p-Index From 2021 - 2026
14.461
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Mirai Management Jurnal Surya Medika JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Jambura Journal of Chemistry PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kesehatan Tambusai Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam JOURNAL LA MEDIHEALTICO Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORTE JOURNAL Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Farmanesia Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Health and Medical Science International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Jurnal Farmasi Klinik dan Sains All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Cross-border Eduvest - Journal of Universal Studies FARMASAINKES Nusantara Scientific Medical Research Journal PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Analit: Analytical and Environmental Chemistry Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Journal of Pharmaceutical and Sciences. JK Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Media Farmasi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Akademika Kimia Jurnal Sains dan Kesehatan MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI GAJAH (Parkia speciosa Hassk) di DAERAH KUTACANE, DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil) Makhfirah; Ridwanto; Fatur Rahman; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.713 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1885

Abstract

Antioksidan dapat menghentikan perkembangan reaksi oksidasi dengan mencegah pembentukan radikal bebas. Daun petai mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang kaya antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol daun petai gajah, juga untuk mengetahui golongan senyawa dalam daun Petai Gajah. Penelitian ini bersifat deskriftif, ekstrak etanol daun petai gajah diperoleh dengan cara maserasi adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kadar air, kadar sari laraut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, pengujian skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan. Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun Petai gajah diperoleh kadar air 8%, kadar sari yang larut dalam air 12,0%, kadar sari larut dalam etanol 5,4%, kadar abu total 10,7%, dan kadar abu yang tidak larut asam 1,3%. Hasil skrining fitokimia daun petai gajah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki nilai IC50 221,9828 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki antioksidan lemah.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP Propionibacterium acnes Syalsabila Putri; Ridwanto; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1891

Abstract

Daun Mahkota Dewa merupakan tanaman asli indonesia yang berasal dari daerah Papua. Daun mahkota dewa di masyarakat sibolga biasa digunakam untuk mengobati berbagai penyakit secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam daun mahkota dewa dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak simplisia daun mahkota dewa dibuat dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun mahkota dewa dibuat didalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 40%, 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu Tetraksiklin HCl dan kontrol negatif yang digunakan ialah DMSO. Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada daun mahkota dewa yaitu skrining fitokimia, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, pemeriksaan kadar air, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa dapat digunakan untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes.Adapun hasil pada konsentrasi 30% berdiameter 8,03 mm dikategorikan sedang, pada konsentrasi 40% berdiameter 9,26 mm dikategorikan sedang, dan pada konsentrasi 50% berdiameter 9,73 mm dikategorikan sedang.
Formulation of Hand Sanitizer Gel from Chitosan Shell of Fresh Water Lobster (Cherax Quadricarinatus) Irvan Andreansyah; Ridwanto Ridwanto
NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal Vol. 1 No. 1 (2022): NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal
Publisher : Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.141 KB) | DOI: 10.58549/nsmrj.v1i1.16

Abstract

Certain aberrant disorders impair the operation of a portion or the entire body. Infectious diseases can be spread by touching a person's hands or after contact with inanimate objects contaminated with bacteria, which can cause a variety of ailments, including diarrhoea. Using hand sanitizer as the primary deterrent is one of the methods to avoid this transmission. This time, the primary element is a natural substance, such as chitosan. Chitosan can be extracted from the shells of freshwater crayfish and utilized as an antibacterial agent in hand sanitizer formulations. This project intends to produce chitosan from crab shells. Crustacean chitosan can be utilized as an active ingredient in hand sanitizer gel. The production of chitosan begins with the demineralization, deproteination, and deacetylation processes. The resulting chitosan was then used to make hand sanitizer gels with 1, 2, and 3% concentrations. Organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, and viscosity tests were then conducted on the gel preparation. The results revealed that the hand sanitizer preparations subjected to organoleptic tests on F1, F2, and F3 did not exhibit any changes in odor, shape, or color; the homogeneity test revealed the absence of coarse grains; the pH obtained on average was within the skin pH range; and the spreadability test revealed that the average was in the range of 5-7 cm, indicating that the formula satisfies the specifications.
UJI TOKSISITAS KITOSAN CANGKANG KEPITING RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN METODE BRINE SHIRMP LETHALITY TEST (BSLT) Qisti Pristiwani; Ridwanto Ridwanto
Cross-border Vol. 6 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rajungan and bakau are crab species that are very commonly found in Indonesia and are used as Indonesian fishery export commodities. However, unfortunately market demand only uses the meat, leaving a lot of shell waste for the environment. In fact, crab shells contain chemicals, including 30-40% protein, minerals (CaCO3), and 20-30% chitin. Chitin can be processed into chitosan which has many benefits for life. The purpose of this study was to determine the presence of chitosan in crab shells and to test its toxicity using the BSLT method. Chitosan is obtained from the isolation of chitin through the stages of deproteination, demineralization, depigmentation, and deacetylation of chitin into chitosan. The results of this study indicate that chitosan has not been isolated properly because the degree of deacetylation is only 48,7 % in crabs and 73,4% in mud crabs from a minimum standard of 75%. The degree of deacetylation was obtained from the results of the FT-IR test. Furthermore, the level of toxicity was seen with the results of the LC50 using the BSLT (Brine Shirmp Lethality Test) test. The results of probit analysis showed that the LC50 value was 3149.198 g/ml in rajungan crab chitosan and 3718.775 g/ml in bakau crab. So it can be concluded that chitosan from rajungan and bakau crab shells is not toxic and safe to use in life.
Analisis kadar vitamin C pada buah naga putih (Hylocereus undatus) dan buah naga merah (hylocereus polyrhizus) dengan perbandingan metode spektrofotometri uv dan titrasi iodimetri Claudy Friesta Melanie; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ridwanto; Fathur Rahman
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.216

Abstract

Dragon fruit is natural source of antioxidants. We can consume not only dragon fruit flesh, but the skin is also very beneficial for health, in reality it is only considered as waste that has not been used properly. This study aims to analyze the levels of vitamin C in white dragon fruit and red dragon fruit with a comparison of uv spectrophotometry and iodimetric titration methods. The stages of the research included extracting from dragon fruit, screening phytochemicals, testing levels of vitamin C using iodimetric titration, testing levels of vitamins using UV spectrophotometry. The results showed that red dragon fruit contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids and glycosides, while white dragon fruit contains alkaloids, flavonoids, saponins and steroids. Determination of vitamin C levels by iodimetric titration method on red dragon fruit skin was 9.240 ± 3.029 mg, on red dragon fruit flesh was 11.587 ± 1.893 mg and vitamin C levels on white dragon fruit skin was 9.827 ± 3.933 mg, on white dragon fruit flesh was 13.347 ± 3.143 mg in 100 gram sample. While the spectrophotometric method obtained vitamin C levels in white dragon fruit flesh, namely 332.93 mg/100g, in red dragon fruit flesh, 24.99 mg/100g, while red dragon fruit skin, which was 16.59 mg/100g, in white dragon fruit skin, namely 10.47 mg/100g.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA MAHASISWA BARU PRODI FARMASI 2015/2016 UMN AL-WASHLIYAH Ricky Andi Syahputra, Anny Sartika D, Ridwanto
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan kualitas input mahasiswa baru di Prodi Farmasi UMN Al Washliyah Medanmenjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yangpada akhirnya meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Oleh karena itu perlu dilakukanstandarisasi kemampuan awal, yang berupa matrikulasi bagi mahasiswa baru yang dapatmenjadi dasar untuk pemahaman materi secara lebih lanjut. Matrikulasi memberikankesempatan kepada mahasiswa baru untuk memperbaiki kekurangan atau memahamikembali konsep-konsep dasar dalam bidang kimia umum, sehingga mahasiswa menjaditermotivasi untuk lebih giat belajar. Untuk mempercepat proses pemahaman, setiapmahasiswa program matrikulasi diberikan modul pembelajaran sebagai bahan bacaanatau sebagai sumber belajar. Dalam penelitian ini akan dilakukan upaya peningkatankemampuan kimia pada Prodi Farmasi UMN Al-Washliyah Medan. Penelitian ini dimulaidengan (a)pembuatan soal dan di validasi oleh validator ahli, (b)melakukanpretest terhadap mahasiswa baru untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa, (c)melakukan proses pembelajaran terhadap mahasiswa baru, (d)melakukan postestterhadap mahasiswa baru untuk mengetahui peningkatan kemampuan mahasiswa, (e)melakukan analisis terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar yang diperolehberdasarkan nilai pretes dan postes. Jumlah mahasiswa Prodi Farmasi T.A 2015/ 2016sejumlah 200 orang. Berdasarkan hasil pretes menunjukkan bahwa rendahnya hasilbelajar mahasiswa. Nilai dibawah 60 sebesar sebanyak 200 orang 100%. Setelahdilakukan penguatan melalui program matrikulasi nilai postes dibawah 60 menjadi 56orang (24%)sedangkan nilai 60 keatas sebanyak 152 orang (76%).
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Minuman Sachet Ekonomis Dengan Berbagai Merkmenggunakan Metode Spektrofotometri UV Fadilah Husni, Anny Sartika Daulay, Ridwanto, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i3.1408

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin yang mudah larut dalam air, fungi utama vitamin C adalah sebagai koenzim atau kofaktor. Vitamin C juga disebut asam askorbat karena senyawa ini kuat dalam reduksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi hidroksilasi. Selain berfungsi sebagai antioksidan vitamin C mempunyai fungsi lain yakni terkait pembentukan kolagen yaitu senyawa protein yang berperan dalam reaksi jaringan ikat. Vitamin C berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, pendarahan di bawah kulit dan pendarahan gusi, vitamin c juga dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan serangan jantung.Tijuana penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar vitamin C di dalam Sampel Minuman Sachet Ekonomis dalam Berbagai Merk dan membandingkan kadarnya dengan yang ada di kemasan, dengan menggunakan spektrofotometri UV. Sebanyak 1 gram Sampel dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL, lalu ditambahkan akuades sampai tanda batas kemudian dihomogenkan. Dipipet sebanyak, masukkan ke dalam labu ukur 25 mL, tambahkan akuades hingga tanda batas. Selanjutnya, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum yang dilakukan 6 kali pengulangan untuk tiap sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar rata-rata vitamin C pada Sampel A Pengenceran 1 6,3883 ± 0,1310 mcg/gr , Pengenceran 2 6,313 ± 0,1310 mcg/gr, Pengenceran 3 6,4134 ± 0,1310 mcg/gr, Pengenceran 4 6,4384 ± 0,1310 mcg/gr, Pengenceran 5 6,5636 ± 0,1310 mcg/gr, dan Pengenceran 6 6,4134 ± 0,1310 mcg/gr. Sampel B Pengenceran 1 17,85 ± 0,7439 mcg/gr, Pengenceran 2 16,929 ± 0,7439 mcg/gr, Pngenceran 3 16,7105 ± 0,7439 mcg/gr, Pengenceran 4 16,9735 ± 0,7439 mcg/gr, Pengenceran 5 17,105 ± 0,7439 mcg/gr, dan Pengenceran 6 17,719 ± 0,7439 mcg/gr. Sampel C Pengenceran 1 1,564 ± 0,0120 mcg/gr, Pengenceran 2 1,554 ± 0,0120 mcg/gr, Pengenceran 3 1,536 ± 0,0120 mcg/gr, Pengenceran 4 1,547 ± 0,0120 mcg/gr, Pengenceran 5 1,536 ± 0,0120 mcg/gr, dan Pengenceran 6 1,536 ± 0,0120 mcg/gr.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SIDAGURI (Sida rhombifolia L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) Khairunnisa Khairunnisa; Ridwanto Ridwanto
Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifolia L.) is a plant that contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. Sidaguri plants contain antioxidants. Antioxidants are chemical compounds that can donate electrons to reactive free radicals so that they are not reactive and stable so that they can prevent the oxidation process in the body. This study aims to determine the class of chemical compounds contained in simplicia and sidaguri leaf extract and the antioxidant activity of sidaguri leaf extract. The research stages include the collection and processing of simplicia. Sidaguri leaf extract (Sida rhombifolia L.) was obtained by maceration method using 70% ethanol as solvent. Examination of the characteristics of simplicia powder. The extract whose solvent has been evaporated to become a thick extract is then carried out for phytochemical screening. The ability of the extract as an antioxidant was determined by reducing the DPPH radical (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) with various extract concentrations 1500 μg/ml, 2000 μg/ml, 2500 μg/ml, 3000 μg/ml, 3500 μg/ml, 4000 μg/ml. The results of the extraction of sidaguri leaves obtained were 34.82 g of thick extract. The results of the phytochemical test of sidaguri leaves contain secondary metabolites, namely alkaloids, steroids, flavonoids, tannins, and saponins. The final result of the DPPH test is that the radicals change color from purple to yellow and their absorption is measured by UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results of the antioxidant activity test carried out resulted in an IC₅₀ value of 2351.53 μg/ml which indicated that the antioxidant activity was very weak.
PENENTUAN KADAR PARASETAMOL DAN KAFEIN DALAM SEDIAAN TABLET MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV SECARA SIMPLE SIMULTAN EQUATION (SSE) Ainil Fithri Pulungan
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p75-85

Abstract

Perkembangan obat dalam bentuk tablet kombinasi pada masa saat ini telah banyak mengalami peningkatan, parasetamol menjadi obat analgetik antipiretik yang dapat dikombinasikan dengan kafein yang dapat digunakan dalam terapi dengan kombinasi antara obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar campuran parasetamol dan kafein dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV secara Simple Simultan Equation (SSE). Hasil penelitian dari optimasi pelarut dengan 17 kategori pemilihan pelarut dan yang terpilih adalah asam asetat glasial: metanol (30:70) dengan menggunakan panjang gelombang maksimum parasetamol 246 nm dan kafein 272 nm. Hasil penelitian dari analisis campuran parasetamol dan kafein dengan spektrofotometri UV secara Simple Simultan Equation (SSE) menunjukkan bahwa kadar parasetamol dalam sediaan tablet A sebesar 96,93 ± 1,32%, sedangkan kadar kafein dalam tablet A 93,09 ± 9,99 %, Sampel B 107,53 ± 2,01% sedangkan kadar kafein dalam tablet B 105,8 ± 15,7 %, dan pada sampel C 103,66 ± 0,33% sedangkan kadar kafein dalam tablet C 105,94 ± 23 %. Dapat disimpulkan bahwa hasil penetapan kadar campuran parasetamol dan kafein dalam tablet memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan Farmakope Edisi IV yaitu 90% - 110%. Untuk validasi metode dilakukan denganbeberapa parameter diantaranya uji akurasi diperoleh % Recovery parasetamol dalam sampel A 94,23 %, Sampel B 93,9% dan sampel C 97,24% sedangkan Kafein Sampel A 99,25%; B 92,66% dan C 97,3%. Untuk parameter uji presisi diperoleh rentang % RSD yaitu 0,8581%-5,85% dan untuk LOD parasetamol yaitu 0,87775 µg/mL dan LOQ 2,92582 µg/mL sedangkan LOD kafein yaitu 1,42041 µg/mL dan LOQ 4,73469 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa semua parameter sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI (Modified Taro Flour) DENGAN FERMENTASI Lactobacillus casei BERDASARKAN KADAR PROTEIN Imelda Natasia Br S Meliala; Anny Sartika Daulay; Ridwanto Ridwanto; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1110

Abstract

Ketergantungan penggunaan tepung terigu dapat dikurangi dengan menggunakan sumber karbohidrat lainnya seperti talas yang merupakan pangan lokal. Lactobacillus casei adalah salah satu spesies Bakteri Asam Laktat yang dapat menggunakan selobiosa sebagai sumber nutrisinya. Diperkirakan Lactobacillus casei dapat mendegresi sel umbi talas agar meningkatkan kadar protein talas. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kondisi fermentasi untuk menghasilkan tepung termodifikasi yang optimal adalah waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi umbi talas terhadap organoeleptis dan kadar protein pada tepung talas termodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan uji karakterisasi yaitu uji organoleptis, uji kadar air, uji kadar abu dan uji kadar protein. Hasil penelitian ini menunjukkan organoleptis tepung mocaf, tepung talas, tepung talas termodifikasi berwarna coklat dan putih kecoklatan, bau sedikit asam dan tekstur yang halus. Kadar protein mocaf yaitu 2,17, tepung talas 2,33%, tepung talas termodifikasi 48 jam 3,16%, tepung talas termodifikasi 72 jam 3,53%. Kadar air tepung mocaf 11,31%, tepung talas 8,67%, tepung talas termodifikasi sebesar 10,81%. Kadar abu tepung mocaf 1,13%, tepung talas 2,73%, tepung talas termodifikasi 1,82%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  fermentasi 72 jam merupakan hasil yang optimal.
Co-Authors Abdullah, Husaini Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adawiyah, Marissa Tasya Adyani Maulinda Afrizani, Afrizani Agus Priyadi Akbar, Windi Hari Al Hudawi, Muhammad Al Qodri, Muhammad Alviana, Liya Amin Nasution, Muhammad Amir, Annisa Fadilah Andi Syahputra, Ricky Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Aprilia, Medhy Ardhita Arifin, Khairil Fikri Arjuniadi, Arjuniadi Audry Pratiwi Audry Pratiwi Azhar, Gustika Azri, Atika Azzahra, Fadya Cici Andriani Claudy Friesta Melanie Dalimunthe, Gabena Indriyani Damanik, Sumayyah Daniel Happy Putra Daulay , Anny Sartika Daulay, Ani Sartika Daulay, Anny S. Denni Bahari Dikki Miswanda Dina Suciati Saragih Dison Silalahi, Alistraja Elma Natasya Fadhilah M, Ihsan Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman Fithri Pulungan, Ainil FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Ade Try Atwinda Harahap, Siti Salimah Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Harun , Fathur Rahman Harun , Fatur Rahman Harun, Fathur Rahman Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Sarinah Hasibuan, Supia Indah Hazizah, Mautia Hermawan, Fiqri Humairah, Dwina Angelina Imelda Natasia Br S Meliala Irvan Andreansyah Irwan Misbach Isnaria, Vita Khairunnisa Khairunnisa Lastri Afni Lince Bulutoding Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi Maghfirah , Dini Makhfirah Malahayati Malahayati Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Manurung, Aisyah Baddriah Maryanti Yuza Melinda, Reni Meliyana Meliyana Merani Phaustina Lumban Gaol Mirna Mirna Muchlis, Syaiful Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Munthe, Herlina Nada, Dina Qatrun Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri, Nasri Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Amin Nasution, Shamila Sufi Aulia Nazirah, Nazirah Ningtias, Anggitha Nst, Haris Munandar Nur Ainun Nuraida Nuraida Nurhayati Nurhayati Nurliansyah, Nurliansyah Nurmazela, Virda Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pitaloka, Syifa Amilia Pulungan, Ainil Fitri Puteri, Cut Intan Annisa Putri Khairani Putri Theresia Harianja Putriyana Putriyana Qisti Pristiwani Rahayu , Yayuk Putri Rahayu Rahayu Rahma Dona, Rahma Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmayanti, Putri Rambe, Robiatun Reza Irma Ricky Andi Syahputra Rika Yuliana, Rika Riski Mulyani, Riski Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Dewi Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa S Sumarlin Sagala , Vipi Zetiara Salwa, Shakhila Saragih, Alkausar Sari, Farida Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Shilvia, Fatin Sinaga, Novita Yulianti Siradjuddin, Siradjuddin Siregar , Anisah Siregar, Muhammad Alfariz Baihaqi Sitompul, M. Saleh Sitorus, Dara Indah Sri Wahyuni Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Aulia Tamara Army Tambupolon, Sanya Tanika Trizaldi, Asep Utama, Fazrul Amin Vera Estefania Kaban Wijiyaningsih, Dinda Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani