p-Index From 2021 - 2026
14.461
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Mirai Management Jurnal Surya Medika JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Jambura Journal of Chemistry PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kesehatan Tambusai Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam JOURNAL LA MEDIHEALTICO Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORTE JOURNAL Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Farmanesia Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Health and Medical Science International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Jurnal Farmasi Klinik dan Sains All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Cross-border Eduvest - Journal of Universal Studies FARMASAINKES Nusantara Scientific Medical Research Journal PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Analit: Analytical and Environmental Chemistry Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Journal of Pharmaceutical and Sciences. JK Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Media Farmasi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Akademika Kimia Jurnal Sains dan Kesehatan MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Sediaan Pewarna Pipi dalam Bentuk Padat dengan Menggunakan Ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) Anggitha Ningtias; Zulmai Rani; Ridwanto
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v1i4.811

Abstract

Buni fruit (Antidesma bunius (L.) Spreng) is a plant that contains anthocyanin pigments that can give a red color. The purpose of this study was to make cheek dye preparations in solid form using buni fruit extract (Antidesma bunius (L.) Spreng) as a dye. The extract was obtained by maceration using 96% ethanol containing 2% citric acid. The cheek coloring formula that was made was using buni fruit dye with a concentration of 10; 12.5; 15 and 17.5%. The tests carried out include: physical quality inspection (homogeneity, polish test, crack test), irritation test, and stability test. Formula with a concentration of 10% produces a pale cream color; preparation with a concentration of 12.5% ​​produces a cream color, a concentration of 15% produces a weak pink color and a concentration of 17.5% produces a dark pink color. The results of the physical quality examination of the preparation showed that the preparation had a homogeneous color, good polish at a concentration of 17.5% because it produced a clear pink color during polishing and did not crack when dropped from a height of 25 cm. Preparations are not irritating. From the observation of the shape, it was found that all the cheek coloring preparations made did not change shape from the initial form of printing for 90 days at room temperature storage. From the results of color observations, all preparations made remained stable during storage at room temperature for 50 days, on day 55 the color of the preparation began to fade, this was due to unstable anthocyanins. The odor of the preparation remained stable in storage for 90 days of observation at room temperature. These results indicate that buni fruit extract can be used as a colorant in cheek coloring preparations.
Optimasi Pembuatan Tepung Jagung Termodifikasi (Modified Corn Flour) Berdasarkan Kadar Protein Secara Fermentasi Dengan Bakteri Asam Laktat (BAL) Feby Masyrifah Lubis, A.S Daulay, Haris Munandar Nasution, Ridwanto
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tepung jagung sebagai bahan pangan produk baru, spesifik dan bermutu tinggi memerlukan modifikasi. Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel terjadi secara anaerob yang mengubah gula menjadi gula sederhana dan protein menjadi peptide dan asam amino.Waktu fermentasi adalah salah satu faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan pada penelitian ini. Salah satu indikator bahwa fermentasi untuk menghasilkan tepung jagung termodifikasi akan berlangsung optimal apabila mikroba aktif mampu memproduksi enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi pembuatan tepung jagung termodifikasi (Modified Corn Flour) berdasarkan kadar protein secara fermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan karakterisasi yaitu organoleptis, kadar air, kadar abu dan kadar protein. Metode titrasi formol adalah larutan protein dinetralkan dengan basa (NaOH) lalu ditambahkan formalin (formaldehid) akan membentuk dimethilol. Hasil penelitian ini menunjukkan uji organoleptis tepung mocaf, tepung jagung, tepung jagung modifikasi 48 jam dan 72 jam dengan rasa tawar, warna putih dan kuning, bau sedikit asam, Kadar air mocaf yaitu 11,31%, tepung jagung 7,23%, Tepung Jagung termodifikasi 72 jam 8,41%, Kadar Abu tepung mocaf 1,13%, tepung jagung 0,37%, tepung jagung modifikasi 0,12% telah memenuhi syarat SNI 7622:2011. Kadar protein tepung mocaf yaitu 2,17%, tepung jagung 1,37%, tepung jagung termodifikasi 48 jam 2,21%, dan Tepung jagung termodifikasi 72 Jam 2,30%. Hasil ini diperoleh tepung jagung termodifikasi fermentasi 72 jam memiliki kadar protein tertinggi.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pinang (Areca Catechu L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli Dedi Ariansah Munthe, Ridwanto
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji pinang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang diketahui berkhasiat sebagai antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji pinang dapat menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus, Escherchia coli, Pseudomonas aeruginosae, dan Candida albicans. Analisis pinang di Filipina menyatakan bahwa buah pinang mengandung senyawa bioaktif yaitu flavonoid di antaranya tanin, yang dapat menguatkan gigi. Diduga tanaman pinang mengandung sejumlah komponen utama senyawa berbasis selenium (Se) sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pinang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Esceherichia coli. Mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun pinang. Ekstrak didapat dengan cara maserasi mengunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri Mengunakan Metode difusi cakram untuk menentukan aktivitas antibakteri. Hasil skrining fitokimia bahwa serbuk simplisia daun pinang mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid/steroid, saponin, tannin dan glokosida. Hasil pengujian aktivas antibakteri pada kosenterasi 5% 10% 20% dapat mengambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Esceherichia coli dengan rata-rata zona hambat masing-masing yaitu zona hambat terhadap bakakteri Staphylococcus aureus sebesar 11,16 mm, 13,9 mm, 14,9 mm sedangkan bakteri Esceherichia coli sebesar 12,4 mm, 14,03 mm, 17,3 mm. Ekstrak etanol daun pinang dapat mengambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Esceherichia coli memiliki aktivitas daya hambat yang sangat kuat.
UJI TOKSISITAS KITOSAN CANGKANG KERANG BULU (Anadara antiquata) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Nadila Indra Sepvina; Ridwanto Ridwanto; Zulmai Rani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v7i2.1023

Abstract

Shellfish is one of Indonesia's fishery commodities which is increasing every year, one of which is blood clams and feather shells, which are easily found in Southeast Asia and East Asia. Shellfish also have great potential so that it has an impact on the increasing waste that is allowed to accumulate without any handling of the pollution that exists in the environment and society. One alternative to the use of waste from feather shells to have a high use value is to isolate it into chitosan. The purpose of this study was to investigate the utilization of shellfish waste into chitosan and to determine the LC50 value of the chitosan produced. The analysis carried out was the toxicity test of chitosan from shellfish shell waste on Artemia salina Leach shrimp larvae using the Brine Shrimp Lethalitiy Test (BSLT) method with various concentrations of 100; 250; 500; 750; and 1000 µg/mL, and determining the value of LC50 by probit analysis. Based on the results of the toxicity test of chitosan from shellfish waste, the LC50 value was µg/mL. These results indicate that chitosan from shellfish waste has no toxic effect on Artemia salina Leach shrimp larvae.
Uji Kadar Protein Pada Optimasi Pembuatan Tepung Mocaf Dari Ubi Kayu Varietas Roti Dan Kuning Dengan Fermentasi Lactobacillus Casei Merani P. Lumban Gaol, A.S Daulay, Ridwanto, Yayuk Putri Rahayu
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 2 No 4 November 2022
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v2i4.1039

Abstract

Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari ubi kayu. Prinsip pembuatannya ialah dengan memodifikasi ubi kayu dengan cara fermentasi. Kandungan protein pada ubi kayu yaitu 1%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan melakukan modifikasi tepung ubi kayu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh optimasi waktu fermentasi ubi kayu terhadap organoleptis meliputi warna, rasa, bau, tekstur dan kadar protein tepung mocaf varietas roti dan kuning. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Variabel bebas penelitian ini yaitu ubi kayu varietas roti dan kuning dengan fermentasi waktu 48 jam dan 72 jam serta tepung mocaf komersil. Variabel terikat penelitian yaitu kadar protein, kadar air dan kadar abu tepung mocaf varietas roti dan kuning. Penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan ubi kayu varietas roti dan kuning, pembuatan tepung mocaf dengan fermentasi Lactobacillus casei dan karakteristik tepung mocaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis pada tepung mocaf memenuhi syarat SNI 7622:2011 yaitu warna putih, bau normal, rasa tawar dan tekstur yang halus. Kadar protein tepung ubi kayu varietas roti yaitu 1,34% dan kuning yaitu 1,11%. Tepung mocaf varietas roti pada fermentasi 48 jam yaitu 1,69% dan kuning yaitu 1,12%. Kadar protein tepung mocaf varietas roti pada fermentasi 72 jam yaitu 2,05% dan kuning yaitu 1,17%. Kadar air pada tepung mocaf varietas roti yaitu 6,40% dan kuning yaitu 6,08%. Kadar abu pada tepung mocaf varietas roti yaitu 0,71% dan kuning yaitu 1,03%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ubi kayu varietas roti fermentasi 72 jam merupakan hasil yang terbaik.
UJI TOKSISITAS KITOSAN CANGKANG KERANG TAHU (Meretrix meretrix L.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Audry Pratiwi; Ridwanto Ridwanto
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.984

Abstract

Kerang tahu (Meretrix meretrix L) merupakan salah satu sumber daya perikanan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat toksisitas kitosan dari cangkang Kerang tahu dengan melihat nilai LC50 yang diujikan pada metode BSLT. Penelitian ini meliputi Isolasi kitin dan kitosan: Deproteinasi, Demineralisasi, Depigmentasi dan deasetilasi kitin menjadi kitosan, karakterisasi kitosan, FTIR, dan Uji Toksisitas kitosan dengan menggunakan metode BSLT untuk melihat jumlah kematian larva Artemia salina L diperoleh data (LC50). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kitosan Cangkang Kerang tahu memiliki LC50 4383.287934 μg/ml. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kitosan cangkang Kerang tahu bersifat tidak toksik (LC50> 1000 μg/ml) pada uji BSLT.
Pemanfaatan Bayam Merah (Amaranthus Gengiticus L) Sebagai Pewarna Alami pada Makanan Basah Denni Bahari; Ridwanto Ridwanto; Minda Sari Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 1, No 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i3.99

Abstract

Bayam merah merupakan tumbuhan yang banyak memiliki manfaat. Bayam merah dapat bermanfaat dalam produksi pangan sebagai pewarna makanan alami, karena bayam merah mengandung antioksidan salah satunya adalah antosianin. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan zat warna alami bayam merah sebagai pewarna alami makanan dalam bentuk serbuk. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara bayam merah dihaluskan dengan menggunakan blender kemudian disaring dan diambil filtratnya lalu dikeringkan dilemari pengering lalu digerus sampai homogen. Kesimpulan bayam merah (Amaranthus gengiticus L) dapat dijadikan serbuk. Zatwarna yang diperoleh dari bayam merah diaplikasikan pada makanan dengan perbandingan 12,5 g dan 25 g. Hasil uji kesukaan (Hedonic Test) aplikasi zat warna yang paling disukai panelis pada sediaan kue klepon yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29% dan pada sediaan kue bolu yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29%.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (Dracaena angustifolia) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Putriyana Putriyana; Ridwanto Ridwanto
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : CV. ADIBA ADISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of this study indicate that; 1) The screening results for simplicia and the ethanol extract of suji leaves (Dracaena angustifolia) showed positive results for flavonoids, saponins, tannins and steroids/triterpenoids. 2) The antioxidant activity of suji leaves (Dracaena angustifolia) shows strength in the "strong" category with an IC50 value of 48.96 ppm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI AIR REBUSAN SEGAR, SARI SEGAR, DAN EKSTRAK SEGAR BUAH PEPINO (Solanum muricatum Ait.) DENGAN METODE DPPH Putri Theresia Harianja; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.138 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1147

Abstract

Radikal bebas adalah suatu molekul atau senyawa yang mampu berdiri sendiri yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit paling luar. Antioksidan adalah zat yang berfungsi menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman pepino (Solanum muricatum Ait.) Pada buah pepino terdapat senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dari air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel yang digunakan adalah buah pepino. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan, pengolahan bahan, identifikasi tumbuhan, pembuatan air rebusan segar, sari segar, dan ekstrak segar buah pepino, skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyi). Hasil dari skrining fitokimia air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan glikosida dan hasil pemeriksaan uji aktivitas antioksidan air rebusan segar yaitu sebesar 3739,34 µg/mL, sari segar yaitu sebesar 2915,25 μg/mL, dan ekstrak segar buah pepino yaitu sebesar 867,20 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan sampel lebih lemah dari Vitamin C yaitu sebesar 33,67 μg/mL.
UJI KADAR PROTEIN PADA OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI UBI KAYU DENGAN FERMENTASI LACTOBACILLUS CASEI Merani Phaustina Lumban Gaol; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.007 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1884

Abstract

Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari ubi kayu. Prinsip pembuatannya ialah dengan memodifikasi ubi kayu dengan cara fermentasi. Kandungan protein pada ubi kayu yaitu 1%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan melakukan modifikasi tepung ubi kayu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi ubi kayu terhadap organoleptis dan kadar protein tepung mocaf. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan ubi kayu varietas roti dan kuning, pembuatan tepung mocaf dengan fermentasi Lactobacillus casei dan karakteristik tepung mocaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis pada tepung mocaf memenuhi syarat SNI 7622:2011 yaitu warna putih, bau normal, rasa tawar dan tekstur yang halus. Diperoleh kadar protein tepung ubi kayu varietas roti dan kuning adalah 1,06% dan 1,36%. Tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 48 jam adalah 1,69% dan 1,12%. Kadar protein tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 72 jam adalah 2,05% dan 1,17%. Maka diperoleh kadar air pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 6,40% dan 6,08%. Serta kadar abu pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 0,71% dan 1,03%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ubi kayu varietas roti fermentasi 72 jam merupakan hasil yang terbaik.
Co-Authors Abdullah, Husaini Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adawiyah, Marissa Tasya Adyani Maulinda Afrizani, Afrizani Agus Priyadi Akbar, Windi Hari Al Hudawi, Muhammad Al Qodri, Muhammad Alviana, Liya Amin Nasution, Muhammad Amir, Annisa Fadilah Andi Syahputra, Ricky Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Aprilia, Medhy Ardhita Arifin, Khairil Fikri Arjuniadi, Arjuniadi Audry Pratiwi Audry Pratiwi Azhar, Gustika Azri, Atika Azzahra, Fadya Cici Andriani Claudy Friesta Melanie Dalimunthe, Gabena Indriyani Damanik, Sumayyah Daniel Happy Putra Daulay , Anny Sartika Daulay, Ani Sartika Daulay, Anny S. Denni Bahari Dikki Miswanda Dina Suciati Saragih Dison Silalahi, Alistraja Elma Natasya Fadhilah M, Ihsan Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman Fithri Pulungan, Ainil FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Ade Try Atwinda Harahap, Siti Salimah Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Harun , Fathur Rahman Harun , Fatur Rahman Harun, Fathur Rahman Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Sarinah Hasibuan, Supia Indah Hazizah, Mautia Hermawan, Fiqri Humairah, Dwina Angelina Imelda Natasia Br S Meliala Irvan Andreansyah Irwan Misbach Isnaria, Vita Khairunnisa Khairunnisa Lastri Afni Lince Bulutoding Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi Maghfirah , Dini Makhfirah Malahayati Malahayati Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Manurung, Aisyah Baddriah Maryanti Yuza Melinda, Reni Meliyana Meliyana Merani Phaustina Lumban Gaol Mirna Mirna Muchlis, Syaiful Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Munthe, Herlina Nada, Dina Qatrun Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri, Nasri Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Amin Nasution, Shamila Sufi Aulia Nazirah, Nazirah Ningtias, Anggitha Nst, Haris Munandar Nur Ainun Nuraida Nuraida Nurhayati Nurhayati Nurliansyah, Nurliansyah Nurmazela, Virda Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pitaloka, Syifa Amilia Pulungan, Ainil Fitri Puteri, Cut Intan Annisa Putri Khairani Putri Theresia Harianja Putriyana Putriyana Qisti Pristiwani Rahayu , Yayuk Putri Rahayu Rahayu Rahma Dona, Rahma Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmayanti, Putri Rambe, Robiatun Reza Irma Ricky Andi Syahputra Rika Yuliana, Rika Riski Mulyani, Riski Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Dewi Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa S Sumarlin Sagala , Vipi Zetiara Salwa, Shakhila Saragih, Alkausar Sari, Farida Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Shilvia, Fatin Sinaga, Novita Yulianti Siradjuddin, Siradjuddin Siregar , Anisah Siregar, Muhammad Alfariz Baihaqi Sitompul, M. Saleh Sitorus, Dara Indah Sri Wahyuni Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Aulia Tamara Army Tambupolon, Sanya Tanika Trizaldi, Asep Utama, Fazrul Amin Vera Estefania Kaban Wijiyaningsih, Dinda Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani