani Robbul Izzatin Rohmah Safitri Rosalia Rosalia Rusli, Ris'an Rusli, Ris’an Saipul Annur Saipul Annur Saipul Annur saripa tul jariah sarmila sarmila Satria, Chandra Septa, Bunga Silvia Septia Fahiroh Septiyani Dwi Jayanti Serli Widia Astuti Sri Pujiati Sulton Nawawi Syahratus Sita Syarifah Syarifah Syawaluddin, Mohammad Titin Veronika Tjik Harun Wilsi Ariani Wira Alvio Wiranti Wiranti Wulan Oktarina Yuanda Fracitilia Sudiar Yuli, Yuli Yumi Permata Sari Yunita Wulandari Yus Wulandari Zaki, Zaki Zuhdiyah Zuhdiyah Zuhdiyah Zuhdiyah, Zuhdiyah Zuhdiyah, Zuhdiyah Zulkipli Zulkipli