p-Index From 2021 - 2026
14.074
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Mirai Management Jurnal Surya Medika JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Jambura Journal of Chemistry PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kesehatan Tambusai Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam JOURNAL LA MEDIHEALTICO Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORTE JOURNAL Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Farmanesia Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Health and Medical Science International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Jurnal Farmasi Klinik dan Sains All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Cross-border Eduvest - Journal of Universal Studies FARMASAINKES Nusantara Scientific Medical Research Journal PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Analit: Analytical and Environmental Chemistry Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Journal of Pharmaceutical and Sciences. JK Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Media Farmasi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Akademika Kimia Jurnal Sains dan Kesehatan MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Bayam Merah (Amaranthus Gengiticus L) Sebagai Pewarna Alami pada Makanan Basah Denni Bahari; Ridwanto Ridwanto; Minda Sari Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 1, No 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i3.99

Abstract

Bayam merah merupakan tumbuhan yang banyak memiliki manfaat. Bayam merah dapat bermanfaat dalam produksi pangan sebagai pewarna makanan alami, karena bayam merah mengandung antioksidan salah satunya adalah antosianin. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan zat warna alami bayam merah sebagai pewarna alami makanan dalam bentuk serbuk. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara bayam merah dihaluskan dengan menggunakan blender kemudian disaring dan diambil filtratnya lalu dikeringkan dilemari pengering lalu digerus sampai homogen. Kesimpulan bayam merah (Amaranthus gengiticus L) dapat dijadikan serbuk. Zatwarna yang diperoleh dari bayam merah diaplikasikan pada makanan dengan perbandingan 12,5 g dan 25 g. Hasil uji kesukaan (Hedonic Test) aplikasi zat warna yang paling disukai panelis pada sediaan kue klepon yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29% dan pada sediaan kue bolu yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29%.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (Dracaena angustifolia) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Putriyana Putriyana; Ridwanto Ridwanto
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : CV. ADIBA ADISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of this study indicate that; 1) The screening results for simplicia and the ethanol extract of suji leaves (Dracaena angustifolia) showed positive results for flavonoids, saponins, tannins and steroids/triterpenoids. 2) The antioxidant activity of suji leaves (Dracaena angustifolia) shows strength in the "strong" category with an IC50 value of 48.96 ppm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI AIR REBUSAN SEGAR, SARI SEGAR, DAN EKSTRAK SEGAR BUAH PEPINO (Solanum muricatum Ait.) DENGAN METODE DPPH Putri Theresia Harianja; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.138 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1147

Abstract

Radikal bebas adalah suatu molekul atau senyawa yang mampu berdiri sendiri yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit paling luar. Antioksidan adalah zat yang berfungsi menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman pepino (Solanum muricatum Ait.) Pada buah pepino terdapat senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dari air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel yang digunakan adalah buah pepino. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan, pengolahan bahan, identifikasi tumbuhan, pembuatan air rebusan segar, sari segar, dan ekstrak segar buah pepino, skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyi). Hasil dari skrining fitokimia air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan glikosida dan hasil pemeriksaan uji aktivitas antioksidan air rebusan segar yaitu sebesar 3739,34 µg/mL, sari segar yaitu sebesar 2915,25 μg/mL, dan ekstrak segar buah pepino yaitu sebesar 867,20 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan sampel lebih lemah dari Vitamin C yaitu sebesar 33,67 μg/mL.
UJI KADAR PROTEIN PADA OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI UBI KAYU DENGAN FERMENTASI LACTOBACILLUS CASEI Merani Phaustina Lumban Gaol; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.007 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1884

Abstract

Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari ubi kayu. Prinsip pembuatannya ialah dengan memodifikasi ubi kayu dengan cara fermentasi. Kandungan protein pada ubi kayu yaitu 1%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan melakukan modifikasi tepung ubi kayu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi ubi kayu terhadap organoleptis dan kadar protein tepung mocaf. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan ubi kayu varietas roti dan kuning, pembuatan tepung mocaf dengan fermentasi Lactobacillus casei dan karakteristik tepung mocaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis pada tepung mocaf memenuhi syarat SNI 7622:2011 yaitu warna putih, bau normal, rasa tawar dan tekstur yang halus. Diperoleh kadar protein tepung ubi kayu varietas roti dan kuning adalah 1,06% dan 1,36%. Tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 48 jam adalah 1,69% dan 1,12%. Kadar protein tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 72 jam adalah 2,05% dan 1,17%. Maka diperoleh kadar air pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 6,40% dan 6,08%. Serta kadar abu pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 0,71% dan 1,03%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ubi kayu varietas roti fermentasi 72 jam merupakan hasil yang terbaik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI GAJAH (Parkia speciosa Hassk) di DAERAH KUTACANE, DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil) Makhfirah; Ridwanto; Fatur Rahman; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.713 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1885

Abstract

Antioksidan dapat menghentikan perkembangan reaksi oksidasi dengan mencegah pembentukan radikal bebas. Daun petai mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang kaya antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol daun petai gajah, juga untuk mengetahui golongan senyawa dalam daun Petai Gajah. Penelitian ini bersifat deskriftif, ekstrak etanol daun petai gajah diperoleh dengan cara maserasi adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kadar air, kadar sari laraut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, pengujian skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan. Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun Petai gajah diperoleh kadar air 8%, kadar sari yang larut dalam air 12,0%, kadar sari larut dalam etanol 5,4%, kadar abu total 10,7%, dan kadar abu yang tidak larut asam 1,3%. Hasil skrining fitokimia daun petai gajah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki nilai IC50 221,9828 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki antioksidan lemah.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP Propionibacterium acnes Syalsabila Putri; Ridwanto; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1891

Abstract

Daun Mahkota Dewa merupakan tanaman asli indonesia yang berasal dari daerah Papua. Daun mahkota dewa di masyarakat sibolga biasa digunakam untuk mengobati berbagai penyakit secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam daun mahkota dewa dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak simplisia daun mahkota dewa dibuat dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun mahkota dewa dibuat didalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 40%, 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu Tetraksiklin HCl dan kontrol negatif yang digunakan ialah DMSO. Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada daun mahkota dewa yaitu skrining fitokimia, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, pemeriksaan kadar air, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa dapat digunakan untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes.Adapun hasil pada konsentrasi 30% berdiameter 8,03 mm dikategorikan sedang, pada konsentrasi 40% berdiameter 9,26 mm dikategorikan sedang, dan pada konsentrasi 50% berdiameter 9,73 mm dikategorikan sedang.
Formulation of Hand Sanitizer Gel from Chitosan Shell of Fresh Water Lobster (Cherax Quadricarinatus) Irvan Andreansyah; Ridwanto Ridwanto
NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal Vol. 1 No. 1 (2022): NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal
Publisher : Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.141 KB) | DOI: 10.58549/nsmrj.v1i1.16

Abstract

Certain aberrant disorders impair the operation of a portion or the entire body. Infectious diseases can be spread by touching a person's hands or after contact with inanimate objects contaminated with bacteria, which can cause a variety of ailments, including diarrhoea. Using hand sanitizer as the primary deterrent is one of the methods to avoid this transmission. This time, the primary element is a natural substance, such as chitosan. Chitosan can be extracted from the shells of freshwater crayfish and utilized as an antibacterial agent in hand sanitizer formulations. This project intends to produce chitosan from crab shells. Crustacean chitosan can be utilized as an active ingredient in hand sanitizer gel. The production of chitosan begins with the demineralization, deproteination, and deacetylation processes. The resulting chitosan was then used to make hand sanitizer gels with 1, 2, and 3% concentrations. Organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, and viscosity tests were then conducted on the gel preparation. The results revealed that the hand sanitizer preparations subjected to organoleptic tests on F1, F2, and F3 did not exhibit any changes in odor, shape, or color; the homogeneity test revealed the absence of coarse grains; the pH obtained on average was within the skin pH range; and the spreadability test revealed that the average was in the range of 5-7 cm, indicating that the formula satisfies the specifications.
Antioxidant Activity of Fresh Decinte, Fresh Sari, and Fresh Ethanol Extract of Soursop (Annona muricata L.) Leaves Using DPPH Method Eva Fransiska; Anny Sartika Daulay; Ridwanto Ridwanto; Rafita Yuniarti
PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 01 (2023): PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara
Publisher : Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.756 KB) | DOI: 10.58549/pcjn.v2i01.60

Abstract

Antioxidants are compounds that are able to ward off or reduce free radicals in the body so that they can prevent several diseases. Soursop leaves (Annona muricata L.) are used as a traditional herbal medicine to prevent or treat cancer, as well as a natural antioxidant, which is usually used by people by boiling it. The purpose of this study was to look at the phytochemical screening by comparing fresh boiled water, fresh juice, and a fresh extract of soursop leaves, as well as test the antioxidant activity with the addition of DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) and measured using a UV-Vis spectrophotometer at 516 nm. The results of the soursop leaf phytochemical screening showed that there were groups of chemical compounds such as flavonoids, glycosides, tannins, and saponins. The results of testing the antioxidant activity by looking at the maximum wavelength of DPPH, using a UV-Vis spectrophotometer, obtained IC50 values for fresh juice of 770.067 µg/mL, fresh decoction of 1,022.8422 µg/mL, and ethanol extract of 299.733 µg/mL. Based on the results of the study, it was shown that the ethanol extract had stronger antioxidant activity than a fresh decoction and the fresh juice of soursop leaves.
UJI TOKSISITAS KITOSAN CANGKANG KEPITING RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN METODE BRINE SHIRMP LETHALITY TEST (BSLT) Qisti Pristiwani; Ridwanto Ridwanto
Cross-border Vol. 6 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rajungan and bakau are crab species that are very commonly found in Indonesia and are used as Indonesian fishery export commodities. However, unfortunately market demand only uses the meat, leaving a lot of shell waste for the environment. In fact, crab shells contain chemicals, including 30-40% protein, minerals (CaCO3), and 20-30% chitin. Chitin can be processed into chitosan which has many benefits for life. The purpose of this study was to determine the presence of chitosan in crab shells and to test its toxicity using the BSLT method. Chitosan is obtained from the isolation of chitin through the stages of deproteination, demineralization, depigmentation, and deacetylation of chitin into chitosan. The results of this study indicate that chitosan has not been isolated properly because the degree of deacetylation is only 48,7 % in crabs and 73,4% in mud crabs from a minimum standard of 75%. The degree of deacetylation was obtained from the results of the FT-IR test. Furthermore, the level of toxicity was seen with the results of the LC50 using the BSLT (Brine Shirmp Lethality Test) test. The results of probit analysis showed that the LC50 value was 3149.198 g/ml in rajungan crab chitosan and 3718.775 g/ml in bakau crab. So it can be concluded that chitosan from rajungan and bakau crab shells is not toxic and safe to use in life.
Analisis kadar vitamin C pada buah naga putih (Hylocereus undatus) dan buah naga merah (hylocereus polyrhizus) dengan perbandingan metode spektrofotometri uv dan titrasi iodimetri Claudy Friesta Melanie; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ridwanto; Fathur Rahman
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.216

Abstract

Dragon fruit is natural source of antioxidants. We can consume not only dragon fruit flesh, but the skin is also very beneficial for health, in reality it is only considered as waste that has not been used properly. This study aims to analyze the levels of vitamin C in white dragon fruit and red dragon fruit with a comparison of uv spectrophotometry and iodimetric titration methods. The stages of the research included extracting from dragon fruit, screening phytochemicals, testing levels of vitamin C using iodimetric titration, testing levels of vitamins using UV spectrophotometry. The results showed that red dragon fruit contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids and glycosides, while white dragon fruit contains alkaloids, flavonoids, saponins and steroids. Determination of vitamin C levels by iodimetric titration method on red dragon fruit skin was 9.240 ± 3.029 mg, on red dragon fruit flesh was 11.587 ± 1.893 mg and vitamin C levels on white dragon fruit skin was 9.827 ± 3.933 mg, on white dragon fruit flesh was 13.347 ± 3.143 mg in 100 gram sample. While the spectrophotometric method obtained vitamin C levels in white dragon fruit flesh, namely 332.93 mg/100g, in red dragon fruit flesh, 24.99 mg/100g, while red dragon fruit skin, which was 16.59 mg/100g, in white dragon fruit skin, namely 10.47 mg/100g.
Co-Authors Abdullah, Husaini Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adawiyah, Marissa Tasya Adyani Maulinda Afrizani, Afrizani Agus Priyadi Akbar, Windi Hari Al Hudawi, Muhammad Al Qodri, Muhammad Alviana, Liya Amin Nasution, Muhammad Amir, Annisa Fadilah Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Aprilia, Medhy Ardhita Arifin, Khairil Fikri Arjuniadi, Arjuniadi Asep Trizaldi Audry Pratiwi Audry Pratiwi Azhar, Gustika Azri, Atika Azzahra, Fadya Cici Andriani Claudy Friesta Melanie Dalimunthe, Gabena Indriyani Damanik, Sumayyah Daniel Happy Putra Daulay , Anny Sartika Daulay, Ani Sartika Daulay, Anny S. Denni Bahari Dikki Miswanda Dina Suciati Saragih Dison Silalahi, Alistraja Elma Natasya Eva Fransiska Fadhilah M, Ihsan Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman Fithri Pulungan, Ainil Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Ade Try Atwinda Harahap, Siti Salimah Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Harun , Fatur Rahman Harun, Fathur Rahman Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Sarinah Hasibuan, Supia Indah Hazizah, Mautia Hermawan, Fiqri Humairah, Dwina Angelina Imelda Natasia Br S Meliala Irvan Andreansyah Irwan Misbach Isnaria, Vita Khairunnisa Khairunnisa Lastri Afni Lince Bulutoding Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi Maghfirah , Dini Makhfirah Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Manurung, Aisyah Baddriah Maryanti Yuza Melinda, Reni Meliyana Meliyana Merani Phaustina Lumban Gaol Mirna Mirna Muchlis, Syaiful Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Munthe, Herlina Nada, Dina Qatrun Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri, Nasri Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Amin Nasution, Shamila Sufi Aulia Nazirah, Nazirah Ningtias, Anggitha Nst, Haris Munandar Nuraida Nuraida Nurhayati Nurhayati Nurliansyah, Nurliansyah Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pitaloka, Syifa Amilia Puteri, Cut Intan Annisa Putri Khairani Putri Theresia Harianja Putriyana Putriyana Qisti Pristiwani Rafita Yuniarti Rahayu , Yayuk Putri Rahayu Rahayu Rahma Dona Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmayanti, Putri Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Rika Yuliana, Rika Riski Mulyani, Riski Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Dewi Rizki, Rahmad Robiatun Rambe Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa S Sumarlin Sagala , Vipi Zetiara Salwa, Shakhila Saragih, Alkausar Sari, Farida Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Shilvia, Fatin Sinaga, Novita Yulianti Siradjuddin, Siradjuddin Siregar , Anisah Sitompul, M. Saleh Sitorus, Dara Indah Sri Wahyuni Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Aulia Tamara Army Tambupolon, Sanya Tanika Utama, Fazrul Amin Vera Estefania Kaban Virda Nurmazela Wijiyaningsih, Dinda Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani