Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN PELAKU USAHA TERHADAP FASILITAS DAN PELAYANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ) Abdul Rouf Sam; Sugeng H. Wisudo; Bambang Murdiyanto; Budhi Hascaryo Iskandar
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.735 KB)

Abstract

Pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) dan instansi terkait berusaha memenuhi kepentingan para pelaku usaha di PPSNZJ dengan melakukan penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja dari PPSNZJ berdasarkan kepuasan para pelaku usaha di PPSNZJ dan mengukur tingkat kepentingan atribut-atribut kinerja PPSNZJ terhadap persepsi kepentingan menurut pelaku usaha. Tingkat kepuasan terhadap fasilitas dan jasa PPSNZJ diukur dengan harapan dan kepuasan stakeholder terhadap 5 kelompok pertanyaan yang terdiri dari tangibility, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Berdasarkan tingkat kepuasan pelaku usaha di PPSNZJ menunjukkan bahwa pelaku usaha sangat puas terhadap kinerja PPSNZJ dengan nilai diatas 80% pada kelima kelompok pertanyaan tersebut, dengan demikian kinerja dari PPSNZJ sudah baik untuk memfasilitasi dan melayani kebutuhan para pelaku usaha. Prioritas yang perlu diutamakan oleh PPSNZJ adalah atribut yang memiliki nilai kepentingan tinggi dan kinerja yang rendah. Berdasarkan hasil importance performance analysis ditemukan 15 atribut yang perlu diprioritaskan oleh PPSNZJ.   Kata kunci: fasilitas, kepuasan, pelayanan, persepsi, PPSNZJ
PENGEMBANGAN DESAIN KAPAL PANCING TONDA DENGAN MATERIAL FIBERGLASS DI KABUPATEN BUTON La Anadi; Budhi Hascaryo Iskandar; Daniel R. Monintja; Mulyono S. Baskoro
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.13 KB)

Abstract

Penggunaan kayu sebagai bahan pembuat kapal sudah mulai menghadapi permasalahan, khususnya kesediaan bahan baku. Selain semakin langkanya bahan baku kayu, harganya pun semakin mahal.  Oleh karena itu upaya untuk mengaplikasikan bahan lain sebagai bahan pembuat kapal sudah saatnya dilakukan. Pada penelitian ini, salah satu bahan yakni fiberglass dicobakan untuk menggantikan kayu sebagai bahan pembuat kapal pancing tonda (troller).  Walaupun harganya relatifmahal, namun untuk jangka panjang bahan ini lebih ekonomis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan aplikasi fiberglass, kapal yang dihasilkan lebih ringan dan menghasilkan kecepatan lebih tinggi dengan kekuatan mesin yang sama.  Kata kunci:  Buton Regency, fiberglass, kapal pancing tonda (troller), kecepatan,  pengembangan desain
SENSITIVITAS USAHA PERIKANAN GILLNET DI KOTA TEGAL, PROVINSI JAWA TENGAH (Sensitivity of Gillnet Fisheries in Tegal City, Central Java Province) Prabowo Prabowo; Eko Sri Wiyono; John Haluan; Budhi Hascaryo Iskandar
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.04 KB)

Abstract

Badan Pusat Statistik (2008) menyatakan hanya sekitar 13% usaha skala kecil yang mampu mengakses pembiayaan dari perbankan, dan usaha perikanan skala kecil termasuk gillnet merupakan yang paling rendah. Hal ini karena pengelolaan usaha yang belum baik terutama dari aspek kelayakan finansial dan pengalokasian faktor produksi yang dibutuhkandalam operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas kelayakan usaha dan faktor produksi signifikan dalam operasi perikanan gillnet. Hasil analisis menunjukkan usaha perikanan gillnet di Kota Tegal mempunyai Nilai NPV, Net B/C, IRR, dan ROI berturut-turut Rp 1.993.457.657, 72, 1,09, 75,64%, dan 51,74, sehingga layakdikembangkan dan mendapatkan dukungan pembiayaan. Usaha perikanan gillnet sensitif terhadap penurunan penerimaan (Rp 3.845.549.000 per tahun) hingga 6,9%, peningkatan semua kebutuhan operasional (Rp 2.991.750.000 per tahun) hingga 21,7%, dan peningkatan kebutuhan solar (Rp 1.323.000.000 per tahun) hingga 49,1%. Ukuran jaring, lama trip, stock BBM, stock es, anak buah kapal (ABK), stock air tawar, dan perbekalan signifikan (sig < 0,05) mempengaruhi produksi ikan pada perikanan gillnet di Kota Tegal. Ada kecenderungan produksi ikan meningkat dengan bertambahnya panjang gillnet, stock BBM, stock es, danjumlah ABK yang ikut serta, sedangkan penambahan trip operasi, stock air tawar dan perbekalan tidak menyebabkan peningkatan.Kata kunci: faktor produksi, kelayakan, sensitivitas, dan signifikan
Desain Perahu Fiberglass Bantuan LPPM IPB di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi Eko Sulkhani Yulianto; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka; Wazir Mawardi
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cikahuripan sebagian besar penduduknya, yaitu 1.425 dari total penduduk sebanyak 2.507 jiwa adalah sebagai nelayan. Sebagai nelayan, kapal/perahu merupakan kebutuhan vital yang digunakan untuk sarana unit penangkapan ikan, yaitu sebagai alat transportasi dari fishing base ke fishing ground dan media pengangkutan ikan. Keadaan dari perahu nelayan Cikahuripan sebagian besar sudah tua dan tidak layak laut, sehingga perlu peremajaan kapal. Namun kendala yang dihadapi adalah pengadaan bahan baku berupa kayu yang berkualitas tinggi di daerah Cikahuripan sangat sulit dan ditambah lagi maraknya isu illegal logging yang semakin menambah susah dalam usaha mencari bahan baku. Sehingga dipilih bahan fiberglass sebagai alternatif pengganti kapal kayu. Permasalahan sakarang ini adalah belum adanya pengujian kelayakan dari perahu yang diproduksi sehingga peneliti merasa perlu meneliti lebih lanjut. Perahu fiberglass yang diproduksi diberi nama perahu “Kahuripan Nusantara“. Perahu ini mempunyai dimensi utama sebagai berikut; panjang total (LOA) sebesar 9,56 m; LPP sebesar 8,2 m; dalam (D) sebesar 73,5 cm dan lebar (B) sebesar 111,6 cm. Bahan baku utama pembuatan fiberglass yaitu resin, katalis, talk, erosil, met, roving dan kayu sebagai penguat rangka (gading-gading). Perahu yang diproduksi mengikuti desain perahu dari Cilacap. Proses pembuatan perahu fiberglass masih menggunakan metode sederhana yaitu hand lay up dengan urutan pengerjaan yaitu pelapisan gelcoat -> met -> roving -> met dan terakhir dilakukan pelapisan gelcoat kembali. Secara umum perahu fiberglass yang diproduksi sesuai dengan kapal-kapal yang beroperasi di Indonesia, mulai dari nilai rasio dimensi utama sampai nilai parameter hidrostatisnya. Selain itu, perahu Kahuripan Nusantara juga tergolong mempunyai kestabilan yang cukup baik.Kata kunci: desain perahu, fiberglass, general arrangement, lines plan, parameter hidrostatis
KEBIJAKAN INTERNASIONALMENGENAI KESELAMATAN NELAYAN Fis Purwangka; Sugeng Hari Wisudo; Budhi Hascaryo Iskandar; John Haluan
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan, alat tangkap ikan dan nelayan merupakan tiga faktor yang mendukung keberhasilan suatu operasi penangkapan ikan. Aktivitas menangkap ikan, terutama di laut merupakan kegiatan yang beresiko tinggi. Faktor keselamatan kapal maupun nelayan merupakan hal yang utama untuk menunjang kesuksesan suatu operasi penangkapan. Menurut IMO, 80% dari kecelakaan, disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dan sebagian besar kesalahan ini dapat dihubungkan dengan kekurangan manajemen yang menciptakan pra-kondisi untuk terjadinya kecelakaan. Kebijakan internasional dibuat berdasarkan persetujuan dan kesepakatan bersama negara-negara anggota yang tergabung didalamnya, sehingga menjadi kewajiban untuk setiap negara anggota melaksanakannya. Telaah yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengidentifiksi kebijakan internasional yang berhubungan dengan keselamatan nelayan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data tersebut diperoleh dengan cara studi pustaka, yaitu melakukan pengumpulan data pustaka atau telaah dokumen berupa aturan yang terkait dengan materi penelitian. Dokumen tersebut didapatkan dari lembaga internasional yang terkait, antara lain IMO, ILO dan FAO yang mempunyai kepentingan pada keselamatan nelayan, serta penelusuran melalui situs-situs internet yang terkait. Saat ini, pada tingkat internasional, telah ada lembaga atau organisasi internasional yang mengatur tentang keselamatan pelayaran. Keselamatan pelayaran yang dimaksud oleh lembaga tersebut mencakup keselamatan nelayan dan kapal ikan yang digunakan. Lembaga yang dimaksud adalah IMO, ILO dan FAO.  Setiap lembaga yang terlibat, mempunyai batasan-batasan sesuai dengan cakupan organisasi masing-masing.Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, secara jelas telah mengatur tentang keselamatan nelayan dan kapal ikan, sedangkan implementasi yang dilakukan pada negara-negara anggotanya tersebut masih kurang. Kebijakan internasional yang ada belum dapat diimplementasikan sebelum dilakukan kesepakatan pada regional tersebut.Kata kunci: kebijakan keselamatan, keselamatan nelayan
DESAIN DAN KONSTRUKSI PERAHU KATAMARAN FIBERGLASS UNTUK WISATA PANCING Dwi Putra Yuwandana; Fish Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan baku kayu pembuat perahu/kapal semakin langka dan mahal. Informasi tentang cara pembuatan perahu berbahan dasar fiberglass pun masih sangat sedikit yang dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2012 ini memberikan alternatif solusi untuk kedua permasalahan tersebut melalui proses desain dan konstruksi perahu katamaran fiberglass berdasarkan rujukan BKI. Pengolahan data dilakukan dengan metode numeric berupa formula-formula naval architecture untuk mendapatkan nilai parameter hidrostatis dari kapal yang diteliti. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai rasio dimensi kapal. Pembuatan perahu katamaran fiberglass diawali dengan pembuatan desain perahu, pembuatan model perahu, pembuatan cetakan perahu dan pembuatan perahu. Desain perahu katamaran yang dibuat memiliki dimensi utama sebagai berikut: panjang (LOA), lebar (B), dalam (D) dan jarak antar lambung secara berurutan yaitu: 4 meter; 1,9 meter; 0,55 meter dan 1 meter. Adapun kelengkapan perahu katamaran ini antara lain: kursi, tempat umpan, mesin, palka, tempat alat pancing, tempat accu, lampu, tempat peralatan dan ruang reserve buoyancy. Konstruksi perahu katamaran ini dilengkapi dengan gading-gading dan galar sebagai penunjang kekuatan melintang dan memanjang dari perahu. Cadangan daya apung/reserve buoyancy didesain pada perahu ini untuk memperkecil resiko tenggelam.Kata kunci: perahu, katamaran, fiberglass
EFEKTIVITAS SIRIP PEREDAM DALAM MEREDAM EFEK FREE SURFACE YANG MEMPENGARUHI GERAKAN ROLLING KAPAL MODEL Dwi Putra Yuwandana; Yopi Novita; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2015): NOVEMBER 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3558.211 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.187-197

Abstract

Ships carrying liquid cargo will experience free surface effects. It is a free movement of liquid cargo in the hold, especially during rolling motions. The use of absorber fins in hold is an alternative to reduce the free surface effect. This study aimed to determine the minimum size of absorber fins that were still effective to reduce the effect of free surface affecting the rolling motion of ship. The experimental method was applied by using a model ship with hold. Four size of absorber fins were used as treatments in this experiment. Data were analyzed by comparative numerical and statistical tests using a completely randomized design. During the experimental, four variable that were observed such as angle of rolling ship model, rolling duration, rolling frequency and rolling period. The result showed that the use of absorber fins with the size of (10%) of the free surface area was effective to reduce the free surface effect toward the rolling motion of ship models.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DI SELAT BALI Syafril Fauzi; Budhi Hascaryo Iskandar; Bambang Murdiyanto; Eko Sri Wiyono
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2011): MEI 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.409 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.37-46

Abstract

Fishing effort become the dominant (about 80%) of the fishing economy and society in the Bali Strait. This situation quiet long when fishing effort is not well managed and there is no balance in financial terms. This study will assess the condition of investment, operational, and financial feasibility of the fishing effort. The method used consisted of investment analysis, NPV, IRR, ROI and BCR. The analysis showed that investment needs purse seine OBS, purse seine TBS, gill nets and payang is $ 287,750.000, Rp 476.25 million, Rp 313,250,000 and Rp 261,150,000. The annual operational needs OBS purse seine, purse seine TBS, gill nets and successive payang is $ 261,965,000, USD 408.87 million, Rp 234,550,000 and Rp 188,717,500. While the annual revenue purse seine OBS, purse seine TBS, gill nets and payang is Rp 992,928,000, Rp 1,998,132,000, Rp 673,292,000 and Rp 636,290,000. These four fishing gear are 'very feasible' developed in Bali strait, because it has the value of NPV, IRR, ROI, and B/C ratio is better than required. Purse seine OBS have Rp 1,755,080,046.41 NPV, IRR of approximately 102.55%, ROI around 21.22, and R/C ratio of about 1.40. Purse seine TBS has NPV around Rp 4,070,067,018.54, IRR around 140.15%, ROI around 25.80, and R/C ratio about 1.50. Gill net has a NPV about Rp 918,548,267.25, IRR about 53.08%, ROI around 13.66, and R/C ratio about 1.27, and payang have NPV around Rp 982,670,737.88, IRR of approximately 66,25%, ROI around 14.98, and R/C ratio about 1.34.
POTENSI KECELAKAAN KERJA PADA PERIKANAN BAGAN APUNG DI PPN PALABUHANRATU, JAWA BARAT Muhamad Rizki Riantoro; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.528 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.221-236

Abstract

Fokus perhatian pada penelitian ini adalah aktivitas perikanan bagan di atas kapal angkutnya. Aktivitas pada kapal angkut inilah yang paling banyak memiliki potensi risiko berbahaya. Kecilnya area pada kapal angkut, dengan jumlah penumpang yang banyak dan ditambah dengan berat jumlah barang yang diangkut tersebut dapat menyebabkan peluang kecelakaan yang tinggi. Kondisi tersebut juga diperparah dengan situasi di atas kapal angkut yang tidak terdapat seorang penumpang pun yang menggunakan alat keselamatan dan APD (Alat Perlindungan Diri), dan juga tidak tersedianya alatalat tersebut di dalam kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kerja pada kegiatan perikanan bagan apung, dan mengidentifikasi pengetahuan nelayan bagan apung terhadap keselamatan kerja.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus pada potensi kecelakaan kerja di kapal angkut dan bagan apung di Palabuhanratu. Data primer didapatkan dari hasil pengamatan langsung dan wawancara terhadap beberapa pihak terkait dengan keselamatan kerja nelayan. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti literatur, dokumen serta arsip yang ada pada instansi terkait. Pengolahan data dilakukan dengan analisis keselamatan kerja (Job Safety Analysis/JSA). Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) berdasarkan JSA diperoleh bahwa risiko yang timbul terbagi dalam 3 kategori yakni kategori tidak parah (88%), parah (12%) dan sangat parah (0%); (2) nelayan bagan memiliki pengetahuan yang dikategorikan cukup baik mengenai keselamatan kerja dan prosedur kerja di kapal.
PENILAIAN PARAMETER ECOFISHINGPORT PADA PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA Retno Muninggar; Ernani Lubis; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2436.326 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.11.111-123

Abstract

Nizam Zachman Oceanic Fishing Port of Jakarta (PPSNZJ) is the largest fishing port in Indonesia, as the center of industry and fishery product exports. On the other hand, PPSNZJ has various environmental problems such as water quality degradation and waste handling. The problem solved by the ecofishingport parameter approach (environmentally friendly port). The objective of the research is to assess the existing conditions of the PPSNZJ based on the ecofishingport parameters by determining the ecofishingport index. The research was carried out from January to March 2017. The data collection used a purposive and accidental sampling method. Data analysis using standard ecofishingport parameters which consisting of the physical environment aspects, socio-economy, fisheries catch, institutional and monitoring. The results showed that score was 0,63 for the environmental aspect, 0,27 for the socio-economic aspect, 0,40 for the fisheries catch aspect, and 0,50 for the institutional and monioring aspect. The analysis of ecofishingport index showed that PPSNZJ obtained an index value of 1.77 (toward ecofishingport).
Co-Authors . Diniah Abdi Kurniawan Abdul Rouf Sam Adhiguna Wahyu Nugroho Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Susanto Agus Suherman Akhmad Solihin Al Hafidz Maulana Aldin Muhammad Alfin Yuwana Putra Amril Syahputra Rangkuti Annisa Ramadhanti Ari Purbayanto Arif Satria Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bastian Putrayadi Silalahi Berbudi Wibowo Budy Wiryawan Cahyandaru, Paulus Catur Winarto Daniel R. Monintja Darmawan Dede Soedharma Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Purnomo Desrial Diah Zakiah Didin Komarudin Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Yulianto Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Etika Ariyanti Hidayat Fadly, Nanda Fani Febri, Suri Purnama Febrianti, Santi Fedi A. Sondita Fedi Alfian Sondita Fikri Rizky Malik Firda Aulya Syamani Firdaus, Ray Octa Fis Purwangka Fis Purwangka Fuad Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Gondo Puspito Gun Gumelar Somantri Hamba Ainul Mubarok Harahap, Antoni Harnoli Rahman Harun Al Martohandoyo Harun Al Rasyid Martohandoyo Hasjim Djalal Hasjimdo Djalal Hasrianti, Hasrianti Hery Sutrawan Nurdin Hozairi Ia Arga Dhelia Iin Solihin Ilham Sudrajat Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irman Hermadi Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julius Anthon Nicolas Masrikat Karlisa Priandana Kirbandoko . Komarudin, Didin Kudang Boro Seminar Kurniawan, Abdi Kusnul Hidayat La Anadi Lukman M. Baga M. Fedi A. Sondita M. Imron Made Mahendra Jaya Mahrus Mahrus, Mahrus MAINNAH, MUTH Malik, Fikri Rizky Maria Putri Widhyasari Marjoni Marjoni Moch Ricky Dariansyah Moch Ricky Dariansyah Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muh. Arkam Azi Muh. Arkam Azis Muhamad Rizki Riantoro Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Najib Islam Muhammad Patria Laksono Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muth Mainnah Muth Mainnah Nabila Dinantiar Adelianoor Nabila Rahmawati Nasution, Syahrial Natalia, Jane Elizabeth Noegroho, Tegoeh Novita, Yopi Nugraha, Ridwan Maulana Nurbaiti, Lilis Nurul Faizatil Jannah Nusa Setiani Triastuti Azis Prabowo Prabowo Pratama, Agung Budi Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Prori Vitaliano Latief Purnomo, Deni Puti Lenggo Geni Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmat, Ayi Rahmawati, Nabila Retno Muninggar Riana Citra Dewi Ridwan Maulana Nugraha Rika Ike Rahayu Rina Oktaviani Rumbino, Viceriani Siampa Ryan Suryadi Putra Safuan Safuan Salsabila, Umiralaska Saputra, Rahmad Surya Hadi Shinta Yuniarta Singgih Prihadi Aji Siti Istiqomah Sondita, M. Fedi Alfiadi Sri Suryo Sukoraharjo Sugeng H. Wisudo Suhendra Suhendra Sukoraharjo, Sri Suryo Syafril Fauzi Syafril Mayu Dinata Syahrial Nasution Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Uju Uju Umiralaska Salsabila Vita Rumanti K. Vita Rumanti Kuniawati Vita Rumanti Kurniawati Wahab, Aulia Azhar Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Wienda Justitia Ardiyani Wilma Amiruddin Winarto, Catur Yandra Arkeman Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yoga Yuniadi Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Zarrochman Zulkarnain Zulkarnain .