p-Index From 2021 - 2026
13.045
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Auladuna Edukasia Islamika Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Jurnal Basicedu EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN RELIGIA Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Forum Tarbiyah Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Paedagogy Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Jurnal Paradigma JURALIANSI (Jurnal Lingkup Anak Usia Dini) International Journal of Social Learning (IJSL) TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah) IBTIDA : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Asian Journal of Innovative Research in Social Science Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Jurnal Basicedu ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah Millah: Journal of Religious Studies Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Jurnal Kajian Pendidikan Islam Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Jurnal Penelitian Asghar: Journal of Children Studies Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Risalatuna: Journal of Pesantren Studies Jurnal Bimbingan Konseling Flobamora Cemara Education and Science AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT Manajia: Journal of Education and Management QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam Education Transformation: Jurnal Ilmiah Insan Pendidikan Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Jurnal Hukum Islam Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Education Sciences (Edusci) Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan Fahmina Jurnal Pendidikan Islam Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Journal of Educational Science and E-Learning Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran QOUBA : Jurnal Pendidikan Jurnal Ragam Pengabdian JURALIANSI (JURNAL LINGKUP ANAK USIA DINI) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Research Journal on Teacher Professional Development Journal of Social Humanities and Education: Scripta Humanika Social Journal of Studies in Education Sumbula : Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Advances In Education Journal JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial International Journal of Educational Narratives Educational Leadership: Jurnal Manajemen Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Sebagai Dasar Pembentukkan Manusia Paripurna (Insan Kamil) Isval Maulana; Abdul Khobir
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1492

Abstract

Axiology is a branch of philosophy that examines values ​​in human life, such as goodness, truth, beauty, and the benefits of knowledge. In the context of Islamic education, axiology plays a crucial role in determining the direction and goals of education, namely, to develop individuals who are balanced intellectually, morally, and spiritually, known as insan kamil (the perfect human being). Values ​​in axiology are divided into two primary sources: divine values ​​derived from God's revelation and His attributes, and human values ​​derived from human experience and civilization. These two types of values ​​serve as the foundation for developing a comprehensive Islamic education. The axiology of Islamic education emphasizes not only the attainment of knowledge but also the formation of character and morals in students. Teachers and educational institutions act as agents of values, instilling ethics, aesthetics, and socio-political awareness based on Islamic teachings. By integrating these values, Islamic education aims to produce a generation that is not only intellectually intelligent but also possesses noble morals and is capable of making a positive contribution to society and global civilization. Axiology, therefore, serves as a crucial foundation for realizing a meaningful and humanity-oriented education.
Peran Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Belajar Menjaga Alam sebagai Amanah Tuhan Vina Mafaza; Abdul Khobir; Farah Dilah Zahra; Mohammad Ja’far Firdaus
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1498

Abstract

The global ecological crisis has shifted from being merely a technical issue to a moral-spiritual crisis rooted in an anthropocentric view. This study analyzes the role of eco-theology in Islamic education as the foundation for shaping environmental awareness from a divine perspective. Using qualitative methods with an in-depth literature review approach, this study examines the integration of the values of tawhid, khalifah, and amanah in the framework of the Islamic education curriculum. The findings reveal that Islamic eco-theology offers a transformative paradigm through theological reconstruction that positions nature conservation as a manifestation of worship and religious responsibility. Its implementation through innovative learning strategies such as project-based learning in the “Green Qur'anic School” model and contextual approaches has proven effective in shaping the ecological character of students. The implications of this research encourage the development of a holistic Islamic education model that systematically integrates ecological values through an integrated curriculum, practical habits, and character assessment, thereby producing a generation of Muslims who consistently practice environmental sustainability as a manifestation of divine trust in their daily lives.
Demokratisasi Pendidikan Di Bawah Praktik Otoritarianisme: Analisis Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Praktik Kekuasaan Dalam Dunia Pendidikan Muhammad Zakki Musyafa; Abdul Khobir; Taufiqoh Khasanah; Zamrudin Ruwais
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.488

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis demokratisasi pendidikan di Indonesia yang masih dikuasai oleh praktik otoritarian, seperti sentralisasi kebijakan yang ketat, dominasi guru dalam proses pembelajaran, serta minimnya ruang dialog bagi peserta didik. Meskipun kebijakan Merdeka Belajar sudah diperkenalkan sebagai upaya reformasi, pelaksanaannya belum menyentuh dimensi filosofis dan kultural yang menjadi inti pembebasan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis filosofis-kritis, penelitian ini menelaah tiga nilai fundamental dalam filsafat pendidikan Islam, yaitu hurriyah al-fikr (kebebasan berpikir), syura (musyawarah), dan adl (keadilan). Ketiga nilai tersebut dijadikan landasan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih demokratis, partisipatif, dan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ini sangat relevan untuk mengkritisi relasi kuasa dalam dunia pendidikan sekaligus menawarkan model pembelajaran yang humanis, dialogis, dan transformatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dengan menggeser paradigma filsafat pendidikan Islam dari pendekatan normatif ke arah kritis-transformatif, sehingga dapat memperkuat implementasi Merdeka Belajar sebagai gerakan yang nyata dalam pembebasan dan pemberdayaan peserta didik.
Dialektika Tradisi dan Inovasi pada Arah Pembaruan Pendidikan di Indonesia dalam Kajian Filosofis Intan Permatasari; Muhamad Yusma Triyundana; Herfanda Agif Ghifarix; Putri Amalia Sholiha; Abdul Khobir
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.783

Abstract

Pendidikan Indonesia berada dalam dinamika dialektika antara tradisi dan inovasi yang terus berkembang. Di satu sisi, nilai-nilai pesantren, kearifan lokal, serta pemikiran tokoh pendidikan seperti Ki Hadjar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy’ari menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa. Di sisi lain, tuntutan modernitas, transformasi digital, implementasi Kurikulum Merdeka, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menghadirkan kebutuhan akan pembaharuan pendidikan yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika tradisi dan inovasi dalam arah pembaharuan pendidikan Indonesia melalui kajian filosofis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan dengan analisis dialektika dan interpretasi filosofis terhadap literatur pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi tidak bersifat statis maupun bertentangan dengan inovasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang menuntun pembaharuan pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka dipahami sebagai sintesis antara filosofi pendidikan nasional dan tuntutan inovasi modern, sementara pemanfaatan kecerdasan buatan menuntut penguatan landasan etika berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaharuan pendidikan Indonesia hanya dapat dicapai melalui integrasi seimbang antara kekuatan tradisi dan inovasi, sehingga pendidikan tetap relevan, humanis, dan berakar pada nilai budaya bangsa.
Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Nanang Ilham Fatih; Nur Khasanah; Mohammad Syaifuddin; Ma’mun Hanif; Abdul Khobir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berkualitas menuntut keterlibatan aktif guru dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai perencana, pengembang, dan evaluator kurikulum serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 50 guru dan 200 peserta didik di sekolah menengah di Pekalongan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes hasil belajar siswa, observasi, dan wawancara semi-struktural, lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum berkorelasi positif dan signifikan dengan kualitas pembelajaran (r = 0,52; p < 0,01). Guru yang aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan efektif, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Temuan juga menegaskan bahwa efektivitas keterlibatan guru dipengaruhi oleh kompetensi profesional serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan keterlibatan guru yang bermakna dan didukung oleh sistem pendidikan yang kondusif.
Pemikiran Pendidikan Ibnu Miskawaih dan Relevansinya dengan Paradigma Pendidikan Humanistik Modern Mujabah, Thibtum; Khobir, Abdul
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2025): Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.8.2.118-136

Abstract

AbstrakStudi ini mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Ibn Miskawaih dengan pendidikan humanistik modern dalam menanggapi krisis moral, dehumanisasi, dan reduksionisme kognitif yang menjadi ciri praktik pendidikan kontemporer. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh tinjauan pustaka dan analisis filosofis-komparatif, penelitian ini mengeksplorasi konsep inti pendidikan Ibn Miskawaih, prinsip-prinsip teori humanistik modern, serta perbedaan epistemologis dan ontologis antara kedua paradigma tersebut. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Ibn Miskawaih mengonseptualisasikan pendidikan sebagai proses pemurnian jiwa, pengembangan moral, dan pencapaian kebahagiaan hakiki melalui integrasi akal, etika, dan spiritualitas. Sementara itu, pendidikan humanistik modern menekankan otonomi peserta didik, aktualisasi diri, pengalaman pribadi, dan lingkungan belajar yang suportif. Analisis komparatif menunjukkan adanya konvergensi yang kuat dalam pengembangan manusia holistik, sentralitas pembelajaran eksperiensial, pembiasaan moral, dan peran guru sebagai fasilitator pertumbuhan pribadi. Namun, perbedaan signifikan terletak pada fondasi filosofis mereka: humanisme modern berlandaskan antroposentrisme sekuler, sementara Ibn Miskawaih mendasarkan pendidikan pada kesatuan akal dan wahyu ilahi. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Miskawaih memberikan relevansi yang bermakna untuk memperkaya pendidikan humanistik dengan dimensi etika, spiritual, dan integratif, serta menawarkan model pedagogi yang lebih komprehensif dan humanis serta transformatif. Kata Kunci: Ibn Miskawaih ; Pendidikan Humanistik; Etika AbstrakPenelitian ini mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Ibnu Miskawaih dengan paradigma pendidikan humanistik modern dalam konteks krisis moral, dehumanisasi, dan reduksionisme kognitif yang mewarnai pendidikan kontemporer. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan dan analisis filosofis-komparatif, penelitian ini menggambarkan konsep inti pendidikan menurut Ibnu Miskawaih, teori humanistik modern, serta titik temu dan perbedaan epistemologis di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Ibnu Miskawaih berorientasi pada penyucian jiwa, keseimbangan moral, dan pencapaian kebahagiaan tertinggi melalui integrasi akal, etika, dan spiritualitas. Sementara itu, pendidikan humanistik modern menekankan otonomi peserta didik, aktualisasi diri, pengalaman pribadi, dan lingkungan belajar yang mendukung. Analisis komparatif menggambarkan adanya konteks substantif pada aspek berorientasi holistik, pentingnya pengalaman, pembiasaan moral, dan peran guru sebagai fasilitator perkembangan manusia. Namun, perbedaan mendasar muncul pada landasan ontologis dan epistemologis: humanisme modern berpijak pada antropo-sentrisme sekuler, sementara Ibnu Miskawaih mendasarkan pendidikan pada integrasi akal dan wahyu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih memiliki relevansi signifikan bagi pengembangan pendidikan humanistik yang lebih etis, spiritual, dan komprehensif, sekaligus menawarkan model integratif yang dapat memperkaya cakupan moral pendidikan modern. Kata Kunci: Ibnu Miskawaih; Pendidikan Humanistik; Akhlak
FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN ONTOLOGI DAN METAFISIKA Arafah, Tiara Pelangi; Khobir, Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8287

Abstract

Islamic education plays a strategic role in character formation, but the dominance of the modern education system, which tends to be materialistic, often neglects the spiritual dimension of students. This study aims to reconstruct the philosophical foundation of Islamic education through an in-depth study of ontology and metaphysics, and analyze its implications for curriculum development and learning methodology in the contemporary era. By applying a library research method based on a qualitative-descriptive approach, this research critically examines authoritative literature from classical thinkers such as Al-Farabi, Ibn Sina, and Al-Ghazali to the views of contemporary scholars. The research findings reveal that ontologically, Islamic education views humans as multidimensional beings with rational and spiritual potential to achieve the status of insan kamil. Meanwhile, the metaphysical perspective emphasizes that the reality of education is not limited to empirical aspects, but is integrated with transcendental values ??where revelation and intuition become valid sources of knowledge alongside reason. It is concluded that the integration of ontology and metaphysics is an absolute foundation for building a holistic educational paradigm, which is able to balance intellectual intelligence with spiritual maturity in order to produce a generation that is adaptive but still based on divine values. ABSTRAK Pendidikan Islam memegang peran strategis dalam pembentukan karakter, namun dominasi sistem pendidikan modern yang cenderung materialistik sering kali mengabaikan dimensi spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi landasan filosofis pendidikan Islam melalui kajian mendalam mengenai ontologi dan metafisika, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum dan metodologi pembelajaran di era kontemporer. Dengan menerapkan metode studi kepustakaan (library research) berbasis pendekatan kualitatif-deskriptif, riset ini menelaah secara kritis literatur otoritatif dari pemikir klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali hingga pandangan sarjana kontemporer. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara ontologis, pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensi yang memiliki potensi rasional dan spiritual untuk mencapai derajat insan kamil. Sementara itu, perspektif metafisika menegaskan bahwa realitas pendidikan tidak terbatas pada aspek empiris, melainkan terintegrasi dengan nilai-nilai transendental di mana wahyu dan intuisi menjadi sumber pengetahuan yang valid bersanding dengan akal. Disimpulkan bahwa integrasi ontologi dan metafisika merupakan fondasi mutlak untuk membangun paradigma pendidikan yang holistik, yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual guna mencetak generasi yang adaptif namun tetap berlandaskan nilai ketuhanan.    
Peningkatan Kemampuan Kognitif dan Sosial Siswa melalui Metode Think-Pair-Share di SD Ima Rosila; Muhlisin Muhlisin; Abdul Khobir
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i1.5099

Abstract

Cooperative Learning has been proven effective in improving the quality of education, especially at the elementary school level. One popular cooperative learning model is the Think-Pair-Share (TPS) method. This method provides students with the opportunity to think independently, discuss with a partner, and share their thoughts with the larger group. This study aims to explore the optimization of the implementation of the TPS method in enhancing the cognitive and social abilities of elementary school students. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes how the implementation of TPS can affect students' understanding of the material as well as their social skills. The results indicate that the application of the TPS method not only improves students' cognitive abilities, such as mastery of subject matter and critical thinking skills, but also strengthens their social skills in interacting, communicating, and collaborating with classmates. This study recommends the integration of the TPS method into elementary school teaching practices to maximize students' potential in various aspects, both cognitive and social.
Manusia dan Moralitas di Tengah Kemajuan Zaman: Tinjauan Filosofis dalam Perspektif Etika Islam Kontemporer Farkhan Syahrul Mubarok; Khobir, Abdul; Azzuhri, Muhandis
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.9.1.53-70

Abstract

The development of modern technology has brought major changes in human life, not only in practical aspects such as communication and access to information, but also affecting the moral and spiritual dimensions of humans. Fast-paced modernity encourages a culture of instant gratification, efficiency, and dependence on digital systems, thus triggering ethical problems such as individualism, the spread of hoaxes, the collapse of privacy, and the weakening of empathy. From a philosophical perspective, this phenomenon is understood through Heidegger's concept of das Gestell, a technological way of thinking that reduces humans to objects, and Zygmunt Bauman's view of liquid modernity, a social era that is fluid and lacks moral certainty. In the context of Islamic ethics, technological advances demand a reaffirmation of moral and spiritual values ​​as the foundation of morality. This research employs a library research method with a descriptive-analytical and philosophical approach to examine the dynamics of human moral change and the relevance of contemporary Islamic ethics in responding to this crisis. Research sources include classical and modern literature, as well as normative texts from the Qur'an and Hadith. The study's findings indicate that moral decline in the digital age is related to technological, socio-cultural, and structural changes in human consciousness. Islamic ethics, through the concepts of insan kamil (the perfect human being), akhlak al-karimah (the noble character), and maqāṣid al-shari'ah (the principles of Islamic law), offers a value framework that balances technological progress with human well-being. This research confirms that revitalizing Islamic ethics can be a crucial solution for maintaining moral integrity, strengthening responsibility, and guiding technological development so that it remains aligned with humanitarian and spiritual values.
Relevansi Prinsip Filsafat Pendidikan Islam terhadap Demokratisasi Pendidikan di Indonesia Salma Kusuma Listiani; Abdul Khobir; Rosalina; Baihaqi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9854

Abstract

This study aims to analyze the relevance of the principles of Islamic Educational Philosophy to the process of democratization of education in Indonesia. The democratization of education is understood as an effort to create equal access and learning opportunities for all citizens, in line with the values ​​of justice, equality, deliberation, and respect for human dignity, which are fundamental principles in Islamic teachings. Using qualitative research methods with a library study, this study examines literature related to the concept of democratization of education, the values ​​of Islamic educational philosophy, and various problems in implementing democratization in Indonesia. The results show that the democratization of education in Indonesia still faces obstacles in the form of unequal access, an authoritarian learning culture, a mismatch between policy and implementation, the challenges of the digital era, and the degradation of moral and spiritual values. The principles of Islamic education such as monotheism, shura, justice, moderation, and the obligation to seek knowledge offer a philosophical and normative foundation to strengthen the democratization of education to be more inclusive, humanistic, and oriented towards character building. This study confirms that the integration of Islamic values ​​in the national education system can be a solution in realizing education that is fair, participatory, and relevant to current developments.
Co-Authors A. Rifqi Hanif, A. Rifqi Abdul Basith Abidin, M Yasin Achmad Affan Maula Azmi Achmad Tubagus Surur Adji, M. Arsalrifki Ahmad Isa Abdallah Ahsa Aini, Rofiqotul Aisy, Jihaan Rihhadatul Akbar Nor Rochmat Akmal, Maulidina Alfiyatun Nur Fadhilah Ali AKbar, Maulana Alisia Zahro’Atul Baroroh Amat Zuhri Amelia Putri, Rizka Amma Chorida Fadhila Amrullah, Arfan Ana Chonitsa Ana Chonitsa Anis Fadhilah Anisa, Sofiatun Arafah, Tiara Pelangi ARDIANSYAH, SYAHRUL Arkan Abdul Ghoni Aufa Nur Afifa Avriani, Dina Azam, Nisrina Luthfiya Baihaqi Balqis, Fadhila Emira Chatarina Umbul Wahyuni Chayatu Riski Chonitsa, Ana Chorida Adila, But Daningsih, Nur Deva Nela Reditha Dewi Kartika Sari Dhini Maulidatul Isnaini Dinal Haq, M. Da'i Dini, Rikza Diva Khasanadia Diyah Andini Kusumastuti Dliyaudin Achmad Durrotul Hikmah Yuliangsih Dwi Septi Rahayu El-Muhtadi Rizal, Zacky Al-Ghofir Eli Mufidah Elia Nur Rohmah Ely Mufidah Elysia, Fakikhatul Fachry Abda El Rahman Faizah, Haizatul Faizah, Usrotul Farah Dilah Zahra Farah Qotrun Nada Farhan M, Arif Farkhan Syahrul Mubarok Fatmawati Nur Hasanah Fidiyah Sari Filia Griselda Nabiha Fina Nikmatul Kamelia Firdaus, M Nur Gustiani Sadisatul Mu’akhiroh Hamdani, Miftah Harits Mafaza Hendri Hermawan Adinugraha Hendri Hermawan Adinugraha Hendri Hermawan Adinugraha Herfanda Agif Ghifarix Hilmi Bayhaqi Hakim Hisyam Hilmi, Muhamad Huda, Dafid Yanuaril Husna, Nadia Amalia Ifadah, Alik Iis Arifudin Ika Nur Iliza Ike Janu Arya Diningrum Ila Khayati Muflikhah Ilyas Erpay Ima Rosila Ima Rosila Imamudin Imamudin Inayah Priyatun Inayah Priyatun Indah Lestari, Nur Khofia Insani, Ayu Amalia Intan Permatasari Iqlil Khoerul Ma’mun Isna Mazroah Isriani Hardini Isval Maulana Izza, Nailatul I’anatul Ashriyah Joina, Ceren Desta Juwita Rini Kamilia, Nadya Karlalia Felisiana Khaerun Umam Khafid Islahul Ula Kharismatul Khasanah Khikmatun Khikmatun Khoeriyyah, Ahliyatul Khoiril, Muhammad Kunduri Kunduri Kurratul Aini, Kurratul Lail, M. Khabib Jamlalul Lilis Mulyawati Luthfiyah Luthfiyah M. Adham Adil Santoso M. Fadlullah M. Khafidz Alfaza M. Rafi M. Tegar Husain M.Sugeng Solehudin Mahfudloh, Elok Thohirotul Malik Al-majdi, Muhammad Martina Septi Manisa Masykuroh, Siti Maulidia, Rahma Alfina Ma’isyatul Ihtiyadh Ma’mun Hanif Mei Yuniati Miftahul Ula Moh. Abrori Moh. Mushlih Moh. Sugeng Solehuddin Mohammad Ja’far Firdaus Mohammad Nabil Musyafa' Ilham Pedrossa Mohammad Syaifuddin Moses Adeolu AGOI Mufidatuzzulfa, Nisa Muhamad A’Tho Fiizatillah Muhamad Jaeni Muhamad Yusma Triyundana Muhammad Awal Ludin Muhammad Habibul Arif Muhammad Maskur Musa Muhammad Maskur Musa Muhammad Maskur Musa Muhammad Maskur Musa Muhammad Ma’ruf Muhammad Zakki Musyafa Muhammad Zufar Sabiq Muhammmad Maskur Musa Muhandis Azzuhri Muhlisin Muhlisin Muhlisin Muhlisin Muhtar, Aprilia Kartika Mujabah, Thibtum Murodah, Naily Murtadlo, Muhammad Khasib Amin Musa, Muhammad Maskur Mustaqim Pabbajah Muzaki, Muhammad Nabilah, Bayyinatun Nadia Qurrota A'yun Nadya Kamilia Nadya Kamilia Nadzifah A’isyah Fauzi nafisah, lulu Nailal Mubarokah Nailatul Izza Najwa Nafi’ah Zahra Najwa Valerina Azzahra Nala Ni’matul Maula Nanang Hasan Susanto Nanang Ilham Fatih Nasution, Azhar Neza Dwi Nasyfa Nilna Zulfa Nisrin Humaida Annur Ni’matul Izzati, Arsya Ma’wa Nok Uzana Nok Uzana Nur Afina Laelatun Ni’mah Nur Daningsih NUR HASANAH Nur Khasanah Nur Khasanah Nur Rahmaliya Aula Haanie Nurul Athiyah NURUL FAHMI, MUHAMMAD Oktafiani, Dewi Ayu Oluwakemi Racheal Oshinowo Pratama, Ilham Alif Pristalinda, Delfina Eka Purwandoro, Muhammad Galih Putra Sasmitla, Muhamad Azmi Putri Amalia Sholiha Qodriah, Lailatul Qomar Arifin, Nurul Qotrunnadya, Fella Sufah Rachmah, Anisah Aulia Ramadhani, Nidhya Risthy Ramandani, Nabila Rani Rahmawati Refi Mariska Ria Ratna Ningtyas Rifa’i, Much Rachmat Rizki Ni’matul Khasanah Rofiqotuzzahro, Rofiqotuzzahro Rohmah Nur Mahmudah Roisna Kamila Ropiah Sitorus Rosalina Sabila Faiza Al Izzati Amin Safitri, Nida Fadhila Salma Kusuma Listiani Salwa Salwa Sofia Putri Saniyyah, Saila Rizkiyati Santika Lya Diah Pramesti Saputra, M Rinka Saputra, Wahyu Candra Septia Rosada Seviani Najiyah Shiva, Aeni Shofie Ahyadina Alahmada Silmi Afifah Siti Anisa Al Maulani Siti Salamah Siti Salamah Solehudin, Moch. Sugeng Sopiah * Sopiah Sopiah Sopiah Sopiah Sopiah, Sopiah Sopiah, Sopiah Sugeng Sholehuddin, Sugeng Supandi Supandi Syah, Wahyu Firman Syauqie Muahammad Marier Taufik Afandi Taufiqoh Khasanah Teguh Handoyo Teguh Handoyo Teguh Handoyo Thoyibah Tiara Pelangi Arafah Tri Astutik Haryati Tri Lestari, Nur Citra Trinindita Nayla Nabilla Umi Mahmudah Umi Mahmudah Ummu Sahila Syifa Azzuhroh Untung Arif Warasanto Via Lutfiatul Izza Vina Dhiyaul Aulia Vina Mafaza Wafda Sabilla Wahyu Taufiqur Rohman WANARTI RUSIMAMTO, PUPUT Wiranti Shofiroh Yundari, Yundari Zaidan Wahyu Saputra Zakiyah, Nur Zalfa Ramadani, Labibah Putri Zalfa Zayyana Zamrudin Ruwais Zamzami, Abid Khaidar Zhafirah Aldini, Shalfa Zidan Kurniawan, Muhammad Ziyadah El fadllilah