Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Paritas dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur Elvira Safidni; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1402

Abstract

Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menurunkan angka kelahiran, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mewujudkan keluarga yang berkualitas. Keberhasilan program KB dipengaruhi oleh pemilihan metode kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasangan usia subur. Tingkat pendidikan dan paritas merupakan faktor yang diduga memengaruhi pengambilan keputusan wanita usia subur dalam memilih metode kontrasepsi. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan paritas dengan pemilihan metode kontrasepsi pada wanita usia subur. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 wanita usia subur yang menjadi akseptor KB dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan menengah (55,0%), multipara (60,8%), dan menggunakan kontrasepsi hormonal (66,7%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,003) serta antara paritas dengan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,001). Kesimpulan: Tingkat pendidikan dan paritas berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi pada wanita usia subur. Peningkatan edukasi dan konseling keluarga berencana diperlukan agar wanita usia subur dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan reproduksinya
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Dan Empathy Nuryanti Thahir; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1403

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pelayanan di fasilitas kesehatan. Pelayanan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh ketersediaan sarana prasarana, ketepatan pelayanan, kecepatan respons, jaminan keamanan, serta kepedulian terhadap pasien. Model SERVQUAL yang dikembangkan oleh Parasuraman mengukur mutu pelayanan melalui lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Evaluasi terhadap kelima dimensi tersebut penting untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien sekaligus menjadi dasar perbaikan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan: Menganalisis mutu pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 150 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden menilai dimensi Tangibles (70,0%), Reliability (72,7%), Responsiveness (68,0%), Assurance (74,0%), dan Empathy (71,3%) dalam kategori baik. Analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL memiliki hubungan yang signifikan dengan mutu pelayanan kesehatan (p<0,05). Kesimpulan: Dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berhubungan secara signifikan dengan mutu pelayanan kesehatan. Peningkatan kualitas sarana prasarana, kompetensi tenaga kesehatan, kecepatan pelayanan, jaminan keamanan, serta komunikasi yang berpusat pada pasien diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Edukasi Deteksi Dini Perkembangan Balita untuk Mencegah Keterlambatan Tumbuh Kembang Indah Purnama Sari; Rezqiqah Aulia Rahmat; Kasmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1110

Abstract

Abstract Early detection of toddler growth and development is a crucial step in identifying developmental abnormalities early so that intervention can be initiated as early as possible. However, many parents still do not understand the importance of routinely monitoring their toddler's development. This community service activity aims to improve parents' knowledge and skills in early detection of toddler development through educational activities and the distribution of brochures. Implementation methods included health education, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. Results showed an increase in parents' knowledge regarding toddler growth and development and their ability to perform early detection of developmental delays. This activity is expected to prevent delays in toddler development by increasing parental involvement. Keywords: Community Service, Early Detection, Toddler Development, Health Education Abstrak Deteksi dini tumbuh kembang balita merupakan upaya penting untuk mengidentifikasi secara awal adanya penyimpangan perkembangan sehingga dapat dilakukan intervensi sedini mungkin. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya pemantauan perkembangan balita secara rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan deteksi dini perkembangan balita melalui kegiatan edukasi dan pembagian brosur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai aspek tumbuh kembang balita dan kemampuan dalam melakukan deteksi dini perkembangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah keterlambatan tumbuh kembang balita melalui peningkatan peran aktif orang tua. Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Deteksi Dini, Perkembangan Balita, Edukasi Kesehatan
Program Home Care Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Dengan Penyakit Degeneratif Nur Syamsi Norma Lalla; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1118

Abstract

ABSTRACT The increasing elderly population has led to a rise in the prevalence of degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and osteoarthritis. These conditions often reduce the quality of life of the elderly due to physical limitations and the need for ongoing healthcare. Home care programs are a healthcare approach implemented in the patient's home to provide ongoing care and education. This Community Service (PKM) program aims to improve the quality of life of elderly people with degenerative diseases through a home care program. The program's implementation methods include identifying the elderly's health conditions, providing health education, monitoring their health, and assisting families in caring for them. The program was conducted with 30 elderly people with degenerative diseases over a two-month period. Results showed an increase in the elderly's and their families' understanding of degenerative disease management, as well as increased adherence to medication and a healthy lifestyle. The home care program has been proven to have a positive impact on improving the quality of life of the elderly and strengthening the family's role in caring for the elderly at home. Keywords: Home Care, Elderly, Degenerative Disease, Quality of Life, Community Service ABSTRAK Peningkatan jumlah populasi lansia menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan osteoarthritis. Kondisi ini sering berdampak pada menurunnya kualitas hidup lansia akibat keterbatasan fisik dan kebutuhan perawatan kesehatan yang berkelanjutan. Program home care merupakan salah satu pendekatan pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah pasien untuk memberikan perawatan dan edukasi secara berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan penyakit degeneratif melalui program home care. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi kesehatan lansia, edukasi kesehatan, pemantauan kondisi kesehatan, serta pendampingan keluarga dalam perawatan lansia. Kegiatan dilakukan kepada 30 lansia dengan penyakit degeneratif selama dua bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia dan keluarga mengenai pengelolaan penyakit degeneratif serta peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan pola hidup sehat. Program home care terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia serta memperkuat peran keluarga dalam perawatan lansia di rumah. Kata Kunci: Home Care, Lansia, Penyakit Degeneratif, Kualitas Hidup, Pengabdian Masyarakat
Workshop Peran Suami Dalam Mendukung Kesehatan Ibu Hamil Dan Persiapan Persalinan Hartaty; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1119

Abstract

ABSTRACT Husbands' involvement during pregnancy plays a crucial role in maintaining the health of the mother and fetus and preparing for a safe delivery. Husbands' lack of knowledge regarding pregnancy health often leads to low participation in supporting pregnant women during pregnancy. This Community Service activity aims to increase husbands' knowledge and role in supporting maternal health and preparing for childbirth through a workshop. The methods used included health education, interactive discussions, and childbirth preparation simulations for 30 participants, husbands of pregnant women. Evaluation was conducted through pre- and post-tests to measure improvements in participants' knowledge. The results showed an increase in participants' knowledge regarding the husband's role in supporting maternal health, pregnancy danger signs, and childbirth preparation. This workshop proved effective in increasing husbands' awareness and involvement in maintaining maternal health throughout pregnancy and childbirth. Keywords: husband's role, pregnancy, childbirth preparation, health education, community service ABSTRAK Keterlibatan suami dalam masa kehamilan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin serta mempersiapkan proses persalinan yang aman. Kurangnya pengetahuan suami mengenai kesehatan kehamilan sering menyebabkan rendahnya partisipasi suami dalam mendukung ibu hamil selama masa kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran suami dalam mendukung kesehatan ibu hamil serta persiapan persalinan melalui kegiatan workshop. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan simulasi persiapan persalinan kepada 30 peserta yang merupakan suami dari ibu hamil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai peran suami dalam mendukung kesehatan ibu hamil, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan. Workshop ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan suami dalam menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga persalinan. Kata Kunci: Peran Suami, Kehamilan, Persiapan Persalinan, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Edukasi dan Pendampingan Evidence-Based Practice untuk Mendukung Asuhan Keperawatan Berkualitas Noyumala; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1126

Abstract

Abstract Evidence-Based Practice (EBP) is an approach to nursing care that integrates the best scientific evidence, clinical expertise, and patient values ​​to improve the quality of nursing care. However, the implementation of EBP in the field still faces various obstacles, particularly nurses' limited knowledge and skills in accessing and applying scientific evidence. This community service activity aims to improve nurses' knowledge and skills in implementing Evidence-Based Practice through education and mentoring. Implementation methods include counseling, interactive discussions, EBP implementation mentoring, and the distribution of brochures as supporting media. The results of the activity indicate an increase in participants' knowledge, attitudes, and abilities in understanding and applying EBP principles in nursing care. This activity is expected to support the continuous improvement of the quality of nursing care. Keywords: Community Service, Evidence-Based Practice, Nursing, Quality of Care Abstrak Evidence-Based Practice (EBP) merupakan pendekatan dalam asuhan keperawatan yang mengintegrasikan bukti ilmiah terbaik, keahlian klinis, dan nilai pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Namun, penerapan EBP di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mengakses serta menerapkan bukti ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menerapkan Evidence-Based Practice melalui kegiatan edukasi dan pendampingan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pendampingan penerapan EBP, serta pembagian brosur sebagai media pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kemampuan peserta dalam memahami serta menerapkan prinsip EBP dalam asuhan keperawatan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas asuhan keperawatan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Evidence-Based Practice, Keperawatan, Mutu Asuhan
Peningkatan Kesadaran Orang Tua Terhadap Pentingnya Imunisasi Melalui Program Gerakan Masyarakat Cinta Imunisasi (GEMASI) Warda M; Endang Ernandini; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1130

Abstract

ABSTRACT Imunisasi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada anak. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memiliki pemahaman yang kurang mengenai pentingnya imunisasi sehingga dapat memengaruhi cakupan imunisasi pada anak. Rendahnya pengetahuan dan adanya informasi yang tidak tepat mengenai imunisasi seringkali menjadi penyebab keraguan orang tua dalam memberikan imunisasi kepada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya imunisasi melalui program Gerakan Masyarakat Cinta Imunisasi (GEMASI). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian brosur edukasi, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai manfaat imunisasi serta pentingnya melengkapi jadwal imunisasi anak. Program GEMASI terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak. Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Imunisasi, Promosi Kesehatan, Anak
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Wilayah Puskesmas Binaan Rini Herdiani; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1136

Abstract

Abstract The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a national program aimed at increasing public awareness of healthy lifestyle behaviors to prevent non-communicable diseases. However, some people still do not understand the importance of healthy lifestyle behaviors in their daily lives. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the implementation of GERMAS through health outreach activities. Implementation methods include health education, interactive discussions, distribution of educational media, and pre- and post-activity knowledge evaluations. The results of the activities indicate an increase in public knowledge and awareness regarding healthy lifestyle behaviors, such as physical activity, healthy food consumption, and regular health check-ups. GERMAS outreach has proven effective in increasing community participation in maintaining health. Keywords: GERMAS, Health Promotion, Healthy Living Behavior, Community Abstrak Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat guna mencegah penyakit tidak menular. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memahami pentingnya perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penerapan GERMAS melalui kegiatan sosialisasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian media edukasi, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat, seperti aktivitas fisik, konsumsi makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sosialisasi GERMAS terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: GERMAS, Promosi Kesehatan, Perilaku Hidup Sehat, Masyarakat
Edukasi Sanitasi Dan Pengelolaan Air Bersih Untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan Rizky Rahadian Wicaksono; Muhammad Hanif; Marwan Ahmad Manoko; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1137

Abstract

ABSTRACT Sanitation and the availability of clean water are crucial factors in maintaining environmental health and preventing various environmental-related diseases. Lack of public knowledge about the importance of sanitation and clean water management can increase the risk of diseases such as diarrhea, skin diseases, and gastrointestinal infections. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about the importance of sanitation and clean water management through environmental health education activities. Implementation methods included health education, interactive discussions, demonstrations of simple clean water treatment, and assessments of knowledge levels before and after the activity. The results of the activity indicate an increase in public knowledge about the importance of environmental sanitation and clean water management. Environmental health education has proven effective in raising public awareness to maintain environmental cleanliness and use clean water safely. Keywords: Environmental Sanitation, Clean Water, Health Promotion, Public Health ABSTRAK Sanitasi dan ketersediaan air bersih merupakan faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi dan pengelolaan air bersih dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti diare, penyakit kulit, serta infeksi saluran pencernaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi dan pengelolaan air bersih melalui kegiatan edukasi kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan air bersih sederhana, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan pengelolaan air bersih. Edukasi kesehatan lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air bersih secara aman. Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Air Bersih, Promosi Kesehatan, Kesehatan Masyarakat
Pendekatan Preventif Melalui Edukasi Dan Skrining Infeksi Menular Seksual Pada Populasi Berisiko Tinggi Iin Fadhilah; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1416

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan reproduksi dan kualitas hidup. Penularan IMS dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perilaku seksual berisiko, kurangnya pengetahuan, rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta stigma terhadap pemeriksaan dan pengobatan. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan komplikasi serius, meningkatkan risiko penularan kepada pasangan, serta memperbesar peluang terjadinya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining dini merupakan strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku kesehatan, serta mempercepat deteksi kasus di masyarakat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Infeksi Menular Seksual, meningkatkan kesadaran melakukan skrining secara sukarela, mengenali faktor risiko dan gejala awal, serta mendorong perilaku pencegahan melalui pendekatan edukatif dan konseling. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 di salah satu wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan 50 peserta dari populasi berisiko tinggi yang mengikuti kegiatan secara sukarela. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, konseling individual, pembagian media edukasi, skrining IMS sesuai prosedur pelayanan kesehatan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,6 sebelum edukasi menjadi 91,4 setelah intervensi. Sebanyak 94,0% peserta mampu menjelaskan cara penularan IMS, 92,0% mengenali tanda dan gejala awal, 90,0% memahami pentingnya skrining berkala, 88,0% bersedia melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan 96,0% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining IMS efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan masyarakat dalam melakukan deteksi dini Infeksi Menular Seksual. Pendekatan preventif berbasis edukasi dan skrining perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, puskesmas, dan masyarakat untuk menurunkan angka penularan serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi.
Co-Authors Abdul Rahim Abdullah Achmad Hilal Agung Nur Cahyanta Agustina Agustina Ainun Mardiah Akbar Akbar Akbar Andi Ernawati Manuntungi Andi Kamal M. Sallo Anisa Purnamasari Arnianti Ayu Bella Fauziah Baso Witman Adiaksa Baso Witman Adiaksa Cakrawati R Cakrawati R Cakrawati R Cici Pratiwi Cici Yusnayanti Darmi Arda DEVI KRISTINA HUTAGALUNG Dia Rejeki Utami Djunaedi Djunaedi Elvira Safidni Endang Ernandini Faharuddin Faharuddin Farida Fakhrunnisa Fitriah S. Jamin Halbina Famung Halmar Hartati Hartaty Hasnia Hasnia Hendri Parluhutan L. Tobing Henry A Ruagady Henry A. Ruagadi I Ketut Swastika Iin Fadhilah Jean Christy Ade Putri Jukarnain Jukarnain Kasmiati Lailiana Garna Nurhidayati M. Agus Jabir M. Khalid Fredy Saputra Maelia Unayah Mahoklory, Serly Sani Marlin Eppang Marwan Ahmad Manoko Masrikat Maya Diana Claartje Meillisa C. Mainassy Moh. Nisar Sy Abd Azis Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis Muhammad Hanif Muhammad Ilyas Musaidah Musaidah Natalia Debi Noyumala Nur Cahyani Ari Lestari Nur Fatimah Nur Syamsi Norma Lalla Nurril Cholifatul Izza Nursinah Nuryanti Thahir Pudyastuti, Rita Rena Puti Mandasari Rachmat Ramli Rahmat Pannyiwi Rahmat Pannyiwi Rahmat Pannyiwi Raissa Patrisia Ramadhan Putra Satria Rasyid, Djusmadi Rini Herdiani Risma Putri Utama Rizki Andita Noviar Rizky Aprilia Rosmini Rasmin Rumiris Simatupang Rusnita Sara Surya Sastrika Handayani Marpaung Siti Badria Asikin Sri Ariyanti Susanti Susanti Susi Rabuana Viyan Septiyana Achmad Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Warda M Warda M Warda M Warda M Warda M Wicaksono, Rizky Rahadian Wijayanti, Lumastari Ajeng Wulan Citra Sari Yanti Mustarin Yarnita Yarnita Zulhijriani Zulhijriani Zumrotul Ula Zuriani Rizki