Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Penapisan (skrining) aktivitas antibakteri beberapa ekstrak spons dari Teluk Manado Nowin, Edgar; Warouw, Veibe; Rimper, Joice; Paulus, James; Pangkey, Henneke; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20198

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami seperti peptida, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halida siklik, dan senyawa nitrogen lainnya. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis seperti antifouling, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antijamur, antimalaria. Telah diekstrak dua belas spons yang dikoleksi dari Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini  dari  koleksi beberapa ekstrak spons sebanyak 9,442 gram melalui proses maserasi dengan pelarut etanol dan evaporasi.  Kedua belas ekstrak yang diskrining didapatkan 10,6 mm (ekstrak 1), 7,4 mm (ekstrak 4) dan (10,6 mm) ekstrak 9  yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus megaterium sedangkan pada media bakteri Escherichia coli hanya ekstrak 1 (8,9 mm) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kontrol positif sebagai pembanding memiliki aktivitas yang jauh lebih besar terhadap bakteri B. megaterium dan E.  coli sehingga senyawa antibakteri yang terdapat dalam ekstrak spons yang dikoleksi dari Teluk Manado digolongkan sebagai senyawa yang bersifat sedang/moderate.
Analisis molekuler DNA alga merah (Rhodophyta) Kappaphycus sp. Annisaqois, Manikmayang; Gerung, Grevo; Wullur, Stenly; Sumilat, Deiske; Wagey, Billy; Mandagi, Stephanus
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20589

Abstract

Indonesia dilaporkan memiliki sebanyak 555 spesies atau sekitar 6.24% dari total jumlah spesies rumput laut dunia yang teridentifikasi saat ini. Rumput laut dari kelas alga merah (Rhodophyceae) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 452 jenis. Rumput laut dari kelas alga merah ini terutama dari jenis Kappaphycus sp. memiliki tingkat plastisitas morfologi yang tinggi sehingga teknik identifikasi konvensional menggunakan indikator karakter morfologi sering kurang maksimal dalam penelusuran identitas spesies rumput laut. Penelitian ini merupakan tahapan awal dalam rangkaian analisa molekuler rumput laut jenis Kappaphycus sp. Dalam penelitian ini, ekstraksi DNA Kappaphycus sp. dilakukan dengan metode CTAB (Doyle and Doyle, 1987; Allen, 2006; Nugroho et al., 2015) yang dimodifikasi. Gen rbcL diamplifikasi pada PCR menggunakan beberapa pasangan primer. Keberhasilan proses ekstraksi DNA genomik dan amplifikasi gen rbcL dari Kappaphycus sp. dideteksi melalui UV transilluminator setelah melalui proses elektroforesis gel. Munculnya pita DNA pada penggunaan primer rbcL F-7 (for) dan R-753 (rev) yang menghasilkan panjang pita DNA antara 1400-1600 bp dan primer rbcL F-577 (for) dan R-753 (rev) yang menghasilkan panjang pita DNA antara 900-1400 bp menjadi indikasi keberhasilan amplifikasi gen rcbL pada rumput laut Kappaphycus sp.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa yang Diambil pada Perairan Bunaken Ngantung, Angeline; Bara, Robert; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.4.2.2016.13035

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut penyusun terumbu karang. Hewan laut ini diketahui mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang pengobatan, diantaranya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri dari spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa yang diambil dari perairan Bunaken, Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak spons Dictyonella funicularis menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak spons Phyllospongia lamellosa dan  memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat antibakteri.
Uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksana, metanol dan air dari ascidian Lissoclinum sp. Opa, Samuel; Bara, Robert; Gerung, Grevo; Rompas, Rizald; Lintang, Rosita; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20566

Abstract

Ascidian adalah avertebrata laut yang diketahui memproduksi senyawa bioaktif seperti antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektiviitas fraksi n-heksana, metanol, dan air dari ekstrak etanolik ascidian Lissoclinum sp. sebagai antibakteri terhadap 2 spesies bakteri Gram positif Staphylococus saprophyticus dan Bacillus megaterium serta 2 spesies bakteri Gram negatif yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Escherechia coli. Ekstraksi diawali dengan Maserasi sampel menggunakan etanol 95% selama tiga kali dan kemudian filtrat yang didapatkan dievaporasi dengan Rotary vacuum evaporator. Ekstrak yang didapatkan difraksinasi dengan metode Partisi menggunakan pelarut n-Heksana, metanol, dan air. Metode Pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan adalah difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer) yang telah dimodifikasi. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan aktivitas antibakteri dari fraksi air dan aktivitas antibakterinya ditunjukkan terhadap keempat bakteri uji dan menjelaskan senyawa antibakteri tersebut berspektrum luas.
Uji aktivitas antibakteri spons Plakortis sp. yang dikoleksi dari perairan Bunaken Pasodung, Aditya; Losung, Fitje; Angkouw, Esther; Lintang, Rosita; Mantiri, Desy; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20192

Abstract

Spons merupakan hewan yang termasuk dalam filum Porifera dan salah satu hewan yang hidup pada ekosistem terumbu karang. Biota laut ini diketahui sebagai sumber senyawa-senyawa yang berpotensi dalam bidang farmasetika, diantaranya sebagai antibakteri. Sampel spons Plakortis sp. yang diperoleh dari perairan Pulau Bunaken diambil ekstrak kasarnya melalui proses evaporasi lalu difraksinasi dengan teknik reversed phase kromatografi kolom, menggunakan kombinasi pelarut dH2O: metanol menjadi 6 fraksi. aktivitas antibakteri dari sampel spons Plakortis sp. terhadap E. coli dan S. aureus dianalisis dengan metode difusi agar. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu fraksi 1,2,3,4, dan 6 memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dan fraksi 5 tidak memiliki aktivitas. Dua fraksi diantaranya memiliki aktivitas tertinggi dengan diameter rata-rata zona hambat yaitu fraksi 1 dengan diameter zona hambat (16,6 mm), fraksi 2 diameter zona hambat (17,3 mm) terhadap S. aureus, dan untuk E. coli diameter zona hambat fraksi 1 yaitu (17,6 mm) dan fraksi 2 (16,6 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktivitas fraksi ODS spons Plakortis sp. memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat antibakteri.
Species and Density of Limpets (Patellogastropoda) in The Intertidal Rocky Shore Akaiwa Poluan, Irene; Rumengan, Inneke F.M.; Paruntu, Carolus P.; Bara, Robert A.; Sumilat, Deiske A.; Boneka, Farnis B.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66339

Abstract

Rocky intertidal shores are dynamic coastal ecosystems characterized by strong environmental gradients that generate distinct patterns of organism zonation. Limpets (Patellogastropoda) play a crucial role as primary herbivores and ecological indicators in these habitats. This study aimed to examine species composition and density of limpets in the upper and lower intertidal zones of the rocky intertidal shore of Akaiwa, Tomioka, Amakusa, Japan. The research was conducted from February to March 2025. Sampling was conducted using a quadrat sampling method with quadrats measuring 25 cm × 25 cm, randomly placed within a 10 m × 15 m study area across the upper and lower intertidal zones. Limpet specimens were identified based on shell morphological characteristics, and species density was calculated and statistically compared between zones using a t-student test. The results recorded eight limpet species belonging to the families Lottidae and Nacellidae, with seven species occurring in the upper zone and six species in the lower zone. Limpet density in the upper intertidal zone ranged from 1.60 to 20.80 ind/m² and was dominated by Lottia tenuisculpta, whereas the lower zone exhibited higher densities ranging from 1.60 to 28.80 ind/m², with a significant dominance of Cellana toreuma. The study concludes that limpet community structure is strongly influenced by vertical intertidal zonation. Further long-term studies are recommended to elucidate temporal dynamics of limpet communities in relation to seasonal variation and environmental change. Keywords: Amakusa, density, limpet, Akaiwa rocky shore, intertidal zonation   Abstrak Pantai intertidal berbatu merupakan ekosistem pesisir yang dinamis dengan gradien lingkungan yang kuat, sehingga membentuk pola zonasi organisme yang khas. Limpet (Patellogastropoda) berperan penting sebagai herbivora utama dan indikator ekologis pada ekosistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan kepadatan limpet pada zona atas dan zona bawah pantai rocky intertidal Akaiwa, Tomioka, Amakusa, Jepang. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-Maret 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode quadrat sampling menggunakan kuadrat berukuran 25 cm × 25 cm yang ditempatkan secara acak di area 10 m × 15 m pada zonasi intertidal bagian atas dan bawah. Spesimen limpet diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi cangkang, kemudian dianalisis kepadatan jenis dan diuji perbedaannya antar zona menggunakan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan spesies limpet dari famili Lottidae dan Nacellidae teridentifikasi, dengan tujuh spesies pada zona atas dan enam spesies pada zona bawah. Kepadatan limpet di zona atas berkisar antara 1,60-20,80 ind/m² dan didominasi oleh Lottia tenuisculpta, sedangkan zona bawah memiliki kepadatan lebih tinggi, yaitu 1,60-28,80 ind/m², dengan dominasi Cellana toreuma yang berbeda nyata secara statistik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas limpet dipengaruhi kuat oleh zonasi vertikal intertidal. Disarankan penelitian lanjutan dilakukan secara temporal untuk memahami dinamika komunitas limpet terhadap variasi musim dan perubahan lingkungan. Kata kunci: Amakusa, kepadatan, limpet, pantai berbatu Akaiwa, zonasi intertidal
Comparison of Zooplankton Abundance Vertically and Horizontally in The Waters of Boulevard II, Manado City Utomo, Victoria O.S.E.; Rimper, Joice R.T.S.L; Bara, Robert A.; Mamuaja, Jane M.; Wagey, Billy T.; Sumilat, Deiske A.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.65009

Abstract

Zooplankton are microscopic organisms that play an important role in the marine food chain as primary consumers and as a food source for other organisms. Their presence and composition can serve as indicators of the health of aquatic ecosystems. This study was conducted in the waters of Boulevard II, Manado City, using a plankton net equipped with a cod end. Samples were collected vertically at a depth of 5 m and horizontally along a 10 m transect. Physico-chemical parameters such as temperature, salinity, and dissolved oxygen (DO) were measured in situ at each station using a Water Quality Monitor. Zooplankton identification was carried out at the Bio-Ecology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, using a microscope and referring to Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) and WoRMS data. The results showed that the zooplankton found belonged to the class Copepoda, e.g. Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., and Paracalanus sp.. The highest vertical abundance was recorded at station 1 with 11.51 Ind/L, while the lowest was at station 2 with 6.99 Ind/L. Horizontally, the highest abundance occurred at station 2 with 6.04 Ind/L and the lowest at station 1 with 3.21 Ind/L. These variations were influenced by temperature, salinity, and dissolved oxygen, which affect the distribution of zooplankton. Keywords : comparison, horizontal, vertical, zooplankton   Abstrak Zooplankton merupakan organisme mikroskopis yang berperan penting dalam rantai makanan laut sebagai konsumen primer dan sumber makanan bagi organisme lain. Kehadiran serta komposisi zooplankton dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem perairan. Penelitian ini dilakukan di Perairan Boulevard II, Kota Manado, menggunakan plankton net yang dilengkapi cod end. Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal pada kedalaman 5 m dan horizontal sepanjang 10 m. Parameter fisika-kimia seperti suhu, salinitas, dan oksigen terlarut (DO) diukur secara in situ menggunakan Water Quality Monitor di setiap stasiun. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Bio-Ekologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggunakan mikroskop dengan acuan Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) dan data WoRMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan berasal dari kelas Copepoda, yaitu Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., dan Paracalanus sp.. Kelimpahan vertikal tertinggi terdapat di stasiun 1 sebesar 11,51 Ind/L dan terendah di stasiun 2 sebesar 6,99 Ind/L. Secara horizontal, kelimpahan tertinggi terdapat di stasiun 2 sebesar 6,04 Ind/L dan terendah di stasiun 1 sebesar 3,21 Ind/L. Variasi kelimpahan ini dipengaruhi oleh suhu, salinitas, dan oksigen terlarut yang memengaruhi penyebaran zooplankton. Kata kunci: perbandingan, horizontal, vertikal, zooplankton
Co-Authors Adnan Wantasen Alfret Luasunaung Angela, Gabriella Caristy Angeline Ngantung, Angeline Angkouw , Esther Dellayani Angkouw, Esther Angmalisang, Ping Astony Annisaqois, Manikmayang Ansar, Azhar Ariansyah Ari Berty Rondonuwu Asthisa, Dias Billy Theodorus Wagey Buana, Muhammad Candra Budiman, Johnny - Burhan Niode Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus Paulus Paruntu Damongilala, Lena J. Darmawan, Putu Deny Darmono, Oktaviano P. Darwasito, Suria Dedy Octavian Siahaan, Dedy Octavian Defny Silvia Wewengkang Deysy M. Puansalaing dumas, Davis Wijaksana Extrada Durand, Swenekhe S. Edwin D Ngangi Farnis B. Boneka Fintarji, Rian Fitje Losung Frangky E. Kaparang Gerung, Marselino Stevano Ginting, Elvy Like Grace Sanger, Grace Grevo S Gerung Henki Rotinsulu, Henki Henneke Pangkey Henny A Dien Hens Onibala Hidayat, Andre Alfian Ilham Syah, Bahrul Yusuf Nasruddin Indra R. N. Salindeho Indra R.N. Salindeho Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Ixchel F Mandagi Janny D. Kusen Johnny Budiman Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Joula Kusen, Diane Junianto Talunga, Junianto Kadang, Nurfadillah Kalangi, Patrice Nelson I Kalmareuro, Vennda Uno Kaparang , Frangky Erens Kaparang, Frangky Erens Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kreckhoff, Reni L. Kreckhoff, Reni Lucia Kudato, Vania Kurniati Kemer Kusen, Diane Joula Kusuma, Ni Putu Dian Kusumaningrum, Arianda Lasut, Astrid Y. Lawrence J. L Lumingas Lawrence J.L. Lumingas, Lawrence J.L. Lefrand Manoppo Leonardus Ricky Rengkung Lintang, Rosita AJ Lintang, Rosita Anggreiny Luasunaung, Alfrets Lumingas, Lawrence L.J. Luringunusa, Ekklesia Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M Makapedua, Daisy M. Mamahit, Juliet Merry Eva Mamangkey, Noldy G.F Mamuaja, Jane M. Mandagi, Stephanus Mandagi, Stephanus V. Mandagi, Stephanus Vianny Manoppo, Lefran Manoppo, Lefrand - Mantiri, Desy M. H Mantiri, Rose Mantiri, Rose O.S.E. Markus T. Lasut Maryen, Yakob Oskar Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Menajang, Febry I. S. Mentang, Fenny Mewengkang, Theresia Tessa Modaso, Vivanda O.J Moh. Ridwan, Moh. Mokolensang, Jeffrie Fredrik Molle, Ben Arther Mopay, Maratade Musak, Putra Natalie D Rumampuk Nego E. Bataragoa, Nego E. Ngangi, Edwin Leonardo Apolonio Nistiarni Zebua Nity, Elroi Nowin, Edgar Nurmeilita Taher Ockstan Kalesaran Opa, Samuel Pamikiran, Revols Dolfi Ch Pangemanan, Novie Pankie Lukas Pasodung, Aditya Patra, Frian Paulus, James Paulus, Teddy Feky Pelle, Wilmy E. Pesoth, Christianto Podung, Thania Theresia Poluan, Irene Pratiwi, Aprilia Eka Purba, Dhebby Putra, Debriga Rangan, Jety K. Rene Charles Kepel, Rene Charles Ridwan Lasabuda Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Roike Iwan Montolalu Rompas, Rizal M. Rompas, Rizald Rondonuwu, Arie B. Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Rumampuk, N.D. Rumampuk, Natalie Detty C. Rumengan, Antonius Petrus S. S. Malalantang Salaki, Christina Leta Salindeho, Netty Sambali, Hariyani Sambali, Haryani Sambali, M.Sc, Hariyani Sandra Tilaar Saragih, Debby Dyanessa Sarif Hidayat, Sarif Septianto, Andarum Simangunsong, Martua Pinondang Singkoh, Marina Flora Oktavine Sinjal, Annita Ch. Sipriana S. Tumembouw Stenly Wullur Suputri, Putu Ayu Suria Darwisito, Suria Suwardy, Moch Suzanne L Undap Tangkudung, Maureen J. N. N. Tuyu, Adel M. Ulus, Frangky Octavian Undap , Suzanne Lydia Undap, Nani I.J Utomo, Victoria O.S.E. Veibe Warouw Verly Dotulong, Verly Victoria E. N. Manoppo Wenseslaus Fransiscus Makawaehe, Wenseslaus Fransiscus Wilhelmina Patty Wulur, Stenly