Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN UKM MENUJU WIRAUSAHA YANG PRODUKTIF DI KAWASAN PESISIR PANTAI CEMARA LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Masrun, Masrun; Yuniarti, Titi; Jufri, Akhmad; Firmansyah, M.; Kurniansah, Rizal
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v5i2.1583

Abstract

Sumber daya pesisir memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pesisir seperti Pantai Cemara, Lembar, Lombok Barat. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masih lemahnya kapasitas kewirausahaan masyarakat dan minimnya pengelolaan usaha berbasis hasil laut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM dalam mengelola, mengembangkan, dan memasarkan produk berbasis hasil laut secara profesional dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pendampingan teknis. Materi pelatihan mencakup kewirausahaan dasar, manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta, yang terlihat dari evaluasi kuantitatif sebelum dan sesudah pelatihan. Meskipun perubahan nilai kategori belum signifikan, namun antusiasme peserta yang tinggi dan keterlibatan aktif menunjukkan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir dan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Strategi Pengelolaan Ekowisata Berkelanjutan: Studi Kasus Kawasan Konservasi di Kalimantan Tengah Mau, Daniel Pandu; Mau, Yesarela Pandu; Kurniansah, Rizal; Ariawan, I Wayan Adi Putra; Artana, I Wayan Arta
ARBITRASE: Journal of Economics and Accounting Vol. 6 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/arbitrase.v6i1.2537

Abstract

This study aimed to formulate a sustainable ecotourism management strategy for the conservation area of Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling, Central Kalimantan. The area holds significant natural and cultural potential. Still, its management faces several challenges, including environmental degradation caused by illegal activities, weak inter-institutional coordination, low community participation, and suboptimal economic benefits for residents. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, field documentation, and literature review. Informants were selected purposively and included area managers, local government officials, community leaders, tourism business actors, and visitors. The findings revealed that the absence of interpretive facilities, low ecotourism literacy, and the underdevelopment of community-based tourism enterprises constituted the main obstacles to effective management. Based on these findings, the recommended management strategies include: utilizing geospatial technology for area mapping, providing digital training for local communities, diversifying tourism products, and integrating local culture into education and promotion programs. These strategies emphasize collaboration among area managers, communities, and local governments. The study’s findings are expected to strengthen community-based conservation governance and support the development of sustainable ecotourism in Central Kalimantan.
Unlocking the Potential of Ampenan Old City: A Comprehensive Study of Pentahelix Players' Role in Sustainable Tourism Development in Mataram Sedyo Husodo, Vania Fitri; Fathurrahim; Kurniansah, Rizal; Mahsun; Martayadi, Uwi
Advances in Tourism Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ats.v1i1.6

Abstract

This study examines the role of Pentahelix players in developing tourism in the Old City of Ampenan, Mataram City, Indonesia. Despite being designated as one of the Indonesian Heritage Cities Network's 43 cities, Ampenan's tourism potential has not been fully realized, and is even on the decline due to a lack of joint efforts by tourism stakeholders. The Pentahelix players are composed of the government, academia, industry, community, and tourists, and their roles in tourism development are investigated. The study proposes strategies for sustainable tourism development, and data is collected through non-participant observation, unstructured interviews, and documentation. The results highlight the potential of Ampenan Old City as a tourist destination and the contributions of various stakeholders to its development. The study concludes that the Ampenan Old City is a must-visit destination, featuring impressive cultural landmarks, natural beauty, and accessibility, and recommends further collaboration between stakeholders to improve its sustainable development
Pelatihan Dasar Manajemen Desa Wisata Hijau: Studi Kasus Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara Kurniansah, Rizal; Rizal Kurniansah; Adhitya Bagus Singandaru; Masrun
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 3 No 1 (2025): Abdiwangi Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.1-11

Abstract

Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi alam, sosial, dan budaya yang besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata hijau berbasis keberlanjutan. Namun, keterbatasan infrastruktur, pemahaman masyarakat, serta lemahnya kapasitas manajerial menjadi hambatan dalam pengelolaan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan perangkat desa, melalui pelatihan dasar manajemen desa wisata. Program dilaksanakan selama tiga bulan (Mei–Juli 2025) dengan tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi dan workshop edukasi, pelatihan manajemen desa wisata, serta pendampingan berkelanjutan. Metode partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai konsep desa wisata hijau berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, tersusun buku panduan pengelolaan desa wisata hijau sebagai luaran strategis dan teridentifikasi sepuluh kader lokal sebagai calon pengelola wisata. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya integrasi aspek lingkungan, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan wisata. Dengan demikian, program ini menjadi pijakan awal dalam mewujudkan Desa Tegal Maja sebagai destinasi wisata hijau yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan
Pelatihan Dasar Manajemen Desa Wisata Hijau: Studi Kasus Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara Kurniansah, Rizal; Rizal Kurniansah; Adhitya Bagus Singandaru; Masrun
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 3 No 1 (2025): Abdiwangi Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.1-11

Abstract

Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi alam, sosial, dan budaya yang besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata hijau berbasis keberlanjutan. Namun, keterbatasan infrastruktur, pemahaman masyarakat, serta lemahnya kapasitas manajerial menjadi hambatan dalam pengelolaan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan perangkat desa, melalui pelatihan dasar manajemen desa wisata. Program dilaksanakan selama tiga bulan (Mei–Juli 2025) dengan tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi dan workshop edukasi, pelatihan manajemen desa wisata, serta pendampingan berkelanjutan. Metode partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai konsep desa wisata hijau berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, tersusun buku panduan pengelolaan desa wisata hijau sebagai luaran strategis dan teridentifikasi sepuluh kader lokal sebagai calon pengelola wisata. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya integrasi aspek lingkungan, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan wisata. Dengan demikian, program ini menjadi pijakan awal dalam mewujudkan Desa Tegal Maja sebagai destinasi wisata hijau yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan
OPTIMASI EKONOMI LOKAL MELALUI PENGUATAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA Singandaru, Adhitya Bagus; Kurniansah, Rizal; Putra, Taufan Handika; Hak, Muhamad Bai'ul; Fadlli, Muhammad Dzul
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5858

Abstract

Desa Tegal Maja merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Desa yang tidak memiliki garis pantai karena berada di daerah perbukitan ini memiliki beberapa komoditi andalan seperti kopi, kelapa, kakao, dan panili, serta tumbuhan holtikultura seperti rambutan, durian, manggis, dan jenis buah-buahan lainnya yang oleh masyarakat setempat dijual kembali kepada masyarakat di luar Desa Tegal Maja. Layaknya desa-desa lain di Indonesia, Desa Tegal Maja juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, berdasarkan observasi dan wawancara awal dengan Pemerintah Desa Tegal Maja, hingga saat ini BUMDes Desa Tegal Maja masih belum optimal dalam melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar BUMDes Desa Tegal Maja dapat optimal dalam melaksansakan fungsinya. Pengabdian yang dilakukan bersifat holistik mencakup pemberdayaan dan pendampingan menyeluruh kepada subyek pengabdian, dalam hal ini adalah Pengelola BUMDes Desa Tegal Maja. Terdapat beberapa tahapan yang direncanakan dalam pengabdian ini, yaitu, Focus Group Discussion, Penyusunan Buku Panduan, Sosialisasi dan Penyerahan Buku Panduan, serta Tindak Lanjut dalam rangka implementasi hasil pengabdian pada kegiatan pengabdian tahun berikutnya. Hasil pengabdian tahap awal di tahun ini telah selesai sampai pada tahap penyerahan buku panduan kepada pengelola BUMDes Desa Tegal Maja. Pengelola akan mendiskusikan lebih lanjut terkait pengembangan potensi BUMDes yang direkomendasikan dengan Pemerintah Desa Tegal Maja. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kegiatan pengabdian pada tahun berikutnya berdasarkan rekomendasi yang disetujui oleh pihak Pengelola dan Pemerintah Desa.
POTENSI DESA WISATA BONJERUK SEBAGAI DESTINASI WELLNESS TOURISM Ulya, Baiq Nikmatul; Minanda, Hasnia; Budiatiningsih, Mahmudah; Kurniansah, Rizal
Warta Pariwisata Vol 22 No 1 (2024):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2024.22.1.04

Abstract

The general objective of this research was to analyze the potential of Bonjeruk Tourism Village as a wellness tourism destination based on tourism destination components and wellness tourism criteria. This study is a qualitative descriptive research. Data collection was done through literature review, observation and interviews. The results showed that Bonjeruk Tourism Village has tourism destination components in the form of attractions, amenities, accessibility, and ancillary services that are complete and in good condition. Bonjeruk Tourism Village also fulfills the criteria of wellness tourism, where tourists visiting Bonjeruk Tourism Village gain physical, mental, environmental and spiritual experiences. However, Bonjeruk's tourism potential is still in need of more focused development.
Peran Food Festival dalam Meningkatkan Citra Destinasi Kuliner Tradisional Surabaya Mau, Daniel Pandu; Mau, Yesarela Pandu; Wibowo, Otje Herman; Kurniansah, Rizal; Artana, I Wayan Arta; Ariawan, I Wayan Adi Putra
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i2.2250

Abstract

AbstractSurabaya, as a city with significant potential in the traditional culinary tourism sector, has not been fully optimized as a major culinary destination. This study aimed to explore the role of food festivals in enhancing Surabaya’s image as a traditional culinary destination. A qualitative research approach involved in-depth interviews with small and medium-sized enterprise (SME) actors, festival visitors, event organizers, observational analysis, and promotional material review. The findings indicated that food festivals, such as the Tjap Legende Festival and Surabaya Food Festival, have the potential to enhance the city’s image, introduce traditional cuisine, and promote local economic growth. Furthermore, these festivals serve as effective branding tools by leveraging local cultural elements and utilizing digitalization for promotion. Cross-sector collaboration, including SME empowerment and training, is crucial in creating a positive impact and ensuring sustainability. The study also emphasized the importance of financial and technological support for local artists, as well as the use of cultural narratives in promotion to attract tourists, particularly the younger generation and international visitors. Overall, food festivals in Surabaya have substantial potential to position the city as a competitive culinary destination at both national and global levels.Keywords: branding; tourist destination; food festival; traditional cuisine; SurabayaAbstrakSurabaya, sebagai kota yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata kuliner tradisional, belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai destinasi kuliner utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran food festival dalam memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi kuliner tradisional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan melibatkan wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM, pengunjung festival, dan penyelenggara acara, serta analisis observasi dan materi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food festival, seperti Festival Tjap Legende dan Surabaya Food Festival, berpotensi meningkatkan citra kota, mengenalkan kuliner tradisional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, festival ini juga berfungsi sebagai alat branding yang efektif dengan memanfaatkan elemen budaya lokal dan pemanfaatan digitalisasi dalam promosi. Kolaborasi lintas sektor, yang meliputi pemberdayaan UMKM dan pelatihan, memiliki peran penting dalam menciptakan dampak positif dan keberlanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dukungan finansial dan teknologi untuk seniman lokal serta penerapan narasi budaya dalam promosi guna menarik wisatawan, khususnya generasi muda dan wisatawan internasional. Secara keseluruhan, food festival di Surabaya memiliki potensi yang besar untuk membangun citra kota sebagai destinasi kuliner yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.Kata kunci: branding; destinasi wisata; food festival; kuliner tradisional; surabaya
DINAMIKA PENGELOLAAN SARHUNTA OLEH MASYARAKAT DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA LOMBOK TENGAH-INDONESIA Rizal Kurniansah; Masrun; Jumhur Hakim
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.749

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan masyarakat dalam mengelola sarhunta di KEK Mandalika sebelum dan sesudah sarhunta dikembangkan. Kedua, untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang diperoleh sebelum dan sesudah sarhunta dikembangkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, keterampilan masyarakat sebelum mendapatkan bantuan program sarhunta dari pemerintah, masyarakat tidak memiliki keterampilan sama sekali dalam mengelola tempat tinggal (sarhunta). Namun setelah mendapatkan bantuan, masyarakat memiliki keterampilan tersebut karena telah mendapatkan beberapa pelatihan dari stakeholder terkait. Meskipun begitu, keterampilan yang dimiliki masyarakat sebenarnya belum maksimal, karena mereka belum mampu mengelola sarhunta mereka sesuai dengan standar penginapan pada umumnya. Selain itu, masyarakat masih kesulitan dalam memasarkan sarhunta mereka karena minimnya pengetahuan tentang pemasaran, dan harus bersaing dengan berbagai tempat penginapan lain yang sudah berkembang dengan baik. Sehingga mereka cenderung hanya menunggu tamu yang datang ke tempat mereka masing-masing. Selanjutnya, dampak sosial dan ekonomi yang didapatkan oleh masyarakat sebelum dan sesudah sarhunta dibangun antara lain meningkatnya pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan pekerjaan bagi anggota keluarga, ekosistem ekonomi lokal di sekitar sarhunta terus berkembang, budaya lokal semakin dikenal oleh wisatawan, adanya pengembangan dan pelatihan keterampilan, meningkatnya integrasi sosial antara wisatawan dan masyarakat lokal.
PELATIHAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DALAM RANGKA PENINGKATAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DI DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA Singandaru, Adhitya Bagus; Kurniansah, Rizal; Diswandi; Anggara, Jaka; Fadliyanti, Luluk; Jr, Bun Bun
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.9074

Abstract

Desa Tegal Maja di Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya. Potensi utama meliputi trekking hutan, panorama sawah, seni tradisional, dan kerajinan lokal yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan, termasuk kurangnya perencanaan strategis, rendahnya kapasitas SDM dalam pengelolaan pariwisata, dan risiko kerusakan lingkungan akibat pengelolaan yang tidak terarah. Sebagai solusi, dilakukan program pengabdian berupa pelatihan penyusunan masterplan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Program ini melibatkan pemerintah desa, Pokdarwis, Bumdesa, dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi, menyusun rencana strategis, dan menetapkan roadmap pengembangan selama lima tahun tahun kedepan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tegal Maja berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis, masyarakat memperoleh peningkatan kapasitas dalam memahami konsep pariwisata berkelanjutan serta keterampilan praktis untuk menyusun dokumen perencanaan strategis. Data pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 18,9 poin, yang menjadi bukti kuantitatif bahwa pelatihan efektif mentransfer pengetahuan. Selain itu, luaran utama berupa dokumen masterplan pengembangan desa wisata berkelanjutan telah berhasil disusun secara partisipatif. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman resmi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengarahkan pengembangan pariwisata selama lima tahun ke depan. Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya menghasilkan produk berupa masterplan, tetapi juga memperkuat kelembagaan desa dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program pembangunan. Pendekatan partisipatif yang digunakan memastikan keberlanjutan pengelolaan pariwisata di Desa Tegal Maja sekaligus mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan, khususnya pada aspek peningkatan kesejahteraan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Co-Authors Adhitya Bagus Singandaru Agusman Agusman Akhmad Jufri Ander Sriwi, Ander Andi Suprianto Anggara, Jaka Anggi Prasetyo Ariawan, I Wayan Adi Putra Ariefa Hadi Putra Artana, I Wayan Arta Bagiastra, I Ketut Baiq Febri Izzati Isnaini Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Budiatiningsih, Mahmudah Dai, Srilian Laxmiwaty Dewa Putu Raka Pratama Distiya Ashari Diswandi Dova Novita Erri Supriyadi Fadliyanti, Luluk Fathurrahim, Fathurrahim Faturrahim Faturrahim Fienny Maria Langi Furkan, Lalu M. Hak, Muhamad Bai'ul Hasnia Minanda Hendri Yasti Hulfa, Ihyana I Gusti Ngurah Oka Widjaya I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan I Ketut Purwata I Made Murdana I Made Suyasa I Nengah Juni Sumardiana I Wayan Suteja Ida Nyoman Tri Dharma Putra Indrapati Indrapati Irum Mahnul Hadi Jr, Bun Bun Jumhur Hakim Junia Jaya Purnama Kertajadi Ladyes Dewi Rengganis Lalu Masyhudi Lalu Mohamad Iswadi Lalu Mohamad Iswadi Athar Lia Rosida M Gilang Nugraha M Jumail M. Firmansyah M. Firmansyah M. Firmansyah Mahdani Mahdani Mahmudah Mahmudah Mahsun Mahsun mahsun Maria Bian Martayadi, Uwi Masrun Masrun Masrun Masrun Masrun Masrun masrun Mau, Daniel Pandu Mau, Yesarela Pandu Maya Aulia Anggreni Mikhael Mangolo Milasari Milasari Minanda, Hasnia Muhammad Dzul Fadlli Muhammad Sultan Hali Muharis Ali Murianto Murianto Murianto Murianto Ni Luh Sueni Widyanti Ni Putu Ade Resmayani Niki Hannaji Nutralip Nutralip Otje Herman Wibowo Putra, Taufan Handika Rahman Rahman Rahman Rahman Rojabi, Siti Hamdiah Rozita Rozita Sakirin Sakirin Sedyo Husodo, Vania Fitri Siluh Putu Damayanti Siti Hamdiah Rojabi Siti Hamdiah Rojabi Sri Wahyunigsih Sri Wahyuningsih Susanty, Sri Syech Idrus Titi Yuniarti Titi Yuniarti, Titi Triony Septia Susana Sarahel Peni Triony Septia Susana SP Uwi Martayadi Wiwik Handayani Yeldy Dwi Genadi