p-Index From 2021 - 2026
6.169
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini AL-ATHFAAL : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Public Policy Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Sciences QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Law, Education and Business IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Science And Education Journal (SNEJ) Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Sains Student Research Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Analysis : Journal of Education Jurnal Edukatif Pedagogik : Jurnal Pendidikan dan Riset Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Media Akademik (JMA) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Kualitas Pendidikan Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Journal of Citizen Research and Development Journal of Education Transportation and Business Multidisciplinary Indonesian Center Journal Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Problematika Pendidikan di Indonesia dan Brunei Darussalam: Analisis Perbandingan Tantangan dan Peluang Sofiani, Ika Kurnia; Sarwila, Erlin; Safitri, Ilma; Syarinur, Nadia
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tantangan dan peluang dalam sektor pendidikan di Indonesia dan Brunei Darussalam. Meskipun kedua negara memiliki fokus yang sama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, masing-masing menghadapi masalah yang berbeda dalam sistem pendidikan mereka. Di Indonesia, masalah utama yang dihadapi adalah kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, ketidakmerataan kualitas pengajaran, dan keterbatasan infrastruktur pendidikan. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, seperti Kurikulum Merdeka, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses, namun tantangan tersebut masih terus berlanjut. Di sisi lain, Brunei Darussalam lebih menekankan integrasi nilai-nilai agama dan budaya dalam pendidikan, tetapi juga menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan agama dengan disiplin ilmu lainnya dan memperbaiki kualitas pengajaran di seluruh jenjang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif untuk menganalisis kebijakan pendidikan yang diterapkan di kedua negara, dengan tujuan untuk menggali peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan yang ada. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna bagi kedua negara dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan global.
Transformasi Pendidikan Global: Dari Kesenjangan Ke Kesetaraan Antara Negara Berkembang dan Maju Kurnia Sofiani, Ika; Fitri, Norlaili; Aulia Putri, Safira; Rohayati, Siti
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v4i1.658

Abstract

Education is a fundamental pillar in sustainable human and social development as well as a vital instrument for economic growth and political stability. However, in the era of globalization, the education gap between developed and developing countries remains a significant issue, widening disparities in access and quality. This study employs a qualitative descriptive approach using library research methods, analyzing various secondary sources such as academic journals, international policy reports, and educational statistics. The aim of this research is to examine the global education transformation from inequality towards equity between developed and developing countries, as well as to identify the obstacles and enablers of this transformation. The benefit of this study is to provide a comprehensive overview that can assist policymakers in designing more inclusive and equitable education strategies. The results indicate that developed countries have successfully established inclusive, digital, and 21st-century competency-oriented education systems, while developing countries continue to face significant challenges related to infrastructure, teacher quality, funding, and technological readiness. The COVID-19 pandemic has highlighted the digital divide, exacerbating educational access issues in developing nations. Education transformation requires not only technological advancement but also curriculum reform, enhancement of teacher professionalism, and equitable multilateral cooperation. In conclusion, global education transformation towards equity demands a multidimensional approach, political commitment, and stakeholder synergy to ensure education as a basic right that is accessible and of high quality for all humanity
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Karakter Indonesia Dan Finlandia: Implikasi Bagi Pengembangan Karakter Siswa Kurnia Sofiani, Ika; Yuniarti, Isma; Suhaila, Putri; Tri Agustina, Karina
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v4i1.659

Abstract

Character education is a fundamental aspect in forming a generation that is not only intellectually superior, but also morally and socially mature. In a dynamic global context, character education is key to preparing individuals with integrity, critical thinking, and responsibility. This study aims to compare the character education curriculum in Indonesia and Finland in order to identify effective practices that can be applied in Indonesia. The benefit of this study is to provide strategic recommendations for the development of more contextual, inclusive, and sustainable character education policies and practices. The method used is qualitative with a comparative study approach, involving the study of policy documentation, official curricula, and interviews with education practitioners from both countries. The results of the study show that although both countries prioritize character education, their approaches differ significantly. Indonesia tends to apply a normative and administrative top-down approach, while Finland integrates character education organically into school life, with an emphasis on student well-being, teacher autonomy, and community involvement. The conclusion of this study confirms that Indonesia can take inspiration from the Finnish system, not by imitating it in its entirety, but by adapting these good practices to the local context to form a living, participatory, and impactful character education culture
Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Perspektif Muhammad Taqī Al-Falsafī; Tela’ah Kitab Al-Thifl Baina Al-Waratsah Wa Al-Tarbiyah Fariq, Wan Muhammad; Darwis, Muhajir; Sofiani, Ika Kurnia; Uminar, Ajeng Ninda
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2021): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v4i1.8401

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran muhammad taqī al-falsafī (1908-1998) tentang peran orang tua dalam mendidik anak. Beliau merupakan pemikir asal Iran yang sezaman dengan Ayatullah al-Khomeini. Penelitian studi kepustakaan ini dimaksud untuk mengetahui peran orang tua dalam mendidik anak beserta relevansinya terhadap pola asuh orang tua pada era modern. Data primer penelitian ini adalah kitab Al-Thifl Baina Al-Waratsah wa Al-Tarbiyah yang merupakan karyanya. Sedangkan data skunder diambil dari buku-buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan pembahasan. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini menggunakan metode: induktif, deduktif, komperatif, dan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada lima peran orang tua dalam mendidik anak yang dapat dikutip dari kitab tersebut. Di antaranya: jangan mengingkari janji dengan anak; melatih anak untuk bersikap jujur; memuliakan kepribadian anak; menumbuhkan keimanan pada diri anak; dan tidak berlebihan dalam mencintai anak. Konsep pemikiran Muhammad Taqi al-Falsafi masih diterapkan oleh para orang tua dalam mendidik anak dan masih relevan dalam pendidikan anak saat ini.
FULL DAY SCHOOL VS. MODULAR EDUCATION SYSTEM: A COMPARATIVE STUDY OF INDONESIA AND THE UNITED KINGDOM Ika Kurnia Sofiani; Mardiana; Nurlidia Putri; Fitri Barokah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.869

Abstract

The transformation of Indonesia's education system faces significant challenges in aligning with the demands of globalization, digitalization, and lifelong learning. These challenges have sparked debates regarding the effectiveness of the full-day school model and the modular education system. This study aims to comparatively analyze these two approaches within the context of primary and secondary education in Indonesia, referencing modular education practices in the United Kingdom as an international benchmark. The study employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing thematic content analysis of 20 accredited scholarly sources selected through strict inclusion criteria, and analyzed with the assistance of NVivo software to ensure thematic accuracy.The findings indicate that the full-day school model excels in fostering discipline and consistent learning structures; however, it poses risks of cognitive fatigue and is less supportive of differentiated instruction. In contrast, the modular system offers flexibility, opportunities for personalized learning, and deeper conceptual understanding, yet requires adequate digital infrastructure and self-directed learning literacy, which are not evenly distributed.The study concludes that no single educational model is universally superior; instead, each holds contextual relevance. This research contributes theoretically by enriching the comparative education literature and practically by informing the design of more adaptive, inclusive, and responsive learning policies to meet the challenges of the 21st century, while also supporting efforts to achieve quality education as outlined in the Sustainable Development Goals (SDGs).
The Role Of Technology In Equitable Education: Policy Analysis And Implementation Challenges In Indonesia Nur Asyikin; Wulan Rafelia; Ika Kurnia Sofiani
Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/service.v2i1.6

Abstract

Equitable and quality education is a major foundation in nation building, but Indonesia still faces major challenges related to disparities in access and quality of education, especially in the 3T areas (frontier, outermost, underdeveloped). In this context, information and communication technology emerges as a strategic solution to bridge these disparities. This article discusses the role of technology in improving education access and efficiency through online learning, school digitalization, and data-based education planning management. In addition, government policies such as Merdeka Belajar are an important foundation in encouraging the transformation of digital education that is inclusive and adaptive to the needs of the times. However, the integration of technology in education still faces obstacles in the form of infrastructure gaps, internet access, and the low digital competence of educators. This research uses a literature study method with a hermeneutic approach to analyze relevant literature and policies. The results of the study show that the use of technology can significantly support the improvement of the quality of education if accompanied by strengthening the capacity of human resources, equitable infrastructure development, and sustainable and responsive policy implementation.
Etika Menanggapi Berita dalam Tafsir Q.S. An-Nur Ayat 11-20 Perspektif Ibnu Katsir Pratiwi, Yulia; Adira, Natasya; Alamsyah, Riski; Ardinata, M. Firman; Sofiani, Ika Kurnia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12121

Abstract

Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat dan tidak bisa dielakkan lagi. Semua informasi apa saja dan di belahan dunia mana saja akan sangat mudah untuk bisa diakses. Namun juga tidak dipungkiri bahwa hal ini bisa menimbulkan dampak buruk, seperti ketika mendapatkan informasi yang simpang siur atau tidak benar, kita jarang sekali untuk melakukan check dan recheck mengenai hal tersebut. Sehingga bisa mengakibatkan timbulnya fitnah. Maka beretika dalam menerima informasi sangat diperlukan dan sangat harus diutamakan. Baik yang ianya didapatkan dari kehidupan nyata maupun yang didapatkan di saat bermedia sosial. Keduanya harus sangat-sangat diperhatikan. Melalui tafsir Q.S. An-Nur ayat 11-20 perspektif Ibnu Katsir, peneliti menggunakan metode penelitian library research menemukan lima etika saat menanggapi sebuah berita, yaitu tabayyun (mencari kebenaran yang sesungguhnya/klarifikasi), berbaik sangka kepada tersangka tuduhan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, tidak mengatakan suatu hal yang tidak tau akan kebenarannya, tidak mengulangi membuat tuduhan yang tidak benar selama-lamanya, dan tidak menyakiti, mencela, dan mencari-cari kesalahan dan aib saudaranya.
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH UMUM DAN PESANTREN DI INDONESIA Ika Kurnia Sofiani; Widia Kurniasih; Siti Zulaikha; Nursyavika Auni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1913

Abstract

Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kehidupan. Pendidikan sekolah umum merupakan pendidikan yang terstruktur dan sistematis, pembelajarannya juga lebih menekankan tentang mata pelajaran umum. Sedangkan pendidikan pesantren disi merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh secara asli dari budaya masyarakat Indonesia dengan menekankan pada nilai-nilai keislaman dan karakter manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren di indonesia. Kajian ini mwnggunakan teknik kualitatif dimana kajian ini menggunakan teknik deskriptif atau pendekatan kajian kepustakaan. Kesimpulannya adalah Sekolah umum dan pesantren merupakan dua model pendidikan yang memiliki perbedaan mendasar namun saling melengkapi. Sekolah umum lebih berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan modern, sementara pesantren mengutamakan pembelajaran agama dan pembentukan akhlak. Analisis perbedaan antara sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren di Indonesia menunjukkan bahwa kedua lembaga ini memiliki karakteristik unik, keunggulan masing-masing, serta peran penting dalam membentuk generasi muda bangsa. Meskipun keduanya berada dalam sistem pendidikan nasional, pendekatan, struktur, tujuan, dan metode pengajarannya berbeda secara fundamental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren meliputi dari perbedaan tujuan pendidikan, kurikulum, materi pelajaran, metode pengajaran, lingkungan sekolah, waktu belajar, pengelolaan dan status lembaga pendidikan.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH UMUM ANTARA INDONESIA DAN MESIR Ika Kurnia Sofiani; Ine Indiyani; Nadila Juanda; Najwa Az-Zahra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.1995

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan pendidikan Islam di sekolah umum antara Indonesia dan Mesir, dengan penekanan pada kurikulum, sistem pendidikan, serta peran lembaga pendidikan di kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pendekatan pendidikan Islam di lembaga pendidikan umum antara Indonesia dan Mesir, dua negara dengan komunitas Muslim terbesar secara global. Di Indonesia, pendidikan Islam dimasukkan ke dalam sistem kurikulum nasional dan menekankan pada penguatan moral serta etika yang sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Sekolah umum di Indonesia sering kali menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel, yang memungkinkan variasi dalam pengajaran pendidikan Islam, tergantung pada konteks budaya dan komunitas setempat. Di sisi lain, Mesir memiliki sistem pendidikan yang lebih terstruktur, di mana pendidikan Islam diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Kurikulum di Mesir cenderung lebih konservatif dan menekankan penguasaan teks-teks klasik Islam, yang dapat menghambat kreativitas dan pemikiran kritis siswa. Dengan membandingkan kedua sistem pendidikan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pendidikan Islam dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan generasi muda di era globalisasi.
STUDI PERBANDINGAN PENDIDIKAN : SISTEM PENDIDKAN DI INDONESIA DAN  MALAYSIA. Nurul Afida; Delian Rayunda Putri; Putri Syahada; Resty Junianti; Ika Kurnia Sofiani
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 1 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v1i3.32

Abstract

Sistem Pendidikan di Malaysia adalah suatu usaha untuk tujuan pendidikan. Sistem Pendidikan Indonesia Sistem pendidikan Indonesia mempunyai beberapa jalur dan jenjang pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia adalah Undang-undang Republik Indonesia no. Pasal 13(1) Pasal 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan terdiri atas pembelajaran formal, nonformal, dan informal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk mengumpulkan buku, jurnal serta sumber- sumber yang terkait dengan judul materi yang akan dipaparkan. Pemaparan materi atau kajian ini  bertujuan untuk mengetahui serta memahami terkait studi perbandingan Pendidikan sistem Pendidikan diindonesia dan Malaysia. Dari upaya pemaparan materi serta kajian yang dilakukan penulis mengahsilkan beberapa penjelasan yakni : 1) Sistem pendidikan di Malaysia   Dan Indonesia. 2) . Dasar- Dasar dan Tujuan Pendidikan di Malaysia dan Indonesia. 3) Kurikulum Pendidikan Di Malaysia dan Indonesia. 4) Kebijakan Pendidikan Di Malaysia dan Indonesia. 5) Perbandingan Pendidikan Di malaysia dan Indonesia.
Co-Authors Abdul Basir Adira, Natasya Afnisa Afnisa Ahmad Madany Ajeng Ninda Uminar Alamsyah, Riski Alfikri, Widy Alfin Nurakoh Amrina Rosyada Anastaya, Najwa Ardinata, M. Firman Atira Rossa Aulia Putri, Safira Barokah Rahma Barokah Rahmah Basir, Abdul Darwis, Muhajir Delian Rayunda Putri Dhini, Ulfa Rahma diana, Rahma Diniati, Rina Dwi Rahma Fitri Elfi Nur Amira Eliza, Fera Endy Dharma Pangestu Fatma Zahra Febrian Syah, Muhammad Fitri Barokah Fitri Yani Fitri, Norlaili Hijratunnisak , Maya Hijratunnisak, Maya Hikmah Mulyanti Ilma Safitri, Ilma Indra Wahyu Saputra Ine Indiyani Irma Yuliyana Irna saputri Irna Saputri Isma Yuniarti ismail, mufaro'ah Ismawanto, Ismawanto Jannah, Lukluk Sofiatil Kamirul Kamirul Lenny Afriani Lukman Lukman M Khairul Fadli M Maulidiyan Syah Maisarah, Alya MARDIANA Mazlin Mazlin Mohd Helmi Ali Mufaro’ah Muhajir Darwis Muhajir Darwis Muhammad Asrofani Muhammad Fazli Muhammad Iqbal Muhammad Ridho MUHAMMAD SYAFIQ Mukhlas Mukhlas Mukhlas Mukhlas Muth’mainnah, Sarah Nabila Pratiwi Nabila, Mir’atun Nadila Juanda Najwa Az-Zahra Novia Ulfa Nur Asyikin Nuratika Nuratika Nurhalin, Nurhalin Nurlidia Putri Nursyavika Auni Nurul Afida Nurul Aisyah Nurul Awalliyah Ovianti, Dian Febri Pebriardi Surya Pamungkas Pratama, Aidil Pratiwi, Nabila Putri Suhaila Putri Syahada Qobtiyah, Mariatul Resty Junianti Rina Diniati Risma Junita, Risma Robby Setiawan Rohayati, Siti Roinah, Roinah Ruzaini, Ruzaini Salsabila Inda Rafifah Sarwila, Erlin Silfia, Amidda Sistya Pratiwi Siti Kholijah, Siti Siti Mardian Mustika Siti Zulaika Siti Zulaikha Siti Zuraida Sofia Erlinda Soleha, Ummi Sri Hartati Sri Ika Mulia Sri Rahayu Ratna Ningsih Suhaila, Putri Sukma Ningsih Sumarni, Titin Syarinur, Nadia Titin Mufika Titin Sumarni Tri Agustina, Karina Ulfa, Desri Uminar, Ajeng Ninda Ummi Soleha Vivi Juliana, Vivi WAHIDA, Nurul wahyuni wahyuni Wan Muhammad Fariq Widia Kurniasih Wulan Rafelia Yulia Pratiwi Yuliana, Irma Yuniarti, Isma Zalia Sari Zulaiqah, Nur Alya Zulfikar Hasan