p-Index From 2021 - 2026
6.157
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial INVOTEC Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Al Ishlah Jurnal Pendidikan QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Geografi Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Penelitian Pendidikan Geografi Journal of Education Technology JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Metahumaniora J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Edukasi IPS Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Parameter Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia ASANKA: Journal of Social Science And Education Jambura Geo Education Journal Jurnal Samudra Geografi International Journal of Social Learning (IJSL) STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran International Journal of Social Service and Research Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Al-Hijr: Journal of Adulearn World Jurnal Pendidikan Geosfer Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Midang QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Bogor Hospitality Journal Journal of Environment and Sustainability Education International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education (IJGSME) Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal MANUSKRIPTA Geosfera Indonesia Reskilling : Jurnal Ilmu Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Performance Assessment in Financial Literacy Materials within Social Studies Learning to Foster A Financially Literate Generation at SMP Yadika 2 Raifadilah, Qiden Binta; Ruhimat, Mamat; Logayah, Dina Siti
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1080

Abstract

This study aims to implement performance assessment through individual poster-making tasks in financial literacy materials within Social Studies (IPS) learning. A quantitative approach with a descriptive method was applied. The population consisted of seventh-grade students at SMP Yadika 2, while the sample was selected using a random sampling design, namely class VII B. Data were collected through observation, documentation, and assessment based on six indicators: conceptual understanding, accuracy of information, design creativity, readability, independence, and content relevance. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that 42 students obtained scores ranging from good to very good, particularly in creativity and conceptual understanding. However, several students still faced challenges in delivering information accurately and in-depth. Performance assessment was proven to enhance students’ engagement and their skills in conveying messages through visual media. This model can be applied as a meaningful project-based learning strategy to strengthen financial literacy in secondary school students.
Pemaknaan Gempa Bumi bagi Masyarakat Kabupaten Bandung: Studi Kasus pada Naskah Paririmbon dari Cililin Fitri, Siti Hawa Intan Diani; Sopian, Rahmat; Ruhimat, Mamat
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.87210

Abstract

Gempa bumi sebagai fenomena alam berbahaya telah menimbulkan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, sebagaimana tercermin dalam peristiwa September 2024 yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur luas dan korban jiwa. Fenomena ini bukan hal baru, masyarakat lokal memiliki persepsi historis yang tertuang dalam naskah kuno. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan gempa bumi bagi masyarakat Kabupaten Bandung berdasarkan analisis Naskah Paririmbon dari Cillin, sebuah manuskrip Sunda abad ke-20 yang ditemukan di Sindangsari, Kabupaten Bandung Barat. Naskah ini merupakan bagian dari tradisi primbon (catatan ramalan berbasis observasi leluhur) dan belum pernah dikaji sebelumnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis filologis untuk menjaga keaslian teks. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik naskah dan observasi fisik naskah, didukung data sekunder dari katalog manuskrip Sunda dan literatur terkait. Kerangka teori berpusat pada konsep naskah primbon sebagai sistem tanda yang memprediksi peristiwa sosial-alam, serta fungsi sedekah dan doa dalam mitigasi berbasis kepercayaan lokal. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat memaknai gempa melalui lensa waktu seperti siang atau malam dan bulan kalender Islam, menghubungkannya dengan peristiwa sosial-ekonomi seperti kelaparan, konflik, kemakmuran. Setiap gempa di bulan tertentu memiliki makna spesifik, diikuti ritual sedekah dan doa sebagai respons simbolis. Pemaknaan ini mencerminkan integrasi nilai religius, kemanusiaan, dan kearifan ekologis, sekaligus berfungsi sebagai mekanisme koping kultural terhadap ketidakpastian bencana. Temuan ini menegaskan peran naskah sebagai repositori pengetahuan lokal yang kompleks dan dinamis.
Analisis Butir Soal Multiple Choice Materi Posisi Strategis Indonesia dan Potensi SDA Kelas XI SMA Aulia Nailatu Az-zakia Rahmani; Rizka Rahmalia; Windy Ariyanti; Mamat Ruhimat; Dina Siti Logayah; Igna Juli Triana
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.1220

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut adanya transformasi paradigma pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, dan sintesis peserta didik. Tantangan ini menuntut pendidik merancang instrumen penilaian yang berkualitas dan sesuai dengan standar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal multiple choice pada materi posisi strategis Indonesia dan potensi sumber daya alam untuk siswa kelas XI SMA. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan sampel 38 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa 30 butir soal geografi berbasis HOTS yang diuji menggunakan analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 butir soal (90%) dinyatakan valid, reliabilitas instrumen tinggi (r = 0,913), tingkat kesukaran didominasi kategori sedang (70%), daya pembeda soal berada pada kategori sedang (66%), baik (30%), dan kuat (3%), serta 81,33% opsi jawaban efektif
Living laboratory of regional potential for social studies learning to enhance students' collaboration and communication Pristine Adi, Depict; Maryani, Enok; Ruhimat, Mamat; Komalasari, Kokom
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 12 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v12i2.89814

Abstract

21st-century education requires collaboration and communication skills as students' core competencies, but social studies learning at the junior high school level still tends to be textual and lacks local potential. This study uses a qualitative approach with a case study design at SMPN 1 Wuluhan, Jember Regency, involving social studies teachers and grade VIII students through participatory observation, semi-structured interviews, documentation, and questionnaires to 60 students, with data analysis of Miles, Huberman, and Saldaña models validated through triangulation methods and member checking. The results show that the potential of the Wuluhan area—such as Papuma Beach, Watangan Hill, Reog craft center, and Charcoal Factory—provides an authentic learning experience that strengthens the connection of social studies materials with local reality; 91.6% of students consider field activities to be more meaningful than classroom learning. Collaboration skills are improving well, particularly in respecting friends' opinions (85%). In comparison, communication skills improve in listening (83%), although the courage to ask questions is still low (72%). Interviews and observations confirm that field learning encourages active participation, confidence, and more natural social interaction. The main supporting factors for implementation are the diversity of local potential, student enthusiasm, and community support, while obstacles include weather, transportation costs, and time constraints. Overall, this study confirms that the living laboratory is efficacious in improving the collaboration and communication skills of junior high school students through participatory contextual learning, while strengthening cultural identity and learning motivation, with the note that successful implementation requires strategies to mitigate technical constraints and synergistic support between schools, communities, and local governments.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN GEORGRAFI BERBASIS LITERASI SAINS Parlina, Ade Apin; Ruhimat, Mamat; Waluya, Bagja
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2025): Volume 10 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i1.2125

Abstract

This research aims to develop geography teaching materials based on scientific literacy, suitable for independent use and easy to understand, particularly in the atmosphere. Developing these literacy-based modules takes into account the curriculum content implemented in Indonesia and the PISA framework for scientific literacy, which includes indicators such as explaining phenomena scientifically, designing and evaluating scientific investigations, and interpreting data. The study used the R&D method with a 3D model of the Define, Design, and Develop phases. The development process involved validation tests by experts and students. Validation tests with students were carried out in two stages: the first stage involved two small groups, comprising students with high academic abilities and students with prior experience as participants in the AKM (Minimum Competency Assessment) and AKMI (Islamic Education Competency Assessment) and AKMI (Islamic Education Competency Assessment). The second stage involved a larger group of 32 randomly selected students with low, medium, and high academic abilities. The results showed that the module achieved validation scores of 84% from subject matter experts, 85% from media experts, and 84% for readability from students. These results indicate that the teaching module is highly suitable for use. This research implies that the developed teaching module can be utilized in geography learning, particularly on the topic of the atmosphere, through a scientific approach integrated with scientific literacy.
Tradition of Nyadran: As A Material for the Development of the Teaching Material of Social Sciences Education in the Secondary School Wibowo, Guntur Arie; Karim, Aim Abdul; Hasan, Said Hamid; Ruhimat, Mamat
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3637

Abstract

This study aims to provide an overview of the existing Nyadran tradition literature as material for social studies development in junior high schools. In addition, it is also intended to create a conceptual model related to the use of the Nyadran tradition. This article is a conceptual article that covers the basics, basic competencies, and curriculum. This research is qualitative research with case study methods. The data collection technique is derived from interviews with the main data source of the Klumutan village community, while the other data is from the documentation of the profile of the Klumutan town and the photographs of the implementation of traditional Clumutan. Sampling techniques using purposive sampling. Data validity testing using source triangulation and methods Analysis techniques using interactive data analysis models: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawings. The results of this research consist of three conclusions. First, the Nyadran tradition can be used as a source of social studies development in junior high schools. This is because this tradition contains moral teachings and local wisdom relevant to the vision of social science, namely civics education. Moreover, the oral tradition, which is part of anthropology and history, has the same characteristics as social studies material, which combines social science disciplines. The two high social values of the Nyadran tradition can be used as a source of social science learning. These values mean moral, social, cultural, spiritual, and environmental. Third, the development of oral traditions as teaching materials can be carried out through three stages, namely: (a) the analysis stage (defining the oral traditions and their relevance to the curriculum); (b) the design and development stage (determining the form and structure of the learning materials needed); and (c) implementation stage.
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL GEOGRAFI Jati, Pramestyawati; Ruhimat, Mamat; Logayah, Dina Siti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v8i2.32500

Abstract

Pentingnya berpikir tingkat tinggi dalam proses pembelajaran mendorong guru untuk dapat membuat soal HOTS yang baik dan benar. Soal HOTS merupakan soal yang memenuhi standar kesukaran yang dapat menguji kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Selain mengukur tingkat kesukaran, butir soal yang baik adalah butir soal yang valid, reliabel, memiliki daya pembeda yang baik, kesukaran yang pas, dan pengecoh yang berfungsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal geografi yang diujikan kepada 13 responden. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA kelas 12, adapun yang menjadi sampelnya adalah 13 siswa SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan formulir online berisi 30 butir soal geografi. Jawaban siswa yang terkumpul kemudian dianalisis, diinterpretasi, kemudian disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dari 30 butir soal hanya ada 20% yang valid dengan nilai reliabilitas 0,765; (2) 6,7% soal memiliki tingkat kesukaran mudah, 76,7% sedang, dan 16,7% mudah; (3) daya pembeda butir soal 16,7% soal jelek, 26,7% lemah, 26,7% sedang, 30% baik, dan 0% kuat; (4) dari 30 butir soal yang memiliki total 140 pilihan jawaban, terdapat 18 butir soal yang terdiri dari 22 opsi jawaban yang ditolak karena sedikitnya siswa yang memilih opsi tersebut.
FERMENTASI DALAM NASKAH SUNDA: FERMENTASI DALAM NASKAH SUNDA Ruhimat, Mamat
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.242

Abstract

Pengetahuan orang Sunda dalam hal makanan atau kuliner telah tercatat dalam naskah-naskah Sunda Sunda dari periode naskah Sunda kuno, naskah Sunda klasik, dan naskah Sunda lama. Kemampuan orang Sunda mengelola bahan makanan didukung dengan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan baik secara alami tanpa proses pengolahan maupun telah mengenal proses pemasakan yang harus diolah atau dimasak terlebih dahulu. Selain dimasak dengan menggunakan energi panas, orang Sunda telah mengenal pengolahan makanan melalui proses fermentasi. Fermentasi merupakan salah satu cara mengolah makanan atau minuman melalui proses peragian. Dari naskah-naskah tersebut kita dapat mengetahui pengolahan makanan secara fermentasi dibagi menjadi dua cara, yaitu cara peragian alami tanpa bantuan ragi buatan, maupun dengan membubuhkan ragi buatan untuk proses pematangan. Bahan-bahan makanan yang diolah melalui proses fermentasi dalam naskah Sunda di antaranya: beras, tepung, ikan, daging, susu, dan nira. Produk-produk makanan dan minuman yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut di antaranya: tapai, apem, pekasam, ikan asin, terasi, dendeng, susu asam, mentega, dan tuak. Sebagian besar makanan dan minuman tersebut digunakan sebagai pelengkap upacara yang berhubungan dengan sistem religi.
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO: WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO Ruhimat, Mamat; Sopian, Rahmat
KABUYUTAN Vol 1 No 3 (2022): Kabuyutan, November 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i3.84

Abstract

Naskah-naskah Sunda Kuno yang sampai kepada kita di masa sekarang merupakan peninggalan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung aneka ragam gagasan dan kecerdasan orang Sunda masa lalu. Naskah-naskah tersebut sebagian sudah diteliti oleh para ahli dari berbagai bidang. Sebagian lagi masih belum tersentuh secara mendalam. Dari beberapa naskah yang sudah diteliti terdapat naskah-naskah yang berhubungan dengan dalang dan wayang. Wayang sebagai media penyebaran agama, seni, dan kreativitas orang Sunda pada masa lalu tercatat dalam naskah-naskah Sunda Kuno seperti Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Sanghyang Swawar Cinta, dan Pantun Ramayana. Dalang memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat Sunda masa lalu. Sanghyang Siksakandang Karesian memberikan nama kepada dalang dengan sebutan mémén. Seorang mémén tentu harus memiliki keahlian dalam menceritakan kisah-kisah yang sudah ada pada masa itu, terutama kisah-kisah dari parwa Mahabarata. Kemampuan bercerita ini harus dikuasai oleh dalang karena ia akan menjadi tempat bertanya bagi orang-orang yang ingin mengetahui segala hal yang berkaitan dengan kisah-kisah tersebut. Untuk menguasai kisah-kisah tersebut, tentu saja seorang dalang harus mempelajari teks-teks yang tertulis pada naskah-naskah Sunda Kuno. Naskah-naskah yang menjadi acuan para dalang tersebut sebagian masih dapat dibaca dan diteliti pada masa sekarang.
The Development Strategy Of Sustainable Tourism Village In Conservation Areas And Urban Sprawl (Case Study in Ciburial Village, North Bandung Area) Maryani, Enok None; Mamat Ruhimat; Dina Siti Logayah
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i1.56631

Abstract

Ciburial Village, Cimenyan District, Bandung Regency is located in the North Bandung area, In 1985 it was designated as a tourist village based on agriculture and culture. The purpose of this study to anlyzing the potential and challenges in developing tourism villages with an agricultural and cultural-based approach within conservation areas and regions affected by urban sprawl. The method used is using SWOT analysis. Geographical conditions and strategic position, on the one hand, are very beneficial internally and externally, but on the other hand they are a weakness and a threat. Cool mountain climate and clean air, natural beauty, fertile land, THR (Taman Hutan Raya) Ir. Djuanda, and cultural wealth has the potential to support a sustainable tourism village based on agriculture and culture. On the other hand, it poses a threat due to urban sprawl, very intensive changes in land use, agriculture and forests mutate into settlements, hotels, cafes and other buildings. The existence of the lembang fault, on the one hand, is a threat, on the other hand, it produces cliffs that provide wide and open views in all directions, and is a place for interesting photos for visitors. Internal conditions produce a value of 3.59 and external 3.25, are in quadrant 2 which is stable. The results of this study it is suggested environmental damage needs to be addressed by strictly and consistently implementing provincial regulations. Community-based sustainable tourism village development is an integral part of the tourism village development strategy in Ciburial.
Co-Authors - Sapriya Abdullah, Cep Ubad Acep Supriadi Aditya Pradana, Aditya Agus Mulyana Ahmad Hudaiby Galih Kusumah ahmad yani Aim Abdul Karim, Aim Abdul Aim Abdulkarim Amadia, Amina Lufi Andreas Sito Saputra Anisa Nurhidayati Aris Munandar Aris Munandar Arrasyid, Riko Asep Mulyadi Asnimawati, Asnimawati Aswaly Dinove Chandra Ati, Amniar Aulia Nailatu Az-zakia Rahmani Aulia, Nazwa Azis, Muhamad Abdul bagja waluya, bagja Barona, Cucut Satria Benu, Asti Yunita Dadang Sundawa, Dadang Darius Yonatan Nama Dede Rohmat Dede Rohmat Dede Sugandi Deni Sutisna Dina Siti Logayah Dina Siti Logayah Disman Disman Disman Eldi Mulyana, Eldi Elly Malihah Enok Maryani Erlina Wiyanarti Fidelitasari, Qurrota'ayun Fitri, Siti Hawa Intan Diani Furqan, M. Hafizul Garusu, Ema Hermawati Guntur Arie Wibowo, Guntur Arie Hera Meganova Lyra Hernawati, Ade Hernita Pasongli Hery Widijanto Hidayat, Devi Hijriati, Faizah Igna Juli Triana Indah Kustina Indi Nur Afifah Irsan, Laode Muhamad Ismaul Fitroh Iwan Setiawan Jati, Pramestyawati Juli, Igna Kokom Komalasari Kokom Komalasari koswara, mara bira Kristiyani, Firda La Ode Hadini Lili Somantri Marthinu, Eva Maryani, Enok None Moh. Dede Muhamad Rizky Setiawan Muhammad Ridwan Pauji, Muhammad Muhammad Rizki Parhan Mulyadi, Muhammad Arif Yudia Nana Supriatna Nana Supriatna Nawalinsi, Nawalinsi Nuansa Bayu Segara Nugraha, Much Luthfi Fauzan Nur Hasanah Nurul Fajri Saminan, Nurul Fajri Parlina, Ade Apin Prasetia, Muhamad Faiz Pratiwi, Tyas Pristine Adi, Depict putri, imelda triana Putri, Intan Ivana Rafi Mahesa Akbar Sisnawar Rahayuni Tyas Pratiwi Rahma Musyawarah, Rahma Rahmat Sopian Raifadilah, Qiden Binta Ramadhani, Amalia Renata, Windya Rizka Rahmalia Rizky, Irfan Yazid Nur Rudiana, Yosep Said Hamid Hasan Sapriya Saripudin, Didin Saudi, Fitriyani Septian, Yoga Ganteng Setianisa, Talita Rizki Siti Julpa Siti, Dina Sugito, Nanin Trianawati Suhendro Suhendro tisani, salwa dhia Triana, Igna Juli Wahyuni, Lies Widiati, Tia Winarti, Murdiyah Windy Ariyanti Wini Mustikarani, Wini Wulung, Shandra Rama Panji Yakub Malik, Yakub Yudha, Dwiky Dirga