Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP KREATIVITAS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sahuriah, Sahuriah; Astuti, Farida Herna; Kartiani, Baiq Sarlita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9961

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in children’s lives that plays a significant role in stimulating various aspects of development, including creativity. However, in early childhood education (ECE) practices, children's creativity has not been optimally developed due to the limited use of engaging and varied learning media. This study aims to analyze the effect of using pictorial story media on the creativity of children aged 5–6 years at PAUD Kuncup Harapan Kopang, Central Lombok. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. Data were collected through observation as the primary technique, supported by documentation and interviews, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average creativity score from 54.2 to 79.6, with a difference of 25.4 or 46.86%, and the calculated t-value (9.761) was higher than the t-table value (1.833) at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the use of pictorial story media has a significant effect on improving children's creativity. Therefore, pictorial story media can be considered an effective alternative learning strategy to enhance creativity in early childhood. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang berperan dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan, termasuk kreativitas. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, kreativitas anak belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media cerita bergambar terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun di PAUD Kuncup Harapan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai teknik utama yang didukung dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kreativitas dari 54,2 menjadi 79,6 dengan selisih 25,4 atau sebesar 46,86%, serta diperoleh nilai t hitung (9,761) lebih besar dari t tabel (1,833) pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini.
Pengaruh Model Bermain Peran Berbasis Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia 5–6 Tahun Ahmad Zainul Irfan; Nurul Iman; Lalu Sirajul Hadi; Baiq Sarlita Kartiani
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/nx8jf628

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of a local culture-based role-play model in enhancing the social-emotional competence of early childhood learners. Employing a quasi-experimental pretest–posttest control group design, the study involved children aged 5–6 years enrolled in early childhood education (ECE) institutions. The intervention was conducted over 6–8 weeks, consisting of 2–3 sessions per week using role-play scenarios derived from local folklore and cultural values. Social-emotional competence was measured using culturally adapted versions of the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) and the Assessment, Evaluation, and Programming System (AEPS). ANCOVA results revealed significant improvements in the treatment group compared to the control group, particularly in areas of empathy, emotional regulation, and prosocial behavior. The intervention’s effectiveness was reinforced by high fidelity of implementation and active involvement of teachers and parents. These findings underscore the potential of integrating local cultural elements into learning models as a culturally responsive strategy to foster social-emotional development and curriculum relevance in ECE settings. The study recommends national-level adoption of such programs through targeted teacher training and community-based curriculum design as part of a sustainable early childhood education framework.
PROBLEMATIKA KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL: TELAAH KRITIS TERHADAP TANTANGAN STRUKTURAL DAN PEDAGOGIS Mujiburrahman, Mujiburrahman; Parhanuddin, Lalu; Sarlita Kartiani, Baiq; Najamuddin, M
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 10 No 2 (2025): Vol 10 No 2 (2025): Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v10i2.5751

Abstract

The advancement of digital technology has brought about significant transformations in the education system, including at the primary school level. However, the adoption of curricula in response to the digital era continues to face various complex structural and pedagogical challenges. This article aims to critically examine the main challenges faced by primary school curricula in the digital age, focusing on five key issues: the digital access gap, limited digital competence among teachers, curriculum inflexibility, psychosocial impacts on students, and the limitations of digital evaluation systems. This study employs a qualitative method with a systematic literature review approach, drawing upon Scopus-indexed articles relevant to the topic. The findings reveal that disparities in digital infrastructure, weak digital literacy among educators, and rigid curriculum structures are major obstacles to primary education transformation. Moreover, psychosocial impacts such as decreased learning motivation, social isolation, and emotional pressure emerge as serious issues that remain unaddressed in curriculum policy. The lack of inclusive and authentic assessment systems further exacerbates the misalignment between digital learning approaches and the assessments used. As a contribution, this article proposes policy recommendations that include curriculum reform based on flexibility and contextual relevance, strengthening teacher competencies in digital pedagogy, and developing holistic evaluation systems that prioritize student needs. Therefore, primary school curricula in the digital era should be designed not only to enhance technological access and efficiency but also to ensure equity, psychological well-being, and meaningful learning quality.
Pemanfaatan Graphic Novel Sejarah Sebagai Media Literasi Untuk Meningkatkan Kesadaran Nasional Baiq Sarlita Kartiani; M. Chairul Anam
Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan graphic novel sejarah Komik Sejarah - Pahlawan Pendidikan dalam meningkatkan hasil belajar dan kesadaran nasionalisme siswa kelas V SD Hadi Sakti, Kec. Sandubaya, Kota Mataram, Prov. Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan melalui dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa dengan 14 laki-laki dan 13 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes belajar observasi aktivitas siswa angket media dan sikap nasionalisme. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perkembangan signifikan terhadap pencapaian belajar peserta didik. Nilai rata-rata pretes sebesar 64,19 meningkat menjadi 77,26 pada postes siklus I. Nilai tersebut kembali mengalami peningkatan menjadi 90,07 pada postes siklus II. Penyebaran nilai juga memperlihatkan perubahan positif pada setiap tahapan pembelajaran berlangsung. Dominasi nilai 60–69 saat pretes berubah menjadi 90–100 pada siklus II. Selain itu rata-rata aktivitas kelas mencapai 74,15 dan persepsi media memperoleh skor 3,44. Skor nasionalisme peserta didik juga mengalami kenaikan dari 2,56 menjadi 3,89. Temuan tersebut membuktikan graphic novel sejarah efektif sebagai media pembelajaran. Media tersebut membantu pemahaman sejarah sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada siswa. Penggunaan media ini menciptakan pembelajaran lebih menarik visual dan bermakna. Dengan demikian graphic novel sejarah menjadi alternatif media pembelajaran yang relevan. Media tersebut mampu meningkatkan literasi sejarah dan pembentukan karakter kebangsaan siswa.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Membaca Unsur Instrinsik Karya Sastra Melalui  Penerapan Model Mind Mapping SD Muhammadiyah Bangsri Muhammad Abdul Rosyidi; Ahmad Muzanni; Monika Handayani; Baiq Sarlita Kartiani
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 4 No 2 (2025): PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar siswa kelas II SD Muhammadiyah Bangsri masih menghadapi tantangan dalam memahami dan menuliskan unsur intrinsik karya sastra secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali dan mengungkapkan unsur-unsur seperti tokoh, latar, alur, tema, dan amanat melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Hambatan utama yang dialami siswa berkaitan dengan kesulitan dalam memahami isi cerita serta mengidentifikasi komponen intrinsiknya. Penelitian ini melibatkan guru serta 25 siswa kelas II sebagai peserta, “menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui metode tes dan nontes dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan membaca dan menulis unsur intrinsik karya sastra, dengan rata-rata nilai kelas meningkat sebesar 8,56—dari 78,28 persen pada siklus I menjadi 86,84 persen pada siklus II.”
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Baiq Sarlita Kartiani; Hadi Gunawan Sakti
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Namun demikian, masih banyak guru sekolah dasar yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran digital akibat rendahnya literasi digital, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya pengalaman menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya variasi pembelajaran dan keterlibatan peserta didik selama proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri guru dalam merancang serta mengimplementasikan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva, PowerPoint Interaktif, Quizizz, dan Wordwall. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah guru-guru SDN 2 Lepak Timur,Desa Lepak Timur,Kec.Sakra Timur,Kab.Lombok Timur, yang berjumlah 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi keterampilan, angket kepuasan peserta, serta penilaian terhadap produk media yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan mengintegrasikan media digital dalam pembelajaran. Sebagian besar peserta mampu menghasilkan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat budaya inovasi digital di lingkungan sekolah.
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR TERAPHY (REBT) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SISWA KELAS XI SMAN 6 MATARAM Satia Saharani; Ni Ketut Alit Suarti; Mujiburrahman Mujiburrahman; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15418

Abstract

ABSTRACT Career decision-making is an important aspect of students’ development because it is related to their ability to determine educational and occupational choices in accordance with their potential. However, self-doubt, fear of failure, and irrational thought patterns may hinder students from making appropriate career decisions. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling on the career decision-making of Grade XI students at SMAN 6 Mataram. This study employed a quantitative approach with a One Group Pretest–Posttest design. An initial assessment was conducted with 403 students, after which 7 students with the lowest career decision-making scores were selected as research subjects based on the initial identification results. The subjects received individual counseling using the REBT approach, followed by measurements before and after the intervention. The data were analyzed using a normality test and a paired samples t-test to determine the effect of REBT counseling on the career decision-making of the research subjects. The results showed that REBT counseling had an effect on students’ career decision-making. The mean pretest score was 58.43 with a standard deviation of 5.996, while the paired samples t-test indicated an effect of REBT counseling on career decision-making following the intervention. These findings indicate that REBT counseling has an effect on helping students identify and modify irrational thought patterns that hinder the career decision-making process. Therefore, REBT counseling can be used as an alternative guidance and counseling service to support the improvement of career decision-making abilities among students with low levels of career decision-making. The findings of this study are limited to the 7 students who participated as research subjects and therefore cannot be directly generalized to all Grade XI students at SMAN 6 Mataram. ABSTRAK Keputusan karier merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa karena berkaitan dengan kemampuan menentukan pilihan pendidikan dan pekerjaan sesuai dengan potensi diri. Namun, keraguan terhadap kemampuan diri, ketakutan terhadap kegagalan, dan pola pikir irasional dapat menghambat siswa dalam mengambil keputusan karier secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terhadap keputusan karier siswa kelas XI SMAN 6 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Pengukuran awal dilakukan terhadap 403 siswa, kemudian dipilih 7 siswa dengan skor keputusan karier terendah sebagai subjek penelitian berdasarkan hasil identifikasi awal. Subjek diberikan layanan konseling individu menggunakan pendekatan REBT, kemudian dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired samples t-test untuk mengetahui pengaruh konseling REBT terhadap keputusan karier subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling REBT berpengaruh terhadap keputusan karier siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 58,43 dengan standar deviasi 5,996, sedangkan hasil uji paired samples t-test menunjukkan adanya pengaruh konseling REBT terhadap keputusan karier setelah diberikan intervensi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konseling REBT berpengaruh dalam membantu siswa mengidentifikasi dan mengubah pola pikir irasional yang menghambat proses pengambilan keputusan karier. Dengan demikian, konseling REBT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung peningkatan kemampuan mengambil keputusan karier pada siswa yang memiliki tingkat keputusan karier rendah. Hasil penelitian ini terbatas pada 7 siswa yang menjadi subjek penelitian sehingga tidak dapat digeneralisasikan secara langsung kepada seluruh siswa kelas XI SMAN 6 Mataram.
PENGARUH KONSELING BEHAVIORISTIK TEKNIK MODELLING TERHADAP PERILAKU BULLYING SISWA SMA NEGERI 7 MATARAM Baiq Annila Alminasari; Hariadi Ahmad; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15498

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior in the school environment is one of the problems that can interfere with students’ social and psychological development and create a less conducive learning environment. Therefore, appropriate guidance and counseling services are needed to help reduce such behavior. This study aimed to determine the effect of behavioristic counseling using the modelling technique on bullying behavior among students at SMA Negeri 7 Mataram. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a One Group Pretest–Posttest Design. The study began with a pretest administered to 105 students using a bullying behavior questionnaire consisting of 20 statements. Based on the pretest results, six students with the highest bullying behavior scores were selected using purposive sampling. The selected participants subsequently received treatment in the form of group counseling based on a behavioristic approach using the modelling technique for three sessions. After the treatment, a posttest was administered to determine changes in bullying behavior scores. The results showed a decrease in the mean bullying behavior score from 67.33 in the pretest to 46.50 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference between the bullying behavior scores before and after the treatment. Thus, the findings indicate that behavioristic counseling using the modelling technique through group counseling was effective in helping reduce bullying behavior among students at SMA Negeri 7 Mataram. ABSTRAK Perilaku bullying di lingkungan sekolah merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan psikologis siswa serta menciptakan suasana belajar yang kurang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya layanan bimbingan dan konseling yang tepat untuk membantu mengurangi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavioristik dengan teknik modelling terhadap perilaku bullying siswa SMA Negeri 7 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian diawali dengan pemberian pretest kepada 105 siswa menggunakan angket perilaku bullying yang terdiri atas 20 butir pernyataan. Berdasarkan hasil pretest, dipilih 6 siswa yang memperoleh skor perilaku bullying tertinggi melalui teknik purposive sampling. Selanjutnya, subjek diberikan treatment berupa konseling kelompok dengan pendekatan behavioristik menggunakan teknik modelling sebanyak tiga kali pertemuan. Setelah treatment selesai, subjek diberikan posttest untuk mengetahui perubahan skor perilaku bullying. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor perilaku bullying dari 67,33 pada pretest menjadi 46,50 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor perilaku bullying sebelum dan sesudah pemberian treatment. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioristik dengan teknik modelling melalui konseling kelompok efektif dalam membantu menurunkan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 7 Mataram.
Kepemimpinan Characterpreneurship dalam Penguatan Kewirausahaan Pesantren: Studi Kasus di Pesantren Al Haramain dan Darul Hikmah, Lombok Barat M Chairul Anam; Baiq Sarlita Kartiani; Khairul Huda; M Faqih
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18700

Abstract

Abstract: This study aims to analyze characterpreneurship leadership in strengthening pesantren-based entrepreneurship at Pesantren Al Haramain and Pesantren Darul Hikmah, West Lombok. Characterpreneurship is understood as a leadership practice that integrates character values, Islamic spirituality, and concrete entrepreneurial action through leader exemplarity. This study employed a qualitative approach using a collective case study design with an ethnographic orientation. Data were collected through semi-structured interviews, limited participatory observation, and document analysis related to pesantren business units. Data analysis involved data reduction, thematic coding, data display, cross-case synthesis, and conclusion drawing. The findings reveal four main themes: perseverance, humility, responsibility, and fighting spirit form the foundation of leadership; value internalization occurs through leader exemplarity in productive activities; business units such as agribusiness, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, handicrafts, and herbal production function as experiential entrepreneurship learning spaces; and these practices contribute to students’ independence, work discipline, and responsibility. The study confirms that pesantren entrepreneurship should not be understood merely as an economic activity but also as an experiential character education process. The findings imply the need to strengthen pesantren entrepreneurship curricula by integrating leader exemplarity, business practice, and Islamic value reflection. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan characterpreneurship dalam penguatan kewirausahaan pesantren di Pesantren Al Haramain dan Pesantren Darul Hikmah, Lombok Barat. Characterpreneurship dipahami sebagai praktik kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai karakter, spiritualitas Islam, dan tindakan kewirausahaan konkret melalui keteladanan pimpinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif dan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen terkait unit usaha pesantren. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, penyajian data, sintesis lintas kasus, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: nilai ketekunan, kerendahan hati, tanggung jawab, dan semangat juang menjadi fondasi kepemimpinan; internalisasi nilai berlangsung melalui keteladanan pimpinan dalam aktivitas produktif; unit usaha seperti agrobisnis, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, kerajinan, dan produksi herbal menjadi ruang belajar kewirausahaan; serta praktik tersebut berkontribusi pada pembentukan kemandirian, disiplin kerja, dan tanggung jawab santri. Penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan pesantren tidak hanya dapat dipahami sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai proses pendidikan karakter berbasis pengalaman. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kurikulum kewirausahaan pesantren yang menggabungkan keteladanan, praktik usaha, dan refleksi nilai Islam.
Co-Authors -, Ibrahim - Agus Herianto Ahmad Muzanni Ahmad Muzanni Ahmad Muzanni, Ahmad Ahmad Zainul Irfan Ahmad Zainul Irfan Ahmad, Hariadi Aluh Hartati Aluh Hartati Anam M Chairul Anam, M. Chairul Ani Endriani Arpan Islami Bilal Astuti, Farida Herna Baiq Annila Alminasari Baiq Yuliatin Ihsani Dewi Handriyani Endriani, Ani Firmansyah, Dodiy Garnika, Eneng Hadi Gunawan Sakti Hadi, M Samsul Hadi, M. Samsul Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hardi, Rahmat Sulhan Hariadi Ahmad Hartati, Aluh Hully Intan Dwi Hastuti Irfan, M Zainul Jaswandi, Lalu Khaerul Anam Khairul Huda Khairul Huda KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khosiah Khosiah Lale Yaqutunnafis Lalu Jasawandi Lalu Jaswandi Lalu Jaswandi Lalu Jaswandi Lalu Parhanuddin Lalu Sirajul Hadi Linda Ayu Darmurtika M Chairul Anam M Chairul Anam M Faqih M Najamuddin M. Chaerul Anam M. Chairul Anam M. Chairul Anam M. Chairul Anam M. Chairul Anam M. Najamudin M. Samsul Hadi M. Samsul Hadi Mahsup Mahsup Maulana, Lalu Paozan Monika Handayani Monika Handayani, Monika Muhammad Abdul Rosyidi Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Musrifin, Musrifin Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Najamuddin M. Najamuddin, M Najamuddin, M. Najwa, Lu’luin Ni Ketut Alit Suarti Nurul Iman Nurul Iman Pramajati, Gilang Rayani, Dewi Reni Andriani Rosyidi, Muhammad Abdul Rufi'i Sabaryati, Johri Sahuriah, Sahuriah Sakti, Hadi Gunawan Satia Saharani Sintayana Muhardini Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sumiatun Sumiatun, Sumiatun Sutarto Sutarto Syamsul Hadi Uwi Martayadi Winata, Aliahardi Wiwik Handayani Zulhadi