Articles
Learning in Networks During the Covid-19 Pandemic
Chrisnaji Banindra Yudha;
Zulela Zulela;
Trisni Handayani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.869
In the period of Pandemic Novel Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) several online learning models are applied to the educational world. This study aims to determine 1) student responses easy to access integration of WAG learning media and Zoom Application 2) understanding of material in learning using a combination of WAG learning media and Zoom Application, 3) the effectiveness of the combination of WAG learning media and Zoom Application in online learning. The method used in this study is a descriptive qualitative research method through survey techniques. The research instrument used was in the form of questionnaires and online interviews given to 375 Elementary School Teacher Education Study Program students (PGSD). The results of the study showed that as many as 71,14% of students agreed in the ease of access to the combination of WAG learning media and Zoom Application, as many as 71,25% of students agreed in understanding the material in learning by using a combination of WAG learning media and Zoom Application, as many as 72% of students agreed on the integration WAG learning media and Zoom Application in effective online learning. It can be concluded that the combination of WAG and zoom applications in online learning was received by students, this was seen by students' responses through the instruments that were delivered and agreed.
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Zulela MS;
Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
EFFECT OF LEARNING MODEL AND LEARNING MOTIVATION AGAINST THE ABILITY TO WRITE NARRATIVES GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Rudi Ritonga;
Zulela MS;
Robinson Situmorang
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.221 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.173
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IV di wilayah Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model eksperimen dengan membandingkan tiga model pembelajaran, yaitu model pembelajaran scaffolding, model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran learning discovery dengan variabel atribut motivasi belajar siswa. Penelitian ini diberi perlakuan dalam empat kelas sebagai sampel penelitian, yaitu dua kelas eksperimen, dan dua lagi sebagai kelas pembanding. Perlakuan pembelajaran diberikan 6 kali dengan kisaran 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi dan terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. model pembelajaran yang harus digunakan dan memahami cara menyampaikan materi kepada siswa dan meningkatkan proses pembelajaran mata pelajaran sosial. Selain itu, dengan interaksi berbagai konsep tema yang telah dirumuskan, pengalaman belajar siswa menjadi lebih kaya dan mempengaruhi pola pikir untuk menyelesaikan masalah belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, jika guru mampu menerapkan konsep pembelajaran yang bermakna, mengasyikkan, mudah dipahami bagi siswa maka memiliki implikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sendiri
Model Mathematics Realistic Education (Rme) Pada Materi Pecahan Di Sekolah Dasar
Ika Firma Ningsih Dian Primasari;
Zulela Zulela;
Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1115
Matematika adalah mata pelajaran yang abstrak. Pecahan merupakan salah satu topik bahasan dari matematika yang hampir selalu menjadi masalah bagi siswa sekolah dasar (SD). Masalah tersebut muncul karena umumnya siswa tidak memahami konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian desain (design research) yang dirancang untuk memberikan suatu dugaan-dugaan pertimbangan yang baik terhadap proses pembelajaran operasi pecahan dalam kerangka analisis hypotetical learning trajectory (HLT) yang kemudian diujicobakan dalam pembelajaran pecahan dengan model Mathematics Realistik Education (RME). Metode penelitian design research dilakukan dalam tiga tahap, yaitu desain pendahuluan, percobaan, dan tahap ketiga analisis retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa kelas V di SD N 02 Cirendeu yang terdiri 4 orang siswa pada siklus satu dan 26 siswa pada siklus kedua. Hasil penelitian ini tergambar dari teori instruksional lokal (local instructional theory). Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa serangkaian kegiatan pembelajaran dengan Realistic Mathematic Education (RME) dengan media pizza dan origami dapat membawa siswa dari situasi abstrak menuju situasi yang lebih nyata (konkret). Siswa mampu mengerjakan bilangan pecahan dalam bentuk kontektual
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar
Muhamad Romadhon;
Zulela MS
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.711
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja. Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini ada 30 guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan uji F diperoleh Fhitung = 10,037 dengan nilai sig = 0,03 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 15,1% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Disarankan agar kepala sekolah sebaiknya lebih memperhatikan kompensasi yang berkenaan dengan besarnya honorarium atau gaji dengan upaya yang dilakukan, pemberian insentif atau bonus yang diberikan secara adil dan pemberian kompensasi yang tepat waktu. Kepala sekolah sebagai pelaksana supervisi sebaiknya tetap menjalankan kegiatan pengontrolan terhadap ketertiban pembuatan perencanaan pengajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku dan tidak mengurangi rutinitas kunjungan kelas yang dilaksanakan sewaktu-waktu ke kelas-kelas pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Faktor-Faktor Penyebab Peningkatan Nilai Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Jarak Jauh Ppda Masa Pandemi Covid-19
Nurul Aini Putri;
Zulela M.S;
Otib Satibi H
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1171
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan mendeskripsikan informasi mengenai faktor yang menyebabkan meningkatnya nilai siswa sekolah dasar pada pembelajaran jarak jauh pandemi covid-19. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara dan angket. Dalam penelitian ini responden sebanyak 22 orang, terdiri dari dua orang guru yaitu guru SDN Rawamangun 01 dan guru SDT Pelita Hati, sepuluh orang siswa kelas 2 SDN Rawamangun 01 dan sepuluh orang siswa kelas 6 SDT Pelita Hati. Hasil penelitian yaitu terdapat empat faktor yang menyebabkan meningkatnya nilai siswa pada masa pembelajaran jarak jauh pandemi covid-19 yaitu, kemandirian belajar siswa, peran orang tua, kemudahan teknologi, dan bimbingan belajar. Adapun faktor yang membedakan siswa kelas rendah dengan kelas tinggi yaitu, faktor yang menyebabkan peningkatan nilai pada siswa kelas rendah yaitu peran orang tua, kemudahan teknologi, dan bimbingan belajar. Sedangkan faktor yang menyebabkan peningkatan nilai siswa kelas tinggi yaitu kemandirian belajar siswa
Analisis Kebutuhan Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) Berbasis Multimedia
Nur Latifah;
Zulela MS;
Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1106
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat analisis kebutuhan untuk mengevaluasi perencanaan program yang sedang berlangsung dan bertujuan untuk memperbaiki program perencanaan selanjutnnya yang berkaitan dengan proses pembelajran yang meliputi perancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolahan dan penilaian. Multimedia merupakan pengabungan antara pengunaan komputer untuk menyampaikan materi pembelajaran, metode yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara dan angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pengajaran mengunakan pembelajaran jarak jauh dengan penyusunan bahan ajar yang sudah di sesuaikan oleh pemerintah, perumusan tujuan pembelajaran. dan pemenfaatan beberapa plafom adapun faktor yang di butuhkan dalam pembelajaran dalam jaringan berbasis multimedia yaitu: 1. Kemampuan untuk mendisain pembelajaran dalan jaringan, 2. Pelaksanaan pelatihan guru untuk dapat mengunakan multimedia, 3. Kemampuan mengunakan multimedia dalam pembelajarna dalam jaringan 4. Menjadikan multimedia sebagai sarana pembelajaran, 5. Sekolah mampu merencanakan,mengelolah dan mengevaluasi multimedia yang di gunakan
EFFECT OF LEARNING MODEL AND LEARNING MOTIVATION AGAINST THE ABILITY TO WRITE NARRATIVES GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Ritonga, Rudi;
MS, Zulela;
Situmorang, Robinson
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.173
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IV di wilayah Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model eksperimen dengan membandingkan tiga model pembelajaran, yaitu model pembelajaran scaffolding, model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran learning discovery dengan variabel atribut motivasi belajar siswa. Penelitian ini diberi perlakuan dalam empat kelas sebagai sampel penelitian, yaitu dua kelas eksperimen, dan dua lagi sebagai kelas pembanding. Perlakuan pembelajaran diberikan 6 kali dengan kisaran 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi dan terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. model pembelajaran yang harus digunakan dan memahami cara menyampaikan materi kepada siswa dan meningkatkan proses pembelajaran mata pelajaran sosial. Selain itu, dengan interaksi berbagai konsep tema yang telah dirumuskan, pengalaman belajar siswa menjadi lebih kaya dan mempengaruhi pola pikir untuk menyelesaikan masalah belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, jika guru mampu menerapkan konsep pembelajaran yang bermakna, mengasyikkan, mudah dipahami bagi siswa maka memiliki implikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sendiri
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar
Romadhon, Muhamad;
MS, Zulela
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.711
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja. Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini ada 30 guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan uji F diperoleh Fhitung = 10,037 dengan nilai sig = 0,03 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 15,1% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru di Guru di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Disarankan agar kepala sekolah sebaiknya lebih memperhatikan kompensasi yang berkenaan dengan besarnya honorarium atau gaji dengan upaya yang dilakukan, pemberian insentif atau bonus yang diberikan secara adil dan pemberian kompensasi yang tepat waktu. Kepala sekolah sebagai pelaksana supervisi sebaiknya tetap menjalankan kegiatan pengontrolan terhadap ketertiban pembuatan perencanaan pengajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku dan tidak mengurangi rutinitas kunjungan kelas yang dilaksanakan sewaktu-waktu ke kelas-kelas pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Analisis Kebutuhan Desain Pengembangan Model IPA Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhani, Sulistyani Puteri;
MS, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1047
Kemampuan berpikir pada tingkat yang paling tinggi merupakan kemampuan menciptakan sesuatu. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangkan desain pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan evaluasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebutuhan sumber belajar yang diperlukan 62,5% menjawab media pembelajaran digital. Sesuai kebutuhan siswa lebih suka pada proses pembelajaran IPA melalui video gambar dan suara sekitar 91,7%. Pemahaman konsep berpikir siswa dalam memahami IPA 52,4 % cukup memuaskan. Selain mengembangkan desain pembelajaran dengan implementasi model IPA berbasis project based learning dalam berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran project. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.