p-Index From 2021 - 2026
6.448
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini AL-ATHFAAL : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Jurnal Public Policy Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Sciences QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Law, Education and Business IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Science And Education Journal (SNEJ) Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Jurnal Sains Student Research Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Analysis Jurnal Edukatif Pedagogik Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Media Akademik (JMA) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Kualitas Pendidikan Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Reflection: Islamic Education Journal Journal of Citizen Research and Development Journal of Education Transportation and Business Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

The Role Of Technology In Equitable Education: Policy Analysis And Implementation Challenges In Indonesia Nur Asyikin; Wulan Rafelia; Ika Kurnia Sofiani
Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/service.v2i1.6

Abstract

Equitable and quality education is a major foundation in nation building, but Indonesia still faces major challenges related to disparities in access and quality of education, especially in the 3T areas (frontier, outermost, underdeveloped). In this context, information and communication technology emerges as a strategic solution to bridge these disparities. This article discusses the role of technology in improving education access and efficiency through online learning, school digitalization, and data-based education planning management. In addition, government policies such as Merdeka Belajar are an important foundation in encouraging the transformation of digital education that is inclusive and adaptive to the needs of the times. However, the integration of technology in education still faces obstacles in the form of infrastructure gaps, internet access, and the low digital competence of educators. This research uses a literature study method with a hermeneutic approach to analyze relevant literature and policies. The results of the study show that the use of technology can significantly support the improvement of the quality of education if accompanied by strengthening the capacity of human resources, equitable infrastructure development, and sustainable and responsive policy implementation.
Etika Menanggapi Berita dalam Tafsir Q.S. An-Nur Ayat 11-20 Perspektif Ibnu Katsir Pratiwi, Yulia; Adira, Natasya; Alamsyah, Riski; Ardinata, M. Firman; Sofiani, Ika Kurnia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12121

Abstract

Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat dan tidak bisa dielakkan lagi. Semua informasi apa saja dan di belahan dunia mana saja akan sangat mudah untuk bisa diakses. Namun juga tidak dipungkiri bahwa hal ini bisa menimbulkan dampak buruk, seperti ketika mendapatkan informasi yang simpang siur atau tidak benar, kita jarang sekali untuk melakukan check dan recheck mengenai hal tersebut. Sehingga bisa mengakibatkan timbulnya fitnah. Maka beretika dalam menerima informasi sangat diperlukan dan sangat harus diutamakan. Baik yang ianya didapatkan dari kehidupan nyata maupun yang didapatkan di saat bermedia sosial. Keduanya harus sangat-sangat diperhatikan. Melalui tafsir Q.S. An-Nur ayat 11-20 perspektif Ibnu Katsir, peneliti menggunakan metode penelitian library research menemukan lima etika saat menanggapi sebuah berita, yaitu tabayyun (mencari kebenaran yang sesungguhnya/klarifikasi), berbaik sangka kepada tersangka tuduhan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, tidak mengatakan suatu hal yang tidak tau akan kebenarannya, tidak mengulangi membuat tuduhan yang tidak benar selama-lamanya, dan tidak menyakiti, mencela, dan mencari-cari kesalahan dan aib saudaranya.
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH UMUM DAN PESANTREN DI INDONESIA Ika Kurnia Sofiani; Widia Kurniasih; Siti Zulaikha; Nursyavika Auni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1913

Abstract

Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kehidupan. Pendidikan sekolah umum merupakan pendidikan yang terstruktur dan sistematis, pembelajarannya juga lebih menekankan tentang mata pelajaran umum. Sedangkan pendidikan pesantren disi merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh secara asli dari budaya masyarakat Indonesia dengan menekankan pada nilai-nilai keislaman dan karakter manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren di indonesia. Kajian ini mwnggunakan teknik kualitatif dimana kajian ini menggunakan teknik deskriptif atau pendekatan kajian kepustakaan. Kesimpulannya adalah Sekolah umum dan pesantren merupakan dua model pendidikan yang memiliki perbedaan mendasar namun saling melengkapi. Sekolah umum lebih berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan modern, sementara pesantren mengutamakan pembelajaran agama dan pembentukan akhlak. Analisis perbedaan antara sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren di Indonesia menunjukkan bahwa kedua lembaga ini memiliki karakteristik unik, keunggulan masing-masing, serta peran penting dalam membentuk generasi muda bangsa. Meskipun keduanya berada dalam sistem pendidikan nasional, pendekatan, struktur, tujuan, dan metode pengajarannya berbeda secara fundamental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren meliputi dari perbedaan tujuan pendidikan, kurikulum, materi pelajaran, metode pengajaran, lingkungan sekolah, waktu belajar, pengelolaan dan status lembaga pendidikan.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH UMUM ANTARA INDONESIA DAN MESIR Ika Kurnia Sofiani; Ine Indiyani; Nadila Juanda; Najwa Az-Zahra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.1995

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan pendidikan Islam di sekolah umum antara Indonesia dan Mesir, dengan penekanan pada kurikulum, sistem pendidikan, serta peran lembaga pendidikan di kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pendekatan pendidikan Islam di lembaga pendidikan umum antara Indonesia dan Mesir, dua negara dengan komunitas Muslim terbesar secara global. Di Indonesia, pendidikan Islam dimasukkan ke dalam sistem kurikulum nasional dan menekankan pada penguatan moral serta etika yang sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Sekolah umum di Indonesia sering kali menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel, yang memungkinkan variasi dalam pengajaran pendidikan Islam, tergantung pada konteks budaya dan komunitas setempat. Di sisi lain, Mesir memiliki sistem pendidikan yang lebih terstruktur, di mana pendidikan Islam diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Kurikulum di Mesir cenderung lebih konservatif dan menekankan penguasaan teks-teks klasik Islam, yang dapat menghambat kreativitas dan pemikiran kritis siswa. Dengan membandingkan kedua sistem pendidikan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pendidikan Islam dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan generasi muda di era globalisasi.
STUDI PERBANDINGAN PENDIDIKAN : SISTEM PENDIDKAN DI INDONESIA DAN  MALAYSIA. Nurul Afida; Delian Rayunda Putri; Putri Syahada; Resty Junianti; Ika Kurnia Sofiani
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 1 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v1i3.32

Abstract

Sistem Pendidikan di Malaysia adalah suatu usaha untuk tujuan pendidikan. Sistem Pendidikan Indonesia Sistem pendidikan Indonesia mempunyai beberapa jalur dan jenjang pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia adalah Undang-undang Republik Indonesia no. Pasal 13(1) Pasal 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan terdiri atas pembelajaran formal, nonformal, dan informal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk mengumpulkan buku, jurnal serta sumber- sumber yang terkait dengan judul materi yang akan dipaparkan. Pemaparan materi atau kajian ini  bertujuan untuk mengetahui serta memahami terkait studi perbandingan Pendidikan sistem Pendidikan diindonesia dan Malaysia. Dari upaya pemaparan materi serta kajian yang dilakukan penulis mengahsilkan beberapa penjelasan yakni : 1) Sistem pendidikan di Malaysia   Dan Indonesia. 2) . Dasar- Dasar dan Tujuan Pendidikan di Malaysia dan Indonesia. 3) Kurikulum Pendidikan Di Malaysia dan Indonesia. 4) Kebijakan Pendidikan Di Malaysia dan Indonesia. 5) Perbandingan Pendidikan Di malaysia dan Indonesia.
Literacy and Numeracy Development: A Comparative Study Between Indonesia and Australia Nurul Awalliyah; Barokah Rahma; Ika Kurnia Sofiani
Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/responsive.v1i2.14

Abstract

This study compares literacy and numeracy development policies and practices between Indonesia and Australia, focusing on national assessments, learning strategies, and teacher quality and professional development. In Australia, the National Assessment Program-Literacy and Numeracy (NAPLAN) is the main instrument in monitoring student achievement and promoting data-driven interventions. Indonesia, on the other hand, is implementing the National Assessment and Merdeka Curriculum in response to the challenges of 21st century education quality and relevance. Indonesia struggles with infrastructure inequality, teacher quality and policy implementation readiness, while Australia faces education disparities between urban and rural communities and indigenous groups. This research uses a desk study approach to analyze policy documents, scholarly publications and official reports from both countries. The results show that strengthening literacy and numeracy requires a systemic approach that includes flexible curriculum planning, informative assessments, ongoing teacher training and the use of data for continuous improvement. This cross-country study provides important insights for policymakers and education practitioners in designing contextualized and sustainable education quality improvement strategies, especially in strengthening students' essential competencies to face global challenges.
Pemikiran Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El Yunusiyyah: Antara Tradisi dan Modernitas Sofiani, Ika Kurnia; Mairanda, Risda Hairil; Salsabila, Rakha; Ramadhani, Sukma; Fatihah, Nur; Sukma, Dini Pelita; Aisyah, Siti; Firmansyah, Muhammad Setia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.770

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah sebagai landasan konstruksi hukum administrasi negara yang berkeadilan dalam sistem hukum positif Indonesia. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa hukum administrasi negara sering kali masih bersifat formalistik dan kurang responsif terhadap kebutuhan keadilan substantif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan nilai yang mampu memperkaya hukum positif tanpa menegasikan prinsip negara hukum modern. Pendekatan normatif digunakan dengan menitikberatkan pada analisis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta konsep Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah sebagai kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Maqashid Al-Syari’ah yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip hukum administrasi negara, seperti legalitas, keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. Integrasi Mashlahah Mursalah memperkuat orientasi kebijakan administrasi negara pada kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama, kebijakan administratif tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga adil secara sosial dan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Maqashid Al-Syari’ah dan Mashlahah Mursalah dapat menjadi basis normatif yang penting dalam pembaruan hukum administrasi negara di Indonesia. Pendekatan ini berkontribusi dalam membangun sistem pemerintahan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan substantif. Dengan demikian, hukum administrasi negara tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BENGKALIS Sofiani, Ika Kurnia; Ruzaini, Ruzaini
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di sekolah dasar di Kecamatan Bengkalis, serta mengidentifikasi permasalahan dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam pendekatan pembelajaran, memungkinkan guru merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif. Namun, penerapan kurikulum ini juga menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pemahaman guru, dan pengelolaan kelas yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, upaya yang dilakukan meliputi pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta perbaikan infrastruktur, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka dan pengembangan karakter siswa
Perbandingan Muatan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Nasional Indonesia dan Pendidikan Moral Jepang Nur Alya Zulaiqah; Rendy Handani; Washilah Washilah; Ika Kurnia Sofiani
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i2.2134

Abstract

This study aims to analyze and compare character education in the Indonesian national curriculum with moral education in Japan. The study is motivated by the growing importance of character development in addressing global challenges and overcoming the issue of moral degradation among students. A qualitative approach with a comparative study method was employed. Data were collected through literature reviews and documentation of curriculum documents, books, and scientific journals. The data were analyzed using descriptive-comparative techniques focusing on values, educational approaches, implementation methods, evaluation systems, and cultural influences within both countries. The findings reveal that character education in Indonesia is implemented integratively across learning activities and contains diverse moral values. However, challenges remain in ensuring consistent implementation and effective value habituation. In contrast, moral education in Japan is more structured and systematic, emphasizing habit formation and the practical application of moral values in everyday life. This approach contributes to greater effectiveness in shaping student behavior. Furthermore, Japan’s success is supported by strong alignment between school practices and community cultural values. The study concludes that the effectiveness of character education depends not only on curriculum content but also on implementation strategies, evaluation mechanisms, and socio-cultural support. Therefore, Indonesia should strengthen character education through consistent habituation practices, reinforcement of school culture, and sustainable value implementation while maintaining respect for societal diversity.
Problematika Pendidikan di Indonesia dan Brunei Darussalam: Analisis Perbandingan Tantangan dan Peluang Ika Kurnia Sofiani; Erlin Sarwila; Ilma Safitri; Nadia Syarinur
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i2.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tantangan dan peluang dalam sektor pendidikan di Indonesia dan Brunei Darussalam. Meskipun kedua negara memiliki fokus yang sama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, masing-masing menghadapi masalah yang berbeda dalam sistem pendidikan mereka. Di Indonesia, masalah utama yang dihadapi adalah kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, ketidakmerataan kualitas pengajaran, dan keterbatasan infrastruktur pendidikan. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, seperti Kurikulum Merdeka, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses, namun tantangan tersebut masih terus berlanjut. Di sisi lain, Brunei Darussalam lebih menekankan integrasi nilai-nilai agama dan budaya dalam pendidikan, tetapi juga menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan agama dengan disiplin ilmu lainnya dan memperbaiki kualitas pengajaran di seluruh jenjang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif untuk menganalisis kebijakan pendidikan yang diterapkan di kedua negara, dengan tujuan untuk menggali peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan yang ada. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna bagi kedua negara dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan global.
Co-Authors Abda Abda Abdul Basir Adira, Natasya Afnisa Afnisa Ahmad Madany Ajeng Ninda Uminar Alamsyah, Riski Alfikri, Widy Alfin Nurakoh Amrina Rosyada Anastaya, Najwa Ardinata, M. Firman Atira Rossa Aulia Putri, Safira Barokah Rahma Barokah Rahmah Basir, Abdul Darwis, Muhajir Delian Rayunda Putri Dhini, Ulfa Rahma diana, Rahma Diniati, Rina Dwi Rahma Fitri Elfi Nur Amira Eliza, Fera Endy Dharma Pangestu Erlin Sarwila Fatihah, Nur Fatma Zahra Firmansyah, Muhammad Setia Fitri Yani Fitri, Norlaili Hijratunnisak , Maya Hijratunnisak, Maya Hikmah Mulyanti Ilma Safitri Indra Wahyu Saputra Ine Indiyani Irma Yuliana Irma Yuliyana Irna saputri Irna Saputri Isma Yuniarti ismail, mufaro'ah Ismawanto Ismawanto Ismawanto, Ismawanto Jannah, Lukluk Sofiatil Kamirul Kamirul Lenny Afriani Lukman Lukman M Khairul Fadli M Maulidiyan Syah Mairanda, Risda Hairil Maisarah, Alya Mazlin Mazlin Mohd Helmi Ali Mufaro’ah Muhajir Darwis Muhajir Darwis Muhammad Asrofani Muhammad Fazli Muhammad Fazli Muhammad Febrian Syah Muhammad Ridho MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Syafiq Mukhlas Mukhlas Mukhlas Mukhlas Muth’mainnah, Sarah Nabila Pratiwi Nabila Pratiwi Nabila, Mir’atun Nadia Syarinur Nadila Juanda Najwa Az-Zahra Novia Ulfa Nur Alya Zulaiqah Nur Asyikin Nuratika Nuratika Nurhalin, Nurhalin Nursyavika Auni Nurul Afida Nurul Aisyah Nurul Awalliyah Ovianti, Dian Febri Pebriardi Surya Pamungkas Pratama, Aidil Putri Suhaila Putri Syahada Qobtiyah, Mariatul Ramadhani, Sukma Rendy HandanI Resty Junianti Rina Diniati Risma Junita, Risma Robby Setiawan Rohayati, Siti Roinah, Roinah Ruzaini, Ruzaini Salsabila Inda Rafifah Salsabila, Rakha Silfia, Amidda Sistya Pratiwi Siti Aisyah Siti Kholijah, Siti Siti Mardian Mustika Siti Zulaika Siti Zulaikha Siti Zuraida Sofia Erlinda Soleha, Ummi Sri Hartati Sri Ika Mulia Sri Rahayu Ratna Ningsih Suhaila, Putri Sukma Ningsih Sukma, Dini Pelita Sumarni, Titin Titin Mufika Titin Sumarni Tri Agustina, Karina Ulfa, Desri Uminar, Ajeng Ninda Ummi Soleha Vivi Juliana, Vivi WAHIDA, Nurul wahyuni wahyuni Wan Muhammad Fariq Washilah Washilah Widia Kurniasih Wulan Rafelia Yulia Pratiwi Yuniarti, Isma Zalia Sari Zulaiqah, Nur Alya Zulfikar Hasan