This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUKUM Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal KALAM KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Wardah An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Jurnal Tamaddun Medina-Te : Jurnal Studi Islam Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam ALQALAM Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Aqlania Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan JURNAL EDUCAZIONE : Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan konseling TAJDID Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya MUAMALATUNA Nabla Dewantara : Jurnal Pendidikan Matematika Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Bashirah Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Journal of Innovative and Creativity Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Knowledge and Collaboration Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Ummah dan Masyarakat Madani dalam al-Qur’an Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 6 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v6i2.3222

Abstract

Saat ini dunia dan kususunya Indonesia sedang dilanda kerisis jati diri, banyak persoalan tentang masyarakat yang menimbulkan perpecahan, kerusuhan, dan bahkan terjadi makan korban anak manusia, konsekwensi ini sebagai realitas sosial yang dialami manusia. Padahal teks agama sudah termaktub bahwa umat manusia adalh satu, dan oleh karenanya agama merupakan alat pemersatu dari keragaman masyrakat plural, namun sisi lain agama pun menjadi alat konflik yang jitu ketika para pemeluk agama saling mengklaim bahwa agamanya yang paling benar. Pesan agama terhadap masyarakat merupakan pesan moral (amar ma’ruf nahi munkar) sehingga masyarakat tidak memiliki tindakan konflik. Dalam tulisan ini penulis berusaha mengkaji ulang tentang ummat dan masyarakat madani, serta di dalmnya membahas tentang persatuan, sejarah, dan bahasa bagi umat manusia.
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER: Sholahuddin Al-Ayubi; Afandi Kurniawan
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3131

Abstract

Kajian Arkoun terhadap al-Fatihah ini disebabkan oleh; pertama, dalam penyusunan mushaf Utmani surat al-Fatihahdiletakkan pada awal mushaf. Kedua, pembacaan secara liturgis, pengulangan terhadap teks suci al-Fatihah ini, berarti mewujudkan kembali ketika peresmian ketika Rasullullah mengucapkan untuk pertama kalinya. Adapun Metodologi yang digunakan Arkoun dalam menafsirkan surat al-Fatihah yaitu; (1) linguistik-Semiotika. (2) Historis-antropologis. Sedangkan inti dari penafsiran Arkoun terhadap surat al-Fatihah adalah; Al-Hamdu Li al-lâhi Rabb Al-‘Alamīn; mengacu pada ilmu-ilmu dasar ontologis dan metodologis dari pengetahuan (‘ilm alushŭl) Maliki Yaumi Al-Dīn; eskatalogi. Iyyâka Na’budu Wa Iyyâka Nasta’īn; peribadatan. Ihdi Nâ Al-sirât Al-Mustaqīm; etika. Al-Ladzīna An’amta ‘Alaihim; ilmu kenabian. Ghairi Al-Maghdŭbi ‘Alaihim Wala Al-dâllīn; sejarah spiritual kemanusiaan, tema-tema simbolis orang-orang yang buruk [“kejahatan”] yang diuraikan dalam kisah-kisah orang terdahulu.
KEHUJAHAN HADIS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH Sholahuddin Al-Ayubi; Khozin Khozin
Al-Fath Vol 8 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v8i1.3057

Abstract

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa dalam kitab Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil 'Aqaidu wal Ahkami karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, mewajibkan berhujjah dalam perkara aqidah dengan menggunakan hadits ahad. Sehingga hal tersebut merupakan suatu perkara yang wajib dan harus diamalkan. Bahkan al-Qur’an dan Hadits pun telah memberi kedudukan yang sangat begitu penting terhadap sunnah yang dibawa oleh rasul. Sehingga para ulamapun sepakat mengenai wajibnya mengambil hadits ahad sebagai hujjah dalam aqidah. Sehingga apabila orang yang benar-benar tidak ingin menerima hadits ahad sebagai hujjah dalam aqidah, ini sudah menyalahi apa yang Allah tetapkan melalui rasul-Nya dan bisa melumpuhkan kedudukan sunnah sebagai sumber hukum yang kedua setelah al-Qur’an.
Bentuk Penyampain Pesan Dakwah dalam Media Massa di Banten Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3264

Abstract

Perkembangan media massa pada orde baru, kebebasan pers dikekang oleh pemerintahan Soeharto, media pers pada zaman ini merupakan ancaman keberlangsungan pemerintahnnya. baru pada zamanreformasi kebebasan pers mendapat peluang yang besar, kebebasan persbagaikan pilar keempat dalam demokratisasi masyarakat Indonesia.Untuk itu perkembangan media massa di Banten cukup signifikansetelah lengsernya Soeharto, apalagi dihilangkannya SIUPP bagi mediapers merupakan angin segar, bagi siapa saja dapat mengelola media massa.Media massa di Banten pada kurun waktu 2000-2007, terdapat 31 mediacetak, baik berformat surat kabar, tabloid, dan majalah. Namun ragammedia ini bersifat umum, artinya info-info apa saja dapat diinformasikankepada khalayak, baik dari ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, danaktivitas dakwah.Dalam tulsian ini, akan membahas bagaimana media massa (cetak)di Banten dalam rangka menyebarkan dakwah Islam, hal ini media cetak diBanten memiliki rubrik tersendiri dan beragam materi yang disajikan.
Hakikat Hijrah Dalam Alquran Sholahuddin Al-Ayubi
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3500

Abstract

Makna hijrah bagi kaum muslim memiliki malaria yang mendalam, bukan saja memiliki makna perpindahan secara fisik, melainkan kaum muslimin dianjurkan untuk hijrah secara totalitas. Namun hijrah dapat dipahami dengan perpindahan dari negeri kaum kafir atau kondisi peperangan (daarul kufri wal harbi) menuju negeri muslim (darul illquran menjelask-an, kata hijrah dengan lafaz yang bermacam-macam, kalimat yang berbeda-beda dan susunan kata yang lebih variatif, terkadang lafaz dalam alquran menggunakan perintah yang jelas terkadang pula dengan ungkapan biasa saja, dan terkadang pula dengan bentuk janji atau ancaman, yang tentunya menunjukan perhatian besar yang diberikan alquran terhadap makna hijrah Kata Kunci : Makna, Hakikat, Pelaksanaan Hijrah
TELEVISI KOMUNITAS; Media Altematif untuk Literasi, Melek Media dan Demokratisasi Sholahuddin Al Ayubi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2008): (Januari - Desember) 2008
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1718.852 KB)

Abstract

Tulisan ini berusaha memaparkan, fenomena televisi di Indonesia saat ini, banyak. para aktivis dan pakar memperhatikan sepak terjang televisi swasta yang begitu mengkhawatirkan anak bangsa, dengan menampilkan program-program yang tidak mendidik, bahkan mengarah pada program yang menyampingkan nilai-nilai pendidikan, moralitas, dll. Hegomeni televisi swasta yang sudah kebablasan dan monopoli penyelenggraan, maka, UU No. 32 tabun 2002 tentang Penyiaran, memberi peluang terhadap masyarakat untuk membangun pertelevisian komunitas, yaitu televisi yang dibangun oleh masyarakat umum yang memiliki visi dan misi meberdayakan masyarakat, budaya, dan pendidikan warga. Kata Kunci: 'Televisi. komunitas, literasi, melek media, Demokratisasi
Term of Ummiy in Hadith: Measuring Contextual Meaning Azis Arifin; Endad Musaddad; Sholahuddin Al Ayubi
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v7i1.18218

Abstract

Understanding the meaning of ummiy in the hadith does not seem to be able to be done partially, because this will lead to misinterpretation of a hadith text containing the term. Understanding the meaning of ummiy in the hadith by highlighting aspects of language and history is an important option to do. This can be the basis for placing the meaning of ummiy as the material for the next study. This study aims to reveal the meaning of ummiy in the hadith inclusively and contextually. This research is qualitative in nature using linguistic and historical approaches, and the existing data is presented in an analytical descriptive manner. The results of this study reveal that the term ummiy in the hadith does not only have one meaning, but has multiple meanings. Based on the language aspect, the term ummiy can be interpreted as illiterate, people who are not blessed with books and people who have bad characteristics. Meanwhile, from a historical point of view, the term ummiy is interpreted as illiterate and a title for Arabs in general. Thus, the meaning of the term ummiy needs to be adapted to the context. This relates to the subject characterized by the term, in this case the Prophet himself and the Arabs in general.
Islamic Cyber Youth: Qur'an On Social Media Qithrotun Nida Aulia; Sholahuddin Al Ayubi
Jurnal Semiotika Quran Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v3i1.18326

Abstract

In this digital era, social media has become an effective communication tool to make it easier for the public to find information and also as a tool to convey ideas and educate the younger generation. By utilizing the role of social media to educate the public about understanding the principles of the Qur'an. This article aims to explore the role of Islamic Cyber Youth in the publication of the Al-Quran through social media. With the development of information technology and the use of social media platforms as a means to share the understanding of Al-Quran verses, and interpretations, to the younger generation. Through content analysis and literature search, this study describes how Islamic Cyber Youth uses social media to present and disseminate the Koran to a wider audience, both within the Muslim community and among non-Muslims. The results of this study indicate that Islamic Cyber Youth often publishes quotes, and personal views on Al-Quran verses on social media sites such as Instagram, Twitter, and YouTube. They actively discussed, commented, and exchanged ideas and personal experiences about the Qur'an which affects everyday life. Islamic Cyber Youth acts as an advocate and educational media as well as interpreter of Islamic principles contained in the Al-Quran into a context and language that is more relatable and easily understood by the younger generation.
REVOLUSI PEMIKIRAN K.H MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI: MENGUBAH PARADIGMA TRADISIONAL DAN MENYONGSONG ERA MODERNITAS Aceng Murtado; Sholahuddin Al Ayubi; Dadang Maskur; Nurcholish Fairuzabady
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22897

Abstract

K.H Muhammad Hasyim Asy’ari adalah salah satu cendekiawan muslim dan mujaddid yang berasal dari Indonesia, beliau memainkan peran penting dalam pembentukan intelektual muslim di indonesia pada awalan abad ke 20. K.H Muhammad Hayim Asy’ari berkontribusi penting dalam upaya mendamaikan ajaran Islam tradisional dengan Modernitas. Dahulu, Islam diajarkan dan dipraktikan dengan cara-cara tradisional, dan orang-orang pada saat itu ragu untuk merangkul modernitas karena takut kehilangan identitas dan kebudayaan meraka. Reformasi yang digaungkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini bukan tanpa kontroversi, karena ada sebagian yang menganggap bahwa K.H Muhammad Hasyim Asy’ari telah menyimpang dari Islam tradisional. Namun dunia modern ini nampaknya ada bibit-bibit ancaman terhadap nilai luhur manusia, spiritualitas dan agama. Fenomena saintisme dunia barat misalnya, yang dipertontonkan kepada kita bahwa ilmu menjadi ideologi baru bahkan agama baru (preudi religion). Maka signifikansi peran agama dalam menjawab tantangan modernitas, merupakan suatu hal yang sangat penting, karena persoalan hidup dan kehidupan manusia semakin kompleks. Adapaun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori yang ditemukan, tentunya dari berbagai literatur yang ada hubungannya dengan penelitian.
Bela as the Cultural Sacrification of the Implementation of Aqiqah and Tasyakuran in Gowok Kepuh Village, Serang City (Studi Living Qur’an) Tamimi Setia Alam; Sholahuddin Al Ayubi; Ade Fakih Kurniawan
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.23417

Abstract

This study examines the phenomenon of cultural sacralization in the implemen-tation  of  aqiqah and tasyakuran  in  Gowok  Kepuh  Village, Sukajaya Village Curug District, Serang City, with the Living Qur'an Study approach. Aqiqah and Tasyakuran are religious practices in Islam that involve giving qurbani as an expression of gratitude to Allah for the birth of a child. The main objective of this study is to understand how the culture of aqiqah and tasyakuran is an integral part of the life of the local community and the extent to which the influence of religion and local wisdom interact in the implementation of this ritual. This study adopts a qualitative descriptive method with the Living Qur'an Study approach that emphasizes the understanding of religion in the context of daily life. Data were obtained through participatory observation, interviews, and analysis related to aqiqah and tasyakuran rituals. The findings of the study indicate that the implementation of aqiqah and tasyakuran in Gowok Kepuh Village has experienced a strong cultural sacralization, where local practices and religious values blend with each other such as the sacrifice of goats and chickens at the same time, the presence of candles, scissors, fragrances, water, and young coconuts The findings of this study can provide deeper insights into how local culture and religion can influence each other in the context of the implementation of religious rituals, as well as the relevance of the Living Qur'an Study in understanding and explaining this phenomenon. This research can also provide a more comprehensive view of social and religious dynamics in the community of Gowok Kepuh Village, Sukajaya Village, Curug District, Serang City.
Co-Authors Aceng Murtado Ade Fakih Kurniawan Ade Kosasi Afandi Kurniawan Ahmad Zaini Ainur Selvia Ajustina, Fransiska Al Naquib, Khaira Nazla Alfariz, Ardan Ali Muhdi Alim Faz, Ahmad Andi Rosa Angga Permana Aprilia Musawamah Ari Septianingtyas Purwandhini Arif Rahman Asih, Sulistiawati Taning Azis Arifin Azis Arifin Barkah, Barkah Dadang Maskur Deni Wahyudi Dwi Pangestu, Angger Endad Musaddad Endang Saeful Anwar Entol Zaenal Muttaqin EVA SYARIFAH WARDAH Fadhillah, Fauzan Fahd Faidza, Haura Nadine Nayla Farih, Awan Farindra Eka Putra Fateha, Tazkia Nur Fathul Mu'in Faz, Ahmad Alim Firdaos, Rizal Firdaus, Khodijah Fitriyani, Dina H.S. Suhaedi Haromain, Imam Hidayat, Angga Pusaka Ida Mursidah Iffan Ahmad Ghufron Iffan Ahmad Gufron Ilzamudin Ingga Iltizamah, Ainun Irawati, Tri Novita Irhamsyah Putra Irma Suryaningsih Isna Tsania El-Habsa Jannah, Raudotul Jiddan, Adam Mustaqim Kamilah, Siti Waspiatul Khaira Nazla Naquib Khalishah, Putri Khoirul Huda Kholilullah Kholilullah Khozin Khozin Koyimah, Koyimah Kriswanto Kriswanto, Kriswanto Latip Ridwan Makhzumi Marjuki, Akhmad Masykur Masykur Mohamad Hudaeri Mohamad Shofin Sugito Muhamad Arsudin Muhammad Alif Muhammad Astra Muhammad Atsiil Al Ahnaf Muhammad Masruri, Muhammad Muhammad Raihan Syahid Muhammad Rif'at Farid Jamali Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhlisin, Helmi Mujib MT, A. Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Mus’idul Millah Nabila, Putri Hudani Naysa Buri Nazib, Azlan Nengsih, Jun Nita Anggraeni Nouval Syamsu Nur Amaliyah Nurcholish Fairuzabady Nurizal Ismail Permatasari, Murnia Andini Qithrotun Nida Aulia Qithrotun Nida Aulia Rizky Aula Rizqiyatil Izza, Ita Ela Rohmatallah, Syahru Royani, Ahmad Salam, Dikriyah Salim Rosyadi Sapi’i, Muhammad Saputra, Muhamad Rama Saputra, Yogi Damai Sa’ad, Suadi Siti Nurlaila, Siti Soimah, Jahrotu Suadi Sa’ad Supe’i Supriyadi, Yayat Syarifudin, Encep Tamimi Setia Alam Taufik, Edi Rahmat Ursa Agnia Uswatun Hasanah Waesul Kurni Zahra, Siska Adelia Zohriah, Anis