Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah di ITDC Mandalika untuk keberlanjutan ekosistem pariwisata Nurul Isnaeni Rahmat; Harlinda Asdiani; Abdul Azizul Ghaffar; Sabri Sabri; Sukuryadi Sukuryadi; Ibrahim Ibrahim; Harry Irawan Johari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29939

Abstract

Abstrak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Namun, peningkatan jumlah wisatawan di kawasan ini juga menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peran ITDC dalam pengelolaan sampah di kawasan Mandalika serta mengevaluasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode yang digunakan melalui wawancara dengan pihak ITDC untuk memperoleh data mengenai kebijakan, implementasi, serta kendala dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun ITDC telah menerapkan berbagai kebijakan dan program dalam pengelolaan sampah, masih terdapat tantangan dalam hal infrastruktur, kesadaran masyarakat, serta koordinasi dengan pihak terkait. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan strategi yang melibatkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan konsep ekonomi sirkular, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan implementasi yang tepat, diharapkan kawasan Mandalika dapat menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Kata kunci: ekonomi sirkular; ITDC Mandalika; pariwisata berkelanjutan; pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah Abstract The Mandalika Special Economic Zone (SEZ), managed by the Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), is one of Indonesia's premier tourist destinations. However, the increasing number of tourists in this area has also led to environmental issues, particularly in waste management. This initiative aims to analyze ITDC's role in waste management within the Mandalika area and evaluate the challenges and opportunities in establishing a sustainable waste management system. The method used involves conducting interviews with ITDC representatives to gather data on policies, implementation, and obstacles related to waste management in the area. The results indicate that although ITDC has implemented various policies and programs for waste management, challenges persist in terms of infrastructure, public awareness, and coordination with relevant stakeholders. To address these issues, strategies such as community education and empowerment, enhancement of waste management infrastructure, the application of circular economy principles, and collaboration with multiple stakeholders are necessary. With proper implementation, the Mandalika area is expected to become a clean, comfortable, and sustainable tourist destination. Keywords: circular economy; community empowerment; ITDC Mandalika; sustainable tourism; waste management.
Pembekalan bahasa korea dasar bidang pariwisata guna meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK Negeri 3 Denpasar, Bali Ashanti Widyana; Didin Samsudin; Asma Azizah; Jayanti Megasari; Teja Mustika; Ibrahim Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28014

Abstract

AbstrakSetelah pandemi melanda, Indonesia mulai bangkit untuk memulihkan roda perekonomian yang sempat terhenti. Salah satu sektor yang kembali menggeliat pasca pandemi adalah pariwisata, terutama di Bali. Bali memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara, terutama wisatawan dari Korea Selatan yang pada tahun 2023 menyumbang sebanyak 226.789 orang wisatawan atau sekitar 4,3 % dari total wisatawan mancanegara yang berwisata ke Bali. Industri pariwisata Bali yang semakin pulih meningkatkan kebutuhan tenaga profesional yang mampu berbahasa Korea, khususnya yang mendukung layanan pariwisata. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu elemen penting untuk menyiapkan generasi muda untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebagai bentuk dukungan untuk mempersiapkan lulusan yang berkompeten dalam bahasa Korea bidang pariwisata, dilaksanakanlah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar bahasa Korea. Program ini menggunakan metode pembelajaran bauran (blended learning), menggabungkan sesi daring melalui Zoom dan tatap muka di SMKN 3 Denpasar. Sebanyak 20 siswa dari SMKN 3 Denpasar menjadi peserta pelatihan, yang difokuskan pada penguasaan bahasa Korea dasar untuk pariwisata. Pelatihan ini dirancang dengan bahan ajar khusus, silabus terstruktur, dan panduan praktis. Hasil program ini mencakup lima luaran utama: panduan bahasa Korea untuk pariwisata, hak kekayaan intelektual (HKI), publikasi di jurnal nasional, liputan media massa, dan video dokumentasi kegiatan. Diharapkan, kegiatan ini mampu membekali siswa dengan keterampilan bahasa Korea yang relevan dan mendukung peningkatan kompetensi mereka di industri pariwisata. Kata kunci: bahasa korea dasar; Bali, blanded learning; pariwisata; pembekalan; pengabdian kepada masyarakat; sekolah menengah kejuruan  AbstractAfter the pandemic, Indonesia began to recover its economy, with tourism being one of the sectors that thrived again, particularly in Bali. Known for its unique charm, Bali remains a favorite destination for domestic and international tourists. In 2023, South Korean tourists made up 4.3% of international visitors to Bali, totaling 226,789 arrivals. This recovery has created a growing need for professionals proficient in Korean to support tourism services. Vocational High Schools (SMK) are pivotal in preparing students to meet this demand. To enhance their skills, a community service program was conducted at SMKN 3 Denpasar, focusing on basic Korean language proficiency for tourism purposes. The program used a blended learning approach, combining online sessions via Zoom with face-to-face classes. Twenty students participated in the training, which included specialized teaching materials, a structured syllabus, and practical exercises. Key outcomes included a Korean language guide for tourism, intellectual property rights registration, publication in a national journal, media coverage, and a video documentation of the activities. This initiative aims to equip students with essential Korean language skills, enabling them to thrive in Bali’s recovering tourism sector and meet its professional demands effectively. Keywords: Bali; basic korean language; blended learning; community service; facilitating; tourism; vocational high school
Co-Authors -, Kamaluddin - -, Mintasrihardi - Abdillah Abdillah Abdul Azizul Ghaffar Abdul Hafiz Abdul Wahab Adi Gunawan Adi Supriyadi Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Aji Ali Akbar Akhmad Syafruddin Aliahardi Winata Anita Anita Anwar Efendy Arif Arif Arpan Islami Bilal Arpan Islami Bilal Arsyad Abd Gani Arsyad Abd. Gani Arsyad Abdul Gani Ashanti Widyana Asih Oktapianti Asmahul Husnah Asri Asri Azizah, Asma Baiq Sarlita Kartiani, Baiq Sarlita Kartiani Baiq Yuliatin Ihsani Burhanuddin Burhanuddin Deviana Mayasari Dewi Pramita Djunadi AM Djunadi AM Eka Fitriani Eka Fitriani Erwin Erwin Ety Kurniawati Fathul Rakhman Fatman Nurjan Fatman Nurjan Fatuh Rahman Febrita Susanti Haeruni Haeruni Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hardi, Rahmat Sulhan Harlinda Asdiani Harry Irawan Johari Heri Gunawan Ibrahim Abdullah Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Irma Setiawan, Irma Iwan Tanjung Sutarna Jayanti Megasari Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidi AM Junaidi AM Junaidin Junaidin Kamaladini Kamaladini Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khaerul Anam Khosiah Khosiah Lalu Mokh Reza Anshari Lelisari, Lelisari Linda Ayu Darmurtika Linda Sekar Utami M Baiquni M Sobry M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mardiya Hayati Mardiyah Hayati Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Milandari, Baiq Desi Muhammad Ali Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Pramulya Muhammad Sabri Muhammad Salahuddin Muhammad Saleh Mursal Ghazali Muslimin Muslimin Najamudin Najamudin Ni Made Santi Pratiwi Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurjannah Nurjannah Nurudin Nurudin Nurul Hidayanti Nurul Huda Nurul isnaeni Rahmat Palahuddin Putu Eka Gunadi Rizky Fitri S Ritohardoyo S Setiadi Sabaryati, Johri Sabri Sabri Saddam Saddam Salahuddin Salahuddin Samsudin, Didin Setiadi Setiadi Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siti Hasanah Sri Rejeki Sudarwo Sudarwo Sudarwo, Raden Sukuryadi, Sukuryadi Susilawati Susilawati Suspitasari Suspitasari Swahip Swahip Swandi Swandi Syaharuddin Syaharuddin Syaharuddin Syaharuddin Syaifuddin Iskandar Syarifuddin Syarifuddin Teja Mustika Titik Hariani Vera Mandailina, Vera Vera Mendalina Wiwit Bayu Adi Yeni Sulastri Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zainuddin Zainuddin Zedi Muttaqien Zedi Muttaqin Zuhratul Azizah