p-Index From 2021 - 2026
9.291
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dakwah Tabligh Jurnal Adabiyah Sulesana Jurnal Politik Profetik Al Ishlah Jurnal Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies IQRO: Journal of Islamic Education Journal of Health Science and Prevention Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Al-Qalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) FiTUA : Jurnal Studi Islam Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Ulumuna Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf Pappasang Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Palakka : Media and Islamic Coummunication Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal Education and Government Wiyata Journal of Innovative and Creativity Agency Journal of Management and Business Jurnal Pendidikan Refleksi Madania: Jurnal Kajian Keislaman ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Keseimbangan Kosmik: Keesaan Tuhan dan Pluralitas Makhluk Perspektif Sufi Sulkifli Idrus; Indo Santalia; Andi Aderus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.353

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman sufistik mengenai pluralitas makhluk dan keesaan Khalik, serta dampaknya dalam konteks sosial dan budaya. Pluralitas makhluk merujuk pada keragaman yang diciptakan oleh Allah, di mana setiap makhluk memiliki peran dan fungsi yang unik di alam semesta. Di sisi lain, keesaan Khalik menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta yang menghubungkan semua makhlukNya. Melalui sudut pandang sufisme, studi ini menekankan pentingnya toleransi, kerukunan, dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan agama. Pemahaman ini tidak hanya mendorong interaksi sosial yang positif, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab spiritual untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Dengan menonjolkan kesatuan dalam perbedaan, kajian ini berusaha memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana sufisme dapat berkontribusi pada pemahaman antargama dan budaya yang lebih baik.
Konsep Ketuhanan Dalam Tiga Mazhab Teologi Islam Klasik dan Kaitannya dengan Kalimat Tauhid: Analisis Komparatif Mu'tazilah, Asy'ariyah, Dan Maturidiyah Muthmainnah Muthmainnah; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal; Andi Aderus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai definisi teologi Islam, serta ruang lingkup dan pentingnya dalam konteks pemikiran Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep aspek ketuhanan yang dipahami oleh tiga mazhab besar dalam teologi Islam, yaitu Mu'tazilah, Asy'ariyah, dan Al-Maturidiyah, serta perbedaan pandangan mereka mengenai sifat-sifat Allah dan keesaan-Nya. Selain itu, penelitian ini menggali keterkaitan antara perdebatan teologis mengenai aspek ketuhanan dengan kalimat tauhid ("Lā ilāha illā Allāh"), serta bagaimana masing-masing mazhab menginterpretasikan kalimat tersebut dalam konteks ajaran mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research)Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pandangan ketiga mazhab mengenai aspek ketuhanan, semua mazhab sepakat bahwa tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Perdebatan teologis ini tidak hanya memperkaya khazanah pemikiran Islam, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana umat Islam memahami hubungan mereka dengan Tuhan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kontribusi pemikiran teologi dalam sejarah Islam dan dampaknya terhadap pemahaman umat Islam tentang ketuhanan dan praktik keagamaan mereka. Akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mendorong diskusi lebih lanjut dan penelitian lanjutan mengenai aspek-aspek ketuhanan dalam teologi Islam, serta relevansinya dalam konteks modern.
Kajian Epistemologis Komparatif: Filsafat Sains Modern dan Al-Qur’an dalam Konteks Pengembangan Paradigma Fisika Kontemporer Ana Dhiqfaini Sultan; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5824

Abstract

Perkembangan fisika modern menghadirkan tantangan epistemologis mendalam tentang hakikat kebenaran ilmiah. Penelitian ini mengkaji persamaan, perbedaan, dan potensi integrasi epistemologis antara filsafat sains modern dan epistemologi Al-Qur'an dalam konteks fisika melalui studi kepustakaan dengan analisis komparatif konseptual. Sumber data mencakup literatur peer-reviewed (2020-2025), Al-Qur'an, dan tafsir kontemporer, dengan sampel 40-50 sumber dipilih purposif. Data dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif dengan koding tematik pada tiga dimensi epistemologis: sumber pengetahuan, metode perolehan, dan konsep kebenaran. Hasil menunjukkan filsafat sains modern menekankan kebenaran provisional berbasis empirisme dan rasionalitas yang dinamis, sedangkan epistemologi Al-Qur'an memposisikan wahyu sebagai kebenaran mutlak terintegrasi dengan akal dan pengamatan dalam kerangka etis-spiritual. Meskipun berbeda, kedua epistemologi memiliki convergence signifikan: keduanya menghargai pengamatan empiris, rasionalitas, dan komitmen pencarian kebenaran. Analisis mengungkapkan potensi integrasi sinergis di mana metodologi ilmiah sains modern menjamin kepastian pengetahuan, sementara epistemologi Al-Qur'an menyediakan orientasi etis-spiritual yang melindungi sains dari relativisme. Implikasi mencakup pembukaan subfield comparative epistemology, pengembangan model pembelajaran fisika holistik yang meningkatkan motivasi dan scientific citizenship bertanggung jawab, dan kemungkinan penelitian yang dipandu nilai-nilai etis-spiritual. Studi ini mengisi kekosongan literatur tentang dialog epistemologis sistematis antara sains modern dan wahyu, dengan rekomendasi riset lanjutan mencakup implementasi empiris, eksplorasi multidisiplin, dan integrasi epistemologi klasik.
Puncak-Puncak Capaian Sufistik Dalam Perspektif Metodologis Andi Hasriani Asfar; Andi Aderus; Indo Santalia; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji puncak-puncak capaian sufistik dalam tradisi tasawuf melalui pendekatan metodologis yang komprehensif. Fokus kajian diarahkan pada konsep-konsep sentral seperti ma‘rifat, fana’, baqa’, ittihad, hulul, dan wihdat al-wujud, serta bagaimana konsep tersebut berkembang dalam konteks historis, epistemologis, dan teologis. Penelitian ini juga menelaah bagaimana pengalaman puncak sufistik dipahami, diinterpretasi, dan dipersoalkan dalam wacana kontemporer, khususnya terkait otoritas spiritual, validitas pengetahuan mistik, serta implikasi etis dan sosialnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan historis-kritis, hermeneutis, dan fenomenologis. Karya-karya klasik tokoh sufi seperti Al-Ghazali, Al-Qusyairi, dan Ibn Arabi, serta literatur akademik kontemporer tentang tasawuf, dijadikan sumber utama dalam merumuskan gambaran metodologis yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak capaian sufistik merupakan konstruksi multidimensional yang tidak dapat dipahami hanya melalui kerangka teologis, tetapi juga menuntut pembacaan psikologis, sosial, dan epistemologis. Pendekatan fenomenologis mengungkap sifat subjektif namun terstruktur dari pengalaman mistik, sementara pendekatan historis menyoroti konteks sosial-politik yang membentuk kontroversi seputar konsep seperti ittihad atau wihdat al-wujud. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap capaian sufistik harus diletakkan dalam kerangka metodologis yang integratif agar mampu menjelaskan kompleksitas pengalaman spiritual, sekaligus menilai relevansinya dalam menjawab persoalan spiritual modern. Tasawuf tetap memiliki signifikansi kontemporer sejauh dipahami secara kritis, etis, dan berbasis pada otentisitas tradisi.
Pluralitas Makhluk Dan Keesaan Khaliq: Telaah Kritis Konsepsi Para Sufi Mayani Mayani; Andi Aderus; Indo Santalia; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5940

Abstract

Artikel ini membahas konsep pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq dalam perspektif tasawuf, dengan menyoroti perbedaan pemaknaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf akhlaqi. Pluralitas makhluk dipahami sebagai kenyataan ontologis yang diakui oleh al-Qur’an, sementara keesaan Khaliq merupakan prinsip fundamental tauhid yang menjadi dasar seluruh bangunan teologi Islam. Kajian ini menunjukkan bahwa para sufi tidak menafikan keesaan Tuhan dalam memahami kemajemukan makhluk, melainkan berupaya menjelaskan relasi ontologis antara Yang Esa dan yang banyak melalui pendekatan spiritual dan metafisis. Tasawuf falsafi memaknai pluralitas sebagai manifestasi atau tajalli dari Wujud Tunggal, yang melahirkan konsep-konsep seperti fana’, baqa’, ittihad, hulul, wahdat al-wujud, serta doktrin Nur Muhammad sebagai asal mula kosmik. Sementara itu, tasawuf akhlaqi menegaskan perbedaan esensial antara Khaliq dan makhluk, dengan tetap mengakui pengalaman spiritual selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan syari‘ah. Melalui analisis komparatif, artikel ini menegaskan bahwa perbedaan tersebut lebih bersifat metodologis dan ekspresif, bukan pada penolakan terhadap tauhid. Dengan demikian, pemikiran sufistik tentang pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan upaya intelektual-spiritual untuk memperdalam makna tauhid, bukan penyimpangan dari ajaran Islam.
Jiwa (Al-Nafs) dalam Perspeltif Pemikiran Islam Anwar Abu Bakar; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5943

Abstract

Jihad Al-nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh melawan keinginan buruk,amarah, imajinasi negatif dan hawa nafsu agar jiwa tunduk pada akal da iman demi ketaatan kepada Allah, toko penting dalam hal ini ialah Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulum Al-Din dan Ibn Qayyim dalam Zad Al-Ma’ad mengkategorikannya sebagai jihad fundamental bahkan yang paling utama. Inm Qayyim membaginya menjadi empat; jihad melawan diri (al-nafs), melawan syaitan, melawan orang kafir/munafik dan melawan kezaliman /kemungkaran. Metode yang dilakukan dengan pengendalian diri (sedikit makan,tidur, bicara) kesabaran mempelajari agama, mengamalkan ilmu dan berdakwah serta bisa membentuk jihad fisik (perang) ketika diperlukan membela agama dan kaum tertindas. Tujuannya ialah membersihkan jiwa (tazkiyah nafs), menegakkan agama Allah, memperoleh rahmat surga serta membangun sistem islam secara menyeluruh. Jihad ini bersifat universal dan berkelanjutan, tidak terbatas waktu dan tempat serta esensial bagi kesempurnaan individu Muslim.
Relasi Sunni, Syiah dan Salafi: Genealogi Konflik, Kontestasi Otoritas, dan Peluang Rekonsiliasi Anis Abd Rahman; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5944

Abstract

Hubungan antara Sunni, Syiah, dan Salafi merupakan isu paling kompleks dalam khazanah Islam kontemporer. Ketegangan antarkelompok ini sering dipahami sebagai konflik teologis, padahal penelitian menunjukkan bahwa akar masalah lebih bersifat multidimensi yang mencakup sejarah, politik, epistemologi, dan dinamika sosial modern. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar persoalan hubungan ketiga kelompok tersebut melalui kajian pustaka (library research) terhadap literatur klasik dan kontemporer, artikel jurnal internasional, serta analisis wacana sektarian di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tidak bersifat esensial, melainkan diproduksi oleh kontestasi otoritas politik, konstruksi identitas keagamaan yang rigid, perbedaan paradigma keilmuan, dan reproduksi narasi provokatif melalui media sosial. Penelitian ini menawarkan pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, dialog fikih antar mazhab, dan pendidikan Islam inklusif sebagai strategi rekonsiliasi. Studi ini diharapkan berkontribusi dalam memperkuat kerangka akademik yang komprehensif untuk memahami relasi intra-agama Islam dan menyediakan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi negara, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Co-Authors A. Adriana Amal A.Qadir Gassing Abul Khair Achmad Abubakar Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Mujahid Ali Halidin ALI HALIDIN, ALI Amri Rahman Amri, Muh. Amrin Amrin Ana Dhiqfaini Sultan Andi Anugrah Nur Hidayat M Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Hasriani Asfar Andi Syahrul Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Aqsha, Adly Arif Sukino Ashari Ananda, Iva Awal , Awal Awal Muqsith Aydi Syam, Aydi Ayu Oktoviasari, Vera Baehaqi Barsihannor Annur Basri, Syamsuriana Deni Irawan Ernawati Fachry Abda El Rahman Firdaus Muhammad Firman Firman Firman Firman Ghalib Mattola H, Hartinawanti Hadari Hamzah Harun Al-Rasyid Hasyim, Jusniati Idrus, Husni Ilham Iskandar Ilyanti Hasirah Nurgas Indo Santalia Indosantalia, Indosantalia Iting, Andi Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin Kartini Kartini Kurniati, Yessy M, M. Galib M. Napis Djuaeni Mahmuddin Mahmuddin Mahmudin Mahmudin, Mahmudin Makrifat, Makrifat MARIA BINTANG Mayani Mayani Mirnawati Mohammad Subaeh, Syekh Toha Nasir Mudzakkir, Ahmad Muh. Amri Muh. Natsir Muhammad Amri Muhammad Hudain Muhammad Irfan Hasanuddin Muhammad Najmuddin Muhammad Saleh Tajuddin Muliaty Amin Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Inayatul Nafis, Andi Ahmad Zahri Nawas, Kamaludin Abu Nazarudin Nur Apriyani Nur As’ad HL, Muh Nur Hidayah Nur, Zulfikah Nurman Said Nurul Mawaddah Purniadi Putra Putriany, Putriany Rahmah, Jabal Rahman Ambo Masse Rahman, Rahmat Rahmi D Ramli Ramli Roslan Roslan Santalia, Indo Santalia Siar Nimah Solly Aryza Sri Mulyani Sri Nilawati sudianto Suharmin Syukur Suharmin Syukur Sulaiman Ibrahim Sulkifli Idrus Syahruddin Usman Syamsiah Rauf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin, Darussalam Syaridawati Tabhan Syamsu Rijal Taufani Taufani Ta’wil, Ta’wil Usman Jafar Veithzal Rivai Zainal Yasser Mulla Shadra Yusawinur Barella Yusri Handayani