p-Index From 2021 - 2026
6.682
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini AL-ATHFAAL : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Jurnal Public Policy Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Jurnal Kolaboratif Sains PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Sciences QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Law, Education and Business IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Science And Education Journal (SNEJ) Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Sains Student Research Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Analysis Jurnal Edukatif Pedagogik Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Media Akademik (JMA) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Kualitas Pendidikan Jurnal Intelek Insan Cendikia Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Journal of Citizen Research and Development Journal of Education Transportation and Business Multidisciplinary Indonesian Center Journal Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Literacy and Numeracy Development: A Comparative Study Between Indonesia and Australia Nurul Awalliyah; Barokah Rahma; Ika Kurnia Sofiani
Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/responsive.v1i2.14

Abstract

This study compares literacy and numeracy development policies and practices between Indonesia and Australia, focusing on national assessments, learning strategies, and teacher quality and professional development. In Australia, the National Assessment Program-Literacy and Numeracy (NAPLAN) is the main instrument in monitoring student achievement and promoting data-driven interventions. Indonesia, on the other hand, is implementing the National Assessment and Merdeka Curriculum in response to the challenges of 21st century education quality and relevance. Indonesia struggles with infrastructure inequality, teacher quality and policy implementation readiness, while Australia faces education disparities between urban and rural communities and indigenous groups. This research uses a desk study approach to analyze policy documents, scholarly publications and official reports from both countries. The results show that strengthening literacy and numeracy requires a systemic approach that includes flexible curriculum planning, informative assessments, ongoing teacher training and the use of data for continuous improvement. This cross-country study provides important insights for policymakers and education practitioners in designing contextualized and sustainable education quality improvement strategies, especially in strengthening students' essential competencies to face global challenges.
Pemikiran Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El Yunusiyyah: Antara Tradisi dan Modernitas Sofiani, Ika Kurnia; Mairanda, Risda Hairil; Salsabila, Rakha; Ramadhani, Sukma; Fatihah, Nur; Sukma, Dini Pelita; Aisyah, Siti; Firmansyah, Muhammad Setia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.770

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah sebagai landasan konstruksi hukum administrasi negara yang berkeadilan dalam sistem hukum positif Indonesia. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa hukum administrasi negara sering kali masih bersifat formalistik dan kurang responsif terhadap kebutuhan keadilan substantif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan nilai yang mampu memperkaya hukum positif tanpa menegasikan prinsip negara hukum modern. Pendekatan normatif digunakan dengan menitikberatkan pada analisis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta konsep Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah sebagai kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Maqashid Al-Syari’ah yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip hukum administrasi negara, seperti legalitas, keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. Integrasi Mashlahah Mursalah memperkuat orientasi kebijakan administrasi negara pada kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama, kebijakan administratif tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga adil secara sosial dan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah dapat menjadi basis normatif yang penting dalam pembaruan hukum administrasi negara di Indonesia. Pendekatan ini berkontribusi dalam membangun sistem pemerintahan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan substantif. Dengan demikian, hukum administrasi negara tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BENGKALIS Sofiani, Ika Kurnia; Ruzaini, Ruzaini
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di sekolah dasar di Kecamatan Bengkalis, serta mengidentifikasi permasalahan dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam pendekatan pembelajaran, memungkinkan guru merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif. Namun, penerapan kurikulum ini juga menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pemahaman guru, dan pengelolaan kelas yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, upaya yang dilakukan meliputi pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta perbaikan infrastruktur, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka dan pengembangan karakter siswa
Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar: Studi Komparatif antara Indonesia dan Thailand Muhammad Ali Akbar; Annisa Fitri; Siti Intan Rahmawati; Marissa Salsabilla; Ika Kurnia Sofiani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11141

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji serta membandingkan penerapan pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Indonesia dan Thailand guna mengatasi dampak globalisasi serta kemerosotan moral di kalangan generasi muda. Pendekatan yang dipakai adalah studi literatur dengan metode kualitatif melalui penguraian beragam sumber pustaka. Temuan utama mengungkap bahwa kedua negara menganggap pendidikan karakter sebagai elemen krusial dalam kerangka pendidikan nasional. Indonesia mengadopsi strategi terintegrasi dan adaptif lewat kurikulum, proses belajar-mengajar, serta iklim budaya sekolah, sementara Thailand menerapkan model yang lebih terorganisir via mata pelajaran tersendiri dan pembentukan kebiasaan berlandaskan nilai-nilai budaya serta agama. Kedua negara memiliki kesamaan dalam pengembangan nilai karakter seperti integritas, disiplin, rasa tanggung jawab, dan empati sosial, tetapi berbeda pada mekanisme pelaksanaan dan derajat penataan sistematisnya. Faktor pendorong mencakup regulasi pemerintah, kontribusi pendidik, suasana sekolah, serta partisipasi orang tua dan komunitas, sedangkan kendala utama meliputi kekurangan kualifikasi guru, minimnya penilaian yang quantifiable, pengaruh arus globalisasi, dan variasi latar belakang sosial murid. Kesimpulannya, masing-masing negara punya kekuatan tersendiri, sehingga disarankan pengembangan lebih lanjut dengan mengintegrasikan praktik unggulan untuk mengoptimalkan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Menengah Antara Indonesia dan Jepang Alya Maisarah; Fani Rahmadiani; M. Egi Khareza Rendra; Muhammad Ridho; Ika Kurnia Sofiani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kurikulum pendidikan menengah di Indonesia dan Jepang dari aspek tujuan, struktur, metode pembelajaran, serta sistem penilaian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan dokumen resmi terkait kebijakan pendidikan kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, pengembangan minat bakat, serta pembelajaran berpusat pada siswa, sementara Jepang menitikberatkan pada keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan fisik melalui sistem yang terstruktur dan disiplin. Perbedaan juga terlihat pada metode pembelajaran dan sistem penilaian, di mana Indonesia lebih variatif dan fleksibel, sedangkan Jepang lebih konsisten dan holistik. Secara keseluruhan, kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga diperlukan integrasi nilai-nilai positif dari keduanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Co-Authors Abda Abda Abdul Basir Adira, Natasya Afnisa Afnisa Ahmad Madany Ajeng Ninda Uminar Alamsyah, Riski Alfikri, Widy Alfin Nurakoh Alya Maisarah Amrina Rosyada Anastaya, Najwa Annisa Fitri, Annisa Ardinata, M. Firman Atira Rossa Aulia Putri, Safira Barokah Rahma Barokah Rahmah Basir, Abdul Darwis, Muhajir Delian Rayunda Putri Dhini, Ulfa Rahma diana, Rahma Diniati, Rina Dwi Rahma Fitri Elfi Nur Amira Eliza, Fera Endy Dharma Pangestu Fani Rahmadiani Fatihah, Nur Fatma Zahra Febrian Syah, Muhammad Firmansyah, Muhammad Setia Fitri Barokah Fitri Yani Fitri, Norlaili Hijratunnisak , Maya Hijratunnisak, Maya Hikmah Mulyanti Ilma Safitri, Ilma Indra Wahyu Saputra Ine Indiyani Irma Yuliana Irma Yuliyana Irna saputri Irna Saputri Isma Yuniarti ismail, mufaro'ah Ismawanto, Ismawanto Jannah, Lukluk Sofiatil Kamirul Kamirul Lenny Afriani Lukman Lukman M Khairul Fadli M Maulidiyan Syah M. Egi Khareza Rendra Mairanda, Risda Hairil Maisarah, Alya MARDIANA Marissa Salsabilla Mazlin Mazlin Mohd Helmi Ali Mufaro’ah Muhajir Darwis Muhajir Darwis Muhammad Ali Akbar Muhammad Asrofani Muhammad Fazli Muhammad Ridho Muhammad Ridho MUHAMMAD SYAFIQ Mukhlas Mukhlas Mukhlas Mukhlas Muth’mainnah, Sarah Nabila Pratiwi Nabila, Mir’atun Nadila Juanda Najwa Az-Zahra Novia Ulfa Nur Asyikin Nuratika Nuratika Nurhalin, Nurhalin Nurlidia Putri Nursyavika Auni Nurul Afida Nurul Aisyah Nurul Awalliyah Ovianti, Dian Febri Pebriardi Surya Pamungkas Pratama, Aidil Pratiwi, Nabila Putri Suhaila Putri Syahada Qobtiyah, Mariatul Ramadhani, Sukma Resty Junianti Rina Diniati Risma Junita, Risma Robby Setiawan Rohayati, Siti Roinah, Roinah Ruzaini, Ruzaini Salsabila Inda Rafifah Salsabila, Rakha Sarwila, Erlin Silfia, Amidda Sistya Pratiwi Siti Aisyah Siti Intan Rahmawati Siti Kholijah, Siti Siti Mardian Mustika Siti Zulaika Siti Zulaikha Siti Zuraida Sofia Erlinda Soleha, Ummi Sri Hartati Sri Ika Mulia Sri Rahayu Ratna Ningsih Suhaila, Putri Sukma Ningsih Sukma, Dini Pelita Sumarni, Titin Syarinur, Nadia Titin Mufika Titin Sumarni Tri Agustina, Karina Ulfa, Desri Uminar, Ajeng Ninda Ummi Soleha Vivi Juliana, Vivi WAHIDA, Nurul wahyuni wahyuni Wan Muhammad Fariq Widia Kurniasih Wulan Rafelia Yulia Pratiwi Yuniarti, Isma Zalia Sari Zulaiqah, Nur Alya Zulfikar Hasan