Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan Melalui Pembuatan Ecobrick di Desa Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung Jeane Siswitasari Mulyana; Winati Nurhayu; Gres Maretta; Andy Darmawan; Nurul Adhha; Ahmad Fadhil; Dylla Alya Putri; Rohid Morantana Perhiba Simamora
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6413

Abstract

Sampah plastik dihasilkan sebagai sisa dari aktivitas harian manusia. Jenis sampah plastik yang paling banyak dihasilkan adalah kantong plastik dan plastik kemasan. Sampah plastik memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai sehingga selama itu pula sampah menumpuk dan mencemari ekosistem, baik darat maupun perairan. Desa Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung menghadapi permasalahan berupa jumlah sampah plastik yang terus meningkat dan belum ada upaya pengurangan serta pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan di lingkungan desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dalam pembuatan ecobrick yang dapat dimanfaatkan menjadi perabotan sederhana, ditukar menjadi uang ke bank sampah, dan elemen estetika yang menambah daya tarik untuk wisatawan. Pelatihan pembuatan ecobrick dilakukan dalam rangkaian aktivitas yang meliputi persiapan, penyampaian materi, pembuatan ecobrick, dan evaluasi. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sampah plastik, cara pengelolaannya, dan manfaat dari ecobrick. Selain itu, kemampuan dan motivasi masyarakat dalam membuat ecobrick juga meningkat setelah pelatihan selesai. Hal ini disebabkan karena teknik pembuatan ecobrick serta bahan-bahan yang diperlukan bersifat mudah dan murah.
Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Dari Madu Dan Propolis Stingless Bee Sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat Dian Anggria Sari; Gres Maretta; Jeane Siswitasari Mulyana; Nurul Adhha; Sadira Maharani Putri; Simon Martinus; Nurhadi Ramadhan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6460

Abstract

Penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dapat digapai dengan kerja sama pemerintah dan institusi pendidikan melalui pemberdayaan masyarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan atas keterampilan tertentu sebagai langkah inisiatif atas potensi yang ada pada masyarakat, yakni dari segi sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan pembuatan produk turunan dengan nilai ekonomi tinggi, dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia disekitar tempat tinggal, salah satunya madu dan propolis lebah tanpa sengat (stingless bee). Lebah tanpa sengat menghasilkan madu, polen lebah dan banyak propolis, dimana semua produk ini dapat diolah menjadi bahan baku produk turunan untuk kesehatan, kosmetik, perawatan tubuh, seperti sabun organik. Melalui pelatihan ini masyarakat akan mendapatkan pengetahuan dalam mengolah bahan baku dasar dari produk dan bagaimana cara mengolah bahan baku tersebut menjadi produk bernilai ekonomi dan estetika tinggi. Berdasarkan hasil pre test dan post test yang didapatkan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mencapai 70.59% terkait penguatan ekonomi masyarakat setelah dilaksanakannya sosialisasi dan pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan dan ketertarikan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembuatan produk turunan dari produk lebah tanpa sengat.
Biodiversity of Sea Urchin in the Area of Sari Ringgung Beach, Pesawaran Regency, Lampung Mulyana, Jeane Siswitasari; Melinia, Nur Astri; Maretta, Gres
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i1.3853

Abstract

Echinoderms have specific characteristic in the form of spines or protrusions on its body surface. The class of Echinoidea or commonly known as sea urchin is one of the extant members of Echinoderms with ecologically and economic pivotal roles. Habitat of sea urchin is a hard bottom with a mixture of coral reef ecosystems, seagrass beds, and sand and coral debris. In the area of Sari Ringgung Beach, coral reefs and seagrass ecosystems are quite extensive. The purpose of this study was to investigate sea urchin species and analyze its population, relative abundance, diversity index, and dominance index. This research used purposive sampling method based on substrate type criteria. The sea urchin found were identified using the Clark & Rowe (1971) identification book. Two species of sea urchin were found and identified as Diadema sp. and Brissus sp. Individual abundance values ranged from 0-0.027 ind/m2, relative abundance values ranged from 0-96.67%, sea urchin species diversity index was low, ranging from 0-0.5982, and was dominated by sea urchin types of Diadema sp. at station 2 of 0.9356
ETNOBOTANI DAN ETNOZOOLOGI DALAM MELESTARIKAN TRADISI DAN ADAT DI PULAU PAHAWANG, LAMPUNG Winati Nurhayu; Kurnia Wahyu; Novriadi; Gres Maretta; Yanti Ariyanti
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian etnobiologi khususnya etnobotani dan etnozoologi dapat menggali potensi pemanfaatan tumbuhan dan hewan oleh suatu etnis yang ada pada tradisi adat. Kearifan lokal merupakan modal untuk melestarikan ekosistem yang bertujuan untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan meneliti keunikan yang ada pada tradisi adat yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis variasi tumbuhan dan hewan yang digunakan pada tradisi adat di Pulau Pahawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2024. Sebanyak 100 responden diambil datanya menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuisioner. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu tumbuhan sambiloto (Andrographis paniculata) yang dimanfaatkan untuk mengobati hipertensi dan penambah nafsu makan serta tumbuhan lagon (Crotalaria pallida) yang dimanfaatkan untuk mengobati demam, panas dalam, dan penambah nafsu makan. Hewan yang paling banyak digunakan adalah kambing (Capra aegagrus) yang digunakan pada tradisi adat akikah dan pernikahan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Ngestirahayu dalam Upaya Kemandirian Pertanian Maretta, Gres; Istiadi, Khaerunissa Anbar; Wibawa, Fajri Arif; Budiono, Desi; Fatriani, Rizka; Hariyandi, Yopi; Astuti, Ayu Widia; Ferdinanda, Thierry; Aniesti, Frigia Rafilia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2355

Abstract

Desa Ngestirahayu merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Punggur dengan mayoritas masyarakat Desa Ngestirahayu berprofesi sebagai petani. Selama ini, petani mengalami permasalahan salah satunya adalah ketersediaan dan supply pupuk subsidi yang dibatasi. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pupuk yang murah dan dapat diproduksi secara mandiri. Selain itu, pupuk organik dapat memperbaiki kualitas tanah dan menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman secara lebih berkelanjutan. Pupuk organik dapat dibuat dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana dan murah.  Namun masyarakat desa umumnya masih belum familiar dan memahami mengenai teknik  pembuatan pupuk organik. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan pelatihan  pembuatan pupuk organik pada KWT di desa Ngestirahayu. Hasil akhir dari pelaksanaan kegiatan adalah terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 91,6% mengenai pupuk, bahan, proses pembuatan pupuk organik. Manfaat kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan mitra mengenai penggunaan pupuk organik, mengetahui bahan yang digunakan dan tatacara pembuatan pupuk organik. Masyarakat perlu dilakukan pembiasaan untuk mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya mulai dari skala rumah tangga, sehingga memudahkan untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Selain itu, perlu dilakukan produksi pupuk kompos dalam jumlah banyak untuk mencukupi kebutuhan pupuk desa, sebagai kegiatan lanjutan dari program ini. Compost Fertilizer Production Training in Ngestirahayu Village to Achieve Agricultural Independence Abstract The village of Ngestirahayu is one of the villages located in the Punggur District, where the majority of the residents work as farmers. Farmers have long faced issues, one of which is the limited availability and supply of subsidized fertilizers. Therefore, there is a need for an affordable and self-produced fertilizer alternative. In addition, organic fertilizers can improve soil quality and provide essential nutrients for plants in a more sustainable manner. Organic fertilizers can be made using simple and inexpensive tools and materials. However, the village community is generally not yet familiar with or knowledgeable about organic fertilizer production techniques. Based on this, it is necessary to conduct training on organic fertilizer production for the Women's Farming Group (KWT) in the village of Ngestirahayu. The final outcome of this activity was a 91.6% increase in community knowledge regarding fertilizers, materials, and the process of making organic fertilizers. The benefits of this activity include enhancing partners' knowledge of organic fertilizer use, understanding the materials used, and learning the process of making organic fertilizers. The community needs to develop a habit of sorting waste by type at the household level, making it easier to process waste into compost. Furthermore, large-scale compost production is needed to meet the village's fertilizer needs as a follow-up activity of this program.
Pemeliharaan Lebah Tanpa Sengat Sebagai Usaha Peningkatan Imunitas Tubuh Masyarakat Bumisari, Natar Sari, Dian Anggria; Mulyana, Jeane Siswitasari; Riana, Elisa Nurma; Suryanti, Erma; Nurhayu, Winati; Maretta, Gres; Antonius, Antonius; Zahra, Anisa Mumtaz; Nurcahya, Gebriel
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 4 No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v4i2.1121

Abstract

ABSTRAK Pandemi global mengharuskan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar berbagai penyakit terutama Covid-19. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan dari produk alami bebas bahan kimia berbahaya yang mengandung nutrisi seimbang. Salah satu produk alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah madu. Madu merupakan salah satu produk alami lebah yang dapat langsung dikonsumsi dan berkhasiat untuk kesehatan. Lebah yang umumnya dipelihara untuk menghasilkan madu adalah jenis lebah madu Apis sp. yang memiliki sengat. Hal ini yang menyebabkan madu hanya bisa diperoleh dari peternak lebah dan distributor madu. Namun, jenis lebah liar tanpa sengat dapat mempermudah masyarakat untuk memperoleh madu dan dapat dipelihara langsung dari rumah. Pengetahuan pemeliharaan lebah madu dapat membantu masyarakat untuk memastikan tersedianya asupan nutrisi yang dapat menjaga daya tahan tubuh keluarga. Pelaksanaan pelatihan pemeliharaan lebah tanpa sengat dilaksanakan dengan metoda ceramah di Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakasanakan pelatihan. Ketercapaian target diketahui dapat berdasarkan hasil analisis kuesioner yang dilakukan, dimana ditemukan peningkatan pemahaman masyarakat hingga 87.096%. Berdasarkan hasil akhir kegiatan, diharapkan masyarakat semakin baik mengelola lingkungan sekitar sehingga sumber tanaman penghasil nektar untuk madu lebah tanpa sengat tetap terus tersedia. Kata kunci: daya tahan tubuh, lebah tanpa sengat, madu, desa Bumisari ABSTRACT People need to focus more on strengthening their immune systems in order to avoid being easily exposed to numerous diseases, including COVID-19. There are many things that can be done to increase the body's immunity, one of which is by consuming foods derived from natural products that free of harmful chemicals and contain a balanced of nutrients. Honey is one of the natural bee products that can be consumed right away and is good for human health. Apis spp., is the common insect species of bees with sting, are typically kept to generate honey. Because of this, good quality honey is only available from professional beekeepers and honey suppliers. However, wild stingless bees can help people to obtain honey and can be kept at home. Knowledge of honey bee maintenance can help the community to ensure the availability of nutritional intake that can maintain the family's immune system. The implementation of stingless beekeeping training was carried out using the lecture method in Bumisari Village, Natar, South Lampung. The stages of implementing this activity include filling out pre-test and post-test questionnaires to determine community knowledge before and after the training. The achievement of the target can be known based on the results of the questionnaire analysis conducted, which found an increase in public understanding of up to 87.096%. Based on the final results of the activity, it is hoped that the community will better manage the surrounding environment so that sources of nectar-producing plants for stingless bee honey will continue to be available. Keywords: immune system, stingless bee, honey, Bumisari village
Aplikasi Budidaya Ikan Dalam Ember Dengan Akuaponik Di Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan Maretta, Gres; Darmawan, Andy; Sinaga, Ayu Oshin Yap; Sari, Dian Anggria; Chusniasih, Dewi; Wahyuni, Kurnia; Sari, Rara Mulia; Hidayat, Thaariq; Novrianti, Rima Arini; Azmi, Sarah
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 4 No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v4i2.1122

Abstract

As human population grows, the demand for food production will increase and consequently causing greater stress to resources such as land and water. Aquaponic is a technology integrating hydroponic and aquaculture to optimize nutrient cycling. The problem faced by the residents of Gedung Harapan Village is that the community still has not utilized the potential for optimal use of house yards for aquaculture and agriculture. We introduce aquaponics technology to realize independence in fulfilling family nutrition in the Gedung Harapan Village, South Lampung. This activity resulted in an increase in participants' understanding and experience of fish farming in buckets (budikdamber) with aquaponics. It was advisable to encourage more people to implemented budikdamber to fulfill family nutrition.
Penerapan Branding Produk Sebagai Strategi Digital Marketing di KWT Ngesti Rahayu Melalui Literasi Ekonomi Budiono, Desi; Wibawa, Fajri Arif; Maretta, Gres; Nisa, Fadinda Khoirun; Kumara, Latif
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3695

Abstract

The Ngesti Rahayu Women Farmers Group (KWT) is a group of women farmers located in Ngesti Rahayu village, Punggur sub-district, Central Lampung Regency. KWT Ngesti Rahayu has human resource protection and agricultural products such as herbal medicine products made from natural herbal ingredients/organic medicinal plants, cassava cracker products, rengginang products and there are also products made from cassava. The problem faced by partners lies in their competence/skills in introducing products to the general public. There is no assistance in branding products produced at KWT. So it is necessary to make efforts to improve the results of the KWT product. To increase economic literacy, the service team is trying to provide training on KWT Ngesti Rahayu product branding as a digital marketing strategy. The method used in this activity is to deliver the material interactively and practically. To measure material achievement, an evaluation is carried out at the end of the activity. The instruments used were multiple choice questions and a Likert scale. The results of the activity showed participants' awareness of branding challenges through an economic literacy review of participants' knowledge and skills.
Sosialisasi Potensi Etnobotani dan Etnozoologi Desa Pahawang Maretta, Gres; Nurhayu, Winati; Novriadi, Novriadi; Yanti Ariyanti, Yanti Ariyanti; Wahyuni, Kurnia; Riana, Elisa Nurma; Khairani, Iffa Afiqa; Darmawan, Andy; Leksikowati, Sovia Santi; Kesuma, Andri Jaya
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17818

Abstract

Etnobiologi adalah evaluasi ilmiah terhadap pengetahuan penduduk tentang biologi, meliputi pengetahuan tentang tumbuhan (etnobotani), hewan (etnozoologi) dan lingkungannya (etnoekologi). Kajian etnobiologi dapat menghubungkan biologi dan etnis yang ada pada suatu tradisi adat. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, mendorong masyarakat untuk peduli terhadap pelestarian sumber daya alam yang ada di Desa Pahawang. Hasil akhir dari pelaksanaan kegiatan adalah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi yang ada di desa Pahawang. Kami melakukan penilaian terhadap pengetahuan dan ketertarikan masyarakat mengenai pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi yang ada dan diterapkan di desa Pahawang. Pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi di desa Pahawang meningkat setelah pelatihan jika dibandingkan dengan sebelum pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian tujuan dari kegiatan dari hasil pengolahan data kuesioner. Rerata ketercapaian tujuan dapat dikatakan baik (75,6%) berdasarkan dari hasil pre-test dan post-test, dimana terdapat peningkatan pengetahuan dari ibu-ibu peserta kegiatan sebesar dari awal hingga akhir kegiatan. Kemampuan melakukan budidaya tanaman pangan, dan pengetahuan tentang pengobatan alami merupakan potensi besar untuk dikembangkan demi meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Pahawang ke depan.
Inventory Of The Order Orthoptera In Institut Teknologi Sumatera Maretta, Gres; Sari, Dian Anggria; Darmawan, Andy; Mulyana, Jeane Siswitasari
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v3i1.2142

Abstract

Orthoptera is always associated with plant vegetation, as these insects are herbivores and rely on plants as their primary food source. Institut Teknologi Sumatera is home to various types of vegetation and plant diversity, both naturally growing and managed for specific purposes. Based on this background, research is needed to inventory and document the species of grasshoppers found at Institut Teknologi Sumatera and understand their distribution and habitat. Data collection on the diversity of the Orthoptera order was carried out at Institut Teknologi Sumatera and identified in the Zoology Laboratory at Institut Teknologi Sumatera. Sampling was conducted using an insect net and the hand sorting method. Observations were conducted in the morning from 07:00 – 10:00 AM WIB and in the afternoon from 03:00 – 05:00 PM WIB. Based on the research conducted at the Institut Teknologi Sumatera, 12 genera were found at four observation station points. At station I, 161 individuals were found; at station II, 204 individuals were found; at station III, 136 individuals were found; and at station IV, 145 individuals were found. 12 genera of the order Orthoptera were found, belonging to four families. The most commonly found family was Acrididae, while the least commonly found families were Gryllidae and Pyrgomorphidae.
Co-Authors Agung Prastyo, Agung Agustin, Karista Sandra Ahmad Fadhil Al Qodri, Ali Hafiz Alimiah, Umi Syahadah Andri Jaya Kesuma Andy Darmawan Andy Darmawan ANDY DARMAWAN Andy Darmawan Aniesti, Frigia Rafilia Antonius Antonius Ashafila, Tsalsha Astuti, Ayu Widia Aulia, Hana Aulia, Hana Azizah, Najla Nur Azmi, Sarah Bambang Sri Anggoro Bobby Permana Putra Desi Budiono Desri Yohanna Christiani Nainggolan Dewi Chusniasih Dian Anggria Sari Dian Anggria Sari Dwiki Sigap Satrio Dylla Alya Putri Edriani, Tiara Shofi Edy Soewono Eko Kuswanto Enjelina, Rohani Fajri Arif Wibawa Fatriani, Rizka Ferdinanda, Thierry Hana Aulia Handayani, Sri Astuti Fiteri Hariyandi, Yopi Hidayat, Thaariq Hutauruk, David Iffa Afiqa Khairani Ika Fitriya Jeane Siswitasari Mulyana Jeane Siswitasari Mulyana Jeane Siswitasari Mulyana Khaerunissa Anbar Istiadi Khusnul, Ramadhan Kumara, Latif Kurnia Wahyu Kurnia Wahyuni Leksikowati, Sovia Santi Lilis Martines Manurung Lily Arseliana Lisana Husna Imaniar Luxiana, Eri Marhaeni, Agustina Marpaung, David Septian Sumanto Maruli, Berkat Afni Maulana, Muhammad Aqil Melinia, Nur Astri Mufidah, Zunanik Muhammad Zulhiyadi Nanda Mulyadi, Salsa Pratiwi Mulyana, Jeane Siswitasari Nella Indry Septiana Nisa Yulianti Suprahman Nisa, Fadinda Khoirun Novriadi Novriadi, Novriadi Novrianti, Rima Arini Nur Intan Septikayani Nurcahya, Gebriel Nurhadi Ramadhan Nurhaida Widiani Nurhaida Widiani Hasan Nurhayu, Winati Nurul Adhha Nurul Adhha Putri, Claudia Tiara Putri, Isnaini Anggraini Ramadhani Eka Putra Ramadhani, Desvita Putri Ramadhani, Untia Kartika Sari Restina, Syefia Azmi Riana, Elisa Nurma Rifky Fauzi Rizka, Nela Rizki Fajar Andrian Rizki Fajar Andrian, Rizki Fajar Rohid Morantana Perhiba Simamora Sadira Maharani Putri Saefudin Saefudin Saeli, Pinka Mustika Sari, Dian Anggria Sari, Dian Anggria Sari, Rara Mulia Satrio, Dwiki Sigap Septikayani, Nur Intan Simanullang, Gayatri Simon Martinus Sinaga, Ayu Oshin Yap Sofyan, Ichvan Sri Haryani Styaningrum, Amalia SUBKI Suryanti, Erma Syafitri, Dewi Rana Syarifah Setianingrum Syarifah Setianingrum Syarifah Setianingrum, Syarifah Tumangger, Juliana Esteria Umi Syahadah Alimiah Untia Kartika Sari Ramadhani Utami, Riani Utriweni Mukhaiyar Wandasari, Septi Putri Winati Nurhayu Yanti Ariyanti Yanti Ariyanti, Yanti Ariyanti Zahra, Anisa Mumtaz Zihad, Benny Pramana