Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Bahasa Inggris melalui Kegiatan Sosialisasi bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Ahmad Fadillah; Herman Herman; Elina Lulu Bimawati Rumapea
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa Program Studi Manajemen Semester 6, Kelas Pagi A di STIE Sultan Agung Pematangsiantar melalui pembelajaran Bahasa Inggris. Masalah yang ditemukan adalah masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun paragraph Bahasa Inggris. Kesulitan tersebut meliputi penggunaan grammar, pemilihan kosakata, pengembangan ide, serta penyusunan struktur paragraf yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik presentasi materi dan diskusi sederhana mengenai penulisan paragraf dalam Bahasa Inggris. Peserta kegiatan berjumlah 22 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Pada tahap implementasi, mahasiswa diberikan penjelasan mengenai pengertian paragraf, struktur paragraf, topic sentence, supporting sentence, concluding sentence, serta teknik penyusunan paragraph yang baik dan benar. Selanjutnya pada tahap evaluasi, mahasiswa diberikan latihan menulis paragraf sederhana menggunakan Bahasa Inggris dengan topic yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kehidupan kampus sehingga mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu memahami dasar-dasar penulisan paragraf Bahasa Inggris dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa juga mampu menyusun paragraph sederhana sesuai dengan struktur penulisan yang telah dijelaskan. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris ini dapat membantu meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen.
Using Artificial Intelligence (AI) In Improving Students’ Writing Ability On Descriptive Text At Grade Eight Of SMP Negeri 1 Siantar Dwi Natalia Purba; Herman Herman; Tiarma Intan Marpaung
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2422

Abstract

This research aimed to investigate the effect of using Artificial Intelligence (AI), specifically Grammarly, in improving students’ writing ability on descriptive text at Grade VIII of SMP Negeri 1 Siantar in the academic year 2024/2025. Writing is one of the most challenging skills in English learning, particularly for junior high school students who often face difficulties in grammar, vocabulary, and idea organization. Therefore, the integration of AI-based learning tools is expected to support students in enhancing their writing performance. This study employed a quantitative research method with a quasi-experimental design. The population consisted of 256 Grade VIII students, and the sample was taken using purposive sampling technique. Two classes were selected, namely VIII-1 as the experimental class (32 students) taught using Grammarly, and VIII-2 as the control class (32 students) taught using conventional methods. The data were collected through pre-test and post-test writing assessments and analyzed using the Mann-Whitney U test. The findings revealed that there was a significant improvement in the experimental class after the treatment. The mean score increased from 57.97 in the pre-test to 81.25 in the post-test. Moreover, the result of the Mann-Whitney U test showed a significance value of 0.000, which is lower than 0.05, indicating a significant difference between the experimental and control classes. This proves that Grammarly as an AI-based tool has a significant effect on students’ writing ability in descriptive text. In conclusion, the use of Artificial Intelligence (AI), particularly Grammarly, is effective in improving students’ writing skills. It helps students enhance grammar accuracy, vocabulary usage, and writing confidence. Therefore, AI-based tools are recommended as an innovative learning media in teaching English writing.
Pengembangan Kepemimpinan Visioner Dalam Pelayanan Publik: Inisiatif Pengabdian Masyarakat Di Uptd Perlindungan Perempuan Dan Anak (Uptd Ppa) Gita Nainggolan; Herman Herman; Liharnita Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1666

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kemampuan pemimpin dalam merumuskan, mengomunikasikan, dan mewujudkan visi jangka panjang yang berorientasi pada perubahan berkelanjutan. Dalam konteks UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), kepemimpinan visioner menjadi krusial mengingat kompleksitas kasus kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak yang menuntut pelayanan responsif, empatik, dan kolaboratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas kepemimpinan visioner melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan staf UPTD PPA, penyintas, serta orang tua penyintas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif yang terdiri atas tiga fase, yaitu fase awal (persiapan), fase implementasi, dan fase evaluasi. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya visi jangka panjang, empati dalam pelayanan, serta kolaborasi lintas pihak. Kegiatan ini juga mengungkap tantangan berupa keterbatasan sumber daya, beban kerja emosional, dan stigma masyarakat, yang direspons melalui strategi penguatan kapasitas SDM, pendekatan trauma-informed, dan penguatan jejaring layanan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa kepemimpinan visioner berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan perlindungan perempuan dan anak. Kata Kunci: Kepemimpinan Visioner; UPTD PPA; Pengabdian Masyarakat; Pelayanan Publik; Perlindungan Perempuan dan Anak
Dampak Dan Peran Kepemimpinan Visioner Dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Di Tingkat Kecamatan Rosmita Purba; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1704

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Pada dasarnya anak yang mengalami kegagalan tumbuh kembang atau dalam konsisi Stunting akan sangat rentan terhadap penyakit, kecerdasan kurang normal, dan pada akhirnya akan menyebabkan daya produktivitas rendah sehingga efek jangka panjangnya Angka Kemiskinan akan tinggi. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun periode 2024-2029 telah melakukan perubahan RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2024-2029 dengan memasukan Indikator Persentase BalitaStunting menjadi Indikator sasaran yang secara otomatis menjadi tanggungjawab semua OPD terkait tidak hanya Dinas Kesehatan PPKB saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemimpin visioner dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan stranas 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting dari Bappenas yang meliputi Aksi ke 1: AnalisisSituasi, 2: Penyusunan Rencana Kegiatan, 3: Rembuk Stunting, 4: Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, 5: Pembinaan KaderPembangunan Manusia, 6: Sistem Manajemen Data, 7: Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, 8: Review Kinerja Tahunan denganteknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melaluli wawancara dan studi dokumentasi. Pencegahanstunting dilakukan melalui 8 aksi integrasi yang terpadu, mencangkup intervensi gizi spesifik dan sensitif. Melalui kegiatan ini makapemerintah Kabupaten Simalungun mampu untuk menyesar kelompok prioritas yang selanjutnya digunakan sebagai kunci pemberian intervensi dan perbaikan tumbuh kembang sehingga keberhasilan dalam rangka menekan angka stunting akan tercapai. Sehingga peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dalam setiap langkah aksi integrasi adanya komitmen pimpinan tertinggi di setiap level sehingga diharapkan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Peran Kepemimpinan Visioner Dalam Menyatukan Visi Perencanaan Wilayah Barat Ibu Kota Nusantara Michael Mahagaputra Pandia; Herman Herman; Adrian K Tarigan; Anju Bherna D Nainggolan
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1706

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah program prioritas nasional yang bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan ekonomi di Indonesia. Pembangunan tahap satu Kawasan Inti Pusat Pemerintahan sudah selesai dan dilanjutkan ke tahap kedua. Salah satu wilayah pendukung yang berperan strategis menjadi wilayah pendukung adalah Wilayah Perencanaan Barat. Pengembangan wilayah ini melibatkan berbagai sektor dengan kepentingan dan fungsi yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan kepemimpinan visioner untuk menyatukan visi pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner dalam penyatuan visi multisektor pada perencanaan pengembangan Wilayah Perencanaan Barat Ibu Kota Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui hasil penyelidikan lapangan, laporan penyelidikan oleh konsultan, dan kegiatan rapat koordinasi daerah yang melibatkan multisektor pusat, daerah, swasta, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner menjadi kunci untuk menyatukan visi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan implementasi kebijakan pengembangan kota. Dalam penerapannya kepemimpinan visioner memiliki hambatan tersendiri seperti ketidaksesuaian regulasi, perbedaan fungsi kerja tiap sektor, dan kesenjangan antar sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan visioner yang didukung oleh kolaborasi multisektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam penyatuan visi perencanaan kota yang layak huni dan berkelanjutan di Wilayah Perencanaan Barat Ibu Kota Nusantara.
Kepemimpinan Visioner Kaitannya Dengan Bantuan Sosial (Bansos): Inisiatif Pengabdian Masyarakat Di Kantor Camat Bandar Huluan Nana Soraya; Herman Herman; Anju Bherna D Nainggolan; Diana Florenta Butarbutar
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1750

Abstract

Hubungan antara kepemimpinan visioner dan Bantuan Sosial (Bansos) terletak pada bagaimana pemimpin melihat Bansos sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan jangka panjang, yaitu kemandirian ekonomi masyarakat, bukan sekadar bantuan jangka pendek. Selain itu, sesuai dengan Visi 2024-2025 (Pemerintahan Prabowo-Gibran): Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas program bansos seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), PKH, BPNT, dan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan fokus pada keberlanjutan dan penyaluran yang tepat sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Nagori Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan kabupaten Simalungun, dengan Nara sumber : Nana Soraya,SE ( Selaku Kasi Kessos ) . Dari kegiatan ini bisa diambil kesimpulan bahwa bansos yang dikelola dengan kepemimpinan visioner tidak menciptakan "mental bansos", melainkan menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi. Kepemimpinan visioner memastikan bansos menjadi bagian dari struktur perlindungan sosial yang kokoh dan berkelanjutan.
TOEFL Socialization as A Media to Improve Listening Skills Competence of Students at SMA Mars Pematangsiantar Yuni Enjelina Napitupulu; Sry Tama Butar Butar; Grace Hanna Rumapea; Herman Herman; Yanti Kristina Sinaga; Bernieke Anggita Ristia Damanik; Arwin Tannuary; Ridwin Purba
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i1.1788

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh kemampuan mendengarkan siswa yang masih relatif rendah di sekolah Mars terkait apa itu TOEFL dan kurangnya pemahaman tentang keterampilan mendengarkan, terutama dalam memahami audio bahasa Inggris dengan aksen asing, kecepatan tinggi, dan variasi pertanyaan yang kompleks baik secara formal maupun akademis seperti yang umum ditemukan di bagian mendengarkan TOEFL. Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya paparan terhadap pemahaman keterampilan bahasa Inggris, terutama keterampilan mendengarkan yang efektif. Sosialisasi ini melibatkan 70 siswa sebagai peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi, yang dilakukan oleh siswa yang bertindak sebagai fasilitator utama dalam pelatihan. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi selama kegiatan, wawancara siswa, dan pemberian penjelasan tentang format TOEFL serta pemberian kiat dan trik dalam menjawab pertanyaan TOEFL dan pemberian tugas audio sebagai pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi, siswa mulai tertarik pada TOEFL dan lebih memahami keterampilan mendengarkan. Siswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan motivasi saat mendengarkan audio bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mendengarkan di tingkat sekolah menengah atas dan melalui sosialisasi ini diharapkan siswa akan termotivasi untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan mendengarkan, agar siap menghadapi era globalisasi yang semakin canggih.
Pengembangan Kepemimpinan Visioner dalam Pelayanan Publik: Peningkatan Peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Masyarakat Dewi Sartika Situmorang; Herman Herman; Sudung Simatupang; Richard Berlien; Nelly Ervina; Riny Riny; Juli Antasari br Sinaga; Sabar Dumayanti Sihombing
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i1.1789

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penting dilakukannya sosialisasi perlindungan perempuan dan anak adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah kekerasan (seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, dan diskriminasi), mendorong masyarakat untuk berani melapor, memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta layanan pendampingan bagi korban dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. Selain hal di atas, sosialisasi juga membahas tentang pernikahan anak usia dini sesuai dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2019, perubahan Undang-undang No. 1 Tahun 1974. Adapun sosialisasi tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD. Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Simalungun dengan jumlah peserta 20 orang. Setelah Narasumber menyampaikan pemaparan dengan metode ceramah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak masyarakat kita menjadi korban kekerasan dan mengalami trauma serta depresi karena dianggap aib bagi keluarga maupun masyarakat. Perlu keberanian yang besar bagi korban untuk bisa bangkit dan membentuk diri yang lebih kuat. Oleh karenanya dukungan dari masyarakat sekitar sangat diharapkan untuk tidak mengucilkan mereka, karena mereka adalah korban. Untuk itu, marilah kita bersama-sama memberikan lingkungan yang aman dan tentram bagi setiap korban kekerasan terlebih lagi bagi anak-anak calon generasi bangsa. Pada tahun 2045, dalam merayakan 100 Tahun Kemerdekaan RI, Indonesia memiliki visi yakni Indonesia Emas, yang mana dapat dicapai apabila generasinya menjadi generasi emas yakni generasi muda yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama mendukung visi Bangsa Indonesia tersebut dengan menciptakan lingkungan yang aman dan tentram bagi tumbuh kembang anak-anak kita sehingga tercipta Generasi Emas ke depannya.
AN INVESTIGATION ON STUDENTS’ PERCEPTION TO THE USE OF CODE-SWITCHING IN ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE (EFL) CLASSROOMS Cristina Geovani Manik; Herman Herman; Bertaria Sohnata Hutauruk
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v5i3.177

Abstract

This study investigates students’ perceptions of code-switching in English as a Foreign Language (EFL) classroom, focusing on how internal and external factors influence their attitudes and language use. Employing a descriptive qualitative research design, data were collected through questionnaires distributed to 60 Grade XI students from SMA YP HKBP 1 Pematangsiantar. The questionnaire measured perceptions related to internal factors such as confidence, motivation, and learning processes, as well as external factors including family background, peer influence, and classroom environment. The results indicate that most students view code-switching positively, reporting increased confidence and motivation when integrating Indonesian within English communication. Additionally, code-switching was found to reduce anxiety and enhance their ability to express ideas effectively. Social influences, especially peer behavior and classroom size, significantly affected their use of code-switching. Conversely, family influence was less impactful. These findings highlight that code-switching serves as both a communicative strategy and a supportive pedagogical tool in EFL learning. The study recommends that educators embrace code-switching to foster a more inclusive and effective language learning environment, particularly in multilingual contexts where students face challenges in expressing themselves solely in English. This research contributes to the understanding of bilingual communication dynamics in EFL settings and provides insights for language teaching practices that accommodate students’ linguistic and cultural realities.
THE DIFFICULTIES OF SEVENTH GRADE STUDENTS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT AT SMP NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR Joel Jefanya Manasye Marbun; Herman Herman; Anita Sitanggang
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v5i3.178

Abstract

This study investigates the difficulties faced by seventh-grade students in writing descriptive texts at SMP Negeri 2 Pematangsiantar. Writing, as a productive language skill, requires mastery of various components including content development, organization, vocabulary, language use, and mechanics. However, many students still struggle to express ideas effectively in written English. Employing a descriptive qualitative research design, this study focused on analyzing students’ writing performance using Jacobs et al.’s (1981) analytical scoring rubric. Data were collected through a descriptive writing test given to 90 students from three different academic ability levels. Each writing sample was assessed based on five writing components. The findings revealed that the most frequent difficulties occurred in mechanics, with 511 total cases, followed by language use with 238 difficulties. Errors in vocabulary (53), organization (41), and content (1) were considerably fewer, indicating that while students generally understood the descriptive writing format, their ability to apply proper grammar and writing conventions remained limited. The results suggest that the students’ struggles were not primarily due to a lack of ideas, but rather insufficient control over the technical aspects of writing. This study highlights the importance of targeted instructional strategies in grammar and mechanics to support students’ writing development. Teachers are encouraged to incorporate explicit writing practice and feedback into the classroom to improve students’ overall proficiency in descriptive text writing.
Co-Authors Adrian K Tarigan Agnes Gau Densia Bulu Ahmad Fadillah Albert Welman Daulat Lumbangaol Alianus Zalukhu Ance J. Panggabean Andreas Manurung Angel Grace Karolina Sinaga Angel Nerin Patricia Panggabean Anita Sitanggang Anju Bherna D Nainggolan Arisdani Elman Situmorang Arni Wulandari Sinaga Artha Yuni Trimedia Situngkir Arwin Tannuary Arwin Tannuary Arwin Tannuary Asnawi Asnawi Basar Lolo Siahaan Bernieke Anggita Ristia Damanik Bertaria Sohnata Hutauruk Bobby Pramjit Singh Dhillon Calvyn Sepanya Siregar Cindya Septiany Simanjuntak Citra Hotmauli Viavanni Br. Simbolon Cristina Geovani Manik Daniel Andre Devany Sijabat Daniel Ganda Putra Sihombing Delima Simbolon Desi Peronika Purba Desy Asriliani Simalango Dewi Kristina Hutapea Dewi Sartika Situmorang Dhepany Putri Sianipar Diana Florenta Butarbutar Diyan Ryan Christyan Simbolon Doni Berkat Tabah Hulu Dumaris E Silalahi Dwi Natalia Purba Eka Ria Oktavia Ginting Munthe Elina Lulu Bimawati Rumapea Elina Lulu Rumapea Elina Rosa Sihotang Elita Meriandani Sinaga Elly Susanti Elma Cerinda Sianipar Elvina Saragih Endang Fatmawati Eric Sumanto Pintu Batu Erika Sianturi Ernest Grace Esra Delima Hutabarat Esrayani Damanik Ester Paulina Zendrato Fahrus Zaman Fadhly Fenni Malau Fhingki Vanny Napitupulu Firman Pangaribuan Fitri Meliani Fitrianti Manurung Fransius Jonathan Sitepu Gabriella Clarisa Silaban Gita Nainggolan Grace Hanna Rumapea Hanji Agustina Sitohang Harianto II Hasrida Br Ambarita Hutahaean, David Togi Ida Ayu Gede Yadnyawati Ima Betaria Silalahi Indah Rumondang Manik Injen Pardamean Buta-Butar Irene Adryani Nababan Isry Laila Syathroh Jenny Ria Sihombing Jerico Damanik Joel Jefanya Manasye Marbun Juli Antasari Br Sinaga Juliaster Marbun Jumadi Saudi Nainggolan Junita Batubara Kasih Lestari Zega Lasria Margaretha Simalango Laura Leontina Manalu Leonita Maria E Manihuruk Lerista Permatasari Siringoringo Lestari Bruna Tumanggor Liharnita Saragih Manalu, Andriono Marbun, Yanty Maria Rosmauli Marto Silalahi Melvin M. S Simanjuntak Melvin M. Simanjuntak Mely Christi Sihotang Mery Chris Isabella Saragih Michael Mahagaputra Pandia Miranda Kristin Lumban Tungkup Nabil Al-Awawdeh Nana Soraya Nanda Saputra Natalina Purba Nelly Ervina Nesti Surya Astuti Zebua Nguyen Van Thao Nopa Marbun Novia Aryani Nur Marliana Harum Harahap Nurainun Hasibuan Oktania Rajagukguk Oktaviani Sinaga PANJAITAN, MUKTAR B Peniel Marasi Hutahaean Prakash Puhka Priscilia Grace Dorlya Hulu PURBA, LYDIA Puspita Tamansari Saragih Putri Florensyah Budu Rachel Silalahi Raga Hansdewo Rahmat Kartolo Rahmawati Rahmawati Rasita Apriana Situmorang Renova Sulinda Hutasoit Ricardo Sinaga Richard Berlien Ridwin Purba Rika Budiani Br Manik Riny Riny Riska Sianturi Rivaldi Aditia Rodearni Sinurat Rohanna Sinambela Rose Lina Marpaung Rosma Simangunsong Rosmita Purba Rotua Elfrida Pangaribuan Roy Magelhaens Purba Ruth Cahayani Simanungkalit Ruth Mayasari Simanjuntak Sabar Dumayanti Sihombing Santa Veronika Situmorang Sara Sianipar Sarah Priscilla Silitonga Sepriyana Sagala Sherly Sherly Shinta Grace Adinda Sirait Sijabat, Desi Silvia Sherina Pangaribuan Simatupang, Sudung Sry Tama Butar Butar Sukardo Sitohang Sulan Hermajayo Sulistyani Sulistyani Susanti Sutarno Sutarno Sutikno Sutikno Theresi Theresi Tiarma Intan Marpaung Tiodor Sihotang TIODORA FERMISKA SILALAHI Tria Joys Siburian Tumpal Manahara Siahaan Tutiariani Nasution Tutiarny Naibaho Tya Marchelda Pakpahan Vera Elisabet Siahaan Vera Ningsi Situmeang Vercelly Hot Taruli Manik Vitalia Hanako Murni Simanjuntak Wan Anayati Windi Putriani Sijabat Yanti Kristina Sinaga Yenni Adelina Sinaga Yesica Destri Turnip Yovia Agustin Yuni Enjelina Napitupulu Yusri Handayani Sinaga