p-Index From 2021 - 2026
7.455
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekologi Kesehatan Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Public Health of Indonesia Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Holistic Nursing and Health Science JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Global Jurnal Biomedika dan Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai JOURNAL LA MEDIHEALTICO Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Jurnal Abdi Mas Adzkia International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat International Archives of Medical Sciences and Public Health JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Journal of Health Sciences and Medical Development Gaster Media Gizi Ilmiah Indonesia Journal of Public Health and Pharmacy Karya Kesehatan Siwalima JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Periodicals of Occupational Safety and Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Kesehatan Marendeng Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat JK3UHO
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kandungan Escherichia coli dalam Air Bersih dan Air Minum Rumah Tangga di Wilayah Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai Diva Aulia Nathasya; Adinda Azima Riskiya Sibarani; Amalia Rahmi Nasution; Aprida Aulia Rizki; Indah Rizqika; Nuri Nabila Syahputri; Syafran Arrazy
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.16786

Abstract

Kualitas air bersih dan air minum sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses sanitasi yang terbatas. Air yang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menimbulkan berbagai penyakit, termasuk diare, kolera, dan infeksi saluran pencernaan. E. coli sering digunakan sebagai indikator biologis untuk menilai adanya kontaminasi feses dalam air, yang menunjukkan risiko kesehatan masyarakat akibat sanitasi yang tidak memadai Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tingkat kontaminasi E. coli dalam air bersih dan air minum di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 19 rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah, Kota Binjai, dan diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 53% dari sampel air bersih terkontaminasi E. coli, dengan tingkat kontaminasi tertinggi mencapai 12 CFU/100 ml. Sementara itu, 26% dari sampel air minum terkontaminasi, dengan tingkat kontaminasi tertinggi sebesar 3 CFU/100 ml. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kualitas sanitasi dan pengolahan air untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut, baik dari pihak instansi kesehatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat.
Pengaruh Konten Kesehatan yang Ada di Media Sosial Terhadap Perilaku Kesehatan Remaja di Era Digital Mutiara Salsabila; Sri Sundari; Israyani Israyani; Syafran Arrazy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5281

Abstract

Media sosial, sebagai salah satu produk utama dari era digital, kini menjadi sarana yang sangat populer untuk berbagi informasi, termasuk konten kesehatan, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 4,9 miliar, dengan remaja menjadi salah satu kelompok pengguna terbesar. Kondisi ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar dalam memengaruhi perilaku kesehatan remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh konten kesehatan di media sosial terhadap perilaku kesehatan remaja, baik dalam aspek positif maupun negatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif deskriptif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lapangan berdasarkan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial setiap hari, dengan jumlah 48 responden atau sekitar 87.72% dari total responden. Sementara itu, hanya 7 responden atau 12.28% yang menggunakan media sosial secara jarang. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna media sosial memiliki kebiasaan untuk mengakses media sosial secara rutin setiap harinya. Kesimpulannya perkembangan pesat teknologi informasi, khususnya media sosial, mempengaruhi perilaku kesehatan remaja secara signifikan. Mayoritas remaja yang terlibat dalam penelitian ini mengakses media sosial secara rutin, dengan sebagian besar menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Musculoskeletal Complaints Reviewed from an Ergonomic Aspect Hubban Fathani Manik; Nurhayati Nurhayati; Syafran Arrazy; Susilawati Susilawati
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.26357

Abstract

Musculoskeletal complaints are pain experienced in the joints, nerves, tissues, muscles, and the spinal column, often resulting from prolonged static postures, work postures, and repetitive movements. The objective of this study was to analyze ergonomic factors that influence musculoskeletal disorders (MSDs) among office workers. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of administrative workers, with a sample of 42 respondents. Data were collected through questionnaires to measure the duration of static postures and repetitive movements, the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) instrument to evaluate working postures, and the Nordic Body Map (NBM) to assess musculoskeletal complaints. The results indicated that the majority of respondents (66.7%) engaged in static postures for more than one hour per day. The variable of duration working in static postures showed a significant p-value of 0.014, indicating a statistically significant effect on the incidence of MSDs. The Odds Ratio (Exp(B)) was 10.205, suggesting that workers who maintain static postures for more than one hour are 10.2 times more likely to experience musculoskeletal complaints compared to those with static postures lasting one hour or less. The variable of working posture yielded a p-value of 0.008, demonstrating a significant influence of working posture on MSDs. The Odds Ratio (Exp(B)) was 12.135, indicating that workers with hazardous working postures have a 12.1 times higher risk of experiencing MSDs compared to those with non-hazardous postures. It is recommended that workers avoid prolonged static postures to maintain the health of the musculoskeletal system.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Perawatan dan Pemeliharaan Kereta Api Tahun 2025 Alya Alfianti Balqis; Delfi Yunita Lubis; Syafran Arrazy; Intan Andhani; Laila Sari; Nurna Billa; Raduwi Wahyuni; Windi Zahrani
Holistic Nursing and Health Science Vol 8, No 2 (2025): November (Issue in progress)
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.8.2.2025.%p

Abstract

AbstractWork productivity is an important indicator for assessing workers' ability to complete tasks effectively and efficiently. For railway maintenance workers, productivity is often influenced by the burden of physical activity such as painting, washing, and welding, as well as the adequacy of rest and hydration conditions. Based on a review of previous similar studies, a research gap was found in the form of a lack of studies specifically analyzing the relationship between physical activity, rest, and hydration with productivity in certain work units. This study aims to determine the relationship between physical activity, rest adequacy, and dehydration with work productivity in railway maintenance workers. The study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample determination in this study was carried out using a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach, based on the inclusion criteria that had been determined by the researcher, 25 railway maintenance and care workers were obtained. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 60% of respondents had poor physical activity, 68% had low rest adequacy, and 12% were dehydrated. No significant relationship was found between these three variables and work productivity (p > 0.05). Thus, physical activity, rest, and dehydration are not related to work productivity, which is likely influenced by other factors such as motivation, work environment, and workload.Keywords: physical activity, rest, dehydration, work productivity.AbstrakProduktivitas kerja merupakan indikator penting untuk menilai kemampuan pekerja dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien. Pada pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api, produktivitas sering dipengaruhi oleh beban aktivitas fisik seperti pengecatan, pencucian, dan pengelasan, serta kecukupan istirahat dan kondisi hidrasi. Berdasarkan penelusuran terhadap penelitian serupa terdahulu, ditemukan gap penelitian berupa minimnya kajian yang secara khusus menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, istirahat, dan hidrasi dengan produktivitas kerja pada unit kerja tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kecukupan istirahat, dan dehidrasi dengan produktivitas kerja pada pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan peneliti diperoleh sebanyak 25 pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api. Analisis data ini dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa 60% responden memiliki aktivitas fisik buruk, 68% memiliki kecukupan istirahat rendah, dan 12% mengalami dehidrasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan ketiga variabel tersebut dengan produktivitas kerja pekerja (p > 0,05). Maka, aktivitas fisik, istirahat, dan dehidrasi tidak berhubungan dengan produktivitas kerja, yang kemungkinan dipengaruhi faktor lain seperti motivasi, lingkungan kerja, dan beban pekerjaan.Kata kunci: aktivitas fisik, istirahat, dehidrasi, produktivitas kerja.
A MULTI-LEVEL QUALITATIVE STUDY OF SENSITIVE-INTERVENTION STUNTING PROGRAM: FROM REGULATION TO IMPLEMENTATION ACTION Tri Bayu Purnama; Syafran Arrazy; Nurhayati; Yulia Khairina Ashar; Grace Wangge
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 14 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v14i1.2026.25-34

Abstract

Background: Stunting-sensitive intervention programs remain a public health issue due to multi-sectoral factors. These factors might affect the delay in the stunting reduction program, while the program should be elaborated with non-nutrition programs. Aims: to evaluate a stunting-sensitive program, which mapped the challenges in implementing intervention from regulation to an action basis.  Methods: This study used a qualitative study to describe a sensitive nutrition program by collecting data with several methods, both aspect in regulation and the action aspects of the stunting-sensitive intervention program. This study interviewed participants at multiple levels, including the regulator (The District of Health), the implementer (the Public Health Centre), and the target community, in relation to regional regulatory innovations on stunting prevalence. Results: This study found that the community is familiar with activities related to specific package programs and has limited information regarding sensitive interventions. Lack of coordination and collaboration among participants was observed. Public health parameters had not changed after innovations in regional regulations were implemented. Conclusion: Enhancing cadres' capacity, regulation innovation to action, and a program manager are needed to accelerate the sensitive intervention program. Keywords: collaboration-coordination, multilevel, qualitative, sensitive-intervention, stunting.
The Relationship Between Physical Environmental Factors in the Home and the Incidence of Respiratory Infections in Children in Pasar Simundol Village Indah Rahayu Ritonga; Yulia Khairina Ashar; Syafran Arrazy; Rapotan Hasibuan; Jufri Naldo
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) October 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.8677

Abstract

Acute respiratory infections (ARI) in toddlers remain an urgent health issue in Indonesia because toddlers are susceptible to infection due to their immature immune systems. The physical environment of the home plays a major role as a risk factor, especially in homes with poor ventilation, minimal lighting, high humidity, and inadequate sanitation. The objective of this study is to determine the relationship between housing density, the presence of ventilation, the presence of windows, lighting, and temperature with the incidence of ISPA in infants in Pasar Simundol Village. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The sample size in this study is 55 infants, calculated using the Lameshow formula. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results of the study showed a relationship between the presence of windows (PR = 1.697; p = 0.019 < 0.05), the presence of ventilation (PR = 1.080; p = 0.030 < 0.05), lighting (PR = 1.753; 0.011 < 0.05), temperature (PR = 1.733; p = 0.012 < 0.05), and humidity (PR = 1.853; p = 0.026), while there was no association with housing density (PR = 1.175; p = 0.832 > 0.05). It is recommended that the community improve the physical conditions of their homes, such as adding ventilation, windows, and maintaining cleanliness and lighting to reduce the risk of respiratory infections in infants.
Hubungan antara Paparan Pestisida Organofosfat dengan Gejala Neurotoksik pada Petani Padi: Studi Cross-Sectional di Desa Tanjung Pasir, Indonesia Salsabila Syakira; Syafran Arrazy; Mesiono Mesiono; Romiza Arika
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2802

Abstract

Pestisida di sektor pertanian memiliki peran penting untuk mendorong peningkatan hasil produksi, tetapi paparan secara terus-menerus, terutama pestisida organofosfat, dapat meningkatkan risiko gangguan neurotoksik pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan pestisida organofosfat beracun dan gejala gangguan neurologis toksik pada petani di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Langkat, Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, variabel pajanan pestisida, dan kuesioner Q18 Jerman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,001; PR =11,47; IK 95% = 1,67-78,70), frekuensi penyemprotan (p = 0,001; PR = 2,63; IK 95% = 1,42-4,84), cara penyemprotan (p = 0,006; PR = 1,60; IK 95% = 1,15-2,24), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p = 0,001; PR = 6,83; IK 95% = 2,71-17,22) dengan gejala gangguan neurotoksik pada petani. Disimpulkan bahwa pajanan pestisida berhubungan signifikan dengan gangguan neurotoksik, sehingga diperlukan praktik penyemprotan yang aman, penggunaan APD sesuai standar, serta peningkatan edukasi untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan pada petani.
Formulasi Cookies Bit Merah: Analisis Proksimat, Kadar Zat Besi, dan Kontribusinya pada Pemenuhan Angka Kecukupan Gizi Remaja Romiza Arika; Yuliawati Anggraini Siregar; Syafran Arrazy; Meutia Nanda
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.165

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan zat gizi optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Zat besi menjadi komponen gizi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi biologis dan fisiologis. Pengembangan produk pangan dengan kandungan zat besi yang lebih baik menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kecukupan gizi. Bit merah merupakan pangan lokal yang mengandung zat besi sehingga berpotensi dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi cookies bit merah terhadap kandungan gizi, kadar zat besi, serta kontribusinya terhadap pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) zat besi remaja. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap menggunakan tiga formulasi cookies, yaitu F0 (tanpa penambahan tepung bit merah), F1 (penambahan tepung bit merah 25%), dan F2 (penambahan tepung bit merah 50%). Analisis yang dilakukan meliputi uji proksimat serta kadar zat besi menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bit merah memberikan pengaruh terhadap kandungan gizi dan kadar zat besi cookies. Formulasi F2 memiliki kadar zat besi tertinggi yaitu sebesar 0,461 µg/g dengan kontribusi zat besi tertinggi terhadap AKG remaja sebesar 1,73% pada usia 10–12 tahun dan 0,92% pada usia 13–18 tahun. Cookies bit merah berpotensi menjadi camilan alternatif yang menyumbang zat besi, meskipun kontribusinya terhadap AKG masih relatif kecil sehingga perlu dikombinasikan dengan sumber zat besi lain
Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Las di Kota Tebing Tinggi dalam Perspektif Ibnu Katsir Ananda Dwi Shafira; Salianto; Irwansyah; Tri Niswati Utami; Syafran Arrazy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2541

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pekerja bengkel las dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kerja yang tidak aman (unsafe action). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 46 pekerja bengkel las. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku tidak aman sebanyak 24 orang (52,2%) dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 28 orang (60,9%). Jenis kecelakaan yang paling banyak dialami adalah terbentur, tergores, terpotong, dan tertusuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi (p-value < 0,001; PR = 5,500), yang menunjukkan bahwa pekerja dengan perilaku tidak aman memiliki risiko/prevalensi mengalami kecelakaan kerja 5,5 kali lebih besar. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan diri merupakan bagian dari upaya menghindari perbuatan yang dapat membahayakan diri, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir. Disarankan kepada pemilik bengkel untuk meningkatkan penerapan SOP dan mewajibkan penggunaan APD secara lengkap, serta kepada pekerja agar lebih mematuhi prosedur keselamatan kerja guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Penduduk Indonesia Analisis Survei Kesehatan Indonesia 2023 Vina Noura; Wahyudi Wahyudi; Abdul Karim Batu Bara; Yulia Khairina Ashar; Syafran Arrazy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2559

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan distribusi kasus yang bervariasi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria pada penduduk Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik berbasis data sekunder. Sampel penelitian berjumlah 711.287 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian malaria sebesar 0,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000; OR=1,299), jenis kelamin (p=0,000; OR=1,117), pendidikan (p=0,022; OR=1,061), pekerjaan (p=0,000; OR=1,230), wilayah tempat tinggal (p=0,000; OR=1,977), dan penggunaan kelambu (p=0,000; OR=0,827) dengan kejadian malaria. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria adalah wilayah tempat tinggal, di mana penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan memiliki risiko 1,968 kali lebih besar mengalami malaria dibandingkan penduduk di wilayah perkotaan setelah dikontrol oleh variabel lain. Disimpulkan bahwa usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan penggunaan kelambu merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria, dengan wilayah tempat tinggal sebagai faktor yang paling dominan.
Co-Authors Abdul Karim Batu Bara ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Adinda Azima Riskiya Sibarani Adinda, Faiza Agung Aji Perdana Ahsan, Abdillah Ajib Atha Syah Putra Alelga, Elsa Alfareza, Alditia Alya Alfianti Balqis Alya Suwayya Amalia Rahmi Nasution Aminuddin Aminuddin Ananda Dwi Shafira Andi Susilowati Anindya, Nazla Anissa Rizkianti Anita Rahmiwati Anjaini, Nurul Annisya Dwi Putri BR Daulay Ansar Aprida Aulia Rizki Aprida Aulia Rizki Aprilinda M. Harahap Arini Fajriani Asrul Hamonangan Pasaribu Assyifa, Rumaisha Ayu Ardillah Ayu, Atika Azhari Akmal Tarigan Baihaqy Azro Hidayat Barus, Dila Diwani Br br Ginting, Nurkholisah Br.SK, Dea Ananda Bunga Christita Rosha Damanik, Kemala sari Dea Purnama Sari Sir Dea Deborah Siregar Delfi Yunita Lubis Desy Nuri Fajarningtiyas Diani Sari Panggabean Dias, Monica Amelia Diva Aulia Nathasya Diva Keysha Aura Silalahi Diva Nada Rizki Nuzlan Eliska Eliska Elvi Sunarsih Elvina Fadilah, Sylva Qamara Nur Fahrul Islam Fatimah Azzahra Fifi Afifah Hasibuan Fiqih Inayah Fithia Dyah Puspita Fitria Ulfah Fitriana, Ranti Grace Wangge Gurendro Putro Haeranah Ahmad Hasibuan, Seri Rahmadani Hasibuan, Talitha Azaria Hayati, Fitri Hazrin, Yosita Heny Lestary Hidayah, Widyatul Hidayat, Baihaqy Azro Hidayat, Rahmat Hotmatua Peralihan Hubban Fathani Manik Husnul Khathimah Ika Saptarini Ikes Dwi Astuti Indah Rahayu Ritonga Indah Rizqika Indri Yunita Putri Intan Andhani Iram Barida Maisya Irwansyah Ismail Israyani Israyani Joko Pambudi Jufri Naldo Kadar Ramadhan Kadillah Suherry Kencana Sari Khairunnisa Khairunnisa Laila Sari Lestari, Ninis Lily Rahmanda Lubis, Fatma Sri Ramadhan Masnaeni Ahmad Masyithah, Ruhul Melisa Melisa Mesiono Mesiono Meutia Nanda Meutia Nanda Milwiyandia Milwiyandia Mochamad Iqbal Nurmansyah Ms, Saidana Wahyudi Putra Muhammad Ancha Sitorus Muhammad Sahputra Muhammad Syukri Muhammad Syukri Albani Nasution Muizza, Mughni Muthia Faith Salsabilla Bainun Mutia Azuba Mutiara Salsabila Nahar, Syamsu Nasri Mohammed Nasution, Dinda Azria Nasution, Nur Chairani Rizki Nining Ade Ningsih Nofi Susanti Nona Adilla Syafitri Zein Noor Edi Widya Soekotjo Novianti Novianti Nurbaya Nurbaya Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuri Nabila Syahputri Nurillah Amaliah Nurna Billa Pardosi, Fadhila Azzahra Peralihan, Hotmatua Permata Amalia Mursyid Pohan, Arja Adi Jaya Purnama, Tri Bayu Putra Apriadi Siregar Putri Safira Putri, Adelia Putri, Hermalia Putri, Hikmathine Osella Radha Agri Br Ginting Radinal Mukhtar Harahap Raduwi Wahyuni Rahel Navilia Sihite Rahmadillah, Al Fiza Putri Ramadhani, Lutfiah Ramadini, Saumy Rambe, Desi Rapotan Hasibuan Raspiyahni Rika Rachmalina Rina Khairuna Nasution Rina Marina Riska, Zamharira Rizka Fadilla, Septiani Romiza Arika Romiza Arika Ruqayah Salsabila Parapat Sabila Pratiwi Salianto Salianto Salsabila Syakira Salsabila, Assyifa Azzahra Sintia, Ayunda Siregar, Putra Apriadi Siregar, Siti Romaito Siti Masitoh Sri Sundari St. Kadijah Hamid Sugiharti Sugiharti Sumiati Sumiati Suparmi Suparmi Suraya, Rani Susilawati Susilawati Syafa Rangkuti, Nur Ashilah Syafina Aisyah Syah, Dwiki Wardana Syahrani, Putri Syahrial Arif Hutagalung Syam, Abdi Mubarrak Talitha Shafiqah Batubara Tri Bayu Purnama Ulfa, Syahla Shatira Utami, Arvina Putri Utami, Tri Niswati Utami, Yulia Tri Utari, Anggita Vina Noura Wafida Tunnur Siregar WAHYUDI Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wasiyem, Wasiyem Wasiyem, Wasiyem Windi Zahrani Yulia Khairina Ashar Yuliawati Anggraini Siregar Yunita Warina Zata Ismah Zuhrina Aidha