Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Pendidikan Islam di Negara-Negara ASEAN: Antara Modernisasi Kurikulum, Tantangan Radikalisme, dan Penguatan Identitas Keislaman Septia Fahiroh; Maryamah; Choirun Niswah
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): April - June | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i2.424

Abstract

Islamic education in ASEAN is undergoing a complex transformation shaped by curriculum modernization, the prevention of radicalism, and the need to preserve Islamic identity amid globalization. This study aims to examine patterns of Islamic education transformation in Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines, and Brunei Darussalam by focusing on policy orientation, curriculum reform, and institutional responses to contemporary challenges. Using library research with a qualitative-comparative approach, the study analyzes Scopus- and Web of Science-indexed journal articles, government policy documents, international agency reports, and official documents published between 2019 and 2025. The findings show that all five countries integrate moderate Islamic values into their national education systems, although the mechanisms, intensity, and degree of state intervention vary according to each country’s historical and political context. The study also finds that radicalism in Islamic educational institutions is more sustainably addressed through critical literacy and community-based preventive approaches than through purely coercive regulation. These findings imply that Islamic education reform in ASEAN should balance curriculum modernization, institutional accountability, local religious authority, and dialogical identity formation. The study concludes that Islamic education transformation in ASEAN is a multilayered negotiation between tradition, state policy, religious moderation, and global change.
Tradisi Intelektual Melayu: Kajian atas Peran Bahasa Melayu dalam Transmisi Ilmu Pengetahuan Nur Asliha; Choirun Niswah; Juni Juni; Rosalia Rosalia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.917

Abstract

Penelitian ini membahas peranan bahasa Melayu dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi intelektual di dunia Melayu. Sebagai bahasa ilmu dan medium transmisi pengetahuan, bahasa Melayu telah berfungsi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen epistemik yang membentuk corak pemikiran, falsafah, dan sistem nilai masyarakat Melayu sejak zaman klasik hingga kini. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini menelusuri peranan bahasa Melayu dalam penyebaran ilmu keagamaan, pendidikan, dan budaya, serta meninjau tantangan kontemporer yang dihadapi akibat dominasi bahasa asing dalam dunia akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Melayu memiliki potensi kuat untuk terus menjadi bahasa ilmu, asalkan diiringi dengan pengayaan istilah ilmiah, penguatan kebijakan bahasa, dan peningkatan penggunaan bahasa Melayu dalam penerbitan akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi fungsi bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu demi kelestarian identitas dan warisan intelektual dunia Melayu
Ornamen Dalam Arsitektur Melayu: Makna Simbolis Dan Fungsi Sosial-Budaya (Kasus Masjid Agung Palembang) Laura Septa Nurhidayah; Choirun Niswah; Ela Marsya Ventia; Kiki Agustian
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.926

Abstract

Penelitian ini membahas makna simbolis serta fungsi sosial-budaya ornamen dalam arsitektur Melayu-Islam pada Masjid Agung Palembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan memahami bagaimana elemen ornamen berperan sebagai media representasi nilai keislaman, keharmonisan manusia dengan alam, serta identitas budaya masyarakat Melayu. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dokumentasi visual ornamen, dan wawancara dengan pengurus masjid serta budayawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen pada Masjid Agung Palembang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai sarana komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai ketauhidan, keteraturan kosmos, dan kearifan lokal. Motif flora, kaligrafi Arab, pola geometris, serta ukiran tradisional Melayu mencerminkan integrasi antara ajaran Islam dan tradisi budaya setempat. Selain itu, ornamen berperan dalam memperkuat identitas masyarakat Melayu-Islam serta menjadi media dakwah dan pendidikan nilai-nilai religius bagi jamaah. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian ornamen tradisional masjid penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan arsitektur Islam Nusantara dalam menghadapi tantangan modernisasi.
Islam dalam DNA Melayu: Bagaimana Islam Secara Fundamental Membentuk Dunia Melayu Muhammad Reyvalza Bayhaqi; Choirun Niswah; Reza Andesta; Marshanda Marshanda
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mendasar Islam dalam membentuk identitas dan peradaban dunia Melayu secara historis dan kultural. Kegiatan dilakukan melalui studi kualitatif dengan pendekatan historis dan etnografis terhadap berbagai artefak budaya, manuskrip, dan tradisi lisan yang berkembang di kawasan Melayu. Teknik analisis menggunakan deskriptif interpretatif guna memahami integrasi ajaran Islam dalam struktur sosial, adat, bahasa, dan hukum masyarakat Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menjadi agama semata, tetapi juga menjadi kerangka nilai yang menyusun pola pikir, tatanan pemerintahan, serta ekspresi seni dan budaya masyarakat Melayu
Modernisasi dan Kelestarian Pengobatan Melayu Tantangan dan Peluang di Era Kesehatan Global Maida Rahma Wati; Choirun Niswah; Dian Agustina; Adinda Nurhasanah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas keterkaitan antara proses modernisasi dan upaya pelestarian pengobatan tradisional Melayu dalam konteks dinamika kesehatan global. Berakar dari ajaran Islam dan kearifan lokal, pengobatan Melayu merupakan tradisi penyembuhan holistik yang menggabungkan aspek fisik, mental, dan spiritual secara seimbang. Perkembangan sistem medis modern, rasionalitas ilmiah, serta arus globalisasi membawa tantangan tersendiri terhadap kelangsungan dan keaslian tradisi ini. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif serta analisis pustaka, penelitian ini menelusuri strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga keberlanjutan pengobatan Melayu di tengah arus modernisasi. Penelitian menegaskan pentingnya integrasi antara pengetahuan tradisional dengan pembuktian ilmiah, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan sistem pendidikan. Di samping itu, ulama dipandang memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai spiritual dan penghubung antara budaya Melayu, ajaran Islam, serta ilmu kedokteran modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional Melayu, apabila dimodernisasi tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam yang mendasarinya, memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap sistem kesehatan global melalui pendekatan yang holistik, etis dan berakar pada budaya.
Teori Gujarat, Persia, Dan Arab Dialektika Historiografi Awal Islamisasi Nusantara Rini Meyta Sari; Wilsi Ariani; Rika Apriana; Dania Zalyanti; Choirun Niswah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara melalui tiga teori utama, yaitu teori Gujarat, teori Persia, dan teori Arab. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka yang menelaah sumber primer dan sekunder berupa catatan sejarah, artefak, serta tradisi lisan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan komparatif untuk menelaah perbedaan dasar historiografi dari masing-masing teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Islamisasi Nusantara berlangsung secara bertahap dan multisentris, merupakan hasil interaksi dinamis antara faktor perdagangan, dakwah, budaya, dan sosial masyarakat setempat
Syair Siti Zubaidah: Epos Perlawanan Perempuan dalam Sastra Melayu Islam Kholifah Kholifah; Choirun Niswah; Ana Mafiroh
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.957

Abstract

Syair Siti Zubaidah merupakan karya sastra Melayu Islam yang memuat narasi perlawanan perempuan dalam konteks sosial dan budaya patriarki. Tokoh utamanya, Siti Zubaidah, digambarkan sebagai perempuan pemberani yang rela menyamar menjadi pria untuk memimpin pasukan dan menyelamatkan suaminya yang tertawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk mengkaji unsur intrinsik syair serta karakter tokoh utama yang menonjolkan kesetiaan, kesabaran, dan pengorbanan tinggi. Syair ini tidak hanya menggambarkan perjuangan heroik perempuan, tetapi juga berperan sebagai media kritik sosial dan pendidikan moral yang mengangkat nilai keberanian, kesetiaan, dan keimanan. Kontribusinya penting dalam kajian sastra Melayu Islam dengan perspektif gender, menunjukkan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial dan pemberdayaan dalam tradisi Melayu Islam. Tema emansipasi dan narasi perjuangan wanita dalam syair ini memperkaya khazanah sastra dengan memperteguh integrasi nilai agama dan budaya lokal Melayu.
Religious Tolerance and Multicultural Interactions Among Arabic, Chinese, and Malay Ethnicities in Palembang: A Sociological Perspective on Harmony and Social Integration Choirun Niswah; Bety; Ahmad Rofiq; Rahmat Abdullah; Choiriyah
Jurnal Sosiologi Agama Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsa.2025.191-05

Abstract

This research focuses on accommodating social interaction between Arab, Chinese (Chinese) and Malay groups as a model of multicultural education. This accommodative social interaction is very important because, without accommodative social interaction, different ethnic groups can't live together. This research answers the question of how accommodating social interaction between ethnic groups in Palembang is a multicultural education. This research method uses a qualitative approach to describe accommodative social interactions. Meanwhile, data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The research results show that accommodative social interaction is carried out by understanding religious and cultural values ​​between ethnic groups and implementing deliberative accommodation, positive law enforcement and tolerance.
Pengawasan Program Tahfidz Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Awwal Palembang Intan Rahmadania; Choirun Niswah; Asep Rohman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengawasan program tahfidz Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi .Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber serta triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program tahfidz telah berjalan cukup baik, meliputi kegiatan pemantauan rutin, pemeriksaan hafalan, bimbingan dan pengarahan, penerapan tindakan disiplin, serta tindakan koreksi bacaan siswa. Pengawasan program tahfidz Al-Qur’an di MI Al-Awwal Palembang telah terlaksana secara sistematis, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek fasilitas, rasio pembimbing, dan alokasi waktu agar proses pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan optimal. Faktor pendukung utama pengawasan meliputi dukungan lembaga, fasilitas memadai, adanya sistem monitoring berupa buku catatan hafalan, komunikasi antara guru dan orang tua, serta koordinasi rutin antar pembimbing tahfidz. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu karena padatnya jadwal belajar, jumlah pembimbing yang masih minim, perbedaan kemampuan siswa dalam menghafal, serta keterbatasan ruang tahfidz dan alat pendukung lainnya
PROTO MELAYU DAN DEUTERO MELAYU : DIALEKTIKA MIGRASI DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS DI NUSANTARA Yuanda Fracitilia Sudiar; Choirun Niswah; Ghea Audysa Sherly; Prima Sena Ardinata
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 5 No 01 (2026): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v5i01.1947

Abstract

This article discusses the dialectic of the Malay Proto and Deutero migration as well as the formation of the identity of the Malay community in the archipelago. The background of the research is based on the importance of understanding the process of migration and cultural acculturation that shapes the social structure, language, art, and beliefs in the Indonesian archipelago. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, analyzing the sources of books, journals, and scientific publications related to anthropology, archaeology, linguistics, and the history of human migration. The results of the study show that the Malay Proto laid the foundations of an early culture with simple agrarian patterns and a family-based kinship system, while the Malay Deutero brought metal technology, maritime practices, and a wider trade network. The interaction of the two groups results in complex socio-cultural integration, language acculturation, and the formation of adaptive and plural community identities. In conclusion, Malay identity in the archipelago is the result of a synthesis of migration, interaction, and cultural acculturation that continues to develop into the modern context